2.1. Lokasi Proyek
Kawasan Jawa Timur akan terus berkembang sebagai kawasan metropolitan dengan fasilitas yang lengkap. Kota Surabaya dipilih sebagai lokasi proyek karena Surabaya adalah kota kedua terbesar di Indonesia dengan kepadatan dan perkembangan penduduk yang cukup tinggi dan pesat sehingga diperlukan adanya fasilitas pendidikan dan pengajaran baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif.
Surabaya selain sebagai pusat kegiatan industri, perdagangan dan jasa maritim peiabuhan ; juga ditetapkan sebagai pusat kegiatan pendidikan yang cukup berperan dalam lingkup nasional maupun regional. Hal tersebut disadari bahwa di dalam kota Surabaya terdapat beberapa perguruan tinggi, sekolah dasar, menengah dan lanjutan baik negeri maupun swasta yang cukup baik kredibilitas dan kualitasnya bisa bersaing di tingkat nasional seperti:
Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di bidang tehnik
Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Umum Kristen Petra yang berbadan swasta dan juga beberapa yang berbadan negeri di Surabaya - Taman Kanak-kanak Buah Hati di Jalan Dharmahusada ; dan lain-lain.
Pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu aktivitas pendidikan pada umumnya cukup besar terutama dalam hal pembentukan struktur kota secara keseluruhan.
Hal ini karena adanya beberapa kondisi yang ditimbulkannya, yaitu : - kebutuhan lahan yang cukup luas
- perubahan dan peningkatan kebutuhan transport yang cukup tinggi - serta lahimya beberapa aktivitas baru lainnya yang turut berkembang.
Ketiga hal tersebut merupakan faktor-faktor yang menyebabkan makin intensif dan kompleksnya kegiatan peruntukan lahan di sekitar kawasan pendidikan sehingga nilai strategis kawasan ini makin meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas dan penggunaan lahan pendidikan. Kondisi yang ada di Surabaya menunjukkan adanya pemusatan lokasi kegiatan pendidikan berada di kawasan Surabaya Timur. Hal ini dimungkinkan karena pada awalnya pengembangan
10
kawasan pendidikan berorientasi pada pengembangan kampus ITS yang berlokasi di Sukolilo di kawasan Surabaya Timur. Untuk mengatasi pemusatan lokasi pendidikan ini maka pengembangannya diarahkan ke kawasan Surabaya Barat dengan beberapa pertimbangan yang mendasar, yaitu :
- mengurangi beban kepadatan bangunan dan transportasi di kawasan Surabaya Timur dan pusat kota
- lahan kosotig yang tersedia di kawasan Surabaya Barat relatif masih cukup luas jika dibandingkan dengan kawasan Surabaya Timur
- mempermudah pelayanan pendidikan bagi penduduk yang tinggal di kawasan Surabaya Selatan dan perbatasan Surabaya Barat dengan gresik serta Sidoarjo
Sedangkan ciri-ciri wilayah administrasi surabaya barat:
merupakan bagian sub kota yang sedang berkembang dan dapat menyamai pusat kota akibat perkembangan CBD (Central Bussiness District)
- jalur jalan kolektor yang ada dan yang akan ada menjadi penghubung dengan pusat kota
- keadaan lingkungan tidak seramai CBD, angka kemacetan tidak setinggi di pusat kota
perkembangan pada kawasan ini mengurangi frekuensi aktivitas pada pusat kota.
Banyaknya program pendidikan tinggi jika tanpa adanya program pendidikan dasar adalah sangat mustahil. Sebelum mencapai taraf pendidikan yang tinggi, seseorang haras mencapai dan menyelesaikan yang dasar dulu, seperti harus lulus SD sebelum melanjutkan ke SMP. Pendidikan dasar seperti Taman Kanak- kanak dan Sekolah Dasar sangat dibutuhkan, mengingat pendidikan dasar adalah cikal bakal berdirinya lembaga pendidikan yang lebih tinggi ; tidak terkecuali lembaga pendidikan dasar luar biasa bagi anak-anak cacat di Surabaya.
Berdasarkan penilaian dari beberapa faktor di atas dipilih kawasan Surabaya Barat sebagai lokasi proyek, tepatnya di lokasi Perumahan Darmo Baru yang berbatasan dengan Jalan H.R. Muhammad. Secara site plan, kawasan ini berbentuk segi 8 yang dikelilingi oleh kawasan perumahan dan permukiman. Pada perkembangannya, kawasan segi 8 ini akan menjadi pusat pemekaran area perumahan dan pemukiman golongan menengah ke atas di Surabaya bagian Barat.
