SOSIALISASI PEMANFAATAN CMA DAN BAHAN ORGANIC DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) SEBAGAI BAHAN OBAT DAN PENGOLAHANNYA MENJADI MINUMAN INSTAN.
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan uji fitokimia jahe memiliki kandungan minyak atsiri, fenol yang larut dalam pelarut etanol, berdasarkan uraian ini dapat diharapkan bahwa ekstrak dari tanaman jahe
Jahe merupakan salah satu jnis tanaman rempah-rempah yang ada di Indonesia.Rimpamg jahe banyak dicari karena memiliki kelebihan dalam hal kesehatan, kesegaran, dan campuran
Efek pemberian pupuk kandang domba (PK), bokashi domba (BD), bintang oraganik super (Bios) dan kombinasinya dengan pupuk cair organik (Bionutrisi) terhadap hasil rimpang jahe
Kombinasi perlakuan yang diberikan memperlihatkan pengaruh nyata terhadap perbedaan tinggi tanaman kombinasi perlakuan pengolahan tanah maksimum dan pupuk kandang ayam
Menanam jahe merupakan kegiatan yang mudah untuk dilakukan baik dalam pemeliharaan maupun pemanenan. Untuk mendapatkan tanaman jahe yang baik dan sehat ada tiga faktor
Hal ini menunjukkan bahwa rimpang jahe merah yang disimpan sampai dengan 2 bulan dalam tiga macam wadah penyimpanan berbeda menghasilkan pertumbuhan anakan
a) Pengadaan peralatan dan bahan baku Peralatan dan bahan baku yang digunakan pada kegiatan ini yaitu peralatan rumah tangga, bahan baku yang digunakan berupa rimpang temulawak dan
Teknik budidaya tanaman jahe merah yang baik dan benar serta pengolahan rimpang jahe menjadi minuman kesehatan dalam bentuk jahe instan merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk