Pengaruh Kejenuhan ( Burnout ) Terhadap Kinerja Perawat RS Muhammadiyah Palembang
Skripsi Oleh:
ALTAMIM MARIE IGAMO 01011181419051
MANAJEMEN
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI
2018
RIWAYAT HIDUP
Nama Mahasiswa : Altamim Marie Igamo
Jenis Kelamin : 01011181419051
Tempat/ Tanggal Lahir : Palembang/ 25 September 1996
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Alamat : Jl. A. Yani Lrg. Dua Saudara NO. 768, Palembang
Pendidikan Formal
SD : SD Muhammadiyah 16 Palembang
SMP : SMP Negeri 15 Palembang
SMU : SMA Plus Negeri 17 Palembang
Pendidikan Non Formal : -
Pengalaman Organisasi : - Anggota Divisi Public Relation IKAMMA UNSRI 2014- 2015
- Wakil Ketua Divisi Public Relation IKAMMA UNSRI 2015-2016
- President YOUNG ON TOP Palembang 2016-2017
iv DAFTAR ISI
ABSTRACT ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Manfaat Penelitian ... 8
BAB II. TINJAUAN PUSTASAKA ... 9
2.1 Definisi Burnout ... 9
2.2 Dimensi- dimensi Burnout ... 10
2.3 Definisi Kinerja ... 12
2.4 Penilaian Kinerja ... 13
2.5 Indikator Penilaian Kinerja Keryawan ... 14
2.6 Penelitian Terdahulu ... 15
2.7 Kerangka Pemikiran ... 21
2.8 Hipotesis ... 21
v
BAB III. METODE PENELITIAN ... 22
3.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 22
3.2 Metode Pengumpulan Data ... 22
3.3 Populasi dan Sampel ... 22
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 23
3.5 Analisis Data ... 23
3.5.1 Deskripsi Profil Responden... 24
3.5.2 Deskripsi Gambaran Variabel Penelitian ... 24
3.5.3 MSI (method Successive Interval) ... 24
3.5.4 Uji Validitas ... 24
3.5.5 Uji Reabilitas ... 24
3.5.6 Analisis Regresi Linier Sederhana ... 25
3.5.7 Uji Statistik Signifikan ... 25
3.5.8 Uji Koefisien Korelasi (R) ... 26
3.5.9 Koefisien Determinasi (R2) ... 26
3.6 Definisi Operasional Variabel ... 27
BAB IV. HASIL & PENELITIAN ... 29
4. Hasil Penelitian ... 29
4.1 Profil Responden ... 29
4.1.1 Jenis Kelamin ... 29
4.1.2 Status Responden ... 30
4.1.3 Usia Responden ... 30
4.1.4 Tingkat Pendidikan ... 31
4.1.5 Masa Kerja Responden ... 31
4.1.6 Penghasilan Responden ... 32
4.2 Analisis Deskripsi Variabel Penelitian... 32
vi
4.2.1 Analisis Deskripsi Variabel Burnout (X) ... 32
4.2.2 Analisis Deskripsi Variabel Kinerja (Y) ... 35
4.3 Hasil Uji Instrumen Penelitian ... 38
4.3.1 Metode Successive Interval ... 38
4.3.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian... 38
4.3.3 Hasil Uji Reabilitas Instrumen Penelitian ... 40
4.3.4 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana... 41
4.3.5 Hasil Uji Koefisien Korelasi (R) ... 42
4.3.6 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 42
4.3.7 Hasil Uji Signifikansi ... 43
4.4 Pembahasan ... 43
BAB V. KESIMULAN DAN SARAN ... 45
DAFTAR PUSTAKA ... 46
vii DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Jumlah Pasien Rawat Inap Per Hari Berdasarkan Tingkat
Ketergantungan ... 4
Tabel 1.2 Persentase Tingkat Ketidakhadiran dan Persentase Tingkat Keterlambatan Perawat Inap Tahun 2015 dan 2016 ... 6
Tabel 1.3 Jumlah Pasien Rawat Inap Tahun 2015 dan 2016 ... 7
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 19
Tabel 3.1 Jumlah Perawat Inap RS. Muhammadiyah Palembang ... 22
Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert ... 23
Tabel 3.3 Interprestasi Koefisien Korelasi (R) ... 26
Tabel 3.4 Operasional Variabel... 27
Tabel 4.1 Deskripsi Jenis Kelamin Responden ... 29
Tabel 4.2 Deskripsi Status Responden ... 30
Tabel 4.3 Deskripsi Usia Responden ... 30
Tabel 4.4 Deskripsi Tingkat Pendidikan Responden ... 31
Tabel 4.5 Deskripsi Masa Kerja Responden ... 31
Tabel 4.6 Distribusi Penghasilan Responden ... 32
