Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
142 ANALISIS KUALITAS SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2017/2018 MATA PELAJARAN GEOGRAFI BUATAN GURU KELAS XI IS SMA NEGERI
SE KOTA BANDA ACEH
Dewi Melati1, Thamrin Kamaruddin2, M. Okta Ridha Maulidian3. 1Email: [email protected]
2Pendidikan Geografi, FKIP Unsyiah, email: [email protected]
3Pendidikan Geografi, FKIP Unsyiah, email: [email protected] ABSTRAK
Analisis butir soal meengkaji pertanyaan suatu tes agar diperoleh komponen pertanyaan memiliki kualitas yang memadai. Sebuah tes berkualitas baik sebagai alat pengukur dari hasil belajar yaitu memiliki valid, reliabel, daya beda, dan tingkat kesukaran. Penelitian berjudul “Analisis Kualitas Soal Ulangan Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2017/2018 Mata Pelajaran Geografi Buatan Guru Kelas XI IS SMA Negeri Se Kota Banda Aceh”. Penelitian bertujuan mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran butir soal ulangan semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi kelas XI Is SMA Negeri Se kota Banda Aceh. Subjek penelitian adalah guru bidang studi geografi, objek penelitian ini adalah soal ujian dan lembar jawaban siswa pada ulangan semester ganjil kelas XI IS yang berjumlah 60 siswa dari 3 SMA Negeri di Kota Banda Aceh. Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kepustakaan dan dokumeni berupa soal dan lembar jawaban siswa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriftif dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakuakan bahwa dari 105 soal ulangan geografi 35 butir soal (33%) valid dan 70 butir soal (67%) tidak valid, perangkat soal reliabilitas reliabel, sedangkan daya beda soal jelek 69 butir (66%), cukup 21 butir (20%), soal baik 14 butir (13%) dan soal baik sekali 1 butir (1%) , sedangkan tingkat kesukaran soal ulangan soal yang mudah 26 butir (25%), sedang 45 butir (43%) dan soal sukar 34 butir (32%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan perangkat soal ulangan semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi kelas XI Is SMA Negeri Se Kota Banda Aceh belum memenuhi kriteria alat ukur yang baik.
Kata Kunci : Analisis, Soal Geografi
PENDAHULUAN
Tes merupakan alat pengukuran dapat mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Penilaian bagian tes yang tersempit. Prosedur suatu tes merupakan mengukur dan mengetahui suatu alat atau prosedur yang dipakai untuk
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
143 mengetahui dan mengukur sesuatu yang akan diukur dalam ketentuana yang berlaku (Arikunto, 2013:53).
Sebuah tes sebagai alat pengukur hasil belajar berkualitas baik yaitu memiliki validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran. Suatu tes valid jika diperoleh hasil objektif, reliabel jika berulang-ulang diberikan memiliki hasil yang reltif sama maka reliabel. Daya pembeda dapat membedakan siswa yang benar-benar berhasil atau belum. Tingkat kesukaran yaitu soal yang digunakan itu terlampau sukar, sedang, dan mudah (Hamid, 2009:124).
Soal ujian akhir semester ganjil mata pelajaran Geografi Kelas XI IS SMA Negeri Se Kota Banda Aceh yang di buat oleh guru belum diketahui kualitasnya.
Berdasarkan ujian yang dilakukan oleh guru tidak adanya hubungan antara nilai hasil belajar geografi dengan nilai ujian akhir semester, tidak ada hubungan antara nilai geografi dengan hasil siswa karena itu, soal yang di gunakan oleh guru dianggap mengarah kepada kurang baik. Menurut guru, jika merujuk pada nilai murni hasil evaluasi, maka hasil 30% siswa dibawah KKM.
Guru mata pelajaran geografi belum pernah melakukan analisis butir soal secara keseluruhan kerena dianggap rumit dan waktu yang terbatas dimiliki oleh seorang guru, sehingga guru tidak melakukan analisis butir soal. Kondisi terbaik adalah guru seharusnya melakukan keseluruhan analisi mengetahui kualitas soal yang baik sehingga guru merevisi atau mengganti soal tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka akan dilakuakan penelitian bejudul “Analisis kualitas soal ulangan akhir semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi buatan guru kelas XI Is SMA Negeri Se Kota Banda Aceh”.
METODE PENELITIAN
Penelitian analisis butir soal dilakukan Se Kota Banda Aceh namun mengingat waktu dan terbatasnya peneliti maka dilakukan dengan teknik purposive sampling menentukan sekolah yaitu berdasarkan Nilai Ujian Nasional yang diambil tertinggi, sedang dan terendah. Pengambilan sampel dengan tujuan bukan atas strata, random tetapi disebabkan tujuan tertentu (Arikunto, 2010:183).
Pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling pengambilan secara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
144 acak tanpa mempertimbangkan strata. Pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu lembar jawaban soal siswa. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatf untuk memperoleh informasi apa adanya sesuai dengan keadaan siswa menjawab soal buatan guru mengunakan perhitungan sederhana. Tahapan analisis butir soal dapat adalah sebagai berikut.
