• Tidak ada hasil yang ditemukan

Suatmadji: Fenomena Proses Kreatif Era Tahun 70, 80 BAB 0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Suatmadji: Fenomena Proses Kreatif Era Tahun 70, 80 BAB 0"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

SUATMADJI: FENOMENA PROSES KREATIF

ERA TAHUN 70, 80

THESIS

Disusun untuk sebagian persyaratan mencapai derajatMagister

Program Studi Seni Rupa

Oleh

Chori Rosita

S011302003

PROGRAM PASCASARJANA SENI RUPA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)
(3)

commit to user

(4)

PERNYATAAN KEASLIAN DAN PUBLIKASI ISI TESIS

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa:

Tesis yang berjudul

SUATMADJI: FENOMENA PROSES KREATIF

ERA TAHUN 70, 80

ini adalah karya penelitian saya sendiri dan tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik

serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis dengan acuan yang

disebutkan sumbernya, baik dalam naskah karangan dan daftar pustaka. Apabila

ternyata didalam naskah tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi,

maka saya bersedia menerima sanksi, baik Tesis beserta gelar magistetr saya

dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.Publikasi sebagian atau keseluruhan isi tesis pada jurnal atau forum ilmiah

harus menyertakan tim promotor sebagai author dan PPs UNS sebagai institusinya.

Apabila saya melakukan pelanggaran dari ketentuan publikasi ini, maka saya bersedia

mendapatkan sanksi akademik yang berlaku.

Surakarta, Juli 2016

Chori Rosita

(5)

commit to user

v

PERSEMBAHAN

Tesis ini penulis persembahkan kepada :

1. Lembaga pendidikan Program Studi magister Seni Rupa Program

Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Segenap Staf Pengajar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas

Maret Surakarta.

3. Segenap Staf Pengajar dan Pembimbing Tesis Program Pascasarjana

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Suatmadji. Sumber inspirasi dan motivasi..

5. Papi Edy Haryanto dan Mami Tutih Herawati, kakak-kakak tersayang,

Anto Hermawan, Betty Apriani dan I kadek Adi Sumaryasa.

6. Teman-teman seperjuangan dalam Program Pascasarjana Universitas

(6)

MOTTO

Kekuatan doa itu luar biasa (Suatmadji).

Tidak ada hal yang sia-sia dalam belajar karena ilmu

akan bermanfaat pada waktunya (noname).

Life is like riding a bicycle, To keep your balance, you

must keep moving (Albert Einstein).

Si Tou Timou Tumou Tou. Manusia hidup untuk

(7)

commit to user

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan

hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis berjudul“SUATMADJI:

FENOMENA PROSES KREATIF ERA TAHUN 70, 80”. Selesainya penulisan tesis ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini

penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

1. Dr. Nooryan Bahari, M.Sn selaku dosen pembimbing yang dengan tulus

meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan dan motivasi

yang luar biasa sehingga tesis ini bisa terselesaikan.

2. Ahmad Adib, M.Hum, Ph.D selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain

(FSRD) Sebelas Maret Surakarta, sekaligus sebagai dosen pembimbing,

yang sangat membantu dan memotivasi dengan tulus telah berkenan

meluangkan waktunya untuk memberibimbingan, masukan kepada penulis

sejak dari proses persiapan, pelaksanaan penelitian hingga selesainya

penulisan tesis ini.

3. Dr. Sarah Rum Handayani, M.Hum selaku Kepala Program Studi

Magister Seni Rupa, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta,

yang dengan tulus dan sabar telah berkenan meluangkan waktunya untuk

memberi bimbingan, memberi masukan dan dorongan kepada penulis

sejak dari proses persiapan, pelaksanaan penelitian hingga selesainya

penulisan tesis ini.

4. Dr. Ahmad Faizin, M.S. selaku penguji yang turut serta memberikan

masukan serta kritik pengarahan hingga terselesaikannya penulisan tesis

ini.

5. Agus Nur Setyawan, M.Sn Drs. Bedjo Riyanto, M.Hum dan Prof. Dr.

Nanang Rizali MSD. atas bimbingan dan motivasi yang luar biasa kepada

(8)

6. Direktur Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta atas

kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan

menyelesaikan pendidikan Program Magister Seni Rupa di Universitas

Sebelas Maret Surakarta.

