BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 2015
3.1.3 Perbandingan Capaian Kinerja PK Tahun 2015 dengan Target
Pada tahun 2015, PUSFATJA tidak hanya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pencapaian sasaran kinerja yang tertuang dalam PK 2015 tapi juga melaksanakan kegiatan untuk mencapai target-target sasaran kinerja yang tertuang dalam Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019. Rata-rata capaian sasaran strategis tahun 2015 dari Renstra tahun 2015-2019 adalah 133,38%. Capaian kinerja berdasarkan pada Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019 disajikan pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6. Capaian Berdasarkan Sasaran Kinerja, Indikator Kinerja, dan Target Tahun 2015 dari Renstra 2015-2019
No. Sasaran Kinerja Indikator Kinerja Target Capaian
1. Penguasaan iptek pemanfaatan
penginderaan jauh
Jumlah model, modul, dan prototipe pemanfaatan penginderaan jauh yang operasional untuk pemantauan sumber daya alam, lingkungan, serta mitigasi bencana dan perubahan iklim (IKU 1)
10 dokumen
Layanan pemanfaatan penginderaan jauh yang prima untuk memberikan
manfaat bagi
masyarakat
Jumlah pengguna yang memanfaatkan layanan informasi penginderaan jauh secara nasional (IKU 2)
45 instansi 72 instansi (160%) Indeks Kepuasan Masyarakat atas
layanan informasi penginderaan jauh.
(IKU 3)
80 81,2 (102%)
LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 35 3.
Publikasi nasional terakreditasi, publikasi internasional, dan HKI di bidang Pemanfaatan penginderaan jauh
Jumlah publikasi nasional teraktreditasi di bidang pemanfaatan penginderaan jauh. (IKU4)
17 makalah 20 makalah (111,8%) Jumlah publikasi internasional di bidang
pemanfaatan penginderaan jauh yang terindeks. (IKU 5)
3 makalah 5 makalah (166,7%)
4. Terselenggaranya SPBN Sesuai standard ISO
Persentase kesiapan Sistem Pemantauan Bumi Nasional (SPBN) terhadap ISO 9001 dan ISO 27001. (IKU 6)
20 % 20%
(100%)
5.
Peningkatan kapasitas litbang pemanfaatan penginderaan jauh
Jumlah kerjasama internasional yang meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas litbang pemanfaatan penginderaan jauh.
(IKU 7) Prosentase pemenuhan kriteria pusat
unggulan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh. (IKU 8)
20 20
(100%) 6. Tersedianya sub sistem
DSS untuk mitigasi bencana alam dan perubahan iklim berbasis Penginderaan Jauh
Jumlah sub sistem DSS lintas sektoral terkait mitigasi bencana dan perubahan iklim berbasis penginderaan jauh. (IKU 9)
7 Tersedianya metode pengolahan (klasifikasi dan deteksi parameter geobio fisik), pedoman pemanfaatan data dan diseminasi informasi penginderaan jauh
Jumlah pedoman, model, prototipe dan metode pemanfaatan penginderaan jauh yang sudah siap ditetapkan menjadi standard nasional.
Tabel 3.7. Perbandingan Capaian Kinerja PK Tahun 2015 dengan Renstra 2015-2019
Sasaran Strategis Utama Indikator Kinerja
Capaian PK 2015
Target RENSTRA Tahun
2019 1 Peningkatan
Kemampuan LAPAN di Bidang Penginderaan Jauh untuk Mendukung Kemampuan Nasional
IKU 1:
Jumlah dokumen teknis dan informasi berbasis pengin-deraan jauh yang dimanfaatkan
17 dokumen Jumlah DSS terkait mitigasi
bencana dan perubahan
TIDAK ADA DI PK
2 sub sistem Kesiapan Sistem Pemantauan
Bumi Nasional terhadap kriteria ISO 9001 dan ISO 27001
TIDAK ADA DI PK
100%
Pemenuhan kriteria pusat unggulan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh
TIDAK ADA DI PK
100%
IKU 2:
Jumlah bimbingan, pembinaan, dan pelayanan teknis di bidang pemanfaatan penginderaan jauh
72 institusi 20 institusi
kerjasama yang meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas
19 institusi 19 institusi
AKUNTABILITAS KINERJA
LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 36
bang pemanfaatan pengindera-an jauh
16 institusi internasional
3 institusi internasional Indeks Kepuasan Masyarakat
atas layanan informasi penginderaan jauh
81,2% 82%
2 Peningkatan Kualitas Litbang Penginderaan Jauh
IKU 3:
Jumlah makalah ilmiah nasio-nal terakreditasi dan makalah internasional di bidang peman-faatan penginderaan jauh
20 jurnal nasional
21 jurnal nasional
5 jurnal Internasional
5 jurnal internasional 3 Penguatan Kebijakan
dan Hukum
Kedirgantaraan
IKU 4:
Jumlah bahan rumusan kebi-jakan di bidang pemanfaatan penginderaan jauh
8 draft pedoman
Rata-rata Capaian PUSFATJA berdasarkan Renstra 2015-2019 sebagaimana pada tabel 3.6, adalah 133,38% atau semua target sasaran kinerja tahun 2015 berdasarkan Renstra 2015-2019 tercapai bahkan melampaui target. Dengan pengalaman tersebut, maka target 2019 akan dapat dicapai dengan tidak terlalu sulit.
Untuk target pada Renstra PUSFATJA tahun 2015-2019. Walaupun pada tahun 2015 semua target sasaran kinerja telah tercapai bahkan melebihi target namun mengingat bahwa pada tahun 2016, terjadi perubahan struktur organisasi dimana peran Kepala Bidang dalam memimpin pelaksanaan kegiatan khususnya kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan telah digantikan oleh pejabat fungsional Peneliti dan Perkayasa. Perubahan tersebut tentu akan membawa dampak terhadap kinerja tahun 2016, untuk itu target sasaran kinerja yang tertuang di dalam Renstra PUSFATJA untuk sementara ini tidak dirubah, dan akan senantiasa dilakukan pemantauan dan evaluasi terkait dengan target sasaran kinerja PUSFATJA agar lebih realistis .
3.1.4. Capaian Lain di Luar IKU
Selain kinerja sebagaimana tersebut di atas, pada tahun 2015 PUSFATJA LAPAN telah melakukan beberapa hal yang tidak terkait dengan IKU pada PK maupun IKU pada Renstra. Capaian tersebut dijabarkan di bawah ini :
1. Penghargaan “Tangguh Award”
LAPAN telah menerima penghargaan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) berupa trophy sebagai pemenang 1 Tangguh Award.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Tim Tanggap Darurat Mitigasi Bencana Berbasis Data Satelit Penginderaan Jauh PUSFATJA yang senantiasa menyampaikan informasi kondisi bencana setiap saat, diminta atau
LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 37 tidak diminta oleh BNPB dan instansi terkait yang membutuhkan.
2. Quick Response
PUSFATJA sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya senantiasa menyiapkan Posko Bencana atau Tim Tanggap Darurat Bencana (Quick Response) untuk senantiasa memberikan informasi bencana kepada BNPB dan BPBD di daerah. Untuk tahun 2015, informasi mitigasi bencana disampaikan juga kepada presiden melalui sekretaris presiden.
3. Metode Perhitungan Luas Lahan Terbakar
Hasil pengembangan metode untuk menghitung luas kawasan atau lahan terbakar telah memberikan hasil
akurasi yang cukup baik dan telah dibandingkan dengan berbagai metode yang dilakukan oleh berbagai instansi terkait dengan waktu pengolahan yang lebih cepat dan keterlibatan SDM dalam pengolahan yang juga lebih sedikit.
4. Pemanfaatan hasil litbangyasa oleh Kementerian dan Lembaga
Salah satu pemanfaatan hasil litbangyasa PUSFATJA yang sudah operasionalisasi adalah informasi fase pertumbuhan padi yang digunakan oleh Kementerian Pertanian. Hasil litbangyasa PUSFATJA digunakan sebagai salah satu parameter dalam menentukan Kalender Tanam (KATAM) kementan.
