• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

41

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metode Pengumpulan Data

Proses pengambilan data yang saya gunakan untuk mendapatkan data mengenai perancangan media informasi mengenai panic attack adalah hybrid yang dimana dalam buku Research Design (2018) metode tersebut merupakan sebuah metode penggabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara dan forum group disscusion.

Pada pengumpulan data kuantitatatif penulis menyebarkan kuesioner. Penerapan metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

3.1.1 Wawancara

Guna mendapatkan insight mengenai panic attack penulis melakukan wawancara dengan penderita panic attack dan juga wawancara dengan ahli dalam hal ini adalah psikolog. Wawancara dengan penderita dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2021 yang dilakukan dengan zoom meeting sebagai media wawancara dan via chatting. Wawancara selanjutnya dilakukan pada tanggal 3 September 2021 dengan Fiona Damanik sebagai psikolog klinis guna mendapat data mengenai panic attack dan juga insight yang lebih mendalam seperti hal – hal yang harus di lakukan saat kepanikan terjadi dan sebagainya.

A. Wawancara Fiona Valentina Damanik M.Psi.

Pada hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Fiona Valentina Damanik M.Psi seorang psikolog klinis, penulis mendapatkan informasi bahwa seseorang dapat dikatakan mengalami panic attack jika penderita sudah mengalami berbagai gejala serangan panik seperti tiba – tiba sesak nafas, nyeri dada, berkeringat, dan lainnya merupakan ciri umum munculnya serangan panik dan dengan catatan tidak memiliki bentuk gangguan lain maka dapat didiagnosis penderita mengalami serangan

(2)

42

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

panik. Dasarnya seseorang akan tahu bahwa dia mengalami serangan panik melalui gejala umum yang dialami dan juga bantuan profesional seperti dokter, psikolog, dan psikiater. Panic attack sendiri tidak memiliki tingkatan keparahan tertentu sehingga jika penderita memenuhi gejala serangan panik bisa dipastikan penderita mengalami serangan panik mengingat serangan panik sendiri muncul secara tiba – tiba dengan atau tanpa triger tertentu. Umumnya tenaga profesional akan mendiagnosis apa yang penderita alami melalui gejala yang dia alami dan melakukan psikosomatis untuk melakukan review terhadap kesehatan mental pasien.

Pada saat seorang penderita mengalami serangan panik dan mencari bantuan profesional perlu diketahui bahwa serangan panik bukanlah awal dari sebuah penyakit melainkan serangan panik dapat muncul karena adanya sebuah bentuk pola hidup yang tidak sehat dalam hal psikis dalam jangka panjang yang bisa memicu munculnya serangan panik. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya sebuah fikiran yang membuat penderita tidak nyaman yang terus menerus diterima dan tidak diproses oleh fikiran dengan baik.

Cara seseorang dapat mengatasi serangan panik yang paling gampang adalah melakukan stablilisasi diri, dan segeralah untuk mencari bantuan profesional. Selain itu Ka Fiona juga mengatakan sebelum melakukan tahap stabilisasi diri pengetahuan tentang diri sendiri bahwa memiliki gangguan panik juga menjadi penting, hal ini menjadi penting karena penderita dapat mengetahui tempat nyaman dan aman untuk dirinya bahkan penderita juga dapat mengetahui pada situasi seperti apa yang membuat penderita mengalami serangan panik. Jika penderita tidak dapat mengetahui apa yang dia alami hal ini cenderung membuat penderita semakin panik, dan jika penderita mengetahui apa yang dia alami maka penderita dapat melakukan tahap stabilisasi untuk mengkondisikan dirinya saat terserang panik. Proses stabilisasi ini

(3)

43

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

dilakukan dengan teknik pernafasan yang berfungsi untuk mengembalikan ritme normal pernafasaan saat tidak terserang panik, lalu melakukan pengecekan panca indra mulai dari bau – bauan, meraba, dan penglihatan yang berfungsi untuk membantu penderita menyadari bahwa dia sedang berada di tempat yang aman tanpa adanya bentuk ancaman apapun. Pada saat seseorang sudah meminta bantuan profesional terhadap serangan panik yang penderita alami penderita akan dibantu dengan terapi – terapi tertentu sebagai contoh CBT (Cognitive Behavorial Theraphy). Cara mengatasi ini bukan berfungsi sebagai pengalihan fikiran bentuk serangan panik tetapi adalah sebuah metode untuk memberi tanda atau sinyal untuk tubuh bahwa penderita dalam keadaan yang aman. Penderita panic attack sebenarnya harus memeriksakan dirinya pada saat munculnya perasaan yang tidak nyaman terhadap emosi atau ketidak stabilan emosi mereka yang mengindikasikan kurang adanya self care yang bisa berujung kepada gangguan panik, namun jika sudah mengalami serangan panik itupun dianjurkan segeralah mencari bantuan profesional. Bentuk kepribadian seseorang yang rentan mengalami serangan panik lebih mengarah ke orang yang tidak bisa memproses emosi dengan baik seperti contoh orang yang memendam masalah pribadi dan tidak memproses emosi yang dia miliki dapat berpeluang terkena serangan atau gangguan panik.

