The pandemic was still spreading right up till the end of 2021 and poses a challenge to the Company to continue realizing the various Social Responsibility Pandemi yang masih merebak hingga akhir tahun 2021, merupakan tantangan tersendiri bagi Perseroan untuk tetap merealisasikan berbagai program Tanggung Jawab Sosial sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus sebagai bagian dari dukungan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dalam Sustainable Development Goals.
“
Kinerja Tanggung jawab SoSial
KemaSyaraKaTan
Community Social Responsibility
Performance
Ringkasan
Summary
• Untuk tahun 2021, Perseroan merealisasikan investasi sosial tanggung jawab sosial kemasyarakatan, total sebesar Rp54,31 miliar, terdiri dari: Rp7,96 miliar – Program TJSL; Rp22,44 miliar – Program PUMK dan Rp23,91 miliar – Program PPM.
In 2021, the Company created a social investment in social responsibility, a total of Rp54.31 billion which consists of: Rp7.96 billion – CSR program;
Rp22.44 billion – PUMK Program and Rp23.91 billion – PPM Program.
• Realisasi program pembinaan Mitra Binaan dan dukungan pengembangan usaha, membuat di tahun 2021, 55 orang Mitra Binaan berhasil Naik Kelas.
The Fostered Partners coaching program and the business development support have managed to promote 55 Fostered Partners to the next stage.
• Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lepas pantai Desa Rebo, Perseroan merealisasikan program Fishing Ground, yang terbukti berhasil meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat sekitar.
To improve the community welfare around the offshore of Rebo Village, the Company has implemented a Fishing Ground program, which was proven successful in increasing the income level of the surrounding community.
Kinerja Tanggung Jawab Sosial Kemasyarakatan
Community Social Responsibility Performance
Landasan Hukum
[GRI 103-2]1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 70; Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297);
2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
3. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 117; tambahan Lembaran Negara Nomor 4305);
6. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Tahun 2017 Nomor 136);
7. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- 05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara;
8. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara;
9. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara;
10. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1824 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat;
11. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1806 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, serta Laporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
The Legal Basis
[GRI 103-2]1. Law Number 19 of 2003 concerning States Owned Enterprises (State Gazette of 2003 No.70; Supplement to the State Gazette Number 4297);
2. Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies;
3. Law Number 3 of 2020 concerning Amendments to Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining;
4. Indonesian Government Regulation No.47 of 2012 concerning Corporate Social and Environment Responsibility of Limited Company.
5. Government Regulation No. 45 of 2005 concerning the Establishment, Management, Supervision and Dissolution of State-Owned Enterprises (State Gazette of 2005 No.117;
Supplement to State Gazette No. 4305);
6. Presidential Regulation No. 59 of 2017 concerning Implementation of Sustainable Development Goals (State Gazette of 2017 No. 136);
7. Regulation of Minister of State-Owned Enterprises No. PER- 05/MBU/04/2021 concerning Social and Environmental Responsibility Programs for State Owned Enterprises;
8. Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources No.25 of 2018 concerning Mineral and Coal Mining Business;
9. Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources No.26 of 2018 concerning Implementation of Good Mining Practices and Supervision of Mineral and Coal Mining;
10. Decree of Minister of Energy and Mineral Resources No.1824 of 2018 concerning Guidelines for Implementing Community Development and Empowerment;
11. Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No.1806 of 2018 concerning Guidelines for Implementation of Preparation, Evaluation, Approval of Working Plan and Cost Budget, as well as Report on Mineral and Coal Mining Business Activities.
Komitmen dan Kebijakan
[GRI 103-1, GRI 103-3]Komitmen
PT TIMAH Tbk berkomitmen agar operasional perusahaan turut memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pemangku kepentingan, baik dari segi ekonomi, sosial maupun lingkungan.
Perseroan juga berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait agar dapat memberi manfaat positif berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan menciptakan pembangunan yang tepat sasaran dengan menggunakan sumberdaya yang tersedia secara optimal.
Dengan demikian kehadiran Perseroan dapat mendatangkan manfaat berkesinambungan bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama komunitas lokal yang berada di sekitar wilayah operasional Perseroan.
Komitmen memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan selaras dengan perintah Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang di dalamnya mengatur tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kebijakan
PT TIMAH Tbk telah menetapkan kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, terkait pemberdayaan masyarakat, meliputi: [GRI 103-3]
1. Mengatasi dampak negatif operasi Perseroan melalui kepatuhan terhadap regulasi serta menciptakan nilai baru yang lebih baik kepada masyarakat dan lingkungan;
2. Memberikan manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan kepada masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi Perseroan;
3. Meningkatkan reputasi Perseroan, efisiensi, pertumbuhan usaha dan menerapkan mitigasi risiko bisnis.
Terkait dengan kebijakan TJSL tersebut, Perseroan berkomitmen untuk menjadi agen pembangunan dimanapun wilayah PT TIMAH Tbk melakukan kegiatan operasional. Perseroan selalu membangun hubungan harmonis dan sinergis dengan Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Daerah, baik Provinsi, Kota maupun Kabupaten untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
PT TIMAH Tbk mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Commitment and Policy
[GRI 103-1, GRI 103-3]Commitment
PT TIMAH Tbk is committed that its operations contribute the maximum benefit for its stakeholders both from economic, social and environmental perspective. The Company is also fully committed to continue to synergize with all relevant parties in order to provide sustainable positive benefits to all stakeholders and create a development that is right on target using the available resources optimally. Thus, the Company presence shall bring sustainable benefits to the community, both directly and indirectly, especially the local communities around its operational areas.