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Terhadap Varibael Burnout ... 33
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Terhadap Varibael Kinerja ... 35
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian (N=65) ... 39
Tabel 4.10 Hasil Uji Reabilitas Burnout ... 40
Tabel 4.11 Hasil Uji Reabilitas Kinerja ... 40
Tabel 4.12 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana ... 41
Tabel 4.13 Hasil Uji Koefisien Korelasi (R) ... 42
Tabel 4.14 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 42
Tabel 4.15 Hasil Uji Signifikansi ... 42
viii DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran ... 21
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuisioner Penelitian ... 50
Lampiran 2 Data Ordinal ... 53
Lampiran 3 Data Interval ... 57
Lampiran 4 Hasil Uji Validitas Data ... 61
Lampiran 5 Hasil Uji Reabilitas Data ... 64
Lampiran 6 Hasil Analisis Regresi ... 64
1 BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan yang sangat cepat didalam organisasi dewasa ini memaksa pekerja agar mampu mengikuti tujuan organisasi untuk tetap dapat bersaing dengan organisasi lainnya. Pekerja hampir menghabiskan sepertiga hidupnya untuk bekerja agar tetap dapat bersaing dan sering kali karyawan dipaksa untuk mengemban tugas berlebihan dan tidak dapat menahan tekanan dari lingkungan.
Menurut Chen et al (2016) inilah yang mengakibatkan semakin banyak pekerja yang mengalami masalah kesehatan seperti kegelisahan, kelelahan, kegugupan, dan stress sebagai hasil dari pekerjaan mereka. Kelelahan baik secara fisik, emosional maupun mental inilah yang dikenal dengan burnout.
Menurut Jankome et al (2013) burnout menjadi sorotan utama bagi karyawan diera ini semenjak permasalahan ini bukan hanya menyentuh kalangan kesehatan saja tetapi juga menjadi sangat penting didalam bisnis. Menurut Schaufeli et al (2009) burnout menjadi fenomena global yang sangat penting.
Selain itu Buick dan Thomas (2001) menyatakan meskipun burnout sebagian besar diidentifikasi dalam layanan kesehatan pada awalnya, periset dan praktisi mulai mengenali burnout diluar layanan kesehatan termasuk didalam diri manajer.
Menurut Maslach dan Jackson (1998) dalam burnout multidimensional theory, burnout adalah respon yang berkepanjangan terhadap stres interpersonal pada pekerjaan. Tiga dimensi kunci dari respon ini adalah kelelahan yang luar biasa, perasaan sinisme dan rasa ketidakefektifan. Kejadian ini dapat menganggu fungsi pribadi dan sosial, sementara beberapa orang mungkin keluar dari pekerjaan sebagai akibat dari kelelehan, yang lain akan tetap tinggal tapi hanya akan melakukan yang minimal dan bukan yang terbaik. Penurunan kualitas kinerja dan kesehatan fisik dan psikologis bisa sangat berbahaya tidak hanya untuk pekerja individu, tetapi juga untuk semua orang yang terkena dampaknya.
Menurut Rupert dan Kent (2007) burnout bisa membuat individu merasa kekurangan energi untuk melakukan pekerjaannya. Menurut Clutterbuck (2009)
2 burnout sering terjadi dalam pekerjaan dimana mereka secara langsung menghabiskan banyak waktu dengan klien mereka atau langsung berhubungan dengan pelanggan mereka. Menurut Gorji (2011) menghabiskan banyak waktu berbicara dengan pelanggan bisa menyebabkan burnout pada awalnya yang akan berdampak pada kualitas kinerja pada akhirnya. Selain itu Chen et al (2016) menyatakan bahwa ketika perusahaan memperhatikan kesehatan pekerja hal ini mampu meningkatkan kepuasan kerja, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan kinerja dan pada akhirnya mengurangi keabsenan dan pengunduran diri sehingga menyebabkan peningkatan kinerja produksi yang berdampak pada peningkatan kinerja dan daya saing organisasi.