(4)

44

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 1 Wawancara dengan Psikolog

B. Wawancara dengan penderita 1

Hasil wawancara pada penderita panic attack penderita mengaku bahwa penderita merasakan perasaan gelisah, jantung berdebar, badan lemas, pusing, dan mual yang dimana perasaan ini datang secara tiba – tiba dan keadaan terburuk yang pernah dialami penderita saat mengalami panic attack diakhiri dengan pingsan. Namun penderita mengetahui cara mengatasi panic attack yang dia alami dengan menghindari keramaian lalu melakukan kontrol nafas dengan metode 4 – 7 – 8 yang menurutnya dapat membantu denyut jantung lebih pelan dan lebih bisa mengatasi kepanikannya. Teknik ini dia ketahui saat mengkonsultasikan dirinya kepada bantuan profesional. Pada awalnya penderita tidak mengetahui jenis penyakit yang dideritanya dan malah mendiagnosa dirinya sendiri bahwa penderita memiliki penyakit serius pada kepala atau jantung, hal ini dikarenakan penderita mengalami sensasi kepala yang melayang dan jantung yang berdegup kencang secara tiba – tiba. Namun hal ini menjadi jelas pada saat penderita melakukan medical check up dengan hasil yang sangat baik dan mendapat penanganan profesional terhadap apa yang penderita alami.

Penderita mengatakan bahwa kepanikan yang dideritanya sangat mengganggu aktivitas sehari – hari yang membuat dirinya terganggu secara fikiran dan fisik lebih mudah lelah. Panic attack juga menjadi

(5)

45

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

bahaya menurutnya dikarenakan sensasi dari panic attack secara perlahan menghabiskan energi mental dan psikis penderita yang dapat membuat penyakit lainnya.

C. Wawancara dengan penderita 2

Hasil wawancara dengan penderita panic attack selanjutnya penderita mengaku bahwa penderita sering tidak masuk sekolah dikarenakan memiliki gangguan panik, adapun gejala yang penderita alami seperti tiba – tiba deg – degan, gemetar, rasa cemas berlebih, dan badan lemas yang dia rasakan pada masa sekolah. Penderita mengatakan hal ini dikarenakan penderita merasa terasingkan dilingkungannya yang membuat mentalnya tidak sekuat itu. Kejadian serangan panik yang penderita alami dalam seminggu penderita dapat mengalami kurang lebih 5 kali atau dalam satu hari penderita bisa mengalami serangan panik sebanyak 2 kali. Keadaan terburuk penderita saat mengalami serangan panik menurutnya adalah suicidal thought. Penderita mengatakan pada saat dia mengalami serangan panik dulu cara mengatasinya adalah dengan tidak bertemu siapapun atau mengurung diri seharian, jika sekarang penderita mengalami serangan panik penderita mengatasinya dengan metode self healing yang disebut butterfly hug dan teknik menenangkan diri. Saat penderita mengalami serangan panik, penderita juga dibantu dengan obat untuk mengatasi serangan paniknya. Hal – hal terkait panic attack penderita ketahui dari psikolog dan mengkonsultasikan hal yang dia alami dengan ahli. Sebelum menemui psikolog penderita berfikir bahwa hal yang dia alami bukanlah sebuah bentuk penyakit melainkan hanya dirinya saja yang terlalu lemah terhadap keadaan.

Menjadi penghambat dalam melakukan aktifitas sehari – hari adalah dampak yang penderita rasakan dan membuat dirinya sulit fokus saat melakukan aktivitas, penderita mengatakan panik yang dia alami

(6)

46

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

membuat dirinya sulit tidur dan merasa seperti adanya bentuk suatu penyakit yang bisa dia rasakan tetapi penderita sulit untuk mendeskripsikan atau menceritakan apa yang dia alami. Panic attack juga menjadi bahaya jika dibiarkan karena menurutnya jika dibiarkan serangan panik yang dialami seseorang dapat berdampak kebanyak faktor yang negatif dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

D. Pengalaman penderita Panic Attack

Penulis melakukan wawancara pengalaman beberapa penderita panic attack pada saat terserang panik, wawancara penulis lakukan melalui grup telegram yang membahas mengenai mental health. Adapun hasil interview sebagai berikut :

Tabel 3. 1 Pengalaman penderita panic attack

Partisipan Jenis Kelamin

Usia Asal Pengalaman Panik

Gita Perempuan 23 Pekanbaru Pertama kali saya panik attack itu, ketika saya melihat ada seseorang wanita berantem dengan pasangan nya di tempat umum, tepatnya di tepi jalan raya gitu, saya lagi joging . Ketika dia mengancam pacar nya dengan barang tajam, Seketika saya langsung sesak nafas, dada saya sakit sekali, sakit nya gak bisa di definisikan, Kaki saya

(7)

47

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

gemetar lemas gabisa berdiri gitu, keringat dingin, tangan saya juga gemetar, dan yah nangis sejadi – jadinya. Tapi orang sekeliling ku bilang aku asma . Tapi kenyataannya saya tidak ada riwayat asma.

