• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DESAIN KERAMIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VII SMP N 1 TANJUNG TIRAM T.A 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DESAIN KERAMIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VII SMP N 1 TANJUNG TIRAM T.A 2013/2014."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DESAIN

KERAMIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN

METODE INKUIRI DI KELAS VII SMP N 1

TANJUNG TIRAM T.A 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

SABTIAN HARDIANSYAH

NIM. 081222610024

JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi ini Diajukan oleh: Sabtian Hardiansyah, NIM 081222610024 Jurusan Pendidikan Seni Rupa

Program Studi Pendidikan Seni Rupa/S-1 Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan

Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Panitia Ujian

Medan, Februari 2014

Ketua,

Dr. Isda Pramuniati, M.Hum. NIP. 19641207 199103 2 002 Sekertaris,

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan

karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktu. Skripsi

ini merupakan karya ilmiah yang harus diselesaikan sebagai syarat untuk

memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas

Negeri Medan. Di samping persyaratan akademis, adalah juga ungkapan tanggung

jawab penulis sebagai seorang akademisi, melalui usaha penelitian ilmiah yang

diharapkan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Apa yang penulis lakukan ini mungkin belum mencapai hasil yang

maksimal, untuk itu saran dan masukan yang konstruktif dari pembaca sangat

diharapkan. Semoga skripsi ini bisa memberi konstribusi terhadap khasanah

pengetahuan, dan semoga penelitian ini membantu terhadap kegiatan

penelitian-penelitian relevan selanjutnya.

Banyak sudah dukungan dan bantuan yang penulis dapatkan dalam

menyelesaikan skripsi ini. Tanpa bantuan, dukungan, dan kemudahan-kemudahan

yang diperoleh, sulit kiranya penulis menyelesaikan tugas ini. Untuk itu, rasa

hormat dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:

1. Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Ibu Dr. Isda Pramuniati, M.Hum. selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan.

3. Drs. Anam Ibrahim, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa.

4. Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum. selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan

Seni Rupa.

5. Drs. Brisman Silaban, M.Si selaku Pembimbing Skripsi yang telah banyak

memberikan bimbingan serta arahan kepada penulis dalam menyusun

skripsi.

6. Drs. Zulkifli, M.Sn. selaku Pembimbing Akademik sekaligus Dosen

Penguji.

7. Drs. Sri Wiratma, M.Si selaku Dosen Penguji.

(7)

iii

9. Seluruh Bapak/Ibu Dosen dan Staf Jurusan Seni Rupa serta Administrasi

dan Perlengkapan di lingkungan FBS Universitas Negeri Medan.

10. Teristimewa penulis ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada

kedua orang tua dan keluarga penulis yang telah banyak memberi

dukungan moril dan materi, mendidik, membimbing, dan memberikan

motivasi kepada penulis.

11. Serta banyak pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga semua bantuan, dukungan, dan kemudahan-kemudahan yang

Bapak dan Ibu berikan menjadi amalan dan mendapat balasan yang setimpal dari

Allah SWT, Amin.

Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa penulisan ini masih jauh dari

kesempurnaan, untuk itu peniliti mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya

membangun skripsi ini lebih baik lagi, sehingga dapat bermanfaat bagi peneliti

dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang

Seni Rupa.

Medan, Februari 2014

Penulis,

Sabtian Hardiansyah

(8)

i ABSTRAK

Sabtian Hardiansyah, NIM 081222610024. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Desain Keramik Siswa Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Di Kelas VII SMP N 1 Tanjung Tiram T. A 2013/2014, Skripsi, Jurusan Seni Rupa, FBS, Unimed, 2014.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP N 1 Tanjung Tiram. Dari hasil wawancara dengan guru Seni Rupa ditemukan bahwa para siswa belum pernah diajarkan menggambar desain keramik dengan menggunakan metode Inkuiri, belum pernah mendapatkan pengalaman belajar dari lingkungan mereka sendiri dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Seni Rupa dan Keterampilan masih kurang.

Tujuan penelitian ini adalah dengan strategi inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar menggambar desain keramik siswa kelas VII SMP N 1 Tanjung Tiram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 1 Tanjung Tiram yang berjumlah 30 siswa. Setiap siklus terdiri dari Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan/Observasi, dan Refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar Penilaian Siswa, Tes Unjuk Kerja, Wawancara, Catatan Lapangan dan dokumentasi.

Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar pada tiap siklus terjadi peningkatan, yaitu nilai rata-rata kelas Siklus I mencapai 68,3 dengan siswa yang tuntas belajar 10 siswa atau 33,33%. Siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 84,08, siswa yang mengalami tuntas belajar sebanyak 26 siswa atau 86,67%. Aspek ketepatan bentuk pada siklus I 58% yang tuntas, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 83% yang tuntas. Aspek kesatuan pada siklus I 47% yang tuntas, pada silkus II mengalami peningkatan menjadi 82% yang tuntas. Proporsi pada siklus I 49% yang tuntas, pada silkus II mengalami peningkatan menjadi 82% yang tuntas. Aspek keselarasan pada siklus I 38% yang tuntas, pada silkus II mengalami peningkatan menjadi 67% tuntas.

Berdasarkan keterangan dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode pembelajaran inkuiri dalam menggambar desain keramik akan dapat meningkatkan hasil belajar dalam menggambar desain keramik siswa di SMP N 1 Tanjung Tiram jelas terbukti, dengan demikian metode inkuiri dapat diterima keberlakuannya dalam menggambar desain keramik.

(9)

iv

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 7

C. Batasan Masalah ... 7

D. Rumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian... 8

F. Manfaat Penelitian... 8

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis ... 9

1. Hasil Belajar Desain Keramik ... 9

a. Definisi Belajar ... 9

b. Hasil Belajar ... 11

c. Metode Inkuiri ... 12

d. Pengertian Desain ... 18

1. Prinsip-prinsip desain ... 21

2. Proses Suatu Desain ... 25

e. Pengertian Keramik ... 27

2. Teknik Pembuatan Keramik ... 29

a. Teknik Pijat ... 29

b. Teknik Pilin ... 30

c. Teknik Slap ... 31

d. Teknik Putar ... 32

3. Perlengkapan Pembuatan Desain ... 33

(10)

v

b.Ornamen ... 37

c. Pewarnaan ... 39

8. Tahap Desain Keramik ... 40

B.Penelitian Yang Relevan... 43

C.Kerangka Berfikir ... 44

D.Hipotesis Tindakan ... 45

BAB 3 METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 47

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 47

C. Subjek dan Objek ... 48

D. Siklus PTK ... 48

E. Persiapan PTK ... 49

F. Sumber Data ... 50

G. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ... 50

H. Analisis Data ... 50

I. Prosedur Penelitian ... 52

1. Siklus I ... 53

2. Siklus II ... 55

J. Kiteria Penilaian ... 56

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 57

1. Pre Tes ... 57

2. Uraian Siklus Penelitian ... 61

a. Siklus 1 ... 61

b. Siklus II ... 61

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 72

C. Pengambilan Kesimpulan ... 73

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 76

B. Saran ... 77

DAFTAR PUSTAKA ... 79

(11)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Aspek Penilaian ... 56

Tabel 4.1 Data Hasil Pre Tes... 59

Tabel 4. 2 Hasil Pengamatan pada Pre Tes ... 60

Tabel 4. 3 Data Hasil Penelitian Tindakan Pada Siklus I ... 65

Tabel 4. 4 Hasil Pengamatan pada Siklus I ... 66

Tabel 4. 5 Data Hasil Penelitian Tindakan Siklus II ... 70

Tabel 4. 6 Hasil Pengamatan Tindakan II ... 71

Tabel 4. 7 Data Hasil Pengamatan Belajar Siswa pada Pre Tes, Siklus I, dan Siklus II ... 73

(12)

vii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Jenis-jenis Desain Keramik ... 26