Berlandaskan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan pengaruh antara variabel burnout terhadap kinerja.
Untuk lokasi penelitian, peneliti memutuskan untuk menggunakan responden perawat inap RS. Muhammadiyah yang berlokasi di Palembang. RS Muhammadiyah Palembang ialah salah satu Layanan Kesehatan milik Organisasi Sosial Kota Palembang yang berupa RSU, dinaungi oleh RS Swasta Islam.
Rumah sakit ini mulai melaksanakan kegiatan operasional sejak tahun 1980 yaitu berupa rawat jalan dengan jenis pelayanan Poliklinik umum, Poliklinik gigi, BKIA dan Rumah obat (Apotik). Rumah Sakit yang memiliki visi menjadi Rumah Sakit Islam unggulan di kota Palembang ini keberadaan telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dan dapat mensejajarkan diri dengan rumah sakit lainnya di Kota Palembang. Kepercayaan dan dukungan masyarakat yang tinggi dapat dilihat dari kunjungan pasien setiap hari hingga RS Muhammadiyah Palembang dipercaya sebagai provider PT. ASKES sejak tahun 2005 dalam melayani pasien ASKES PNS, Komersial, Jamkesmas dan Jamsoskes Sumsel Semesta, bahkan saat ini juga telah dijalin kerjasama dengan banyak instansi lain baik pemerintah maupun swasta di Sumatera Selatan terutama dalam bidang pelayanan kesehatan.
Disamping itu untuk melayani pasien, RS. Muhammadiyah Palembang memiliki ruang rawat inap yang digunakan untuk merawat pasien rawat inap,
3 pasien rawat inap di RS. Muhammadiyah Palembang dibagi berdasarkan tingkat ketergantungan klien terhadap perawat yaitu:
1. Perawatan minimal yaitu perawatan yang memerlukan waktu 1-2 jam/hari
2. Perawatan partial yaitu perawatan yang memerlukan waktu 3-4 jam/hari
3. Perawatan total yaitu perawatan yang memerlukan waktu 5-6 jam/hari
Menurut Maslach dan Leiter (1997) dimensi pertama yang menjadi pertimbangan didalam penelitian burnout adalah kelelahan, kelelahan terjadi ketika pekerja terlalu banyak melakukan interaksi dengan pelanggan sehingga mereka merasa terkuras dan kekurangan energi untuk menghadapi orang lain.
Pines dan Aronson (1988) membagi kelelahan menjadi dua, yaitu kelelahan fisik dan kelelahan psikologis. Menurut Pines dan Aronson (1988) kelelahan fisik adalah keadaan kehabisan energi, menjadi lemah dan berbagai macam keluhan fisik. Menurut Belcastro (1982) kelelahan fisik ditandai dengan berbagai keluhan fisik seperti sakit kepala, mual dan nyeri otot serta gangguan tidur sebagai akibat dari burnout.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan salah satu perawat inap RS. Muhammadiyah Palembang bahwasannya perawat inap RS.
Muhammadiyah sering mengalami kelelahan fisik yang ditandai dengan pegal- pegal dan ganggunan pada otot serta flu dan sakit kepala yang tidak dapat ditahan pada saat merasa sangat lelah.
Menurut Grandjean (1988) Kelelahan psikologis adalah kelelahan yang disebabkan oleh faktor psikologis (konflik-konflik mental), monotoni pekerjaan, bekerja karena terpaksa dan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk.
Untuk melihat apakah pekerjaan yang dilakukan oleh perawat inap RS.
Muhammadiyah bertumpuk-tumpuk dapat dilihat dari banyaknya interaksi perawat RS. Muhammadiyah yang dilihat dari jumlah pasien rawat inap yang datang ke RS. Muhammadiyah.
4 Berikut merupakan data rata-rata jumlah pasien rawat inap per hari dibeberapa ruangan rawat inap berdasarkan tingkat ketergantungan klien terhadap perawat pada tahun 2016 dan data jumlah perawat inap per ruangan.
