• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO DENGAN MENGGUNAKAN

HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VIIIPI MTS UMMATAN WASATHAN PEKANBARU

TAHUN AJARAN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau

Oleh:

ATIKA PURNAMA NPM 146511054

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU

2018

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)

Penerapan Pembelajaran kooperatif Tipe The Power of Two dengan Menggunakan Handout untuk Meningkatkan

Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VIIIPI

MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru Tahun ajaran 2017/2018

ATIKA PURNAMA NPM.146511054

Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Islam Riau.

Pembimbing Utama: Dr. H. Elfis, M.Si

Pembimbing Pendamping: Dr. Prima Wahyu Titisari, M.Si

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif IPA siswa kelas VIIIPI

MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018 dengan penerapan pembelajaran The Power of Two dengan menggunakan Handout. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2018 sampai dengan Mei 2018. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIPI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Data yang diolah yaitu data hasil belajar kognitif. Hasil analisis data kemampuan kognitif siswa yang diperoleh sebelum PTK yaitu 77,18%, sesudah PTK pada siklus I sebesar 84,89% maka terjadi peningkatan sebesar 7,71% dari sebelum PTK. Pada siklus II daya serap siswa adalah 94,21% meningkat sebesar 9,32% dari siklus I.

Ketuntasan klasikal nilai kognitif sebelum PTK adalah 71,87%, siklus I 84,37% meningkat 12,5% dari sebelum PTK, dan siklus II 100% meningkat 15,63%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran The Power of Two dengan menggunakan handout dapat meningkatkan kemampuan kognitif IPA siswa kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018.

Kata kunci: Pembelajaran The Power of Two, Handout, kemampuan kognitif

(16)

The Application Of Cooperative Learning Type Of The Power Two by using Handout to Improve Student Cognitive Result Study

Class VIIIPI MTS ummatan Wasathan Pekanbaru Academic Year 2017/2018.

ATIKA PURNAMA NPM.146511054

Final Project. Accounting Departmen Faculty of Education and Teaching.

Islamic University Of Riau Advisor: : Dr. H. Elfis, M.Si

Co Adviser: Dr. Prima Wahyu Titisari, M.Si

ABSTRACT

This research proposed to student grad VIIIPI MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru Academic Year 2017-2018 by the application The Power of Two model by using handout. This research is a Classroom Action Research (CAR) that was conducted in March 2018 to May 2018. The subjects were students grade VIIIPI MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru. The technigue of data analysis was using descriptive analysis. The processed date is the cognitive learing.

Result from data analysis students, showed cognitive abilities obtained before the CAR was 77,18%, after the first cycle of absorption CAR students is 84,89% increased 7,71% from the prior CAR. In the second cycle students absorption was 94,21% increased of 9,32% from cycle I. The completeness of classical cognitive value before CAR is 71,87%, the first cycle 84,37% increase of 12,5% from the prior CAR and the second cycle II of 100% up 15,63% of the cycle I. Based on this research can be concluded that the application The Power of Two using the handout can increasing students cognitive abilities garde IPA Class VIIIPI MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru Academic Year 2017/2018.

Keyword: The Power of Two, Handout, Cognitive Abilities.

(17)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatuallahi wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Penerapan Pembelajaran kooperatif Tipe The Power of Two dengan Menggunakan Handout untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru Tahun ajaran 2017/2018”, yang dimaksut kan untuk memenuhi salah satu persyaratan meraih gelar sarjana pada strata 1 (S1) Program studi Pendidikan Biologi di Universitas Islam Riau.

Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, bantuan, dukungan, dan arahan yang sangat berharga dari berbagai pihak. Sehingga pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya, rasa hormat dan terimakasih kepada bapak Dr. H. Elfis, M.Si selaku pembimbing utama dan ibuk Dr. Prima Wahyu Titisari, M.Si selaku pembimbing pendamping yang telah banyak memberikan masukan, saran, motivasi dan semangat demi kesempurnaan dalam penyelesaian skripsi ini.

Dalam penulisan skripsi ini penulis memperoleh berbagai bimbingan, bantuan, dukungan, arahan dan motivasi yang berharga dari semua pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan penghargaan, rasa hormat, terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Prof. Dr. H. Syafrinaldi, SH., MCL selaku Rektor Universitas Islam Riau. Drs.

Alzaber, M.Si selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau, Dr. Sri Amnah, M.Si selaku Wakil Dekan bidang akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau, Drs Sudirman Shomary, M.A selaku Wakil Dekan bidang administrasi dan keuangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau, dan Bapak H. Muslim, S.Kar., M.Sn selaku wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.

Kepada Bapak/Ibu Laili Rahmi, S.Pd., M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi dan Mellisa S.Pd.,M.P selaku sekretaris Program Studi Pendidikan Biologi, sert. Dan seluruh pegawai Tata Usaha di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan administrasi selama proses perkuliahan, serta seluruah Dosen

(18)

Program Studi Pendidikan Biologi yang telah membimbing dan mendidik penulis selama mengenyam pendidikan selama proses perkuliahan.

Tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada Bapak Arief Syah, S.Pd.I.,M.Pd selaku Kepala MTS Ummatan Wasatahan PTR Pekanbaru dan Ibu Dwi Artika, S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian dan memberikan informasi yang penulis butuhkan dalam penyelesaian skripsi ini.

Serta seluruh siswa siswi Kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru yang telah bersedia membantu penulis dalam menyelesaikan Skripsi ini.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua tercinta Ayahanda H.Nasrun dan Ibunda Hj. Jarimun yang selalu memberi doa, perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu, serta perjuangan dalam membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang. Terima kasih untuk Andi Nopiani (abang), Riad Khuzaini(abang).

Buat sahabat sahabat disaat susah maupun senang dan selalu bersama, Destry Hardianty S.Pd, Aurora Laurensia S.Pd, Silvi, Linda, Nopi, Ayuk, Iwi dan rekan-rekan seperjuangan angkatan 2014 khususnya kelas D terima kasih kepada kalian semua atas motivasi dan kebersamaannya selama ini serta banyak memberikan saran dan dukungan dalam penulisan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi penulisan maupun isinya karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Untuk itu penulis mengharapkan kritik, saran dan masukan yang bersifat konstruktif dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan dunia pendidikan terutama proses pembelajarannya, amin.

