• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-21 Universitas Brawijaya, Malang, Oktober 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Prosiding Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-21 Universitas Brawijaya, Malang, Oktober 2018"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN PENGGUNAAN KARET SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK MENGURANGI PEMAKAIAN ASPAL PADA CAMPURAN

HOT ROLLED SAND SHEET (HRSS)

Indra priadasini zains Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya Jl.Yos Sudarso,Palangka Raya

Hp.+6285349021963 [email protected]

Desriantomy Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya Jl.Yos Sudarso,Palangka Raya

Hp.+6281352766899 Fax.(0536)3226487

Robby Fakultas Teknik Universitas Palangka raya Jl.Yos Sudarso,Palangka Raya

Hp.+6281349767419 Fax (0536)3226487

Abstract

From this result research, it is can be concluded that based on physical characters of sand aggregate in Tjilik Riwut Km.21 can be used as aggregate at mixture of thin layer of sandstone asphalt (Hot Rolles Sand Sheet), While rubber can be used as substitute material of Asphalt at mixture of thin layer of sandstone asphalt (Hot Rolled Sand Sheet) to know the influenceof sand, it is made 3 (tri) mixture composition with each 5 (five) variant asphalt content and 5 (five) variant of rubber content, I composition of sand in (Jl. Tjilik Riwut Km.21) Composition II ( Rubber as a Subtitute material of asphalt. Based on marshall test result for Composition I shows asphalt optimum content (KAO) is 8,4 % and Composition II shows valve of rubber content 6% which fulfill specifications.

Keywords: hot rolled sand sheet, Marshall test, the optimum asphalt content Abstract

Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat fisik agregat pasir dari JL. Tjilik Riwut Km.21 dapat digunakan sebagai agregat pada campuran Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet), sedangkan karet dapat digunakan sebagai bahan pengganti aspal pada campuran. Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet). Untuk mengetahui pengaruh pasir, dibuat 3 (tiga) komposisi campuran dengan masing-masing 5 (lima) variasi kadar aspal dan 5 (lima) variasi kadar Karet. Komposisi I (Pasir jl. Tjilik Riwut Km.21), Komposisi II (Karet sebagai pengganti aspal). Berdasarkan hasil tes Marshall untuk Komposisi I diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 8,4%, Komposisi II diperoleh nilai Kadar karet 6% yang memenuhi spesifikasi.

Kata Kunci: Lataston Tipis Aspal Pasir, Tes marshall, Kadar Aspal Optimum

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak di antara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan, yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi, dan selama masa pelayanannya diharapkan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Supaya perkerasan mempunyai daya dukung dan keawetan yang memadai, tetapi juga ekonomis, maka perkerasan jalan dibuat berlapis - lapis.

(2)

yang paling baik mutunya. Di bawahnya terdapat lapisan pondasi, yang diletakan di atas tanah dasar yang telah dipadatkan (Sukirman, 2003).

Kebutuhan akan material semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan jalan di Kalimantan Tengah. Karena itu perlu adanya material alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan campuran pembentuk latasir lapis permukaan. Jika ingin mendapatkan perkerasan jalan sesuai dengan mutu yang diharapkan, maka harus diperlukan pengetahuan tentang sifat, pengadaan dan pengolahan agregat.

Salah satu jenis perkerasan yaitu Latasir (Lapisan Tipis Aspal Pasir), adalah lapisan khusus yang mempunyai ketahanan alur rendah. Oleh karena itu tidak diperkenankan digunakan untuk daerah berlalu lintas berat atau daerah tanjakan.

Latasir biasa juga disebut sebagai HRSS (Hot Rolled Sand Sheet).

Penelitian ini menggunakan pasir dari Jl.Tjilik Riwut Km.21 dan karet yang digunakan dari Jl.Tjilik Riwut Km. 10 Palangka Raya Kalimantan Tengah.

Pengambilan pasir ini berada didarat. Pasir ini di gunakan sebagai agregat halus dan karet digunakan untuk pengganti aspal pada campuran aspal panas jenis HRSS (Hot Rolled Sand Sheet). Penggunaan karet ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan aspal untuk campuran aspal panas jenis HRSS (Hot Rolled Sand Sheet).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut:

1. Apakah material pasir yang berasal dari Jl.Tjilik Riwut Km.21 memenuhi persyaratan spesifikasi untuk digunakan sebagai bahan baku campuran HRSS (Hot Rolled Sand Sheet)?

2. Berapa nilai kadar aspal optimum (KAO) dari campuran pasir Km.21 sebagai campuran HRSS?

3. Apakah penggunaan karet untuk mengurangi pemakaian aspal untuk campuran HRSS (Hot Rolled Sand Sheet) dapat memenuhi spesifikasi yang ada pada HRSS?