Angelia P Perempuan 18 Jambi Jadi waktu itu tuh aku lagi down gitu terus aku ngrasa stress kan dirumah butuh healing lah keluar,aku cuma muter muter sih naik motor terus beli jajan pinggir jalan gitu loh, gatau kenapa disitu kan rame yah, aku tuh ngrasa takut gitu loh ngrasa apa yah terancam maybe, awalnya aku cuma takut terus beberapa lama kemudian aku tuh susah nafas lemes bgt rasanya deg deg-an gitu nah, Terus yah udah aku ke tempat agak sepi dikit buat nenangin diri itu kalo aku yah butuh waktu lumayan lama, sampe aku ngrasa enakan aku pulang,

(8)

48

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Semenjak itu sih aku kalo ditempat rame suka kek gitu sampe sekarang.

Ben Laki – laki 19 Makasar Jadi waktu itu saya awalnya lagi bawa kendaraan dan ditengah perjalanan tiba tiba kayak tidak enak banget perasan ku, tapi masih saya abaikan karena kira cuma peringatan biasa karena sudah sering begitu, nah begitu lagi makan di warteg tiba - tiba gemetar tangan ku, karena itu aku coba tenangkan diri ya makin parah panic attacknya karena aku abaikan peringatannya sampai gak bisa nafas selama 10 sampai 30 menit di warteg itu panic semua karena tiba tiba aku sesak nafas setelah 30 menit baru bisa kembali normal karena aku tidak minum obatnya plus aku ingat semua trauma aku dulu.

Tania Perempuan 21 Tangerang Kejadiannya lagi diluar rumah aku waktu itu dicafe, aku lagi nugas pada saat itu

(9)

49

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

ada pelanggan lain di cafe tersebut lalu aku tuh lagi ada kelas disana. Dan aku punya kekurangan di pendengaran, nah pada waktu itu ramai dan susasana aku tuh jadi kayak ada kesulitan untuk ngecerna mau fokus yang mana. kebetulan aku lagi sibuk dengan kerjaan lain juga. Jadi kondisi kepala lagi bingung dan stress, akhirnya kerasa serangan panik dengan detak jantung makin cepet terus lama lama aku makin gemeteran dan takut banget ga bisa di kontrol, pandangan aku waktu itu tuh mulai kabur ditambah lagi aku ada vertigo juga sih. karna aku udah tau bakal ngalamin ini jadi aku senbenernya udah tau harus ngapain jadi aku minum air dan atur nafas untuk ngatasin si panik itu + minum obat juga dan keadaan terburuk aku kalo

(10)

50

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

pas kena serangan panik sih self harm.

- Perempuan 21 Lampung Saya punya 2 phobia, tinggi, keramaian, jadi saya tuh pas masa orientasi waktu itukan capek banget jelas dan lagi masa - masanya larian menggebu - gebu saya inget banget mata tuh udah seliweran ngeliat kemana - mana kek rasanya aneh banget dan hingga akhirnya saya teriak waktu itu. Saya masih inget banget saya teriak teriak dan saya nangis. Terus ujung - ujungnya saya mual, saya ke kamar mandi muntah terus akhirny dibawa ke ruangan kek uksnya, akhirny saya tidur.

Terus terakhir saya ke senayan, itu di food court, saya udah ngerasa gabisa kekeramaian itu dan saya kabur keluar dri food courtnya. Keknya saya kedapetan waktu itu karna dulu pas masi kecil saya tuh pernah ditinggal ortu saya

(11)

51

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

belanja, saya takut panik dikelilingi orang sm rak belanja Itu pertama kalinya saya sadar kalo saya emg gabisa dan gatahan keramaian, suara kata bising gitu jadi satu, pasti akan pusing mual, worst casenya ya itu saya jadi panik teriak gajelas.

E. Kesimpulan Wawancara

Hasil dari wawancara dengan psikolog menjelaskan bahwa panic attack kemungkinan dapat muncul dikarenakan adanya bentuk pola hidup secara mental yang tidak sehat dan dapat memicu timbul nya panic attack. Adapun bentuk serangan panik yang dialami bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Kurangnya kepedulian seseorang untuk memproses emosi merupakan suatu bentuk pola hidup secara mental yang tidak sehat. Adapun hal yang dapat penulis simpulkan dari wawancara dengan penderita adalah penderita melakukan proses stabilisasi dalam mengatasi kepanikannya dengan metode bernafas dan mencari bantuan profesional dalam mengatasi serangan paniknya.

Berdasarkan data pengalaman penderita yang penulis dapatkan, ada sebuah kecenderungan dimana penderita mengalami serangan panik pada saat dia sedang tidak dizona aman dalam hal ini adalah rumah. Sehingga kecenderungan penderita mengalami serangan panik diluar rumah lebih sering terjadi. Lalu berdasarkan pengalam penderita juga mengatakan bahwa pengetahuan yang mereka dapatkan mengenai panic attack yang dialami mereka dapatkan bermula dari self diagnose hingga akhirnya mencari bantuan profesional.

