Universitas Kristen Maranatha | vi
ABSTRAK
Setiap manusia semakin hari semakin bertambah tua, dan tidak ada
seorang pun yang dapat luput dari proses penuaan. Proses penuaan ini akan
membuat manusia mengalami masa lansia (lanjut usia). Dalam proses penuaan,
sel-sel mengalami penurunan kerja sehingga lama-lama akan mempengaruhi
kinerja tubuh. Penurunan kinerja tubuh akan menghambat aktivitas sehari-hari,
sehingga lansia biasanya tidak lagi bekerja seperti biasa dan lebih banyak
beristirahat. Keterbatasan fisik pada lansia, akhirnya akan menciptakan
ketergantungan terhadap orang lain. Namun, masyarakat bahkan anggota keluarga
sendiri terkadang tidak memiliki waktu untuk menemani lansia. Padahal di masa
tersebut, lansia seharusnya menikmati kebahagiaan sebagai hadiah atas kerja
keras dan produktivitasnya di masa muda.
Wisma wreda merupakan salah satu tempat yang diciptakan khusus untuk
lansia. Lansia dapat berkumpul dan bersosialisasi bersama lansia lainnya, karena
berada dalam komunitas yang sesuai, maka lansia akan merasa lebih bahagia dan
lebih dihargai. Dalam perancangan wisma wreda ini, disediakan beberapa
aktivitas yang dapat dilakukan lansia dalam mengisi waktunya. Aktivitas tersebut
antara lain menyanyi, bermain musik, membaca, memasak, menonton,
berolahraga, dan membuat kerajinan tangan. Disediakan juga fasilitas kamar tidur
yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat. Seluruh ruangan dalam wisma
wreda ini diciptakan dengan tujuan untuk membuat lansia merasa nyaman dan
senang. Oleh karena itu, wisma ini menggunakan konsep Life Satisfaction dan
tema Golden Age supaya lansia dapat menikmati hari tua dengan bahagia.
Universitas Kristen Maranatha | vii
ABSTRACT
Every human is getting aging, and there is no one who can escape from an aging process. This aging process will make the human experience become the elderly. In the process of aging, the cells work has decreased so long will affect the performance of the body. Performance degradation of the body will inhibit daily activities, so that the elderly are usually no longer works as usual and need more rest. Physical limitation for the elderly, would ultimately create dependency to others. However, people even own members of the family sometimes do not have time to accompany for the elderly. While in that time, for the elderly should be enjoying the bliss of as a reward for hard work and its productivity in youth.
Nursing house is a place which was created specifically to elderly. Assembled for the elderly can socialize with another, because it was appropriate, within the community then the elderly will feel happier and more valued. Provided some activity that can be conducted for the elderly in filling time. These activities among singing, music, reading, cooking, watching, exercising, and making handicraft. Provided facilities a bedroom that can be used as a resting place. The whole room in this nursing house created with the purpose of making elderly feel comfortable and happy. Hence, the concepts life satisfaction and theme that the golden age for the elderly can enjoy the old days with a happy in this nursing house.
