• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA i

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA i"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA i

K ATA P ENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (PUSFATJA) LAPAN dapat menyelesaikan Laporan Kinerja (LAKIN) Tahun Anggaran 2015. Laporan ini merupakan pertanggungjawaban PUSFATJA dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan penetapan kinerja pada tahun anggaran 2015.

Laporan ini memaparkan data dan analisis secara komprehensif terhadap hasil kinerja yang telah dicapai

PUSFATJA pada Tahun Anggaran 2015 atau tahun pertama dari Rencana Strategis (Renstra) PUSFATJA Tahun 2015-2019. Laporan disusun secara sistematis berdasarkan capaian sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan melalui program dan kegiatan yang dijabarkan dalam DIPA PUSFATJA tahun 2015 untuk menghasilkan akuntabilitas kinerja. Penyajian laporan ini disusun secara berurutan mulai dari uraian tugas dan fungsi serta organisasi PUSFATJA, kemudian perencanaan kinerja yang meliputi rencana strategis tahun 2015-2019 dan penetapan kinerja tahun 2015, serta akuntabilitas kinerja tahun 2015 meliputi capaian kinerja PUSFATJA beserta analisisnya dan realisasi anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja PUSFATJA tahun 2015. Selanjutnya sebagai penutup laporan dipaparkan simpulan umum atas capaian kinerja PUSFATJA. Pada laporan ini juga dilampirkan data-data pendukung berupa Sasaran Kinerja, IKU, dan Target Berdasarkan Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019, Strategy Map 2015-2019 dengan Balance Scorecard (BSC) dan Daftar Institusi Dalam Negeri yang mendapatkan pembinaan, pembimbingan, dan layanan teknis dari PUSFATJA dan Daftar Institusi

(3)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA ii

Luar Negeri yang melakukan kerjasama dengan PUSFATJA, untuk memperkuat informasi yang dijelaskan dalam laporan.

Walaupun dengan segala keterbatasan, pada Tahun 2015, PUSFATJA mendapatkan kehormatan dan penghargaan yang tinggi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai pemenang “Tangguh Award” mitigasi bencana. Selain itu, PUSFATJA telah berhasil melakukan proses pengolahan data satelit penginderaan jauh secara otomatis untuk menghasilkan informasi zona potensi penangkapan ikan dan perhitungan luas lahan terbakar. Proses otomatisasi telah memotong waktu pengolahan secara signifikan, dari yang hampir satu atau bahkan lebih dari satu hari menjadi hanya dalam hitungan menit.

Capaian-capaian tahun 2015 sebagaimana tersebut, semoga menjadi pendorong semangat dan motivasi semua pihak di PUSFATJA untuk mencapai target Renstra tahun 2015-2019 dan tantangan-tantangan lain untuk pemanfaatan penginderaan di Indonesia.

LAKIN PUSFATJA tahun 2015 ini diharapkan dapat memberikan gambaran kinerja PUSFATJA yang terkait dengan PK 2015 atau capaian tahun 2015 berdasarkan Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019. Selain itu, LAKIN tahun 2015 dapat dijadikan acuan yang berkesinambungan dalam perencanaan serta pelaksanaan program dan kegiatan yang lebih terarah dan bermanfaat pada perencanaan kerja periode 2015-2019 sekaligus sebagai modal dasar untuk menambah semangat dan motivasi untuk berbuat lebih baik dan lebih baik terus menerus. Akhir kata, kepada pihak yang telah terlibat dalam proses pembuatan LAKIN ini, baik dalam kontribusi data, penulisan laporan maupun analisisnya, kami ucapkan terima kasih.

(4)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA iii

I KHITSAR E KSEKUTIF

Sebagaimana tercantum dalam pedoman implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan LAPAN, dasar kerja Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (PUSFATJA) mengacu pada hasil Pengukuran Kinerja, Laporan Kinerja, dan Evaluasi Kinerja tahun 2014, Rencana Strategis PUSFATJA 2015-2019, Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2015, dan Penetapan Kinerja (PK) tahun 2015. Penetapan Kinerja yang dituangkan dalam perjanjian kinerja antara Kepala PUSFATJA dan Deputi Bidang Penginderaan Jauh digunakan sebagai pedoman pencapaian target PUSFATJA 2015. Penetapan kinerja tidak hanya dilakukan antara Kepala Pusat dengan Deputi, namun juga antara Kepala Pusat dengan Kepala Bidang, dan juga antara Kepala Bidang dengan penelitinya dalam bentuk kontrak kinerja dan dituangkan dalam Sasaran Kerja Pegawai (SKP).

Tahun 2015 merupakan awal pertama dari pelaksanaan Renstra 2015-2019.

Laporan Kinerja tahun 2015 memuat akuntabilitas kinerja berdasarkan RKT 2015 yang disusun dan diusulkan pada awal tahun 2014. Mengingat bahwa pada saat penyusunan dan pengusulan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2015, Renstra PUSFATJA 2015-2019 belum tersusun maka RKT 2015 disusun berdasarkan pada Renstra PUSFATJA tahun 2010-2014 dan disesuaikan dengan perubahan sasaran strategis dan IKU LAPAN yang ditetapkan oleh Keputusan Kepala NOMOR 72 TAHUN 2013 Tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama LAPAN tentang PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA, Keputusan Kepala LAPAN tahun 2014 tentang perubahan IKU serta pertimbangan- pertimbangan lain sesuai dengan perkembangan penginderaan jauh nasional terutama terkait dengan pelaksanaan UU No 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Berdasarkan hal tersebut telah ditetapkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) PUSFATJA tahun 2015 dengan 5 sasaran strategis yaitu: 1) Penyiapan bahan kajian kebijakan pengembangan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh, 2) Penguatan penelitian dan pengembangan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh, 3) penguatan

(5)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA iv

pengembangan Pusat Pemantauan Bumi, 4) Penguatan pembimbingan, pembinaan, dan pelayanan teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh, dan 5) penguatan kerjasama teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh.

Berdasarkan pada Renstra LAPAN tahun 2015-2019, dan Renstra Deputi Penginderaan Jauh Tahun 2015-2019 serta Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 selesai disusun dan ditetapkan. Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 terdiri dari delapan sasaran strategis yang salah satunya terkait dengan reformasi birokrasi.

Sasaran strategis PUSFATJA tahun 2015-2019 terdiri dari: Penguasaan iptek pemanfaatan penginderaan jauh; Layanan pemanfaatan penginderaan jauh yang prima untuk memberikan manfaat bagi masyarakat; Publikasi nasional terakreditasi, publikasi internasional, dan HKI di bidang Pemanfaatan penginderaan jauh; Terselenggaranya Sistem Pemantauan Bumi Nasional Sesuai standar ISO; Peningkatan kapasitas litbang pemanfaatan penginderaan jauh; Tersedianya sub sistem DSS untuk mitigasi bencana alam dan perubahan iklim berbasis penginderaan jauh; dan Tersedianya metode pengolahan (klasifikasi dan deteksi parameter geobiofisik), pedoman pemanfaatan data, dan diseminasi informasi penginderaan jauh.

Pada LAKIN tahun 2015 ini, dilaporkan capaian berdasarkan Penetapan Kinerja Tahun 2015 dan juga berdasarkan Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019. Kemudian membandingkan capaian berdasarkan PK 2015 dengan PK 2014 dan membandingkan dengan target tahun 2019 dari Renstra tahun 2015-2019, capaian kinerja berdasarkan target tahun 2015 dari Renstra tahun 2015-2019.

