TUGAS AKHIR
PUSAT SHOWROOM MOBIL HONDA
DI SURABAYA
Untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Tugas Akhir (Strata = 1)
Diajukan oleh: Satriyo Budi Fitriyanto
0851010081
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
PUSAT SHOWROOM HONDA DI SURABAYA
Satriyo budi fitriyanto 0851010081
ABSTRAKSI
Surabaya Barat yang terletak di Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah dagang yang sedang berkembang Seiring dengan kemajuan tersebut, potensi penjualan roda empat yang semakin berkembang pesat menjadikan otomotiv sebagai lahan Bisnis yang sangat menjanjikan. Honda adalah brand terkemuka yang mengusung teknologi tercangih banyak orang yang mengenal produk ini karena produk- produk yang di jual sangat terjamin kualitasnya.
Tujuan dirancangnya showroom mobil Honda di Surabaya ini yaitu untuk menghadirkan sebuah disain pusat Showroom dengan mengacuh pada bangunan bangunan modern yang mencerminkan semangat Honda. permasalahan yang terdapat di lapangan yaitu belum adanya Showroom mobil Honda yang dapat menampilkan karakter Honda
Impian massa depan merupakan semangat Honda dalam menciptakan sesuatu yang baru dengan tema rancang hybird (venturi1996) yang menyebutkan bahwa hybird kaya makna dan element fungsi ganda bukan fungsi tunggal yang berarti dalam
merancang hybird membutuhkan dua bentuk atau lebih untuk di gabungkan menjadi satu kesatuan tapi masih mempunyai fungsi ganda Kemudi Honda merupakan unsur terpenting karena kemudi Honda mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak di miliki oleh Brand lain oleh sebab itu akan menjadi pedoman dalam perancangan ini. Dengan Tema yang di ambil dengan ide awal mencari hal yang terkait dengan masa depan maka di ambil tema “Impian masa depan’’
Tema impian masa depan dalam perancangan Showroom mobil Honda di Surabaya menerapkan massa bangunan “Singgel Building” yang memiliki 2 lantai. Menggunakan warna warna cerah sesuai dari warna warna karakter dan hal ini di terapkan sebagai Vocal Point agar mempunyai daya tarik
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur ditujukan kehadirat Allah SWT, yang mana atas
rahmat dan ridho-Nya, sehingga penyusunan Proposal Tugas Akhir yang berjudul
“PUSAT SHOWROOM MOBIL HONDA DI SURABAYA” ini dapat terselesaikan dengan baik, untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam
memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1) Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas
Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“
Jawa Timur di Surabaya.
Bersama ini penyusun juga mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ir. Naniek Ratni. JAR, M.Kes. Selaku Dekan Fakultas Tekni Sipil dan
Perencanaan (FTSP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Jawa
Timur.
2. Dr. Ir. Pancawati Dewi, MT. selaku Ketua Progdi Arsitektur, Fakultas Teknik
Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN),
Jawa Timur.
3. Ir. Eva Elviana, MT. selaku dosen pengampu mata kuliah Seminar.
4. Dyan Agustin, ST., MT dosen pengampu Tugas Akhir, terima kasih banyak
atas bimbingannya.
5. Ir.Erwin Djuni, MT. selaku dosen wali.
6. Ir.Muchlisiniyati Safeyah, MT. selaku dosen pembimbing utama, terima kasih
banyak atas bimbingannya serta membantu saya dari awal penyusunan dari
seminar sampai masa tugas akhir.
7. Dyan Agustin, ST., MT. selaku dosen pembimbing pedamping, yang
membimbing tugas akhir, terima kasih atas bimbingannya.
8. Ir. Syaifuddin Zuhri, MT ; Ir. Niniek Anggriani, MT ; Mohammad Pranoto,
ST., MT , selaku dosen penguji. Terima kasih atas semua kritik dan sarannya.
9. Segenap dosen jurusan Arsitektur UPN Veteran Jawa Timur, atas segala
10. Kedua orang tua saya, yang selalu mendukung, menyemangati, dan selalu mendoakan dalam penyusunan tugas akhir saya. Terima kasih atas segalanya. 11. Special thanks for istiara sari, teman terbaik yang dari awal yang selalu ada buat saya dan teman yang paling memberi semangat dalam mengerjakan tugas ahkir.
12. Special thanks juga buat temen-temen begadang di detik-detik terakhir tugas akhir, yang nggak lupa juga diselingi ngegossip bentar: wahyudi, mas ferry mas moni, fina, Tika, Danny,mas Rico, mas Hariss
13. Semua pihak yang telah membantu dalam pengerjaan Tugas Akhir ini.
Akhir kata, penulis ucapkan terimakasih dan mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penyusunan proposal tugas akhir ini. Semoga Proposal Tugas Akhir ini bisa bermanfaat bagi semua pihak, dan bisa didapatkan hasil yang maksimal nantinya.