Universitas Kristen Maranatha | viii
DAFTAR ISI
COVER i
LEMBAR PENGESAHAN ii
PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR iii
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN iv
KATA PENGANTAR v
1.2Ide/Gagasan Perancangan Wisma Wreda 3
1.3Identifikasi Masalah 3
1.4Rumusan Masalah 3
1.5Tujuan Perancangan Wisma Wreda 4
1.6Manfaat Perancangan Wisma Wreda 4
1.7Batasan Perancangan Wisma Wreda 4
1.8Sistematika Penulisan 4
BAB II – WISMA WREDA DAN STUDI ERGONOMI UNTUK LANSIA
2.1 Pengertian Lansia 6
2.1.1 Batasan Umur Lanjut Usia 7
Universitas Kristen Maranatha | ix
2.1.3 Perubahan Pada Lansia 7
2.1.4 Kebutuhan Lansia 9
2.2 Pengertian Wisma Wreda 10
2.2.1 Sejarah dan Perkembangan Panti Wreda 11
2.2.2Tujuan Panti Wreda 12
2.2.3 Active Adult Community 12
2.2.4 Program Kegiatan Wisma Wreda 13
2.3 Standar Ergonomi Lansia 17
2.3.1 Lantai 17
2.3.2 Tangga dan Lift 17
2.3.3 Pencahayaan 18
2.3.4 Kontrol 18
2.3.5 Kamar Mandi 20
2.3.6 Ruang Pemeriksaan Kesehatan 21
2.3.7 Sirkulasi 21
2.4 Teori Warna 22
2.5 Studi Banding Senior Club Indonesia 23
2.6 Studi Banding Wisma Lansia “J. Soenarti Nasution” 26
(dahulu Panti Wreda Asuhan Bunda)
2.6.1 User Wisma Lansia “J. Soenarti Nasution” 27
2.6.2 Fasilitas di Wisma Lansia “J. Soenarti Nasution” 28
2.6.3 Program Kegiatan 29
2.6.4 Ruangan di Wisma Lansia “J. Soenarti Nasution” 31
BAB III – WISMA WREDA
3.1 Deskripsi Objek Studi 40
3.1.1 Deskripsi Lokasi 41
3.1.2 Dekripsi Fungsi Objek Studi 41
3.1.3 Analisa Site 41
3.1.4 Analisa Building 45
3.2 Analisis Fungsional 49
Universitas Kristen Maranatha | x
3.2.2.1 Klien 49
3.2.2.2 Staff 49
3.2.2 Tabel Kebutuhan Ruang dan Tabel Kriteria Ruang 51
3.3 Hasil Kuisioner 60
3.4 Implementasi Konsep 64
3.4.1 Konsep Bentuk 66
3.4.2 Konsep Warna 66
3.4.3 Konsep Tekstur 66
3.4.4 Konsep Material 67
3.4.5 Konsep Pencahayaan 67
3.4.6 Konsep Skala 67
3.5 Hubungan Kedekatan Ruang 68
3.5.1 Zoning – Blocking 68
3.5.2 Bubble Diagram 70
3.6 Studi Image 71
BAB IV – PERANCANGAN WISMA WREDA
4.1 Perancangan General 72
4.2 Perancangan Area Khuss 75
4.2.1 Resepsionis 75
4.2.2 Ruang Medis 79
4.2.3 Ruang Fisioterapi 79
4.2.4 Ruang Merajut dan Membaca 79
4.2.5 Ruang Berkumpul 85
4.2.6 Ruang Massage dan Spa 90
4.2.7 Ruang Makan dan Dapur Lansia 95
4.2.8 Kamar Daily Care 101
4.2.9 Kamar Standard 103
4.2.10 Kamar VIP 105
4.2.11 Kamar Ganda 107
BAB V – SIMPULAN DAN SARAN
Universitas Kristen Maranatha | xi
5.2 Saran 111
DAFTAR PUSTAKA 112
Universitas Kristen Maranatha | xii
DAFTAR TABEL
BAB II
Tabel 2.1 Penggolongan Lansia Berdasarakan Umur dan Aktivitas 10
Tabel 2.2 Kegiatan Harian Wisma Lansia “J. Soenarti Nasution” 29
Tabel 2.3 Kegiatan Harian Wisma Lansia “J. Soenarti Nasution” 30
BAB III
Tabel 3.1 Analisa Site Panti Asuhan Putra BK Maranatha 44
Tabel 3.2 Tabel Kebutuhan Ruang 51
Universitas Kristen Maranatha | xiii
DAFTAR GAMBAR
BAB II
Gambar 2.1 Standard Tangga 17
Gambar 2.2 Standard Ruangan 18
Gambar 2.3 Lay-out Kamar Mandi 20
Gambar 2.4 Tampak Kamar Mandi 20
Gambar 2.5 Isometri Kamar Mandi 20
Gambar 2.6 Area Ruang Pemeriksaan Kesehatan 21
Gambar 2.7 Sirkulasi pada Koridor 21
Gambar 2.8 Sirkulasi Area Pintu bagi Pengguna Kursi Roda 22
Gambar 2.9 Kegiatan Program Rutin SCI 24
Gambar 2.10 Kegiatan Program Pilihan SCI 25
Gambar 2.11 Kegiatan Program Khusus SCI 25
Gambar 2.12 Fasilitas Gedung SCI 26
Gambar 2.13 Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 27