The commitment to provide benefits to its stakeholders is in line with the instructions of Law No.40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, which regulates Social and Environmental Responsibility.
Policy
PT TIMAH Tbk has established Social and Environmental Responsibility policies, related to community empowerment, which include: [GRI 103-3]
1. Overcoming the negative impact of Company’s operations through compliance to regulations and creating new, better value to the communities and environment;
2. Providing social, economic and environmental benefits to the community, especially in the vicinity of Company operational areas;
3. Improving Company’s reputation, efficiency, business growth and implement business risk mitigation.
In relation to this policy, the Company is committed to become a development agent wherever PT TIMAH Tbk conducts operational activities. The Company strives to establish harmonious and synergistic relationships with Community Leaders and Local Government, both Provincial, City and Regency to improve the quality of people’s lives.
PT TIMAH Tbk implements the Corporate Social Responsibility (CSR) program through its Social and Environmental Responsibility Program as stipulated in the Regulation of Minister of State-Owned Enterprises No. PER-05/MBU/04/2021 concerning the Social and Environmental Responsibility Program of State Owned Enterprises.
Dampak Operasional Terhadap Masyarakat
[GRI 413-1, GRI 203-2]
Kegiatan pertambangan memberi dampak terhadap komunitas sekitar, baik dampak sosial ekonomi maupun lingkungan.
Kehidupan masyarakat sekitar, tingkat kesejahteraan dan kegiatan ekonomi, akan berkembang selaras dengan meningkatnya kegiatan Perseroan. Namun pada saat kegiatan penambangan dan kegiatan pengolahan berakhir, mengiringi habisnya sumber daya alam yang dapat diolah secara ekonomis, akan membuat kesejahteraan masyarakat sekitar kembali menurun. Selain itu terdapat kemungkinan terjadinya penurunan kualitas lingkungan, jika tidak kegiatan penambangan tidak dikelola dengan baik.
Dampak ekonomi, sosial dan lingkungan itulah yang dimitagasi Perseroan agar menjadi positif dengan memberdayakan kemampuan ekonomi masyarakat disekitar area kelolaan.
Selanjutnya Perseroan menyusun dan merealisasikan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan pendekatan bahwa pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan juga berarti upaya memenuhi harapan para pemangku termasuk masyarakat sekitar, yakni berkembangnya kesejahteraan selaras dengan perkembangan usaha Perseroan.
Sementara itu untuk mengatasi dan menyelesaikan keluhan masyarakat mengenai keberadaan kegiatan operasional Perseroan, Divisi CSR, sebagai penanggung jawab pelaksanaan program tanggung jawab sosial kemasyarakatan, telah memiliki SOP prosedur penanganan keluhan masyarakat (dampak sosial). Pada tahun pelaporan, tidak ada keluhan yang disampaikan. Juga tidak terdapat catatan adanya insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat.
[GRI 411-1] [F.2]
Program-Program
Perseroan menjalankan 3 (tiga) kategori Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lingkar tambang, yaitu:
1. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
2. Program Pendanaan Usaha Mikro & Kecil (PUMK) yang merupakan bagian dari Program TJSL BUMN yang berfokus dalam pembinaan usaha dan pengembangan UMK.
3. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Ketiga Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tersebut adalah komitmen dan usaha Perseroan untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama masyarakat dan para pihak terkait di mana Perseroan berada, yang dilakukan terpadu dengan kegiatan usahanya secara berkelanjutan dengan menjunjung tinggi prinsip- prinsip praktik usaha yang baik, keadilan ekonomi, keadilan sosial dan keadilan lingkungan. PPM dilaksanakan di seluruh wilayah operasi PT TIMAH Tbk.
Operational Impact on the Community
[GRI 413-1, GRI 203-2]
Mining activities pose an impact on the surrounding community, both socio-economic and environmental. The life of the surrounding community, the level of welfare and economic activities, will develop in line with the increasing activities of the Company. However, when mining and processing activities end, due to the depletion of economically viable natural resources, this could make the welfare of the surrounding community regressed. In addition, if mining activities are not managed properly, environmental quality may deteriorate.
It is the economic, social and environmental impacts that the Company is mitigating to stay positive by empowering the community’ economic capacity around the operational areas. Furthermore, the Company developed and established a corporate social responsibility (CSR) program with an approach that the CSR implementation shall mean an endeavor to fulfill stakeholders’ expectations including the surrounding community, namely the development of welfare in line with the development of Company’s business.
Meanwhile, to address and resolve any public complaints with regards to Company’s operational activities, as the division in charge of implementing the programs, the CSR Division sets its SOP in handling public complaints (on social impacts). In the reporting year, no complaints were submitted. There were also no recorded incidents of violations involving the rights of indigenous people. [GRI 411-1] [F.2]
Programs
The Company runs 3 (three) categories of Social and Environmental Responsibility Programs to improve the welfare of community surrounding the mining area, namely:
1. Social and Environmental Responsibility Program (TJSL).
2. Micro & Small Business Funding Program (PUMK) which is a part of SOE TJSL Program which focuses on business and MSE development.