7. Seluruh staf pengajar dan pelaksana Program Studi Magister Seni Rupa

Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan bekal ilmu

pengetahuan dan membantu khususnya dalam proses pelaksanaan tesis ini.

8. Andreas S. Widodo, Henri Cholis, IGN. Nurata, Arfial Arsyad Hakim,

Dwi Rahmanto IVAA, Iwan Wijono, Bapak Budi S.Pranoto, Mikke

Susanto, Suwarno Wisetrotomo, Nissan Kristiyanto dan istri, Sugeng

Tukio, Taufik Ismail, R. Sun Ardi (alm), Narsen Afatara, Laurensia Erny,

Sigit Purnomo Adi, Desy Nurcahyanti, Dyah Yuni Kurniawati atas

bantuan data, dokumentasi, informasi dan motivasi dalam penulisan tesis

ini.

9. Mami tercinta dan kakak-kakak tersayang. Anto Hermawan, Betty Apriani

dan I Kadek Adi Sumaryasa atas dukungan moril materiil dan kasih

sayangnya.

10. Seluruh staf administrasi FSRD dan Pascasarjana Universitas Sebelas

Maret Surakarta yang telah banyak memberikan pelayanan sehingga

penulis dapat menyelesaikan studi di Program Studi Magister Seni Rupa

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

11. Rekan-rekan Magister Seni Rupa Universitas Sebelas Maret

Surakarta,Emmanuel Putro Prakoso, Melati Arumsari, Bimo, Fadhlan

Bachtiar, Gravinda, Cerly Sidharta Martsidaun, Yudhitira, Wijang Agung

Nugraha, Aphief, Kharisma, Achmad Dardiri, Sigid Himawan yang telah

memberikan masukan dan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan

(9)

commit to user

ix

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan yang setimpal atas

semua amalan yang telah diberikan. Akhirnya, penulis menyadari bahwa penulisan

karya ilmiah ini jauh dari sempurna sehingga saran dan kitik membangun dari para

pembaca sangat diharapkan sehingga karya ilimiah ini dapat memberikan sumbangan

yang berarti bagi pengembangan ilmu psikologi dan Seni Rupa.

Surakarta, Juli 2016

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …..……… i

HALAMAN PERSETUJUAN ……….….. ii

HALAMAN PERNYATAAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ………. v

HALAMAN MOTTO………. vi

HALAMAN KATA PENGANTAR……….. vii

DAFTAR ISI... x

DAFTAR GAMBAR………... xiii

DAFTAR SKEMA ……….. xiv

E. SISTEMATIKA PENULISAN……….. 7

BAB II LANDASAN TEORI ………. 10

A. Tinjauan Pustaka…………..………... 10

(11)

commit to user

xi

D. Kreativitas ………... 14

E, Mixed Media ………. 19

F. Psikologi Kepribadian ………. 20

G. Kerangka Berpikir …... 34

BAB III METODE PENELITIAN ……… 36

A. Rancangan Penelitian …………...………...… 36

B. Lokasi Penelitian……...………... 37

C. Teknik Pengumpulan Data………... 37

1. Wawancara ………..……….. 38

2. Observasi ………...……… 38

3. Mengkaji Dokumen dan Arsip ……….. 38

4. Teknik analisis dan validasi data ………... 39

BAB IVLATAR BELAKANG KREATIVITAS SUATMADJI ….... 40

A. Faktor Eksternal ……… 40

1. Lingkungan Keluarga ……….. 40

2. Lingkungan Sosial ………...………... 41

B. Faktor Internal ………..……. 43

1. Pengalaman Hidup Suatmadji ……… 43

2. Riwayat Pendidikan Suatmadji ………... 51

BAB V Bentuk Kreativitas Yang Terjadi Dalam Seni Lukis Suatmadji ………. ……….. 56

A. Konsep Berkesenian ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, 56 B. Budaya Global ………... 60

C. Periodesasi Berkarya Suatmadji ………... 61

(12)

