• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR Pengaruh Media Pendinginan Terhadap Struktur Mikro Dan Kekerasan Pada Besi Cor.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TUGAS AKHIR Pengaruh Media Pendinginan Terhadap Struktur Mikro Dan Kekerasan Pada Besi Cor."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

i

TUGAS AKHIR

PENGARUH MEDIA PENDINGINAN

TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN

KEKERASAN

PADA BESI COR

Disusun Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh:

WAHYU DARMADI

D 200 080 078

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi MOTTO

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”

(Q.S Al Baqarah: 45)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah

hendaknya kamu berharap“

(Q.S Al Nasyarah :6-8)

“Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh”

(Mohandas Ghandi)

“Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman” (Albert Eisntein)

“Dengan pikiran yang positif, dan optimisme yang tinggi, Anda akan siap menghadapi perubahan. Pikiran Anda akan menentukan tindakan Anda.

Saat Anda optimis, maka Anda akan bertindak untuk menyongsong perubahan., tenang dan lakukan”

(7)

vii

PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA BESI COR

Wahyu Darmadi, Ngafwan, Joko Sedyono Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jl. A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartosuro email : [email protected]

ABSTRAKSI

Besi cor merupakan paduan besi yang mengandung karbon 2-4 % , silicon 1,10%, mangan 1-15%, fosfor 0,05-15%, dan belerang. Pada temperatur

910 oC strukturnya adalah Austentite, ledeburite, Cementite. Pada temperatur

710 oC struktur Austenit secara pendinginan normal mengalami perubahan

struktur menjdi pearlite. Untuk merubah jumlah pearlite yang terbentuk pada saat pendinginan besi cor maka pendinginan dilakukan dengan metode pendinginan menggunakan media. Metode pendinginan yang digunakan adalah pendinginan menggunakan udara, oli dan paslin. Proses perlakuan pendinginan besi cor dilakukan dengan cara besi dituang dalam cetakan kemudian didiamkan sampai ketitik jenuh ( merah layu ) lalu dibongkar dan di masukkan dalam oli, paslin dan

didiamkan pada udara bebas ( suhu ruangan 20-25 0c ).

Uji yang dilakukan adalah pengujian kekerasan, struktur mikro dan untuk mengetahui unsur yang ada dalam besi cor tersebut menggunakan CE meter. Penurunan temperatur hasil dari CE meter untuk mengetahui awal mula suhu

coran pada waktu dituangkan yaitu 1267,5 0C dengan penuangan di cup pada

alat tersebut selanjutnya dapat dilihat pada diagram, temperatur coran masih

berbentuk liquid mencapai suhu 1216,3 0C dan akan mulai memadat pada

temperatur 1129,9 0C sampai coran benar – benar berubah suhu saat proses

quenching pada suhu kamar 20- 25°C. Komposisi yang dapat dihitung dari alat CE meter adalah carbon dan silicon saja dengan hasil bahwa kandungan carbon

3,39% dan silicon 1,10% sedangkan unsur – unsur yang lain tidak dapat diukur

dari alat tersebut.

Dari hasil penelitian dan analisa data dari uji kekerasan diperoleh nilai rata –

rata kekerasan Brinnell pada pendinginan udara 418,56 HB, Oli 477,20 HB, paslin 432,64. Hasil uji struktur mikro dapat diketahui dengan melihat hasil foto metalografi pada pendinginan terbentuk ledeburit dan cementite. Pada pendinginan udara ledeburite ke cementitnya prosentasenya lebih kecil, di pendinginan menggunakan paslin akan terbentuk cementite yang lebih banyak dibandingkan pada udara dan untuk oli cementite lebih banyak dibandingkan dengan udara maupun paslin serta kandungan ledeburit semakin sedikit dikarenakan pada waktu pendinginan cepat ledeburite yang ada sebagian besar akan berubah menjadi cementite untuk perlite pada pendinginan oli bergerombol besar tidak teratur sedangkan di pendinginan paslin perlite merata sedangkan di pendinginan udara perlite akan membentuk susunan yang rapi.

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullah Hiwabarakatu.

Syukur alahamdulillah, penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya sehingga penyusunan laporan penelitian ini dapat terselesaikan.

Tugas Akhir berjudul “PENGARUH MEDIA PENDINGINAN

TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA BESI COR

dapat terselesaikan atas dukungan dari beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis dengan segala ketulusan dan keikhlasan hati ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Ir. Sri Sunarjono, MT,Ph.D sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. Bapak Ir. Tri Widodo Besar Riyadi, ST, MSc, Ph.D, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin.

3. Bapak Bambang Ir. Ngafwan, MT, selaku dosen pembimbing utama yang telah membimbing, mengarahkan, memberi petunjuk dalam penyusunan Tugas Akhir ini dengan sangat perhatian, baik, sabar dan ramah.