Gambar 2.14 Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 31
Gambar 2.15 Lantai 1 Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 31
Gambar 2.16 Ruang Tamu Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 31
Gambar 2.17Receptionist Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 32
Gambar 2.18Pantry Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 33
Gambar 2.19 Ruang Rapat Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 33
Gambar 2.20 Ruang Baca Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 34
Gambar 2.21 Sirkulasi Kamar VIP Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 34
Gambar 2.22 Jendela Kamar VIP Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 34
Gambar 2.23 Lantai Dasar (Under Ground)
Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 35
Gambar 2.24 Ruang Kesehatan Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 35
Gambar 2.25 Dapur Kotor Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 36
Gambar 2.26 Area Makan dan Area Bersantai 37
Gambar 2.27Program Kegiatan dan Area Kursi Roda
Universitas Kristen Maranatha | xiv Gambar 2.28 Sirkulasi Kamar Subsidi Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 37
Gambar 2.29 Kamar Subsidi Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 38
Gambar 2.30 WC Bersama untuk Kamar Subsidi
Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 39
Gambar 2.31Rampdan Tangga Wisma Lansia J. Soenarti Nasution 39
BAB III
Gambar 3.1 Peta Lokasi Panti Asuhan Putra BK Maranatha 42
Gambar 3.2 Fasade Bangunan 45
Gambar 3.3 Denah Lantai 1 45
Gambar 3.4 Denah Lantai 2 45
Gambar 3.5 Ruang Tamu 45
Gambar 3.6 Ruang Serba Guna 46
Gambar 3.7 Ruang Belajar 46
Gambar 3.8 Ruang Ganti 47
Gambar 3.9 Ruang Makan 47
Gambar 3.10 Dapur 47
Gambar 3.11 Kantor 48
Gambar 3.12 Lapangan 48
Gambar 3.13 Pilihan Pertama 63
Gambar 3.14 Pilihan Kedua 63
Gambar 3.15 Pilihan Ketiga 63
Gambar 3.16 Pilihan Keempat 64
Gambar 3.17 Bentuk Dasar 66
Gambar 3.18 Skema Warna 66
Gambar 3.19 Tekstur Glossy 66
Gambar 3.20 Material 67
Gambar 3.21 Lighting Character 67
Gambar 3.22 Zoning dan Blocking Lantai 1 68
Gambar 3.23 Zoning dan Blocking Lantai 2 68
Universitas Kristen Maranatha | xv BAB IV
Gambar 4.1 Peta Lokasi Panti Asuhan Putra BK Maranatha 73
Gambar 4.2 Denah General Lantai 1 dan 2 74
Gambar 4.3 Potongan General 74
Gambar 4.4 Denah Ceiling Resepsionis 75
Gambar 4.5 Denah Furniture Resepsionis 75
Gambar 4.6 Denah Pola Lantai Resepsionis 75
Gambar 4.7 Tampak Potongan Resepsionis 76
Gambar 4.8 Detail Interior Kolam Area Resepsionis 76
Gambar 4.9 Detail Interior Lambrisering Area Resepsionis 77
Gambar 4.10 Detail Furniture Meja Resepsionis 78
Gambar 4.11 Perspektif AreaResepsionis 78
Gambar 4.12 Denah Ceiling Ruang Merajut dan Membaca 79
Gambar 4.13 Denah Furniture Ruang Merajut dan Membaca 80
Gambar 4.14 Denah Pola LantaiRuang Merajut dan Membaca 80
Gambar 4.15 Tampak Potongan Ruang Merajut dan Membaca 80
Gambar 4.16 Detail Interior Wall Treatment Koridor Ruang Merajut
dan Membaca 81
Gambar 4.17 Detail Furniture Meja Membaca 82
Gambar 4.18 Detail Furniture Kursi Merjaut 83
Gambar 4.19 Detail Furniture Kursi Merjaut 84
Gambar 4.20 Perspektif Ruang Merajut dan Membaca 84
Gambar 4.21 Denah Ceiling Ruang Berkumpul 85
Gambar 4.22 Denah Furniture Ruang Berkumpul 86
Gambar 4.23 Denah Pola Lantai Ruang Berkumpul 86