3. Community Development and Empowerment Program (PPM).
The three Social and Environmental Responsibility Programs form the Company’s commitment and efforts to build a better quality of life with the community and related parties where the Company operates, which is carried out in an integrated manner with its sustainable business activities by upholding the principles of good business practices, and economic, social and environmental justice. PPM is implemented in all PT TIMAH Tbk operational areas.
Untuk memastikan ketiga program tersebut berjalan baik dan memberi hasil yang maksimal, Perseroan menjalin hubungan baik dengan Pemerintah Daerah maupun para pemangku kepentingan lain terkait guna memastikan semua program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Untuk memastikan ketiga program tersebut berjalan maksimal, Perseroan membentuk struktur organisasi pelaksana kegiatan CSR, yang berada dibawah koordinasi Direktorat Sumber Daya Manusia.
Investasi Sosial Kemasyarakatan
Pada setiap periode operasional, Perseroan mengeluarkan sejumlah dana untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial kemasyarakatan, baik untuk Program TJSL, PUMK, maupun PPM. Untuk tahun 2021, total dana yang dikeluarkan untuk mendukung pelaksanaan ketiga program tersebut adalah sebesar Rp54,31 miliar, dengan rincian masing-masing sebesar Rp7,96 miliar adalah untuk kegiatan dalam rangka Program TJSL, sebesar Rp22,44 miliar untuk kegiatan dalam rangka Program PUMK, dan sebesar Rp23,91 miliar untuk Program PPM.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan wujud komitmen Perseroan yang bertujuan untuk kemanfataan bagi pembangunan perusahaan dan penciptaan nilai tambah serta dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat lingkar tambang untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Program TJSL Perseroan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang difokuskan pada 3 (tiga) sektor yaitu Pendidikan, Lingkungan dan UMKM dengan Orientasi Program TJSL Perseroan dielaborasi dalam 4 (empat) pilar yaitu sosial, ekonomi, lingkungan serta hukum dan tata kelola.
Besaran dana yang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program TJSL ditetapkan melalui RUPS. Dana TJSL dialokasikan oleh BUMN yang kemudian dibebankan langsung menjadi biaya operasional Perseroan.
Berbagai realisasi kegiatan investasai sarana dan prasasana, dimana investasi dimaksud bersifat pro-bono, dalam rangka penyaluran dana TJSLdilaksanakan selama tahun 2021 meliputi:
[GRI 413-1, GRI 203-1]
1. Oto Sehat (Timah Sekawa) dan TIMAH Go Sihat.
2. Rumah Tinggal Layak Huni.
3. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Adat.
4. Revitalisasi sarana ibadah.
5. Peningkatan kapasitas Mitra Binaan (Pameran).
6. Pembukaan Akses Jalan Usaha Tani Desa Limbung.
To ensure that the three programs run well and provide maximum results, the Company maintains good relation with the Regional Government and other relevant stakeholders to ensure that all these programs are carried out in a sustainable and well-targeted manner. To ensure that the three programs run optimally, the Company has established an organizational structure to implement CSR activities under the coordination of Directorate of Human Resources.
Community Social Investment
In every operational period, the Company spends a certain amount of funds to support the implementation of social responsibility activities, both for TJSL, PUMK, and PPM Programs.
In 2021, the total funds spent to support the implementation are Rp54.31 billion, which consists of Rp7.96 billion for activities in TJSL Program, Rp22.44 billion for PUMK Program, and Rp23.91 billion for PPM Program.
Social and Enviromental Responsibility Program
The Social and Environmental Responsibility Program (TJSL) is a form of the Company’s commitment that aims to benefit its development and create added value and sustainable impact on communities surrounding the mining to achieve the Sustainable Development Goals (TPB). The company’s CSR program is in line with the direction of government policies which focus on 3 (three) sectors, namely Education, Environment and MSMEs, and referring to the Company CSR program, these are elaborated in 4 (four) pillars namely social, economic, environmental, and legal and governance.
The amount of funds allocated to support implementation of CSR program was decided by the GMS. The TJSL funds are allocated by SOEs which are then charged directly to the Company’s operational cost.
Various realization of facilities and infrastructure investment activities, where the investment is pro-bono, in the context of distributing TJSL funds carried out during 2021 includes: [GRI 413-1, GRI 203-1]
