• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOU FAMIKA(KEP)22 september 2022

N/A
N/A
lindarahmadhani

Academic year: 2022

Membagikan "MOU FAMIKA(KEP)22 september 2022"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PERJANJIAN KERJA SAMA

NOMOR :………..

NOMOR :………..

Antara

RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN Dengan

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) FAMIKA MAKASSAR Tentang

PELAKSANAAN PRAKTEK KLINIK PROFESI KEPERAWATAN PADA UPT RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DADI PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

Pada hari Kamis, Tanggal Dua Puluh Dua Bulan September, Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua, bertempat di Makassar, yang bertanda tangan di bawah ini masing- masing :---

1. Nama : dr. ARMAN BAUSAT, Sp.B., Sp.OT.(K) Spine

Jabatan : Direktur UPT RSKD Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan Alamat : Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 34 Makassar

Dalam perjanjian ini bertindak untuk dan atas nama UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (PIHAK I).

2. Nama : Dr. Yudit Patiku, S.Si., S.Kep., Ns., M.Kes

Jabatan : Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Famika Makassar Alamat : BTP Blok M No. 12 Tamalanrea Makassar

Dalam perjanjian ini bertindak untuk dan atas nama Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Famika Makassar yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (PIHAK II).

Telah bersepakat menjalin kerjasama dalam penyelenggaraan pembelajaran klinik di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan bagi Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Famika Makassar dengan ketentuan yang telah disepakati dalam pasal-pasal dibawah ini.

BAB I

DASAR DAN KETENTUAN UMUM Pasal 1

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

4. Peraturan pemerintah no 93 tahun 2015 tentang rumah sakit pendidikan.

5. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2001 tentang Pedoman Kelembagaan dan Pengelolaan Rumah Sakit Daerah.

6. Peraturan Daerah Sulawesi Selatan Nomor : 21 Tahun 2011tentang Retribusi Pelayanan.

(2)

7. Peraturan Daerah Sulawesi Selatan Nomor: 6 tahun 2011 tentanng perubahan kedua atas Peraturan Daerah Nomor : 9 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja inspektorat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah, dan Lembaga lain Provinsi Sulawesi Selatan.

8. Peraturan Gubernur No.19 Tahun 2012 tentang Tata cara pembagian jasa Keperawatan penerima retribusi Keperawatan di Provinsi Sulawesi Selatan.

9. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan No. 43 Tahun 2014 tentang Tarif Layanan pada Rumah Sakit Pemerintah Sulawesi Selatan yang menerapkan Pola Pengolahan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2

1. Maksud perjanjian kerjasama adalah :

a. Untuk mengatur hubungan profesional dan institusional antara PARA PIHAK, sehingga proses pembelajaran klinik memiliki kualitas yang baik sesuai standar pendidikan profesi.

b. Tercapainya suatu kesepahaman dan kesediaan para pihak untuk menjadikan UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tempat pembelajaran klinik.

2. Tujuan kerjasama adalah untuk mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya yang dimiliki para pihak secara terencana, terpadu, sistematis, efektif dan efisien, guna peningkatan mutu Keperawatan di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Keperawatan di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan.

BAB III AZAS-AZAS

Pasal 3

Perjanjian Kerjasama para pihak dibuat dan dilaksanakan berdasarkan asas itikad baik dan saling menguntungkan, dengan mengutamakan cara-cara musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.

BAB IV

RUANG LINGKUP DAN PELAKSANAAN Pasal 4

Perjanjian Kerjasama para pihak dibuat untuk melingkupi kegiatan di bidang/program pendidikan, penelitian keperawatan dan pengabdian masyarakat serta mengembangkan dan mengamalkan pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan.

Pasal 5 1. Kegiatan di bidang Pendidikan kepaniteraan klinik.

2. Kegiatan di bidang Penelitian meliputi Program Penelitian Dasar dan Program Penelitian Terapan.

3. Kegiatan di bidang Pelayanan keperawatan pada masyarakat.

Pasal 6

(3)

1. Dalam pelaksanaan pembelajaran klinik yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA dengan menggunakan sarana prasarana dan fasilitas UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan. Harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA

dengan menyampaikan surat persetujuan.

2. Proses dan mekanisme Penggunaan sarana,prasarana dan fasilitas pada PIHAK PERTAMA berpedoman pada peraturan yang berlaku di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan.

BAB V

TANGGUNG JAWAB BERSAMA Pasal 7

Dalam melaksanakan Perjanjian Kerjasama, para pihak secara bersama-sama bertanggung jawab untuk :

1. Melakukan perencanaan pembelajaran klinik kepada Mahasiswa yang telah disesuaikan dengan pelayanan keperawatan.

2. Menyusun target pembelajaran.

3. Melakukan kegiatan pembelajaran secara terstruktur dan berimbang.

4. Melakukan evaluasi pembelajaran secara objektif.

5. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pendidikan dalam rangka penyempurnaan dan perbaikan sistem pendidikan klinik.

6. Menentukan persyaratan dan batas kuota mahasiswa pada setiap tahapan kepaniteraan klinik dan program yang dapat dilakukan pendidikan, penelitian, dan pelayanan dibidang Keperawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

7. Melakukan pengaturan dan pembinaan dosen, baik dibidang pendidikan, penelitian maupun pelayanan di bidang keperawatan.

8. Saling memberikan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Keperawatan dengan memanfaatkan sumber daya dan sarana yang ada di para pihak.

BAB VI

HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 8

Dalam membuat dan melaksanakan Perjanjian Kerjasama, para pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sesuai dengan kedudukan masing-masing.

Pasal 9 1. PIHAK PERTAMA Berhak sebagai berikut :

a. Berhak menentukan jumlah peserta pendidikan klinis (Kouta) yang praktek di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan.

b. Menerima peserta pendidikan klinis untuk melakukan pendidikan, penelitian dan pelayanan di bidang keperawatan dari PIHAK KEDUA.

c. Mengatur waktu dan jumlah peserta pendidikan klinik dengan mempertimbangkan jumlah pasien dan variasi kasus serta rasio pembimbing dan peserta didik ( 1 : 5 ).

d. Berhak mengembalikan peserta pendidikan klinis ke Institusinya apabila terjadi pelanggaran yang merugikan PIHAK PERTAMA.

(4)

e. Mendapatkan konstribusi pembiayaan kegiatan pembelajaran klinik dari PIHAK KEDUA yang besaran dan tatacaranya ditentukan berdasarkan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.

f. Berhak Memberikan evaluasi dan penilaian pada peserta pendidikan klinis di akhir masa pembelajaran klinik.

g. Mendapatkan sarana dan rekomendasi dalam rangka melakukan perbaikan dan

peningkatan pelayanan, pendidikan dan penelitian sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.

h. Mendapatkan bantuan sarana, prasarana dan dukungan pendanaan serat bantuan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, dan penelitian dari PIHAK KEDUA sesuai dengan kesepakatan bersama.

i. Mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kompetensi pembimbing klinis secara terus menerus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban sebagai berikut:

a. Melaksanakan standar pembelajaran klinik di bidang keperawatan yang ditetapkan oleh PIHAK KEDUA.

b. Menyediakan fasilitas peralatan pembelajaran klinik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi keperawatan berdasarkan standar nasional pendidikan dan kebutuhan.

c. Menyiapkan pembimbing klinis yang berkompeten sebagai penanggung jawab Keperawatan dalam pembelajaran klinik kepada peserta pendidkan klinis.

d. Membuat Laporan Penyelenggaraan pembelajaran klinik oleh PIHAK KEDUA.

e. Melaksanakan tidakan perbaikan dan penyempurnaan sesuai dengan saran dan rekomendasi dari PIHAK KEDUA guna terpenuhinya Standar pembelajaran klinik yang telah ditetapkan oleh PIHAK KEDUA.

f. Melaksanakan pembelajaran klinik bagi peserta didik melalui pelayanan, bimbingan dan pengawasan yang diberikan oleh pembimbing klinik sebagai penanggung jawab pelayanan pendidikan.

g. Secara bersama-sama berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap gugatan perdata akibat dari segala kelalaian, kesalahan atau kealpaan yang menimbulkan kerugian materil maupun immaterial terhadap penggunaan jasa pelayanan rumah sakit,yang dilakukan karena proses pembelajaran klinik di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pasal 10 1. PIHAK KEDUA Berhak sebagai berikut :

a. Mendapatkan pemenuhan standar pembelajaran klinik oleh PIHAK PERTAMA.

b. Mendapatkan laporan penyelenggaraan pembelajaran klinik dari PIHAK PERTAMA.

c. Melakukan evaluasi dan monitoring dalam rangka pemberian saran dan rekomendasi kepada PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien/klien yang digunakan untuk proses pembelajaran klinik serta menjalankan tata kelola organisasi dan klinis yang efektif, efesien dan akuntabel.

d. Mendapatkan pembelajaran klinik bagi peserta pendidikan klinis melalui pelayanan, bimbingan dan pengawasan yang diberikan oleh pembimbing klinik sebagai penanggung jawab pelayanan dari PIHAK PERTAMA.

(5)

e. Mendapatkan pembimbing klinis yang kompeten sebagai penanggung jawab dalam pembelajaran klinik kepada mahasiswa dari PIHAK PERTAMA.

f. Menggunakan fasilitas pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari PIHAK PERTAMA.

g. Mendapatkan dukungan dalam melakukan penelitian klinis dan penelitian lain di bidang Keperawatan dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA berkewajiban sebagai berikut:

a. Membuat dan menetapkan standar pembelajaran klinik yang berlaku bagi para pihak.

b. Melakukan kajian dan evaluasi terhadap laporan penyelenggaraan pembelajaran klinik secara objektif sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.

c. Memberikan saran dan rekomendasi dalam rangka melakukan perbaikan dan peningkatan pembelajaran klinik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

d. Mengirimkan peserta pendidkan klinis guna melakukan pembelajaran klinik Keperawatan di PIHAK PERTAMA sesuai dengan daya dukung dan daya tampung (kuota).

e. Membayar konstribusi biaya pembelajaran klinik kepada PIHAK PERTAMA yang besaran dan tata caranya ditentukan berdasarkan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku, paling lambat 3 (Tiga) hari sebelum proses penerimaan peserta klinis.

f. Memberikan bantuan sarana, prasarana dan dukungan pendanaan serta bantuan hukum dalam pembelajaran klinik kepada PIHAK PERTAMA sesuai dengan kesepakatan bersama.

g. Memberikan rekomendasi dalam pengangkatan Pembimbing klinis sesuai ketentuan yang berlaku.

h. Memberikan dukungan untuk meningkatkan kompetensi Pembimbing klinis secara terus menerus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan.

i. Bersama sama dengan PIHAK PERTAMA berkewajiban dan bertanggungjawab terhadap gugatan perdata akibat dari segala kelalaian kesalahan ataupun ke alpaan yang dapat menimbulkan kerugian material dan inmaterial terhadap penggunaan jasa pelayanan rumah sakit yang dilakukan karena proses pembelajaran klinik di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan.

BAB VII

PENDAYAGUNAAN SARANA-PRASARANA DAN FASILITAS Pasal 11

1. PARA PIHAK secara bersama-sama berkewajiban untuk menyediakan sarana pembelajaran klinik sesuai dengan kewajiban serta kewenangan masing-masing.

2. Sarana prasarana dan fasilitas lain milik PIHAK KEDUA yang digunakan dalam

pembelajaran klinik dilingkungan PIHAK PERTAMA pengelolaan dan pemeliharaannya menjadi beban PIHAK KEDUA.

3. Apabila PIHAK KEDUA ingin mengubah sarana prasarana dan fasilitas lain untuk kebutuhan dan kepentingan peserta pendidikan klinis dilingkungan UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan maka terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan PIHAK PERTAMA.

(6)

4. Segala bentuk perubahan sarana prasarana dan fasilitas lain sebagaimana dimaksud pada ayat 3 tetap diinventariskan sebagai asset milik PIHAK PERTAMA dan dipergunakan untuk kepentingan pembelajaran klinik.