Gambar 4.24 Tampak Potongan Ruang Berkumpul 87
Gambar 4.25 Detail Furniture Sofa Modular 88
Gambar 4.26 Detail Furniture Sofa Modular 89
Gambar 4.27 Perspektif Ruang Berkumpul 90
Gambar 4.28 Denah Ceiling Ruang Massage dan Spa 91
Gambar 4.29 Denah Furniture Ruang Massage dan Spa 91
Universitas Kristen Maranatha | xvi Gambar 4.31 Tampak Potongan Ruang Massage dan Spa 92
Gambar 4.32 Detail Interior Wall Treatment Area Massage 93
Gambar 4.33 Detail Furniture Kasur Massage 94
Gambar 4.34 Perspektif Ruang Massage dan Spa 95
Gambar 4.35 Denah Ceiling Ruang Makan dan Dapur Lansia 96
Gambar 4.36 Denah Furniture Ruang Makan dan Dapur Lansia 96
Gambar 4.37 Denah Pola Lantai Ruang Makan dan Dapur Lansia 97
Gambar 4.38 Tampak Potongan Ruang Makan dan Dapur Lansia 97
Gambar 4.39 Denah Interior Ceiling Treatment Area Makan Lansia 98
Gambar 4.40 Detail Furniture Meja Makan Lansia 99
Gambar 4.41 Detail Furniture Meja Makan Lansia 100
Gambar 4.42 Perspektif Ruang Makan dan Dapur Lansia 100
Gambar 4.43 Denah Ceiling Kamar Daily Care 101
Gambar 4.44 Denah Furniture Kamar Daily Care 101
Gambar 4.45 Denah Pola Lantai Kamar Daily Care 102
Gambar 4.46 Tampak Potongan Kamar Daily Care 102
Gambar 4.47 Perspektif Kamar Daily Care 102
Gambar 4.48 Denah Ceiling Kamar Standard 103
Gambar 4.49 Denah Furniture Kamar Standard 103
Gambar 4.50 Denah Pola Lantai Kamar Standard 104
Gambar 4.51 Tampak Potongan Kamar Standard 104
Gambar 4.52 Perspektif Kamar Standard 105
Gambar 4.53 Denah Ceiling Kamar VIP 105
Gambar 4.54 Denah Furniture Kamar VIP 106
Gambar 4.55 Denah Pola Lantai Kamar VIP 106
Gambar 4.56 Tampak Potongan Kamar VIP 106
Gambar 4.57 Perspektif Kamar VIP 107
Gambar 4.58 Denah Ceiling Kamar Ganda 107
Gambar 4.59 Denah Furniture Kamar Ganda 108
Gambar 4.60 Denah Pola Lantai Kamar Ganda 108
Gambar 4.61 Tampak Potongan Kamar Ganda 108
Universitas Kristen Maranatha | xvii
Universitas Kristen Maranatha | xviii
DAFTAR BAGAN
BAB III
Bagan 3.1 - Persentasi Pendidikan 60
Bagan 3.2 - Persentasi Usia 61
Bagan 3.3- Persentasi Kegiatan yang Disukai 62
Bagan 3.4 – Konsep Perancangan 65
Universitas Kristen Maranatha | 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring perkembangan manusia yang semakin pesat, maka populasi manusia
ikut bertambah menyebabkan jumlah lansia semakin banyak setiap tahunnya.
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Dana Kependudukan PBB jumlah lansia
di dunia pada tahun 2000 berjumlah lebih banyak dibandingkan jumlah anak-anak
dan diperkirakan sebelum tahun 2050, jumlah generasi yang berusia lanjut akan
lebih banyak daripada penduduk berusia di bawah 15 tahun. Dalam hanya 10
Universitas Kristen Maranatha | 2 mencapai 200 juta dalam waktu 10 tahun. Pertambahan jumlah lansia terjadi
setiap saat di berbagai wilayah termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, jumlah lansia tahun 2010 diperkirakan akan sama dengan anak
balita yaitu sekitar 24 juta jiwa atau 9,77 persen dari seluruh jumlah penduduk dan
tahun 2020 diperkirakan lansia di Indonesia meningkat menjadi 28,8 juta atau
11,34 persen total jumlah penduduk, dan berdasarkan survey yang dilakukan oleh
Komisi Nasional Lanjut Usia tahun 2010, lansia yang rasio lansia yang memiliki
ketergantungan terhadap orang lain berjumlah 13.37% pada tahun 2009 dari
seluruh populasi masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan.