Tabel 1.1 Jumlah Pasien Rawat Inap Per Hari Berdasarkan Tingkat Ketergantungan
Sumber: Bagian Keperawatan RS. Muhammadiyah Palembang
Untuk melihat apakah perawat inap melakukan terlalu banyak interaksi dengan jumlah pelanggan dapat menggunakan metode Gillies. Berdasarkan metode Gillies (1994) untuk mengetahui jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan di dalam suatu unit perawatan agar jumlah pasien yang dirawat tidak melebihi tenaga perawat yang seharusnya agar tidak terjadi interaksi yang berlebihan perlu dilakukan perhitungan, prinsip perhitungan metode Gillies adalah sebagai berikut:
1. Waktu keperawatan langsung
a. Waktu keperawatan minimal = 1 jam b. Waktu keperawatan partial = 3 jam c. Waktu keperawatan total = 6 jam 2. Waktu keperawatan tidak langsung
Menurut Wolfe & Young ( Gillies, 1994) = 60 menit/klien/hari = 1 jam/klien/hari
3. Waktu penyuluhan kesehatan lebih kurang 15 menit/hari/klien = 0,25 jam/hari/klien
4. Jumlah hari pertahun yaitu : 365 hari. Hari libur masing-masing perawat per tahun, yaitu : 73 hari ( hari minggu/libur = 52 hari ( untuk hari sabtu tergantung kebijakan rumah sakit setempat, kalau ini merupakan hari libur
No Ruangan Klasifikasi Perawatan
(Orang)
Jumlah Perawat (Orang) Minimal Partial Total
1 Ahmad Dahlan 13 24 11 36
2 Perinatal 8 3 5 11
3 Ibnu Rusyid 9 17 1 18
Total 30 44 17 65
5 maka harus diperhitungkan , begitu juga sebaliknya ), hari libur nasional = 13 hari, dan cuti tahunan = 8 hari)
5. Jumlah jam kerja tiap perawat adalah 40 jam per minggu (kalau hari kerja efektif 6 hari maka 40/6 = 6.6 = 7 jam per hari, kalau hari kerja efektif 5 hari maka 40/5 = 8 jam per hari)
6. Jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan disatu unit harus ditambah 20% (untuk antisipasi kekurangan /cadangan ).
Berdasarkan prinsip perhitungan metode Gillies maka perhitungannya kebutuhan perawat inap di RS. Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
1. Jumlah jam keperawatan langsung
a) Ketergantungan minimal = 30 Orang x 1 jam = 30 jam b) Ketergantungan partial = 44 Orang x 3 jam = 132 jam c) Ketergantungan total = 17 Orang x 6 jam = 102 jam
Jumlah jam = 264 jam
2. Jumlah keperawatan tidak langsung 91 Orang klien x 1 jam = 91 jam
3. Pendidikan kesehatan = 91 Orang klien x 0,25 = 22,75 jam 4. Sehingga Jumlah total jam keperawatan /klien/hari :
264 jam + 91 jam + 22,75 jam = 4,15 Jam/klien/hari 91 orang
5. Jumlah tenaga yang dibutuhkan :
4,15 x 91 x 365 = 137.842,25 = 67,43 orang ( 67 orang ) (365 – 73) x 7 2044
Untuk cadangan 20% menjadi 15 x 20% = 3 orang
Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan secara keseluruhan 67 + 3 = 70 orang /hari
Berdasarkan uraian diatas dapat dimunculkan bahwasannya 65 Orang perawat inap RS. Muhammadiyah Palembang ini melakukan interaksi yang melebihi, dimana mereka berinterkasi dengan sejumlah pasien yang seharusnya dihadapi oleh 70 orang perawat, sehingga mereka berinteraksi melebihi interaksi
6 yang seharusnya karena jumlah pasien yang tidak sebanding dengan jumlah perawat inap yang ada sehingga pekerjaan perawat inap ini menjadi overload dan bertumpuk-tumpuk, inilah yang dapat menyebabkan kelelahan psikologis bagi perawat RS. Muhammadiyah Palembang.
Menurut Maslach dan Leiter (1997) dimensi kedua yang menjadi pertimbangan dalam penelitian burnout adalah sinisme, sinisme adalah sikap menjauhi pekerjaan dan meminimalkan keterlibatan mereka ditempat kerja. Sikap sinisme dapat dilihat dari tingkat ketidakhadiran dan tingkat keterlambatan perawat dalam menjauhi keterlibatan mereka ditempat kerja.