5. PARA PIHAK bertanggung jawab atas pemeliharaan sarana prasarana serta fasilitas lain dan pengadaan bahan-bahan lain yang digunakan pada proses pembelajaran klinik dilingkungan UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan.

6. Biaya pemeliharaan alat-alat medik dan bahan-bahan lain yang digunakan pada proses pembelajaran klinik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini.

BAB VIII PEMBIAYAAN

Pasal 12

1. Pembiayaan yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran klinik di UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA ,yang besarnya di tentukan berdasarkan hasil kesepakatan bersama semua pihak pada SEMILOKA pada tanggal 19 Oktober 2018 dengan merujuk pada Peraturan gubernur sulawesi selatan No 43 Tahun 2014 Tentang Tarif pelayanan Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah”. Serta merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini.

2. Biaya dibayarkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 3 (Tiga) hari sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran klinik dimulai.

3. Rincian dari pembiayan terkait dengan pendidikan dan Keperawatan akan diatur secara khusus dan merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PERJANJIAN KERJASAMA INI.

BAB IX JANGKA WAKTU

Pasal 13

1. PERJANJIAN KERJASAMA ini berlaku untuk jangka waktu 2 (Dua) tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan para pihak.

2. PERJANJIAN KERJASAMA ini akan di Evaluasi secara kelembagaan dengan menghormati dan tanpa mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi masing-masing pihak.

BAB X

FORCE MAJEURE Pasal 14

1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian kerjasama ini adalah kejadian – kejadian yang menimbulkan tidak dapat atau tertundanya pelaksanaan kerjasama ini yang terjadi karena diluar kemampuan manusia untuk memprediksinya; yaitu bencana alam, terjadi peperangan, huru-hara kebakaran dan Kebijakan Pemerintah di bidang moneter yang dapat dikategorikan sebagai Force Majeure.

2. Dalam hal terjadi Force Majeure, para pihak setuju bahwa pihak yang terkena Force Majeure tidak dapat dituntut secara hukum oleh pihak yang tidak terkena Force Majeure, atau sebaliknya.

(7)

3. Apabila terjadi Force Majeure para pihak harus memberitahukan secara tertulis selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadi Force Majeure untuk diadakan perubahan berdasarkan atas persetujuan para pihak Masing-masing pihak dibebaskan dari tanggung jawab atas keterlambatan atau kegagalan dalam memenuhi kewajiban yang tercantum dalam perjanjian ini yang disebabkan atau diakibatkan oleh kejadian diluar kekuasaan masing – masing pihak yang digolongkan sebagai Force Majure.

BAB XI

PEMUTUSAN DAN PEMBATALAN SURAT PERJANJIAN Pasal 15

1. Masing-masing pihak dapat mengajukan usulan pemutusan perjanjian jika dianggap telah terjadi kondisi yang merugikan salah satu pihak.

2. Usulan pemutusan atau pembatalan surat perjanjian kerjasama ini, disampaikan secara tertulis atau sebulan sebelum pemutusan dan pembatalan surat perjanjian kerjasama oleh pihak yang mengusulkan kepada pihak lainnya melalui surat tercatat.

3. Jika terjadi pemutusan perjanjian ini sebelum berakhirnya waktu kerjasama, maka kedua belah pihak sepakat untuk menghitung bersama beban – beban yang mungkin timbul akibat pemutusan perjanjian kerjasama.

BAB XII

PENYELESAIAN PERSELISIHAN Pasal 16

1. Segala perselisihan atau perbedaan pendapat yang timbul akibat pelaksanaan PERJANJIAN KERJASAMA ini,diselesaikan secara musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.

2. Bilamana perselisihan para pihak yang timbul sebagai masalah dalam perjanjian kerjasama ini dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat dalam waktu 30 hari sejak diterimanya masalah tersebut maka penyelesaiannya akan dikembalikan kepada pimpinan instansi masing-masing.

