• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA BISNIS ANGGARAN DEFINITIF. RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG TAHUN 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA BISNIS ANGGARAN DEFINITIF. RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG TAHUN 2022"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA BISNIS ANGGARAN DEFINITIF

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG TAHUN 2022

KEMENTERIAN KESEHATAN

DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG

Jalan Sungai Kundur Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan 30763 Telepon (0711) 7537201 Faks (0711)7537204 Laman Web : www.rskusta-palembang.com Surel : [email protected]

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iv

KATA PENGANTAR ... v

RINGKASAN EKSEKUTIF ... vii

LEMBAR PENGESAHAN ... ix

LEMBAR PERSETUJUAN ... ix

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (SPTJM) ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. UMUM ... 1

1. Landasan Hukum Operasional Rumah Sakit ... 1

2. Sejarah Singkat dan Perkembangan ... 1

3. Tugas Pokok dan Fungsi ... 3

4. Karakteristik Bisnis BLU Rumah Sakit Umum Pusat ... 4

5. Kegiatan Badan Layanan Umum Rumah Sakit ... 5

B. VISI DAN MISI BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG ... 7

C. BUDAYA BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG ... 7

D. SUSUNAN PEJABAT PENGELOLA DAN PEJABAT PENGAWAS ... 7

BAB II RENCANA KINERJA TAHUN 2021 DAN RENCANA BISNIS ANGGARAN DEFINITIF TAHUN 2022 ... 11

A. GAMBARAN KONDISI RSUP Dr. RIVAI ABDULAH PALEMBANG. ... 11

1. Kondisi Internal Rumah Sakit. ... 12

2. Kondisi Eksternal... 13

3. Asumsi Makro. ... 14

4. Asumsi Mikro ... 15

B. RENCANA PENCAPAIAN KINERJA TA 2021 DAN TARGET 2022 ... 16

1. Capaian Kinerja dan Target Kinerja Keuangan ... 16

2. Capaian Kinerja dan Target Kinerja Badan Layanan Umum ... 20

3. Capaian Kinerja dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Individu (IKI) ... 24

4. Capaian Kinerja dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Unit (IKU) RSUP dr.Rivai Abdulah Palembang, ... 26

5. Capaian dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Terpilih (IKT) RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang... 28

C. INFORMASI YANG PERLU DISAMPAIKAN ... 41

D. AMBANG BATAS BELANJA ... 42

(3)

BAB III PENUTUP... 45 A. KESIMPULAN. ... 45 B. HAL-HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN ... 45

(4)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2. 1 Jumlah pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian ... 11

Tabel 2. 2 Distribusi Sumber Daya Manusia (SDM) Berdasarkan Jenis Profesi ... 12

Tabel 2. 3 Asumsi Makro Rencana Bisnis dan Anggaran Definitif 2022 ... 15

Tabel 2. 4 Perkembangan Pendapatan BLU 2016 – 2021*) ... 16

Tabel 2. 5 Prognosa & Proyeksi Pendapatan Per Unit Kerja ... 18

Tabel 2. 6 Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020 ... 20

Tabel 2. 7 Indikator Kinerja Pelayanan ... 21

Tabel 2. 8 Indikator Kinerja Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat ... 22

Tabel 2. 9 Capaian Kinerja dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Individu (IKI) ... 24

Tabel 2. 10 Capaian Kinerja dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Unit (IKU) ... 26

Tabel 2. 11 Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Terpilih (IKT) tahun 2021 ... 28

Tabel 2. 12 Rincian Proyeksi Belanja Per Unit Kerja Tahun 2022 ... 29

Tabel 2. 13 Ikhtisar RBA Definitif : Target Pendapatan menurut Program dan Kegiatan TA 2022 ... 32

Tabel 2. 14 Ikhtisar Target Pendapatan dan Belanja... 32

Tabel 2. 15 Pendapatan dan Belanja Agregat ... 33

Tabel 2. 16 Rincian Pendapatan Per Unit Kerja Tahun 2020 dan Proyeksi Tahun 2021 ... 34

Tabel 2. 17 Perhitungan Biaya Layanan Per Unit Kerja Tahun 2022 ... 37

Tabel 2. 18 Perhitungan Ambang Batas Belanja RBA Definitif 2021 ... 42

Tabel 2. 19 Prakiraan Maju Pendapatan ... 43

Tabel 2. 20 Prakiraan Maju Belanja... 44

(5)
(6)
(7)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) harus menyusun RBA Definitif tahunan dengan perkiraan tahun berikutnya. Oleh karena itu Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyampaikan informasi RBA Definitif tahun 2022 yang mengacu pada tugas pokok dan fungsi serta Rencana Strategis Bisnis (RSB) Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2020 - 2024.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 80 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

Dalam RBA Definitif Tahun Anggaran 2022 Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang memproyeksikan pencapaian indikator kinerja BLU sebesar 85,65 atau dengan predikat AA (Tinggi). Proyeksi tersebut didasarkan pada realisasi tahun 2020 sebesar 83,85 dengan predikat AA (Tinggi).

Pada Tahun 2021 ditetapkan target pendapatan BLU sebesar Rp. 14.000.000.000,- Sesuai dengan Rencana Strategis Bisnis Rumah Sakit Dr. Rivai Abdullah tahun 2020-2024 bahwa alokasi anggaran BLU tahun 2022 sebesar Rp. 27.000.000.000,-. Hal ini berhubungan dengan akan dioperasionalkannya gedung pelayanan terpadu (Gedung A) yang baru dimana hampir seluruh pelayanan mulai dari gawat darurat, rawat jalan, farmasi, radiologi, laboratorium, rekam medik, rawat inap bedah, rawat inap anak, rawat inap kebidanan, rawat inap penyakit dalam, rawat inap intensive baik ICU maupun NICU/PICU, kamar operasi dan CSSD akan mulai operasional di gedung baru tersebut. Sarana dan prasarana yang canggih dan di dukung oleh SDM yang handal seperti dokter spesialis, Ners, tenaga kesehatan lain, tenaga penunjang lainnya, dan juga tenaga adminisrasi. Dari bagian promosi kesehatan sudah berupaya keras untuk bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun lanjut dan juga perusahaan - perusahaan di sekitar Rumah Sakit Dr.

Rivai Abdullah agar berobat ataupun merujuk pasiennya apalagi dengan status yang sudah berubah menjadi Rumah Sakit Umum Pusat klas C sehingga memudahkan akses pasien untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang.

(8)

Total Pagu Anggaran Definitif Tahun Anggaran 2022 adalah sebesar Rp.

76.030.252.000,- yang bersumber dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp. 49.030.252.000,- dan target belanja PNBP/BLU tahun 2022 sebesar Rp. 27.000.000.000,-

RBA Definitif tahun 2022 juga akan tercapai apabila asumsi-asumsi makro maupun mikro yang mendasari penyusunan anggaran tersebut terpenuhi. Selama tahun berjalan telah diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit diantaranya merevisi tarif sesuai unit cost, mengembangkan pelayanan dan mengoptimalkan pengelolaan dan klaim piutang.

Berdasarkan rencana dan realisasi/prognosa anggaran tahun 2021-2022, maka Rumah Sakit mengajukan ambang batas belanja Badan Layanan Umum pada tahun 2022 sebesar 17,85 % mengacu pada Pagu Anggaran BLU sebesar Rp. 27.000.000.000,- diperoleh ambang batas sebesar Rp. 4.819.500.000,-

(9)
(10)
(11)
(12)

BAB I PENDAHULUAN

A. UMUM

1. Landasan Hukum Operasional Rumah Sakit

Landasan hukum yang mendasari operasional Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang dalam pelayanan kesehatan sebagai tugas pokok adalah :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan;

3. Rencana Strategis Bisnis (Renstra) Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2020 - 2024.

4. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan Badan Layanan Umum.

5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 044 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja RSUP Dr. Rivai Abdullah.

6. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 48/PMK.05/2021 Tanggal 3 Februari 2021 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Penggelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

2. Sejarah Singkat dan Perkembangan

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Kusta Sungai Kundur didirikan pada tahun 1914, yang pada awal berdirinya hanya sebagai tempat penampungan atau pengasingan penderita kusta. Lokasi pertama di daerah Kertapati (seberang ulu I), lebih kurang 25 km dari lokasi penampungan sekarang. Pendiriannya diprakarsai oleh seorang Nakhoda Kapal Belanda (namanya tidak diketahui) karena beberapa anak buah kapalnya menderita kusta, tempat penampungan ini diberi nama‘Kembang Pumpung’.

Lokasi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang berada dijalan Sungai Kundur–Desa Mariana – Kec.Banyuasin I – Kabupaten Musi Banyuasin,

(13)

lebih kurang 20 km dari pusat kota Palembang. Luas lokasi berdasarkan pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan Sertifikat Hak Pakai No.02/

Desa Mariana Tahun 1993 adalah seluas 27,5 Ha.

Sampai dengan tahun 1960 RS ini dikelola oleh sebuah yayasan yang kegiatan internnya dilakukan oleh Bala Keselamatan. Dengan terbitnya SK.Menkes.RI Nomor : 95948/ Hukum, tanggal 9 Desember 1961 oleh Bala Keselamatan RS ini diserahkan kepada Departemen Kesehatan RI.

Tahun 1978 dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 141/

Menkes./ SK/ IV/1985, tanggal 28 April 1978 secara resmi RSK Sungai Kundur dinyatakan sebagai unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI dengan eselon III/ b.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan R.I Nomor:

270/Menkes/SK/IV/1985, maka mulai tanggal 4 Juni 1985 Rumah Sakit Kusta Sungai Kundur ditetapkan menjadi Rumah Sakit Kusta Pembina untuk Wilayah Regional Bagian Barat, meliputi pulau Sumatera dan Kalimantan Barat.

Pada tahun 1987 RSK dr. Rivai Abdulah Palembang mulai memberlakukan Pola Tarif karena sebelumnya pelayanan pasien kusta di RSK dr. Rivai Abdulah Palembang diberikan secara gratis.

Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden RI No.69 tahun 1993 tanggal 2 Agustus 1993 Eselonisasi RSK dr. Rivai Abdulah Palembang meningkat menjadi Eselon II B dan merupakan Rumah Sakit Khusus Kelas A setara dengan RSU Kelas B.

Pada tahun 2002 RSK dr. Rivai Abdulah Palembang sebagai Rumah Sakit Khusus diberikan izin untuk melayani pasien umum sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.00.06.1.4.3399, tanggal 26 Agustus 2002 tentang Penunjukan Uji Coba Rumah Sakit Kusta Sungai Kundur Palembang melaksanakan pelayanan umum, dengan unggulan kusta, rehabilitasi medik dan pusat rehabilitasi stroke.

Pada tanggal 10 Agustus 2006 berdasarkan SK Menkes RI Nomor : 630/MENKES/SK/VIII/2006 resmi ditetapkan pergantian nama dari Rumah Sakit Kusta Sungai Kundur Palembang menjadi Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang.

Selanjutnya sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.3/KMK.05/2010 Tanggal 5 Januari 2010, Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang ditetapkan sebagai Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis (UPT)

(14)

Departemen Kesehatan dengan menerapkan pola pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU) secara Penuh.

Tahun 2018 Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembangmendapatkan pengakuan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit LULUS Paripurna (Bintang 5) dengan Nomor : KARS-SERT/142/XII/2018, tanggal 31 Desember 2018 yang berlaku sampai dengan 17 Desember 2021.

Sejak April 2019, Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah menjadi RS Umum Kelas C berdasarkan Surat Keterangan Pemenuhan Komitmen No:

503/001/SIORS/DPM-PTSP/2019 Tanggal 22 Februari 2019, kemudian pada bulan Oktober 2019 terbit peraturan Menteri Kesehatan No: 80 tahun 2019 tentang SOTK Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C. Sesuai dengan peraturan terbaru terkait dengan SOTK dimana struktural eselon IIIb dan eselon IVb berubah menjadi Fungsional dan juga sebagai Koordinator dan Sub Koordinator. Hal ini terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 044 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja RSUP Dr. Rivai Abdullah Tanggal 17 Desember 2020 dan juga Keputusan Direktur Utama RSUP Dr. Rivai Abdullah palembang Nomor: HK.02.03/XXXII.2/7600/202 tanggal 6 Agustus 2021.

Sesuai dengan rencana pengembangan dalam Master Plan, Rencana Strategis Bisnis 2020 - 2024 pelayanan Unggulan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang adalah Pelayanan Onkologi dengan konsep “smart garden hospital”.

3. Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang menyelenggarakan fungsi:

a) Penyusunan rencana program dan anggaran b) Pengelolaan pelayanan medis

c) Pengelolaan pelayanan penunjang medis d) Pengelolaan pelayanan penunjang nonmedis e) Pengelolaan pelayanan keperawatan

f) Pengelolaan pendidikan dan pelatihan di bidang pelayanan kesehatan

(15)

g) Pengelolaan penelitian, pengembangan, dan penapisan teknologi di bidang pelayanan kesehatan

h) Pengelolaan keuangna dan barang milik negara i) Pengelolaan sumber daya manusia

j) Pelaksanaan urusan hukum, organisasi, dan hubungan masyarakat k) Pelaksanaan kerjasama

l) Pengelolaan sistem informasi m) Pelaksanaan urusan umum, dan n) Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

4. Karakteristik Bisnis BLU Rumah Sakit Umum Pusat

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang merupakan pusat rujukan nasional Wilayah Bagian Barat Indonesia untuk penyakit Kusta, meliputi seluruh pulau Sumatera dan Kalimantan Barat. Saat ini RSUP Dr. Rivai Abdullah telah mengalami perubahan dari RS Khusus Kusta menjadi Rumah Sakit Umum Pusat.

Sesuai dengan rencana pengembangan dalam Master Plan, pelayanan Unggulan di RSUP Dr. Rivai Abdullah adalah pelayanan Onkologi dan tetap memberikan pelayanan kusta, dengan konsep “smart garden hospital”.

Pada tahun 2020 dan 2021 telah dilakukan upaya peningkatan dan pengembangan pelayanan dengan pengembangan layanan Medical Chek Up (MCU), Pelayanan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) bagi pasien Covid-19, penyempurnaan bangunan gedung layanan terpadu, pembangunan ruang isolasi PIE, Laboratorium BSL II, pengembangan SIMRS dan penambahan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Disamping peningkatan pelayanan dan sarana-prasarana tersebut juga dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM baik klinis maupun manajerial melalui program pendidikan berkelanjutan untuk tenaga profesional SDM mengikuti berbagai training untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola mutu, manajemen risiko, keselamatan pasien dan standar akreditasi Rumah Sakit.

Selain core bisnis berupa pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Pusat Dr.

Rivai Abdullah Palembang juga mengelola guest house untuk disewakan.

Kegiatan pendidikan dan penelitian juga dilaksanakan dalam bentuk Kerjasama dengan institusi pendidikan kedokteran, keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya serta menjadi lahan penelitian ilmiah bagi peserta didik tersebut.

(16)

Pada tahun 2022 direncanakan akan melakukan pelayanan terpadu di gedung A yang terdiri dari Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, Instalasi Perawatan Intensive, Instalasi Farmasi, Instalasi Bedah Sentral, Instalasi CSSD, Instalasi Laboratorium, dan Instalasi Rekam Medik. Kemudian akan dilanjutkan dengan membangun gedung B pelayanan terpadu yang merupakan pelayanan onkologi.

Tahun 2021 ditetapkan target pendapatan BLU sebesar Rp. 14.000.000.000,- Sesuai dengan Rencana Strategis Bisnis Rumah Sakit Dr. Rivai Abdullah tahun 2020- 2024 bahwa alokasi anggaran BLU tahun 2022 sebesar Rp. 40.000.000.000,- akan tetapi oleh karena adanya hambatan pembangunan pada gedung pelayanan terpadu baik gedung A dan juga gedung B maka target pendapatan BLU tahun 2022 menjadi Rp. 27.000.000.000,-. Sehingga pelayanan Onkologi diharapkan dapat direalisasikan tahun 2023 dan menjadi optimal di tahun 2024.

5. Kegiatan Badan Layanan Umum Rumah Sakit

Kegiatan utama Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang dalam mencapai visi dan misi mencakup:

1. Kegiatan Pelayanan

a. Pelayanan Rawat Jalan, meliputi pelayanan rawat jalan pasien Umum dengan tenaga dokter spesialis, pelayanan gigi, dan pelayanan pasien Kusta.

b. Pelayanan Rawat Inap, meliputi pelayanan rawat inap pasien umum dengan tenaga dokter spesialis yang terdiri dari rawat inap kebidanan dan penyakit kandungan, penyakit bedah umum, bedah ortophedi, penyakit anak dan perinatalogi, penyakit kulit dan kelamin, penyakit dalam, THT, Syaraf, penyakit mata, serta pelayanan intensif, pelayanan pasien kasus Penyakit Infeksi Emerging (PIE) seperti Covid-19, SARS, flu Burung, dll. Dan tetap melayani rawat inap pasien Kusta dengan tenaga dokter spesialis Kulit.

c. Pelayanan Bedah Sentral, dengan jenis kegiatan instalasi bedah meliputi pelayanan bedah pada pasien umum dan pasien kusta. Untuk pelayanan Bedah pada pasien umummeliputi pelayanan spesialistik kebidanan dan kandungan, bedah umum, bedah orthopedi, THT dan mata.Untuk pelayanan bedah pada pasien kusta meliputi bedah rekonstruksi dan bedah septik.

d. Pelayanan Gawat Darurat, dengan pelayanan rawat darurat selama 24 jam meliputi pelayanan terhadap pasien umum dan pasien kusta, pelayanan pasien PIE seperti Covid-19.

(17)

e. Pelayanan Rehabilitasi, terdiri dari pelayanan rehabilitasi medis seperti prothesa, okupasi terapi, fisioterapi dan psikologi, dan Rehabilitasi Karya &

Sosial.

f. Pelayanan penunjang, yang terdiri dari ; 1) Radiologi

2) Laboratorium 3) Farmasi 4) Gizi

5) Rekam Medik

6) Forensik Dan Pemulasaraan Jenazah 7) Kesling Dan K3RS

8) Sterilisasi Sentral Dan Binatu

9) Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) 10) Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS)

11) Promosi Kesehatan Dan Pemasaran 12) Verifikasi dan penjaminan pasien

2. Pengelolaan Keuangan dan BMN

Kegiatan bagian keuangan yang dilaksanakan meliputiperencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, realisasi dan monitoring serta evaluasi anggaran, pengelolaan pelaporan dan penyelenggaraan sistem akuntansi dan BMN serta pengelolaan billing sistem penerimaan pendapatan. Fungsi-fungsi keuangan diselenggarakan dengan prinsip efisien, efektif dan akuntabel.

3. Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Kegiatan Pengelolaan SDM meliputi kegiatan penerimaan, pengembangan, retensi dan mutasi serta peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan. Dalam kegiatanpengelolaan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang juga menyelenggarakan kerjasama dengan institusi pendidikan dan institusi kesehatan lainnya.

4. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit, meliputi : pemeliharaan sarana prasarana, dan pengelolaan kegiatan bagian sarana dan prasarana lain seperti optimalisasi penggunaan lahan parkir, gedung aula dan sarana lainnya.

(18)

B. VISI DAN MISI BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG

Visi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang adalah “SMART GARDEN HOSPITAL TAHUN 2024 DENGAN UNGGULAN ONKOLOGI”. Untuk mencapai visi tersebut maka ditetapkanlah misi sebagai berikut ;

1) Melaksanakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien dengan konsep homy.

2) Melaksanakan pendidikan, penelitian & pelatihan kedokteran dan tenaga kesehatan lain.

3) Mengembangkan pelayanan unggulan yang terintegrasi dengan penelitian, dan pendidikan dalam bidang kesehatan.

4) Melaksanakan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang berstandar internasional.

5) Melaksanakan pengembangan RS dengan konsep ramah lingkungan.

C. BUDAYA BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang mengembangkan suatu falsafah yang didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud dalam pelaksanaan kerja sehari-hari.

Budaya kerja bagi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang merupakan komitmen dan hati yang tulus dalam melaksanakan kewajiban dalam melayani pelanggan dengan nilai-nilai; P O S I T I F (PROFFESIONAL, ORIENTASI PELANGGAN,SEMPURNA, INTEGRITAS, TEAMWORK, INOVATIF, FOKUS).

Dengan menjunjung tinggi nilai nilai tersebut maka Rumah Sakit Umum Pusat Dr.

Rivai Abdullah Palembang dapat menjamin terwujudnya Visi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2024.

D. SUSUNAN PEJABAT PENGELOLA DAN PEJABAT PENGAWAS 1. Pejabat Pengelola

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan

(19)

Kelas C. Dengan demikian Rumah Sakit dipimpin oleh Direktur Utama (eselon IIB) yang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dibantu oleh 2 (dua) orang Direktur (Eselon IIIA) yaitu Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang serta Direktur Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Umum.

Disamping menjalankan fungsinya sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan RI, maka Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang juga telah ditetapkan sebagai Instansi yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum melalui Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 48/PMK.05/2021 Tanggal 3 Februari 2021 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Penggelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

Atas dasar hal tersebut diatas, maka Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang menetapkan Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas.

Sehubungan dengan jumlah asset dan pendapatan rumah sakit yang belum memenuhi kriteria untuk menetapkan Dewan Pengawas maka baru ditetapkan Pejabat Pengawas oleh Kementerian Kesehatan R.I.

Adapun susunan Pejabat Pengelola (Direksi) Rumah Sakit Dr Rivai Abdullah terdiri dari:

Tugas pokok masing-masing Pejabat Pengelola (direksi) adalah sebagai - berikut ; a. Direktur Utama

Adalah Penanggungjawab Utama pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit. Direktur Utama membawahi dan mengorganisir Direktorat Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjangdan Direktorat SDM, Keuangan dan Umum, serta Komite-Komite yaitu Komite Medik, Komite Keperawatan, Komite Etik dan Hukum, Komite Mutu, Komite Tenaga Kesehatan Lainnya, Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Tim dan SPI. Disamping itu Direktur Utama juga bertugas sebagai pimpinan BLU.

1. Dr. Zubaidah Elvia, M.P.H Direktur Utama

2. Mohammad Apriansyah, S.E.,M.M. Direktur SDM, Keuangan dan Umum

3. Dr. Alwi Samy, M.K.M Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang

(20)

b. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pelayanan medis, keperawatan, penunjang medis, dan penunjang nonmedis.Direktorat Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang menyelenggarakan fungsipengelolaan pelayanan medis, keperawatan, penunjang medis, dan penunjang nonmedis; danpelaksanaan kendali mutu, kendali biaya, dan keselamatan pasien di bidang pelayanan medis, keperawatan, penunjang medis, dan penunjang nonmedis.

Dalam pelaksanaan tugasnya Direktur Pelayanan dibantu oleh dua Kelompok Substansi yaitu Kelompok Substansi Pelayanan Medik dan Keperawatan, yang membawahi Kelompok Sub-Substansi Pelayanan Medik; dan Sub-Substansi Pelayanan Keperawatan dan Substansi Pelayanan Penunjang. yang membawahi Sub- Substansi Pelayanan Penunjang Medik; dan Sub-Substansi Pelayanan Penunjang Nonmedik. Disamping mengatur dan mengkoordinasikan jabatan struktural yaitu para Kepala Bidang dan Sub-Substansi dibawahnya.

Direktur Pelayanan juga mengatur dan mengkoordinasikan pejabat fungsional, yaitu Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Farmasi, Instalasi Laboratorium, Instalasi Bedah Sentral, Instalasi Rekam Medik, Instalasi Radiologi, Instalasi Rawat Intensif, Instalasi Rawat jalan, Instalasi Rawat Inap, Instalasi Gizi, Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah.

c. Direktur SDM, Keuangan, dan Umum

Direktur SDM, Keuangan, dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan anggaran, pengelolaan sumber daya manusia, pendidikan, pelatihan, penelitian,pengembangan, dan penapisan teknologi di bidang pelayanan kesehatan, pengelolaan keuangan, barang milik negara, dan pengelolaan sistem informasi, pelaksanaan urusan hukum, organisasi, hubungan masyarakat, kerja sama dan umum, dan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

Dalam pelaksaaan tugas Direktur SDM, Keuangan, dan Umum dibantu oleh empat Kelompok Substansi yaitu Kelompok Substansi Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian yang membawahi Sub-Substansi Administrasi SDM, Sub- Substansi Pengembangan SDM, Pendidikan dan Penelitian. Kelompok Substansi Perencanaan dan Evaluasi yang Terdiri dari Sub-Substansi Perencanaan dan Sub- Substansi Evaluasi dan Pelaporan. Kelompok Substansi Keuangan dan Barang Milik

(21)

Negara, yang terdiri dari Sub-Substansi Perbendaharaan & Pelaksanaan Anggaran, Sub-Substansi Akuntansi dan Barang Milik Negara. Kelompok Substansi Organisasi dan Umum yang membawahi Sub-Substansi Hukum, Organisasi dan Humas dan Sub- Substansi Umum.

Direktur SDM, Keuangan, dan Umum juga mengkoordinasikan pejabat fungsional, yaitu Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Kesehatan lingkungan dan K3RS, Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran, Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien Serta Instalasi Sterilisasi Sentral Dan Binatu.

2. Pejabat Pengawas.

Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 jo PP 74 Tahun 2010 bahwa Instansi Badan Layanan Umum wajib mempunyai Dewan Pengawas.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang sehubungan dengan belum terpenuhinya syarat untuk membentuk Dewan Pengawas, maka Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor : Nomor: 02.02/I/3810/2020 tanggal 19 Oktober 2020 telah menugaskan dr. Rita Rogayah, Sp.P (K), MARS. sebagai Pejabat Pengawas pada Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang.

Pejabat pengawas merupakan organ yang berfungsi untuk melaksanakan mekanisme pengawasan terhadap sistem dan produktifitas organisasi rumah sakit.

Pengawasan yang dilakukan tidak saja meliputi aspek keuangan, tetapi mencakup semua aspek yang berkaitan dengan kinerja pelayanan dan kinerja manfaat bagi masyarakat.

Selanjutnya untuk memperkuat pengawasan secara internal Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang telah membentuk Satuan Pengawas Internal (SPI) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Utama.

(22)

BAB II

RENCANA KINERJA TAHUN 2021 DAN RENCANA BISNIS ANGGARAN DEFINITIF TAHUN 2022

A. GAMBARAN KONDISI RSUP Dr. RIVAI ABDULAH PALEMBANG.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang beralamat di jalan Sungai Kundur Kelurahan Mariana RT/RW 013/03 Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Rumah Sakit berdiri diatas lahan seluas 275.040 m² dengan luas bangunan seluruhnya 10.695 m² dan sisanya 24.260 m² dimanfaatkan untuk sarana dan prasarana lingkungan serta untuk kegiatan pertanian seluas 240.085 m². Topografi rumah sakit didominasi oleh pemandangan alam yang asri, udara yang sejuk dan berbatasan langsung dengan tepian sungai Musi.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang telah menjadi Rumah Sakit Umum Klas C dengan unggulan layanan Onkologi. Disamping pelayanan utama dan pelayanan penunjang sebagai kegiatan utama Badan Layanan Umum sebagaimana di jelaskan pada Bab I, rumah sakit juga melengkapi sarana prasarananya dengan fasilitas umum seperti, gedung seRBA Definitifguna, kantin, lapangan parkir, tempat ibadah, aula serta guest house.

Jumlah seluruh pegawai sebanyak 396 pegawai yang terdiri dari 288 tenaga Tetap (PNS) dan 108 orang Tenaga kontrak (pegawai Non PNS/ Pramubakti) dari berbagai disiplin ilmu dan status kepegawaian, dengan rincian sebagai berikut ;

Tabel 2. 1

Jumlah pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian Per 30 September 2021

No Status Kepegawaian Jumlah Persentase

1 Tenaga Tetap 288 72,73%

2 Tenaga Kontrak 108 27,27%

JUMLAH 396 100%

Sumber data : Substansi SDM dan Diklit RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang

(23)

Tabel 2. 2

Distribusi Sumber Daya Manusia (SDM) Berdasarkan Jenis Profesi Per 30 September 2021

Sumber data : Substansi SDM dan Diklit RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang

Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa jenis tenaga yang terbanyak adalah Tenaga Keperawatan dan Kebidanan sebesar 134 orang (33,84%) sedangkan yang paling sedikit adalah tenaga dokter spesialis sebesar 21 orang (5,30%). tenaga Keperawatan dan kebidanan memang paling banyak dikarenakan dibutuhkan pada pelayanan baik di gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, rawat intensive, kamar operasi, terutama pada ruangan PIE seperti kasus Covid-19 dan juga perawat ada juga yang ditugaskan di laboratorium, CSSD dan Radiologi. Disamping itu perawat dan bidan bekerja secara shift. Untuk pemenuhan tenaga dokter spesialis rumah sakit sudah membuat program untuk pendidikan berkelanjutan dari dokter umum ke dokter spesialis.

Dan menerima dokter Spesialis atau Spesialis Konsultan sesuai kebutuhan layanan.

Berikut gambaran kondisi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang

1. Kondisi Internal Rumah Sakit.

Kondisi internal adalah analisis mengenai kondisi internal Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuannya. Analisis internal dirumuskan dengan melakukan pencermatan terhadap beberapa faktor yang dianggap sangat berperan untuk menilai kekuatan dan kelemahan masing-masing faktor.

Rumusan faktor internal yang akan mempengaruhi kinerja Rumah Sakit dapat disajikan sebagai berikut:

A. Kekuatan.

1. Tersedianya tenaga medis yang kompeten (spesialis dan sub spesialis).

2. Tersedianya lahan yang luas.

3. Adanya komitmen staf untuk berubah 4. Menerapkan pengelolaan keuangan BLU.

No Jenis Tenaga Jumlah Persentase

1 Dokter Spesialis 21 5,30%

2 Dokter Umum & Dokter Gigi 24 6,06%

3 Tenaga Keperawatan dan Kebidanan 134 33,84%

4 Penunjang Medis 87 21,97%

5 Tenaga Administrasi dan Struktural 130 32,83%

TOTAL 396 100%

(24)

5. Sebagai RS Pembina Kusta Wilayah Sumatera dan Kalimantan Barat.

6. Mempunyai Kemampuan memberikan pelayanan untuk beberapa kasus penyakit yang kompleks.

7. Mempunyai pelayanan penyakit kusta sampai advance (rekonstruksi).

8. Terakreditasi Paripurna

B. Kelemahan.

1. Sarana dan prasarana yang kurang memadai.

2. Belum terimplementasinya prosedur dan standar secara konsisten.

3. Sistem Reward dan konsekuensi berbasis kinerja belum berjalan dengan baik.

4. Budaya kinerja belum terbangun dengan baik.

5. Proses bisnis yang belum terintegrasi 6. SIMRS yang belum terintegrasi.

7. Jumlah tenaga kesehatan tertentu belum terpenuhi.

8. Pendapatan RS masih rendah.

2. Kondisi Eksternal.

A. Peluang.

1. Adanya dukungan dari Kementerian Kesehatan, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

2. Adanya JKN bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Ada 2 Akses ke RS melalui jalur sungai dan darat

4. 7 dari 10 Penyakit terbanyak rawat inap di RSMH adalah Onkologi (57,9%) dan belum tertangani dengan baik.

5. Adanya peluang untuk menjadi RS jejaring AHS FK UNSRI dan institusi pendidikan lainnya.

6. Adanya peluang kerjasama dengan pihak ketiga.

7. Tidak ada RS kelas B di Wilayah Administratif Banyuasin.

8. Adanya beberapa Industri di sekitar RS.

B. Ancaman.

1. RS Pesaing di sekitar wilayah Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang.

2. Terbatasnya sarana transportasi umum.

3. Jumlah rujukan pasien kusta yang menurun.

4. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan RS yang berkualitas.

(25)

5. Keterlambatan pembayaran piutang dari pihak ketiga.

6. Kebijakan Pemerintah Pusat/Daerah yang berubah ubah.

7. Adanya sumber penghasilan yang lebih besar bagi tenaga medis di RS lain.

8. Tingkat kepadatan penduduk sekitar RS masih rendah.

Berdasarkan data kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan tersebut diatas rumah sakit telah menetapkan posisi strategi pada kwadran 2 dimana masih terdapat kelemahan-kelemahan tetapi disisi lain terdapat peluang yang cukup besar.

Oleh karena itu strategi yang dikembangkan adalah strategi penguatan mutu kelembagaan RSUP dr. Rivai Abdullah dalam meraih peluang yang cukup besar.

3. Asumsi Makro.

Asumsi makro ekonomi biasanya dijadikan barometer dalam Penyusunan APBN yang mencakup tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, nilai tukar mata uang domestik terhadap internasional dan suku bunga bank. Penggunaan asumsi makro ekonomi tersebut dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa stabilitas ekonomi diperlukan dalam rangka mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil merupakan jalan untuk menyelesaikan problema perekonomian, seperti terciptanya lapangan pekerjaan, berkurangnya pengangguran dan pembangunan infrastruktur lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga menjadi stimulus bagi penggunaan pelayanan kesehatan seperti laboratorium kesehatan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan volume layanan.

Dalam penyusunan rencana bisnis dan anggaran asumsi makro ekonomi diperlukan untuk memprediksi kelima indikator tersebut terhadap ketersediaan anggaran belanja dari APBN serta peluang pencapaian target penerimaan yang telah ditetapkan. Dengan asumsi tersebut diatas maka diharapkan alokasi anggaran APBN dan target BLU yang telah ditetapkan dapat dicapai.

Penjelasan masing-masing indikator ekonomi makro dalam penyusunan RBA Definitif 2022 adalah sebagai berikut ;

a) Tingkat inflasi sebesar 2 – 4% menyebabkan harga beli barang kebutuhan operasional sehari-hari termasuk kebutuhan belanja pegawai kontrak meningkat sehingga mengakibatkan meningkatnya biaya operasional secara keseluruhan.

b) Tingkat Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,2 – 5,8% akan meningkatkan daya

(26)

c) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sebesar Rp. 13.900 - Rp. 15.000 yang menyebabkan harga beli barang import kebutuhan obat dan bahan habis pakai meningkat sehingga mengakibatkan meningkatnya biaya operasional rumah sakit secara keseluruhan.

d) Tingginya tingkat suku bunga bank sebesar 6,32 – 7,27% yang mempengaruhi harga beli akan kebutuhan pelayanan kesehatan pada RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang Palembang.

Berikut tabel daftar asumsi makro dalam Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Definitif Tahun 2022 sebagai berikut ;

Tabel 2. 3

Asumsi Makro Rencana Bisnis dan Anggaran Definitif 2022

NO PARAMETER ASUMSI

1 Inflasi 2 - 4%

2 Pertumbuhan Ekonomi 5,2 - 5,8%

3 Nilai Tukar Rupiah/Kurs 1 $ Rp13.900 - Rp15.000

4 Tingkat Bunga SBN 10 Tahun 6,32 - 7,27%.

Sumber: https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/komisi-xi-sepakati-asumsi-dasar-ekonomi- makro-dan-target-pembangunan-kem-ppkf-2022/ diakses 22 Oktober 2021

4. Asumsi Mikro

Asumsi mikro yang digunakan dalam penyusunan Rencana Bisnis Anggaran 2022 adalah :

a. Kebijakan akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku.

b. Subsidi pemerintah terhadap belanja operasional dan belanja investasi.

c. Kenaikan tarif pelayanan sebesar 5 - 10%.

d. Pengembangan layanan baru Onkologi.

e. Peningkatan pendapatan seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan baik IGD, ICU, Rawat jalan, rawat Inap, tindakan operasi, dan pemeriksaan penunjang lainnya.

f. Terpenuhinya Anggaran Gaji PNS.

g. Terpenuhinya Anggaran Biaya Operasional dan Pemeliharaan.

h. Terpenuhinya Anggaran Biaya untuk Remunerasi.

i. Terpenuhinya Anggaran Biaya Investasi/Modal.

j. Tarif Pelayanan berdasarkan perhitungan unit cost.

k. Terpenuhinya kebutuhan SDM.

l. Penambahan sarana prasarana dan fasilitas penunjang.

(27)

B. RENCANA PENCAPAIAN KINERJA TA 2021 DAN TARGET 2022

Capaian Kinerja Badan Layanan Umum dinilai dengan sistem penilaian melalui indikator. Indikator merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menilai suatu proses kegiatan BLU secara terus menerus. Sebagai Badan Layanan Umum, harus mampu memberikan informasi yang menggambarkan kemajuan dan kemunduran satuan kerja BLU pada suatu periode tertentu.Indikator adalah suatu cara untuk menilai penampilan suatu kegiatan dengan menggunakan instrument. Indikator merupakan variabel yang digunakan untuk menilai suatu perubahan. Indikator sering digunakan terutama bila perubahan tersebut tidak dapat diukur.

Indikator mutu pelayanan satker BLU mengukur mutu pada outcome atau dampak.

Sistem penilaian ini telah lama digunakan di negara-negara maju yang merupakan kegiatan lanjutan dari akreditasi.Tujuan dari indikator ialah melihat apakah kesinambungan pemberian pelayanan bermutu dapat dilaksanakan secara konstan.

Adapun pencapaian kinerja dan target yang diukur dalam penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Tahun 2022 adalah mencakup ;

1. Capaian Kinerja dan Target Kinerja Keuangan a. Kinerja Pendapatan

Pendapatan Rumah Sakit terus mengalami penurunan sampai dengan 2018 sejalan dengan menurunnya jumlah kunjungan rumah sakit. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2017 dan 2018 sebagaimana Tabel dibawah ini. Namun pada tahun 2019 dan 2020 pendapatan semakin meningkat.

Tabel 2. 4

Perkembangan Pendapatan BLU 2016 – 2021*)

Tahun Anggaran Target

Pendapatan

Realisasi %

2016 15.260.694.000 6.838.003.768 44,81

2017 16.023.728.000 4.972.788.785 31,03

2018 17.275.000.000 6.128.909.953 35,48

2019 6.000.000.000 10.373.838.100 172,90

2020 12.000.000.000 15.970.273.021 133,09

2021 (Semester I)

14.000.000.000 5.340.164.474 38,14

Per 30 September 2021* 14.000.000.000 9.701.450.579 69,30

Sumber : Laporan Keuangan per 30 September Tahun 2021*.

Kinerja Pendapatan yang terealisasi sampai dengan Semester I 2021 sebesar

5.340.164.474 (38,14%) dari total target yang ditetapkan sebesar Rp. 14.000.000.000,-. Realisasi pendapatan sampai dengan 30 September 2021

sebesar Rp. 9.701.450.579 (69,30).

(28)

Realisasi per 16 Oktober 2021 sebesar Rp. 13.104.976.594 (93,61%), sehingga pendapatan per 31 Desember 2021 diproyeksikan dapat melebihi target.

Untuk target pendapatan BLU tahun 2022 adalah Rp. 27.000.000.000,- Upaya yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan adalah :

1. Melakukan Revisi tarif mendekati perhitungan tarif sesuai unit cost, 2. Melakukan Pengembangan layanan baru (MCU, CT Scan, PIE) 3. Melakukan Optimalisasi pengelolaan klaim dan piutang.

4. Peningkatan pemanfaatan aset RS seperti Asrama/Guest house, sewa ruangan ATM dll.

5. Melakukan promosi ke masyarakat dan Puskesmas sekitar Rumah sakit tentang layanan RS dengan sarana prasarana gedung dan alkes yang baru dan lengkap termasuk SDM nya yang unggul sesuai dengan keahliannya.

(29)

Selanjutnnya prognosa dan proyeksi pendapatan Tahun 2022 per unit kerja penghasil (profit center) RSUP dr Rivai Abdullah dapat disajikan sebagai berikut ;

Tabel 2. 5

Prognosa & Proyeksi Pendapatan Per Unit Kerja Tahun 2022

(30)

Berdasarkan data diatas (per 30 September Tahun 2021) bahwa prognosa pendapatan BLU tahun 2021 sebesar Rp. 18.743.400.000,- akan melebihi target dan proyeksi pendapatan BLU tahun 2022 sebesar Rp. 27.000.000.000,-. Sedangkan prognosa penerimaan dari RM tahun 2021 sebesar Rp. 55.749.705.756,- tidak mencapai target akan tetapi total secara keseluruhan penerimaan Rumah Sakit prognosanya melebihi target.

b. Kinerja Anggaran.

Realisasi Anggaran sampai dengan semester I 2021 adalah Rp.

23.765.732.913 atau sebesar 31%, dari total anggaran sebesar Rp 76.176.661.000,- . Realisasi Anggaran sampai dengan 30 September 2021 adalah Rp.

37.127.553.505,- atau sebesar 47,66% dari total Anggaran Rp. 77.902.332.000,- Realisasi belanja dari Dana Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) sampai dengan semester I 2021 sebesar Rp. 6.232.089.668,- (30,47%) dari total target pagu anggaran sebesar Rp. 20.450.105.000,-. Realisasi belanja dari Dana Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) sampai dengan 30 September 2021 sebesar Rp. 8.971.907.841,- (43.87%). Realisasi belanja dari dana penerimaan BLU masih rendah disebabkan oleh anggaran BLU digunakan untuk belanja operasional yang pembayarannya sudah terjadwal rutin seperti pembayaran remunerasi dan honor.

Realisasi belanja dari Dana Penerimaan RM sampai dengan semester I 2021 sebesar Rp. 17.983.229.252,- (31,30%) dari total target pagu anggaran sebesar Rp.

57.452.227.000,-.Realisasi belanja dari Dana Penerimaan RM sampai dengan 30 September 2021 sebesar Rp. 28.155.645.664,- (49.01% ). Rendahnya penyerapan atau realisasi belanja dari Dana Penerimaan RM sampai dengan 30 September 2021 disebabkan alokasi anggaran belanja modal untuk gedung dan bangunan masih dalam proses pelaksanaan kontrak yang akan selesai di akhir November sampai dengan pertengahan Desember 2021.

Untuk tahun 2022 rencana gedung A akan dioperasioanalkan untuk kegiatan pelayanan baik gawat darurat, rawat jalan, farmasi, laboratorium, radiologi, rekam medik, CSSD, rawat inap, rawat intensive, dan kamar operasi. Sedangkan pembangunan gedung B rencana diusulkan dalam anggaran tahun 2023. Total anggaran tahun 2021 sebesar Rp. 77.902.332.000,- dan tahun 2022 sebesar Rp.

76.030.252.000,- Diharapkan penyerapan anggaran dan pendapatan dapat lebih meningkat lagi setiap tahunnya.

(31)

2. Capaian Kinerja dan Target Kinerja Badan Layanan Umum

Pengukuran Kinerja Badan Layanan Umum disesuaikan dengan Indikator Penilaian yang ada pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per 36/PB/2016 tentang Pedoman Penilaian Kinerja BLU Bidang Layanan Kesehatan yang telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per 24/PB/2018.

Atas dasar hal tersebut diatas maka kinerja Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdulah Palembang Palembang diukur dengan 3 indikator utama yaitu;

1) Indikator Kinerja Keuangan yang terdiri dari Ratio Keuangan dan Kepatuhan Pengelolaan Keuangan

2) Indikator Kinerja Pelayanan, dan

3) Indikator Kinerja Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat.

Hasil penilaian Kinerja Badan Layanan Umum dapat disajikan pada Tabel sebagai berikut ;

Tabel 2. 6

Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020

NO INDIKATOR BOBOT

NILAI

HAPER NILAI

I. RATIO KEUANGAN 19 13.25

1. Rasio Kas (Cash Ratio) 2,25 9.859,18% 0,5

2. Rasio Lancar (Current Ratio) 2,75 15.821,15% 2,75

3. Periode Penagihan Piutang (Collection Period) 2,25 16,25 HARI 2,25

4. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 2,25 3,87 X 0,5

5. Imbalan Atas Aset Tetap (Return On Fixed Asset) 2,25 7,17 % 2,25

6. Imbalan Ekuitas (Return On Equity) 2,25 8,71 % 2,25

7.

Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 2,25 23,32 HARI 1,25

8. Rasio Pendapatan PNBP Terhadap Biaya Oprasional 2,75 29,57% 1,5

II. KEPATUHAN PENGOLAHAN KEUANGAN BLU 11 11

1. Rencana Bisnis Dan Anggaran (RBA) Definitif:

1. Jadwal Penyusunan :

- Sampai dengan tanggal 31 desember tahun sebelumnya 2. Kelengkapan :

- Ditandatangani oleh pemimpin satker BLU - Diketahui oleh dewan pengawas atau pejabat yang

ditunjuk oleh menteri/ pimpinan lembaga jika BLU tidak mempunyai dewan pengawas

- Disetujui dan ditandatangani oleh menteri/ pimpinan lembaga

2

0,4

0,4 0,4

0,4

2 2. Laporan Keuangan Berdasarkan SAK

- Semester I : disampaikan dengan tanggal 15 Juli - Tahunan (Unaudited) : disampaikan dengan tanggal 22

Januari tahun anggaran berikutnya

- Tahunan (audited) : disampaikan dengan batas akhir penyampaian LKKL Audited kepada Menteri Keuangan (sesuai dengan tanggal yang akan ditentukan setiap tahunnya)

2

0,66 0,67

0,67

2 3. Surat Perintah Pengesahan Pendapatan Dan Belanja BLU

(SP3B BLU)

- Triwulan I : Disampaikan sampai dengan akhir triwulan I - Saldo kas telah sesuai

- Triwulan II : Disampaikan sampai dengan akhir triwulan II - Saldo kas telah sesuai

- Triwulan III : Disampaikan sampai dengan akhir triwulan III - Saldo kas telah sesuai

2

0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2

2

4. Tarif Layanan 1 Apabila tarif telah

ditetapkan oleh Menteri Keuangan

1

5. Sistem Akutansi

- Sistem akuntansi Keuangan - Sistem akuntansi Biaya - Sistem akuntansi Aset tetap

1

Ya Ya Ya

0,6 0,2 0,2 6. Persetujuan Rekening

- Rekening pengelolaan Kas (deposito)

- Rekening OperasionaL Penerimaan dan Pengeluaran (terpisah)

0,5

Tidak Ya Tidak

0 0,5

0

7. SOP Pengelolaan Kas 0,5 Ya 0,5

8 SOP Pengelolaan Piutang 0,5 Ya 0,5

(32)

Tabel 2.6

Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020 (lanjutan)

NO INDIKATOR BOBOT

NILAI

HAPER NILAI

9. SOP Pengelolaan Utang 0,5 Ya 0,5

10. SOP Pengadaan Barang Dan Jasa 0,5 Ya 0,5

11. SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0,5 Ya 0,5

TOTAL 24.25

Sumber data: Sub – substansi Evaluasi dan pelaporan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang.

Dalam penilaian Kinerja Keuangan terdapat Indikator Keuangan yang tidak tercapai diantaranya adalah Ratio Kas, Perputaran Aset Tetap, Perputaran Persediaan, dan Rasio Pendapatan PNBP Terhadap Biaya Operasional. Hal ini dikarenakan menurunnya jumlah pasien yang berkunjung ke Rumah sakit Umum pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang sehingga mengakibatkan menurunnya pendapatan sementara biaya operasional RS tetap harus dikeluarkan dan masih ada piutang pada pihak perusahaan yang bekerjasama.

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah :

1. Optimalisasi penagihan piutang kepada pihak perusahaan yang bekerjasama untuk mempercepat pembayaran piutang.

2. Untuk meningkatkan skor/nilai perputaran persediaan maka telah dilakukan penghapusan obat-obatan yang sudah kadaluarsa sesuai peraturan yang berlaku, memaksimalkan penggunaan obat-obatan dan BHP digudang yang mempunyai masa kadaluarsa pendek

Tabel 2. 7

Indikator Kinerja Pelayanan

NO. ASPEK LAYANAN BOBOT NILAI HAPER NILAI

I. LAYANAN

A. PERTUMBUHAN PRODUKTIFITAS 18 12

1 Pertumbuhan Rata-Rata Kunjungan Rawat Jalan 3 1,27 3

2 Pertumbuhan Rata-Rata Kunjungan Rawat Darurat 2,5 0,93 1

3 Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap 2,5 0,91 1

4 Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi 2,5 1,74 2.5

5 Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium 2,5 1,18 2.5

6 Pertumbuhan Operasi 2,5 1,09 2

7 Pertumbuhan Rehab Medik 2,5 0,41 0

8 Pertumbuhan Peserta Didik Pedidikan Kedokteran - - -

9 Pertumbuhan Penelitian Yang Dipublikasikan, - - -

(33)

Tabel 2. 7

Indikator Kinerja Pelayanan (lanjutan)

NO. ASPEK LAYANAN BOBOT NILAI HAPER NILAI

B. EFEKTIFITAS PELAYANAN 14 12,5

1 Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan 2 91,97% 2

2 Pengembalian Rekam Medik 2 97,45% 2

3 Angka Pembatalan Operasi 2 0% 2

4 Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2 0% 2

5 Penulisan Resep Sesuai Formularium 2 99,10% 2

6 Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium 2 0,02% 2

7 Bed Occupancy Rate (BOR) 2 10,76% 0.5

C. PERTUMBUHAN PELAYANAN 3 2,5

1 Rata-Rata Jam Pelatihan / Karyawan 1,5 0,73 1

2 Persentase Dokter Pendidik Klinis Yang Mendapat TOT - - -

3 Program Reward Dan Punishment 1,5

Ada Program dan dilaksanakan Sepenuhnya

1,5

TOTAL 35 27

Sumber data: Sub – substansi Evaluasi dan pelaporan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang

Indikator Kinerja Pelayanan yang tidak tecapai adalah Indikator BOR yang seharusnya standarnya 2 sedangkan capaian 0,5 dikarenakan menurunnya jumlah kunjungan dan juga efek dari pandemi Covid-19. Untuk pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat yang seharusnya standarnya 2,5 dikarenakan menurunnya jumlah kunjungan dan juga efek dari pandemi Covid-19. Untuk indikator lain sudah tercapai sesuai dengan harapan.

Tabel 2. 8

Indikator Kinerja Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat II. MUTU DAN MANFAAT KEPADA MASYARAKAT BOBOT

NILAI

HAPER NILAI

A. MUTU PELAYANAN 14 12,5

1 Emergency Response Time Rate 2 2 MENIT 2

2 Waktu Tunggu Rawat Jalan 2 68 MENIT 1

3 Length Of Stay ( LOS ) 2 3,75 2

4 Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi 2 14 MENIT 1,5

5 Waktu Tunggu Sebelum Operasi 2 20 JAM 2

6 Waktu Tunggu Hasil Laboratorium 2 1 JAM 2

7 Waktu Tunggu Hasil Radiologi 2 41 MENIT 2

(34)

Tabel 2. 9

Indikator Kinerja Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat (lanjutan) II. MUTU DAN MANFAAT KEPADA MASYARAKAT BOBOT

NILAI

HAPER NILAI

B. MUTU KLINIK 12 12

1 Angka Kematian Di Gawat Darurat 2 0,52% 2

2 Angka Kematian / Kebutaan ≥ 48 Jam 2 1,84% 2

3 Post Operative Death Rate 2 0% 2

4 Angka Infeksi Nosokomial 4 0% 4

5 Angka Kematian Ibu Di Rumah Sakit 2 0% 2

C. KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT 4 4

1 Pembinaan Kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Dan Sarana Kesehatan Lain

1 Ada Program dilaksanakan

1

2 Penyuluhan Kesehatan 1 Ada Program

dilaksanakan

1

3 Rasio Tempat Tidur Kelas III 2 66.67% 2

D. KEPUASAN PELANGGAN 2 1,9

1 Penanganan Pengaduan / Komplain 1 100% 1

2 Kepuasan Pelanggan 1 0,9 0,9

E. KEPEDULIAN KEPADA LINGKUNGAN 3 2,2

1 Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit Berseri) 2 10880 2

2 Proper Lingkungan 1

Hitam semua tidak dilaksanakan

pengukuran

0,2

TOTAL 35 32,6

Sumber data: Sub – substansi Evaluasi dan pelaporan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang

Dari hasil penilaian tersebut diatas, maka rekapitulasi hasil penilaian kinerja Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang adalah ;

➢ Indikator Kinerja Keuangan : 24.25

➢ Indikator Kinerja Operasional : 27

➢ Indikator Kinerja Mutu dan Layanan Masyarakat : 32,6 Jumlah ...: 83,85

Dengan demikian tingkat kesehatan RSUP Dr. Rivai Abdullah pada Tahun 2020 termasuk dalam katagori : AA (TINGGI)

Rencana proyeksi kinerja BLU tahun 2021 adalah:

➢ Indikator Kinerja Keuangan : 30

➢ Indikator Kinerja Operasional : 34,5

➢ Indikator Kinerja Mutu dan Layanan Masyarakat : 32 Jumlah ... : 85,65

(35)

Dengan demikian tingkat kesehatan RSUP Dr. Rivai Abdullah pada Tahun 2021 adalah 85,65 termasuk dalam katagori : AA (TINGGI)

3. Capaian Kinerja dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Individu (IKI)

Pengukuran kinerja Indikator Kinerja Individu (IKI) RSUP dr. Rivai Abdulah Palembang, didasarkan pada Keputusan Diektur Jenderal Pelayanan Kesehatan tentang Penilaian IKI, IKU dan IKT. Hasil pengukuran sebagaimana tersaji pada Tabel di bawah ini;

Tabel 2. 10

Capaian Kinerja dan Target Kinerja dalam Indikator Kinerja Individu (IKI) Semester I Tahun 2021

Kategori No Judul Indikator Bobot Standart Haper Skor Total

PELAYANAN MEDIS

Kepatuhan Terhadap Standart

1 Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway 0.050

1. Tercapai / Terlaksananya 5

CP yang diimplementasikan

sesuai dengan SPO terintegrasi

dalam Rekam Medik dan di

evaluasi

1. Tercapai / Terlaksananya 5

CP yang diimplementasika

n sesuai dengan SPO terintegrasi dalam Rekam

Medik dan di evaluasi

100 5

2 Kepatuhan Penggunaan Formularium

Nasional (FORNAS) 0.050 ≥ 80 % 97,73 100 5

3 Prosentase Kejadian Pasien Jatuh 0.050 ≤ 3 % 0 100 5

4 Penerapan Keselamatan Operasi (PKO) 0.050 100% 100 100 5

Pengendalian Infeksi

5 Infeksi Daerah Operasi (IDO) 0.075 ≤ 2 % 0,33 100 7,5

6 Ventilator Associated Pneumonia (VAP) 0.075 ≤ 5.8 ‰ 0 100 7,5

7 Cuci Tangan (Hand Hygiene) 0.050

1. Ada kebijakan, ada SOP, dilaksanakan sesuai SOP, dan

dievaluasi

1. Ada kebijakan, ada SOP, dilaksanakan sesuai SOP, dan

dievaluasi

100 5

Capaian Indikator Medik

8 Waktu Lapor Hasil Test Kritis

Laboratorium 0.050 100% 100 100 5

9 Kematian Pasien di IGD 0.050 ≤ 2.5 % 0,36 100 5

Akreditasi 10 Ketepatan Identifikasi Pasien 0.080

1. Barcode sesuai variabel dan diberikan ke semua produk

layanan

1. Barcode sesuai variabel dan diberikan ke semua produk

layanan

100 8

Kepuasan

Pelanggan 11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain

(KRK) 0.080 > 75 % 100 100 8

Ketepatan Waktu Pelayanan

12 Emergency Response Time 2 (ERT 2) 0.020 ≤ 120:00 Menit 197:55:40 75 1,5 13 Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ) 0.050 ≤ 60:00 Menit 53:32:20 100 5 14 Waktu Tunggu Operasi Efektif (WTE) 0.050 ≤ 48:00 Jam 20:19 100 5 15 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi

(WTPR) 0.050 ≤ 03:00 Jam 00:33 100 5

16 Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat

Jadi (WTOJ) 0.050 ≤ 30:00 Menit 12:18 100 5

17

Kelengkapan dan Ketepatan

Pengembalian Rekam Medik dalam Waktu 24 Jam

0.020 80% 95,26 100 2

KEUANGAN Keuangan 18 Rasio Pendapatan PNBP Terhadap Biaya

Operasional (PB) 0.100 65% 28,99 50 5

JUMLAH TS 94,5

(36)

Dari total 18 indikator penilaian Kinerja Individu (IKI) terdapat 2 (dua) indikator yang tidak tercapai yaitu Rasio Pendapatan PNBP Terhadap Biaya Operasi (POBO) dan Emergency Response Time 2 (ERT 2). Kedua indikator tersebut sangat berkaitan dengan menurunnya jumlah kunjungan yang berakibat menurunnya pendapatan, sehingga indikator Rasio POBO menurun.

Upaya yang perlu dilakukan agar dalam prognosa pencapaian IKI tercapai adalah dengan cara :

1. Melakukan Audit Medik untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

2. Mempertahankan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan telah lulusnya RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang dengan predikat paripurna untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder dan pelanggan rumah sakit.

3. Mempromosikan secara terus menerus bahwa RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang sudah menjadi Rumah Sakit Umum kelas C sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

4. Mengoptimalkan pemanfaatan asset-asset rumah sakit yang dapat meningkatkan potensi pendapatan seperti kerjasama dengan institusi pendidikan melalui penyediaan lahan praktek bagi mahasiswa kedokteran, kebidanan dan keperawatan. Juga kerjasama lainnya untuk penyewaan rumah tamu (guest house) dan fasilitas gedung lainnya.

5. Meningkatkan upaya-upaya penagihan piutang perusahaan melalui koordinasi dan komunikasi yang intens dengan para pihak yang terkait.

6. Melakukan pembenahan manajemen internal dengan melengkapi semua perijinan-perijinan yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

7. Membangun budaya kerja dan meningkatkan motivasi pegawai dengan melakukan penilaian kinerja berbasis output/outcome, melakukan peninjauan kembali angka jabatan dll.

8. Melakuan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, guna mendukung layanan, penyediaan informasi real time, serta meningkatkan kapasitas penguatan pengolahan data.

9. Melengkapi dokumen-dokumen kebijakan, standar dan operasional prosedur rumah sakit guna menjamin tata kelola rumah sakit yang lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Referensi

Dokumen terkait