Berikut merupakan data persentase tingkat absensi dan persentase tingkat keterlambatan perawat inap RS. Muhammadiyah tahun 2015 dan 2016.
Tabel 1.2 Persentase Tingkat Ketidakhadiran dan Persentase Tingkat Keterlambatan Perawat Inap Tahun 2015 dan 2016
No Ruangan Persentase Tingkat Ketidakhadiran
Persentase Tingkat Keterlambatan
2015 2016 2015 2016
1 Ahmad
Dahlan
1% 3% 1% 3%
2 Perinatal 2% 1% 2% 2%
3 Ibnu Rusyid 1% 1% 5% 3%
Sumber: Bagian Kepegawaian RS. Muhammadiyah Palembang
Berdasarkan tabel 1.2 tampak bahwa pada ruangan Ahmad Dahlan terjadi peningkatan ketidakhadiran yang ditandai dengan peningkatan yang semula hanya 1% pada tahun 2015 meningkat menjadi 3% pada tahun 2016 dan peningkatan keterlambatan yang ditandai dengan peningkatan yang semula hanya 1% pada tahun 2015 meningkat menjadi 3% pada tahun 2016. Peningkatan ketidakhadiran dan keterlambatan ini dapat menggambarkan adanya sikap untuk menjauhi keterlibatan ditempat kerja.
Di satu sisi, kinerja merupakan suatu aspek yang tidak bisa lepas dari pekerja agar organisasi dapat mencapai target dan tujuannya.
7 Menurut Robbin (2006) salah satu indikator untuk mengukur kinerja karyawan adalah kuantitas. Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan dan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. Melalui indikator kuantitas ini kita akan melihat jumlah pasien rawat inap pada tahun 2015 dan 2016 untuk membandingkan kinerja perawat inap.
Tabel 1.3 Jumlah Pasien Rawat Inap Tahun 2015 dan 2016
Sumber: Bagian Keperawatan RS. Muhammadiyah Palembang
Berdasarkan tabel 1.3 tampak bahwa pada ruangan Ahmad Dahlan terjadi penurunan kinerja yang ditandai dengan adanya penurunan jumlah pasian sebanyak 33% pada tahun 2016 dibanding tahun 2015. Penting bagi RS.
Muhammadiyah untuk meningkatkan dan mempertahankan kinerja para perawat agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat dan peningkatan nilai perusahaan.
Untuk meningkatkan dan mempertahankan kinerja RS. Muhammadiyah perlu memperhatikan burnout agar dapat mencapai kinerja yang dihadapi.
Berdasarkan hasil observasi awal mengenai burnout dan kinerja perawat inap RS.
Muhammadiyah Palembang, maka akan dilakukan penelitian mengenai “Pengaruh kejenuhan (burnout) terhadap kinerja perawat RS. Muhammadiyah Palembang.”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan, maka penulis dapat merumusan masalah yaitu seberapa besarkah pengaruh kejenuhan (burnout) terhadap kinerja perawat inap RS. Muhammadiyah Palembang ?
NO Ruangan Jumlah Pasien Per Tahun (orang)
2015 2016
1 Ahmad Dahlan 842 562
2 Perinatal 146 195
3 Ibnu Rusyid 2.946 3.136
Total 3.934 3893
8 1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan diatas, peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kejenuhan (burnout) terhadap kinerja perawat inap pada RS. Muhammadiyah Palembang.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi bagi RS.
Muhammadiyah Palembang mengenai pengaruh kejenuhan (burnout) terhadap kinerja perawat RS. Muhammadiyah Palembang.
2. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
46 Daftar Pustaka
Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek: PT. Rineka Cipta.
2008. Prosedur penelitian, Edisi Revisi IV. PT. Rineka Cipta.
Awadh, Ibtisam Mbarak., et al. 2015. “Effects of Workplace Stress on Employee Performance in the County Governments in Kenya: A Case Study of Kilifi County Government”. International Journal of Scientific and Research Publications, Volume 5, Issue 10, October 2015
B. Bakker, Arnold and Demerouti, Evangelia. 2014. “Burnout and Job Performance; The Moderating Role of Selection,Optimization,and Compensation Strategis”.J ournal of Occupational Health Psychology 2014, Vol. 19, No. 1, 96-107
B. Schaufeli, Wilmar and R. Greenglass, Esther. 2001. “Introduction to Special Issue on Burnout and Health ”.Psychology and Health, 2001, Vol 16, pp.