4. Berapa nilai karakteristik Marshall berdasarkan KAO (kadar aspal

(3)

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui sifat-sifat fisik pasir dari Jl.Tjilik Riwut Km.21 Palangka Raya sebagai bahan baku campuran HRSS (Hot Rolled Sand Sheet).

2. Mengetahui kadar aspal optimum (KAO) dari komposisi pasir yang digunakan untuk campuran HRSS.

3. Mengetahui nilai karakteristik Marshall dari pemakaian pasir yang berasal dari Jl.Tjilik Riwut Km.21 Palangka Raya terhadap campuran

4. Mengetahui penggunaan karet untuk mengurangi pemakaian aspal pada campuran HRSS dapat memenuhi spesifikasi pada campuran HRSS?

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode uji laboratorium. Material yang akan digunakan dalam penelitian ini diperiksa terlebih dahulu di labortorium untuk memperoleh karateristik dari material tersebut. Data yang digunakan di laboratorium digunakan umtuk perencanaan campuran, selanjutnya dibuat benda uji (briket) sehingga diketahui karakteristik campuran.

(4)

Gambar 1. Bagan Alir Penelitian.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pengujian Sifat-sifat fisik campuran terdiri dari pengujian gradasi agregat (pasir), pengujian berat jenis dan penyerapan agregat (pasir), pengujian kadar lempung.

Hasil pemeriksaan gradasi dapat dilihat pada Tabel 1

Tabel 1 Hasil Pemeriksaan Gradasi (Analisa Saringan) No. Saringan Persentase Lolos Saringan(%)

Inch mm Pasir km.21

#3/4 19.10 100,00

#1/2 12.70 100,00

#3/8 9.50 100,00

No. 8 2.36 100,00

No.16 1,413 91,81

No.30 0.60 57,53

No.200 0.075 8,41

(5)

Pemeriksaan sifat-sifat fisik agregat yang lain yaitu pemeriksaan berat jenis, penyerapan, sand equivalent dapat dilihat pada Tabel 2

Tabel 2 Hasil Pemeriksaan Sifat-Sifat Fisik Agregat

Jenis Pemeriksaan Pasir

Km.21 Spesifikasi Berat Jenis (gr/cm³) 2,649 Min. 2,2 Berat Jenis (SSD) (gr/cm3) 2,669 - Berat Jenis Semu (gr/cm³) 2,702 -

Penyerapan (%) 0,739 Max. 3,0

Sand Equivalent (%) 89,19 Min. 40

Sumber : Hasil Pemeriksaan Laboratorium (2018)

Perencanaan proporsi campuran menggunakan metode dari Spesifikasi Umum 2010 (revisi 3). Dari perhitungan yang dilakukan kita dapat menentukan perkiraan kadar aspal awal. Perkiraan kadar aspal awal diperoleh dari rumus:

P = 0,035 ( % CA ) + 0,045 ( % FA ) + 0,18 ( % filler) + Konstanta Keterangan:

P = Kadar Aspal Tengah/ ideal, persen terhaadap berat campuran CA = Persen Agregat tertahan di saringan nomor 8.

FA = Persen Agregat lolos saringan 8 dan tertahan saringan No.200.

filler = Persen agregat lolos saringan 200.

Konstanta = 2,0 – 3,0 ( Diambil nilai Konstanta minimal = 2,0 ).

Tabel 3 Hasil Analisa Saringan Pasir Jl. Cilik riwut Km.21

No. Saringan Persentase Lolos Rata-rata

Spesifikasi

inch Mm

3/4" 19,10 100,00 100

1/2" 12,70 100,00 -

3/8" 9,50 100,00 -

No.8 2,36 100,00 75-100

No.16 1,41 91,74 -

No.30 0,47 57,20 -

No.200 0,080 8,41 8-13

PAN 0,00 0,0 -

Sumber: Hasil Perhitungan (2018)

(6)

Dari proporsi yang telah ditentukan, diperoleh nilai kadar aspal rancangan 8% yang kemudian diurutkan dua variasi kadar aspal kebawah dan dua variasi kadar aspal ke atas dengan interval 0,5%. Dari hasil perhitungan perkiraan kadar aspal diperoleh lima variasi kadar aspal yaitu: 7%, 7,5%, 8%, 8,5%,dan 9%. Persentase terhadap berat total agregat yang digunakan yaitu 1000 gram.

Hasil proporsi agregat campuran Latasir ( HRSS ).

