• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 38

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kampus V Universitas Sebelas Maret Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Mesin yang beralamat di jalan Ahmad Yani 200 Kartasura, Surakarta, sebagai institusi pelaksana dan sumber informasi pelaksanaan program Praktik Industri.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap dan dimulai pada bulan Januari 2016 hingga bulan april 2016. Adapun perincian jadwal pelaksanaan penelitian ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 3.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Jenis Kegiatan Bulan

Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1. Persiapan penelitian

a. Pengajuan judul b. Penyusunan proposal c. Seminar proposal d. Revisi proposal e. Mengurus perizinan 2. Pelaksanaan penelitian

a. Penyusunan instrumen b. Penyebaran kuesioner c. Wawancara

3. Penyusunan skripsi a. Penyajian data b. Pembahasan data c. Penarikan kesimpulan 4. Pelaksanaan ujian skripsi

dan revisi

(2)

commit to user

B. Desain Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian, maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian evaluatif (evaluation research), penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP. Model evaluasi ini digunakan untuk mengukur pencapaian pelaksanaan Praktik Industri pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS pada tahun 2015 dan 2016 ditinjau dari aspek evaluasi konteks (context evaluation), evaluasi masukan (input evaluation), evaluasi proses (process evaluation), dan evaluasi produk (product evaluation).

Pelaksanaan penelitiaan evaluasi ini melalui beberapa tahap yang runtut dan sistematis, berikut tahapan yang dilakukan peneliti dalam pelaksanaan penelitian evaluasi ini:

1. Mengidentifikasi Pokok Permasalahan

Mengidentifikasi permasalahan merupakan awal dari penelitian evaluasi ini sehingga menjadi dasar dari sebuah penelitian, pada tahapan ini diharapkan mampu menemukan kesenjangan antara kenyataan yang ada dengan kenyataan yang diharapkan sehingga mampu menjelaskan alasan yang rasional dalam pemilihan judul dan alasan pentingnya permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian.

2. Pemilihan Model Evaluasi

Terdapat berbagai model evaluasi, maka pemilihan model evaluasi yang sesuai berdasakan efisiensi waktu dan biaya sangat diperlukan.

Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, product) yang dikembangkan oleh stufflebeam dan kawan-kawan di Ohaio University.

3. Penyusunan Instrumen Pengumpul Data

Pemilihan instrumen dalam penelitian haruslah mampu menyaring data yang teliti dan akurat, maka dari itu peneliti menggunakan instrumen penelitian yang disesuaikan dengan konsep-konsep yang telah dijelaskan di kajian teori dan sejalan dengan model evaluasi yang digunakan.

(3)

commit to user 4. Pengambilan Data

Pengambilan data menjadi dasar dalam proses pengolahan dan menyajikan data hasil penelitian, sehingga proses pengambilan data harus dari sumber yang dapat dipercaya dan dengan metode yang benar.

5. Pengolahan Data

Data yang telah diambil kemudian diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut mudah digunakan, diolah dengan tepat, disiapkan dan dianalisis.

6. Penyajikan Data Hasil Penelitian

Data yang diambil disajikan dalam bentuk diagram dan narani. Pada penelitian ini berfokus pada evaluasi konteks (context evaluation), evaluasi masukan (input evaluation), evaluasi proses (process evaluation), dan evaluasi produk (product evaluation).

7. Pengambil Kesimpulan

Setelah hasil penelitian diolah dan disajikan maka langkah selanjutnya adalah disimpulkan berdasarkan data yang terkumpul serta peneliti berkewajiban memberikan saran-saran pada objek yang diteliti.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program Praktik Industri yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sumber data/responden dalam penelitian ini adalah koordinator Praktik Industri, instruktur industri, dan mahasiswa di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Mahasiswa yang dijadikan responden adalah mahasiswa yang telah melaksanakan Praktik Industri pada tahun 2015 dan 2016.

(4)

commit to user

Tabel 3.2. Populasi Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Pelaksana Praktik Industri Periode 2015 dan 2016

Periode Pelaksanaan Praktik Industri Populasi

Mahasiswa PTM Periode PI 2015 69

Mahasiswa PTM Periode PI 2016 63

Jumlah Populasi 132

(Sumber : http//:ptm.fkip.uns.ac.id/pi)

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengambilan sampel ini digunakan untuk pengambilan sampel perusahaan atau mitra industri tempat mahasiswa melaksanakan Praktik Industri, yaitu tiga perusahaan besar, tiga perusahaan menengah, dan tiga perusahaan kecil. Tujuan penggunaan purposive sampling untuk memilih informan atau sumber data yang dianggap mengetahui dari masalahnya secara detail dan mendalam sehingga informasi yang didapat merupakan data yang akurat. Penggunaan teknik purposive sampling juga memiliki maksud untuk menjaring data sebanyak mungkin dari berbagai macam sumber karena teknik purposive sampling tidak menekankan pada jumlah, tetapi ditekankan pada kualitas informan terhadap masalah yang sedang diteliti.Karenaresponden/sumber data utama yang diteliti termasuk populasi yang mudah dicapaidan tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam populasi. Maka sumber data yang diambil adalah semua mahasiswapelaksanaan Praktik Industri pada periode tahun 2015 dan 2016 yang berjumlah 132 mahasiswa.

D. Teknik Pengumpulan Data

Instrumen untuk pengumpulan data harus dipilih dan didesain dengan sebaik mungkin. Intrumen pengumpulan data juga harus memiliki pedoman yang jelas agar alur kerja proses penelitian dapat berjalan dengan lancar dan lebih terarah. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

(5)

commit to user 1. Angket

Pada metode angket, instrumen yang digunakan adalah kuesioner sebagai instrumennya. Kuesioner digunakan untuk mengukur indikator komponen evaluasi konteks, evaluasi masukan, evaluasi proses, dan evaluasi produk pada pelaksanaan Praktik Industri mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS. Kuesioner yang diberikan ke responden adalah kuesioner dengan skala semantic differential.

Semantic differential adalah skala yang digunakan untuk mengukur kualitas dari objek/subjek penelitian yang tersusun dalam satu garis kontinum dengan jawaban yang sangat positif terletak dipaling kanan dan paling negatif terletak disebelah kiri atau sebaliknya. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini berjenis kuesioner tertutup atau kuesioner terstruktur dimana alternatif jawabannya telah disediakan. Alasan menggunakan kuesioner tertutup atau kuesioner terstruktur adalah:

a. Jawaban yang diperoleh mudah diolah mengggunakan analisis rerata b. Proses penyajian data lebih mudah dikomunikasikan

Langkah-langkah peneliti dalam penyusunan kuesioner adalah:

a. Menentukan kajian teori yang tepat berkaitan dengan dengan judul dan tema penelitian.

b. Mencari referensi penelitian yang relevan.

c. Menggabungkan kajian teori dengan referensi penelitian yang relevan d. Menentukan kisi-kisi, memilih bentuk dan format kuesioner.

e. Menentukan skala yang digunakan, penelitian ini menggunakan skala semantic differential.

f. Melakukan revisi hingga kuesioner siap untuk digunakan.

Dalam pengumpulan data perlu berpedoman pada indikator yang telah ditetapkan, pedoman dalam pembuatan kuesioner penelitian disajikan pada tabel berikut:

(6)

commit to user

Tabel 3.3. Pedoman Kuesioner pada Evaluasi Konteks (Context Evaluation)

Indikator Sub

IndikatorEvaluasi Program

Metode Pengumpul

Data

Sumber Data /Informan

Tujuan program Praktik Industri

Tercapainya tujuan pelaksanaan program Praktik Industri

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Sasaran program Praktik Industri

Tercapainya sasaran pelaksanaan program Praktik Industri

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Relevansi program Praktik Industri

Adanya relevansi program antara Perguruan Tinggi dengan industri

Angket Instruktur Praktik Industri,Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun

2015 dan 2016 Sistem

pengelolaan Praktik Industri

Adanya sistem pengelolaan

Praktik Industri yang baik

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Tabel 3.4. Pedoman Kuesioner pada Evaluasi Masukan (Input Evaluation) Indikator Sub Indikator

Evaluasi Program

Metode Pengumpul

Data

Sumber Data /Informan

Penyiapan Pengelolaan Praktik Industri

Penyiapan koordinator program dalam

kepengurusan Praktik Industri

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Pemilihan tempat

Praktik Industri mahasiswa

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Pengurusan

administrasi oleh mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Industri

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

(7)

commit to user Penyiapan

Kompetensi Mahasiswa

Penyiapan sarana dan prasarana Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNS

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Penyiapan bekal

pengetahuan dasar dan keterampilan

mahasiswa

Angket Instruktur Praktik Industri Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Penyiapan fisik, mental

dan emosional mahasiswa

Angket Instruktur Praktik Industri , Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Tabel 3.5. Pedoman Kuesioner pada Evaluasi Proses (Process Evaluation)

Indikator Sub Indikator Evaluasi Program

Metode Pengumpul

Data

Sumber Data /Informan

Peran mahasiswa di industri

Mengaplikasikan bekal ilmu dari perkuliahan untuk industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Berkontribusi langsung berupa tenaga maupun pikiran untuk industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Mentaati peraturan dan menjaga keselamatan bersama

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

(8)

commit to user Menjaga nama

baik

Universitas

Angket Mahasiswa pendidi- kan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Peran dosen pembimbing Praktik Industri

Memonitoring pelaksanaan Praktik Industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Membimbing Penyusunan laporan

Praktik Industri

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Menerima hasil Penilaian industri terhadap

praktikan

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Memeriksa dan Mengesahkan laporanPraktik Industri

Angket Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

Peran pembimbing dari dunia industri

Memberi bimbingan pada praktikan

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Mengawasi Pelaksanaan praktik mahasiswa

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Memeriksa agenda harian praktik mahasiswa

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Memberi nilai akhir

pada praktikan

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015

(9)

commit to user

dan 2016

Hambatan pelaksanaan Praktik Industri

Adaptasi peserta Praktik Industri dengan

lingkungan industri

Angket

Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Rolling job peserta

Praktik Industri di industri

Angket

Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Keterbatasan kemampuan peserta Praktik Industri dalam penggunaan sarana dan prasarana di industri

Angket

Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Keterbatasan bekal

pengetahuan peserta Praktik Industri

Angket

Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

Kurangnya relevansi ilmu dari kampus dengan pekerjaan di industri

Angket

Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode

pelaksana tahun 2015 dan 2016

(10)

commit to user

Tabel 3.6. Pedoman Kuesioner pada Evaluasi Produk (Product Evaluation) Indikator Sub Indikator

Evaluasi Program

Metode Pengumpul

Data

Sumber Data /Informan

Pengembangan personalitas mahasiswa

Meningkatnya softskill peserta Praktik Industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Pengembangan

ketrampilan mahasiswa

Meningkatnya hardskill peserta Praktik Industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Kesiapan kerja

mahasiswa

Menambah kesiapan peserta Praktik Industri sebelum memasuki dunia industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Pengalaman

inovatif mahasiswa

Menambah pengalaman peserta

Praktik Industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Kepuasan

mahasiswa

Adanya kepuasan yang didapat oleh peserta Praktik Industri

Angket Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

(11)

commit to user 2. Wawancara

Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan percakapan antara pewawancara dengan informan.

Metode wawancara dalam penelitian ini merupakan metode pendukung untuk mendukung dari hasil metode angket. Penetapan informan didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka mengetahui tentang informasi yang ingin diperoleh peneliti, disesuaikan dengan permasalahan dan pertanyaan yang akan diajukan serta informan dianggap mengetahui kondisi nyata dilapangan. Di dalam penelitian ini, wawancara dilaksanakan secara terstruktur sehingga informan mampu memberikan data secara obyektif dan tanpa tekanan. Pada metode wawancara dalam penelitian ini harus mengacu pada pedoman yang telah ditentukan supaya informasi yang didapat sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Berikut pedoman dalam penelitian ini:

Tabel 3.7. Pedoman Wawancara Aspek

Evaluasi

Indikator Evaluasi Program

Metode Pengumpul

Data

Sumber Data /Informan

Evaluasi Konteks

1. Tujuan Praktik Industri

Wawancara Koordinator Praktik Industri, Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa

Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 2. Sasaran Praktik

Industri 3. Relevansi

program Praktik Industri 4. Sistem

pengelolaan Praktik Industri Evaluasi

Masukan

1. Penyiapan pengelolaan

Praktik Industri 2. Penyiapan kompetensi mahasiswa

Wawancara Koordinator Praktik Industri, Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa

Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

(12)

commit to user Evaluasi

Proses

1. Peran mahasiswa 2. Peran dosen pembimbing 3. Peran instruktur

dari industri 4. Hambatan pelaksanaan

Praktik Industri

Wawancara Koordinator Praktik Industri, Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa

Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016 Evaluasi

Produk

1. Pengembangan personalitas mahasiswa 2. Pengembangan keterampilan mahasiswa 3. Kesiapan kerja mahasiswa 4. Pengalaman

inovatif mahasiswa 5. Kepuasan mahasiswa

Wawancara Koordinator Praktik Industri, Instruktur Praktik Industri, Mahasiswa

Pendidikan Teknik Mesin Periode pelaksana tahun 2015 dan 2016

3. Observasi

Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data yang berkaitan langsung dengan proses pelaksanaan Praktik Industri di perusahaan atau mitra kerja terkait.

E. Teknik Uji Validitas

Penelitian ini menggunakan teknik fact finding yaitu penelitian yang mengungkapkan suatu keadaan objek atau subjek penelitian pada saat penelitian sedang berlangsung berdasarkan fakta sebagaimana adanya (fact finding). Jenis validitas dari penelitian ini adalah validitas logika dimana instrumen dapat dikatakan valid berdasarkan analisis rasional atau penalaran. Penyusunan pernyataan harus sesuai dan mewakili dengan seluruh indikator yang telah disusun sebelumnya, kemudian pernyataan-pernyataan tersebut dianalisis secara logika dengan memperhatikan setiap unsur aspek evaluasi yaitu konteks, input, proses, dan produk harus valid dan relevan dengan indikator tentang pelaksanaan program

(13)

commit to user

Praktik Industri oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta.

F. Teknik Analisis Data

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Praktik Industri Program Studi Pendikan Teknik Mesin FKIP UNS periode pelaksanaan tahun 2015 dan tahun 2016 ditinjau dari aspek evaluasi konteks (context evaluation), evaluasi masukan (input evaluation), evaluasi proses (process evaluation), dan evaluasi produk (product evaluation). Penelitian evaluasi tidak mempergunakan statistika maupun pengujian sebagai metode analisis datanya. Analisis data angket menggunakan analisis rata-rata. Analisis rata-rata dilakukan dengan cara memperhitungkan rata-rata setiap butir instrumen.

Rata-rata instrumen kemudian dirata-rata menjadi rata-rata indikator evaluasi.

Rata-rata indikator yang didapatkan kemudian dihitung menjadi rata-rata setiap komponen evaluasi yaitu konteks, input, proses, dan produk.

Data yang diperoleh melalui kuesioner menggunakan skala semantic differential dengan 5 alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi adalah 5. Perhitungan skor kriteria menggunakan dasar perhitungan dari Saifuddin Azwar (2012: 148). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis rata-rata dengan menghitung rata-rata setiap komponen evaluasi pada tiap responden. Skor kriteria pada penelitian ini ada lima, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah.

Perhitungan skor yang diperoleh pada masing-masing aspek evaluasi adalah sebagai berikut:

X = Jumlah rata-rata per indikator Jumlah komponen per indikator

Batasan-batasan kategori berdasarkan rata-rata nilai dapat disusun pada tabel berikut:

(14)

commit to user Tabel 3.8. Skor Kriteria Penilaian

Rumus Rentang

nilai

Kategori

X ≤ µ - 1.5 α ≤ 2,1 Sangat rendah

µ - 1.5 α < X ≤ µ - 0.5 α ˃ 2.1 – 2.7 rendah µ - 0.5 α < X ≤ µ + 0.5 α ˃ 2.7 – 3.3 Cukup µ + 0.5 α < X ≤ µ + 0.5 α ˃ 3.3 – 3.9 Tinggi

µ + 0.5 α ≤ X ˃ 3.9 Sangat tinggi

Sumber: Saifuddin Azwar (2012:148)

Skor yang didapat nantinya disusun dalam bentuk narasi dan disusun secara logis serta sistematis untuk memperoleh data yang mudah dipahami dan mempermudah peneliti dalam merangkai maupun menggabungkan keterkaitan antar data. Data hasil dari rata-rata akan didukung oleh data hasil wawancara sehingga mampu memperkuat hasil dari data angket tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Membangun sebuah aplikasi berbasis website yang dapat melaporkan informasi anggota yaitu pengelolaan data anggota, pendaftaran online, pengelolaan insentif, gaji,

Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung zat yang mudah mengembang dalam cairan

[r]

Indikator Informasi Hoaks yang digunakan dalam penelitian sesuai dengan David Harley dalam buku Common Hoakes and Chain Letters, yang dikutip oleh Dedi Rianto

JEOQ dengan mempertimbangkan variasi siklus produksi menghasilkan frekuensi pembelian atau pemesanan dan waktu antar pesanan tiap jenis padi berbeda-beda. Sekilas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah putri malu ( Mimosa Pudica L.) memiliki efek sedasi, mempercepat waktu induksi tidur, serta dapat memperpanjang

Secara umum strategi daya saing yang dibutuhkan industri galangan kapal adalah strategi korporasi dan bisnis seperti yang dilakukan negara lain yang berhasil dalam

 Bangunan eksisting bukan bangunan konservasi sehingga bisa diredesain menjadi bangunan museum yang memenuhi standar..  Zonasi pada