• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG 3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Selama pelaksanaan kerja magang dalam waktu 3 bulan, penulis ditempatkan di divisi produksi untuk proyek Satria Bima S yang akan menjadi TV Series di bawah naungan MNC Animation. Dalam mengerjakan proyek ini, penulis hanya berkoordinasi dengan pembimbing lapangan dan rekan-rekan kerja lainnya.

1. Kedudukan

Penulis ditempatkan dalam divisi produksi yang nama lainnya adalah VFX dan motion graphic. Divisi ini bertugas untuk memberikan sentuhan efek pada setiap film yang akan ditayangkan. Film- film TV Series seperti KIKO dan Satria Bima S.

2. Koordinasi

Proyek yang dikerjakan penulis berfokus pada proyek TV Series yaitu Satria Bima S pada pembuatan penulis terlibat dalam pembuatan motion graphic dalam TV Series tersebut, penulis melakukan koordinasi dengan pembimbing magang Kak Handaru yang juga sebagai Supervisor VFX dan motion graphic.

Ka Handaru bertanggung jawab atas pembuatan motion graphic dan VFX bersama dengan bapak Fili dalam setiap pembuatan efek yang akan dikerjakan. Saya dan Ka Handaru melakukan koordinasi dan meminta approval untuk bagian yang saya kerjakan. Setelah mendapatkan approval barulah saya me render hasil yang saya kerjakan dan menaruhnya pada server yang telah disediakan. Dalam produksi bapak Fili berperan sebagai VFX supervisor yang membantu pengerjakan VFX dalam series yang saya kerjakan.

Penulis hanya mendapatkan sedikit dari banyaknya shot yang mendapatkan bagian VFX untuk series, penulis lebih sering mendapatkan motion graphic.

Setelah semua selesai shot yang penulis kerjaakan akan dilakukan proses Compositing yaitu penambahan cahaya dan latar pada bagian ini.

8

(2)

Robby Susanto

Head of

Wigiyantoro Purnomo Adji

CG & Technical Div Head

VFX Supervisor

Handaru Setianto

Asistensi Revis

Production

Penulis

Fili Berto Approve

CCPO

Proses ini dapat berubah alur karena beberapa motion graphic yang harus penulis tempelkan harus menunggu hasil dari compositing yang sudah di render. Barulah final render akan dilakukan oleh penulis dan diletakan pada server yang disediakan, sehingga editor bisa menggabungkan semua video yang sudah selesai.

Gambar 3.1. Alur Koordinasi Kerja (sumber: Data Perusahaan dari HRD) 3.2. Tugas yang Dilakukan

Berisi tabel hal-hal yang penulis lakukan selama magang.

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1 1 Revisi shot 350, 385, 290,

(23/9-30/9) Mengerjakan Episode 09 Satria 39001

Bima S shot: 350, 371, 385, 386, Episode 9 selesai tanggal 30 390, 403, 406, 39001 September

Memasukan asset speedline Menganimasikan asset

Memasukan episode 10

(3)

2 2 Mengerjakan Episode 10 Satria Revisi asset (1/10-9/10) Bima S

Animasi asset dan render

Revisi shot 180, 178, 187 Episode 10 dilanjutkan Memasukan asset speed line

shot : 125, 178, 180, 181, 185, 187,

minggu depan

3 3

(12/10-

Mengerjakan Episode 10 Satria Bima S

Assistensi asset Revisi VFX 20/10) Animasi asset dan render

Memasukan asset VFX & speedline

Episode 10 selesai

Revisi shot 338, 342, 351 shot : 274, 338, 339, 342, 351

4 4 Mengerjakan Episode 05 Satria Revisi asset

(21/10- Bima S Episode 05 selesai

3/11) Animasi asset dan render Memasuki episode 16 Memasukan asset speed line

shot : 59, 60, 81, 95, 303, 216, 239

Revisi shot 81, 303, 239

5 5 Mengerjakan Episode 16 Satria Episode 16 dilanjutkan

(4/11- Bima S minggu depan

12/11) Animasi asset Hologram dan render

Revisi asset Hologram Revisi shot 333, 91, 92, 113 Memasukan asset speed line

shot : 91, 92, 113, 328, 333, 343

6 6 Mengerjakan Episode 16 Satria Episode 16 selesai (13/11-

23/11)

