1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Profil Perusahaan
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang lebih dikenal sebagai Gojek merupakan perusahaan platform aplikasi jasa multi layanan dan grup teknologi pembayaran digital pertama di Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Nadiem Makarin sebagai CEO pada tahun 2010, Gojek pertama kali didirikan sebagai pusat panggilan untuk menghubungkan konsumen dengan pengiriman kurir dan layanan naik kendaraan roda dua. Gojek memiliki banyak fitur seperti Go-ride, Go-Car, Go-Food, dll. Selain memiliki banyak fitur, Gojek juga beroperasi di berbagai negara selain di Indonesia, seperti Vietnam, Singapore, Thailand, dan Filipina (Gojek, 2020). Menjadi pelopor aplikasi multi layanan transportasi, Gojek menjadi perusahaan “decacorn” pertama di Indonesia dengan nilai perusahaan lebih dari $10 miliar. Sebagai satu-satunya perusahaan “decacorn” di Indonesia, Gojek sudah diunduh 3.518.933 kali sampai Oktober tahun 2020 (playstore, 2020).
Logo Perusahaan
Gambar 1. 1 Logo "Solv" Gojek Sumber: (Gojek, 2020)
2
Logo pada Gojek bernama “Solv” yang terinspirasi dari kata solve yang berarti memecahkan masalah yang dimana Gojek ingin menjadi solusi dari keresahan sosial yang sesuai dengan bidang Gojek. Solv juga menyimpan filosofi di balik kesan yang ditimbulkan ketika melihatnya. Kesan ini bisa berbeda-beda, Sebagian orang menangkap kesan bentuk tombol daya alias power, sejalan dengan misi Gojek memberdayakan masyarakat (empowering). Terdapat juga pihak yang melihat logo ini sebagai simbol pencarian (search). Hal ini juga sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh Gojek, mulai dari transportasi hingga makanan. Ada juga yang berpendapat seperti pin dalam peta digital, yang akan memberikan kesan bahwa Gojek hadir dimanapun. Terakhir, logo tersebut juga menjadi representasi dari mitra pengemudi.
Struktur Organisasi
1.2 Latar Belakang Penelitian
Dahulu seseorang harus melakukan seluruh aktivitas secara langsung, mulai dari menggunakan transportasi umum, membeli barang-barang yang diinginkan, sampai dengan mendapatkan informasi melalui media cetak.
Perkembangan zaman menjadikan manusia melakukan pengembangan terhadap Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Gojek
Sumber: (Gojek, 2020) Gojek Directors
Chief Branding Gojek Chief Executife
Gojek
Chief Product Gojek
Chief Financial Gojek
Human Resource Gojek
Chief Technology Gojek
3 teknologi, hal ini membuka kesempatan baru bagi tiap individu untuk lebih mudah dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan mendapatkan solusi terhadap permasalahan sehari-hari sehingga dapat melakukan hal yang semula sulit menjadi lebih mudah. Perkembangan teknologi juga membuat penyaluran informasi menjadi lebih mudah, hal ini dapat mendorong seseorang dalam mengembangkan diri atas ilmu pengetahuan yang Ia miliki. Seiring meningkatnya teknologi dan ilmu pengetahuan menjadikan manusia sebagai individu yang memiliki keinginan dan kebutuhan untuk berkembang. Hal ini tentu saja diimbangi dengan inovasi-inovasi pada bidang teknologi dan internet, sehingga menjadikan kehidupan manusia lebih mudah.
Perkembangan pada teknologi dan internet tentu saja mempengaruhi pola hidup sosial seseorang, dahulu seseorang harus memisahkan aktifitas yang satu dengan aktifitas yang lain. Dengan berkembangnya tekonologi dan internet menjadikan kebutuhan hidup seseorang tersedia pada satu platform multi layanan dan grup tekonologi digital.
Gambar 1. 3 Pengguna Internet Tahun 2020 Sumber: (Haryanto, 2020)
4
Penggunaan internet di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Terlihat pada gambar 1.3 berdasarkan hasil laporan terbaru We Are Social, disebutkan bahwa 175.4 Juta pengguna internet di Indonesia. Penggunaan internet ini terdapat peningkatan di tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet di negri ini dari total populasi sebanyak 272.1 juta dengan 338.2 juta pemilik koneksi mobile phone (Haryanto, 2020).
Hasil survey We Are Social persentase pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun yang memiliki jenis perangkat, diantaranya smartphone (94%), mobile phone (96%), table (23%), konsol game (16%), non-smartphone mobile phone (21%), laptop atau komputer desktop (66%), hingga virtual reality device (5,1%) (Haryanto, 2020). Hasil survey ini menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya teknologi.
Berawal dari layanan transportasi, sekarang aplikasi Gojek memiliki lebih dari dua puluh layanan yang menjadi solusi untuk tantangan sehari-hari. Berkat itu juga, Gojek menjadi salah satu platform teknologi terbesar yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara dengan mengembangkan tiga Super-app: untuk customer, untuk mitra driver, dan juga mitra merchant.