1. Oto Sehat (Timah Sekawa) and TIMAH Go Sihat.
2. A House Worth Living.
3. Capacity Building for Indigenous People.
4. Revitalization of worship facilities.
5. Capacity building of Fostered Partners (Exhibition).
6. Opening Access Road for Farmers in Limbung Village.
The realization of PT TIMAH Tbk’s TJSL fund distribution in 2021 is as follows:
Realisasi penyaluran dana TJSL PT TIMAH Tbk selama tahun 2021 adalah sebagai berikut:
Tabel Penyaluran Dana TJSL 2020 - 2021 Table 2020-2021 TJSL Fund Disbursement
No Per Wilayah
Region
Realisasi Penyaluran Realization of Distribution
2021 2020
1 Kota Pangkalpinang
Pangkalpinang City 1.509.001.037 5.392.954.235
2 Kabupaten Bangka
Bangka Regency 445.785.000 262.517.728
3 Kabupaten Bangka Barat
West Bangka Regency 720.284.950 1.099.350.000
4 Kabupaten Bangka Tengah
Central Bangka Regency 283.733.500 200.000.000
5 Kabupaten Bangka Selatan
South Bangka Regency 205.702.200 331.495.000
Sub Jumlah
Sub Total 3.164.506.687 7.286.316.963
6 Kabupaten Belitung
Belitung Regency 227.359.866 -
7 Kabupaten Belitung Timur
East Belitung Regency 320.000.000 -
Sub Jumlah
Sub Total 553.343.916 -
10 Kabupaten Riau
Riau Islands 3.112.750.000 600.000.000
11 Riau
Riau 295.000.000 225.000.000
Sub Jumlah
Sub Total 3.407.750.000 825.000.000
12 Nasional
National 831.572.686 592.000.000
Sub Jumlah
Sub Total 831.572.686 592.000.000
Jumlah Penyaluran Dana TJSL
Total TJSL Fund Disbursement 7.957.173.289 8.703.316.963
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil
[GRI 413-1]
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) merupakan bagian dari Program TJSL BUMN yang berfokus dalam pembinaan usaha dan pengembangan Usaha Mikro & Kecil.
Tujuan umum pelaksanaan Program PUMK adalah menumbuh kembangkan kompetensi dibidang ekonomi dari masyarakat sekitar melalui dukungan pembiayaan lunak pada usaha mikro dan koperasi. Dengan upaya tersebut diharapkan usaha kecil yang dikelola masyarakat menjadi mandiri, berkembang dengan tangguh, mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat dalam upaya menciptakan kesejahteraan yang merata.
Micro and Small Business Funding Programs
[GRI 413-1]
Micro and Small Business Funding Program (PUMK) is a part of SOE TJSL Program which focuses on business mentoring and development of Micro & Small Enterprises. The general objective of implementing PUMK Program is to develop competence in economic of the surrounding community through soft financing support for micro-enterprises and cooperatives. With these efforts, we would hope that small businesses managed by the community will become independent, develop strong, be able to keep the wheels turning for the community economy in an effort to create an equitable prosperity.
Tujuan Program PUMK antara lain:
1. Membantu Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) dan Koperasi yang sudah berjalan agar dapat berkembang dan mandiri.
2. Mendorong kegiatan usaha dan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta terciptanya pemerataan pembangunan, melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan usaha.
3. Meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap pembinaan masyarakat dan lingkungan, terutama di sekitar daerah operasional Perseroan
Dalam merealisasikan Program PUMK, Perseroan berperan aktif menciptakan peluang kerja, pelatihan dan memberikan bantuan modal usaha dengan bunga rendah. Mereka yang menerima bantuan modal usaha adalah para pengusaha kecil yang memiliki usaha di sekitar wilayah operasional Perseroan, dan selanjutnya disebut sebagai Mitra Binaan.
Strategi dan kebijakan pembinaan berdasarkan “3S”, yaitu: Sukses Penyaluran, Sukses Pembinaan, Sukses Pengembalian. Sukses Penyaluran berarti tepat dalam memberikan bantuan modal usaha kepada pemilik usaha kecil maupun koperasi, melalui tahap evaluasi dan dinyatakan layak dibantu. Setelah mendapat bantuan, perusahaan memastikan adanya kegiatan pendidikan dan pelatihan sehingga terwujud “Sukses Pembinaan”. Tahapan selanjutnya adalah “Sukses Pengembalian” yang dicapai melalui pengawasan perkembangan Mitra Binaan hingga mereka mampu mengembalikan modal pinjaman dengan tepat waktu.
Perseroan juga berperan aktif dalam mempromosikan produk unggulan dengan memfasilitasi para Mitra Binaan mengikuti pameran-pameran yang bersifat lokal maupun nasional. Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para Mitra Binaan, Perseroan menyelenggarakan pelatihan terkait usaha kecil menengah yaitu seperti Pelatihan Packaging dan Pelatihan Peningkatan Produk Kerajinan.
Adapun berbagai kegiatan yang dijalankan Perseroan dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui dukungan pengembangan usaha para Mitra Binaan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan UMKM.
2. TINS Galery.
3. Galeri Serumpun Sebalai.
4. Pembuatan Video Produksi para Mitra Binaan.
5. Peningkatan Kualitas Mitra Binaan untuk naik kelas.
The objectives of PUMK Program also include:
1. To help Micro, Small & Medium Enterprises (MSMEs) and Cooperatives that are already in operation so they can further develop and be independent.
2. To support business activities, community economic growth, and the creation of equitable development, through the expansion of job creation and business opportunities.
3. Increase the Company’s awareness on community and environmental development, especially surrounding the Company’s operational areas.
In realizing the PUMK Program, the Company plays an active role in creating job opportunities, provides training and venture capital assistance with low interest rates. The people who receive business capital assistance are small entrepreneurs with businesses located near the Company’s operational areas, and referred to as Fostered Partners.
The development strategies and policies shall be based on “3S”
namely: Success in Disbursement, Success in Coaching, Success in Refund. Success in disbursement means that it is appropriate in providing business capital assistance to small business owners and cooperatives, through steps of evaluation and declared worthy of assistance. After receiving the assistance, the Company will ensure that education and training activities will be provided and therefore “Success in Coaching” shall be realized.
The next step is “Success in Refund” which will be achieved through monitoring the development of Fostered Partners until they are able to return the loan capital on time.
The Company also plays an active role in promoting featured and excellent products by facilitating the Fostered Partners to participate in local and national exhibitions. To increase the capacity and capability of our Partners, the Company held trainings related to small and medium enterprises, e.g. Trainings on Packaging and Handicraft Product Improvement.