1. Validitas
Jawaban seluruh jawaban siswa terhadap setiap item dianalisis menggunakan teknik korelasi Point Biserial (rpbi) untuk menguji Validity memakai persamaan :
rpbi = Mp− Mt SDt √p
q Keterangan :
rpbi : Angka Indeks Korelasi Poin Biserial
Mp : Mean skor yang dicapai oleh peserta tes yang menjawab betul Mt : Mean skor total, yang berhasil dicapai oleh testee
SDt : Deviasi standar Total p :Propersi tes dijawab benar
p =𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑏𝑒𝑡𝑢𝑙 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
q :Propersi tes dijawab salah q = 1-p
Mt = ∑ Xt
N serta SDt = √∑ X1
2
N − (∑ Xt
N )2 Mp= jumlah rata−rata total menjawab betul total item soal
(Sudijono, 2011:185)
Keterangan
Xt : skor total N :jumlah soal
Sedangkan dalam ketentuan valid atau tidaknya soal subjektif dipakai rumus korelasi produc momen dengan simpangan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
145 r xy = 𝑁 ∑ 𝑋𝑌−(∑ 𝑋) (∑ 𝑌)
√{(𝑁 ∑ 𝑋2−(∑ 𝑋)2 }{(𝑁 ∑ 𝑦2−(∑ 𝑦)2 }
(Arikunto, 2013:162) Keterangan :
rxy :koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y,dua variabel yang di korelasikan
X : Skor variabel (jawaban responden) Y :Skor total (seluruh item)
∑ 𝑥𝑦 : jumlah perkalian x dengan y
∑ 𝑋2 : Jumlah kuadrat dari x
∑ 𝑌2 : Jumlah kuadrat dari y
Melihat pada rtabel, apabila r (hitung) lebih kecil r (tabel) , akan butir soal tidak valid. Begitu pula bila r( hitung) lebih besar butir soal dinyatakan valid (Arikunto, 2012:89)
2. Uji Reliabilitas
Metode yang dipakai dalam mengetahui reliabili tes soal dengan mode Kuder dan Richardoson ini:
r11 = ( 𝑘
𝑘−1)(𝑣𝑡∑ 𝑝𝑞
𝑣𝑡 ) Keterangan :
r 1 1 = Koefisien seluruh tes p = menjawab benar
q = menjawab salah (q= 1-p)
∑ pq = total perkalian pq k = jumlah butir pertanyaan Vt = Varian total
Siregar (2014:112) menyatakan tolak ukur suatu reliabiltas pada umum dipakai ketentuan berikut ini:
a. Apabila r 11 sama dengan atau lebih dari pada 0,70 berarti tes hasil belajar yang diuji reliabilitasnya dinyatakan telah memiliki reliabel
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
146 b. Apabila r 11 lebih kecil dari pada 0,70 berarti tes yang diuji reliabilitasnya
dinyatakan belum memiliki in-reliabel
3. Daya Pembeda
Mengetahui soal pembeda rumus digunakan ialah (Daryanto, 2011:186);
D = 𝐵𝐴
𝐽𝐴−𝐵𝐵
𝐽𝐵
Keterangan :
J : total responden
JA : total responden kelompok atas JB : total responden kelompok bawah BA :total menjawab soal betul kelompok atas 𝐵𝐵 :total menjawab soal benar kelompok bawah 𝑃𝐴 :kelompok atas betul
PB : kelompok bawah betul
Selanjutnya pembeda diklasifikasikan bahwa indeks 0,00-0,20 jelek, 0,21- 0,40 cukup, 0,41-0,70 baik, dan 0,71-1,00 baik sekali (Daryanto, 2011:186).
4. Tingkat Kesukaran
Perhitungan memakai rumus adalah:
P = B
JS
Keterangan :
P = Kesukaran
B = Bayak menjawab soal benar Js = Seluruh peserta
Melihat perolehan data digunakan ketentuan berikut: Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar, Soal dengan P 0,31 sampai 0,70 adalah soal sedang Soal dengan P 0,71 sampai 1,00 adalah soal mudah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
147 HASIL DAN PEMBAHASAN
Validitas
Berdasarkan hasil analisis penelitian, sebanyak 105 butir soal mata pelajaran Geografi semester ganjil kelas XI Is SMA Negeri Se Kota Banda Aceh dinyatakan 35 butir soal (33%%) valid dan 70 butir soal (67%) tidak Valid. Hal tersebut menunjukan bahwa kualitas soal sebagai alat ukur pada ujian semester ganjil belum sahih, atau belum sesuai hendak apa diukur. Dari segi validitas maka perangkat soal belum memenuhi syarat sebagi alat ukur yang baik.
Tidak validnya soal berbagai faktor disebabkan, yaitu kuranganya pemahaman siswa terhadap materi yang diujikan dalam tes, kecerobohan siswa dalam menjawab setiap soal yang diberikan, tidak memahami pengecoh dalam soal dan pilihan jawaban yang disediakan, dan kurang teliti dalam memahami maksud pilihan jawabab yang disediakan. Validitas merupakan salah satu kriteria alat ukur yang harus dipenuhi agar alat tersebut benar-benar sahih dan dapat digunakan.