E. Kehidupan Suatmadji Dalam Berkesenian ………... 71

F. Suatmadji Dari Pendekatan Psikologis ………. 77

G. Proses Berkesenian Suatmadji ………... 93

H. Proses Berkarya Suatmadji ………... 104

BAB VI Kesimpulan Dan Saran ………... 108

A. Kesimpulan ………... 108

B. Saran………. 115

DAFTAR PUSTAKA ... 117

(13)

commit to user

xiii  

Daftar Gambar

Gambar 1 Foto Keluarga Suatmadji ………. 41

Gambar 2 Medali emas My Mother Morinaga Singing ………... 45

Gambar 3 Ibu Mencuci, salah satu lukisan Suatmadji yang diikutsertakan dalam Children Drawing Contest di Tokyo Jepang……… 46

Gambar 4 Sampul katalog My Mother Morinaga Singing, Jepang ……. 46

Gambar 5 Dokumentasi Pameran 100 karya Tugas Akhir Suatmadji …. 51 Gambar 6 Suatmadji bersama Fadjar Sidik dan Widayat ……… 53

Gambar 7 Copi scan Buku Modern Indonesian Art 2010, hal.196 …….. 69

Gambar 8 V-art Gallery di Yogyakarta ……… 69

Gambar 9 Rumah Suatmadji ……… 70

Gambar 10 Almari buku rancangan Boyke ……… 70

Gambar 11 Triwikromo Puntodewo dan Kresno ………... 71

Gambar 12 Sketsa Suatmadji “Star Trex” ………. 76

Gambar 13 Wayang Topeng ……….. 77

Gambar 14 Berlibur Di Alam Bunga Desember ……… 85

Gambar 15 Copy scan sertifikat Morinaga Singing ………... 88

Gambar 16 King Of Pop ……… 84

(14)

Daftar Skema

(15)

commit to user

xv

Chori Rosita. S011302003. 2016. Suatmadji: Fenomena Proses Hreatif Tahun 70, 80.

Tesis. Pembimbing I : Dr. Nooryan Bahari, M.Sn. II : Drs. Ahmad Adib, M.Hum,

Ph.D. Magister Seni Rupa Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret

Surakarta.

ABSTRAK

Bagi Suatmadji, melukis adalah menampakkan jiwa, oleh sebab itu melukis

harus bebas dari kekangan-kekangan yang berwujud perspektif, anatomi, teori-teori

juga kekangan moral, politik dan tradisi. Lukisanya kontemporer, berisi pesan dan

penuh makna secara tersirat. Semua gaya dan aliran ada dalam lukisan-lukisannya.

Dan ia tidak pernah takut dicemooh karena kreativitasnya sering disebut sebagai

sesuatu yang aneh bagi orang lain karena cara melukisnya tidak konvensional. Tidak

sesuai dengan yang mereka anggap sebagai standart umum. Suatmadji adalah

seniman yang gigih memperjuangkan jiwa kesenimananya. Tidak pernah merasa

takut menjadi berbeda dan tidak takut untuk mengawali sesuatu yang belum pernah

dilakukan oleh orang lain. Suatmadji konsisten melukis dengan teknik mixed media,

memadukan berbagai bahan yang sengaja ia bentuk maupun benda-benda remeh yang

jarang dimanfaatkan oleh orang lain bahkan biasanya dibuang begitu saja. Di tangan

Suatmadji, benda-benda tersebut menjadi sebuah material yang penting dalam

karya-karyanya yang akan tersusun di atas media lukis beserta goresan garis-garis dengan

warna-warna yang menyolok, kontras tetapi harmoni. Berbagai penghargaan tingkat

Nasional maupun Internasional pernah diperolehnya. Suatmadji sangat mencintai seni

tradisi terutama wayang. Ia aplikasikan wayang ke dalam lukisan-lukisannya sebagai

padu padan yang harmoni, dalam karyanya wayang mempunyai makna baru, tanpa

membawa makna wayang tersebut secara substansional. Galeri Nasional Indonesia

menganugerahi Suatmadji gelar maestro seni rupa dan dua buah karyanyayaitu

“wayang topeng” dan “Ki Narto Sabdo” dikoleksi oleh Galeri Nasional Indonesia

melalui proses akuisisi mewakili angkatan 1970. Suatmadji tidak pernah membatasi

(16)