Wassalamu’alaikum warahmatuallahi wabarakatuh

Pekanbaru, November 2017

Penulis

(19)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Pembatasan Masalah ... 5

1.4 Rumusan Masalah ... 5

1.5 Tujuan Penelitian ... 6

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

1.7 Penjelasan Istilah Judul ... 6

BAB 2. TINJAUAN TEORI 2.1 Teori Kontruktivisme Dalam Pembelajaran Sains ... 8

2.2 Pendekatan Inkuiri Dalam Pembelajaran Sains ... 9

2.2 Pembelajaran Kooperatif... 11

2.4 Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power of Two ... 14

2.5 Handout ... 15

2.6 Hasil Belajar Kognitif ... 16

2.7 Hubungan Penerapan Pembelajaran kooperatif The Power of Two dengan Menggunakan Handout Terhadap Hasil Belajar Kognitif... 17

2.8 Penelitian Yang Relevan ... 18

BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ... 20

3.2 Subjek Penelitian ... 20

3.3 Metode dan Desain Penelitian... 20

3.4 Prosedur Penelitian ... 22

3.4.1 Tahap Persiapan ... 22

3.4.2 Tahap Pelaksanaan ... 23

3.4.3 Tahap Analisis ... 24

3.4.4 Refleksi ... 25

3.4.5 Tahap Evaluasi Belajar ... 25

3.4.6 Perencanaan Tindak Lanjut... 25

3.5 Teknik Pengumpulan Data 3.5.1 Perangkat Pembelajaran ... 25

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data ... 26

(20)

3.6 Teknik Analisis Data ... 26

3.6.1 Teknik Pengolahan Data Hasil Belajar Siswa ... 27

3.6.1.1 Pengolahan Data Hasil Belajar PPK ... 27

3.6.1.2 Teknik Analisis Data Deskriptif ... 27

BAB 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian ... 29

4.1.1 Paparan Data Hasil Penelitian ... 30

4.1.1.1 Deskriptif Proses Pelaksanaan Tindakan Kelas Sosialisasi ... 30

4.1.1.2 Deskriptif Proses Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus I 32 4.1.1.3 Deskriptif Proses Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus II 39 4.1.2 Analisis Deskriptif Hasil Belajar Kognitif Sebelum PTK ... 46

4.1.2.1 Analisis Data Daya Serap Siswa Untuk Nilai Kognitif Sebelum PTK………... ... 46

4.1.2.2 Analisis Data Ketuntasan Individu dan Klasikal Siswa Untuk Nilai Kognitif Sebelum PTK……… ... 47

4.1.2.3 Analisis Data Ketuntasan Siswa Untuk Nilai Kognitif 4.1.3 Analisis Deskriptif Hasil Belajar Kognitif PTK Siklus I ... 48

4.1.3.1 Analisis Daya Serap Peserta Didik Nila i Kognitif siklus I ... 48

4.1.3.2 Penghargaan Kelompok Siklus I ... 48

4.1.3.3 Refleksi I ... 57

4.1.4 Analisis Deskriptif Hasil Belajar PTK Siklus II ... 58

4.1.4.1 Analisis Daya Serap Peserta Didik Nilai Kognitif siklus II. . ... 59

4.1.4.2 Penghargaan Kelompok Siklus II ... 60

4.1.4.3 Refleksi II.. ... 70

4.2 Perbandingan Daya Serap dan Klasikal Nilai PPK Sebelum dan Setelah PTK Siklus I dan Siklus II ... 71

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 72

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 78

5.2 Saran ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 79

(21)

DAFTAR TABEL

1. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif ... 12

2. Perhitungan Skor Individu Kelompok Kooperatif ... 12

3. Tingkat Penghargaan Kelompok ... 13

4. Tahap Pelaksanaan Kooperatif The Power of Two ... 23

5. Interval dan Kategori Daya Serap Siswa ... 28

6. Daya Serap pada Nilai Kognitif Siswa Sebelum PTK ... 46

7. Ketuntasan Individu Pada Nilai Kognitif Siswa Sebelum PTK ... 47

8. Daya Serap Individu dan Ketuntasan Klasikal Nilai Kognitif Siswa Berdasarkan Kuis Siklus I ... 49

9. Daya Serap Individu dan Ketuntasan Klasikal Nilai Kognitif Siswa Berdasarkan Ulangan Harian I Siklus I ... 51

10. Analisis Daya Serap Individu dan Ketuntasan Klasikal LKPD Siklus I .. 52

11. Daya Serap Individu dan Ketuntasan Klasikal Nilai Kognitif Siswa Berdasarkan Nilai PR Siklus I ... 54

12. Daya Serap Individu dan Ketuntasan Klasikal Nilai Kognitif Siklus I... 55

13. Peningkatan Daya Serap Kognitif Sebelum PTK dan Setelah PTK Terhadap Siklus I ... 56

14. Penghargaan Kelompok Pada Siklus I ... 58

15. Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Kalsikal Nilai Kognitif Berdasarkan Kuis Siklus II ... 61

16. Daya Serap Individu dan Ketuntasan Klasikal Nilai Kognitif Siswa Berdasarkan Ulangan Harian II Siklus II ... 63

17. Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal LKPD Siklus II ... 64

18. Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa Berdasarkan Nilai PR pada Siklus II... 67

19. Rata-rata Daya Serap Nilai Kognitif Pada Siklus II ... 68

20. Peningkatan Daya Serap Kognitif Siklus I terhadap Siklus II ... 68

21. Rata-rata Daya Serap Hasil Belajar Kognitif dan Ketuntasan Klasikal Nilai Kognitif Sebelum dan Setelah PTK Pada Siklus I dan PTK pada Siklus II ... 69

22. Penghargaan Kelompok Pada Siklus II ... 71

(22)

DAFTAR GAMBAR

1. Desain Penelitian Tindakan Kelas ... 21 2. Perbandingan Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa Untuk

Nilai Kuis Siklus I ... 50 3. Perbandingan Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa untuk

Nilai LKPD Siklus I ... 53 4. Perbandingan Rata-rata Daya Serap Pada Nilai Kognitif Sebelum PTK

dan Sesudah PTK Siklus I ... 57 5. Perbandingan Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa Untuk

Nilai Kuis Siklus II ... 62 6. Peningkatan Rata-rata Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal LKPD

Siklus II ... 69 7. Perbandingan Rata-rata Daya Serap Pada Nilai Kognitif Siklus II ...

8. Perbandingan Daya Serap Siswa Nilai Kognitif Sebelum PTK, Nilai

Kognitif Siklus I dan Nilai Kognitif Siklus II ... 70

(23)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Jadwal Penelitian ... 82 2. Standar Isi ... 83 3. Silabus ... 84 4. Format Penilaian Diskusi Kelompok………... 88 5. Format Penilaian Presentasi Kelompok ... 89 6. Nilai Kognitif sebelum PTK………. ... 90 7. Kemampuan Akademik Sebelum PTK ... 91 8. Kelompok Belajar dengan Menggunakan The Power of Two ... 92 9. RPP Sosialisasi I ... 93 10. RPP Sosialisasi II ... 96 11. Handout Sosialisasi II ... 100 12. LKPD Sosialisasi II ... 105 13. Kuis Sosialisasi II ... 107 14. RPP Pertemuan 1 Siklus I ... 108 15. Handout Pertemuan 1 Siklus I ... 112 16. LKPD Praktikum Pertemuan 1 Siklus I ... 119 17. RPP Pertemuan 2 Siklus I ... 124 18. LKPD I Pertemuan 2 ... 128 19. Soal Kuis I Pertemuan II ... 130 20. RPP Pertemuan 3 Siklus I ... 131 21. Handout Pertemuan 3 Siklus I ... 136 22. LKPD II Pertemuan 3 Siklus I ... 141 23. Kuis Pertemuan 3 Siklus I ... 143 24. RPP Pertemuan 4 Siklus I ... 144 25. Handout Pertemuan 4 Siklus I……… .. 148 26. LKPD III Pertemuan 4 Siklus I ... 153 27. Kuis 3 Pertemuan 4 Siklus I………. . 155 28. Soal PR Pertemuan 4 Siklus I ... 156 29. RPP Pertemuan 5 Siklus I ... 157 30. Kisi-kisi Soal Ulangan (UH) Pertemuan 5 Siklus I ... 161 31. Kisi-kisi Soal Essay Ulangan Harian ... 170 32. Soal UB Siklus I ... 172 33. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Kuis 1 tertulis