Reliabilitas
Berdasarkan hasil analisi data penelitian ini, reliabilitas butir soal mata pelajaran geografi kelas XI IS SMA Negeri di Kota Banda Aceh adalah memiliki reliabilitas yang tinggi. Reliabilitas merupakan salah satu dari beberapa elemen yang harus dipenuhi dalam merumuskan alat ukur. Apabila suatu alat ukur reliabilitas yang sangat tinggi, maka alat tersebut masih bisa digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik pada masa yang akan datang. Tinggi reliabel soal didominasi kriteria soal sedang. Reliabel tidaknya disebabkan oleh banyaknya soal dengan kriteria sukar.
Daya Beda
Hasil analisis dari 105 butir soal diujikan terdapat soal 1 butir soal (1%) memiliki kriteria baik sekali, 14 butir soal (13%) baik, serta terdapat 21 butir soal (20%) cukup dan 69 butir soal (66%) jelek. Secara keseluruhan daya pembeda butir soal ulangan semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
148 kelas XI IS SMA Negeri Se Kota Banda Aceh belum memiliki daya beda belum baik. Dengan demikian semua daya pembeda soal yang dikategori jelek harus direvisi sebelum dipergunakan lagi pada tes akan datang. Lembar jawaban peserta tes yang diamati bahwa banyaknya mengubah lembar jawaban. Penyebab yang mungkin melihat punya teman atau kerajuan dalam menjawab. Berdasarkan analisi keseluruhan bahwa soal ulangan mata pelajaran geografi kelas XI IS SMA Negeri Se Kota Banda Aceh belum mempu membedakan siswa berkemampuan tinggi deang siswa berkempuan rendah yaitu 66%.
Tingkat Kesukaran
Hasil analisis soal yangdigunakan manual diketahui bahwa 26 butir soal (25%) mudah, 45 butir soal (43%) sedang dan 34 butir soal (32%) sukar.
Persentase tingkat kesukaran terbesar ialaha sukar karena untuk butir soal mudah hanya 25%. Soal sukar lebih banyak dari soal mudah yaitu memiliki perbedaan 7%. Besarnya persentase tingkat kesukaran soal perlu teliti menyusun soal.
Semakin kecil persentase peserta tes menjawab benar soal akan sukar. Diluar kemampuan siswa soal yang sukar sehingga putusasa dalam menjawab. Membuat soal mudah siswa tidak akan ingin belajar.
SMA Negeri Se Kota Banda Aceh termasuk belum baik kerena soal sukar 35% tidak sesuai dengan perbandingan yang ditentukan yaitu 3 mudah: 5 sedang:
2 sukar. Analisis kesukaran butir soal perlu dilakan tindak lanjutnya (Sudijono.
2011: 376-378) .
1. Kategori soal sesuai aturan dapat disimpan dan dipakai pada waku berikutnya.
2. Sukar soal tidak lanjut ada 3 yaitu:
a. Soal yang tidak baik akan dibuang.
b. Menyederhanaan butir soal yang sulit dan dapat dikelurkan lagi untuk selanjutnya.
c. Tes dipertahankan
3. Penyebab tidak lanjut memiliki kriteria mudah ada 3 faktor yaitu:
a. Dibuangnya atau tidak dipakai.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Volume 3, Nomor 2, Hal 142-149, Mei 2018
149 b. Soal yang dijjawab oleh seluruh peserta dapat diteliti faktornya. Diperbaiki kalimat dalam membuat soal lebih baik sehingga hasil belajar dapat dikelurkan lagi.
c. Butir soal yang dipakai yang kriteria tidak sempit menjadi tes sebagai formalitas.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian mengenai butiran soal semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi buatan guru kelas XI SMA Negeri Se Kota Banda Aceh, maka disimpulkan sebagai berikut: 105 butir soal, hanya 35 butiran soal (33%) yang valid, sedangkan 70 butiran soal (67%) tidak valid.Reliabilitas butir soal ujian mata pelajaran geografi SMA Negeri Se Kota Banda Aceh reliabel. Daya beda jelek yaitu jelek 69 butir soal (66%), cukup 21 butir (20%), soal baik 14 butir (13%) dan soal sangat baik 1 butir (1%), dan tingkat kesukran adalah mudah 26 butir (25%), sedang 43 butir (43%) dan sukar 34 butir (32%). Keterbatasan peneliti diharapkan penelitian ini bisa dijadikan penelitian sebagai bahan bandingan melakukan penelitian selanjutnya dengan wilayah berbeda dan cangkupan penelitian lebih luas lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar - Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2. Jakarta:
Bumi Aksara.
Arikunto dan Safrudin. 2010. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Daryanto. 2011. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamid, Ahmad. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.
Siregar, Syofian. 2014. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.