Berdasarkan PK tahun 2015, capaian sasaran strategis pertama adalah 100%

kemudian capaian sasaran strategis kedua sebesar 111,17 % yang merupakan rata- rata capaian dari IKU 2, 3, 4 dan 5, capaian sasaran strategis ketiga sebesar 181%, capaian sasaran strategis ke empat 413,33% dan capaian strategis ke lima adalah 160%. Secara keseluruhan capaian kinerja PUSFATJA 193.10% atau 193%. Dengan kata lain bahwa pada tahun 2015, PUSFATJA telah berhasil mencapai bahkan melampaui target dari tiap-tiap sasaran strategis yang telah ditetapkan pada PK 2015.

Berdasarkan target dari tiap-tiap IKU dari sasaran-sasaran strategis tahun 2015 dari Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 capaian sasaran strategis berdasarkan Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 mencapai 133,38%. Dari perbandingan capaian

(6)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA v

Selain melakukan pengukuran kinerja kegiatan dilakukan pula pengukuran kinerja keuangan. Penyerapan anggaran tahun 2015, lebih tinggi dibandingkan penyerapan pada tahun 2014, baik untuk penyerapan anggaran dalam rangka pencapaian sasaran strategis maupun dalam rangka pelaksanaan layanan perkantoran. Selain itu, penggunaan anggaran tahun 2015 dibandingkan dengan penggunaan anggaran tahun 2014 jauh lebih efisien karena penggunaan anggaran tahun 2015 tidak hanya dipergunakan untuk capaian kinerja sasaran strategis yang tertuang dalam PK tahun 2015 saja tapi juga mencapai sasaran strategis dari Renstra PUSFATJA tahun 2015- 2019 di luar sasaran strategis pada PK 2015 serta untuk pembiayaan operasi tanggap darurat mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan serta bencana banjir, longsor, dan letusan gunung berapi sedangkan penggunaan anggaran tahun 2014 hanya untuk mencapai sasaran strategis yang tertuang pada PK tahun 2014 saja.

Capaian tahun 2015 baik berdasarkan PK tahun 2015 ataupun target sasaran kinerja tahun 2015 dari Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 untuk menjadi “Pusat unggulan dalam bidang pemanfaatan penginderaan jauh untuk mewujudkan Indonesia maju dan mandiri” telah berhasil mencapai bahkan melampaui target kinerja dan dapat dijadikan sebagai acuan meningkatkan prestasi pada tahun-tahun mendatang untuk mencapai sasaran strategis dari Renstra 2015-2019.

(7)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA vi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……... i

IKHTISAR EKSEKUTIF ..……… iii

DAFTAR ISI ………. vi

DAFTAR TABEL ……….. viii

DAFTAR GAMBAR ………. ix

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ………. 1

1.2 Tujuan Pokok dan Fungsi PUSFATJA ..………... 2

1.3 Struktur Organisasi ……… 3

1.4 Aspek Strategis Organisasi dan Permasalahan Utama (Strategic issued) ……… 4

1.5 Sumber Daya Manusia (SDM) dan Fasilitas ………. 5

BAB II. RENCANA STRATEGIS 2015 – 2019 DAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015 2.1 Visi ……….. 8

2.2 Misi ..………... 8

2.3 Tujuan ……… 8

2.4 Sasaran Strategis ………... 8

2.5 Target Sasaran Strategis Tahun 2015 dari Pembangunan Jangka Menengah PUSFATJA 2015-2019 ………...… 9

2.6 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2015 ……….. 10

2.7 Perjanjian Kinerja (PK) tahun 2015 ……….... 13

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 2015 3.1 Capaian Kinerja Organisasi ………..…….... 16

3.1.1 Analisis Capaian Kinerja Tahun 2015 ..……... 15

3.1.2 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2015 dengan Capaian Kinerja Tahun 2014 ………. 34

3.1.3 Perbandingan Capaian Kinerja PK Tahun 2015 dengan Target Renstra 2015-2019 ……… 35

(8)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA vii

3.2.1 Realisasi Anggaran PUSFATJA Tahun 2015 ………...… 40

3.2.2 Perbandingan Pagu Anggaran dan Realisasi Tahun 2014 dan 2015 ……… 42

BAB IV. PENUTUP ………….………. 43

LAMPIRAN ………..………. 45

Lampiran 1. Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama dan Target Berdasarkan Renstra PUSFATJA 2015-2019 ………..

46

Lampiran 2. Strategy Map 2015-2019 dengan Balance Scorecard ………. 48

Lampiran 3. Daftar Kementerian/ Lembaga Yang Memanfaatkan Informasi dari PUSFATJA ……….……. 49

Lampiran 4. Daftar Publikasi Ilmiah Nasional dan Internasional …..……. 50

Lampiran 5. Perjanjian Kinerja Tahun 2015 ………..…….... 68

Lampiran 6. Rencana Kinerja tahun 2015 ………... 72

Lampiran 7. Rencana Aksi 2015 ………..……. 74

Lampiran 8. Rencana Kinerja Tahunan 2016 ……… 78

(9)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Sasaran Kinerja, Indikator Kinerja, Dan Target Tahun 2015 ….…… 9 Tabel 2.2 Rencana Kinerja Tahunan 2015 ………...…………..…………... 11 Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja ……….…………. 14 Tabel 3.1 Capaian Tahun 2015 Berdasarkan Perjanjian Kinerja 2015 ....…….. 16 Tabel 3.2 Informasi Yang Dimanfaatkan Pengguna ………....….. 29 Tabel 3.3 Daftar Instansi Yang Yang Terkait Pembimbingan, Pembinaan,

Dan Pelayanan Teknis Di Bidang Pemanfaatan Penginderaan

Jauh ………. 31 Tabel 3.4 Kerjasama Teknis Yang Dilaksanakan PUSFATJA Tahun 2015 ... 32 Tabel 3.5 Perbandingan Capaian Dari PK 2015 Dan Capaian Dari PK 2014

Berdasarkan IKU Pada PK 2015 ………..……. 33 Tabel 3.6 Capaian Berdasarkan Sasaran Kinerja, Indikator Kinerja,

Dan Target Tahun 2015 Dari Renstra 2015-2019 …….……... 34 Tabel 3.7 Perbandingan Capaian Kinerja PK Tahun 2015

Dengan Renstra 2015-2019 ………..………... 35 Tabel 3.8 Realisasi Anggaran Tahun 2015 …………..………...……. 39 Tabel 3.9 Realisasi Pagu Anggaran Per Sasaran Strategis …..……….…. 39 Tabel 3.10 Perbandingan Capaian Kinerja Dan Realisasi Anggaran …..…..…. 40 Tabel 3.11 Perbandingan Realisasi Penggunaan Anggaran Tahun 2015

Dengan Tahun 2014 …….……….….……….. 41

(10)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA ix Gambar 1.1 Struktur Organisasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan

Jauh ... 3 Gambar 1.2 SDM PUSFATJA Berdasarkan Jenjang Pendidikan …..…... 6 Gambar 1.3 SDM PUSFATJA Berdasarkan Jenjang Jabatan Fungsional .… 6 Gambar 3.1 Deteksi Tumpahan Minyak Dari Data Sentinel 1 …….……….…. 19 Gambar 3.2 Perbandingan Distribusi Mangrove Hasil Perhitungan NDVI

Dan Indeks Kerusakan Mangrove (IM) …………...………... 19 Gambar 3.3 Distribusi MPT Di Perairan Teluk Lampung Dari

Data Citra Landsat ………...………...….. 20 Gambar 3.4 Diagram Masterplan Otomatisasi Pengolahan Data

Penginderaan Jauh ...………..……..…... 20 Gambar 3.5 Skema Proses Segmentasi Multiresolusi Untuk Memilih

Poligon-Poligon Yang Merupakan Daerah Yang Teridentifikasi Sebagai Lahan Terbuka Tambang ……… 21 Gambar 3.6 Hasil Klasifikasi Tipe Hutan Dengan Metode