Pertemuan 2 Siklus I ... 179 34. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Kuis 2 tertulis

Pertemuan 3 Siklus I ... 180 35. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Kuis 3 tertulis

Pertemuan 4 Siklus I ... 181 36. Rata-rata Nilai Kuis Siswa Siklus I ... 182 37. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa LKPD 1 tertulis

Pertemuan 2 Siklus I ... 183 38. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa LKPD II tertulis

Pertemuan 3 Siklus I ... 184 39. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa LKPD III tertulis

(24)

Pertemuan 4 Siklus I ... 185 40. Rata-rata Nilai LKPD Siswa Siklus I ... 186 41. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa PR Tertulis Siklus I ... 187 42. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Ujian Blok Tertulis Siklus I .. 188 43. Nilai Perkembangan Kuis I Pertemuan 2 Siklus I ... 189 44. Nilai Perkembangan Kuis II Pertemuan 3 Siklus I ... 190 45. Nilai Perkembangan Kuis III Pertemuan 4 Siklus I ……….. ... 191 46. Nilai PPK Kognitif Siklus I ... 192 47. RPP Pertemuan 6 Siklus II ... 194 48. Handout Pertemuan 6 Siklus II ... 199 49. LKPD Pertemuan 6 Siklus II ... 204 50. Soal Kuis Pertemuan 6 Siklus II ... 207 51. RPP Pertemuan 7 Siklus II ... 208 52. Handout Pertemuan 7 Siklus II ... 212 53. LKPD 5 Pertemuan 7 Siklus II ... 217 54. Kuis 5 Pertemuan 7 Siklus II ... 220 55. RPP Pertemuan 8 Siklus II ... 221 56. Handout Pertemuan 8 Siklus II……… . 225 57. LKPD Praktikum Pertemuan 8 Siklus II ... 231 58. RPP Pertemuan 9 Siklus II ... 233 59. LKPD Pertemuan 9 Siklus II ... 237 60. Soal Kuis Pertemuan 9 Siklus II ... 239 61. PR Pertemuan 9 Siklus II ... 240 62. RPP Pertemuan 10 Siklus II ... 241 63. Kisi-kisi Soal Ulangan (UH) Pertemuan 10 Siklus II ... 245 64. Kisi-kisi Soal Essay Ulangan Harian Siklus II ... 252 65. Soal UB Siklus II ... 255 66. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Kuis 4 tertulis

Pertemuan 6 Siklus II ... 262 67. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Kuis 5 tertulis

Pertemuan 7 Siklus II ... 263 68. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Kuis 6 tertulis

Pertemuan 9 Siklus II ... 264 69. Rata-rata Nilai Kuis Siswa Siklus II ... 265 70. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa LKPD 4 tertulis

Pertemuan 6 Siklus II ... 266 71. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa LKPD 5 tertulis

Pertemuan 7 Siklus II ... 267 72. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa LKPD 6 tertulis

Pertemuan 9 Siklus II ... 268 73. Rata-rata Nilai LKPD Siswa Siklus II ... 269 74. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa PR Tertulis Siklus II ... 270 75. Daya Serap dan Ketuntasan Belajar Siswa Ujian Blok Tertulis Siklus II . 271 76. Nilai Perkembangan Kuis 4 Pertemuan 6 Siklus II ... 272 77. Nilai Perkembangan Kuis 5 Pertemuan 7 Siklus II ... 273 78. Nilai Perkembangan Kuis 6 Pertemuan 9 Siklus II ……….. .... 274

(25)

79. Nilai PPK Kognitif Siklus I ... 275 80. Dokumentasi ... 277

(26)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berpakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggapan terhadap tuntutan perubahan zaman. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup dan segala situasi hidup yang mempengaruhi perubahan individu (Mudyahardjo, 2013:3). Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang akan memungkinkannya untuk berfungsi secara adekwat dalam kehidupan masyarakat (Hamalik, 2012:3).

Tujuan pendidikan sesungguhnya adalah penyadaran terhadap self knowing dan self realization kemudian inquiry dan reasoning dan logic. Jadi, disini jelas bahwa tujuan pendidikan memberikan penyadaran terhadap apa yang diketahuinya, kemudian pengetahuan tersebut harus direalisasikan sendiri dan selanjutnya mengadakan penelitian serta mengetahui hubungan kausal, yaitu alasan dan alur pikirnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan diperlukan berbagai faktor, salah satunya adalah guru (Plato dalam Sukardjo dan Komarudin, 2015:

14).

Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok. Ini berarti keberhasilan suatu pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh guru semata. Selanjutnya Sardiman, (2012:21) berpendapat bahwa belajar adalah berubah. Dalam hal ini yang dimaksud belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi, belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan

(27)

2

penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.

Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seseorang guru atau pendidik untuk membelajarkan siswa yang belajar. Pada pendidikan formal (sekolah)sekolah) pembelajaran merupakan tugas yang dibebankan kepada guru, karena guru merupakan tenaga profesional yang dipersiapkan. Pembelajaran disekolah semakin berkembang dari pelajaran yang bersifat tradisional sampai pembelajaran dengan sistem modern (Ruhimat,2013:

128).

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Namun demikian, kita akan sulit melihat bagaimana proses terjadinya perubahan tingkah laku dalam diri seseorang, oleh karena itu perubahan tingkah laku berhubungan dengan perubahan sistem syaraf dan perubahan energi yang sulit. Selanjutnya menurut Hamalik (2012: 27) Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (Learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan atau bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan.

Usaha pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan juga adanya sistem lingkungan (kondisi) belajar yang lebih kondusif (Sardiman, 2012: 25). Hal ini akan berkaitan dengan mengajar. Mengajar diartikan sebagai sutu usaha penciptaan sistem lingkungan ini sendiri, terdiri oleh berbagai komponen yang masing-masing akan saling mempengaruhi. Komponen-komponen ini misalnya, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, materi yang ingin diajarkan, guru dan siswa yang memainkan peran serta dalam hubungan sosial. Jenis kegiatan yang dilakukan serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia.

(28)

3 Selain sistem lingkungan (kondisi) belajar yang telah dipaparkan di atas, untuk mencapai tujuan belajar diperlukan juga model pembelajaran yang sesuai.

Model pembelajaran menurut Trianto (2010: 51) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial.