Gambar 2.2 Jenis-jenis Desain Keramik ... 26

Gambar 2.3 Teknik Pijit ... 30

Gambar 2.4 Teknik Pilin ... 31

Gambar 2.5 Teknik Slap ... 32

Gambar 2.6 Teknik Putar ... 33

Gambar 2.7 Pensil ... 34

Gambar 2.8 Kertas ... 35

Gambar 2.9 Penggaris ... 36

Gambar 2.10 Penghapus... 37

Gambar 2.11 Jenis-jenis Ornamen ... 38

Gambar 2.12 Jenis-jenis Ornamen ... 38

Gambar 2.13 Jenis-jenis Ornamen ... 39

Gambar 2.14 Langkah-Langkah Pertama Membuat Pola Keramik ... 40

Gambar 2.15 Langkah-Langkah Kedua Membuat Pola Keramik ... 41

Gambar 2.16 Langkah-Langkah Ketiga Membuat Pola Keramik ... 41

Gambar 2.17 Langkah-Langkah Ketiga Membuat Pola Keramik ... 42

Gambar 2.18 Langkah-Langkah Ketiga Membuat Pola Keramik ... 42

Gambar 3.1 Metode Penilitian ... 49

Gambar 4.1 Grafik Peningkatan Kemampuan Desain Keramik Siswa Dari Segi Aspek Penilaian ... 74

(13)

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus Pembelajaran ... 81

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 83

Lampiran 3. Tes Menggambar keramik dengan Menggunakan

Metode Inkuiri ... 87

Lampiran 4. Lembar Penilaian ... 90

Lampiran 5. Lembar Data Hasil Penilaian Penelitian pada Pre Test,

Siklus I dan Siklus II ... 91

Lampiran 6. Hasil Karya Menggambar Desain Keramik Siswa pada Pre Tes,

Siklus I, dan Siklus II ... 109

Lampiran 7. Aktifitas Siswa Selama Pembelajaran ... 150

Lampiran 8. Surat Surat

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan

kualitas manusia kearah yang lebih baik agar dapat mengembangkan taraf

kehidupan ke tingkat lebih layak. Agar dapat mencapai sebuah pendidikan yang

berkualitas diperlukan strategi pembelajaran yang lebih dapat mengaktifkan siswa

dalam proses pembelajaran.Namun, masih banyak ditemukan fakta-fakta di

lapangan sistem pengelolaan peserta didik yang masih menggunakan cara-cara

konvensional. Pembelajaran dengan menggunakan metode tersebut yang biasa

dilakukan oleh guru yaitu memberi materi melalui ceramah, latihan soal kemudian

pemberian tugas.

Seni Rupa adalah salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam kurikulum

Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelajaran seni rupa ini menyediakan beragam

ilmu yang bisa mengekspresikan kreativitas siswa. Terutama siswa juga dapat

mengenal kebudayaannya, serta dapat menciptakan suatu karya yang lahir lewat

imajinasinya. Siswa dilatih untuk memiliki kepercayaan diri yang sangat besar

sehingga mampu memotivasi dan mendukung dirinya sendiri untuk dapat

berkarya. Pengertian seni rupa itu sendiri merupakan ungkapan batin manusia

yang di ekspresikan lewat karya yang berbentuk dua atau tiga dimensi. Seni rupa

merupakan salah satu cabang seni yang membentuk karya seni dengan media

yang bisa dinikmati dan dihayati dengan mata dan dirasakan dengan rabaan.

(15)

2

SMP Negeri 1 Tanjung Tiram adalah salah satu jalur pendidikan di

sekolah menengah di kabupaten Batu Bara dan merupakan sekolah standar

nasional yang menerapkan kurikulum untuk menuntut siswa memiliki

kemampuan dalam mengenal dan merancang karya seni rupa. Salah satu karya

seni rupa tersebut adalah kriya keramik. Kriya keramik merupakan salah satu

materi yang diajarkan di SMP Negeri 1 Tanjung Tiram pada mata pelajaran seni

budaya. Kriya keramik merupakan kategori seni rupa dua dimensional yang tidak

lepas dari karakteristik bentuk yang meliputi ornamen desain (ornamen utama dan

ornamen pengisi), dalam pembuatan kriya keramik hal pertama yang harus

dilakukan adalah membuat desain. Desain adalah suatu rancangan bentuk dalam

pemikiran manusia dituangkan kedalam wujud gambar di bidang kertas, dengan

adanya desain suatu rancangan akan lebih muda diwujudkan. Tujuan dari desain

itu sendiri untuk menegaskan, menyederhanakan, menjelaskan, mengubah dan

membentuk suatu objek.