K
Lansia yang tidak lagi produktif dan bergantung pada orang lain seringkali
diabaikan dan diacuhkan oleh masyarakat, bahkan terkadang lansia dianggap sebagai “beban masyarakat”. Pandangan negatif ini akan memberikan konstribusi negatif bagi psikologis lansia. Selain pandangan yang negatif, fasilitas bagi lansia
juga masih sangat sedikit. Misalnya saja di kota Bandung, dengan jumlah lansia
yang mencapai 3,4 juta jiwa, fasilitas jompo seperti wisma wreda hanya berjumlah Bagan 1.1 – Rasio Ketergantungan Penduduk Tua menurut Tipe Daerah
Universitas Kristen Maranatha | 3 8 buah. Perbandingan ini sangatlah tidak seimbang, sehingga diperlukan
penambahan fasilitas bagi jompo. Oleh karena itu, perancangan kali ini ditujukan
kepada kaum lansia.
1.2 Ide/Gagasan Perancangan Wisma Wreda
Ide untuk merancang wisma wreda timbul karena minimnya wadah bagi para
lansia di Indonesia yang masih sedikit tidak seimbang dengan jumlah lansia yang
semakin meningkat setiap tahunnya. Wisma wreda diperuntukkan bagi para lansia
yang berumur 55 tahun ke atas yang masih memiliki keluarga dengan pilihan
perawatan daily care, weekly care, serta whole life care.Progam yang disediakan
untuk lansia yaitu olahraga di pagi hari, sesi berkumpul dan bertukar cerita,
belajar musik,memasak bersama, membuat kerajinan tangan, seperti merajut, dan
menyulam. Selain itu, disediakan pula fasilitas massage dan spa agar lansia
merasa rileks.
Dalam wisma disediakan tempat beristirahat ketika lelah, ataupun tempat
menginap. Fasilitas lain yang berfokus pada kesehatan yaitu adanya fisioterapi
yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dari setiap lansia, serta ruang
perawatan apabila lansia merasa tidak enak badan, serta pemeriksaan gratis dari
dokter yang bekerja sama dengan wisma.
1.3 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka didapatkan permasalahan yaitu bagaimana
merancang sebuah tempat yang dapat memenuhi kebutuhan lansia agar dapat
melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan memberikan konstribusi
positif sehingga lansia merasa dihargai.
1.4 Rumusan Masalah
Sesuai dengan pokok pembahasan makalah ini, yaitu mengenai perancangan
wisma wreda maka masalah yang dapat dirumuskan adalah :
1. Bagaimana merancang interior yang memberikan kontribusi positif bagi
Universitas Kristen Maranatha | 4 2. Bagaimana merancang ruang yang dapat meningkatkan rasa kekeluargaan
bagi lansia?
1.5 Tujuan Perancangan Wisma Wreda
Adapun tujuan perancangan wisma wreda yaitu:
1. Untuk menciptakan suasana hunian yang dapat memberikan konstribusi
positif bagi lansia sehingga dapat menikmati hidup.
2. Untuk menciptakan desain yang mampu menghargai keberadaan dan
kemandirian lansia.
1.6 Manfaat Perancangan Wisma Wreda
a. Mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan menghormati lansia.
b. Mengajak masyarakat untuk membuat sebuah tempat yang memfasilitasi
lansia secara fisik dan mental.
1.7 Ruang Lingkup Perancangan Wisma Wreda
Perancangan wisma wreda difokuskan kepada tata ruang, dan ergonomi yang
sesuai untuk lansia. Fasilitas yang disediakan antara lain ruang kumpul lansia,
ruang musik, ruang untuk belajar kerajinan tangan, ruang memasak, ruang
membacam ruang massage serta kamar tidur yang dibagi menjadi dua tipe, yaitu
kamar tidur standard dan VIP.
1.8 Sistematika Penulisan
Penyusunan laporan tugas akhir ini diuraikan menjadi beberapa bab, yaitu :
BAB I – PENDAHULUAN
Berisikan pembahasan mengenai latar belakang, ide/gagasan perancangan wisma
wreda, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan perancangan, manfaat
perancangan, batasan perancangan serta sistematika penulisan.