The various activities carried out by the Company aim to increase welfare of the surrounding community by supporting the following Fostered Partners’ business development:
1. MSME training.
2. TINS Gallery.
3. Serumpun Sebalai Gallery.
4. Create a production video for the Fostered Partners.
5. Promote and improve the quality of Fostered Partners to the next stage.
Tabel Penyaluran Dana PUMK 2020 - 2021 Table 2020-2021 PUMK Fund Disbursement
No Per Wilayah
Region
Realisasi Penyaluran Realization of Distribution
2021 2020
1 Kota Pangkalpinang
Pangkalpinang City 3.578.000.000 4.419.795.100
2 Kabupaten Bangka
Bangka Regency 2.175.000.000 3.415.000.000
3 Kabupaten Bangka Barat
West Bangka Regency 2.272.575.000 1.700.000.000
4 Kabupaten Bangka Tengah
Central Bangka Regency 4.472.000.000 4.620.000.000
5 Kabupaten Bangka Selatan
South Bangka Regency 3.050.000.000 2.276.000.000
Sub Jumlah
Sub Total 15.547.575.000 16.429.795.100
6 Kabupaten Belitung
Belitung Regency 1.080.000.000 1.185.000.000
7 Kabupaten Belitung Timur
East Belitung Regency 320.000.000 570.000.000
Sub Jumlah
Sub Total 1.400.000.000 1.755.000.000
8 Kabupaten Karimun
Karimun Regency 3.465.000.000 155.000.000
9 Kabupaten Meranti
Meranti Regency 2.025.000.000 681.000.000
Sub Jumlah
Sub Total 5.490.000.000 836.000.000
10 Jakarta, DepokJakarta, Depok - 100.000.000
Sub Jumlah
Sub Total - 100.000.000
Jumlah Penyaluran Dana PUMK
Total PUMK Fund Disbursement 22.437.575.000 19.120.795.100
Adapun jumlah Mitra Binaan yang Naik Kelas sampai dengan Desember 2021 mencapai 55 orang.
Selama tahun 2021, realisasi penyaluran dana Program PUMK PT TIMAH Tbk berdasarkan wilayah adalah sebagai berikut:
The number of fostered partners promoted to the next stage until December 2021 has reached 55 people
In 2021, the realization of distribution of PT TIMAH Tbk’s PUMK Program funds by region is as follows:
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Perseroan merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif, agar menjadi lebih baik tingkat kehidupannya. Penyelenggaraan Program PPM di dasarkan pada 3 (tiga) pendekatan yaitu:
1. Pendekatan Kemitraan: program berlandaskan niat untuk bekerjasama dengan semua pihak dalam bingkai kesetaraan, saling percaya, saling memperkuat dan menumbuhkan, serta saling memberi manfaat positif bagi generasi kini dan mendatang.
2. Pendekatan Keseimbangan: program dirancang dan diselenggarakan dengan mengedepankan keseimbangan kepentingan antar pihak, aspek, bidang, alokasi sumberdaya serta tumbuh-kembang antar peneriman manfaat program.
3. Pendekatan Berkelanjutan: program diselenggarakan melalui langkah-langkah:
• Mengelola segenap sumber daya dengan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan;
• Membuka kesempatan semua pihak untuk tumbuh kembang bersama secara berkesinambungan;
• Melestarikan fungsi ekosistem untuk memasok, melindungi, serta mendukung sumber alam bagi kehidupan untuk generasi kini dan mendatang;
• Menggunakan prosedur dan tata cara yang berorientasi pada kelestarian ekosistem untuk menjamin kelangsungan dan keutuhan kehidupan, baik untuk generasi masa kini maupun mendatang.
Pada dasarnya Program PPM lebih berfokus pada 8 (delapan) aspek yang dirumuskan dalam dokumen Rencana Induk PPM yakni; pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Pembangunan infrastruktur dilakukan, mengingat infrastruktur merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan perekonomian, karena pembangunan infrastruktur akan membawa pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. [GRI 203-1]
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam Program PPM Perseroan lebih menitikberatkan pemberian bantuan dan penyaluran dana untuk kegiatan pendidikan dan keagamaan.
Untuk bantuan dalam bidang pendidikan, program yang diberikan berupa pemberian beasiswa dari jenjang pendidikan SD hingga SMA, bahkan perguruan tinggi, serta penyelenggaraan beberapa program khusus dibidang pendidikan.
Community Developtment and Empowerment Program
The activities in Company’s Community Development and Empowerment Program (PPM) undertake the endeavor to improve the community’s ability, both individually and collectively, in order to have a better standard of living. PPM Program Implementation is based on 3 (three) approaches:
1. Partnership: a program based on the intention to work together with all parties within the framework of equality, mutual trust, strengthening and growth, as well as positive benefits for present and future generations.
2. Balance: the program shall be designed and implemented by prioritizing the balance of interests between parties, aspects, fields, resource allocation and growth, and development among program beneficiaries.
3. Sustainable: the program will be organized with the following steps:
• Manage all resources using environmentally friendly technology;
• Open up opportunities to all parties to grow and develop together on an ongoing basis;
• Preserve the ecosystem function to supply, protect, and support natural resources for the life of present and future generations;
• Utilize procedures and systems oriented towards ecosystem sustainability to ensure the continuity and integrity of life, both for present and future generations.