Sanjaya (2011: 87) mengemukakan bahwa hasil belajar dirumuskan dalam bentuk kemampuan dan kompetensi yang dapat diukur atau ditampilkan melalui performance siswa. Adapun hasil belajar menurut Bloom dalam Purwanto (2013:

45) menggolongkan kedalam tiga ranah yang perlu diperhatikan dalam setiap proses belajar mengajar. Tiga ranah tersebut adalah ranah kognitif, efektif, dan psikomotor. Ranah kognitif mencakup hasil belajar yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan, dan kemampuan intelektual.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi biologi kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru, bahwa permasalahan dalam pembelajaran biologi sebagai berikut : (1) Siswa tidak memiliki bahan ajar maupun sumber belajar, seperti banyaknya siswa tidak memiliki buku paket, (2) Masih kurang bervariasi menggunakan model pembelajaran, (3) Siswa kurang aktif dalam tanya jawab, (4) Rendahnya tingkat keberhasilan siswa dalam pencapaian KKM 77.

Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara perubahan proses belajar mengajar.

Dalam hal ini perlu adanya upaya perbaikan salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah The Power of Two. Model pembelajaran The Power of Two merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran biologi. Aktivitas pembelajaran ini digunakan untuk mendorong siswa agar lebih aktif. Strategi pembelajaran The Power of Two adalah strategi pembelajaran dengan kekuatan dua orang. Menurut Silberman (2007: 48) aktivitas ini digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan menegaskan manfaat dari sinergi yakni, bahwa dua kepala adalah lebih baik dari pada satu.

(29)

4

Model pembelajaran The Power of Two diawali dengan mengajukan pertanyaan. Diharapkan pertanyaan yang dikembangkan adalah pembutuhkan pemikiran kritis (Suprijono, 2015: 119).

Selanjutnya, (Albab, 2012) mengatakan bahwa sebagai suatu strategi pembelajaran The Power of Two mempunyai keunggulan diantaranya: (a) siswa tidak terlalu mengandalkan guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampaun berpikir sendiri, menemukan berbagai informasi dengan berbagai sumber dan belajar dari siswa lain, (b) mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan dengan membandingkan ide-ide atau gagasan-gagasan orang lain, (c) membantu siswa agar dapat bekerja sama dengan orang lain, (d) membantu siswa untuk bertanggung jawab dan melaksanakan tugasnya, (e) meningkatkan motivasi dan dan memberikan rangsangan untuk berfikir, (f) meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kusbandi (2014) menyatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran The Power of Two dapat meningkatkan kemampuan analisis siwa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya rata-rata kemampuan analisis siswa yang sebelumnya 67,03% pada pra siklus, setelah menggunakan model pembelajaran The Power Of Two kemampuan analisis siswa rata-rata 75,00%. Pada siklus I dan 86,88% pada siklus II terdapat peningkatan sebesar 7,97% pada siklus I dan II , 88% pada siklus II.

Handout merupakan bahan tertulisyang disiapkan guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout biasanya diambil dari beberapa literatur yang relevan dengan materi yang diajarkan/kompetensi dasar yang harus dikuasi oleh siswa. Handout diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya mengunduh dari internet atau mencari dari buku (Majid, 2013: 175).

Penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two dengan menggunakan Handout terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VIIIPI belum pernah dilakukan diMTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul

”Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe The Power of Two dengan

(30)

5 menggunakan Handout Terhadap Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru Tahun Ajaran 2017

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka identifikasi masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Siswa tidak memiliki bahan ajar maupun sumber belajar, seperti banyaknya siswa tidak memiliki buku paket.

2) Masih kurang bervariasi menggunakan model pembelajaran.

3) Siswa kurang aktif dalam tanya jawab

4) Rendahnya tingkat keberhasilan siswa dalam pencapaian KKM 77 dengan ketuntasan klasikal 71,87%

1.3 Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah dan sistematis maka peneliti memberikan batasan sebagai berikut: Penelitian ini dibatasi pada Standar Kompetensi SK 3 (Memahami berbagai sistem kehidupan manusia) dan Kompetensi Dasar yang digunakan dalam pembelajaran adalah Kompetensi Dasar 3.8 Menjelaskan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dan Kompetensi Dasar 3.9 Menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka perumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut : Bagaimanakah Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018 setelah Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe The Power of Two dengan menggunakan Handout?

(31)

6

1.5 Tujuan dan Manfaat penelitian 1.5.1 Tujuan penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar kognitif biologi Siswa Kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018 setelah penerapan pembelajaran Kooperatif tipe The Power of Two dengan menggunakan Handout.

1.5.2 Manfaat penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut:

1) Bagi siswa, melalui penerapan pembelajaran The Power of Two dengan Handout diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam bekerja sama dalam memahami pelajaran, keberanian mengemukakan pendapat dan meningkatkan hasil belajar terhadap mata pelajaran IPA Biologi.

2) Bagi guru, sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar Biologi siswa.

3) Bagi peneliti, sebagai bahan masukan dan dapat juga sebagai bahan kajian penelitian yang lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas serta menjadi lebih memahami kooperatif tipe The Power of Two.

4) Bagi sekolah, sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai macam model pembelajaran dan media belajar.

1.6 Definisi istilah judul

Sesuai dengan judul penelitian yang ditetapkan, maka definisi istilah judul dalam penelitian ini yaitu:

1) Model pembelajaran Kooperatif tipe The Power of Two diawali dengan mengajukan pertanyaan. Diharapkan pertanyaan yang dikembangkan adalah pertanyaan yang membutuhkan pemikiran kritis. (Suprijono, 2012: 100)

2) Handout merupakan bahan tertulis yang disiapkan guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout biasanya diambil dari beberapa literatur yang relevan dengan materi yang diajarkan/kompetensi dasar yang harus

(32)

7 dikuasai oleh siswa. Handout diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya mengunduh dari internet atau mencari dari buku (Majid, 2013: 175).

3) Menurut Bloom dalam Suprijono (2012: 8), hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang meliputi tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif meliputi tujuan-tujuan belajar yang berhubungan dengan memanggil kembali pengetahuan dan pengembangan kemampuan intelektual dan keterampilan.

(33)

8 BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Teori Kontruktivisme Dalam Pembelajaran Sains

Konstruktivisme adalah landasan berpikir pembelajaran kontekstual yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong- konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat (Rusman, 2012:193).

Konstruktivisme adalah satu pandangan bahwa siswa membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang ada. Dalam proses ini, siswa akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan yang ada untuk membina pengetahuan yang baru (Isjoni, 2014:34).

Selanjutnya menurut Kunandar (2014: 312), mengatakan bahwa dalam konstruktivisme pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi”

bukan “menerima” pengetahuan. Dalam proses pembelajaran siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Siswa menjadi pusat kegiatan bukan guru. Dalam pandangan konstruktivisme “strategi memperoleh” lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. Oleh karena itu, tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan cara:

1) Menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa.

2) Memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri.

3) Menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.