BAB II – LITERATUR PERANCANGAN WISMA WREDA
Merupakan kumpulan hasil studi literatur serta hasil survey yang digunakan
sebagai dasar perancangan wisma wreda.
Universitas Kristen Maranatha | 5 Pembahasan mengenai deskripsi proyek, deskripsi site, identifikasi user secara
lengkap, flow activity, user activity, zoning-blocking, implementasi konsep dan
tema pada perancangan.
BAB IV – PERANCANGAN WISMA WREDA
Pembahasan mengenai ide perancangan yang sudah dituangkan dalam bentuk
lembar kerja disertai pembahasan secara singkat.
BAB V – SIMPULAN DAN SARAN
Merupakan hasil simpulan dari peracangan yang sudah dilakukan serta saran,
Universitas Kristen Maranatha | 110
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang wisma wreda.
Sisi fungsionalitas, ergonomi, pola aktivitas dan rutinitas lansia, kebutuhan lansia,
dan hal-hal kecil yang mungkin sangat besar dampaknya dalam membantu
kelangsungan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan lansia yang berbeda dengan
manusia normal harus diperhatikan, sehingga fungsionalitas dan aspek keamanan
merupakan hal utama. Estetis merupakan nilai tambah yang dipikirkan setelah
Universitas Kristen Maranatha | 111 pun harus dipikirkan secara detail, karena pola yang terlalu rumit akan
menimbulkan rasa tidak nyaman ataupun pusing pada lansia.
Lansia memiliki fisik yang mudah lelah, sehingga diperlukan fasilitas
tambahan di koridor, seperti handrail ataupun fasilitas duduk.Selain fasilitas
tersebut, toilet pun harus ditempatkan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, karena
lansia biasanya memiliki kebiasaan buang air kecil cukup sering.Dengan
demikian, tata letak ruang serta kemudahan dalam mencapai tempat aktivitas
sangat penting untuk meningkatakan efektivitas lansia dalam beraktivitas.
Dalam perancangan wisma wreda dengan tema “Golden Age” dan konsep
“Life Satisfaction”, penerapan warna yang hangat diharapakan dapat menimbulkan efek psikologis nyaman dan merasa diterima pada lansia. Suasana
hangat pada ruangan dapat menciptakan kesan keberesamaan sehingga lansia
tidak merasa asing.Selain itu, bentuk-bentuk tanpa sudut yang diterapkan
merupakan salah satu upaya untuk menjaga keamanan bagi lansia. Konsep
penghawaan terbuka serta taman pada bagian dalam bangunan merupakan salah
satu hal penting dalam perancangan, karena kebanyakan lansia merasa
nyamanapabila terhubung kembali dengan alam. Hal lain yang perlu diperhatikan
yaitu tata letak ruang dan ergonomi yang sesuai dengan keadaan fisik lansia
sehingga dapat memudahkan lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
5.2 Saran
Kebutuhan fisik yang berbeda menuntut desainer memberikan inovasi
desain yang dapat membantu dan memermudah kegiatan aktivitas lansia.Hal-hal
kecil dan detail harus diperhatikan agar lansia lebih mudah dan aman dalam
menjalankan aktivitasnya.Perancangan wisma wreda ini diharapkan dapat menjadi
salah satu inspirasi bagi perancang lainnya untuk dapat menciptakan desain yang
bermanfaat bukan hanya untuk kalangan anak muda tetapi juga untuk lansia.
Mengingat betapa besar jasa-jasa orang yang sudah lanjut usia, tetapi justru
biasanya diabaikan dalam desain. Keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki lansia
Univetrsitas Kristen Maranatha | 112
DAFTAR PUSTAKA
Hukum :
Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor : 4/PRS-3/KPTS/2007
tentang Pedoman Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dalam Panti dalam Departemen
Sosial R.I, Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Direktorat
Pelayanan Sosial Lanjut Usia dalam Pedoman Pelayanan Sosial Lanjut Usia.
Buku :
Building and Counstruction Authority : Code on Accessibility in The Built
Environment 2007. Singapore : Building and Cnstruction Authority.
Chiara, Joseph De, Michael J. Crosbie. 1973. Time-Saver Standards for Building
Types, Fourth Edition. New York : Mc. Grow Hill Book Company.