Penentuan lokasi ini diharapkan dapat mengayomi beberapa kawasan perumahan sebagai pemukiman penduduk seperti Citra Raya, Darmo Baru, Darmo Satelit, Simpang Darmo Permai, Tandes, Dukuh Kupang, Mayjen Sungkono, dan tidak menutup kemungkinan untuk mengayomi sampai seluruh kota Surabaya dan sekitarnya.
Gambar 2.1. Peta Garis Lokasi Proyek
2.2. Data Tapak
Adapun data kondisi tapak adalah sebagai berikut:
1. merupakan tanah kosong dengan rumput gajah setinggi ±l,5m
2. tanah berkontur dengan beda ketinggian ±2,5m, penurunan kontur ke arah Perumahan Darmo Baru
3. tapak berbatasan dengan Jalan H.R. Muhammad dan Jalan Raya Darmo Permai I
4. tapak berada di kawasan pengembangan Surabaya Barat; berbatasan dengan lokasi Perumahan Darmo Baru (kawasan segi 8) dan Citra Raya.
Sedangkan batas-batas tapak dijabarkan sebagai berikut:
1. sebelah tenggara : rumah toko
2. sebelah barat daya: SMU - SLTP Petra dan Jalan H.R. Muhammad 3. sebelah barat laut : Perumahan Darmo Baru dan Jalan Raya Darmo
Permai l
4. sebelah timur laut: sekolah Jepang dan Perumahan Darmo Baru
Gambar 2.2. Kondisi Tapak dan Sekitarnya
14 2.3. Pendaerahan/Zorawg
Zomng pada tapak dikondisikan sesuai dengan eksisting di sekeliling tapak dengan spesifikasi tertentu yang bisa dipotensikan sebagai sarana penunjang pengolahan bangunan dalam tapak. Kriterianya adalah sebagai berikut:
1. zona publik mengelilingi tapak dari luar
2. zona privat berupa hunian dan kelas berada di dalam dilingkupi oleh zona semi privat
3. zona semi publik melingkupi zona semi privat dan zona privat 4. kelas sebagai zona privat dan hunian sebagai zona semi privat 5. zona servis untuk parkir kendaraan dan utilitas.
Gambar 2.3. Zoning Tapak
2.3.1. Sirkiilasi Pada Tapak
Jalur kendaraan bermotor di dalam tapak dipisahkan dengan jalur pejalan kaki. Pemisahan ini dilakukan dengan memanfaatkan beda ketinggian tanah berkontur.
Berdasarkan hasil survei Jalan H.R. Muhammad setiap harinya (kecuali hari Minggu) antara jam 11.00 - 13.00 agak macet karena bagian tepi jalan dikondisikan sebagai lahan parkir untuk antar jemput siswa-siswi dari Petra, sehingga alternatif pemiiihan masuk site diarahkan dari Jalan Raya Darmo Perrnai I. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesibukan Jalan H.R. Muhammad, memecah kesunyaian Jalan Raya Darmo Permai I, dan sekaligus pelayanan dan keberadaan sekolah akan dikondisikan untuk melayani perumahan dalam hal ini Perumahan Darmo Baru. Jalur kendaraan keluar dari site langsung menuju Jalan H.R. Muhammad.
Penempatan massa publik dan semi publik dimungkinkan sebagai barier kebisingan suara kendaraan bermotor dari jalan raya, yaitu berupa gediing auditorium dan gedung servis serta penunjang.
Gambar 2.4. Sirkulasi Tapak
2.3.2. Pemandangan Dari Dan Ke Dalam Tapak
Emphasis komposisi massa dalam site lebih diarah dari persimpangan antara Jalan H.R. Muhammad dan Jalan Raya Darmo Permai I berupa gedung auditorium sebagai identitas keseiuruhan kompleks bangunan. Penempatan emphasis ini memanfaatkan ketinggian tanah berkontur untuk mendapatkan sudut elevasi yang cocok untuk ketinggian bangunan.
Open plaza direncanakan menghadap landmark urban yaitu patung kuda di Jalan H.R. Muhammad sebagai landmark utama dan identitas dalam site. Open plaza ini sekaligus juga sebagai penghubung entrance iniern site (lahan parkir) dengan entrance ke dalam bangunan.