Ciri-ciri guru yang telah mengajar dengan pendekatan konstruktivisme menurut Kunandar (2014: 313) adalah:

1) Guru adalah salah satu dari berbagai macam sumber belajar, bukan satu satunya sumber belajar;

2) Guru membawa siswa masuk kedalam pengalaman-pengalaman yang menentang konsepsi pengetahuan yang sudah ada dalam diri mereka;

(34)

9

3) Guru membiarkan siswa berpikir setelah mereka disuguhi beragam pertanyaan-pertanyaan guru;

4) Guru menggunakan teknik bertanya untuk memancing siswa berdiskusi satu sama lain;

5) Guru menggunakan istilah-istilah kognitif, seperti klasifikasikan, analisislah, dan ciptakanlah ketika merancang tugas-tugas;

6) Guru membiarkan siswa untuk bekerja secara otonom dan berinisiatif sendiri;

7) Guru menggunakan data mentah dan sumber primer bersama-sama dengan bahan-bahan pelajaran yang dimanipulasi;

8) Guru tidak memisahkan antara tahap “mengetahui” dari proses

“menemukan”; dan

9) Guru mengusahakan agar siswa dapat mengkomunikasikan pemahaman mereka karena dengan begitu mereka benar-benar sudah belajar.

Trianto (2012:75), menyatakan bahwa pada dasarnya aliran kontruktivisme menghendaki pengetahuan dibentuk sendiri oleh individu dan pengalaman merupakan kunci utama dari belajar bermakna. Belajar bermakna tidak akan terwujud hanya dengan mendengarkan ceramah atau membaca buku tentang pengalaman orang lain. Seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungan melalui melihat, mendengar, mencium, menjamah, dan meraskannya.

Hal ini menampak kan bahwa pengetahuan lebih menunjuk pada pengalaman seseorang akan dunia dari pada dunia itu sendiri.

2.2 Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran Sains

Inkuiri merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas (Roestiyah, 2012: 75). Inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi yang diajarkan :

1) Observasi (Observation) 2) Bertanya (Questioning)

(35)

10 3) Mengajukan Dugaan (Hyphotesis)

4) Pengumpulan Data (Data gathering)

5) Penyimpanan (Conclussion) (Trianto, 2009:114)

IPA adalah suatu kumpulan teoritis yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingintahu, terbuka, jujur dan sebagainya (Trianto, 2012: 136). Selanjutnya Trianto (2012: 153), mengatakan bahwa IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Diharapkan pembelajaran IPA dapat menjadi suatu mata pelajaran yang menyenangkan bagi siswa, karena pendekatan, metode dan model pembelajaran yang digunakan sangat menarik dan menantang siswa berfikir untuk mengemukakan pendapat dan menyelesaikan suatu masalah yang ada.

Sebagaimana yang diungkapkan (Elfis, 2010), mata pelajaran IPA sebagai proses pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara alamiah. Pendidikan Biologi diarahkan untuk inquiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

2.3 Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem kelompok/tim, yaitu dengan empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis, jenis kelamin, ras atau suku

(36)

11

yang berbeda (heterogen) (Sanjaya, 2011: 242). Selanjutnya, menurut Suprijono (2015: 54) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru.

Didalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok- kelompok kecil yang terdiri dari 2 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras, dan satu sama lain saling membantu.

Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dalam dan kegiatan belajar.

Tabel 1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

Fase Tingkah laku guru

Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pelajaran tersebut dan memotifasi siswa

Fase 2 Menyajikan Informasi Guru menyampaikan informasi pada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bacaan

Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif

Guru menjelaskan kepada siswa bagiaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efesian

Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Fase 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi

yang telah di pelajari atau masing-masing kelompok mempersentasikan hasil kerjanya Fase 6 Memberikan

penghargaan

Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok Sumber: (Ridwan, 2014: 13)

Menurut Sanjaya (2011:249), pembelajaran kooperatif mempunyai keunggulan, yaitu:

1) Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menentukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa lain.

(37)

12 2) Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan

ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.

3) Pembelajaran kooperatif membantu anak untuk respek pada orang lain menyadari akan segala keterbatasan serta menerima segala perbedaan.

4) Pembelajaran kooperatif dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.

5) Pembelajaran kooperatif cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan mengatur waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.

6) Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahaman sendiri serta menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan karena keputusan yang dibuat adalah keputusan kelompoknya.

7) Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata.

8) Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.

Menurut Sanjaya (2011: 250), disamping keunggulan pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan, yaitu:

1) Untuk memahami dan mengerti filosofi kooperatif memang butuh waktu.

Sangat tidak rasional kalau kita mengharapkan secara otomatis siswa dapat mengerti filsafat cooperatif learning.

2) Ciri utama dari pemnbelajaran kooperatif adalah bahwa siswa saling membelajarkan. Oleh karena itu, jika tanpa peer teaching yang efektif, maka dibandingkan dengan pembelajaran pembelajaran langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar demikian apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.

(38)

13

3) Penilaian yang diberikan dalam pembelajaran kooperatif didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari, bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah setiap individu siswa.

4) Keberhasilan pembelajaran kooperatif dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang, dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau sekali-kali penerapan.

5) Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan secara individual. Oleh karena itu idealnya melalui pembelajaran kooperatif selain siswa belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan sendiri.

Manfaat penerapan pembelajaran kooperatif adalah dapat mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya dalam wujud input pada level individual di samping itu, belajar kooperatif dapat mengembangkan solidaritas sosial di kalangan siswa dalam belajar kooperatif, dihadapkan kelak akan muncul generasi baru yang memiliki prestasi akademik yang cemerlang dan memiliki solidaritas sosial yang kuat (Trianto 2010: 57).

Menurut (Trianto, 2010:71), perkembangan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Tabel 2. Menghitung skor individu Kelompok kooperatif

Skor Tes Akhir Poin Kemajuan

Lebih dari 10 poin dibawah skor dasar 5 poin 10 poin sampai 1 poin dibawah skor dasar 10 poin Skor 0 sampai 10 poin diatas skor dasar 20 poin Lebih dari 10 poin diatas skor dasar 30 poin

Pekerjaan sempurna 30 poin

Sumber: (Trianto, 2010: 72)

(39)

14 Tabel 3. Tingkat penghargaan Kelompok

Kriteria Penghargaan

Kelompok dengan rata-rata skor 0-5 -

Kelompok dengan rata-rata skor 5-15 Tim Baik Kelompok dengan rata-rata skor 15-25 Tim Hebat Kelompok dengan rata-rata skor 25-30 Tim Super Sumber: (Trianto, 2010: 72)

2.4 Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two

Model pembelajaran The Power Of Two diawali dengan mengajukan pertanyaan. Diharapkan pertanyaan yang dikembangkan adalah membutuhkan pemikiran kritis. Mintalah kepada peserta didik secara perorangan untuk menjawab pertanyaan yang diterimanya. Setelah semua menyelesaikan jawabannya, mintalah kepada peserta didik mencari pasangannya. Individu- individu yang berpasangan diwajibkan saling menjelaskan jawaban masing- masing, kemudian menyusun jawaban baru yang disepakati bersama. Setelah masing-masing pasangan menulis jawaban mereka, mintalah mereka membandingkan jawaban tersebut dengan pasangan lain, demikian seterusnya.

