• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PEMBENTUKAN MODAL PEDAGANG KECIL ( STUDI KASUS PEDAGANG KECIL DI PASAR-PASAR PEMBANTU DI KOTA PADANG).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROSES PEMBENTUKAN MODAL PEDAGANG KECIL ( STUDI KASUS PEDAGANG KECIL DI PASAR-PASAR PEMBANTU DI KOTA PADANG)."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

05001

PROSES PEMBENTUKAN MODAL PEDAGANG KECIL ( STUDI KASUS PEDAGANG KECIL DI PASAR-PASAR PEMBANTU

DI KOTA PADANG)

Wahyuni Eloisa Marinda, Latifah Hanum,Hadelina Nomor Kontrak : 74/LP-UA/SPP-DPP/KV/2001

ABSTRAK

Kota Padang adalah sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, perindustrian, Pendidikan dan kebudyaan yang memberikan daya tarik bagi daerah sekitarnya. Oleh sebab itu daerah ini untuk Kawasan Sumatera Barat khususnya telah menjadi tumpuan harapan bagi pencari kerja. Sumbangan Sektor perdagangan dalam penyerapan tenaga kerja, maupun dalam menciptakan pendapatan cukup besar, dan setiap tahun selalu meningkat. Dengan berkembangnya sector ini pendistribusian dan penyebaran kebutuhan pokok dan bahan penting lainnya tersebar secara meratadan tepat waktu, harga yang layak dan terjangkau oleh masyarakat banyak, sekaligus meningkatkan pendapatan produsen. Secara persentase pedagang kecil menominir sector perdagangan. Persoalan utama dari pedagang kecil adalh kecilnya modal yang dimiliki, sehingga sulit untuk bergerak perkembangan. Dalam penelitian ini penulis menelaah bagaimana proses pembentukan modal pedagang kecil di pasar-pasar pembantu di kota Padang. Setelah diteliti ternyata pengeluaran produktif berhubungan negatif dengan pembentukan modal. Berarti semakin besar pengeluaran produktif semakin kecil modal yamg ditanamkan. Tabungan mempunyai hubungan yang fositif dengan pembentukan modal. Berarti semakin besar tabungan maka semakin besar pembentukan modal. Jika tabungan dinaiki 10%, maka pembentukan modal akan meningkat 20,74% dan hubungan ini sangat signifikan. Rendahnya pengeluaran produktif akan berdampak terhadap pembentukan modal.

Referensi

Dokumen terkait

Melihat demikian kompleksnya permasalahan ekonomi makro dan mikro yang disebabkan telah bergulirnya globalisasi ekonomi, gerakan Koperasi baik dalam bentuk Koperasi

Begitu juga tentang makna relasional terhadap jin yang dijelaskan dalam al-Qur’an baik yang berkaitan dengan orang-orang dahulu sebelum datangnya Islam atau yang dikaitkan

Alhamd li Allahi Rabb al-‘Alamin, la Hawl wala Quwwat illa bi Allah al- ‘Aliyy al-‘Adhim, dengan hanya Rahmat, Taufik serta Inayah-Nya penulisan skripsi yang berjudul

yang dilibatkan, dimana industri besar/ sedang adalah industri dengan jumlah tenaga kerja 20 atau lebih, sedangkan industri kecil/ kerajinan rumahtangga adalah

Vitamin C, vitamin E dan karoten diketahui merupakan sumber nutrisi dalam makanan yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, namun banyak juga senyawa lain yang memiliki

Atribut kandungan gizi dan manfaat menurut konsumen merupakan hal yang sangat penting dan sudah memuaskan, hal ini dapat disebabkan oleh pengetahuan konsumen

Apabila modal dan tenaga kerja meningkat maka pendapatan dan efisiensi juga akan meningkat (Sukirno, 1994). Modal yang digunakan oleh pedagang sembako di Pasar

Pada masyarakat Tuatunu, konteks lokalitas menjadi salah satu ruang yang menjadikan kampung ini memiliki karakteristik komunalitas yang masih telestari dengan baik,