(9)
(10)

x 5. DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Peryataan Keaslian Skripsi ... ii

Halaman Persetujuan ... iii

Halaman Pengesahan... iv

Lembar Tugas Akhir ... v

1.6. Sistematika Penulisan ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu ... 6

2.2. Dasar Teori ... 10

2.2.1. Klasiifikasi Bes Cor...11

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir ... 25

(11)

xi

3.3. Lokasi Pengujian ………... 30

3.4. Alat dan Bahan Penelitian... 30

3.4.1. Alat yang digunakan ... 30

3.4.2 Bahan yang digunakan... 31

3.5. Teknik Pengambilan data ... 32

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Pembahasan Uji Kekerasan... 33

4.1.1. Pendinginan Udara... 33

4.1.2. Pendinginan Oli ... 34

4.1.3. Pendinginan Paslin... 35

4.1.4. Pembahasan Hasil Uji Kekerasan... 35

4.2. Pembahasan Metalografi ... 37

4.2.1. Variasi Pendinginan Oli ... 37

4.2.2. Variasi Pendinginan Udara ... 39

4.2.3. Variasi Pendinginan Paslin ... 41

4.2.4. Pembahasan Hasil Foto Mikro ... 42

4.3. Pembahasan Uji Komposisi dan Pendinginan ... 43

4.3.1. Pembahasan Hasil Uji Komposisi dan Pendinginan.. 44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 46

5.2. Saran ... 47

DAFTAR PUSTAKA

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Perlakuan Panas... 9

Gambar 2.2. Siklus Pengerasan Thermal... 9

Gambar 2.3. Besi cor Putih ... 11

Gambar 2.4. Besi Cor malleable ... 12

Gambar 2.5. Struktur besi cor kelabu... 13

Gambar 2.6. Struktur besi cor Nodular... 14

Gambar 2.7. Diagram Fe – c ... 17

Gambar 2.8. Pembuatan cetakan pasir... 19

Gambar 2.9. Pengujian Rockwell... 20

Gambar 2.10. Diagram uji tarik ... 23

Gambar 3.1. Diagram alir penelitian... 25

Gambar 3.2. Pola dari Kayu... 26

Gambar 3.3. Cetakan Pasir... 26

Gambar 3.4. Peleburan Material... 27

Gambar 3.5. Penuangan dalam Cetakan... 27

Gambar 3.6. Penuangan pada Cup CE-meter... 28

Gambar 3.7. CE meter... 28

Gambar 3.8. Pengujian Kekerasan Fiture-Tech-Corp LC-200 RB. 29 Gambar 3.9. Mikroskop metalografi Nikon X1005 TTEPL... 29

Gambar 4.1. Histogram Uji Kekerasan ...…………..……. 36

Gambar 4.2. Foto Mikro Pendinginan oli perbesaran 100 X…... 37

(13)

xiii

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.Rockwell Hardness Scale... 22

Tabel 3.1. Alat Penelitian... 30

Tabel 3.2. Uji Kekerasan……...……. 32

Tabel 4.1.Hasil uji Kekerasan Variasi Udara.………... 33

Tabel 4.2. Hasil Uji Kekerasan Variasi Oli …………...…... 34

Tabel 4.3. Hasil Uji Kekerasan Variasi Paslin .………... 35

(15)
(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

- Tabel Hasil Uji kekerasan variasi udara dari POLMAN ceper Klaten - Tabel Hasil Uji kekerasan variasi Paslin dari POLMAN ceper Klaten - Tabel Hasil Uji kekerasan variasi Oli dari POLMAN ceper Klaten - Print Out hasil dari CE meter

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan perbandingan untuk bentonit dan abu sekam padi mendekati tingkat yang sama ditambahkan dalam komposisi pasir cetak, hasil uji struktur mikro akan menunjukkan

cor dengan inokulasi whisker pada pendinginan lamban maka. dirumuskan

Untuk baja hypoeutectoid, bila pemanasan terlalu tinggi, maka kadar karbon di dalam austenitnya akan terlalu besar sehingga pada pendinginan kembali mungkin akan

komposisi kimia abu sekam padi (Houston, ฀.F.. Masalah di atas yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti sejauh mana pengaruh waktu kecepatan pendinginan pada komposit besi

lain, pada suhu yang sama media pendingin dengan kecepatan pendinginan yang tinggi akan lebih cepat menghasilkan fasa martensit dibandingkan dengan media lain

Sedangkan perbandingan untuk bentonit dan abu sekam padi mendekati tingkat yang sama ditambahkan dalam komposisi pasir cetak, hasil uji struktur mikro akan menunjukkan

Struktur Mikro SS 420 Heat Treatment Holding Time 1 Jam Pendinginan Udara Perbesaran 500x Begitupun sesudah terjadinya Heat Treatment dengan pendinginan udara, maka material

Setelah dilakukan proses perlakuan panas dengan media pendingin yang berbeda, udara dan dalam oven terbentuk fasa sementit dan austenit diakibatkan karena laju pendinginan yang lambat..