Desain dibutuhkan disemua bidang yang berhubungan dengan wujud salah

satunya adalah dalam pembelajaran kriya keramik. Kriya keramik merupakan

bagian dari pembelajaran seni rupa yang berkembang dan memiliki banyak

peminat, hasil-hasil dari kerajinan keramik mempunyai nilai estetis yang tinggi

dan prospek yang bagus untuk dikembangkan sebagai usaha. Selain itu di

sekolah-sekolah mulai diterapkan pembelajaran tentang kriya keramik. Dalam

mewujudkan suatu keramik dimulai dari pembuatan desain hingga rancangan

sampai wujud nyata. Desain keramik dibutuhkan untuk menentukan objek seperti

(16)

3

menggunakan bentuk-bentuk geometris dengan corak moderen, sedangkan

corak-corak tradisional masih sangat jarang di temukan. Didalam penelitian peniliti akan

menampilkan desain keramik dengan bentuk geometris dan bercorak tradisional,

corak tradisional yang digunakan adalah ornament melayu. Penelitian ini

dilaksanakan di SMP N 1 Tanjung Tiram, dimana pada daerah Tanjung Tiram

penduduknya mayoritas adalah suku melayu. Salah satu materi yang diajarkan

dalam pelajaran seni rupa di sekolah ini yaitu membuat desain keramik.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 1

Tanjung Tiram, diperoleh hasil belajar desain keramik kelas VII masih rendah,

terlihat hanya 30% dari 30 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal

(KKM ) 70, selebihnya 70%. Hanya beberapa siswa yang hasil belajarnya baik

yang lebih kreatif, penyebabnya antara lain guru masih menggunakan

pembelajaran konvensional, kurangnya pemahaman guru dan siswa tentang desain

keramik, dan siswa masih mengerjakan tugasnya asal-asalan serta sibuk dengan

kegiatan masing-masing selama proses belajar mengajar berlangsung. Siswa yang

masih mencontoh desain yang sudah ada dan tidak mengembangkan desain yang

dicontoh. Siswa masih belum bisa memanfaatkan bidang, banyak bidang yang

dibiarkan kosong yang seharusnya bisa digambar dengan motif. Penyebab

kurangnya kreativitas siswa dalam desain keramik dikarenakan pembelajaran

yang dilakukan guru dengan menggunakan metode konvensional dan kurang

merangsang pola pikir siswa untuk lebih berpikir kreatif. Kurangnya kreativitas

dalam pembelajaran desain keramik menjadi permasalahan yang harus segera

(17)

4

Hasil belajar siswa yang rendah dapat dilihat dari data opservasi yang

dilakukan peneliti sebelum melakukan tindakan dapat dilihat dari tabel dan grafik

sebagai berikut: Tabel 1.1 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Desain Keramik

(18)

5

Gambar 1.1 Hasil opservasi

Untuk mengoptimalkan peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran

kriya keramik diperlukan suatu metode pembelajaran yang lebih menekankan

pada aktifitas belajar dan kreativitas desain keramik, serta pengembangan daya

imajinasi siswa untuk berpikir lebih aktif dan kreatif. Salah satu metode yang

dapat digunakan oleh guru adalah metode inkuiri. Metode inkuiri termasuk salah

satu metode yang inovatif. Dengan menggunakan metode inkuiri dapat

merangsang dan mendorong siswa untuk lebih berpikir kreatif.

Dalam strategi ini siswa dilibatkan secara penuh, karena diperkirakan

bahwa pembelajaran ini dapat menjadi fasilitator dalam mengembangkan dan

merangsang minat siswa dalam belajar yang berlangsung di dalam kelas sehingga

hasil belajarnya akan lebih baik. Salah satunya dengan metode inkuiri, dimana

metode ini menekankan pada pengalaman belajar aktif yang berpusat pada siswa.

Oleh karena itu, siswa menemukan idenya sendiri dan mengambil maknanya

sendiri. Dengan kata lain metode pembelajaran inkuiri mengutamakan situasi

dimana siswa sendiri mengacu pada pengalaman sebelumnya dan pengetahuan

(19)

6

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk

meningkatkan kemampuan belajar desain keramik siswa melalui strategi

pembelajaran inkuiri,denganjudulpenelitian Upaya Meningkatkan Hasil Belajar

(20)

7

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka

yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan metode konvensional

dan kurang merangsang pola pikir siswa untuk lebih berpikir kreatif.