Berikan waktu yang cukup agar peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan yang lebih intergratif. Diakhir pembelajaran buatlah rumusan- rumusan rangkuman jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan.

Rumusan tersebut merupakan konstruksi atas keseluruhan pengetahuan yangtelah dikembangkan selama diskusi (Suprijono, 2015:119).

Albab (2012) menyatakan bahwa sebagai suatu strategi pembelajaran The Power Of Two mempunyai keunggulan :

1) Siswa tidak terlalu mengandalkan guru, akan tetapi menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa lain.

2) Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata- kata secara verbal dan dengan membandingkan ide-ide atau gagasan-gagasan orang lain.

3) Membantu siswa agar dapat bekerja sama dengan orang lain, dan menyadari segala atas keterbatasannya serta kekurangan orang lain.

(40)

15

4) Membantu siswa untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

5) Meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir.

6) Meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.

Menurut Silberman, (2007: 48), sintak model pembelajaran The Power Of Two adalah sebagai berikut :

1) Langkah pertama, berilah peserta didik satu atau lebih pertanyaan yang membutuhkan refleksi dan pikiran.

2) Langkah kedua, mintalah peserta didik untuk menjawab pertanyaan sendiri- sendiri.

3) Langkah ketiga, setelah semua melengkapi jawabannya, bentuklah kedalam pasangan dan mintalah mereka untuk berbagi jawaban dengan yang lain.

4) Langkah keempat, mintalah pasangan tersebut membuat jawaban baru untuk masing-masing pertanyaan.

5) Langkah kelima, setelah semua pasangan selesai menulis jawaban baru, bandingkan jawaban dari masing-masing pasangan kepasangan yang lain.

2.5 Media Ajar Handout

Handout merupakan bahan tertulis yang disiapkan guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout biasanya diambil dari beberapa literatur yang memeliki relevensi dengan materi yang diajarkan/kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain dengan cara mengunduh dari internet atau dari sebuah buku (Majid, 2013:175).

Handout adalah selembar (beberapa lembar) kertas yang berisi tugas atau les yang diberikan pendidik kepada peserta didik. Terkait hal dengan hal diatas Mohammad (2010: 288) dalam Prastowo (2012: 78). Bahan Ajar ini tersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Bahan ajar ini diberikan kepada peserta didik guna memudahkan mereka saat mengikuti proses pembelajaran (Prastowo,2012: 79).

(41)

16 Menurut Prastowo (2012: 80) fungsi handout antara lain: (a) Membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat, (b) sebagai pendamping penjelasan peserta didik, (c) sebagai bahan rujukan peserta didik, (d) memotivasi siswa agar lebih giat belajar, (e) mengingat materi pokok yang diajarkan, (f) member umpan balik, dan (g) menilai hasil belajar. Dalam fungsi pembelajaran, pembuatan handout memiliki beberapa tujuan yaitu: (a) untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi atau materi pembelajaran sebagai pegangan peserta didik, (b) untuk memeperkaya pengetahuan peserta didik, dan (c) untuk mendukung bahan ajar lainnya atau penjelasan dari pendidik.

Penyusunan handout dalam kegiatan pembelajaran memiliki beberapa manfaat, diantaranya memudahkan peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran dan melengkapi kekurangan materi. Prastowo (2012: 61-82) mengungkapkan bahwa beberapa ciri khas dari bahan ajar ini ada tiga macam yaitu: (a) merupakan jensi bahan ajar cetak yang dapat memberikan informasi kepada siswa, (b) handout berhubungan dengan materi yang diajarkan pendidik, (c) handout terdiri atas catatan, tabel, diagram, dan materi-materi tambahan lainnya.

2.6 Hasil belajar Kognitif

Belajar adalah “berubah”. Dalam hal ini belajar bearti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu- individuyang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri minat,watak penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut segala aspek organismedan tingkah laku pribadi seseorang (Sardiman, 2009: 21).

Hasil belajar adalah kemampaun siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar. Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh siswa sehubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji. Hasil belajar bisa berbentuk pengetahuan, keterampilan, maupun sikap (Kunandar, 2014: 251).

(42)

17

Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam kawasan kognisi, proses belajar melibatkan kognisi meliputi kegiatan sejak dari penerimaan stimulus eksternal oleh sensori. Penyimpanan dan pengolahan dalam otak menjadi informasi hingga pemanggilan kembali informasi ketika diperlukan untuk menyelesaikan masalah (Purwanto, 2013 : 50)

2.7 Hubungan Penerapan Pembelajaran Kooperatif The Power Of two dengan menggunakan Handout Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pembelajaran Kooperatif merupakan konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran Kooperatif dianggap diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyidiakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud (Suprijono, 2015: 73-74).

Pembelajaran Kooperatif tipe The Power Of Two yang diawali dengan mengajukan pertanyaan, diharapkan dengan pertanyaan yang membutuhkan pemikiran kritis. Menurut Syaiful Djamarah (2010: 395) aktivitas pembelajaran ini digunakan untuk mendorong pembelajaran Kooperatif dan memperkuat arti penting serta manfaat sinergi dua orang.

Handout merupakan bahan tertulis yang disiapkan guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout biasanya diambil dari beberapa literatur yang memiliki relevensi dengan materi yang diajarkan/kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain dengan cara mengunduh dari internet atau dari sebuah buku (Majid, 2013:175).

Hasil belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengetahui pengetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar (Kunandar, 2014: 276).

(43)

18 2.8 Penelitian yang Relevan

Penelitian yang dilakukan oleh Nilawati (2014), menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two dengan menggunakan Handout terhadap hasil belajar biologi kelas VII7 SMP 12 Pekanbaru Tahun Ajaran 2013/2014 dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan ketuntasan nilai daya serap PPK siswa sebelum PTK 70.125%, setelah PTK siklus I menjadi 79,22% dan pada siklus II menjadi 79.35%, dan juga dapat meningkatkan ketuntasan belajar nilai KI siswa sebelum PTK 75% setelah siklus I menjadi 95% dan siklus II 94.87%.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Chimairo (2015) menyimpulkan bahawa hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran menulis dengan menggunakan metode The Power of Two terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode The Power Of Two.

Penelitian yang dilakukan oleh Kusbandi (2014) menyatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran The Power Of Two dapat meningkatkan kemampuan analisis siwa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya rata-rata kemampuan analisis siswa yang sebelumnya 67,03% pada pra siklus, setelah menggunakan model pembelajaran The Power Of Two kemampuan analisis siswa rata-rata 75,00%. Pada siklus I dan 86,88% pada siklus II terdapat peningkatan sebesar 7,97% pada siklus I dan II , 88% pada siklus II.

