• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Prinsip Demokrasi Dalam Tahapan Pelaksanaan Pemilu Kada Gubernur Provinsi Sumatera Barat 2010. - Repositori Universitas Andalas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Implementasi Prinsip Demokrasi Dalam Tahapan Pelaksanaan Pemilu Kada Gubernur Provinsi Sumatera Barat 2010. - Repositori Universitas Andalas"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BABI PENDAHULUAN

I.1LatarBelakangPermasalahan

Reformasi membawa perubahan pada sistem politik di Indonesia seperti

sistempemilu,sistemkepartaian,sistemhubunganpusatdandaerah.Perubahan

tersebutdikenaldengantransisidemokrasi.1Tujuandaritransisidemokrasiadalah

merubahrezimotoritarianmurnimenujudemokrasimurniataupenyelenggaran

negarayangdemokratis.Padatahun2005penerapandemokrasihinggaketingkat

lokal, didukung dengan adanya Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung

(PemiluKada).PemiluKadadiselenggarakanagarkepaladaerah yangterpilih

adalahtokohdaridaerahtersebutyangmemilikikapabel,kredibel,danaspiratif

sesuai keinginan rakyat. Selain itu, Pemilu Kada berfungsi mengaktifkan

partisipasidankompetisididaerah.Padatahun2010,PemiluKadamengalami

perbaikan dengan muncul Undang-undang 12 Tahun 2008 tentang Perubahan

AtasUndang-undang32Tahun2004untukmembukakompetisipolitikdaricalon

independen.

Akantetapi,momeninijustrumenimbulkanbentukpenyimpanganseperti

money politic dalam kampanye dilakukan para kandidat, ada juga bentuk

pelanggaran seperti black campaign, atau pada teknis masih terjadi juga

1GambarantransisidemokrasiyangterjadidiIndonesiamerupakanpergeserankonsephubungan pemerintahan pusat ke daerah, dengan menciptakan konsep desentralisasi sebagai kerangka

demokratisasi oleh para penyusun konsep demokrasi. Anies Baswedan, Kata Pengantar dalam

Henk Schulte Nordholt, & GerryVan Klinken (editor) dibantu oleh Ireen Karang-Hoogenboom,

2007,PolitikLokalDiIndonesia,Jakarta;YOI,halX.

(2)

pelanggaran administrasi baik dalam pemutakhiran data pemilih, tahapan

pendaftarandanpenetapanpasangancalon,maupundalamteknispenghitungan

dan pemungutan suara, serta masih banyak lagi contoh permasalahan yang

munculselamaberlakunyaPemiluKadatersebut.2Selainitu,hasilPemiluKada

inisecarakeseluruhanhanyadidominasiolehpartaipolitikbesar.3Partaipolitik

besaryangmempunyaiaksesluaskebirokrasidansumber-sumberlogistikyang

tidakterbatas.

Fenomenalainpasangankandidatberasaldariduapartaipolitikbesaryang

melakukankoalisi.Contohtersebutsepertiadapartaipolitikyangbedaideologi

namunmelakukankoalisidalamPemiluKada.4Mayoritascalon yangdiusung

partaipolitikmerupakanbukanseorangkader,sedangkansalahsatufungsiintern

partaipolitikadalahmenciptakanpemimpinpolitikuntukmasyarakat.Faktanya,

calonberasaldarikalanganpengusahadirekrutsebagaicalonkandidatpadasalah

2Abdullah,Rozali,2005,PelaksanaanOtonomiLuasDenganPemilihanKepalaDaerahSecara Langsung,Jakarta;RajaGrafindoPersada.hal3.

3Pemilu Kada secara langsung digambarkan seperti suatu turunan dari oligarki pusat ke dalam bentuk oligarki lokal. Di dalamnya terdapat tokoh pengusaha, mantan birokrat, mantan militer,

ataueliteparpol.

4PencalonanGamawanFauzipadaPilkadacalonGubernursecaralangsungdiProvinsiSumatera Barat pada tahun 2005, merupakan hasil koalisi PBB yang tidak ingin berkoalisi dengan partai

kristennamunpadasaatitujustruberkoalisidenganPDIPdalampencalonanGamawan tersebut.

Padapemilihan Gubernur Jabar 2008, Ahmad Heryawan yangdicalonkan sebagai gubernur oleh

PKS dan Dede Yusuf dari Partai Amanat Nasional sebagai calon wakil gubernur. Sebelumnya,

PKSmemasangkanAhmadHeryawandenganbeberapacalondaripartailain.PKSbahkansempat berkoalisi dengan gubernur petahana, Danny Setiawan, yang dicalonkan kembali oleh Partai

Golkar.PartaiGolkardanPartaiKeadilanSejahtera(PKS),yangkerapdipersepsikanberbedalatar ideologi, juga tak masalah saat bergandengan di panggung politik lokal. Partai Demokrat

berpasangan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kerap berseberangan

dalam diskursus politik di tingkat pusat. Demokrat merupakan representasi partai pemerintah,

(3)

satupartaipolitikbesaryangbukanmerupakankaderdaripartaitersebut.5Halini

diperkirakantelahdisiapkanuntukmomentumpolitikelektoral.

ProvinsiSumateraBarattermasukdaerahyangmemilikidatakonflikrendah

dalampelaksanaanPemiluKadatahun2010.Istilah“Badunsanak”padaPemilu

Kada Sumbar sebagai jargon untuk menggalangkan kesatuan dan menekan

terjadinyakonflik.PemerintahmenilaiindikatorPemiluKadayangdemokratis

sebatassuksesnyapenyelenggaraandenganminimnyaangkakonflik.Haliniyang

jelas menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Barat masih mencari jati diri dari

demokrasiberwawasanlokal.Keberadaanistilah“Badunsanak”tidakmemiliki

konsepperbaikanterhadaplemahnyaaturandalampenyelenggaraanPemiluKada

Sumbar2010.Akantetapi,dapatdiakuibahwaSumateraBaratberhasilmencoba

PemiluKadaserentakdenganjargon‘badunsanak’,selaindapatmenekanangka

konflikjugamenghematdanapenyelenggaraan.

Disisilain,pelaksanaantahapan,PemiluKadaGubernurProvinsiSumatera

Barattahun2010,masihditemukankemunculanbeberapakendaladanmasalah.

Karena dengan munculnya penyakit politik justru akan berdampak pada

5Pencalonan Endang Irzal dari pejabat PT Semen Padang pada Pemilu Kada calon Gubernur secaralangsungdiProvinsiSumateraBaratpadatahun2010yangmenjadisaingandaripasangan CalonIrwanPrayitno,sebelumnyaEndangditawarkanuntukmasukPANkarenaPANmerupakan partai dengan basis besar di Padang, namun Endang lebih memilih Partai Demokrat ketimbang

partaiinimerupakanpartaibesardipusat.Contohkandidatdaritataranbirokratatauelitepolitik, padapelaksanaanpemilihankepaladaerah(Pilkada)BantenRatuAtutChosiyahyangmerupakan gubernurincumbentdanmemilihberpasangandenganRanoKarnodiusungolehkoalisi11parpol yang yang memiliki kursi di DPRD Banten antara lain Partai Golkar, PDIP, Hanura, Gerindra,

PKB, PAN, PBB, PPNUI, PKPB, PDS, dan PPD dengan jumlah kursi mereka sebanyak 38 dari

total 85 kursi DPRD. Kalimantan Selatan, Jambi, dan Bengkulu misalnya, proses Pilkada

cenderung diwarnai praktik persekongkolan politik dan bisnis di antara para elitepartai dan

birokrasi di satu pihak dan elite pengusaha atau bisnis di pihak lain. Dalamkaitan ini,

seorang kandidat yang gagal dalam pilkada di Kabupaten Bima, NTB, daerahyang relatif

minus secara ekonomi untuk berbagai jenis pengeluaran, mulai dari “setoran” ke gabungan

partaipengusung, biayakampanye, danbiayaoperasional lainnya. LaporanPenelitianP2E LIPI,