Surabaya, 05 juli 2013
DAFTAR ISI
BAB II. TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN ... 7
2.1. Tinjauan Umum Perancangan ... 7
2.2. Tinjauan Khusus Perancangan ... 29
2.2.1. Penekanan Perancangan... 29
2.2.3. Aktifitas dan Kebutuhan Ruang ... 29
2.2.4. Perhitungan Kebutuhan Ruang ... 31
2.2.5. Program Ruang ... 36
BAB III. TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN ... 37
3.1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi ... 37
3.2. Penetapan Lokasi ... 40
3.3.5. Peraturan Bangunan Setempat ... 45
BAB IV. ANALISA PERANCANGAN ... 45
4.1.Analisa Site ... 45
4.1.1. Analisa Aksesibilitas ... 45
4.1.2. Analisa Iklim ... 46
4.1.3. Analisa Lingkungan Sekitar ... 49
4.1.4. Analisa Zoning ... 51
4.2.Analisa Ruang ... 53
4.2.1. Organisasi Ruang ... 53
4.2.2. Hubungan Ruang dan Sirkulasi ... 54
4.2.3. Diagram Abstrak ... 56
4.3.Analisa Bentuk dan Tampilan Bangunan ... 56
5.2.2. Konsep tampilan ... 65
5.2.3. Konsep ruang luar ... 66
5.2.4. Konsep ruang dalam ... 66
5.2.5. Konsep Struktur dan material ... 66
5.2.6. Konsep utilitas ... 67
5.2.6.1 Konsep penyediaan air bersih ... 67
5.2.6.2 Konsep pembuangan air kotor dan kotoran ... 67
5.2.6.3 Konsep pembuangan air hujan ... 67
5.2.6.4 Konsep pembuangan sampah dan limbah ... 67
5.2.7. Konsep mechanical elektrikal ... 67
5.2.7.1 Konsep penghawaan ... 67
5.2.7.2 Konsep Pencahayaan ... 69
5.2.7.3 Konsep system transportasi ... 70
5.2.7.4 Konsep pencegahan kebakaran ... 71
5.2.7.5 Konsep akustik dan pencegahan bunyi ... 71
BAB VI. APLIKASI PERANCANGAN ... 45
6.1. Aplikasi masa bangunan ... 72
6.2. Aplikasi Tampak bangunan ... 73
6.3. Aplikasi ruang luar ... 73
6.4. Aplikasi entrance ... 74
6.5. Apliaksi zoning ... 75
6.6. Aplikasi struktur bangunan ... 76
DAFTAR PUSTAKA ... 77
DAFTAR TABEL
halaman
Tabel 1.1 Pertumbuhan Jumlah Roda Empat di Indonesia ... 1
Tabel 1.2 Lima Mobil Terlaris Di Surabaya ... 2
Tabel 1.3 Pangsa pasar mobil Honda menurut jenisnya di Surabaya ... 2
Tabel 1.4 Jumlah pemakai mobil Honda di jawa timur ... 3
Tabel 2.1 Persyaratan Menu Bengkel ... 11
Tabel 2.2 Analisa Tatanan Massa ... 28
Tabel 2.3 Analisa Sirkulasi ... 28
Tabel 2.4 Analisa lokasi ... 28
Tabel 2.5 Analisa Sistem parkir ... 29
Tabel 2.6 Analisa Tampilan ... 29
Tabel 2.7 Aktifitas pemakai bangunan dan kebutuhan ruang ... 30
Tabel 2.8 Perhitungan kebutuhan ruang ... 31
Tabel 2.9 Progam Ruang ... 36
Tabel 3.1 Hasil penilaian pada 3 pilihan lokasi tapak surabaya ... 41
DAFTAR GAMBAR
halaman
Gambar 2.1 Tampilan Interior Showroom ... 8
Gambar 2.2 Standart Ruang Showroom Mobil ... 9
Gambar 2.3 Diagram Use Case Bengkel ... 16
Gambar 2.4 Aktifitas dan Fasilitas Bengkel Modifikasi ... 17
Gambar 2.5 Fasilitas Penunjang ... 18
Gambar 2.6 Gambar Site Honda surabaya center ... 19
Gambar 2.7 Tampilan Honda Surabaya Center... 20
Gambar 2.8 Denah Honda Surabaya Center ... 21
Gambar 3.3 Lokasi II Kawasan Lingkar Dalam, Surabaya Barat ... 39
Gambar 4.6 Analisa Zoning ... 56
Gambar 4.7 Hubungan Ruang dan Sirkulasi ... 54
Gambar 4.8 Privat ... 54
Gambar 4.9 Publik ... 55
Gambar 4.10 Semi Publik ... 55
Gambar 4.11 Service ... 55
Gambar 4.12 Analogi Bentuk Mobil ... 56
Gambar 4.13 Detail analisa ... 57
Gambar 4.14 Analisa Tampilan Terhadap Site ... 58
Gambar 4.15 Material Material Bangunan ... 59
Gambar 4.16 Spiraling Skyscraper Farms ... 59
Gambar 4.17 The Regatta Luxury Complex ... 59
Gambar 5.2 Konsep bentuk masa bangunan ... 65
Gambar 5.3 Sketsa ruang bengkel ... 68
Gambar 5.4 Sketsa ruang kerja karyawan ... 68
Gambar 5.5 Sketsa ruang showroom ... 69
Gambar 5.6 Sketsa ruang kerja karyawan ... 69
Gambar 5.7 Sketsa ruang transportasi ... 70
Gambar 5.8 Sketsa hydran ... 71
Gambar 5.9 Sketsa lapisan dan dinding peredam bunyi ... 71
Gambar 6.1 Aplikasi bentuk bangunan ... 72
Gambar 6.2 Aplikasi bentuk tampak bangunan ... 59
Gambar 6.3 Aplikasi ruang luar ... 59
Gambar 6.4 Aplikasi entrance ... 59
Gambar 6.5 Denah penzoningan ... 59
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai kota dagang surabaya mengalami perkembangan ekonomi yang