Gambar 2.5. Rencana Penataan Massa Berdasarkan Pemandangan Tapak
2.3.3. Drainase
Kondisi lahan berkontur memerlukan penataan sistem aliran pembuangan dengan memanfaatkan beda ketinggian kontur. Saluran pembungan ditempatkan di belakang site karena penurunan kontur ke arah Perumahan Darmo Baru. Untuk
menghindari genangan air yang berlebihan maka tanah rendah di belakang tapak dinaikkan setinggi ±1 meter.
2.3.4. Pengkondisian Bangunan Karena Pengaruh Iklim Tapak
Idealisasi arah hadap massa terhadap arah lintasan matahari dan arah geseran angin menjadi bahan pertimbangan utama. Pembukaan menghadap utara - selatan menjadi pilihan utama untuk penempatan massa kelas untuk meminimalkan pemasukan sinar matahari. Sedangkan untuk penghawaan dipilih sistem penghawaan alami yang ekonomis dengan bentukan bangunan yang dapat menangkap angin.
Untuk mengatasi curah hujan yang tinggi di Kota Surabaya direncanakan penempatan overstek di setiap pembukaan.
Hasil perhitungan sistem alat pembayangan dijabarkan sebagai berikut:
1. sudut pembayangan vertikal : 60 2. sudut pembayangan horisontal : 65
Angka dari hasil perhitungan tersebut diambil berdasarkan perhitungan maksimal yang akan terjadi dari bagan solar chart.
Gambar 2.6. Rencana Massa Berdasarkan Iklim
2.4. Pendekatan Urban 2.4.1. Menurut Kevin Linch
Patung kuda di Jalan H.R. Muhammad merupakan landmark mayor yang menjadi identitas tapak dan sekitarnya. Posisi patung kuda ini dipotensikan sebagai garis sumbu dan orientasi pandangan ke dalam tapak, sehingga bentukan yang ada menangkap landmark dan ramah urban. Selain itu juga Apartemen Puri Matahari merupakan pemecah skyline area Darmo Baru yang monoton dengan ketinggian
±15 lantai. Pembagian distnct pada tapak mengikuti pola disirict SMU - SLTP Kristen Petra yaitu merupakan district lahan pendidikan. Demikian juga keberadaan sekolah Jepang di sebelah timur laut juga tergabung dalam districl pelayanan pendidikan.
Nodes pentmg yang perlu digarisbawahi adalah persimpangan antara Jalan H.R. Muhammad dan Jalan Raya Darmo Permai I. Dari nodes ini akan diambil orientasi arah pandangan utama dari luar lahan ke dalam lahan karena sifatnya yang sangat publik.
Gambar 2.7. Pembagian DistrictPada Tapak
19 2.4.2. Menurut Hamid Shirvani
Arahan pengembangan tapak berdasarkan rekomendasi RT/RW Dinas Tata Kota Surabaya meliputi:
1. sekolah dan tempat kursus 2. fasilitas umum
3. mall, dan lain-lain yang sejenis dengan fasilitas pelayanan umum.
Beberapa signage penting yang mempengaruhi proses perancangan bangunan antara lain:
1. patung kuda
2. apartemen Puri Matahari 3. Bon Ami
4. persimpangan Jalan H.R. Muhammad dan Jalan Raya Darmo Permai I.
Beberapa signage tersebut akan berpengaruh terhadap terbentuknya orientasi dan arah hadap bangunan secara keseluruhan, seperti emphasis yang menghadap arah persimpangan dan open plaza yang menghadap patung kuda; selain itu juga bisa berpotensi sebagai sumbu bangunan.
Open space di sebelah utara tapak sekarang ini merupakan lahan kosong dan dimungkinkan arah pengembangannya menjadi lahan perumahan. Perancangan open space di dalam tapak dimungkinkan untuk menciptakan area peralihan antara luar dan dalam site, selain itu juga dikondisikan sebagai lahan bermain untuk anak.
Perencanaan style bangunan pada tapak terpilih diharapakan akan menjadi breaking poinl terhadap style-style bangunan di sekeliling yang cenderung monoton didominasi oleh klasik modern. Pembahasan sirkulasi pada tapak (dalam hal ini sirkulasi kendaraan bermotor) lebih diarahkan pada penciptaan jalur intern dalam tapak.