Ia tidak suka stereotip, kemajuan teknologi dimanfaatkannya dalam berkarya seni

rupa mixed media. Sebagai pelukis dan pendidik, Suatmadji merasa

bertanggungjawab akan tercapainya tujuan untuk menumbuhkan kreativitas para

siswa dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Bakat bisa diasah dan

ditumbuhkan, melukispun bisa dipelajari, tidak mahir melukis realis bisa melukis

abstrak, bisa melukis poster, bisa futurism, ataupun kolase. Semua kreativitas harus

tersalurkan karena melukis tidak harus konvensional menggunakan kanvas, cat air,

cat minyak ataupun pensil berwarna. Media untuk melukis adalah tak terbatas, juga

gaya, aliran, alat maupun tempat. Yang diutamakan adalah setiap orang mempunyai

kesempatan untuk berkreativitas tanpa terkendala karena merasa terbatas, tidak bebas,

merasa tidak bisa melukis dan pada akhirnya diam saja tanpa melakukan apa-apa.

Bukankah melukis tidak harus realis dan konvensional karena tidak ada batasan untuk

kreativitas.

(17)

commit to user

xvii

Chori Rosita . S011302003 . 2016. Suatmadji: Fenomena Proses Kreatif Tahun 70,

80. Thesis. Supervisor Thesis I: Dr. Nooryan Bahari, M.Sn. Ph.D. CO Adviser : Drs .

Ahmad Adib, M.Hum, Ph.D. Master of Fine Arts Graduate Program Sebelas Maret

Surakarta University.

ABSTRACT

For Suatmadji, drawing is revealing the soul, therefore, paint must be free

of restraints tangible perspective, anatomy, theories also moral restraints, politics

and traditions. His drawing contemporary, unbiased and meaningful message

implicitly. All the style and flow in his paintings. And he was never afraid of ridicule

because of his creativity is often referred to as something strange to others because of

the way unconventional painting. Not according to what they regard as a general

standard. Suatmadji is an artist who actively fight for the soul of art. Never be afraid

to be different and not be afraid to start something that has never been done by

others. Suatmadji consistent painting with mixed media techniques, combining a

variety of materials that he deliberately shape and trivial objects that are rarely used

by others even usually thrown away. In the hands of Suatmadji, these objects become

an important material in his works which are stacked on top of the media painting

scratches along these lines with striking colors, contrasts but harmony. Various

national and international awards ever obtained. Suatmadji loves art, especially the

tradition of wayang (puppet). He applied puppet into his paintings as a unified

frontier harmony, in his puppet has a new meaning, without bringing the meaning of

the puppet in substansional. National Gallery of Indonesia conferred Suatmadji

masters degree and two pieces of art work that is “wayang topeng” (puppet masks)

and "Ki Narto Sabdo" collected by the National Gallery of Indonesia, through

acquisitions represent 1970. Suatmadji never restrict the use of tools and materials in

(18)

technological advances exploited in mixed media art work. As a painter and

educator, Suatmadji feel responsible for the achievement of the objectives to foster

the creativity of the students and the people who were in the vicinity. Talent can be

honed and grown, drawing can be learned, no good can paint abstract realist

painting, can paint the poster, can futurism, or collage. All creativity must be

channeled for conventional paint should not use canvas, watercolors, oil paints or

colored pencils. Media is not limited to painting, also the style, flow, tool or place.

The precedence is everyone has the opportunity for creativity without feeling

constrained because of limited, not free, felt he could not paint and ultimately silent

without doing anything. Is not no need to paint the conventional realist and because

there is no limit to creativity.

Referensi

Dokumen terkait

PROGRAM STUDI D III DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN.. UNIVERSITAS SEBELAS MARET

program studi D III Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain,.. Universitas Sebelas

Program Studi Diploma III Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan.. Desain, Universitas Sebelas Maret

PROGRAM STUDI D III DISAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SENI RUPA DAN DISAIN.. UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PROGRAM STUDI D III DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA.. UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PROGRAM STUDI D III DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA.. UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PROGRAM STUDI DIII DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN.. UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET

PROGRAM STUDI D III DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA.. UNIVERSITAS SEBELAS MARET