Basically the PPM Program focuses more on 8 (eight) aspects formulated in the PPM Master Plan document, namely; education, health, level of real income or employment, economic independence, socio-culture, environment, establishment of community institutions and infrastructure tailored to the needs of the surrounding community. Infrastructure development is carried out, considering that infrastructure is an important part in improving the economy, because infrastructure development will bring economic growth to the community around the operational area. [GRI 203-1]
As in previous years, the Company’s PPM Program focuses more on providing assistance and distributing funds for educational and religious activities. For assistance in the field of education, the programs provided are in the form of scholarships from elementary to high school education levels, even universities, as well as the implementation of several special programs in the field of education.
Adapun untuk tahun 2021, berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka implementasi Program PPM adalah sebagai berikut.
1. Fishing Ground dan Coral Garden.
2. TINSKUBATOR.
3. Eco-Village Srimenanti.
4. Entrepreneur Lidi Nipah.
5. Timah Mengajar, “Pemali Boarding School”.
6. Mitigasi Perubahan Iklim (Pelestarian Hutan Mangrove).
7. Pemanfaatan fungsi lahan masyarakat lingkar tambang (Budidaya Nanas Badau).
8. Pelestarian Lingkungan Hewan Endemik seperti ikan, musang dan elang brontok, serta Taman Hutan Raya (Tahura) seperti Tahura Mangkol dan Tahura Bukit Pintier.
Adapun total dana yang disalurkan untuk mendukung realisasi program-program tersebut dalam dua tahun terakhir adalah sebagai berikut.
Tabel Penyaluran Dana PPM 2020 - 2021 Table 2020-2021 PPM Fund Disbursement
No Per Wilayah
Region
Realisasi Penyaluran Realization of Distribution
Tahun 2021 Tahun 2020
1 Kota Pangkalpinang
Pangkalpinang City 7.685.008.607 19.213.549.130
2 Kabupaten Bangka
Bangka Regency 4.047.526.971 3.463.663.350
3 Kabupaten Bangka Barat
West Bangka Regency 2.685.162.000 1.760.368.898
4 Kabupaten Bangka Tengah
Central Bangka Regency 897.250.000 632.026.000
5 Kabupaten Bangka Selatan
Sounth Bangka Regency 1.392.084.000 511.116.000
Sub Jumlah
Sub Total 16.707.031.278 25.580.723.378
6 Kabupaten Belitung
Belitung Regency 823.290.000 704.401.750
7 Kabupaten Belitung Timur
East Belitung Regency 1.165.225.000 547.827.600
Sub Jumlah
Sub Total 1.988.515.000 1.252.229.350
10 Kabupaten RiauRiau Islands 625.559.000 1.006.091.300
11 RiauRiau 37.000.000 259.618.000
Sub Jumlah
Sub Total 662.559.900 1.265.709.300
12 NasionalNational 4.555.320.983 3.656.773.141
Sub Jumlah
Sub Total 4.555.320.983 3.656.773.141
Jumlah Penyaluran Dana PPM
Total PPM Fund Disbursement 23.913.426.561 31.755.435.169
In 2021, the various activities carried out in the context of implementing the Program are as follows.
1. Fishing Ground and Coral Garden.
2. TINSCUBATOR.
3. Eco-Village Srimenanti.
4. Entrepreneur Lidi Nipah.
5. Timah Teach, “Pemali Boarding School”.
6. Climate Change Mitigation (Mangrove Forest Conservation).
7. Utilization of community land use surrounding the mining areas (Cultivation of Pineapple Badau).
8. Environmental Conservation of Endemic Animals e.g. fish, weasel, and brontok eagles, and Forest Park (Tahura) such as Tahura Mangkol and Tahura Bukit Pintier.
The total funds disbursed to support the realization of these programs in the last two years is as follows.
Kisah Sukses Program PPM Success Stories of PPM Program
Pengembangan Fishing Ground
Development of Fishing Ground
Penghidupan masyarakat Pulau Bangka dan Pulau Belitung adalah dari kegiatan penangkapan ikan di laut. Namun demikian, akibat terbatasnya teknologi di bidang perikanan, mereka hanya mengandalkan kegiatannya pada peralatan tangkap tradisional yang kurang memadai. Memperhatikan kondisi tersebut, Perseroan merealisasikan Program Pengembangan Fishing Ground. Adapun latar belakang pelaksanaan program adalah:
1. Jarak tangkapan nelayan dalam mencari ikan sangat jauh dan tidak terarah
2. Hanya bergantung pada cuaca tertentu sehingga penghasilan nelayan tidak menentu
3. Spot lokasi mencari ikan banyak di penuhi ponton isap ilegal sehingga nelayan beralih profesi menjadi buruh harian
4. Menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan serta meningkatkan kesejahteran kehidupan ekonomi masyarakat 5. Sarana pendukung tidak memadai (Mesin dan Kapal).
Fishing Ground merupakan area di lepas pantai kepulauan Bangka Belitung, yang dipilih oleh Perseroan sebagai tempat penambatan rumpon (Rumpon Kapal 10 Unit, Rumpon Apartemen Ikan 39 Unit, Rumpon Atraktor Cumi 36 Unit, dan DOM 16 Unit dan Penebaran Fishshelter. Program ini memberikan berbagai benefit, yakni:
1. Membantu nelayan dalam mencari ikan lebih terarah berdasarkan jarak tempuh (Hemat BBM)
The livelihood of people in Bangka and Belitung Island comes mainly from sea fishing. However, due to the limited technology in fisheries, they rely only on traditional fishing equipment which in reality is inadequate. Taking into account the conditions, the Company creates and carries out Physical Ground Development Program.