(12)

52

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Dari hasil wawancara yang penulis lakukan dengan penderita panic attack dan juga pakar yaitu psikolog, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melakukan proses penanganan awal penderita perlu mengetahui atau mendiagnosa penyakitnya melalui gejala serangan panik yang berhubungan dengan solusi perancangan, sehingga saat penderita mengetahui penyakit yang dideritanya akan membantu proses penyembuhan diri sendiri atau bahkan membutuhkan bantuan profesional. Penderita panic attack harus secepat mungkin dibantu dan diatasi penyakitnya dengan beberapa metode penanganan awal, karena jika dibiarkan akan menimbulkan bentuk gangguan penyakit lain dan terganggunya aktivitas penderita dari serangan panik yang datang tiba – tiba.

3.1.2 Focus Group Discussion

Penulis melakukan FGD (Focus Group Discussion) dengan total 8 peserta yang beberapa diantaranya adalah penderita panic attack. FGD dilakukan pada tanggal 7 September 2021 dengan menggunakan google meet sebagai tempat dilakukannya FGD. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pendapat dari penderita dan juga non penderita mengenai panic attack / disorder. Berikut ini adalah data peserta FGD :

- Tania, 21 tahun, Tangerang - Mauriel, 21 tahun, Jakarta - Shella, 22 tahun, Jogja - Karen, 21 tahun, Bekasi - Christa, 22 tahun, Padang - Bryan, 19 tahun, Jakarta - William, 19 tahun, Bandung

- Paramita, 21 tahun, Lubuk Linggau

(13)

53

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 2 FGD dengan penderita dan non penderita panic attack

Penulis menanyakan pengetahuan mereka mengenai panic attack dan menurut mereka panic attack adalah bentuk kecemasan berlebih dengan beberapa gejala umum dari serangan panik, pengertian dari serangan panik ini mereka ketahui dari psikolog, dokter, teman , dan artikel. Penulis memberikan beberapa gejala dari panic attack seperti sesak nafas, kepala melayang, jantung berdebar, mual – mual, dan pingsan, lalu menanyakan apakah gejala tersebut jika datang secara tiba – tiba disertai rasa cemas berlebih dapat disebut panic attack, dan satu participant mengatakan bahwa gejala tersebut belum tentu menjadi indikator seseorang memiliki panic attack dengan alasan bahwa jika penderita mengalami tersebut hingga pingsan dapat mengindikasikan bentuk penyakit lain selain panic attack.

Saat diberikan pernyataan “Panic attack itu tidak berbahaya dan tidak mengganggu karna panik itu merupakan respon alamiah tubuh untuk mengolah rasa cemas yang tubuh alami” seluruh participant tidak setuju dengan pernyataan tersebut karna menurut mereka bentuk kepanikan dan kecemasan apapun akan menjadi sebuah gangguan yang dapat menghambat aktivitas sehari – hari dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Lalu pernyataan

“Panic attack itu perlu diatasi se-segera mungkin ke tenaga professional”

seluruh participant juga setuju dan menambahkan bahwa tidak semua orang paham bahwa dia sedang dalam kondisi panic attack sehingga jika pada saat

(14)

54

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

ada seseorang yang paham mengenai panic attack dapat berperan untuk membantu penderita mencari bantuan professional health mengingat ada beberapa penderita tidak dapat mengatasi kepanikan yang dialami sendiri melainkan butuh orang lain. Menurut mereka informasi mengenai panic attack masih tergolong minim untuk di temui, hal ini dibuktikan dengan istilah dari panic attack masih kurang familiar untuk didengar, informasi panic attack umumnya mereka akses melalui beberapa artikel dan dari pengalaman seseorang ataupun tenanga professional.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan dari FGD ini bahwa mereka mengetahui gejala panik secara umum, namun istilah panic attack menjadi istilah asing yang belum banyak diketahui orang baik dari segi pengertian ataupun penanganan. Ketidaktahuan tersebut memberikan sebuah ide kepada penulis untuk menerapkan peracangan strategi komunikasi dalam penggunaan copywriting.

3.1.3 Kuesioner

Menurut buku Merancang Kuesioner (2020), kuesioner merupakan bentuk transformsi isi kerangka teori dan kerangka konsep suatu objek yang akan diteliti, dan berisi daftar pertanyaan yang dapat mengukur pengetahuan, sikap, pendapat, perilaku, fakta, dan informasi yang mendukung tujuan penelitian.(hlm.17). Kuesioner ditujukan kepada orang yang berusia 17 – 45 tahun. Pengumpulan data kuesioner dilakukan untuk mengetahui pengetahuan target secara luas mengenai panic attack.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta 2019, terdapat 4.412.216 jiwa dengan rentang usia 17 – 45 tahun. Penulis melakukan pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat ketelitian 10%, adapun hasil perhitungan sampel sebagai berikut :

S = 𝑛

1 + 𝑁. 𝑒2

S = 4.412.216 1 + 4.412.216. (0,1)2

𝑆 = 99,99773  100 Sampel (Pembulatan)

(15)

55

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Data yang telah diperoleh dari kuesioner menyatakan bahwa responden terbanyak ada pada usia 17 – 25 tahun sebesar 76,5%. Secara umum seseorang mengalami kepanikan pada saat mereka sedang berbicara di depan umum dan saat menjadi pusat perhatian. Adapun perasaan yang responden rasakan paling dominan dari 102 responden adalah jantung berdebar sebanyak 72,5%, berkeringat sebanyak 56,9%, dan tubuh gemetar sebanyak 42,2%. Berdasarkan hasil dari responden tersebut penulis juga menerapkan hasil dari jawaban responden untuk menjadi referensi perancangan visual dan komunikasi, hal ini dibuat dengan tujuan agar pembaca paham terhadap keadaan saat sedang mengalami panic attack.