cukup tinggi. Seiring dengan kemajuan tersebut, maka meningkat pula daya beli
masyarakat akan kebutuhan hidup antara lain kebutuhan tersier,salah satunya
adalah kendaraan roda empat bagi kaum menengah atas. Selain hal di atas
pertimbangan juga berdasarkan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat surabaya akan alat transportasi pribadi maupun angkutan yang nyaman.
Banyak juga event event otomotif yang selalu ramai di kunjungi oleh
masyarakat . Hal ini semakin terasa dengan hadirnya kendaraan roda empat dunia
dengan berbagai jenis dan pilihan yang ikut meramaikan pangsa pasar kendaraan
di indonesia khususnya di kota surabaya serta kota di sekitarnya yang tinggi
pertumbuhannya sekitar 8-12% pertahun 2009-2011 dapat di lihat pada tabel 1.1
Tabel 1.1Pertumbuhan Jumlah Kendaraan Roda Empat di indonesia
Tahun Mobil
penumpang
Mobil barang Mobil bus Jumlah
2008 542.994 195.479 63.835 802.308
2009 547.343 298.649 68.089 914.081
2010 645.083 258.033 101.415 1.004.531
Sumber : Polda jatim direktorat lalu lintas (oktober 2011)
Berdasarkan data polda jatim di atas, di ketahui bahwah minat minat
masyarakat terhadap kebutuhan kendaraan roda empat tiap tahun meningkat
peningkatan pertumbuhan tersebut di ramaikan oleh berbagai merek kendaraan di
Honda sendiri penjualan motor maupun mobil di dalam nengri cukup
segnifikan di bandingkan dengan merek lain seperti daihatsu toyota nisan maupun
suzuki di bawah ini dapat di lihat mobil paling laris dan terbanyak dalam
penjualan
Tabel 1.2 Lima mobil terlaris di surabaya
no Nama tipe mobil Jumlah terjual per tahun
1 Honda jazz 11.655 perunit
2 Honda cr-v 5.697 per unit
3 Daihatsu xenia 4.978 perunit
4 Toyota avanza 2.510 perunit
5 Suzuki apv 2.077 perunit
Sumber: Gabungan industri kendaraan bermotor indonesia (gakindo)
Untuk penjualan unit mobil honda lebih rinci pada kota surabaya dapat di lihat
pada tabel 1.3 di bawah ini :
Tabel 1.3 Pangsa Pasar Mobil Honda Menurut Jenisnya di Surabaya
Sumber : Marketing public relations PT. Honda. Ahas motor
Dengan tingginya minat masyarakat surabaya maka honda
menginvestasikan tempat tempat pemasaran dan service yang dapat dengan
mudah di jangkau oleh para pemakainya di beberapa pulau pulau besar di
indonesia yaitu pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawasi dan bali dengan jumlah
pusat showroom honda deangan fasilitas terlengkap sampai sekarang sebanyak No Jenis kendaraan Penjualan per (unit) Pangsa pangsar (%)
kurang lebih 66 buah showroom. Di surabaya sendiri telah ada beberapa dealer
showroom akan tetapi fasilitas dan kapasitas yang ada kurang memadai, tempat
tempat tersebut dapat di lihat pada tabel 1.4
Tabel 1.4 Jumlah pemakai mobil honda di jawa timur
no Lokasi jawa timur Jumlah pemakai
1 surabaya 5.697
2 mojokerto 4.978
3 malang 2.510
4 Lamongan 1. 340
Sumber : Polda jatim direktorat lalu lintas (oktober 2011)
Tabel 1.4 di atas menunjukkan banyaknya jumlah pemakai mobil honda
yang tersebar di daerah daerah jawa timur Sehingga, berlatar dari kondisi dan
fenomena yang telah disebutkan diatas, maka muncul suatu gagasan untuk
membuat suatu wadah yang merupakan pusat dari segala kegiatan jual beli dan
pameran yang diwujudkan dengan membuka pusat showroom mobil honda di
Surabaya dan service station di yang akan di tempatkan pada daerah Surabaya
karena di daerah Surabaya tempat paling banyak pemakai honda
1.2 Tujuan dan Sasaran Perancangan
Tujuan didirikannya pusat showroom honda di surabaya ini adalah sebagai
berikut:
• Memberikan wadah alternatif untuk otomania khususnya peminat serta pengguna produk kendaraan roda empat honda untuk mendapatkan
informasi secara lengkap tentang kendaraan roda empat yang di pasarkan
oleh honda
• Memberikan suatu ciri khas bagi bangunan dealer honda sehingga berbeda dengan berbagai dealer yang telah ada yang mampu mencerminkan ciri
khas yang mencerminkan konsep yang ingin dicapai yaitu kepedulian
terhadap lingkungan
• memberikan sumbangan terhadap nilai tambah sektor industri serta penyerapan tenaga kerja yang cukup besar.