5 Gambar 1. 4 Gojek Sebagai Perusahaan Decacorn
Sumber: (Surono, 2019)
Pada gambar 1.3 menurut survey akurat.co pada tahun 2019, Gojek yang menduduki startup peringkat pertama dengan nilai perusahaan US$10 miliar di Indonesia dan dengan begitu Gojek menjadi perusahaan platform satu-satu nya yang memiliki status “decacorn” di Indonesia (Surono, 2019). Status ini tidak lepas dari peningkatan jumlah pengguna internet, dengan tidak adanya batas dalam dunia maya menjadikan setiap individu dapat melakukan aktivitas kesehariannya dengan mudah menggunakan platform Gojek yang tentu saja membuat perubahan pada perilaku konsumen.
6
Gojek memiliki status “decacorn” pertama di Indonesia tentu saja seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dan pengguna platform Gojek itu sendiri. Menurut penelitian (YLKI, 2017) dari hasil overview yang diselenggarakan, aplikasi GO-JEK menduduki rating tertinggi dipilih konsumen diantara kompetitornya sebanyak 72,6%, kemudian Grab sebanyak 66,9%, Uber digunakan oleh 51% pengguna dan terakhir My BlueBird sebanyak 4,4%.
Persaingan transportasi online di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, saat ini lebih kurang terdapat lima belas aplikasi transportasi online di Indonesia. Agar konsumen senantiasa menggunakan fitur-fitur Gojek, mereka melakukan strategi promosi dengan menggunakan #PastiAdaJalan pada tiap menyebarkan informasi. Terdapat 8 bauran promosi menurut (Kotler&Keller, 2016) yaitu iklan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, Hubungan masyarakat dan publisitas, Pemasaran langsung, Pemasaran interactive, word of mouth, dan personal selling. Berdasarkan pengamatan pada social media Gojek, mereka membagikan informasi mengenai kegiatan, promo, dan pencantuman hashtag pada publikasi media sosial dan pencantuman di tiap biography social media Twitter, Instagram, dan Facebook Gojek.
Saat ini Gojek tidak hanya melayani jasa transportasi online saja, terdapat layanan-layanan inovasi dari Gojek seperti Gofood, Gomassage, Gosend, dan lain-lain. Selain itu, Gojek juga memiliki layanan e-wallet untuk pembayaran online atau yang sekarang lebih dikenal dengan istilah cashless. Sering bertambahnya layanan dari Gojek menjadi perusahaan tersebut harus memiliki media untuk memasarkan jasa yang dimilikinya, tentu saja tidak lain untuk melakukan promosi kepada konsumen atau calon konsumennya.
7 Gambar 1. 5 Media Sosial Twitter Gojek
Sumber: (Twitter, 2020)
Gambar 1. 6 Media Sosial Instagram Gojek Sumber: (Instagram, 2020)
8
Gambar 1. 7 Media Sosial Facebook Gojek Sumber: (Facebook, 2020)
Setiap perusahaan memiliki tujuan masing-masing dalam melakukan strategi promosi terhadap produk atau jasanya, salah satu tujuan promosi adalah mendapat consumer engagement yang kuat. Salah satu alat yang dapat menjadi media promosi adalah media sosial, Media Sosial merupakan media yang jangkauan konsumennya lebih luas dibanding media lain (Tuten, 2015). Dengan begitu, konsumen yang loyal dapat merekomendasikan secara sukarela kepada lingkungan di sekitarnya.
Secara karakter promosi dilakukan untuk menyampaikan nilai tambah yang dimiliki oleh perusahaan melalui media yang mereka gunakan, selain itu biaya juga menjadi pertimbangan perusahaan dalam melakukan promosi. Menurut (Ali Abdallah Alalwan, 2017) Media Sosial merupakan cara komunikasi yang biayanya rendah dan tingkat interaktivitas yang tinggi. Sehingga cara tersebut tergolong pada cara yang efektif dan efisien untuk Gojek melakukan promosi.
Media sosial sebagi cara komunikasi dengan interaktivitas tertinggi mengharuskannya memiliki data yang diperlukan sebagai informasi pengguna, dengan pengguna yang besar menjadikan media sosial memiliki pusat data untuk
9 menghimpun data yang dikenal sebagai big data. Big data merupakan istilah untuk sekumpulan data yang begitu besar atau kompleks dimana tidak bisa ditangani lagi dengan sistem teknologi komputer konvensional (Cholissodin, 2016) Untuk media sosial yang biasa digunakan oleh Gojek adalah Twitter, Instagram, dan Facebook.
Penggunaan big data dalam bisnis dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemasaran pada media sosial, data yang dihasilkan pada ilmu sains, internet, dan sistem berbentuk fisik secara umum disebut dengan big data karena pertumbuhan jumlah data yang sangat cepat (velocity) sehingga data yang saat ini ada sangat banyak (volume) begitupula dengan jenisnya (variety) (Ishikawa, 2015) maka diperlukan analisis yang tepat guna memperoleh hasil yang maksimal. Teknik yang digunakan untuk penelitian ini adalah Social Network Analysis, teknik ini dipilih oleh peneliti dengan tujuan memodelkan, menganalisis dan mengevaluasi proses. Analisis jaringan sosial merupakan analisis yang memetakan dan mengukur hubungan formal dan informal untuk memahami apa yang memfasilitasi atau menghambat aliran informasi yang mengikat unit – unit yang berinteraksi melalui media komunikasi (Serrat, 2017).