Gambar 3. 3 Hasil Kuesioner

Berdasarkan hasil jawaban responden seseorang cenderung mengalami panik jika mereka memiliki masalah pribadi dan pengalaman buruk / traumatic.

Dari skala likert 1 – 5 lebih dari setengah responden memilih angka 4 yang dapat disimpulkan serangan panik cukup berbahaya saat dialami seseorang dan sebanyak 25 orang atau sekitar 24,5% memilih netral.

(16)

56

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 4 Hasil Kuesioner 2

Dari hasil kuesioner sebesar 42,2% menjawab mengetahui atau pernah mendengar istilah panic attack dan sebanyak 36 orang menjawab serangan panik yang mereka alami memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hidup mereka.

Gambar 3. 5 Hasil Kuesioner 3

Menurut responden beberapa bentuk pengaruh dari serangan panik yang dialami adalah susah bersosialisasi, menghambat pekerjaan, sulit berkonsentrasi, dan berdampak pada kesehatan mental. 76,7% responden merasa terancam dengan serangan panik yang mereka alami. Tidak dapat mengontrol diri, takut mati, dan adanya bencana buruk yang akan terjadi menjadi 3 bentuk ancaman terbanyak saat seseorang mengalami panik. Sebesar 67,4% responden tidak mengetahui cara mengatasi serangan panik dan 32,6 %

(17)

57

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

mengetahui cara mengtasi serangan panik, beberapa cara mengatasi serangan panik tersebut menurut responden adalah dengan cara meminta bantuan orang terdekat dan melakukan inhale dan exhale.

Berdasarkan data kuesioner yang telah didapatkan, penulis mengambil kesimpulan bahwa kepanikan adalah hal umum dan wajar terjadi. Namun istilah panic attack bisa dikatakan kurang familiar didengar. Masih banyak orang yang tidak mengetahui salah satu jenis gangguan panik yaitu panic attack dan cara penanganan saat panik attack terjadi baik pada penderita ataupun yang bukan penderita.

3.1.4 Studi Eksisting

Studi eksisting merupakan salah satu metode penelitian yang membandingkan beberapa bentuk karya atau media. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan beberapa media informasi sejenis dan menganalisa untuk diteliti lebih dalam agar dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari media tersebut serta menjadi tolak ukur dalam perancangan, seperti visual, ilustrasi, warna, layout, tipografi dan lainnya.

A. Infografis 10 Fakta Serangan Panik

Infografis atau poster berikut dikutip dari Kementrian Kesehatan Malaysia yang berisikan tentang fakta – fakta serangan panik yang dilengkapi dengan ilustrasi – ilustrasi ringan dan juga ilustrasi yang menjadi pusat perhatian dari keseluruhan isi gambar.

(18)

58

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 6 Infografis 10 Fakta Serangan Panik Sumber: bit.ly/3nBVQkb

Warna yang ada pada gambar cenderung kearah warna hijau, adapun warna merah digunakan pada kata “serangan panik” sebagai headline atau sebuah penekanan isi konten. Penggunaan typeface pada gambar secara keseluruhan adalah sans – serif.

Tabel 3. 2 SWOT Serangan Panik

Strenght Opportunity

- Ilustrasi yang mendominasi dan bisa menarik perhatian pembaca.

- Penjelasan dibantu dengan ilustrasi sederhana.

- Informasi yang disampaikan cukup padat.

- Pesan yang disampaikan akan lebih mudah dimengerti pembaca.

- Memakai ilustrasi sederhana secara keseluruhan akan lebih menarik.

(19)

59

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Weakness Threat

- Pengertian mengenai serangan panik tidak ada.

- Ilustrasi tidak diterapkan.

secara konsisten.

- Informasi yang di sematkan kurang memiliki layouting yang kurang baik.

- Penafsiran yang salah mengenai pengertian serangan panik.

- Kesalahpahaman pembaca terhadap prioritas isi konten yang akan dibaca.

- Membingungkan pembaca dalam menerima informasi.

B. Infografis Cara Tepat Jaga Kesehatan Mental

Diambil dari CNN Indonesia, yang membahas mengenai cara menjaga kesehatan mental. Infografis berikut ini tidak menggunakan warna yang banyak dan elemen visual yang beragam. Infografis ini cenderung simpel dalam memberikan pesan atau informasi dengan menjabarkan point - point penting saja.

Gambar 3. 7 Infografis Cara Tepat Jaga Kesehatan Mental

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181013141206-258-338221/infografis- cara-tepat-jaga-kesehatan-mental

(20)

60

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Tabel 3. 3 SWOT Cara tepat jaga kesehatan mental

Strenght Opportunity

- Penggunaan visual yang sederhana.

- Ilustrasi yang menarik perhatian pembaca.

- Informasi yang padat dan mudah dimengerti.

- Penerapan ilustrasi untuk mendukung penjelasan isi konten.

