Nama : Asep Yana Septiana
Instansi: SDN 3 Parakanmanggu – Kab. Pangandaran PGSD kelas 002
PPG Dalam Jabatan 2022 Kategori 2 UPI
LK. 1.1. Identifikasi MasalahNo. Jenis
Permasalahn Masalah yang
Diidentifikasi Analisis Identifikasi Masalah
1 pedagogik, literasi numerasi.
Emosi anak tidak stabil
Motivasi belajar rendah.
Kesulitan
membaca dan menulis
Kesulitan melakukan
operasi hitung pecahan
sederhana, perkalian
Ada salah seorang siswa yang memiliki emosi yang kurang stabil. Setiap anak tersebut
mengerjakan
tugas/soal yang menurutnya sulit anak tersebut cenderung cepat
marah dan
kehilangan motivasi
Saat pembelajaran berlangsung siswa sering mengobrol dengan temannya, tidak memperhatikan, dan apabila diberi tugas hanya sedikit yang dikerjakan, terkadang tidak mengerjakan tugas.
Pada saat kegiatan membaca bergantian guru menemukan beberapa siswa yang kesulitan membaca.
Saat membaca teks siswa tersebut sering terbata-bata dan berhenti sejenak untuk mengeja sebuah kata, dan memerlukan waktu yang relatif lama
hanya untuk
membaca beberapa kalimat.
Siswa kesulitan dalam penjumlahan pecahan sederhana, terjadi miskonsepsi,
siswa tidak
memahami tentang
No. Jenis
Permasalahn Masalah yang
Diidentifikasi Analisis Identifikasi Masalah
KPK.
2 kesulitan belajar siswa termasuk siswa
berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi) di kelas
berdasarkan pengalaman mahasiswa saat menjadi guru.
Anak kesulitan belajar karena memiliki riwayat penyakit kejang- kejang (epilepsi) yang terkadang kambuh saat proses KBM.
Siswa mempunya penyakit kejang- kejang dimana ketika pembelajaran
berlangsung terkadang
penyakitnya kambuh.
3 membangun relasi/hubungan dengan siswa dan orang tua siswa.
Siswa kesulitan belajar dan berkomunikasi karena rasa percaya diri yang rendah.
Orang tua yang sulit untuk dihubungi
Berdasarkan apa yang saya amati siswa tersebut tergolong siswa slow learner dan juga siswa yang sangat tertutup.Hal tersebut terlihat ketika guru memeriksa tugas
yang sedang
dikerjakan siswa tersebut menutupi tugasnya yang belum selesai dan ketika ditanya siswa tersebut hanya diam bahkan sampai menangis. jarang berkomunikasi
dengan teman
sekelasnya dan cenderung dijauhi
oleh teman-
temannya dan diejak teman-temannya sebagai anak yang bodoh.
Siswa tinggal bersama kakek dan neneknya yang tidak memiliki alat komunikasi jarak jauh (hp)
Orang tua yang sibuk bekerja kesulitan untuk meluangkan waktu.
No. Jenis
Permasalahn Masalah yang
Diidentifikasi Analisis Identifikasi Masalah
4 pemahaman/
pemanfaatan model-model pembelajaran inovatif
berdasarkan karakteristik materi dan siswa.
Belum
menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai mata pelajaran yang diajarkan.
Guru kurang inovatif dalam menggunakan model
pembelajaran.
Saat pembelajaran matematika kelas 5 materi pecahan guru hanya menerangkan berdsarkna yang ada pada buku tanpa menjelaskan secara konseptual.
Guru belum
menguasasi secara maksimal model pembelajaran PBL
Siswa kurang fokus dalam belajar.
Guru masih
menggunakan model pembelajaran
konvesional.
Dalam
mengimplementasika
n model
pembelajaran
terdapat beberapa
langkah yang
terlewat.
Siswa kurang
konsentrasi 5 Materi terkait
Literasi numerasi, Advanced material, miskonsepsi, HOTS.
Kurangnya pemahaman siswa terhadap soal HOTS
Siswa kesulitan membuat cerita fiksi dan non fiksi
Kesulitan
menentuka jenis teks (eksplanasi, narasi,)
Siswa belum terlalu terbiasa mengerjakan
soal yang
membutuhkan
kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Tidak terbiasa menulis selama pandemi.
Cerita yang dibuat masih pendek
Tidak paham ciri-ciri teks.
Siswa kurang latihan membaca.
6 pemanfaatan teknologi/inovasi dalam
pembelajaran.
Inovasi
pembelajaran berbasis TIK biasanya
terhalang
dengan aturan sekolah yang melarang siswa membawa HP ke
Paradigma negatif tentang siswa membawa HP.
Rasa Khawatir orang tua apabila anaknya membawa HP ke Sekolah.
Orang tua tidak mengizinkan anaknya
No. Jenis
Permasalahn Masalah yang
Diidentifikasi Analisis Identifikasi Masalah
sekolah.
Kemampuan
Guru dalam
pembelajaran TIK masih kurang
menggunakan HP.
Kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis TIK masih sebatas penggunaan PPT.
Guru belum bisa menggunakan
aplikasi yang mendukung untuk pembelajaran
berbasis TIK.
Tidak ada
narasumber untuk melakukan pelatihan terhadap guru-guru.
7