• Membidik minat masyarakat terutama untuk kalangan elit terhadap otomotif mobil
Sasaran perancangan dari di kembangkanya obyek prancangan pusat showroom
honda di surabaya antara lain
• Merancang sebuah wadah atau pusat showroom,servis penjualan industri otomotif di surabaya
• Menciptakan sebuah showroom dengan konsep yang mempunyai fungsi berbeda pada setiap ruang yang tersedia untuk setiap segmentasi
pengunjung
• Menyediakan fasilitas fasilitas baru dan terlengkap bagi para pengunjung 1.3 Batasan dan Asumsi
Batasan obyek perancangan pusat showroom honda di surabaya ini diperuntukkan
bagi masyarakat kalangan menenngah atas baik itu di surabaya maupun dari kota
lain. Namun, peruntukan bangunan pusat showroom honda ini ialah untuk
pembeli dan service . Sedangkan, batasan jam operasional penjualan dan service
dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB. Untuk hak kepemilikan
bangunan diasumsikan milik swasta/perseorangan, sehingga nantinya diharapkan
1.4 TAHAPAN PERANCANGAN
Sub bab Metode Perancangan disini menjelaskan secara skematik tentang urutan yang dilakukan penyusun dalam menyusun laporan mulai dari tahap pemilihan judul sampai dengan laporan selesai untuk kemudian diaplikasikan pada gambar perancangan.
• Judul
Pusat showroom honda di surbaya • Interprestasi Judul
• Pengumpulan Data
Melalui studi Literarure
Dilakukan guna mendapatkan data-data yang berhubungan dengan pusat showroom honda di surabaya
Internet
Mencari informasi dan data dari situs internet yang berhubungan dengan sowroom mobil yang dapat digunakan sebagai referensi maupun bukti tertulis
Metode survey dan pengamatan langsung
Dengan metode ini digunakan untuk mencermati data yang terbukti secara nyata di lapangan. Melakukan studi lapangan pada site yang telah dipilih guna mengenali karakter site.
Pengolahan dan penyusunan data
Data yang telah diperoleh kemudian disusun, dievaluasi untuk kemudian hasilnya dijadikan pedoman dalam perencanaan pusat showroom honda di surabaya
Kompilasi dan Analisa Data
Penggabungan hasil studi internet dan studi pustaka yang kemudian dianalisa agar dapat mengetahui letak perbedaan maupun persamaan informasi yang telah didapat..
Teori tatanan
Teori tapak
Teori sirkulasi, dll.
• Gagasan Ide
Merumuskan gagasan konsep dan ide rancangan yang akan diterapkan
nantinya.
• Pengembangan Rancangan
1.5 Sistematika Laporan
Bab I : Pendahuluan
Bab ini merupakan pembuka laporan, yang merupakan uraian tentang latar
belakang perancangan, maksud dan tujuan perancangan, lingkup perancangan,
metode perancangan, dan sistematika laporan.
Bab II : Tinjauan Obyek Perancangan
Pada bab ini diuraikan tentang alasan pemilihan judul, secara teruarai
antara lain meliputi :
a. Tinjauan umum
Pada bab ini berisi tentang pendekatan terhadap proyek / judul
pembahasan dengan mengadakan pengenalan terhadap lingkup wilayah
perencanaan serta pengenalan objek. Studi kasus sebagai referensi dan lebih
memahami judul proyek yang akan direncanakan, memperoleh gambaran objek
dengan jelas melalui studi kasus objek yang sama.
b. Tinjauan khusus
Merencanakan sebenarnya judul tugas akhir dengan batasan yang dibuat
sebelum merancang. Lingkup pelayanan yang akan dilayani serta aktifitas
berupa studi gerak dan perletakkan perabot yang akandi lakukan pada
perancangan. Sehingga akan muncul besaran ruang dan fasilitas yang
BAB III : Tinjauan Lokasi
Pada bab ini merupakan penjelasan mengenai lokasi proyek yang akan
dipilih. Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi terutama potensi site, pencapaian,
dan keadaan lingkungan sekitar site.