501-510
B. Schaufeli., et al. 2009. “ Burnout: 35 years of research and practice”. Career Development International Vol.14 No.3, 2009
Belcastro, P.A. 1982. “ Burnout and its relationship to teachers’ somatic complaints and illnesses”. Psychological Reports, 50, 1045-1046.
Buick, I. and Thomas, M. 2001. “Why do middle managers in hotels burn out?”.
International Journal of Contemporary Hospitality Management, 13 (6), 304-309
Calik, kazim. 2013. “The Effect of Role Ambiguity and Role Conflict on Performance of Vice Principals: The Mediating Role of Burnout”.
Eurasian Journal of Educational Research, Issue 51, Spring 2013, 195- 214
47 Chen, Dr. Jia-Chern., et al. 2016. “A Study into the impact of occupational burnout on the job performance of enterprises employees”. The Journal of Global Business Management, Volume 12 Number 2 October 2016 Dar, Laiba., et al. 2011. “Impact of Stress on Employees Job Performance in
Business Sector of Pakistan”. Global Journal of Management and Business Research Volume 11 Issue 6, May 2011
E, Grandjean. 1988. Fitting the task to the man: A Textbook of Occupational Ergonomics : CRC PRESS
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Gillies, D.A. 1994. Nursing management, a system approach. (third edition) : WB Saunders.
Gorji, Mohammadbagher., 2011. “The Effect of Job Burnout Dimension on Employees Performance”. International Journal of Social Science and Humanity, Vol 1, No. 4, November 2011
Hidayat, Syarifudin. 2002. Metode Penelitian: Mandar Maju
K. Jankome, Pule ., et al. 2013. “The impact of stress and burnout on employees performance at Botswana Power Corporation “. Interdisciplinary Journal of Contermporary Research in Business, Vol 5, No.6 October 2013 L. Cooper, Cary. 1998. Theories of Organizational Stress: Oxford
Maslach, Christina, dan P. Leiter, Michael. 1997. The truth of burnout: How Organizations cause personal stress and what to do about it: Jossey-Bass
Maslach, Christina., dan P. Leiter, Michael. 2016. “ Understanding the burnout experience: recent research and its implications for psychiatry”. World Psychiatry, 15:2- June 2016
48 Mekonnen, Mulatu Masresha. 2014. “Determinant Factors Affecting Employess’
Performance in Ethio Telecom Zonal Offices: The Case of Addis Ababa Zonal Offices”. Thesis January 2014
Mondy, R. Wayne. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia (edisi kesepuluh jilid 2). Erlangga
Narimawati, Umi. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Agung Media
P. A. Rupert and J. S. Kent. 2007. “Gender and work setting differences in career sustaining behaviors‟ and burnout among professional psychologists”, Professional Psychology: Research and Practice, Vol 38, pp 88–96, 2007
Pines, A. dan Aronson, E. 1988. “Career Burnout: Causes and Cures”. Free Press, New York
P. Robbins, Stephen. 2017. Perilaku Organisasi (edisi kesepuluh): PT. Indeks Priansa, Donni Juni. 2016. Perencanaa & Pengembangan SDM: PT. Alfabeta R. Cooper, Donald and S. Schindler, Pamela. 2013. Business Research Methods Santosa, Budi Purbayu dan Ashari. 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft
Axcel& SPSS:Andi Offset
Santoso, Singgih. 2005. Menguasai Statistik di Era Informasi Dengan SPSS 12:
PT.Alex Media Komputindo.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif: ALFABETA
Thao, Le Tran Thach and J. Hwang, Chiou-shu. 2015. “Factors Affecting Employee Performance-Evidence from Petrovietnam Engineering Consultancy J.S.C”.
United States Office of Personnel Management. 2017. A Handbook for Measuring Employee Performance: OPM.GOV
Vos, As de. 2010. Research at Grass Roots (third edition): Van Schaik
Wirawan. 2009. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia : Teori Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.
49 Yamin, Sofyan dan Kurniawan, Heri. 2013. SPSS Complete: Salemba Infotek Zulkarnain. 2011. “Dampak Burnout Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada
Pekerja Public Service”. Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU ke- 59, 20 Juli 2011