The background on implementing the program is:
1. Fishermen have to sail far in search of fish and are often undirected
2. Fishing depends heavily on specific weather hence their income is uncertain.
3. Nowadays a lot of fishing spots have been taken by illegal pontoons, thus forcing fishermen to change their professions and become day laborers
4. To maintain the balance of environmental ecosystem and improve the welfare of community economic life
5. Inadequate supporting facilities (engines and boats).
The Fishing Ground is an area off the coast of Bangka Belitung archipelago chosen by the Company as a place for FADs mooring site (10 units of FAD boats, 39 units Fish Apartments FAD, 36 units Squid Attractor FAD, and 16 Units DOM and Fishshelter Stockings. The program provides various benefits, namely:
1. Helping fishermen more focused in fishing based on the distance traveled (saving fuel)
Adapun lokasi yang ditetapkan sebagai area penambatan dan pengembangan rumpon adalah lepas pantai Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dasar penetapan lokasi adalah, bahwa sesuai hasil survei dan observasi TIM Perseroan, kondisi diperairan Pantai Rebo sebelumnya kurang bersahabat bagi para nelayan, karena minimnya ikan tangkapan. Akibatnya para Nelayan harus mencari ikan di lokasi yang sangat jauh, sehingga sarana pendukung tidak memadai. Spot lokasi mencari ikan selama ini banyak dipenuhi ponton isap ilegal, serta cuaca yang tidak menentu. Hal ini memacu TIM PPM, TIM UPLB serta TIM K3LH, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung, Akademi, bersinergi melakukan pengembangan Fishing ground dengan melibatkan masyarakat pesisir (nelayan) diwilayah lingkar tambang.
Program dirancang dan dilaksanakan secara terintegrasi mulai dari pembuatan, penenggelaman, perawatan, monitoring hingga pemanfataannya. Program ini dimulai dengan membuat 101 unit rumpon yang terdiri 4 (empat) model yakni; apartemen ikan, drum atraktor cumi, dom, dan rumpon perahu. Rumpon-rumpon tersebut kemudian ditenggelamkan di empat titik di kawasan Perairan Rebo.
Berdasarkan hasil laporan tahun 2017, terdapat sebaran 22 spesies dari 13 famili ikan jenis ikan yang ditemukan di lokasi penenggelaman modul fish shelter di Perairan Rebo. Setidaknya terdapat tiga jenis kelompok ikan yang dominan yaitu ikan seruit (lutjanus madras) sebanyak 33%, ikan seruit ginggang (lutjanus vitta) sebanyak 20%, dan ikan ciuw (selaroides leptolepis) sebanyak 14,4%.
Di bulan Desember 2020 hingga Januari 2021, keberhasilan penempatan fishing ground mulai dirasakan masyarakat nelayan di sekitar perairan Rebo. Jika sebelumnya penghasilan yang diperoleh nelayan rerata dikisaran Rp300.000,- hingga Rp500.000,- setiap kali melaut, setelah adanya pembuatan dan pengembangan fishing ground penghasilan nelayan meningkat cukup signifikan yakni dikisaran Rp800.000,- hingga Rp1.500.000,-.
Keuntungan lain yang diperoleh nelayan adalah biaya operasional mereka lebih irit. Sebelumnya, jarak tempuh nelayan dalam melaut yang selama ini cukup jauh, kini menjadi lebih terarah. Jika sebelumnya rerata biaya BBM yang harus dikeluarkan untuk sekali melaut sekitar Rp200.000,- hingga Rp250.000,- sekarang hanya di kisaran Rp100.000,- saja.
Penghasilan tambahan juga dinikmati masyarakat nelayan Rebo karena tidak sedikit kunjungan wisata lokal dan nasional untuk memancing atau menikmati keindahan pantai Rebo. Sebelumnya, kehadiran wisatawan sangat minim di pantai Rebo karena kondisinya yang kurang terawat.
The sites designated as areas for mooring and developing FADs are offshore of Rebo Village, Sungailiat Sub-District, Bangka Regency.
The basis for determining the sites refers to results from the Company’s TIM survey and observations, the conditions in the waters of Rebo Beach were previously unfriendly to fishermen, due to the minimum number of fish caught. As a result, fishermen have to look for fish far and further away, therefore their supporting facilities become inadequate. Many fishing spots were taken up by illegal pontoons and unpredictable weather. This spurred the PPM TEAM, UPLB TEAM and K3LH TEAM, and Bangka Belitung Province Marine and Fisheries Service, Academy, to work together to develop a Fishing Ground by involving coastal communities (fishermen) in the area surrounding the mining.
The program was designed and implemented in an integrated manner: from manufacturing, sinking, maintenance, monitoring and operations. The program began by creating 101 FAD units consisting of 4 (four) models, namely; fish apartment, squid attractor drum, dom and FAD boat. The FADs were then submerged at four points in Rebo Waters area.