BAB IV : Analisa Perancangan
Pada bab IV diuraikan mengenai konsep perancangan proyek yang akan
dibangun disesuaikan dengan tema rancangan yaitu pusat showroom honda di
TINJAUAN OBYEK PRANCANGAN
2.1 Tinjauan Umum
2.1.1. pengertian judul
“Pusat: merupakan sebuah pusat dari berbagai macam kegiatan” (kamus
umum bahasa indonesia :prof. Drs.s.wojowasito)
Showroom : Ruang pameran, kamar pajangan, tempat dimana perusahaan,
baik berdiri sendiri maupun yang mengadakan perserikatan dengan
perusahaan lainnya, memperagakan dan menjual hasil produksinya (John
M. Echols dan Hasan Shadily, 1989)
http://id.wikipedia.org/wiki/Honda Honda didirikan pada 24 September
1948 oleh Soichiro Honda. Honda merupakan produsen sepeda motor
terbesar di dunia sejak 1959, dan juga produsen mesin pembakaran dalam
terbesar dengan produksi lebih dari 14 juta unit tiap tahun.Honda berhasil
menggusur Nissan sebagai produsen mobil kedua terbesar di Jepang tahun
2001. Honda juga menggusur Chrysler, untuk menjadi pabrikan mobil
terbesar keempat di pasar AS. Sekarang ini, Honda juga pabrikan mobil
terbesar keenam di dunia. Pada 2004, perusahaan ini mulai memproduksi
motor diesel, yang sangat tenang dan tidak membutuhkan penyaring untuk
dapat melewati standar polusi.
Surabaya : ibu kota provinsi jawa timur dan kota terbesar ke dua di
indonesia (wikipedia)
Dari pengertian tersebut di atas maka dapat di simpulkan bahwa pusat showroom
di surabaya adalah pusat dealer otomotif utama dan terbesar yang memberikan
layanan penjualan kendaraan termasuk pengadaan suku cadang dan aksesoris
honda dan layanan pemeliharaan kendaraan honda yang berlokasi di ibu kota
2.1.2 Studi Literatur
2.1.2.1 Data arsitek
Berdasarkan dari literatur data arsitek Fasilitas dealer secara umum sekurang
kurangnya harus terdapat beberapa sarana sehingga mampu di kategorikan sebagai
dealer antara lain :
Showroom (ruang pamer)
Tempat perawatan servis dan perbaikan (bengkel)
Fasilitas penunjang
A. Showroom
Showroom berfungsi sebagai ruang pamer dan ruang transaksi penjualan
kendaraan roda empat.
Persyaratan showroom:
Tersedianya ruang bebas kolom untuk mempermudah sirkulasi kendaraan
Luasan ruang pamer mobil putaran 40-50m2/mobil dengan jarak 1,7 meter
Peminat harus dapat mengitari mobil yang di pamerkan tanpa halangan
dengan jarak pandang 5 meter
Luasan ruang pamer dalam keadaan penuh 24 m2/ mobil
Sirkulasi menggunakan penataan linear agar sirkulasi lebih mudah
Struktur menggunakan bentang lebar
Gambar 2.2 standart ruang showroom mobil
Sumber : Buku pedoman Data arsitek
B. Bengkel
Berdasarkan aktifitas yang di lakukan bengkel di bedakan kedalam dua devisi,
yaitu:
Bengkel pemeliharaan dan perawatan umum (service)
Bengkel modifikasi
A. Bengkel Umum
Bengkel jenis ini memberikan pelayanan standart guna menjaga kekuatan
serta kesetabilan kendaraan mesinkendaraan. Secara umum pelayanan yang di
berikan berupa perawatan berkala dan perbaikan ringan dan berat mesin
kendaraan roda empat. Berdasarkan keputusan mentri perindustrian dan
perdagangan republik indonesia nomor: 551/MPP/KEP/10 1999 tentang
bengkel umum kendaraan bermotor terdapat beberapa jenis bengkel yang di
klasifikasikan berdasarkan akan tingkat pemenuhan terhadap persyaratan
system mutu, mekanik, fasilitas dan peralatan serta manajemen informasi
A. Klasifikasi Bengkel Terdiri Atas :
Bengkel kelas I tipe A; B; dan C
Bengkel kelas II tipe A; B; dan C
Bengkel kelas III tipe A; B; dan C
Tipe bengkel sebagai mana di maksud di dasarkan atas jenis pekerjaan yang dapat
di lakukan yaitu :
Bengkel tipe A merupakan bengkel yang mampu melakukan jenis
pekerjaan perawatan berkala perbaikan kecil, perbaikan besar, perbaikan
chasis dan body
Bengekel tipe B merupakan bengkel yang mampu melakukan jenis
pekerjaan perawatan berkala kerbaikan kecil dan perbaikan besar, atau