Maximum Likelihood ………... 22 Gambar 3.7 Korelasi Data Citra NDVI (A) Dengan Umur Sawit Menghasilkan

Persamaan Y = -0.0004x2 + 0.0107x + 0.3912, Dimana, X Adalah Umur Dan Y Adalah NDVI SPOT Dengan R² = 0.675 ………... 22 Gambar 3.8 Citra Komposit EVI 8 Harian Multitemporal Dengan RGB

(Mean, Max, Min)…..………..…. 23 Gambar 3.9 Citra Klasifikasi Lahan Sawah Berdasarkan EVI Maksimum

(16 Harian) Di Provinsi Kalimantan Selatan ………..…..…….….. 23 Gambar 3.10 Identifikasi Kawasan Hunian Teratur Menggunakan

Data Citra Resolusi Sangat Tinggi ……….………...……..…. 24 Gambar 3.11 Pola Sebaran Curah Hujan Gsmap Wilayah Indonesia

Tanggal 15 Februari 2015 ………..….. 24 Gambar 3.12 Nilai Suhu Kecerahan Kanal 21 (T21) G. Sinabung (Erupsi

Tanggal 29 Juli 2015 Pukul 15.39 UTC) Dan G. Raung

(Erupsi Tanggal 24 Juni 2015 Pukul 15.06 UTC) …………..……. 25 Gambar 3.13 Citra NBR Wilayah Banjarmasin Dan Sekitarnya ……..………… 25

(11)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA x Gambar 3.14 Perbandingan Tutupan Vegetasi Di Wilayah Jakarta

Tahun 2007 Dan 2013 ………...………...……. 26 Gambar 3.15 Pemanfaatan Data LSA ……….……….…. 26 Gambar 3.16 Sistem Pemetaan Web: Peta Dasar, Grid, Dan Background .... 27 Gambar 3.17 Produksi Informasi Rekapitulasi Titik Panas (Hotspot)

Bulan Oktober 2015 ………....………….. 28 Gambar 3.18 Produksi Informasi Zona Potensi Penangapan Ikan

Bulan Januari 2015 ………..…….……. 29

(12)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penyelenggaraan kepemerintahan yang baik(good governance) dalam pengelolaana dministrasipublik, dan pelaksanaan akuntabilitas kinerjainstansi pemerintah adalah wujud tanggung jawab pemerintah terhadap tuntutan dan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan bernegara. Dalam rangka itu, diperlukan pengembangandanpenerapansistempertanggungjawaban yang tepat dan jelas sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung secara efektif dan efisien, bersih, dan bertanggungjawab, serta bebas dari praktik Korupsi,Kolusi, danNepotisme (KKN).

Upaya pengembangan tersebut sejalan dengan asas akuntabilitas yang dirumus- kan dalam Pasal 3 Undang- UndangNomor 28 Tahun 1999 tentang Penyeleng-garaan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, bahwa asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka itu, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas KinerjaInstansi Pemerintah. Instruksi Presiden tersebut mewajibkan setiapinstansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara untuk mempertanggung jawabkan

(13)

PENDAHULUAN

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 2

pelaksanaan tugas, fungsi, serta kewenangan dalam pengelolaan sumberdaya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkanperencanaanstrategis (strategic planning) yang ditetapkan.

Dalam rangka perwujudan pertanggung jawaban tersebut, setiap instansi pemerintah secara periodik wajib mengkomunikasikan pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi kepada para pemangkukepentingan, yang dituangkan di dalam LaporanKinerja (LAKIN). Berdasarkan Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP), penyusunan LAKINdilakukan melalui proses penyusunan RencanaStrategis (Renstra), penyusunanRencanaKinerja, PenetapanKinerja (PK), dan PengukuranKinerja.

Sejalan dengan itu, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (PUSFATJA) melaporkan kinerjanya sebagai bentuk pertanggung jawaban selama tahun anggaran 2015 sebagaimana Instruksi Presiden tersebut di atas. Laporan Kinerja(LAKIN) di PUSFATJA tahun 2015 ini disusun untuk memenuhi ketentuan tentang pelaporan kinerja tahunan sekaligus merupakan catatan tentang langkah-langkah kegiatan yang telah dilaksanakan padatahun 2015 lalu. Kegiatan tahun 2015 secara umum merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis tahun 2015 – 2019.

1.2. TujuanPokok dan Fungsi PUSFATJA

Berdasarkan PeraturanKepala LAPAN No. 2 Tahun 2011 Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian dan pengembangan pemanfaatan data penginderaan jauh. Tugas pokok ini menyatakan bahwa kegiatan utama di PUSFATJA adalah penelitian dan pengembangan dalam memanfaatkan data penginderaan jauh. Sebagaipusat yang berada di dalam lembagape merintahan, tugas penelitian,dan pengembangan,PUSFATJA difokuskan pada pelayanan kepada pengguna (dalamhaliniadalahmasyarakat). Masyarakat

merupakan salah satu komponen yang penting dalam penelitian dan pengembangan karena mereka dapat memberikan umpan balik

dan kritik terhadap hasil informasi yang disampaikan. Perbaikan, review, dan

(14)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 3 pengembangan penelitianakan lebih baik dengan adanya umpan balik dari masyarakat.

PUSFATJA dibentuk berdasarkan peraturan Kepala LAPAN No. 2 Tahun 2011 tanggal 4 Maret 2011 tentang organisasi dan tatalaksana LAPAN yang mengacu kepada keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, SusunanOrganisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non DepartemenPasal 72 mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugasnya PUSFATJA menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penelitian dan pengembangan model pemanfaatan untuk sumber daya wilayah darat,

2. Penelitian dan pengembangan model pemanfaatan untuk sumber daya wilayah pesisir danlaut,

3. Penelitian dan pengembangan model pemanfaatan untuk pemantauan lingkungan dan mitigas ibencana alam,

4. Penelitian dan pengembangan nilai tambah data dan standard produksi informasi, 5. Pelaksanaan kerja sama teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh.

1.3. Struktur Organisasi

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh

Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh

Bidang Sumberdaya Wilayah Darat

Bidang Sumberdaya Wilayah Pesisir dan

Laut

Bidang Lingkungan dan Mitigasi

Bencana

Bidang Produksi Informasi Sub bagian Tata

Usaha

Kelompok Jabatan Fungsional

(15)

PENDAHULUAN

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 4

Dalam struktur organisasinya, PUSFATJA terdiri atas (Pasal 73 Peraturan Kepala LAPAN No. 2 Tahun 2011)

a. Bidang Sumber daya Wilayah Darat;

b. BidangSumberdaya Wilayah PesisirdanLaut;

c. Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana;

d. Bidang Produksi Informasi;

e. Subbagian Tata Usaha; dan;

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Masing-masing unit kerja di lingkungan PUSFATJA mempunyai tugas sebagai berikut:

 Bidang Sumber Daya Wilayah Darat mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan

pengembangan model

pemanfaatan untuk sumberdaya wilayah darat serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis di bidangnya,

 BidangSumberDaya Wilayah Pesisir dan Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan model pemanfaatan untuk sumber dayawilayah pesisir dan laut serta penyiapan bahan pelaksanaan kerjasama teknis di bidangnya,

 Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan model pemanfaatan untuk pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana alam serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis di bidangnya,

 Bidang Produksi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan nilai tambah data dan standard produksi informasi serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja samateknis di bidangnya,

(16)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 5

 Subbagian Tata Usaha mempunyaitugasmelakukanurusankeuangan, kepegawaian, tata usaha, perlengkapan, dan rumah tangga. Dalam melaksanakan tugasnya, Subbagian Tata Usaha secara teknis fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan secara administratif dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Produksi Informasi.