- Menambah ilustrasi agar lebih menarik.

Weakness Threat

- Keterbacaan yang kurang baik.

- Penggunaan warna yang monoton.

- Hierarki atau alur baca kurang jelas.

- Ketertarikan pembaca menjadi berkurang.

- Alur baca yang kurang jelas membingungkan pembaca.

C. Infografis Sehatkah Jiwa Anda

Infografis berikut diambil dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang membahas mengenai kesehatan jiwa. Gambar dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik dengan adanya emoji sederhana sebagai penggambaran bentuk kesehatan jiwa. Warna yang digunakan cukup beragam dan didukung dengan supergraphic.

(21)

61

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 8 Infografis Sehatkah Jiwa Anda ?

Sumber: http://p2ptm.kemkes.go.id/preview/infografhic/sehatkah-jiwa-anda

Typeface yang digunakan pada infografis berikut cukup menarik, adanya pembeda antara typeface pada headline dan typeface pada isi konten. Hierarki atau alur baca juga sederhana sehingga tidak membingungkan pembaca.

Tabel 3. 4 SWOT Sehatkah Jiwa Anda

Strenght Opportunity

- Pesan atau informasi mudah dimengerti.

- Visual atau ilustrasi menarik dan sesuai konteks

pembahasan.

- Keterbacaan yang baik.

- Penamcahan penggunaan emoji sebagai penggambaran ekspresi.

- Headline dibuat dengan font yang lebih formal.

(22)

62

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Weakness Threat

- Typeface pada headline yang kurang memberikan

ketegasan.

- Penyampaian informasi dalam satu gambar tidak terlalu padat.

- Dianggap kurang serius dalam pembahasan kesehatan mental karena typeface yang tidak sesuai konteks

- Ada informasi yang dilewatkan pembaca.

D. Infografis What A Panic Attack

Poster berikut dikutip dari RS Marzoeki Mahdi, fokus utama dalam poster ini adalah ilustrasi karakter dan headline yang ada dibagian atas. Poster ini didominasi dengan ilustrasi karakter dan beberapa penggunaan ilustrasi kecil sebagai penjelas dari informasi yang disampaikan.

Gambar 3. 9 Infografis What A Panic attack

Sumber: https://www.rsmmbogor.com/apps-rsmm/news-detail.do?id=549

(23)

63

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Informasi yang disampaikan sangat minim pada poster ini tetapi secara visual poster ini terkesan padat hal ini dikarenakan isi pada poster sangat penuh baik dari segi text dan visual. Penggunaan warna tidak beragam, typeface yang digunakan juga hanya satu jenis yang sama.

Tabel 3. 5 SWOT What A Panic attack

Strenght Opportunity

- Informasi gelaja sangat lengkap.

- Visual karakter menarik perhatian pembaca.

- Keterbacaan yang baik.

- Penambahan informasi tidak hanya dari segi gejala, - Ilustrasi dibuat lebih menarik

dengan beberapa bentuk ekspresi.

- Headline dapat dirubah menjadi letterform tertentu.

Weakness Threat

- Layouting yang kurang baik.

- Penyampaian informasi yang terkesan padat.

- Visual poster terkesan sempit.

- Membingungkan pembaca.

- Interest pembaca menjadi berkurang.

E. Infografis Website Satu Persen

Satu Persen Indonesian Life School adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang kesehatan mental dan pengembangan diri, mereka menyediakan layanan mentoring, konseling, kelas online dan beberapa tes online. Layanan tersebut dapat diakses melalui website mereka, selain itu mereka juga menyediakan informasi seputar kesehatan mental dan pengembangan diri.

(24)

64

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 10 Website Satu Persen Sumber: satupersen.net

Mulai dari layanan yang ditawarkan, definisi, penyebab, tips dan trik mengatasi beberapa bentuk gangguan kesehatan mental dan sebagainya. Dalam website ini tampilan yang disajikan memiliki visual yang tidak memiliki konsistensi yang baik, sebagai contoh penggunaan gambar dan ilustrasi yang memiliki karakteristik yang berbeda dalam satu halaman website yang sama. Selain itu UI atau User Interface yang kurang sesuai untuk digunakan seperti ukuran gambar dan ilustrasi yang berlebihan.

Tabel 3 6 SWOT Website Satu Persen

Strenght Opportunity

- Informasi yang disajikan lengkap

- Penekanan layanan yang ditawarkan di setiap halaman - Tampilan sederhana dan

tidak berlebihan atau tidak bertele - tele

- Penambahan penggunaan element visual agar lebih menarik

- Memperhalus copywriting services agar lebih appealing - Penggunaan ilustrasi yang

konsisten

Weakness Threat

(25)

65

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

- Klasifikasi artikel yang tercampur - campur

- Kurangnya ilustrasi gambar sebagai penjelas

- Penggunaan gambar dan ilustrasi yang kurang sesuai

- Membingungkan pembaca saat mengunjungi web

- Desain monoton dan membosankan pembaca - User interface yang tidak

menyesuikan device pengguna sehingga kurang nyaman saat dibaca

F. Kesimpulan Studi Eksisting

Penulis mengambil kesimpulan dari studi eksisting yang ada bahwa dalam sebuah media informasi, konten atau isi adalah komponen utama yang harus disampaikan pada pembaca. Dengan penggunaan gambar seperti ilustrasi akan menjadi pembantu dalam memperjelas informasi dan lebih efisien. Penggunaan gambar atau ilustrasi sebagai penarik perhatian pembaca juga diperlukan. Alur baca, layout, body text, headline juga menjadi hal penentu berhasilnya proses penyampaian informasi dengan baik atau tidak yang diterima pembaca.