Penelitian yang dilakukan oleh Perwitasari,dkk. (2014), dengan judul penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe The power of Two untuk meningkatkan kemampuan menghitung pecahan campuran. Mengatakan bahwa setelah peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus, subjek peneliti ini adalah siswa kelas V SD Negri Bendan Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 28 siswa dengan menggunakan The Power Of Two dapat meningkatkan nilai kemampuan menghitung operasi pecahan campuran.

(44)

19

Selanjutnya, dilakukan oleh Widodo, (2013), mengatakan bahwa ada Peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar setelah menerima pembelajaran.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran the power of two dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa.

(45)

20 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018, Penelitian pengambilan data mulai dari bulan Maret sampai bulan Mei 2018.

3.2 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 32 orang perempuan. Dasar pengambilan subjek penelitian ini dikarenakan kelas VIIIPI terdiri dari siswa pintar, siswa sedang dan siswa kurang.

3.3 Metode dan Desain Penelitian 3.3.1 Metode Penelitian

Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu sebuah penelitian atau usaha yang dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Menurut Arikunto (2015: 2) menjelaskan bahwa PTK itu merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan dikelas. Dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata inti, yaitu: 1) Penelitian 2) Tindakan, dan 3) Kelas.

Tujuan dari PTK ini menurut (Kunandar, 2008: 63) yaitu : 1) Untuk memecahkan permasalah nyata, didalam kelas yang dialami l angsung oleh guru dan siswa, 2) Peningkatan kualitas praktik, mutu, proses pembelajaran dan relevansi pendidikan, 3) Sebagai alat traning in-service, pendekatan inovatif, 4) Sebagai alat untuk memasuk kan pendekatan tambahan atau inovatif terhadap sistem pembelajaran, dan 5) peningkatan mutu hasil pendidikan.

(46)

21

3.3.2 Desain Penelitian

Desain penelitian ini adalah desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang akan dilaksanakan sesuai dengan tahap-tahap penelitian tang dirumuskan pada Gambar

(47)

22

Gambar 1. Design Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Mengetahui hasil belajar biologi dengan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two dengan Handout (dimodifikasi berdasarkan Elfis, 2010)

Observasi Pembelajaran IPA

Penerapan Pembelajaran Kooperatif The Power Of two dengan menggunakan Handout

Pelaksanaan Tindakan I

Perencanaan Tindakan

Penerapan Pembelajaran Kooperatif The Power of Two dengan menggunakan Handout untuk meningkatkan hasil belajar Kognitif IPA Siswa Kelas VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018

Analisis Data Refleksi

Terselesaikan

Pelaksanaan Tindakan II Permasalahan Belum

Terselesaikan

Alternatif Pemecahan (Rencana Tindakan II)

Analisis data Observasi (Monitoring) Refleksi

Permasalahan belum terselesaikan Terselesaikan

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Permasalahan:

1. Siswa tidak memiliki bahan ajar maupun sumber belajar, seperti banyaknya siswa tidak memiliki buku paket.

2. Guru masih kurang bervariasi menggunakan model pembelajaran.

3. Siswa kurang aktif dalam tanya jawab

4. Rendahnya tingkat keberhasilan siswa dalam pencapaian KKM 77

Siklus I

Siklus II

SIKLUS SELANJUTYA

(48)

23

3.4 Prosedur Penelitian

Adapun prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Tahap Persiapan

a. Menetapkan kelas penelitian yaitu VIIIPI MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru tahun ajaran 2017/2018.

b. Penentuan jadwal dan jam pelajaran.

c. Menetapkan materi pelajaran yang disajikan

d. Menyiapkan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKPD, buku panduan siswa, soal kuis beserta kunci, soal ujian siklus 1 dan siklus II)

e. Mengadakan sosialisasi

f. Menentukan skor dasar individu yang diambil dari skor ulangan harian

g. Membentuk kelompok diskusi yang beranggotakan dua orang secara keterogen, sesuai dengan kemampuan akademik dan jenis kelamin berdasarkan nilai siswa sebelum PTK dan informasi guru mata pelajaran biologi.

Adapun perangkat pembelajaran guru dalam penelitian ini adalah :

1) Standar isi yaitu struktur kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah standar isi yang digunakan adalah standar isi IPA biologi untuk kelas VIIIPI.

2) Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

3) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.

4) Lembar kerja peserta didik (LKPD) yaitu sebagai pedoman yang dibuat guru yang akan diberikan pada peserta didik saat diskusi.

5) Tes yaitu : alat evaluasi untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

(49)

24 2) Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini dilakukan tahap pelaksanaan proses pembelajaran The Power Of Two dengan langkah-langkah pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut :

Tabel 4. Tahap Pelaksanaan Kooperatif The Power Of Two No

Guru

Kegiatan

Peserta Didik 1. Kegiatan Awal ± 10 menit

• Mengucap salam

• Memeriksa kehadiran peserta didik

• Memotivasi

• Apersepsi

• Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, serta tujuan pembelajaran.

• Menjawab salam (religius)

• Mempersiapkan diri untuk mengikuti proses KBM dan menjawab absensi (disiplin)

• Mendengarkan motivasi yang diberikan guru (mandiri)

• Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru sesuai dengan pengetahuan mereka (mandiri)

• Menulis kompetensi yang disampaikan guru (perhatian) 2. Kegiatan Inti ± 55 menit

• Memastikan peserta didik duduk ditempatnya masing- masing

• Menjelaskan materi secara singkat

• Memberikan LKPD yang berisi pertanyaan berfikir kritis pada setiap siswa.

• Mempersilahkan peserta didik untuk menjawab soal berfikir kritis yang terdapat pada LKPD secara individu

• Duduk ditempat masing- masing

• Mendengarkan informasi atau materi yang dibrikan guru

• Membaca dan memahami pertanyaan yang terdapat pada LKPD (rasa ingin tahu)

• Memikirkan jawaban baru dari pertanyaan yang diberikan secara individu (mandiri)

(50)

25 No

Guru

Kegiatan

Peserta Didik

• Mempersilahkan setiap individu-individu yang berpasangan saling menjelaskan jawaban masing-masing kemudian menyusun jawaban baru yang disepakati bersama

• Mengintruksi peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi dengan pasangan

• Mengintruksi siswa untuk membandingkan jawaban tersebut dengan pasangan- pasangan lainnya

• Memberi penguatan

• Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal yang belum mengerti tentang materi yang telah dipelajari hari ini

• Berdiskusi dan saling bertukar jawaban (kerjasama)

• Mempresentasikan hasil diskusi dengan pasangan (tanggung jawab dan percaya diri)

• Membandingkan hasil diskusi dengan pasangan lainnya.

• Mencatat penguatan yang diberikan oleh guru

• Bertanya hal yang belum dimengerti

3. Kegiatan Akhir ± 15 menit

• Menyimpulkan materi pembelajaran

• Guru melakukan kuis kepada peserta didik untuk mengetahui daya serap materi yang telah dipelajari

• Menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya

• Berdoa

• Materi pembelajaran (kerja sama)

• Menjawab soal kuis yang diberikan oleh guru (teliti dan percaya diri)

• Mencatat topik dan materi yangakan dipelajari selanjutnya

• Berdoa

3.) Tahap Analisis

Data hasil belajar siswa pada penelitian ini akan dianalisis untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

4.) Refleksi

Mengkaji apa yang telah tercapai dan apa yang belum tercapai, yang telah berhasil dituntaskan dengan perbaikan yang telah dilaksanakan.