jenis pekerjaan perawatan berkala perbaikan kecil, perbaikan chasis dan
body
Bengekel Tipe C merupakan bengkel yang mampu melakukan jenis
pekerjaan perawatan berkala perbaikan kecil
B.1 Persyaratan Umum Bengkel
Sistem Mutu Bengkel
persyaratan umum
sistem mutu yang di terapkan oleh bengkel sekurang-kurangnya dapat :
Menjamin identifikasi dan mampu telusur produk (jasa
perawatan dan perbaikan bengkel)
Pemenuhan persyaratan sistem bengkel untuk tiap-tiap kelas
bengkel di tunnjukan pada tabel berikut :
Pemenuhan persyaratan sistem mutu bengkel untuk tiap-tiap kelas bengkel di
Tabel 2.1 Persyaratan Sistem Menu Bengkel
No Persyaratan sistem mutu Kelas I Kelas II Kelas III
1 Persyaratan umum
2 Pedoman bengkel:
Tanggung jawab
manajemen
Perencanaan sistem mutu
Prosedur mutu
Proses penerimaan order
Proses pengerjaan
perawatan dan perbaikan
Proses inpeksi/ pemeriksaan
dan pengendalian hasil
perawatan Menc
3 Pengendalian atas perawatan
bengkel
4 Personil bengkel bermotor
5 Identifikasi dan mamp[u telusur
hasil perawatan dan perbaikan
Sumber :Hasil analisa pengamatan lapangan 2011
B.1.2 Pedoman Bengkel
Bengkel harus mempunyai pedoman bengkel, yang sekurang kurangnya
mencantumkan tanggung jawab manajemen, perencanaan sistem mutu, dan
prosedur mutu bengkel, yang terdiri dari :
Prosedur proses penerimaan order
Prosedur proses pengerjaan perawatan dan perbaikan
Prosedur proses penyerahan
Prosedur suku cadang
Prosedur standart biaya / jam kerja
Prosedur keselamatan kerja
Prosedur pelatihan
Prosedur penanganan limbah bengkel
Sumber : keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor :
551/MPP/Kep/10 1999
B.1.3 Fasilitas dan Peralatan Bengkel
Fasilitas bengkel
Bengkel kendaraan bermotor roda 4 atau lebih dan sekurang kurangnya
harus memiliki fasilitas, yang terdiri dari :
a. Fasilitas umum
b. Fasilitas penyimpanan
c. Fasilitas keselamatan
d. Fasilitas penampungan limbah
Stall
Bengkel kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sekurang kurangnya harus
memiliki stall, yang terdiri dari :
1. Untuk bengkel tipe A:
Stall pemeriksaan / diagnosa
Stall perbaikan dan perawatan
Stall perbaikan chasis dan body
Stall pengecatan
Stall pencucian kendaraan
Stall pelumasan
Jalur kluar – masuk kendaraan pada area stall
Ruang perbaikan motor bergerak
Stall pemeriksaan / diagnosa
Stall perbaikan dan perawatan
Stall pencucian kendaraan
Stall pelumasan
Jalur keluar masuk kendaraan pada area stall
Ruang perbaikan motor penggerak
3. Untuk Bengkel Tipe B2 :
Stall pemeriksaan diagnosa
Stall perbaikan dan perawatan
Stall perbaikan chasis dan body
Stall pengecatan
Stall pencucian kendaraan
Stall pelumasan
Jalur keluar masuk pada areal stall
4. Untuk Bengkel Tipe C :
Stall perbaikan dan perawatan
Stall pelumasan
Jalur keluar masuk kendaraan pada area stall
B.1.4 Peralatan Bengkel
Bengkel kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sekurang kurangnya harus
memiliki kelompok peralatan teknis sebagai berikut :
Untuk bengkel tipe A :
Kelompok peralatan perawatan
Kelompok peralatan air servise
Kelompok peralatan pembangkit listrik
Kelompok peralatan hand tool
Kelompok peralatan diagnosa kendaraan
Kelompok peralatan perawatan
Kelompok peralatan air servise
Kelompok peralatan pembangkit listrik
Kelompok peralatan hand tool
Kelompok peralatan diagnosa kendaraan
untuk Bengkel Tipe B2 :
Kelompok peralatan perawatan
Kelompok peralatan air servise
Kelompok peralatan pembangkit listrik
Kelompok peralatan hand tool
Kelompok peralatan diagnosa kendaraan
Untuk Bengkel Tipe C:
Kelompok peralatan perawatan
Kelompok peralatan air servise
Kelompok peralatan pembangkit listrik
Kelompok peralatan hand tool
Kelompok peralatan diagnosa kendaraan
B.1.5 Peralatan Keselamatan Kerja Bengkel
Bengkel kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sekurang kurangnya harus