Tabel 4 Proporsi Agregat Dalam Campuran

No Jenis Besar Butiran Agregat Persentase Terhadap Total Agregat

Kadar Aspal ( % )

1 Pasir Jl. Cilik Riwut Km. 21 100% 7 %, 7,5 %, 8 %, 8,5

%, 9 % Sumber: Hasil Perhitungan (2018)

Tabel 5 Rencana Berat Material Dan Aspal

Komposisi

Berat Total Agregat

Variasi Kadar Aspal

7% 7,5% 8% 8,5% 9%

Berat Kadar Aspal Terhadap Total Campuran

gram

Gram

Aspal Berat total Aspal Berat total Aspal Berat total Aspal Berat total Aspal Berat total A (Pasir Jl.

Tjilik Riwut Km. 21)

1000 75,26 1075,26 81,08 1081,08 86,95 1086,95 92,89 1092,89 98,90 1098,90

Sumber: Hasil Perhitungan (2018)

Hasil dari pengujian Marshall di Laboratorium dapat dilihat pada Tabel 6 Tabel 6 Hasil Pengujian Marshall untuk Komposisi I

Kadar Aspal (%)

Parameter Marshall

Keterangan Stabilitas

(kg)

Flow (mm)

Berat Isi

(gram/cm3) VIM (%) VFB (%) MQ (kN/mm)

7

315.112 2.60 2.106 9.832 59.694 148.158

Tidak memenuhi spesifikasi

7,5

346.325 2.77 2.131 8.134 66.110 126.802

Tidak memenuhi spesifikasi

8

372.430 2.93 2.153 6.512 72.589 126.899

Tidak memenuhi spesifikasi

8,5 334.616 2.97 2.172 4.998 78.766 112.845 Memenuhi spesifikasi

(7)

Spesifikasi > 200 2 - 3 - 3 - 6 75 - 85 > 80 Sumber: Hasil Pengujian Marshall Komposisi A (2018

Hasil dari pengujian Marshall pada Komposisi I menunjukkan bahwa pada kadar aspal 8,5 campuran aspal tersebut memenuhi spesifikasi terhadap semua Parameter Marshall, sedangkan pada kadar aspal 7%, 7,5%, 8% dan 9%

beberapa parameter Marshall pada campuran aspal tersebut tidak memenuhi spesifikasi.

selanjutnya ditentukan nilai kadar aspal yang berada di tengah-tengah nilai dari stabilitas, Marshall Quotient, flow, VIM dan VFB yang memenuhi spesifikasi. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada grafik hubungan kadar aspal dengan sifat-sifat Marshall dengan kadar aspal 7%, 7,5%, 8%, 8,5%, dan 9% seperti berikut

Gambar 2 Grafik Hubungan Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) terhadap Parameter Marshall pada Komposisi I

Dari Gambar 2 didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 8,4% untuk campuran pada Komposisi I.

Untuk lebih jelas, nilai parameter Marshall dari masing-masing komposisi berdasarkan nilai kadar aspal optimum (KAO) yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.

Tabel 7 Nilai Parameter Marshall pada Kadar Aspal Optimum

Komposisi Campuran

KAO (%)

Parameter Marshall

Stabilitas (kg)

Flow (mm)

Rongga dalam Campuran (VIM) (%)

Rongga Terisi Aspal (VFB)

(%)

Hasil Bagi Marshall (kg/mm)

I 8,4 350,000 2,90 5,4 77,00 114,000

Sfesifikasi > 200 2 - 3 3-6 75-85 >80

Sumber: Hasil Perhitungan Marshall Komposisi A (2018)

(8)

Contoh Perhitungan : KAO = 8,4 % = ,

, 1000 = 91,703

Sampel I = 2% Karet = 91,703 = 1,0834 gram 98% Aspal = 91,703 = 89,869 gram Sampel II = 4% Karet = 91,703 = 3,668 gram

96% Aspal = 91,703 = 88,035 gram Sampel III = 6% Karet = 91,703 = 5,502 gram 94% Aspal = 91,703 = 86,201 gram Sampel IV = 8% Karet = 91,703 = 7,336 gram 92% Aspal = 91,703 = 84,367 gram Sampel V = 10% Karet = 91,703 = 9,1703 gram

90% Aspal = 91,703 = 82,533 gram

Hasil dari pengujian Marshall di Laboratorium dapat dilihat pada Tabel 8 Tabel 8 Hasil Pengujian Marshall untuk Komposisi II

Kadar Karet (%)

Parameter Marshall

Keterangan Stabilitas

(kg)

Flow (mm)

Berat Isi

(gram/cm3) VIM (%) VFB (%) MQ (kN/mm)

2

442.816 3.77 2.149 6.075 74.929 117.544

Tidak memenuhi spesifikasi

4

405.334 3.23 2.149 6.044 75.074 125.519

Tidak memenuhi spesifikasi

6

353.589 2.40 2.151 5.870 75.703 148.021

Memenuhi spesifikasi

8

319.093 2.60 2.132 6.671 73.130 122.590

Tidak memenuhi spesifikasi

10

258.724 2.70 2.135 6.515 73.656 95,797

Tidak memenuhi spesifikasi

Spesifikasi > 200 2 - 3 - 3 - 6 75 - 85 > 80

Sumber: Hasil Pengujian Marshall Komposisi Lateks (2018)

(9)

Parameter Marshall, sedangkan pada kadar Karet 2%, 4%, 8% dan 10%

beberapa parameter Marshall pada campuran aspal tersebut tidak memenuhi spesifikasi.