Based on the 2017 report, we found distribution of 22 species from 13 families of fish species found in the sinking location of fish shelter module in Rebo Waters. There were at least three dominant types of fish groups, namely ciuw fish (Lutjanus madras) which took about 33% of the population, ginggang fish (Lutjanus vitta) 20%, and ciuw fish (selaroides leptolepis) 14.4%.
From December 2020 to January 2021, the success of fishing ground application began to impart by the fishing community near the Rebo waters. Previously, the local fishermen might earn between Rp300,000 to Rp500,000 from one time fishing trip, after the fishing ground was created and developed, their income increased quite significantly, between Rp800,000 to Rp1,500,000.
Another advantage obtained by the fishermen is that their operational costs became more efficient. Previously, these fishermen must travel a long distance to go fishing but now it is more focused. Previously, the average fuel cost to go fishing was between Rp200,000 to Rp250,000, now it only ca. Rp100,000.
The Rebo fishing community also enjoy additional income because there are a lot of local and national tourist visiting the area for fishing or enjoying the beauty of Rebo beach. Previously, there were only few tourists visiting the Rebo beach because the beach was poorly maintained.
Kisah Sukses Program PPM Stories of PPM Program
Program pelestarian adat dan budaya Mapur dilatarbelakangi adanya upaya PT TIMAH Tbk untuk menggali keunggulan budaya dan adat Mapur dengan keseharian orang-orang adat (biasa disebut dengan
“orang lom”) yang merupakan suku asli rumpun Melayu yang menghuni Pulau Bangka. Program ini sejalan dengan visi misi dan strategi bisnis Perseroan yang kehadirannya merupakan salah satu upaya mengkonstruksikan budaya Mapur di wilayah operasional PT TIMAH Tbk.
Daerah (mapur) konon kerap diasumsikan sebagai
‘the mysterious village’, melalui program ini diharapkan semua menjadi lebih realistis dan eksotis, namun tidak menanggalkan kesan ‘magis’ nya. Perlindungan tidak cukup, jika tidak dibarengi pengembangan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat adat dilingkar tambang.
Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) menjadi salah satu pijakan utama untuk memperkuat upaya-upaya yang selama ini dilakukan, mendorong peningkatan kapasitas masyarakat adat sekitar tambang, baik secara individual maupun kolektif agar tingkat
Pelestarian Adat dan Budaya Mapur
The Preservation of Mapur Customs and Culture
The preservation program of Mapur customs and culture was initiated by PT TIMAH Tbk to explore the features of Mapur customs and culture, presenting the daily life of indigenous people (commonly referred to as “orang lom”) who are the original Malay family inhabiting Bangka Island.
This program is in line with the Company’s vision, mission and business strategy that strive to construct a Mapur culture in PT TIMAH Tbk operational area.
It is argued that the (Mapur) area is often regarded as
‘mysterious village’, and through this program it is hoped that this feature becomes more realistic and exotic, while keeping its ‘magical’ impression. Protection alone is not enough, not if it is not accompanied by a development to improve the quality of life of the indigenous peoples surrounding the mining areas.
The 2030 Agenda for Sustainable Development Goals (TPB) serves as one of the main steps to strengthen the endeavor carried out so far, to encourage the capacity building of indigenous people surrounding the mining, both individually and collectively so that their standard living
Kegiatan CSR 2021
CSR Activities 2021
Pengembangan Wisata Alam Gunung Mangkol
Development of Gunung Mangkol Natural Tourism 27 Februari 2021 | February 27, 2021
Pembuatan Rumpon
Rumpon Making
11 Februari 2021 | February 11, 2021
Mobil Sehat
Healthy Car
28 Januari 2021 I January 28, 2021
Budidaya Ikan Kakap Putih
White Snapper Farming 11 Maret 2021 | March 11, 2021
Penanaman Bibit Pohon di Kampung Natak Nelayan
Planting Tree Seeds in Natak Nelayan Village 19 Maret 2021 | March 19, 2021
Galeri Serumpun Balai
23 April 2021 | April 23, 2021
Pembagian Sembako Pelatihan Lidi Nipah
Budidaya Udang Galah
Distribution of Groceries Lidi Nipah Training
Giant Prawn Farming 6 Mei 2021 | May 6, 2021
1 April 2021 | April 1, 2021
28 Mei 2021 | May 28, 2021
Penenggelaman Rumpon Nelayan Pancing
Drowning of Fishing Rods 24 Maret 2021 | March 24, 2021
Penyaluran Program Pendanaan UMK
Distribution of UMK Funding Program Serumpun Balai Gallery
14 April 2021 & 23 Agustus 2021 | April 14, 2021 & August 23, 2021
Eco Village
23 Juni 2021 | June 23, 2021
Beasiswa SMAN 1 Pemali
Bantuan Mobil Ambulance Bantuan Rumah Tahfiz Qur’an
Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru
Bantuan Alat Pembersih Lada
SMAN 1 Pemali Scholarship
Ambulance Car Assistance Tahfiz Qur’an House Help
Assistance for Victims of the Eruption of Mount Semeru
Pepper Cleaning Tool 29 Mei 2021 | May 29, 2021
11 November 2021 | November 11, 2021 23 November 2021 | November 23, 2021
6 Desember 2021 | December 6, 2021
8 September 2021 | September 8, 2021
Bantuan untuk Kontingen Bangka Belitung pada PON XX di Papua
Assistance for Bangka Belitung Contingent at PON XX in Papua 17 September 2021 | September 17, 2021