Effendy, Ferry dan Makhfudii. 2009.Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori
Praktik dan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Marucus, Clare Cooper dan Carolyn Francis. 1998. People Places (2nd Edition), Design Guidelines For Urban Open Space. Canada : John Wiley and Son,
Inc.
Maryam, R. Siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Keperawatannya. Jakarta
: Salemba Medika.
Nugroho,Wahjudi. 2006. Komunikasi Dalam Perawatan Gerontik. Jakarta :
Penerbit Buku Kedoketeran EGC.
Parker, Rosetta E. 1984.Housing For The Elderly-The Handbook For Manager.
English : Institute of Real Estate Management.
Pastalan, A. Leon. 1990. Optimizing Housing For The Elderly Homes Not
Houses, Volume 7. USA : The Haworth Press, Inc.
Perkins, John. 2004. Confesions of an Economic Hit Man. USA : Berret-Kohler
Univetrsitas Kristen Maranatha | 113
Uliyah, Musrifatul dan A. Azia Alimul Hidayat. 2006. Keterampilan Dasar
Praktik Klinik Untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Website :
http://www.merdeka.com/ [Accessed : 18 Feb 2013]
http://news.malang-online.com/ [Accessed : 18 Feb 2013]
http://rehsos.depsos.go.id [Accessed : 18 Feb 2013]
http://health.kompas.com/ [Accessed : 18 Feb 2013]
http://kesehatan.kompasiana.com/ [Accessed : 25 Feb 2013]
http://sosbud.kompasiana.com/[Accessed : 25 Feb 2013]
http://www.ipotnews.com/ [Accessed : 25 Feb 2013]
http://www.carehome.co.uk/ [Accessed : 25 Feb 2013]
http://www.alphacarehomes.com/ [Accessed : 25 Feb 2013]
http://www.waspada.co.id/ [Accessed : 25 Feb 2013]
http://www.univmed.org/ [Accessed : 7 Mar 2013]
http://www.harianterbit.com/[Accessed : 7 Mar 2013]
http://www.voaindonesia.com/[Accessed : 7 Mar 2013]
http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/KEBUTUHAN%20NUTRISI%20DAN%
20CAIRAN%20%20PADA%20LANSIA.pdf[Accessed : 7 Mar 2013]
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26951/4/Chapter%20II.pdf
http://www.4fate.org/history.html[Accessed : 7 Mar 2013]
http://www.seniorhousingnet.com/care-types/nursing.aspx?source=web [Accessed
Univetrsitas Kristen Maranatha | 114
http://atjehpost.com/read/2012/11/02/26349/40/40/Mengenal-5-Tipe-Lansia[Accessed : 11 Mar 2013]
http://www.lkc.or.id/2012/05/22/olahraga-untuk-lansia/[Accessed : 11 Mar 2013]
http://www.balisruti.or.id/berolah-raga-untuk-kebugaran-bagi-lansia.html[Accessed : 11 Mar 2013]
http://nasional.kompas.com/read/2008/06/04/22234524/Olahraga.di.Usia.Lanjut.
Mana.yang.Sesuai.[Accessed : 19 Mar 2013]
http://www.terapimusik.com/alzheimer.htm[Accessed : 19 Mar 2013]
http://www.terapimusik.com/terapi_musik.htm[Accessed : 19 Maret 2013]
http://www.seniorclubindonesia.com[Accessed : 26 Maret 2013]
http://lovira.com/pemilihan-warna-yang-cocok-untuk-dinding-rumah-anda/[Accessed : 9 April 2013]
http://www.pantirapih.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=73
&Itemid=79[Accessed : 9 April 2013]
http://www.fisioterapimakassar.info/fisioterapi-pada-lansia.html[Accessed : 16
April 2013]
http://www.rssiagaraya.com/fisiotherapi.html[Accessed : 16 April 2013]
http://www.artikel.indonesianrehabequipment.com/2012/01/fisioterapi-pada-penyakit-jantung.html[Accessed : 16 April 2013]
http://id.prmob.net/terapi-fisik/kesehatan/geriatri-927339.html[Accessed : 16
April 2013]
http://www.ilmufisioterapi.info/afr-pada-penderita-osteoporosis.html[Accessed :