1.4. Aspek Strategis Organisasi dan Permasalahan Utama (Strategic Issued) Dari pengalaman pelaksanaan tugas dan fungsi PUSFATJA dalam kurun 2010- 2014 serta kaitanny adengan UU No 21 tahun 2013, terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam kurun 2015-2019:

a. Standardisasi metode pengolahan dan produk informasi,

b. Pedoman pengolahan klasifikasi dan deteksi parameter geo-bio-fisik, c. Penyediaan fasilitas pengolahan untuk pengguna di luar LAPAN,

d. Penyediaan Informasi spasial berbasis penginderaan jauh untuk “Peringatan Dini”

sebagai masukan pembuat keputusan dan pengambil kebijakan pada instansi Pusat dan Daerah sehingga dapat melakukan tindakan antisipasi kesiap siagaan menghadap ibencana sehingga dapat mengurangirisiko korban jiwa dan aset.

e. Operasi sistem Pemantauan Bumi Nasional secara terus menerus dalam memberikan dan menyediakan Informasi berbasis penginderaan jauh real time untuk mendukung pembangunan, yaitu :

 Kemaritiman (perikanan, garispantai, dll),

 Ekonomi (pajakbumidanbangunan),

 Energi (geo thermal),

 Ketahananpangan,

 Surveillance (pertahanankeamanandandaerahperbatasan),

 Daerah, pengembanganwilayahdanpembangunandesa,

 Lingkungan dan mitigasi bencana (epidemic penyakit, banjir, kebakaran hutan,dan lahan, dll).

f. Hilirisasi hasil litbangyasa yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.

1.5. Sumber Daya Manusia (SDM) dan Fasilitas

Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (PUSFATJA) merupakan salah satu unit kerja di DeputiPenginderaanJauh yang berkedudukan di Jl. Kalisari No. 8 Pekayon, PasarRebo, Jakarta Timur 13710.

(17)

PENDAHULUAN

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 6

Berdasarkan jenjang pendidikannya (Gambar 1.2), SDM PUSFATJA sebagian besarsudah memiliki jenjang S2 (35 orang) dan minimal S1 (34 orang) dan baru sebanyak 9 orang yang sudah berjenjang S3. Kegiatan peningkatan kapasitas SDM selalu dilaksanakan oleh PUSFATJA dengan mengirimkan SDMnya untuk mengikuti jenjang pendidikan lanjut baik itu jenjang pendidikan formal maupun informal. Saat ini ada 2 orang yang sedang melanjutkan pendidikan kejenjang S3 dan 3 orang yang sedangmelanjutkankejenjang S2.

Gambar 1.2 SDM PUSFATJA berdasarkan jenjang pendidikan

Berdasarkan jabatan fungsional khusus yang dimilikinya (Gambar 1.3), SDM PUSFATJA sebagian besar memiliki jabatan fungsional sebagaipeneliti (48 orang) dan perekayasa (12 orang).

(18)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 7 Gambar 1.3 SDM PUSFATJA berdasarkan jenjang jabatan fungsional

Dalam mendukung kegiatannya, maka PUSFATJA memiliki beberapa fasilitas diantaranya adalah gedung tempa pelaksanaan seluruh aktivitas PUSFATJA yang berkedudukan di Jl. Kalisari No 8 Pekayon, PasarRebo, Jakarta Timur 13710. Selain itu juga PUSFATJA memiliki fasilitas server untuk mendukung Sistem Pemantauan Bumi Nasional dan diseminasi informasi hasil-hasil litbangyasa. Untuk mendukung validasi hasil-hasil litbangyasa, PUSFATJA juga memiliki fasilitas peralatan survei lapangan yang diantaranya adalah field spectrometer (2 buah merk Ocean optics dan 1 bua hmerk TriOS RAMSES), GPS, peralatan untuk mengukur kualitas perairan (TSS, Klorofil, kedalaman, kecerahan), peralatan untuk pengukuran pH dan suhu tanah dan peralatan survei lainnya.

(19)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 8

BAB II

RENSTRA 2015 – 2019 DAN PERJANJIAN KINERJA 2015

2.1. Visi

Pusat unggulan dalam bidang pemanfaatan penginderaan jauh untuk mewujudkan Indonesia maju dan mandiri.

2.2. Misi

a. Meningkatkan kualitas litbang pemanfaatan penginderaan jauh, b. Meningkatkan kualitas pedoman dan informasi penginderaan jauh, c. Melaksanakan dan mengelola Sistem Pemantauan Bumi Nasional.

2.3. Tujuan

a. Terwujudnya layanan prima di bidang pemanfaatan penginderaan jauh bagi masyarakat,

b. Terwujudnya Sistem Pemantauan Bumi Nasional yang memenuhi kepatuhan standard dan prosedur.

2.4. Sasaran Strategis

Sasaran strategis yang disiapkan oleh PUSFATJA dalam kurun waktu 2015- 2019 adalah sebagai berikut :

a. Meningkatnya penguasaan iptek di bidang pemanfaatan penginderaan jauh yang maju,

b. Meningkatnya layanan iptek di bidang pemanfaatan penginderaan jauh yang prima untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,

c. Meningkatnya publikasi nasional terakreditasi, publikasi internasional, dan HKI di bidang pemanfaatan penginderaan jauh,

d. Terlaksananya Sistem Pemantauan Bumi Nasional yang memenuhi standard ISO,

e. Penguasaan iptek pemanfaatan penginderaan jauh,

f. Layanan pemanfaatan penginderaan jauh yang prima untuk memberikan

(20)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 9 manfaat bagi masyarakat,

g. Peningkatan kapasitas litbang pemanfaatan penginderaan jauh,

h. Tersedianya sub sistem DSS untuk mitigasi bencana alam dan perubahan iklim berbasis penginderaan jauh,

i. Tersedianya metode pengolahan (klasifikasi dan deteksi parameter geobiofisik), pedoman pemanfaatan data, dan diseminasi informasi penginderaan jauh, j. Terwujudnya reformasi birokrasi di lingkungan PUSFATJA.

Khusus untuk tahun 2015 dikarenakan masih transisi antara periode rencana strategis 2010-2014 dan rencana strategis 2015-2019, maka sasaran strategis dan indikator kinerja utama (IKU) masih menggunakan Keputusan Kepala LAPAN Nomor 75 Tahun 2013, dimana sasaran strategis yang ditetapkan adalah :

1. Penyiapan bahan kajian kebijakan pengembangan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh,

2. Penguatan penelitian dan pengembangan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh,

3. Penguatan pengembangan Pusat Pemantauan Bumi,

4. Penguatan pembimbingan, pembinaan, dan pelayanan teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh, dan

5. Penguatan kerjasama teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh.

2.5. Target Sasaran Strategis Tahun 2015 dari Pembangunan Jangka Menengah PUSFATJA 2015-2019

Pada tahun 2015, PUSFATJA menetapkan target capaian dari Sasaran Kinerja sebagaimana tersebut di atas, sebagai berikut:

Tabel 2.1. Sasaran Kinerja, Indikator Kinerja, dan Target Tahun 2015

No. Sasaran Kinerja Indikator Kinerja Target

1. Penguasaan iptek pemanfaatan

penginderaan jauh

IKU 1 Jumlah model, modul, dan prototipe pemanfaatan penginderaan jauh yang operasional untuk pemantauan sumber daya alam, lingkungan, serta mitigasi bencana, dan perubahan iklim.

10

(21)

RENSTRA 2015 – 2019 DAN PERJANJIAN KINERJA 2015

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 10

2. Layanan pemanfaatan penginderaan jauh yang prima untuk memberikan manfaat bagi masyarakat

IKU 2

IKU 3

Jumlah pengguna yang memanfaatkan layanan informasi penginderaan jauh secara nasional.

Indeks Kepuasan Masyarakat atas layanan informasi penginderaan jauh.

45

80%

3. Publikasi nasional terakreditasi, publikasi internasional, dan HKI di bidang Pemanfaatan penginderaan jauh

IKU 4

IKU 5

Jumlah publikasi nasional teraktreditasi di bidang pemanfaatan penginderaan jauh.

Jumlah publikasi internasional di bidang pemanfaatan penginderaan jauh yang terindeks.

17

3

4. Terselenggaranya

Sistem Pemantauan Bumi Nasional

Sesuai standard ISO

IKU 6 Persentase kesiapan Sistem Pemantauan Bumi Nasional terhadap ISO 9001 dan ISO 27001.

20%

5. Peningkatan kapasitas Litbang pemanfaatan penginderaan jauh

IKU 7

IKU 8

Jumlah kerjasama internasional yang meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas litbang pemanfaatan penginderaan jauh.

Prosentase pemenuhan kriteria pusat unggulan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh.

10

20%

6. Tersedianya sub sistem DSS untuk mitigasi bencana alam dan perubahan iklim berbasis Penginderaan Jauh

IKU 9 Jumlah sub sistem DSS lintas sektoral terkait mitigasi bencana dan perubahan iklim berbasis penginderaan jauh.

1

7 Tersedianya metode pengolahan (klasifikasi dan deteksi parameter geobiofisik), pedoman pemanfaatan data, dan diseminasi informasi penginderaan jauh

IKU 10 Jumlah pedoman, model, prototype, dan metode pemanfaatan penginderaan jauh yang sudah siap ditetapkan menjadi standard nasional.

10

2.6. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2015

Mengingat bahwa pada saat penyusunan dan pengusulan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2015, Renstra PUSFATJA 2015-2019 belum tersusun maka RKT 2015 disusun berdasarkan pada Renstra PUSFATJA tahun 2010-2014 dan disesuaikan dengan perubahan sasaran strategis dan IKU LAPAN yang ditetapkan oleh Keputusan Kepala LAPAN Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama serta pertimbangan-pertimbangan lain sesuai dengan perkembangan penginderaan jauh nasional terutama terkait dengan pelaksanaan UU No 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Berdasarkan hal tersebut telah ditetapkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) PUSFATJA tahun 2015, sebagaimana tercantum dalam

(22)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 11 Tabel Rencana Kinerja Tahunan 2015 yang disajkan pada Tabel 2.

Tabel 2.2 Rencana Kinerja Tahunan 2015

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target

(1) (2) (3)

1 Penyiapan bahan kajian kebijakan

pengembangan di bidang pemanfaatan

penginderaan jauh

IKU 1 Jumlah bahan kajian kebijakan di bidang pemanfaatan

penginderaan jauh

1 Dokumen

2 Penguatan penelitian dan pengembangan di bidang pemanfaatan

penginderaan jauh

IKU 2

IKU 3

IKU 4

IKU 5

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, serta model dan informasi sumber daya wilayah darat yang dimanfaatkan pengguna.

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, serta model dan informasi sumber daya wilayah pesisir dan laut yang dimanfaatkan pengguna.

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, serta model dan informasi untuk pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana yang dimanfaatkan pengguna Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, modul dan standar produksi informasi yang dimanfaatkan pengguna

5 Dokumen teknis, 6 publikasi nasional,

dan 1 publikasi internasional

4 Dokumen teknis, 5 publikasi nasional,

dan 1 publikasi internasional

4 Dokumen teknis, 6 publikasi nasional,

dan 1 publikasi internasional

4 Dokumen teknis

3 Penguatan

pengembangan Pusat Pemantauan Bumi

IKU 6 Jumlah informasi spasial pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, dan sumber daya alam yang dimanfaatkan pengguna.

175 Informasi

4 Penguatan pembimbingan,

pembinaan, dan

pelayanan teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh

IKU 7 Jumlah bimbingan,

pembinaan, dan

pelayanan teknis di bidang pemanfaatan

penginderaan jauh kepada pengguna.

5 Pembinaan, 10 Bimbingan, 5 Pelayanan Teknis

5 Penguatan kerjasama teknis di bidang pemanfaatan

penginderaan jauh

IKU 8 Jumlah kerjasama teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh.

10 instansi

(23)

RENSTRA 2015 – 2019 DAN PERJANJIAN KINERJA 2015

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 12

Pada sasaran strategis 1, menunjukan bahwa PUSFATJA bermaksud menindaklanjuti dan melaksanakan amanat UU No 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan terutama terkait dengan pengaturan penyelenggaraan keantariksaan nasional, berupa Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden maupun Peraturan Kepala pedoman dan standard penyelenggaraan keantariksaan nasional, termasuk di dalamnya pengaturan untuk penyelenggaraan penginderaan jauh. Tahun 2015, PUSFATJA fokus untuk menghasilkan “draft” pedoman pemanfaatan penginderaan jauh untuk berbagai bidang dan mewujudkan Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 yang dapat selaras dan mengacu pada Renstra LAPAN 2015-2019 dan visi presiden terpilih.

Pada sasaran strategis 2, PUSFATJA mempunyai komitmen bahwa penelitian dan pengembangan pemanfaatan penginderaan jauh tidak hanya menghasilkan dokumen teknis yang bermanfaat bagi kepentingan LAPAN tapi juga diakui dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pemanfaatan penginderaan jauh di dalam dan luar negeri melalui keberhasilan dalam mempublikasikan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan pada jurnal ilmiah terakreditasi di dalam dan luar negeri.

Pada sasaran strategis 3, menunjukkan bahwa PUSFATJA fokus untuk pengembangan kemampuan pemanfaatan penginderaan jauh dalam bentuk pengembangan Sistem Pemantauan Bumi Nasional (SPBN) yang mendukung pembangunan nasional dengan melakukan peningkatan produksi informasi yang diperlukan dalam pembangunan seperti informasi untuk keperluan mitigasi bencana dan lingkungan, pertanian, perikanan, pengembangan wilayah dan tata ruang dan lainnya.

Pada sasaran strategis 4, menunjukkan bahwa PUSFATJA fokus untuk meningkatkan kemampuan nasional dalam pemanfaatan penginderaan jauh melalui peningkatan pembinaan, pembimbingan, dan pelayanan teknis.

(24)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 13 Sasaran strategis 5, PUSFATJA berketetapan untuk melakukan kerjasama teknis di bidang Pemanfaatan Penginderaan jauh, guna meningkatkan kemampuan ekstraksi informasi dari data penginderaan jauh yang dibutuhkan pengguna.

2.7. Perjanjian Kinerja (PK) tahun 2015

Berdasarkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) PUSFATJA tahun 2015 dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) tahun 2015 ditetapkan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2015 yang merupakan perjanjian kinerja PUSFATJA pada tahun 2015.

Pelaksanaan Perjanjian Kinerja Tahun 2015, PUSFATJA terikat dengan perjanjian kinerja antara Deputi Bidang Penginderaan Jauh dengan Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh. Selain perjanjian kinerja antara Deputi dengan Kepala Pusat, perjanjian kinerja juga dilakukan antara Kepala Pusat dengan Kepala Bidang dan juga antara Kepala Bidang dengan penelitinya melalui penetapan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) 2015. Perjanjian Kinerja (PK) PUSFATJA antara Deputi Penginderaan Jauh dengan Kepala PUSFATJA diuraikan pada Tabel 2.3.

(25)

RENSTRA 2015 – 2019 DAN PERJANJIAN KINERJA 2015

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 14

(26)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 15

(27)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 16

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Capaian Kinerja Organisasi

3.1.1. Analisis Capaian Kinerja Tahun 2015

Capaian kinerja tahun 2015 disajikan pada tabel 3.1 berikut :

Tabel 3.1 Capaian Tahun 2015 Berdasarkan Perjanjian Kinerja 2015

Sasaran Strategis Utama Indikator Kinerja Target Capaian

(1) (2) (3) (4)

1 Penyiapan bahan kajian kebijakan pengembangan di bidang

pemanfaatan penginderaan jauh (Capaian sasaran strategis 1:

100%)

IKU 1 Jumlah bahan kajian kebijakan di bidang pemanfaatan

penginderaan jauh

1 dokumen 1 Dokumen (100%)

2 Penguatan penelitian dan pengembangan di bidang

pemanfaatan penginderaan jauh (Rata-rata Capaian Sasaran Strategis 2:

(111,17%)

IKU 2

IKU 3

IKU 4

IKU 5

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, serta model dan informasi sumber daya wilayah darat yang dimanfaatkan pengguna

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, serta model dan informasi sumber daya wilayah pesisir dan laut yang dimanfaatkan pengguna

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah, HKI, serta model dan informasi untuk pemantauan

lingkungan dan mitigasi bencana yang

dimanfaatkan pengguna

Jumlah dokumen teknis, publikasi ilmiah,

5 Dokumen teknis, 6 publikasi nasional, dan

1 publikasi internasional

4 Dokumen teknis, 5 publikasi nasional, dan

1 publikasi internasional

4 Dokumen teknis, 6 publikasi nasional, dan

1 publikasi internasional

4 Dokumen teknis

5 Dokumen teknis, 7 publikasi nasional, dan

1 publikasi internasional

(108,33%) 4 Dokumen

teknis, 5 publikasi nasional, dan

1 publikasi internasional

(100%) 4 Dokumen

teknis, 8 publikasi nasional, dan

3 publikasi internasional

(136,36%)

4 Dokumen

(28)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 17 HKI, modul dan

standard produksi informasi yang dimanfaatkan pengguna

teknis (100%)

3 Penguatan pengembangan Pusat Pemantauan Bumi

(Capaian sasaran strategis 3:181%)

IKU 6 Jumlah informasi spasial pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, dan sumber daya alam yang dimanfaatkan pengguna

175 informasi 316 informasi (181%)

4 Penguatan pembimbingan, pembinaan dan pelayanan teknis di bidang

pemanfaatan penginderaan jauh (Capaian Sasaran Strategis 4:

413,33%)

IKU 7 Jumlah bimbingan, pembinaan, dan pelayanan teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh kepada pengguna

5 instansi menerima Pembinaan

10 instansi Menerima Pembimbingan

5 Instansi Menerima Pelayanan

Teknis

32 instansi menerima Pembinaan

(640%) 20 instansi

Menerima Pembimbingan

(200%) 20 Instansi

Menerima Pelayanan Tekni(400%) 5 Penguatan

kerjasama teknis di bidang

pemanfaatan penginderaan jauh (Capaian Sasaran Strategis 5:160%)

IKU 8 Jumlah kerjasama teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh

10 Instansi 16 instansi (160%)

Pada pelaksanaan kegiatan di tahun 2015 untuk sebagaimana tersebut dalam PK, PUSFATJA mencapai hasil seperti disajikan pada Tabel 3.1. Capaian kinerja untuk tiap IKU di atas 100%, bahkan untuk beberapa IKU jauh melebihi target, seperti jumlah pembimbingan, pembinaan, dan pelayanan teknis pemanfaatan penginderaan jauh yang mencapai 360% dari target 20 instansi dapat terlayani sebanyak 72 instansi. Instansi yang telah dilayani PUSFATJA dapat dilihat pada Lampiran 6. Indikator kinerja lain yang mencapai lebih dari 100% adalah jumlah publikasi ilmiah nasional dan internasional, yang mencapai sebesar 141% (target total 17 publikasi nasional tercapai 20 publikasi nasional, serta target total 3 publikasi

(29)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 18

internasional tercapai 5 publikasi internasional). Judul-judul publikasi ilmiah pemanfaatan penginderaan jauh sebagaimana tersebut pada tabel di atas dapat dilihat pada Lampiran 7. Khusus untuk IKU 1 penyiapan bahan kebijakan telah dihasilkan Dokumen teknis “Penyusunan Pedoman Pemanfaatan Penginderaan Jauh atau Proses Produksi dan Metodologi Litbang Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh”.

Dengan asumsi bahwa bobot dari tiap IKU adalah sama maka berdasarkan tabel 3.1 di atas, secara keseluruhan capaian kinerja PUSFATJA 193.10% atau 193%. Dengan kata lain bahwa pada tahun 2015, PUSFATJA telah berhasil mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pada PK 2015.

Berdasarkan capaian kinerja PUSFATJA seperti yang tertera dalam Tabel 3.1.

di atas dapat diuraikan penjelasannya sebagai berikut:

Sasaran Strategis 1: Penyiapan bahan kajian kebijakan pengembangan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh

Output yang dihasilkan berupa 1 dokumen teknis bahan penyusunan Pedoman Pemanfaatan Penginderaan Jauh atau Proses Produksi dan Methodologi Penelitian Pengembangan dan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh. Dokumen ini menjadi acuan atau pedoman dalam penyusuan Pedoman Pemanfaatan Penginderaan Jauh atau untu Proses Produksi dan Methodologu Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh.

Sasaran Strategis 2: Penguatan penelitian dan pengembangan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh

Output yang dihasilkan berupa dokumen teknis kegiatan penelitian dan pengembangan di tiap-tiap bidang yang total berjumlah 17 dokumen teknis. Berikut adalah ringkasan dokumen teknis dari masing-masing litbang. Beberapa hasil penelitian litbang telah dipublikasikan dalam bentuk karya tulis ilmiah yang diterbitkan pada publikasi nasional maupun internasional. Pencapaian pada tahun 2015 telah terpublikasikan 19 karya tulis ilmiah nasional dan 5 karya tulis internasional. Selain itu, karya tulis yang dihasilkan litbang juga dipublikasikan dalam bentuk prossiding, buku, dan majalah (Lampiran 7).

(1) Dokumen Teknis “Pemanfaatan Data Radar untuk Pesisir dan Laut”, yang memaparkan tentang hasil kegiatan penelitian tersebut dengan menggunakan data citra Sentinel-1 tanggal 23 Mei 2015 (19:10:32 WIB). Pada Gambar 3.1

(30)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 19 tersebut kenampakan berwarna gelap yang tersebar di Perairan Cilacap (Teluk Penyu dan Pulau Nusa Kambangan) diduga merupakan kenampakan tumpahan minyak. Dugaan tersebut didukung dengan penemuan fakta di lapangan berupa minyak yang terapung di perairan serta di tepi pantai Teluk Penyu dan Pulau Nusa Kambangan. Keberadaan alga dan sejenisnya atau akumulasi sampah tidak ditemukan di tengah maupun di sepanjang pantai.

Gambar 3.1. Deteksi Tumpahan Minyak dari Data Sentinel 1

(2) Dokumen Teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Ekosistem Pesisir (Terumbu Karang dan Mangrove)”, yang memaparkan tentang hasil kegiatan penelitian tersebut dengan menggunakan data citra Landsat 8 memperlihatkan perbandingan distribusi mangrove hasil perhitungan dari NDVI dan Indeks kerusakan Mangrove. Hasil perhitungan dari NDVI berbanding terbalik dengan hasil dari perhitungan Indeks Kerusakan Mangrove.