5. Pemanfaatan hasil litbangyasa oleh pihak swasta
Kemenristekdiskti telah mencanangkan program hilirisasi hasil-hasil litbang supaya dapat segera dimanfaatakan oleh pihak pengguna. Salah satu hal yang sudah dilaksanakan oleh PUSFATJA adalah Pemanfaatan informasi ZPPI untuk mendukung operasionalisasi kegiatan di PT Perikanan Nusantara (Persero) dan PT Citra Sari Makmur.
6. Otomatisasi
Berdasarkan pengalaman memberikan pelayanan informasi pada umumnya pengguna sangat membutuhkan informasi sangat segera terutama saat terjadi bencana. Untuk menghasilkan suatu kawasan terbakar untuk seluruh wilayah Indonesia yang awalnya membutuhkan waktu hampir satu hari atau bahkan
AKUNTABILITAS KINERJA
LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 38
lebih untuk pengumpulan, pengolahan, dan layouting informasi serta membutuhkan beberapa orang yang bekerja untuk memprosesnya maka dengan otomatisasi hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 5-6 menit.
Dengan keberhasilan automatisasi tersebut, maka pelayanan untuk mitigasi bencana dapat dilakukan dengan cepat.
Selain informasi luasan lahan terbakar yang dilakukan secara otomatis, informasi zona penangkapan ikan telah juga dilakukan secara otomatis sehingga dapat memberikan kecepatan informasi yang dibutuhkan para nelayan dengan segera dan tepat waktu.
Dengan kemampuan otomatisasi informasi ZPPI, maka PUSFATJA dapat memperluas diseminasi informasi ZPPI kepada berbagai institusi terutama kepada pihak swasta (perusahaan yang bergerak di bidang perikanan tangkap).
7. Bahan Kebijakan
Pada tahun 2015, selain telah dihasilkan 1 dokumen teknis Pedoman Penyusunan "Pedoman Pemanfaatan Penginderaan jauh atau Proses Produksi, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh, PUSFATJA telah berhasil menyiapkan Naskah Akademik Bahan Kebijakan terkait dengan Pedoman sesuai pasal 22 UU no 21 tentang Keantariksaan.
Bahan tersebut menjadi bahan untuk dilanjutkan dengan proses rapat inter kementerian/ lembaga untuk harmonisasi dan sinkronisasi dan kemudian untuk ditetapkan Kepala LAPAN. Bahan kebijakan Pedoman Pemanfaatan data Penginderaan jauh tersebut adalah:
a) Dokumen Teknis panduan penyusunan pedoman,
b) Dokumen Teknis Pemantauan Fase Pertumbuhan Tanaman Padi Menggunakan Data Penginderaan Jauh,
c) Dokumen Teknis Pemantauan Luas Permukaan Air Danau Menggunakan Data Satelit Penginderaan Jauh,
d) Dokumen Teknis Pengolahan Data Penginderaan Jauh Untuk Ekosistem Terumbu Karang,
e) Dokumen Teknis Pengolahan Data Penginderaan Jauh Landsat 8 untuk Mangrove,
f) Dokumen Teknis Pembuatan Informasi Spasial Zona Potensi Penangkapan Ikan Berbasis Data Satelit Penginderaan Jauh,
LAPORAN KINERJA TAHUN 2015 PUSFATJA 39 g) Dokumen Teknis Pengolahan Data Penginderaan Jauh untuk Analisis Muatan
Padatan Tersuspensi,
h) Dokumen Teknis Pemanfaatan Data Landsat 8 untuk Deteksi Daerah Bekas Terbakar,
i) Dokumen Teknis Pemanfaatan Data Landsat 8 untuk Deteksi Daerah Tergenang Banjir,
j) Dokumen Teknis Pengolahan Klasifikasi Penutup Lahan Secara Digital Menggunakan Data Penginderaan Jauh.
Diharapkan pada tahun 2016 akan dapat ditetapkan oleh Kepala LAPAN menjadi Pedoman Pemanfaatan Penginderaan Jauh yang berlaku mengikat secara nasional.
3.2. Akuntabilitas Keuangan