3.1.5 Studi Referensi

Penulis melakukan studi referensi terhadap beberapa perancangan media informasi dengan topik atau isi konten mengenai kesehatan mental. Hal ini dilakukan untuk diteliti medianya dan diterapkan dalam perancangan sebagai referensi.

A. Poster Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Poster pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas berikut ini menggunakan ilustrasi karakter yang menggambarkan latar situasi atau kejadian yang terjadi dijalan raya pada saat kecelakaan terjadi. Penjelasan mengenai langkah yang harus

(26)

66

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

dilakukan tidak hanya dalam bentuk tulisan melainkan disertai dengan ilustrasi sederhana agar bentuk pertolongan tersebut lebih mudah dipahami. Pada poster ini juga disematkan trivia yang sebenarnya tidak behubungan secara langsung dengan bentuk pertolongan pertama tersebut tapi masih berkorelasi dengan konteks kecelakaan sebagai informasi tambahan agar pembaca lebih berhati – hati dalam berkendara.

Gambar 3. 11 Poster Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan

Sumber: https://indonesiabaik.id/infografis/pertolonngan-pertama-pada-korban-kecelakaan

Penggunaan warna pada poster hanya menggunakan beberapa warna dominan coklat saja dan warna tersebut menjadi pembeda antara latar, headline dan isi konten. Typeface yang digunakan memiliki keterbacaan yang baik dengan adanya pembeda antar headline dan bodytext.

(27)

67

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

B. Poster Novel Coronavirus

Poster berikut ini adalah poster yang membahas mengenai corona virus, baik dari segi gejala seseorang yang terkena virus dan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan. Penggambaran gejala klinis digambarkan dengan visual karakter yang berekspresi sesuai dengan gejala klinis yang dibahas pada konten. Hal ini membuat pembaca tertarik dan lebih mudah diingat dalam bentuk visual.

Poster ini juga menggunakan ilustrasi yang dominan dalam sebuah poster yang menjadi daya tarik pembaca. Lalu adanya sebuah warna yang kontras pada poster yang bersifat sebagai penekanan dalam proses penyampaian informasi. Poster ini dibantu dengan aset super graphic dengan bentuk virus.

Gambar 3. 12 Novel Coronavirus

Sumber: https://broonet.com/contoh-poster-kesehatan/

Secara menyeluruh poster ini dibagi menjadi tiga section yaitu penjelasan mengenai konten utama, gejala klinis, dan tindakan pencegahan. Sehingga membuat pembaca lebih mudah dalam memahami dan menangkap pesan yang disampaikan.

(28)

68

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

C. Poster Social Distancing / Menjaga Jarak

Pada poster berikut informasi yang disampaikan cenderung singkat dan on point sehingga tidak perlu waktu yang terlalu lama untuk pembaca dalam memproses informasi, Ilustrasi yang digunakan pada poster juga sederhana dan mengarah kepada pembahasan secara spesifik.

Gambar 3. 13 Infografis Social Distancing

Sumber: https://promkes.kemkes.go.id/flyer-menjaga-jarak-social-distancing

Bodytext juga memiliki keterbacaan yang baik dan dibagi dalam beberapa section dengan perbedaan warna antar section. Penggunaan super graphic juga berhubungan dengan isi konten untuk melakukan social distancing. Penggunaan latar dengan warna putih juga membuat kesan sederhana dan simple sehingga media terkesan ringan untuk dibaca.

D. Website Whiteboard Journal

Penulis melihat referensi dari website Whiteboard Journal yang merupakan gabungan komunitas gaya hidup kreatif yang berisikan konten dari seluruh dunia. Pada website tersebut tidak banyak

(29)

69

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

menggunakan element visual yang beragam, desain dari tampilan web cukup sederhana dengan latar solid color dan tulisan yang dilengkapi dengan gambar sebagai penjelas dari deskripsi.

Penggunaan menubar navigasi juga diklasifikasikan sesuai dengan kategori yang akan dibaca oleh pengunjung web.

Cukup dengan menggunakan object yang sederhana dan tidak berlebihan tetapi informasi yang ingin disampaikan terkomunikasikan dengan baik.

Gambar 3. 14 Website

Sumber: www.whiteboardjournal.com/ideas/human-interest/tentang-akses-pelayanan-kesehatan- mental-di-negara-kita/

E. Kesimpulan Studi Referensi

Penulis mengambil kesimpulan bahwa dengan penggunaan ilustrasi sederhana akan membatu mendeskripsikan pesan atau informasi yang akan disampaikan. Selain itu penggunaan gambar

(30)

70

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

atau ilustrasi juga akan membuat ketertarikan pembaca untuk melihat media informasi yang dirancang. Proses penyampaian informasi juga menggunakan kata pendekatan seolah berinteraksi secara langsung dengan pembaca dan ditambah dengan penggunaan trivia sebagai tambahan informasi yang secara tidak langsung berkaitan dengan topik yang dibahas. Penggunaan ilustrasi sederhana juga memberikan kesan pembahasan yang ringan dan mudah dimengerti pembaca.