PENUTUP

Kesimpulan

Setelah melalui serangkaian penelitian yang meliputi pemeriksaan bahan/material, perencanaan benda uji dan pengujian benda uji maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu:

1. Hasil pemeriksaan sifat-sifat fisik agregat, Pengujian berat jenis, Kadar lempung, dan penyerapan. Diperoleh hasil pasir Jl. Tjilik Riwut Km.21 Palangka Raya dapat digunakan untuk campuran perkerasan Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet) karena telah memenuhi spesifikasi dalam pengujian gradasi.

2. Berdasarkan hasil penelitian terhadap parameter Marshall pada Komposisi I dengan variasi kadar aspal 7%, 7,5%, 8%, 8,5%, dan 9% memberikan hasil : Stabilitas tertinggi 8% = 372.430 kg, flow tertinggi 9% = 3,10 mm, VFB tidak memenuhi spesifikasi 7%, 7,5% dan 8%, VIM tidak memenuhi spesifikasi 7%, 7,5% dan 8%, Nilai hasil bagi marshall untuk komposisi I memenuhi spesifikasi Latasir (HRSS). Komposisi kadar aspal yang memenuhi spesifikasi yaitu 8,2 - 8,5% diperoleh nilai KAO sebesar 8,4% dengan nilai stabilitas 334.616 kg dan nilai flow 2,97 mm.

3. Berdasarkan hasil penelitian terhadap parameter Marshall pada Komposisi II dengan variasi kadar Karet 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% memberikan hasil : Nilai stabilitas tertinggi 2% = 442.816kg, flow tertinggi 2% = 3.77 mm, VFB tidak memenuhi spesifikasi 2%, 8% dan 10%, VIM tidak memenuhi spesifikasi 2%, 4%, 8%, 10%, Nilai hasil bagi marshall untuk komposisi II memenuhi spesifikasi Latasir (HRSS).

4. Untuk penggunaan karet sebagai bahan alternatif mengurai pemakaian aspal dapat digunakan namun sesuai proporsi dan harus sesuai dengan spesifikasi.

Saran

1. Penelitian menggunakan material ini masih bersifat tahap awal sehingga tidak menutup kemungkinan dilakukan penelitian sejenis untuk mendapatkan hasil

(10)

yang lebih akurat, salah satu cara dengan membandingkan penggunaan aspal pen. 60/70 dan 80/100, sehingga kita dapat mengetahui nilai stabilitas, VIM, VFB, dan flow mana yang lebih baik.

2. Penelitian tidak selalu menghasilkan sesuatu yang baik/memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan, tetapi hasil penelitian ini dapat dikaji lebih lanjut dalam hal pemanfaatan sumber daya alam berupa Pasir dan Karet yang berada di Kota Palangka Raya bisa dijadikan dasar untuk penelitian lain dengan tinjauan yang berbeda khususnya dalam teknologi perkerasan jalan.

3. Dalam pelaksanaan di lapangan komposisi campuran yang ada dapat digunakan namun sesuai dengan proporsinya.

DAFTAR PUSTAKA

Ance, N.A. (2009), Studi Penggunaan Agregat Halus Atau Pasir Putih Pada Berbagai Lokasi Di Kota Palangka Raya Sebagai Bahan Susun Pada Campuran Lapis Tipis Aspal Pasir (LATASIR), Tugas Akhir, Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya, Palangka Raya.

Direktorat Jendral Bina Marga (1999), Pedoman Perencanaan Campuran Beraspal Panas Dengan Kepadatan Mutlak, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Direktorat Jendral Bina Marga (2008), Spesifikasi Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir), Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Saleh, M. (2006), Pengaruh Perbedaan Besar Butiran Agregat Terhadap Campuran Hot Rolled Sand Sheet (HRSS), Tugas Akhir Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya, Palangka Raya.

Sukirman, S. (2003), Beton Aspal Campuran Panas, Granit, Jakarta.

Suprapto, T.M. (2004), Bahan Dan Struktur Jalan Raya, Biro Penerbit KMTS FT UGM, Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait