BAB II RENCANA KINERJA TAHUN 2021 DAN RENCANA BISNIS ANGGARAN
A. GAMBARAN KONDISI RSUP Dr. RIVAI ABDULAH PALEMBANG
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang beralamat di jalan Sungai Kundur Kelurahan Mariana RT/RW 013/03 Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Rumah Sakit berdiri diatas lahan seluas 275.040 m² dengan luas bangunan seluruhnya 10.695 m² dan sisanya 24.260 m² dimanfaatkan untuk sarana dan prasarana lingkungan serta untuk kegiatan pertanian seluas 240.085 m². Topografi rumah sakit didominasi oleh pemandangan alam yang asri, udara yang sejuk dan berbatasan langsung dengan tepian sungai Musi.
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang telah menjadi Rumah Sakit Umum Klas C dengan unggulan layanan Onkologi. Disamping pelayanan utama dan pelayanan penunjang sebagai kegiatan utama Badan Layanan Umum sebagaimana di jelaskan pada Bab I, rumah sakit juga melengkapi sarana prasarananya dengan fasilitas umum seperti, gedung seRBA Definitifguna, kantin, lapangan parkir, tempat ibadah, aula serta guest house.
Jumlah seluruh pegawai sebanyak 396 pegawai yang terdiri dari 288 tenaga Tetap (PNS) dan 108 orang Tenaga kontrak (pegawai Non PNS/ Pramubakti) dari berbagai disiplin ilmu dan status kepegawaian, dengan rincian sebagai berikut ;
Tabel 2. 1
Jumlah pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian Per 30 September 2021
No Status Kepegawaian Jumlah Persentase
1 Tenaga Tetap 288 72,73%
2 Tenaga Kontrak 108 27,27%
JUMLAH 396 100%
Sumber data : Substansi SDM dan Diklit RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang
Tabel 2. 2
Distribusi Sumber Daya Manusia (SDM) Berdasarkan Jenis Profesi Per 30 September 2021
Sumber data : Substansi SDM dan Diklit RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang
Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa jenis tenaga yang terbanyak adalah Tenaga Keperawatan dan Kebidanan sebesar 134 orang (33,84%) sedangkan yang paling sedikit adalah tenaga dokter spesialis sebesar 21 orang (5,30%). tenaga Keperawatan dan kebidanan memang paling banyak dikarenakan dibutuhkan pada pelayanan baik di gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, rawat intensive, kamar operasi, terutama pada ruangan PIE seperti kasus Covid-19 dan juga perawat ada juga yang ditugaskan di laboratorium, CSSD dan Radiologi. Disamping itu perawat dan bidan bekerja secara shift. Untuk pemenuhan tenaga dokter spesialis rumah sakit sudah membuat program untuk pendidikan berkelanjutan dari dokter umum ke dokter spesialis.
Dan menerima dokter Spesialis atau Spesialis Konsultan sesuai kebutuhan layanan.
Berikut gambaran kondisi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang
1. Kondisi Internal Rumah Sakit.
Kondisi internal adalah analisis mengenai kondisi internal Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuannya. Analisis internal dirumuskan dengan melakukan pencermatan terhadap beberapa faktor yang dianggap sangat berperan untuk menilai kekuatan dan kelemahan masing-masing faktor.
Rumusan faktor internal yang akan mempengaruhi kinerja Rumah Sakit dapat disajikan sebagai berikut:
A. Kekuatan.
1. Tersedianya tenaga medis yang kompeten (spesialis dan sub spesialis).
2. Tersedianya lahan yang luas.
3. Adanya komitmen staf untuk berubah 4. Menerapkan pengelolaan keuangan BLU.
No Jenis Tenaga Jumlah Persentase
1 Dokter Spesialis 21 5,30%
2 Dokter Umum & Dokter Gigi 24 6,06%
3 Tenaga Keperawatan dan Kebidanan 134 33,84%
4 Penunjang Medis 87 21,97%
5 Tenaga Administrasi dan Struktural 130 32,83%
TOTAL 396 100%
5. Sebagai RS Pembina Kusta Wilayah Sumatera dan Kalimantan Barat.
6. Mempunyai Kemampuan memberikan pelayanan untuk beberapa kasus penyakit yang kompleks.
7. Mempunyai pelayanan penyakit kusta sampai advance (rekonstruksi).
8. Terakreditasi Paripurna
B. Kelemahan.
1. Sarana dan prasarana yang kurang memadai.
2. Belum terimplementasinya prosedur dan standar secara konsisten.
3. Sistem Reward dan konsekuensi berbasis kinerja belum berjalan dengan baik.
4. Budaya kinerja belum terbangun dengan baik.
5. Proses bisnis yang belum terintegrasi 6. SIMRS yang belum terintegrasi.
7. Jumlah tenaga kesehatan tertentu belum terpenuhi.
8. Pendapatan RS masih rendah.
2. Kondisi Eksternal.
A. Peluang.
1. Adanya dukungan dari Kementerian Kesehatan, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.
2. Adanya JKN bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Ada 2 Akses ke RS melalui jalur sungai dan darat
4. 7 dari 10 Penyakit terbanyak rawat inap di RSMH adalah Onkologi (57,9%) dan belum tertangani dengan baik.
5. Adanya peluang untuk menjadi RS jejaring AHS FK UNSRI dan institusi pendidikan lainnya.
6. Adanya peluang kerjasama dengan pihak ketiga.
7. Tidak ada RS kelas B di Wilayah Administratif Banyuasin.
8. Adanya beberapa Industri di sekitar RS.
B. Ancaman.
1. RS Pesaing di sekitar wilayah Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang.
2. Terbatasnya sarana transportasi umum.
3. Jumlah rujukan pasien kusta yang menurun.
4. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan RS yang berkualitas.
5. Keterlambatan pembayaran piutang dari pihak ketiga.
6. Kebijakan Pemerintah Pusat/Daerah yang berubah ubah.
7. Adanya sumber penghasilan yang lebih besar bagi tenaga medis di RS lain.
8. Tingkat kepadatan penduduk sekitar RS masih rendah.
Berdasarkan data kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan tersebut diatas rumah sakit telah menetapkan posisi strategi pada kwadran 2 dimana masih terdapat kelemahan-kelemahan tetapi disisi lain terdapat peluang yang cukup besar.
Oleh karena itu strategi yang dikembangkan adalah strategi penguatan mutu kelembagaan RSUP dr. Rivai Abdullah dalam meraih peluang yang cukup besar.
3. Asumsi Makro.
Asumsi makro ekonomi biasanya dijadikan barometer dalam Penyusunan APBN yang mencakup tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, nilai tukar mata uang domestik terhadap internasional dan suku bunga bank. Penggunaan asumsi makro ekonomi tersebut dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa stabilitas ekonomi diperlukan dalam rangka mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil merupakan jalan untuk menyelesaikan problema perekonomian, seperti terciptanya lapangan pekerjaan, berkurangnya pengangguran dan pembangunan infrastruktur lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga menjadi stimulus bagi penggunaan pelayanan kesehatan seperti laboratorium kesehatan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan volume layanan.
Dalam penyusunan rencana bisnis dan anggaran asumsi makro ekonomi diperlukan untuk memprediksi kelima indikator tersebut terhadap ketersediaan anggaran belanja dari APBN serta peluang pencapaian target penerimaan yang telah ditetapkan. Dengan asumsi tersebut diatas maka diharapkan alokasi anggaran APBN dan target BLU yang telah ditetapkan dapat dicapai.
Penjelasan masing-masing indikator ekonomi makro dalam penyusunan RBA Definitif 2022 adalah sebagai berikut ;
a) Tingkat inflasi sebesar 2 – 4% menyebabkan harga beli barang kebutuhan operasional sehari-hari termasuk kebutuhan belanja pegawai kontrak meningkat sehingga mengakibatkan meningkatnya biaya operasional secara keseluruhan.
b) Tingkat Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,2 – 5,8% akan meningkatkan daya
c) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sebesar Rp. 13.900 - Rp. 15.000 yang menyebabkan harga beli barang import kebutuhan obat dan bahan habis pakai meningkat sehingga mengakibatkan meningkatnya biaya operasional rumah sakit secara keseluruhan.
d) Tingginya tingkat suku bunga bank sebesar 6,32 – 7,27% yang mempengaruhi harga beli akan kebutuhan pelayanan kesehatan pada RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang Palembang.
Berikut tabel daftar asumsi makro dalam Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Definitif Tahun 2022 sebagai berikut ;
Tabel 2. 3
Asumsi Makro Rencana Bisnis dan Anggaran Definitif 2022
NO PARAMETER ASUMSI
1 Inflasi 2 - 4%
2 Pertumbuhan Ekonomi 5,2 - 5,8%
3 Nilai Tukar Rupiah/Kurs 1 $ Rp13.900 - Rp15.000
4 Tingkat Bunga SBN 10 Tahun 6,32 - 7,27%.
Sumber: https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/komisi-xi-sepakati-asumsi-dasar-ekonomi- makro-dan-target-pembangunan-kem-ppkf-2022/ diakses 22 Oktober 2021
4. Asumsi Mikro
Asumsi mikro yang digunakan dalam penyusunan Rencana Bisnis Anggaran 2022 adalah :
a. Kebijakan akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku.
b. Subsidi pemerintah terhadap belanja operasional dan belanja investasi.
c. Kenaikan tarif pelayanan sebesar 5 - 10%.
d. Pengembangan layanan baru Onkologi.
e. Peningkatan pendapatan seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan baik IGD, ICU, Rawat jalan, rawat Inap, tindakan operasi, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
f. Terpenuhinya Anggaran Gaji PNS.
g. Terpenuhinya Anggaran Biaya Operasional dan Pemeliharaan.
h. Terpenuhinya Anggaran Biaya untuk Remunerasi.
i. Terpenuhinya Anggaran Biaya Investasi/Modal.
j. Tarif Pelayanan berdasarkan perhitungan unit cost.
k. Terpenuhinya kebutuhan SDM.
l. Penambahan sarana prasarana dan fasilitas penunjang.