Bima S

Animasi asset VFX dan render Menganimasikan asset Hologram

Revisi asset hologram Revisi VFX

Render tertunda karena revisi shot : 36, 51, 347, 349, 394, 395 Animasi

Revisi shot 347, 349, 394, 395

7 7 Mengerjakan Episode 13 Satria Episode 13 selesai

(24/11- Bima S Revisi asset VFX

(4)

1/12) Animasi asset VFX dan render Menganimasikan asset Hologram shot : 105, 106, 108, 111, 113

Revisi shot 113, 111, 105 Revisi Hologram

8 8 Mengerjakan Episode 12 Satria Dilanjutkan minggu depan

(4/12- Bima S dan berlanjut di minggu

10/12) Animasi asset dan render Memasukan asset VFX & speed

selanjutnya Revisi asset VFX line

shot : 130, 133, 135, 136, 139, 141,

shot 130, 133, 274, 139, 02, 05, 11, 15, 19

254, 274, 284, 02, 03, 04, 06, 07, 09, 10, 11, 12, 15, 16, 19, 22

9 9 Mengerjakan Episode 12 Satria Masih mengerjakan episode

(11/12- Bima S 12 sampai selesai magang

21/12) Animasi asset dan render

Memasukan asset VFX & speedline

Revisi asset VFX

shot 07401, 79, 90, 100, 101, shot : 07401, 78, 79, 80, 87, 89,90,

96, 97, 99, 100, 101, 103

103

(sumber: Data dari lembar KM-05 Penulis) 3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Pada saat pertama kali memulai kerja magang, penulis bertemu dengan HRD dari pihak MNC Animation setelah itu penulis dipertemukan dengan pembimbing lapangan memperkenalkan penulis dengan lingkungan kerja perusahaan dan beberapa orang yang akan terlibat, dikarenakan kondisi pandemic yang sedang terjadi maka seluruh pekerja MNC Animation diberikan jarak agar tetap mengikuti aturan yang diberikan pemerintah. Penulis juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan melihat seperti apa pembuatan motion graphic dalam tim yang akan penulis kerjakan. Berikut adalah foto penulis dengan tim magang &

pembimbing lapangan serta tampilan Satria Bima S dalam media Youtube.

(5)

Gambar 3.2. Penulis Bersama Dengan Tim Magang dan Pembimbing Lapangan (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.3. Tampilan Satria Bima S di youtube (sumber: https://www.youtube.com/c/SatriaSeries/videos)

(6)

Seiring berjalannya waktu, penulis diberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan motion graphic yaitu:

1. Menyesuaikan asset motion graphic dengan shot yang sudah ada Penulis diberi pekerjaan untuk memasang asset motion graphic yang sudah ada ke dalam shot yang sudah tersedia. Dalam shot tersebut hanya terdapat gambar yang belum diberikan tekstur atau biasa disebut playblast (hasil mentahan). Penulis menyesuaikan asset dengan gambar yang sudah ada, Setelah itu barulah hasil akhirnya akan dirender oleh bagian

compositing. Dan digabungkan oleh editor menjadi film yang utuh.

2. Test MNC Games

Penulis diberikan kesempatan untuk mencoba game yang akan dirilis oleh pihak MNC Games. Walaupun tidak berkaitan dengan pekerjaan utama penulis mendapatkan kesempatan untuk menilai game tersebut, penulis menggunakan device sendiri karena keterbatasan device yang ada.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat seberapa layak games yang akan di rilis oleh MNC Games. Penulis memainkan 3 permainan yang berbeda yaitu Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), First Person Shooter (FPS), dan Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG). Kegiatan ini menjadi sebuah pengalaman baru bagi penulis karena penulis pertama kali mencoba merasakan langsung sebuah test game yang akan dirilis oleh perusahaan besar.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Penulis telah menguraikan beberapa pekerjaan yang penulis kerjakan dalam kerja magang.