Bisnis dan Politik di Tingkat Lokal: Pengusaha, Penguasa dan Penyelenggaraan Pemerintahan

(4)

pendidikan politik terhadap masyarakat di daerah. Hal ini bertolakbelakang

dengantujuandaridemokrasilokal.Makadariitu,penelitianinidianggappenting

demi membantu pemerintah dalam memaknai demokrasi yang sesuai dengan

kebutuhan masyarakat. Penelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan prinsip

demokrasi yang merupakan bagian dari landasan pelaksanaan negara dalam

Undang-undang Dasar 1945. Penelitian dilakukan pada pelaksanaan tahapan

PemiluKadaGubernur2010diprovinsiSumateraBarat.

I.2RumusanMasalah

Kendaladanmasalahyangdimaksudpadalatarbelakangadalahkemunculan

dariberbagaipihak.Olehpenelitikendalatersebutterbagimenjaditigasumber,

yaitu:pemerintah,eltipolitik,danmasyarakat.Pemerintahyangdimaksudadalah

lembaga yang dibawah kontrol dan dibentuk oleh pemerintah contoh pihak

pemerintah pada penyelenggaraan Pemilu Kada adalah pihak penyelenggara

(KPU)danpihakpengawas(Panwaslu).Permasalahanyangmunculdaripihak

pemerintahdalampenyelenggaraanPemiluKadaantaralain:lemahnyapenegakan

hukum ataupun aturan yang dibuat untuk mengatur dan mengontrol jalannya

PemiluKada;minimnyakontrolpemerintahterhadapperpolitikandimasyarakat;

minimnyatransparansi,relasi,dankomunikasipemerintahterhadapmasyarakat.

Kemudiankendalaataupermasalahanyangmunculdaripihakelitparpol

jugaditemukandalampenyelenggaraanPemiluKada.Elitpolitikyangdimaksud

diantara lain para birokrat, atau pun anggota/ tokoh/ partisipan partai politik.

(5)

kekuasaan denganmemanfaatkanmasyarakatsebagaibasismassauntuksuara;

Mendominasi kepentingan rakyat; Rendahnya penerapan kode etik dalam

berpolitik.Sikapsepertiiniyangakanmenjadipenyakitpolitikdimasyarakatdan

akanberdampakburukpadapendidikanpolitikdimasyarakat.

Selainitu,faktordarimasyarakatyangditemukanjugabeberapakendala

antaralain:Rendahnyapemahamanmengenaikonsolidasidemokrasi; Rendahnya

partisipasipolitik;RendahnyaresponsitasPemiluKada.Berbandingterbalikpada

tujuan penyelenggaraan Pemilu Kada yaitu untuk mengefektifkan partisipasi

masyarakatdalamkebebasanpolitik.PadaPemiluKadaterdapatpeluanguntuk

berkompetisidengantersedianyaketerbukaanpolitik.

Olehkarenaitu,PemiluKadainimerupakanmomentumyangtepatuntuk

mentransformasi energi spontan menjadi energi politik oleh rakyat. Pada

pelaksanaan Pemilu Kada ini, rakyat seharusnya mengetahui hak dan

kewajibannya dalam berpartisipasi, dan peluang untuk berkompetisi. Agenda

politikinimembuatrakyattidaklagididominasiolehkekuatanpolitikoligarki.6

Kemudian, mewujudkan masyarakat yang membudayakan prinsip demokrasi.

Masyarakat demokratis adalah masyarakat yang memiliki otonomi dan

kedewasaan. Otonomi dan kedewasaan yang dimaksud adalah terwujudnya

masyarakat yang memiliki hak dasar politik dan pendidikan politik yang

memadai. Akhirnya, masyarakat turut berpatisipasi dan berkompetisi dalam

perpolitikandemimembangundaerahnya.