(51)

26 5.) Tahap Evaluasi Belajar

Evaluasi pembelajaran dilakukan pada ujian blok diakhir KD, dengan instrumen tes. Soal berupa 20 soal Objektif, dan 5 soal essay, pada siklus ke II dengan langkah yang sama pasa siklus I begitu selanjutnya.

6.) Perencanaan Tindakan Lanjut

Bila hasilnya belum memuaskan, maka dilakukan tindakan perbaikan untuk mengatasinya. Dengan kata lain, bila masalah yang diteliti belum tuntas, maka PTK harus dilanjutkan pada siklus II dengan langkah yang sama pada siklus dan seterusnya.

3.5 Teknik Pengumpulan Data 3.5.1 Perangkat Pembelajaran Guru

Adapun perangkat pembelajaran guru dalam penelitian ini adalah :

1) Standar isi yaitu struktur kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah standar isi yang digunakan adalah standar isi IPA biologi untuk kelas VIIIPI.

2) Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

3) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.

4) Lembar kerja peserta didik (LKPD) yaitu sebagai pedoman yang dibuat guru yang akan diberikan pada peserta didik saat diskusi.

5) Tes yaitu : alat evaluasi untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

(52)

27

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan dengan cara yaitu : Penilaian tes untuk melihat peningkatan hasil belajar kognitif siswa yang akan digunakan sebagai sumber penelitian. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai kumpulan pengetahuan dan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Teknik pengumpulan data tes hasil belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Ujian Blok, pada tiap KD berbentuk 20 soal

b. Kuis dilaksanakan setelah setiap akhir pertemuan yang terdiri dari 2-3 soal esai.

c. Tugas rumah/PR

d. Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)

3.6 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data digunakan yaitu teknis analisis deskriptif, data yang diolah adalah nilai kuis, nilai tugas LKPD, dan nilai ujian Blok, yang merupakan nilai kognitif. Penilaian itu bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar kognitif siswa setelah diterapkan model pembelajaran The Power Of Two dengan menggunaka Handout, untuk melihat daya serap dan ketuntasan belajar siswa secara individu maupun secara klasikal.

3.6.1 Pengolahan Data hasil belajar siswa 3.6.1.1 Pengolahan Data hasil belajar PPK

Nilai PPK didapatkan dari nilai tugas rumah (PR), nilai quis tertulis (QT) dan LKPD dan Ujian Blok

Sumber : MTS Ummatan Wasathan PTR Pekanbaru

Kognitif = 10% × (rata-rata PR) + 20% × (rata-rata QT) + 30% × (rata-rata LKPD) + 40% UB

(53)

28 3.6.1.2 Teknik Analisis Data Deskriptif

Menurut Elfis (2010) dalam peneliti Nilawati (2014), analisis deskriptif data pencapaian hasil belajar Biologi siswa dilakukan dengan melihat (1) Daya serap siswa, (2) Ketuntasan individu siswa, (3) Ketuntasan klasikal. Adapun kriteria penetuan pencapaian hasil belajar siswa adalah sebagai berikut :

a. Daya serap siswa

Untuk mengetahui daya serap siswa dari hasil belajar dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Rumus diatas adalah untuk mengetahui daya serap siswa dari hasil belajar, hasil belajar tiap siswa terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas.

Bahan mentah terwujud dalam lembar-lembar jawaban soal quis tertulis (QT) dan soal ujian blok (UB). Lebih bagi siswa hasil belajar tersebut berguna untuk memperbaiki cara-cara belajar lebih lanjut. Oleh karena itu, hasil belajar tersebut dianalisis dengan menggunakan kriteria seperti pada tabel 5 berikut :

Tabel 5. Interval dan Kategori Daya Serap Siswa

No Interval (%) Kategori

1 93-100 Sangat Baik

2 85-92 Baik

3 77-84 Cukup

4 76 Kurang

Sumber : Dimodifikasi sesuai KKM Sekolah MTS Ummatan Wasathan Pekanbaru

Daya serap (%) = Jumlah jawaban yang benar × 100 Jumlah Soal

(54)

29

Tabel diatas untuk menetukan tingkat pemahaman siswa melalui hasil belajar, sehingga siswa tersebut akan dikategorikan sangat baik, baik, cukup dan kurang berdasarkan daya serapnya.

b. Ketuntasan Belajar

1. Ketuntasan Individu Siswa

Berdasarkan kurikulum VIIIPI yang telah ditetapkan dalam kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada mata pelajaran Biologi bahwa siswa kelas VII dilaksanakan dalam belajar apabila mencapai KKM 77.

2. Ketuntasan Klasikal

Menurut Direktorat Pembina Sekolah Menengah Atas dalam (Elfis 2010), suatu kelas dinyatakan tuntas apabila sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa telah tuntas. Ketuntasan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

100 (%) = ×

JS KK JST

Keterangan:

KK = ketuntasan klasikal

JST = jumlah siswa yang tuntas dalam kelas perlakuan (tolak ukur KKM).

JS = jumlah seluruh siswa dalam kelas perlakuan

Gambar

Tabel 1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif
Tabel 2. Menghitung skor individu Kelompok kooperatif
Gambar 1. Design Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Mengetahui hasil belajar  biologi dengan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two  dengan Handout (dimodifikasi berdasarkan Elfis, 2010)
Tabel 4. Tahap Pelaksanaan Kooperatif The Power Of Two  No
+7

Referensi

Dokumen terkait

mitokondria akan diselubungi oleh membran ganda yang merupakan derivat dari sisterna RE. Membran RE kemudian bergabung dengan lisosom untuk.

Dengan menggunakan sistem E-samsat wajib pajak dapat membayar Pajak Kendaraan Bermotor dan mencetak Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) atau bukti pembayaran PKB. Tata cara

a) Untuk pekerjaan dengan volume besar, peralatan penakarnya dibuat dengan ukuran volume minimal untuk 1zak semen, terbuat dari kayu (papan) atau bahan lain

The Local Health Financing Scheme (Jamkesda) in the Transition Time to (Jamkesda) in the Transition Time to the Universal Health Coverage:?. A Story from

Hasil penelitian ini mengambarkan sebagian besar wanita pascamenopause di Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru memiliki aktivitas fisik dalam

huruf hiragana antara mahasiswa yang menggunakan model blended. learning pada kelas eksperimen dengan mahasiswa

tekhnis pendokumentasian yang diterapkan di Pemerintah Provinsi NTT sudah sesuai dengan pola standard yang ditetapkan dan mengacu pada Peraturan Presiden nomor 33 tahun 2012

Pada hari keempat seluruh sel terinfeksi oleh virus, hal ini menunjukkan bahwa zat aktif yang terkandung dalam ekstrak sambiloto tidak mampu untuk menghambat infeksi virus ke dalam