1. Menyesuaikan speedline dengan animasi yang ada

Dalam setiap animasi pasti memiliki motion graphic yang menjadi pembantu dalam mengarahkan sebuah adegan, di sini penulis menyesuaikan speedline yang mempunyai banyak kategori yaitu radial speedline, pararel speedline, radial speedline A, radial speedline B, fore ground speed line, vertical speedline, dari kategori di atas penulis

(7)

sering menggunakan radial speedline. Karena, mograp ini paling sering dipakai dalam keadaan karaker terkejut maupun pada karakter yang sedang melakukan aksi.

Untuk membuat speedline dibutuhkan plug in yang bernama Distortion yang membuat seakan-akan kita tertarik kedalam animasi tersebut yang selanjutkan akan dimasking menggunakan lingkaran yang membentuk speedline tersebut menjadi berbentuk radial. Setelah selesai membuat speedline barulah disesuaikan dengan animasi yang sudah ada.

Sama halnya dengan speedline lainnya hanya saja radial speedline A dan radial speed line B memiliki bentuk yang sama dengan posisi yang berbeda, untuk pararel speedline mengunakan bentuk persegi Panjang. Dengan memotong bagian tengah sehingga membentuk pararel. untuk fore ground speedline hanya menggunakan speedline yang ada dan menaruh speedline tersebut di bawah layer dari animasi tersebut.

2. Menganimasikan Hologram berdasarkan asset

Dalam hal ini penulis diberikan kesempatan untuk membuat hologram berdasarkan asset yang sudah tersedia. Penulis hanya diberikan arahan agar menggerakkan asset sesuai dengan animasi yang ada. Asset ini akan digunakan dalam animasi 3d dan digabungkan menjadi film. Awalnya penulis tidak tahu harus menggerakkan bagian asset yang mana, setelah itu penulis bertanya kepada supervisor dan diberikan arahan bahwa harus melihat animasi lengkap yang berupa storyboard saja. Setelah penulis mengetahui apa yang akan digerakkan penulis mulai membuat animasi yang sesuai dengan asset untuk membuatnya terlihat seperti hologram.

(8)

Gambar 3.4. Proses Menganimasikan Hologram (sumber: Data Dokumen Perusahaan)

Setelah itu hologram tersebut dilihat oleh supervisor apabila mendapatkan approval oleh supervisor barulah penulis me render dan diberikan kepada bagian compositor untuk menempelkan hologram tersebut pada template yang tersedia. Kemudian akan dirender kembali dan diberikan kepada editor sebagai hasil akhir.

3. Membuat efek dengan plug in

Sebagai pembuat animasi, pasti semua mengetahui bahwa animasi tanpa efek hanyalah gambar yang bergerak. Efek berperan penting dalam setiap film. Dalam proyek ini penulis membuat efek dengan menggunakan plug in yang bernama heat distortion yaitu membuat karakter terlihat sedang berada di sebuah tempat yang panas. Awal mula menulis membuat layer baru dengan menggunakan adjustment layer ini berfungsi untuk mengubah tampilan menjadi lebih hidup saat dimasukan Plug in. Dengan begitu, efek 2d akan terlihat seperti efek 3d yang dibuat berdasarkan adjustment layer.

Setelah selesai membuat efek dan menunggu hasil dari super visor dan mendapatkan approval, penulis menunggu hasil render yang akan digabungkan dengan efek tersebut. Lalu setelahnya, barulah penulis akan

(9)

akan di masukan ke server sehingga dapat digabungkan oleh editor untuk dijadikan film yang utuh yang siap di tampilkan dalam Televisi yang berada dalam naungan MNC Group.

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Penulis mengalami beberapa hambatan yang dialami selama melakukan kerja magang yaitu sebagai berikut :

1. Penulis ditempatkan pada bagian VFX penulis memiliki kekurangan dalam mengejakan animasi 3D, karena penulis mengirimkan portofolio berupa animasi motion graphic yang menggunakan base 2D, penulis sulit sekali dalam mengerjakan VFX 3D walaupun penulis pernah mendapatkan pelajaran tersebut.

tetapi, penulis kesulitan dalam menggunakan aplikasi 3D seperti maya akibat keterbatasan pengetahuan.

2. Ada saatnya penulis tidak pernah menggunakan plug in yang digunakan untuk kepentingan film tersebut. Di sini karena penulis jarang sekali menggunakan plug in dari luar maupun dari dalam sebagai efek dasar. Penulis masih kurang mampu dalam menggunakan plug in yang ada pada program after effect, karena keterbatasan pengetahuan, penulis belum lancar dalam menguasai program after effect.

3. Penulis memiliki ingatan yang kurang dalam hal mengingat, dimana hal ini menyebabkan seringnya penulis melakukan kelalaian dalam melakukan pekerjaan. Penulis juga memiliki keraguan dalam bertanya sehingga pada saat deadline penulis belum selesai dalam mengerjakan. Hal ini menyebabkan tertundanya beberapa hari dalam pengerjaan.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Berikut adalah beberapa solusi yang penulis temukan untuk kendala-kendala yang dialami selama magang tiga bulan:

(10)

1. Selalu bertanya dan meminta bantuan kepada pembimbing lapangan serta meminta arahan kepada rekan kerja penulis yang sudah berpengalaman dalam menangani efek yang sulit. penulis juga selalu memperhatikan dan bertanya tentang bagaimana cara membuat efek yang berkaitan dengan pekerjaan, sehingga penulis dapat menjadi lebih baik lagi.

2. Belajar untuk menghargai waktu agar dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan tepat waktu. penulis juga tidak lupa agar meminta pertolongan saat membutuhkan dan meminta arahan agar tidak terjadi kesalahan saat pengerjaan dalam tugas yang diberikan. serta menggunakan contoh dari hasil yang sudah ada untuk dijadikan sebagai arahan dalam membuat efek.

3. Dikarenakan kurangnya dalam mengingat penulis selalu menggunakan sticky notes untuk mencatat semua penkerjaan yang diberikan dan mengecek kembali pekerjaan yang sudah penulis lakukan selama masa magang. Dengan begitu penulis akan menjadi lebih teliti dalam

mengerjakan tugas yang diberikan serta dapat membuat penulis menjadi lebih baik lagi.

Gambar

Gambar 3.1. Alur Koordinasi Kerja  (sumber: Data Perusahaan dari HRD)  3.2.  Tugas yang Dilakukan
Gambar 3.2. Penulis Bersama Dengan Tim Magang dan Pembimbing Lapangan  (sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 3.4. Proses Menganimasikan Hologram  (sumber: Data Dokumen Perusahaan)

Referensi

Dokumen terkait

Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Gorontalo Sulawesi Barat Wilayah VII Kalimantan Barat 21 Juni Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Utara

Seperti yang di katakan Branch dalam bukunya, untuk membuat sebuah design harus melakukan analisa design yang ingin dibuat. Dari hasil analisa acuan video es kopsus

Memiliki fitur wajah anak asia tenggara, terdapat beberapa ciri khas pada fitur wajah Boun yang dapat penulis jadikan sebagai referensi, yaitu mulai dari warna rambut serta

Tujuan penulis melakukan magang sebagai motion graphic artist adalah untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam sistem kerja perusahaan dan bagaimana proses

Masalah kedisiplinan yang penulis temukan selama magang, penyebabnya yaitu tidak adanya sanksi yang tegas dari Kepala PTSP Kantor Camat Kebon Jeruk, membuat

Penampilan visual dari para penjaga taman margasatwa ragunan ini menjadi acuan dalam merancang kostum untuk tokoh Adiguna dan Lestari yang bekerja sebagai penjaga kebun binatang

Sebagai graphic designer intern, adapun 3 proyek yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan desain untuk JD.ID Marketplace terbagi menjadi Fast-Moving Consumer

Dari tabel di atas, penulis kemudian dapat merancang aset dengan mengumpulkan beberapa referensi foto dan ilustrasi yang kemudian digunakan untuk membuat moodboard agar