2. Hasil opservasi menunjukkan bahwa nilai seni rupa hanya mencapai 30%,

sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), pada mata pelajaran Seni

Rupa yaitu 70.

3. Kemampuan siswa dalam menggambar desain keramik masih rendah.

4. Penerapan metode kurang sesuai sehingga siswa tidak termotivasi dalam

menggambar desain keramik.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka perlu ditentukan batasan

masalah yang dapat mempertegas penelitian ini, batasan masalah penelitian ini

adalah: Upaya meningkatkan hasil belajar desain keramik khususnya menggambar

desain keramik bentuk geometris dengan objek ornament Melayu pada pembuatan

keramik dengan teknik pijit.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan

(21)

8

dapat meningkatkan hasil menggambar desain keramik di kelas VII SMP N1

Tanjung Tiram T.A. 2013/2014?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan dalam

penelitian ini adalah :Untuk meningkatkan hasil belajar menggambar desain

keramik pada kelas VII SMP N 1 Tanjung Tiram T.A. 2013/2014.

F. Manfaat Penelitian

1. Meningkatkan pemahaman siswa dalam menggambar desain keramik.

2. Sebagai salah satu refrensi bagi peneliti lain yang berkaitan dengan

menggambar desain keramik .

3. Sumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan hasil belajar

siswadalam menggambar desain keramik

4. Sebagai bahan masukan bagi guru dalam meningkaatkan kualitas

(22)

76

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan hasil belajar ini difokuskan pada hasil belajar yang telah

dideskripsikan pada bab sebelumnya. Berdasarkan masalah penelitian, kesimpulan

diperoleh dengan melihat temuan-temuan selama kegiatan penelitian berlangsung.

Pada proses pembelajaran telah diterapkan metode pembelajaran inkuiri yang

disenangi siswa dan menunjukkan peningkatan hasil belajar desain keramik siswa

di kelas VII-1 SMP Negeri 1 Tanjung Tiram T.A 2013/2014

Peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran desain keramik ini

terlihat dari hal-hal sebagai berikut:

1. Penerapan strategi inkuiri dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam

menggambar desain keramik sehingga karya siswa lebih berkembang dan

bervariasi.

2. Nilai hasil kerja siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, hal

ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa semakin meningkat secara

bertahap sesuai dengan setiap siklus yang dilakukan peneliti.

4. Nilai hasil kerja siswa pada siklus I adalah sebagai berikut: 2 orang siswa

(6,67%) yang mendapatkan predikat sangat baik, 2 orang siswa (6,66%)

yang memperoleh nilai dengan predikat baik, dan 20 orang siswa (66,67%)

(23)

77

yang memperoleh predikat kurang baik. Nilai rata-rata kelas pada siklus I

ini adalah 63,6

5. Nilai hasil kerja siswa pada siklus II adalah sebagai berikut: 10 siswa

(33%) yang memperoleh predikat sangat baik, 16 siswa (54%) yang

memperoleh predikat baik.

6. Nilai hasil kerja siswa berdasarkan setiap aspek pada siklus I hingga siklus

II mengalami peningkatan sebagai berikut:

a. Aspek ketepatan bentuk pada siklus I 60% siswa yang tuntas, pada

siklus II mengalami peningkatan menjadi 83 % siswa yang tuntas.

b. Aspek kesatuan pada siklus I 47% siswa yang tuntas, pada silkus II

mengalami peningkatan menjadi 80% siswa yang tuntas.

c. Aspek proporsi pada siklus I 50% siswa yang tuntas, pada silkus II

mengalami peningkatan menjadi 83% siswa yang tuntas.

d. Aspek keselarasan pada siklus I 37% siswa yang tuntas, pada silkus II

mengalami peningkatan menjadi 67% siswa yang tuntas.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang peneliti laksanakan, dapat

dikemukakan saran-saran dalam rangka perbaikan tindakan proses belajar

mengajar serta peningkatan prestasi belajar seni rupa, khususnya yang berkenaan

(24)

78

1. Bagi Guru

a. Guru hendaknya terus mengembangkan kemampuan untuk memberi

inovasi pembelajaran seperti penerapan metode pembelajaran yang

berkembang saat ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

b. Metode inkuiri dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dan

hasil belajar siswa dalam menggambar desain keramik

2. Bagi Kepala Sekolah

Dukungan dan perhatian dari kepala sekolah terhadap tugas mengajar guru di

kelas sangat dibutuhkan. Memberi motivasi dan saran-saran kepada guru

untuk membuat dan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang

diharapkan dapat memperkecil hambatan peserta didik dalam memahami

suatu materi pembelajaran.