3. Para pihak sepakat untuk mengesampingkan berlakunya pasal 1266 dan pasal 1267(b) Kitab Undang-undang Hukum Perdata terhadap segala sesuatu yang bertalian dengan pemutusan perjanjian, sehingga pemutusan perjanjian ini cukup dilakukan secara sepihak oleh pihak pertama dengan memberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA atau sebaliknya, tanpa perlu keputusan dari hakim terlebih dahulu.

BAB XIII

PERUBAHAN PIMPINAN Pasal 17

Perjanjian kerjasama ini tidak berakhir dengan adanya perubahan pimpinan dari masing-masing pihak dan akan tetap berlaku dan harus ditaati oleh pimpinan pengganti dari masing-masing pihak sampai berakhirnya Perjanjian Kerjasama ini.

(8)

BAB XIV

NIAT DAN ITIKAD BAIK Pasal 18

Apabila pada suatu waktu, terjadi perubahan kebijakan pemerintah,sedangkan pasal- pasal dalam perjanjian kerjasama ini tidak mencakup semua rincian secara menyeluruh, tetapi karena para pihak menjalin hubungan kerjasama ini dengan niat dan itikad baik, maka para pihak dengan menyadari kedudukan,tugas,dan kewenangan dan kewajibannya masing- masing dengan mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan dan mengembangkan pembangunan di bidang Keperawatan masyarakat Sulawesi Selatan, maka perjanjian kerjasama ini dapat dilakukan perubahan (amandemen).

BAB XV

KETENTUAN PENUTUP Pasal 19

Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerja sama ini akan diatur dalam perjanjian tambahan (ADDENDUM) yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini.

Pasal 20

1. Dengan ditandatanganinya PERJANJIAN KERJASAMA ini, maka PERJANJIAN KERJASAMA lain yang telah dibuat sebelumnya oleh PARA PIHAK yang secara substantive mengatur hal yang sama dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;

2. Perjanjian kerjasama ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap 3 (Tiga) naskah; 1 (satu) naskah perjanjian untuk UPT Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Pada Dinas Kesetan Provinsi Sulawesi Selatan, 1 (satu) naskah perjanjian untuk arsip KORDIK sedangkan selebihnya untuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Famika Makassar yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama sebagai alat bukti.

Makassar, 22 September 2022

PIHAK PERTAMA RSKD DADI PROVINSI SULSEL

DIREKTUR

dr.ARMAN BAUSAT,Sp.B. ,Sp. OT.(K) Spine NIP. 19630224 199010 1 001

PIHAK KEDUA

STIK FAMIKA MAKASSAR

KETUA

Dr. Yudit Patiku, S.Si., S.Kep., Ns., M.Kes NIDN. 0916096903

Referensi

Dokumen terkait

Kerentanan pantai yang tinggi diketahui merupakan hal yang negatif dan perlu menjadi perhatian dari pihak ± pihak terkait karena dapat merusak keberadaan sumberdaya

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Berkehendak dan yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga atas kuasa-Nyalah Seminar Nasional Teknologi

Roby Sambung (2011) Pengaruh Kepuasan Keja terhadap OCB-I dan OCB-O dengan Dukungan Organisasi sebagai Variabel Moderating (Studi pada Universitas Palangka Raya)

Akan tetapi sebagian besar dari mereka pada kenyataannya telah mengeraskan hatinya untuk tetap tidak percaya kepada Yesus seba gai Mesias, yang kemudian

Walle (2007) mengatakan bahwa terdapat strategi yang sering digunakan dalam penyelesaian masalah, yaitu; (1) Membuat gambar, menggunakan gambar, dan menggunakan model,

Negara yang menempatkan kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat, berarti semua kegiatan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan undang-undang

UD Nialdho Plastik merupakan usaha perseoran- gan yang terletak di Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kar- toharjo Kota Madiun. UD Nialdho Plastik beroperasi da- lam pengolahan barang

Selain itu, dalam menggunakan e- learning dosen harus kreatif dan inovatif serta memiliki sikap kritis dalam memilih bahan pembelajaran, beretika baik dalam