6Kelompokpolitikyangdiisiolehparaelitpolitikyangtelahmemilikihakistimewadalamranah politik. Pemilu Kada cenderung dikuasai oleh oligarki, terkadang oligarki di pusat dan daerah

memiliki latarbelakang yang sama seperti pengusaha, elite parpol, atau mantan militer. Wilson,

(6)

Padademokrasi,sebuahpartisipasipublikataumasyarakatmenjadifaktor

utama. Menurut Schumpeter bahwa memaknai demokrasi adalah dengan

tersedianya tiga syarat, yaitu; partisipasi, kompetisi, dan kebebasan politik

masyarakat sipil. Maka untuk memobilisasi partisipasi tersebut muncul sistem

election. Selanjutnya, Dahl memaknai demokrasi dengan poliarki, artinya

demokrasi itu mengandung unsur partisipasi dan kompetisi. Partisipasi dalam

demokrasitanpadiskriminasikelassepertipemikiranMarxyangmenolakadanya

perwalian dalam pemerintahan. Habermas memaknai partisipasi masyarakat

dalam konsolidasi demokrasi berdasarkan jiwa, kultur, dan ideologi bagi

masyarakattersebut.

Indikatorimplementasidalampenyelenggaraannegarayangdemokrasidi

negaraberkembangadalahpartisipasipolitik.Partisipasipolitikolehrakyatini

diterapkan pada keterlibatan dalam pemilu. Semakin tinggi tingkat partisipasi

politikmengindikasikanbahwarakyatmengikutidanmemahamisertamelibatkan

diridalamkegiatankenegaraan,begitujugasebaliknyapadatingkatpartisipasi

yang rendah. Rendahnya tingkat partisipasi politik rakyat direfleksikan dalam

sikapgolputdalampemilu.BegitujugaPemiludidaerahsepertiPemiluKada,

partisipasiharusbisamenyeluruhdimasyarakatdaerah.SepertipendapatDahl

bahwa,“Semakinkecilunitdemokrasi,makasemakinbesarkemungkinanuntuk

partisipasi warga negara dan semakin sedikit kebutuhan warga negara untuk

menyerahkankeputusan-keputusanpemerintahankepadaparawakilnya”.

Pada pelaksanaan Pemilu Kada Gubernur Sumatera Barat 2010 bahwa

(7)

massakampanye.Haliniterbuktiketikamelihatangkagolputsaatpelaksanaan

PemiluKadapemilihangubernur2010.Tigafaktormasyarakatgolput; Pertama

golputteknis,sepertimerekayangtidakterdaftarsebagaipemilih,berhalangan

hadir ke tempat pemungutan suara. Namun, alasan teknis sudah cukup bagi

peneliti untuk menunjukkan bahwa masyarakat menganggap proses pemilihan

tersebut bukan hal yang penting bagi mereka. Apabila hal itu dinilai penting

apalagi bisa memberikan harapan untuk perbaikan, tentu masyarakat akan

beramai-ramai menuju TPS. Kedua alasan politis, yakni mereka yang merasa

tidakpunyapilihandarikandidatyangtersediaatautidakpercayabahwaPemilu

Kadaakanmembawaperubahandanperbaikan. Ketiga,golputideologis,yakni

merekayangtidakpercayapadamekanismedemokrasipadaPemiluKadakarena

menganggap bahwa perubahan menuju perbaikan hanya mungkin dilakukan

denganmengubahideologiyangsaatinidenganideologiyangdiyakinisebagai

landasannya.7

BerikutbeberapahambatanyangmunculselamapelaksanaanPemiluKada

GubernurSumateraBarat2010,datadiperolehdariDataKPUprovinsiSumatera

Barat2010:

(8)

HasilPilkada Saksi dari dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera

(elitpolitic) AdanyarelasicalonGubernurSumbardenganpengusahayangbukan

(Penertiban) Bahwa gangguan ketentraman dan ketertiban umum dalam pelaksanaan Tabel1.1DataPermasalahanPemiiluKadaGubernurProvinsiSumateraBarat

2010.8

Permasalahan Definisimasalah

Pemilihan a.AngkaGolputdiprovinsiSumbarmasihtetap36,38%.

b.Pemaksaan hak masyarakat untuk memilih pasangan atau kandidat

tertentu,terjadipadaPemiluKadaBadunsanak.