Untuk keperluan menambang data penelitian ini dapat diakses dengan syarat peneliti memiliki API (Application Programming Interface), data yang dikembalikan oleh API disimpan dalam format JSON (Java Script Object Notation) yang merupakan standar berbasis XML untuk pertukaran data klien- server (Soussi et al., 2013) yakni suatu rangkaian protokol yang diizinkan untuk mengakses data Twitter yang di publish secara umum, jadi tweet yang di private tidak akan bisa diakses.
Sehingga pengumpulan data untuk penelitian tidak terlalu sulit, oleh karena itu peneliti memutuskan untuk menganalisis dinamika percakapan yang paling berpengaruh di Twitter.
10
Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, judul penelitian ini adalah
“ANALISIS TAGAR PASTIADAJALAN PADA PROMOSI MEDIA SOSIAL TWITTER PERUSAHAAN GOJEK MENGGUNAKAN SNA”.
1.2 Perumusan Masalah
Perkembangan teknologi dan internet membuat gaya hidup seseorang berubah, bahkan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Kemudahan yang ditawarkan dari layanan jasa multi layanan dari berbagai platform, seperti Gojek menjadikan masyarakat dapat mengefektif dan mengefisienkan kegiatan sehari- hari mereka. Namun dalam membangun dan mempertahankan perusahaan Gojek sebagai satu-satunya perusahaan startup
“decacorn” pertama dan satu-satunya di Indonesia menjadikan Gojek harus terus memberikan informasi atau promosi yang berkesinambungan di tengah persaingan guna mempertahankan eksistensi perusahaan Gojek. Untuk itu peneliti tertarik untuk mencari tahu faktor apa saja yang mempengaruhi promosi pada media sosial untuk perencanaan social media marketing yang lebih baik. Dari permasalahan yang telah dijabarkan, dapat diketahui pertanyaan penelitian dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana properti jaringan sosial pada #PastiAdaJalan?
2. Bagaimana visualisasi properti jaringan sosial pada #PastiAdaJalan?
3. Siapakah pengguna yang berperan sebagai pemeran kunci (key player) pada pola jaringan penyebaran informasi dari #PastiAdaJalan?
4. Bagaimana perkembangan social media marketing dengan menggunakan #PastiAdaJalan yang digunakan oleh key player pada jaringan sosial #PastiAdaJalan?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memodelkan, menganalisis dan mengevaluasi proses penyebaran informasi mengenai hashtag pastiadajalan pada perusahaan gojek.
11 1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dalam penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini secara praktis dapat memberikan masukan terhadap perusahaan dalam meningkatkan dan mempertahankan strategi pemasaran di media sosial dan menjadikan sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam berkolaborasi dengan pihak yang tepat di media sosial. Selanjutnya yaitu dapat memberikan acuan terhadap peneliti berikutnya.
Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini secara teoritis adalah dapat meningkatkan perusahaan dalam memperluas dan memperkaya tentang digital marketing terhadap aktor yang dapat berpengaruh serta di media sosial, serta dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pihak pihak yang terkait dalam penelitian ini.
Sistematika Penulisan
a. BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan penjelasan secara umum, ringkas dan padat yang menggambarkan dengan tepat isi penelitian. Isi bab ini meliputi:
Gambaran Umum Objek penelitian, Latar Belakang Penelitian, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir.
b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi teori dari umum sampai ke khusus, disertai penelitian terdahulu dan dilanjutkan dengan kerangka pemikiran penelitian yang diakhiri dengan hipotesis jika diperlukan.
c. BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menegaskan pendekatan, metode, dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis temuan yang dapat menjawab
12
masalah penelitian. Bab ini meliputi uraian tentang: Jenis Penelitian, Operasionalisasi Variabel, Populasi dan Sampel (untuk kuantitatif)/Situasi Sosial (untuk kualitatif), Pengumpulan Data, dan Teknik Analisi Data.
d. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian dan pembahasan diuraikan secara sistematis sesuai dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian dan disajikan dalam sub judul tersendiri. Bab ini berisi dua bagian: bagian pertama menyajikan hasil penelitian dan bagian kedua menyajikan pembahasan atau analisis dari hasil penelitian. Setiap aspek pembahasan hendaknya dimulai dari hasil analisis data, kemudian diinterpretasikan dan selanjutnya diikuti oleh penarikan kesimpulan. Dalam pembahasan sebaiknya dibandingkan dengan penelitian- penelitian sebelumnya atau landasan teoritis yang relevan.
e. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian, kemudian menjadi saran yang berkaitan dengan manfaat penelitian.