3.1.5 Observasi

Observasi dilakukan dengan teknik non – participant observer dimana penulis tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan yang penulis amati.

Penulis menemukan beberapa tempat dimana beberapa bentuk media informasi dapat diimplementasikan pada lokasi tersebut, dalam hal ini adalah KRL Commuterline. Proses implementasi desain akan menyesuaikan bentuk dan jenis media itu sendiri. Bentuk pengaplikasian media informasi yang akan dibuat beberapa diantaranya seperti ceiling panel, hand grips, wall panel, wall branding, hanging alley, dan lainnya. Sebelumnya pada beberapa media tersebut sudah ada bentuk penyampaian informasi seperti brand advertising, denah, larangan atau peringatan, dan lainnya.

(31)

71

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 15 Observasi Lokasi Sumber: http://www.krl.co.id/

Pemilihan lokasi tersebut menurut penulis dapat membantu proses penyebaran informasi yang disampaikan menjadi lebih luas sehingga adanya fungsi pemanfaatan media dalam proses penyebaran informasi. KRL sendiri per tanggal 13 september 2021 memiliki jam operasional mulai dari pukul 04:00 – 22:00 Jabodetabek dengan 8 – 10 total gerbong menyeluruh.

3.2 Metode Perancangan

Penulis melakukan proses perancangan dengan 5 tahapan yaitu orientasi, analisis, konsep, desain dan implementasi yang diambil dari buku "Graphic Design Solution" milik Robin Landa. Adapun metode perancangan sebagai berikut :

1) Orientasi

Pada tahap orientasi penulis melakukan proses pengumpulan informasi dari permasalahan yang diangkat, lalu penulis memetakan permasalahan yang ada. Penulis juga menentukan target perancangan guna pengumpulan data dengan melakukan wawancara bersama penderita panic attack dan seorang psikolog, FGD, dan kuesioner.

2) Analisis

Pada tahap selanjutanya penulis melakukan analisis data yang sudah didapatkan untuk dipahami agar dapat merancang dan menemukan solusi permasalahan. Dengan menganalisis data permasalahan dan informasi yang ada, penulis dapat menyusun strategi untuk mengembangkan arah solusi yang akan diambil dan mengambil kesimpulan dari hasil analisis tersebut.

(32)

72

Perancangan Media Informasi Mengenal dan Mengatasi Panic attack, Goldy Dravian Cahya, Universitas Multimedia Nusantara

3) Konsep

Dalam membuat sebuah desain perlu adanya sebuah gagasan ide dan pesan yang akan disampaikan. Pada proses konsep merupakan fase mempertimbangkan pemilihan gaya visual, warna, tipografi, dan lainnya pada satu jenis desain yang akan diterapkan. Hal ini akan berkaitan dalam penentuan jenis media dan gaya visual seperti apa yang nantinya digunakan dan paling efektif untuk target perancangan.

4) Desain

Pada proses desain penulis melakukan sketsa kasar untuk mengembangkan konsep yang ada pada tahap sebelumnya. Dalam proses pembuatan sketsa penulis membuat sketsa kasar berdasarkan ide – ide yang ada, lalu dilanjutkan dengan memvisualisasikan konsep secara digital.

5) Implementasi

Pada tahap implementasi merupakan tahap dimana hasil desain yang telah dibuat akan diproduksi. Penulis juga menentukan jenis produksi dan juga bahan apa yang akan digunakan pada media produksi cetak. Untuk hasil digital, proses produksi dilakukan dengan menyiapkan file untuk diunggah.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk keterangan lain mengenai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan permainan bekel dan permainan tradisional lain dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut.

Jika sampel atau data dari populasi yang berdistribusi normal maka pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah ada pengaruh X (model pembelajaran kooperatif tipe

KEDUA : Menetapkan Kalender Pendidikan, yang terdiri dari kalender Akademik Universitas Bhakti Kencana dan Agenda Nasional yang berlaku di lingkungan Universitas Bhakti Kencana,

Peta rupabumi lembar Soreang dan Pasirjambu tahun 2001, citra satelit 2007 yang kemudian di digit oleh peneliti dengan menggunakan map info programme seri 7.8 dengan

Maka, bila kita ingin mencapai komunikasi antar pribadi yang otentik, berarti kita harus menempatkan orang lain bukan sebagai objek, melainkan subjek dalam komunikasi

Pilihan forum penyelesaian sengketa yang dibuka oleh penjelasan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari‟ah dalam

Kamu sudah mengenal bahan dan alat yang digunakan untuk membuat kerajinan sendok/garpu dari bahan kayu.. Guru akan melanjutkan membimbing kamu proses

Alat pencari data (komputer) yang dapat memberi informasi hanya jika dioperasikan dengan cara memasukkan card yang teiah dibeli ke sistem yang teiah dioperasikan dengan