MasaPersiapan a.MinimnyatenagapengawasPemiluKada

b.MinimnyawaktupembentukanPanwas,PPK,PPS,danKPPS

Kampanye a.Curistartkampanye

b.Moneypolitics

c.Transparansidanakampanye d.Blackcampaign

e.Pengrusakanatributkampanye

f.Ketidaktertibanatributkampanyedanpelaksanaankampanye Penandatanganan

Barat menolakmenandatangani hasil rekapitulasi hasil pemilihan. Saksi

dari pasangan Golkar, Marlis Rahman-Aristo Munandar, dan pasangan

Ediwarman-Husni Hadi itu menilai ada pelanggaran dalam proses

pemilihan. Pencalonan

kaderpartai.

KodeEtik Kota Solok, terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Penyelenggara

PemiluterhadapprosesdantahapanPemiluKada. Pengamanan

Pemilu Kada, karena belum adanya aturan main yang pas oleh pemerintah.

Permasalahanditabel1.1hanyasebagianyangmasukkedalamdataKPU

provinsiSumateraBarat.Permasalahanyangterjadicenderungakibatlemahnya

penegakanaturandankontrolterhadappelaksanaannya.Selainitu,aturanPemilu

Kada yang ambigu sehingga membuat penerapan yang rancu atau

(9)

membingungkanpelaksana.9Kemudian,PemiluKadayangdijadikanmomenoleh

oknumsebagaieforiapolitiksematadalammencarikekuasaan.Berawaluntuk

mewujudkan pemilihan kepala daerah secara demokratis justru menghasilkan

penyakit politik yang terdesentralisasi. Lalu bagaimana implementasi prinsip

demokrasidalamtahapanpelaksanaanPemiluKadaGubernurProvinsiSumatera

Barat2010?

I.3TujuanPenelitian

Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikandanmenjelaskanpenerapan

prinsipdemokrasidalampelaksanaantahapanPemiluKada GubernurProvinsi

SumateraBarat2010.Penerapanprinsipdemokrasiinimeliputipadakonstitusi,

sistempemilihandanpartai,sertaunsurpelembagaanpolitiknya.

I.4SignifikansiPenelitian

Penelitian ini merupakan civitas akademika sebagai proses pendidikan,

pembelajaran,pencarian,danpenemuankebenaranilmiah.Sertapengembangan

ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian dasar dan

empirik, dilakukan sesuai dengan kompetensi dan potensi dari peneliti yang

diharapkanmenghasilkanluaranyaitu:

(10)

a) Mengembangkanilmupolitiksertamemperkayapembelajarandanhazanah

ilmu politik, terutama pada teori demokrasi prosedural dan menjadi

referensipenelitiberikutnyayangrelevan;

b) Sebagai indikator tingkat kemajuan pendidikan perguruan tinggi, serta

tingkat kemajuan peradaban bangsa terutama dalam bidang politik

(11)

Referensi

Dokumen terkait

PENINGKATAN JALAN PAYAKUMBUH-SULIKI-KOTOTINGGI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA

4.1.2 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 Pada PT.PLN (Persero).. Wilayah Sumatera Barat Area

4.1.1 Unsur-Unsur Perhitungan PPh Pasal 21 Pada PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat Area

d. Tanggal 4 November 2003 Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Barat mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT. Semen Padang tentang adanya masalah PT. Semen Padang

Spasial Secara administratif adalah daerah perencanaan kantor gubernur Sumatera Barat yang terletak di Kota Padang, khususnya di jantung kota

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, mengenai Pembinaan Pegawai Dalam Pelaksanaan Tugas di Biro Umum pada Kantor Gubernur Provinsi Sumatera

bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata kerja Badan Daerah Provinsi Sumatera

Anggota KPU Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat yang diputuskan oleh DKPP melanggar kode etik penyelenggara pemilu adalah dikarenakan tindakan-tindakan