memiliki peralatan keselamatan kerja yang terdiri dari :
a. Peralatan perlindungan diri yang sesui dengan resiko yang terdapat pada
ruangan kerja
b. Peralatan P3K
Jenis fasilitas dengan peralatan yang dimiliki opleh bengkel menentukan kelas
dan tipe bengkel. Jenis fasilitas dan peralatan bengkel dari masing masing
kelas dan tipe bengkel di tetapkan oleh direktur jendral industri logam mesi,
elektronik dan aneka
a. Persyaratan umum
Setiap bengkel mempunyai system menejemen informasi
Setiap bengkel mempunyai prosedur pemeliharaan dan
pengendalian
Setiap bengkel mempunyai system pembaruan agar data yang di
tampilkan merupakan data yang benar
Menyimpan data yang di dokumentasikan untuk minimal jangka
waktu 2 tahun meliputi
Data oprasional
Data profil / kondisi bengkel
Pedoman bengkel
Bengkel diklasifikasikan berdasarkan tingkat pemenuhan terhadap persyaratan
umum di atas dan manajemen informasi yang di terapkan.
sumber: keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor :
551/MPP/Kep/10 1999
B.1.6 Proses Bisnis Bengkel
Ada sejumlah proses bisnis yang di laksanakan oleh sebuah bengkel pada bagian
ini akan di jelaskan secara rinci proses bisnis yang berlaku :
Pihak eksternal yang terlibat dalam proses bisnis adalah :
a. pelanggan. Pelanggan bengkel yang membawa mobilnya untuk
mendapatkan layanan bengkel
b. pemasok (bahan baku, onderdil ). Prusahaan asuransi yang menjadi mitra
kerja bengkel sehingga bengkel menerimah perbaikan diri dari pelanggan
asuransi mitranya
c. prusahaan asuransi, prusahaan asuransi yang menjadi mitra kerja bengkel
sehingga bengkel menerimah perbaikan dari perbaikan dari pelanggan
Proses bisnis tersebut digambarkan dalam diagram Use Case sebagai berikut :
Gambar 2.3 diagram Use case bengkel
B.2 Bengkel Modifikasi (Khusus)
Pada bengkel ini aktifitas yang di lakukan kearah memperbaikki tampilan
kendaraan sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi pengguna
kendaraan. Untuk mobil modifikasi sendiri terdapat 5 kategori modifikasi
yaitu antara lain:
Mendaftar mobil
Menanyakan proges
pelayanan Menyetujui layanan
bengkel
Membayar tagihan
Mengantarkan barang pesanan
Mengambil
pembayaran
Menyetujui klaim asuransi
Membayar klaim
asuransi pelanggan
pemasok
1. . modifikasi hanya cutting stiker, hanya merupakan fariasi pemasangan
stiker
2. Modifikasi mobil prubahan penggantian selular baik depan, samping
belakang bahkan di tambah juga cutting stiker
3. Modifikasi prubahan kombinasi pernak pernik mobil seperti kabel busi,
boks, spidometer velg dan lainya
Sumber: hhtp://google.com/harianonlinesriwijayapost.htm
Modifikasi di atas dilakukan untuk menciptakan suatu kendaraan dengan
karakter sendiri. Sedangkan bengkel modifikasi sendiri sarana pendukung
yang di perlukan untuk melakukan aktifitas dan tujuan penanganan masalah
mengenai kendaraan roda empat lebih spesifik pada hal- hal tertentu seperti
terlihat pada beberapa tampilan modifikasi
Mixing modifikasi tampilan
Gambar 2.4 aktikas dan fasilitas bengkel modifikasi
C. Fasilitas Penunjang
Berfungsi memberikan kenyamanan bagi penggunan jasa yang ada di
Gambar 2.5 Fasilitas penunjang
D. Honda
Honda didirikan pada 24 September 1948 oleh Soichiro Honda. Honda merupakan
produsen sepeda motor terbesar di dunia sejak 1959, dan juga produsen mesin
pembakaran dalam terbesar dengan produksi lebih dari 14 juta unit tiap tahun.Honda
berhasil menggusur Nissan sebagai produsen mobil kedua terbesar di Jepang tahun 2001.
Honda juga menggusur Chrysler, untuk menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di pasar
AS. Sekarang ini, Honda juga pabrikan mobil terbesar keenam di dunia. Pada 2004,
perusahaan ini mulai memproduksi motor diesel, yang sangat tenang dan tidak
membutuhkan penyaring untuk dapat melewati standar polusi.