3. Bagi Pengelola Pendidikan

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan perlu ada pemikiran untuk

meningkatkan upaya fasilitasi pendidikan dari pemerintah guna

(25)

79

DAFTAR PUSTAKA

Arman, dan Trianto, R. 2009 Visualisasi Garis Dan Warna Pada Lukisan Mewujudkan Bentuk-Bentuk Imajinatif. Logat:Jurnal Seni Rupa FBS Unimed.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Armstrong, Helen. 2009. GRAPHIC DSIGN THEORY Reading From The Field. Terjemahan Erastus Hans Indrajaya. 2010. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET.

Astuti, Ambar. 1990. Pengetahuan Keramik. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Banuharli, Ibnu. 2005. “Dinamika dan Perkembangan Seni Kerajinan Kayu Paruk

Gunung Kidul Yogyakarta”. SURYA SENI, Jurnal Penciptaan dan

Pengkajian Seni (Pascasarjana ISI Yogyakarta).

Djamarah, dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.

Ibrahim, Anam. 2007. “Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Keterampilan

Dasar Terhadap Hasil Belajar Kerajinan Anyam di SMP”. Jurnal Seni Rupa FBS-UNIMED.

Johnson, Elaine B. 2002. Contextual Teaching and Learning : what it is and what

it’s here to stay. California : Corwin Press.

Kunandar. 2007. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : RajaGrafindo

Lindbeck, John R. 1979. Basic Craft. United States of America : Chas. A. Bennet Co. Inc.

Mayer, Franz Sales. (Tanpa tahun). A Hand Book of Ornament, New york : First America Edition.

Mesra. 2005. “Ungkapan Kreativitas Seni dalam Karya Keramik”. Jurnal Seni

Rupa FBS-UNIMED.

Mulyasa,E. 2003). Menjadi Guru Professional. Bandung : Remaja Rosdakarya

(26)

80

Nelson, Glenn C. 1984. Ceramics : A Potter’s Handbook. Canada : CBS College Publishing.

Nurani, Yuliani. 2003. Strategi Pembelajaran. Universitas Jakarta.

Pardede, Lasman. 2008. Poster Pemanasan Global Dalam Karya Desain Grafis. Jurnal Seni Rupa: FBS Unimed: vol 5, Medan

Permana, Erry A, dkk. 1994. Prinsip-prinsip Desain dalam Tipografi. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Pujiriyanto. 2005. Desain Grafis Komputer. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET

Sachari, Agus. 1986. Desain Gaya dan Realitas. Jakarta: CV Rajawali.

Sari. Dewintha. 2008. Penerapan bentuk daun pada karya seni kriya kayu. Logat : jurnal Seni rupa FBS Unimed, 5(1) 57-68.

Sidik, Fajar. 1981. Desain Elementer.Yogyakarta : Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Slavin, R. E. 1997. Educational Psychology Theory, Research, and Practice Fifth Edition. Massachusetts : Allyn and Bacon Publishers.

SP, Gustami. 1980. Nukilan Seni Ornamen Indonesia. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI.

Sudjana, Nana. 1990. Dasar-dasar Proses Belajar. Bandung : Sinar Baru.

Sumarsono. Buku Ajar: Desain Dasar. Jurusan Seni Rupa- FBS Unimed.

Sunaryo, Aryo. 2009. Ornamen Nusantara. Semarang : Dahara Prize.

Suratmini. 2007. Seni Rupa untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta : Piranti.

Gambar

Tabel   3.1   Aspek Penilaian .........................................................................
Gambar 1.1 Hasil opservasi

Referensi

Dokumen terkait