Gambar 3.2. Perbandingan Distribusi Mangrove Hasil Perhitungan NDVI dan Indeks Kerusakan Mangrove (IM)

(31)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 20

(3) Dokumen Teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Kualitas Air”, yang memaparkan tentang hasil kegiatan penelitian tersebut dengan menggunakan data citra Landsat 8 tanggal 3 Juni 2015 untuk menghasilkan sebaran TSM menggunakan data reflektansi kanal 4 (band merah).

Gambar 3.3 Distribusi MPT di Perairan Teluk Lampung dari Data Citra Landsat 8 (4) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Informasi Zona

Potensi Penangkapan Ikan”. Menampilkan diagram masterplan otomatisasi pengolahan data penginderaan jauh. Produksi informasi ZPPI merupakan salah satu bagian dari sistem yang akan dibuat selain pemantauan pertumbuhan padi dan pemantauan lahan bekas terbakar. Semuanya sistem pengolahan ikan terintegrasi secara sinergis dan hasil dari pengolahan terintegrasi dengan sistem diseminasi seperti sistem pemantauan bumi nasional.

Gambar 3.4. Diagram masterplan otomatisasi pengolahan data penginderaan jauh

(32)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 21 (5) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Identifikasi Sumber daya Geologi”. Pemanfaatan data penginderaan jauh resolusi tinggi SPOT 6/7 dan resolusi menengah Landsat telah dilakukan untuk identifikasi lahan tambang emas masyarakat di Aceh, serta mengkaji metode yang dikembangkan. Dari hasil penelitian pemanfaatan data resolusi tinggi SPOT 6/7 dapat dengan mudah (secara visual) digunakan untuk identifikasi lahan tambang masyarakat dengan adanya indikasi aktifitas pekerja tambang yaitu berupa tenda-tenda yang berwarna biru. Selain itu juga, pemanfaatan data resolusi menengah Landsat multitemporal dapat digunakan untuk identifikasi lahan terbuka tambang dengan menggunakan metode VIDN dan MPCA, juga dapat memberikan gambaran yang jelas pada kondisi sebelum lahan tambang dibuka dan sesudah lahan tambang dibuka.

Gambar 3.5. Skema proses segmentasi multiresolusi untuk memilih poligon-poligon yang merupakan daerah yang teridentifikasi sebagai lahan terbuka tambang (6) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Inventarisasi

Sumber Daya Hutan untuk Mendukung Program Redd+”. Mengidentifikasi tipe hutan berdasarkan acuan peta penutup lahan KLHK, dilakukan klasifikasi secara digital dengan membuat training area pada beberapa tipe hutan dengan

(33)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 22

cropping sampel pada kawasan yang ada perbedaan ketiga tipe hutan tersebut dengan tujuan untuk melihat hasil klasifikasi apakah terjadi percampuran antara ke-3 tipe kelas tersebut maupun dengan kelas non hutan disekitarnya.

Gambar 3.6. Hasil Klasifikasi Tipe Hutan dengan Metode Maximum Likelihood (7) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Identifikasi

Perkebunan”. Pemanfaatan data penginderaan jauh untuk Investigasi nilai spektral dan tekstur untuk data optik resolusi menengah dan tinggi, mengembangkan model deteksi perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan data optik menengah dan tinggi, dan mengembangkan model estimasi umur kelapa sawit dengan menggunakan data optik resolusi menengah dan tinggi.

(a) (b)

Gambar 3.7. Korelasi data citra NDVI (a) dengan umur sawit menghasilkan persamaan y = -0.0004x2 + 0.0107x + 0.3912, dimana, x adalah umur dan Y adalah NDVI SPOT dengan R² = 0.675

0.380 0.400 0.420 0.440 0.460 0.480 0.500

0 5 10 15 20 25

NDVI

(34)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 23 (8) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Pemantauan Pertumbuhan Padi di Lahan Sawah (Studi Kasus Pulau Kalimantan)”.

Pemanfaatan data penginderaan jauh untuk sawah adalah untuk pemantauan pertumbuhan tanaman (fase tanaman) di lahan sawah dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh, dan pengembangan model pemantauan pertumbuhan lahan sawah.

(9) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Pengembangan Wilayah”. Pemanfaatan data satelit Pleiades untuk mendukung proses penyusunan RDTR dapat dimanfaatkan sebagai: arahan (guideline) dalam penggunaan data resolusi tinggi untuk pembuatan peta dasar skala detail (1:5.000) sebagai dasar dalam peletakan arahan rencana pemanfaatan ruang skala detail, juga menjadi acuan atau pedoman bagi setiap instansi perencanaan tata ruang pada kegiatan proses penyusunan RDTR dan memberikan orientasi awal dalam memilih dan memilah data satelit resolusi tinggi yang sesuai dengan lingkup dan skala produk RDTR yang akan dibuat.

Gambar 3.8. Citra Komposit EVI 8 harian Multitemporal dengan RGB

(Mean, Max, Min)

Gambar 3.9. Citra Klasifikasi Lahan Sawah berdasarkan EVI Maksimum (16 harian) di Provinsi Kalimantan

Selatan

(35)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 24

Gambar 3.10 Identifikasi kawasan hunian teratur menggunakan data citra resolusi sangat tinggi

(10) Dokumen teknis “Litbang Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana Banjir”. Penelitian pemanfaatan data penginderaan jauh dilakukan untuk (a) mengkaji potensi pemanfaatan data Himawari 8, (b) mengkaji potensi pemanfaatan data curah hujan GSMaP, (c) mengkaji pengaruh perubahan penutup/penggunaan lahan terhadap banjir, (d) mengkaji pemodelan genangan banjir, dan (e) mengestimasi dampak model genangan banjir terhadap penutup/penggunaan lahan. Hasil penelitian keseluruhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan institusi lain dalam upaya pengembangan model pemantauan perubahan penutup/penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap bahaya dan risiko banjir, dan diharapkan dapat memberikan gambaran arah kebijakan dalam rencana pengembangan penataan ruang wilayah yang bebas banjir dan dalam rencana penanggulangan dan mitigasi banjir

Gambar 3.11. Pola sebaran curah hujan GSMaP wilayah Indonesia Tanggal 15 Februari 2015

(36)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 25 (11) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Api”. Deteksi prekursor erupsi gunung api dari data optis MODIS dilakukan dengan mengestimasi energi radiatif yang dihasilkan dari proses erupsi menggunakan kanal 21 (panjang gelombang 4 µm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas vulkanisme akan menghasilkan peningkatan energi radiaktif. Berdasarkan hasil perhitungan energi radiaktif erupsi dapat diketahui bahwa kekuatan erupsi Gunung Raung pada tanggal 24 Juni 2015 delapan kali lebih dahsyat dari Gunung Sinabung tanggal 29 Juli 2015.

Gunung Sinabung Gunung Raung

Gambar 3.12. Nilai suhu kecerahan kanal 21 (T21) G. Sinabung (erupsi tanggal 29 Juli 2015 pukul 15.39 UTC) dan G. Raung (erupsi tanggal 24 Juni 2015 pukul 15.06

UTC)

(12) Dokumen teknis “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Kekeringan dan Kebakaran Hutan/Lahan”. Mengembangkan model pemanfaatan data penginderaan jauh untuk mitigasi bencana kekeringan dan kebakaran hutan/lahan, khususnya terkait dengan daerah terbakar (burn area) dengan data Landsat 8.

0 1 0 1 NBR1 sebelum terbakar

1 September 2014

NBR2 setelah/pada saat terbakar 3 Oktober 2014

Gambar 3.13. Citra NBR wilayah Banjarmasin dan sekitarnya

G. Sinabung

G. Raung

(37)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 26

(13) Dokumen teknis “Pengembangan dan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Untuk Pemantauan Kondisi Lingkungan Perkotaan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode identifikasi dan validasi RTH dari data penginderaan jauh; melakukan analisis temperatur perkotaan (UHI) terkait perubahan tutupan lahan; dan menyusun bahan standard pedoman data penginderaan jauh untuk mendukung program RTH.

Gambar 3.14. Perbandingan tutupan vegetasi di wilayah Jakarta tahun 2007 dan 2013

(14) Dokumen teknis “Pengembangan Nilai Tambah Data Satelit dan Pesawat Lapan”. Penelitian tahun anggaran 2015 dilakukan untuk mengetahui potensi pemanfaatan data peginderaan jauh menggunakan wahana pesawat (LSA) dalam mendukung pemetaan skala rinci, pemantauan pertanian, mengetahui kualitas vegetasi pada ruang terbuka hijau serta interpretasi visual objek.

(a) (b)

Gambar 3.15. (a) Pemanfaatan data LSA untuk Ruang Terbuka Hijau (b) Pemanfaatan data LSA untuk pemantauan pertanian

(38)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 27 15). Dokumen teknis “Pengembangan Kapasitas Sistem Pemantauan Bumi Nasional”. SPBN dicanangkan oleh LAPAN sejak tahun 1990-an yang saat itu diberi nama Proyek Pemantauan Bumi. Pada program ini terdapat beberapa kegiatan yang penting dan berskala nasional yang antara lain: pemantauan liputan awan, pemantauan titik api kebakaran lahan dan hutan, pemantauan tingkat kekeringan lahan, dan pemantauan penutup dan penggunaan lahan.

SPBN ini terdiri atas 12 Informasi yang dikemas dalam Sistem Informasi Geografi (SIG) berbasis web. Sistem Informasi Geografis berbasis web adalah sebuah aplikasi sistem informasi geografis yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser. Aplikasi tersebut bisa dijalankan dalam suatu jaringan global yaitu internet dalam suatu jaringan lokal atau jaringan LAN, dan dalam suatu komputer yang memiliki web server.

Gambar 3.16. Sistem Pemetaan Web: Peta Dasar, Grid, dan Background (16) Pada tahun 2015 telah dihasilkan Dokumen teknis “Penyusunan Pedoman

Pemanfaatan Penginderaan Jauh atau Proses Produksi dan Metodologi Litbang Data Satelit Penginderaan Jauh” sebagai panduan penyusunan pedoman Pemanfaatan Penginderaan Jauh atau sebagai Pedoman Proses Produksi dan Metodologi Litbang data Satelit Penginderaan jauh.

(17) Dokumen Teknis “Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Produk Informasi Dan Diseminasi Informasi Penginderaan Jauh”. Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 mengamanatkan bahwa LAPAN dapat melakukan pengolahan data terkait klasifikasi dan deteksi parameter geo-bio-fisik jika diminta oleh pengguna.

Permintaan pengguna terhadap informasi yang dihasilkan oleh LAPAN sudah banyak seperti informasi kebencanaan yang diminta oleh BNPB, Informasi hotspot yang diminta oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Informasi fase pertumbuhan padi oleh Kementerian Pertanian, Informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) oleh Kementerian Kelautan

(39)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 28

dan Perikanan beserta dinas-dinas perikanan di berbagai provinsi.

Informasi sumber daya alam, lingkungan, dan mitigasi bencana seperti informasi curah hujan bulanan dan prediksinya, informasi hotspot, sistem peringkat bahaya kebakaran (SPBK), fase pertumbuhan padi, dan informasi terkait dengan zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) telah dioperasionalisasikan oleh Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Informasi tersebut diperbaharui baik harian, mingguan, dan bulanan. Informasi ini disampaikan kepada kurang lebih terhadap lebih dari 35 pengguna baik instansi pemerintah pusat maupun daerah dan juga swasta.

Gambar 3.17. Produksi Informasi Rekapitulasi Titik Panas (Hotspot) bulan Oktober 2015

(40)

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 29 Gambar 3.18. Produksi Informasi Zona Potensi Penangapan Ikan

bulan Januari 2015

Sasaran Strategis 3 : Penguatan pengembangan Pusat Pemantauan Bumi Beberapa output yang sudah disampaikan kepada pengguna dalam tenggat waktu harian, 8-harian, dan bulanan sudah dilakukan secara operasional oleh PUSFATJA. Total informasi yang dihasilkan dan disampaikan untuk dimanfaatkan oleh pengguna berjumlah sekitar 316 informasi yang dirinci pada Table 3.2 sebagai berikut.

Tabel 3.2 Informasi yang dimanfaatkan pengguna

Informasi harian 8 harian bulanan

Pemantauan Liputan awan dari data MTSAT (jam)

Pemantauan curah hujan dari data TRMM (3 jam + harian) Pemantauan curah hujan dari data Qmorph (jam + harian) Pemantauan SPBK (harian)

Pemantauan Hotspot (harian)

Potensi Banjir (9 pulau) = Jawa, Sum, Kal, Sul SPL = Terra, Aqua, NOAA (20 hari)

Khlorophyl = Terra, Aqua (20 hari) ZPPI (Project area) (20 hari)

24 9 25

4 1 4 6 3 6

(41)

AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 30

TKV Jawa (3 bagian) TKV Sumatera (8 provinsi) TKV Sulawesi (6 Porivinsi) Fase Jawa (3 bagian) Fase Sumatera (8 Provinsi) Fase Sulawesi (6 Provinsi)

Rawan Banjir/kering Jawa (3 bagian) RawanBanjir/kering Sumatera (8 provinsi) Rawan Banjir/Kering Sulawesi (6 provinsi)

12 32 24 12 32 24 12 32 24 Akumulasi curah hujan (TRMM+Qmorph)

Prediksi curah hujan OLR (4 bulan) Rekapitulasi Banjir (9 pulau) Rekapitulasi Hotspot SPBK bulanan

TKV (Jawa, Sumatera, Sulawesi)

Rawan Banjir/kering (Jawa, Sumatera, Sulawesi) Prediksi Rawan banjir/kering (J,Sum,Sul)

2 16

1 1 4 3

`3 3

Jumlah 82 204 30

TOTAL 316 Informasi

Sasaran Strategis 4 : Penguatan pembimbingan, pembinaan, dan pelayanan teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh

Jumlah penguatan pembimbingan, pembinaaan dan pelayanan teknis di bidang penginderaan jauh telah melebihi target yang ditetapkan pada perjanjian kinerja tahun 2015. Adapun rinciannya dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Referensi

Dokumen terkait

Indikator kemampuan motorik halus menurut permendiknas (2009) yang bisa dilakukan melalui finger painting meliputi (1) Melatih gerakan otot jari jemari dan kedua tangan,

selaku panitia Pengadaan Barang/Jasa (POKJA. VII ULP Kota Cimahi) berdasarkan Surat Keputusan Walikota Cimahi Nomor 027/Kep.389-Adbang/2012, tentang Penetapan

Massive sandstone facies , Flaser-Wavy sand- stone facies , Massive claystone facies , Massive mudstone facies , Molusca rich mudstone fa- cies , Floatstone facies ,

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia Perusahaan Jasa Konstruksi, Klasifikasi non Kecil, yang dengan terlebih dahulu melakukan registrasi pada Layanan

The discovery of gold- bearing quartz veins (lode gold) contained significant gold grade hosted by metasedi- ment/metamorphic rocks in studied area, as well as the lesson learned

selaku panitia Pengadaan Barang/Jasa (POKJA. VII ULP Kota Cimahi) berdasarkan Surat Keputusan Walikota Cimahi Nomor 027/Kep.389-Adbang/2012, tentang Penetapan

52 Cirebon mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2013, seperti tersebut dibawah ini

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pengasih, berlokasi di Jalan KRT Kertodiningrat 41 Margosari, Pengasih, Kulon Progo ini