2.1.3 Studi Kasus
Dalam proses pembangunan proyek showroom sangat diperlukan adanya
kajian studi kasus atau studi banding. Hal ini bertujuan untuk lebih memahami
obyek rancangan yang sesuai dengan bangunan yang direncanakan :
Aspek Kwalitas
Tampilan Bangunan
Interior
Pola Tatanan Masa
Aspek Kwantitas
Pengguna Bangunan
Aktifitas Penghuni
Fasilitas/program ruang
Besaran Ruang
2.1.3.1 Honda Surabaya Centre
Honda surabaya centre adalah suatu pusat cabang dealer honda yang
berlokasi di surabaya, yaitu jl jend.Basuki rahmad no 33-37bsurabaya
60271.showroom ini menempati are seluas 3500m2 dengan total luas bangunan
5300m2
Gambar 2.6 Gambar site HSC
Fasilitas pelayanan showroom ini di kelompokan dalam 2 devisi, yaitu
devisi penjualan dan perawatan kendaraan Secara rinci fasilitas yang ada meliputi
penjualan kendaraan merek honda dalam berbagai jenis servise kendaraan dan
modifikasi secara rinci pelayanan tersebut adalah sebagai berikut
Penjualan
Fasilitas penunjang :
Ruang tunggu dan are bermain anak
Perawatan servise
Meliputi service berkala (tune up) overhoul understtel
Modifikasi
Tampilan Bangunan
Gambar 2.7 tampilan honda surabaya center
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan
sumber tertulis), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika
(Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur
dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur
tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi
modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis.
Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah
Tampilan bangunan showroom ini bergaya arsitektur modern yang di
dominasi oleh material kaca dan besi, yang pengaplikasianya terlihat pada
eksterior dan interior.bila kita masuk ke area auto center yang kita lihat pertama
yaitu sebuah tampilan yang kontras dengan tampilan global bangunan yaitu suatu
permainan bentuk dinamis pada sudut pandang pertemuan antara dua sisi bidang
masif yaitu bentukan krucut terbalik yang di dominasi oleh material kaca yang
memperhatikan area ruang dalam serta aktifitas dalam bangunan
Besaran Ruang
Seperti halnya shoroom shwroom pada umumnya denah shoroom honda surabaya
center dapat di lihat sebagai berikut
Gambar 2.8 Denah HSC
(sumber : hasil pengamatan lapangan, 2011)
Gubahan massa dan tampilan bangunan loby
hall
bengkel Kantor
cafe
Gubahan massa showroom ini adalah bentukan dari geometri persegi yang
mengalami penggabungan bentuk lingkaran sehingga menjadi bentukan gubahan
baru, lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 2.9 di bawah ini.
Gambar 2.9 Gubahan massa
2.1.3.2 Studi Kasus II : BMW of Hono Lulu
Bmw of honolulu adalah salah satu pusat cabang showroom dan servis center
BMWyaitu yang berlokasi di hono lulu
Gambar 2.10 Gambar site BMW of hono lulu
sumber :http//www.google.com/showroomBMW
Fasilitas ini di kelompokkan dalam 2 zona yaitu defisi penjualan dan defisi
perawatan kendaraan Secara rinci fasilitas yang ada meliputi penjualan mobil
BMWdalam berbagai jenis dan tipe
tampilan bangunan
Gambar 2.11 tampilan BMW of honolulu
Tampilan bangunan ini bergaya arsitektur kontenporer yang penggunaan material
sama seperti studi kasus 1 yaitu di dominasi oleh material kaca dan besi yang
pemakaiannya terlihat pada eksterior dan interior bangunan.
Gambar 2.12 eksterior dan interior BMW honolulu
Pencahayaan bangunan pada malam hari di bedakan antara eksterior dan interior
sehingga terlihat perbedaan, sehingga interior bangunan terlihat lebih jelas
Gambar 2.13 interior BMW honolulu
Penggunaan kolom komposit pada gambar sebelah kiri dan penggunaan
alumunium frame ekspos sebagai pengganti plafond dan penyelesaian detail
ruangan. Struktur ruang diekspos sebagai ciri arsitektur modern
Gambar 2.14 interior BMW honolulu
Struktur rangka ruang pada fasilitas puna jual struktur bangunan
Struktur bangunan showroom ini menggunakan perpaduan antara rangka baja
komposit, rangka batang dan rangka ruang yang di gunakan pada kolom
penyangga ruangan, sedangkan struktur penutup ruangan menggunakan rangka
baja ekspos
Struktur bangunan showroom ini menggunakan rangka baja dengan
beberapa macam pengaplikasian. Pda struktur penopang bangunan menggunakan
struktur rangkah baja yang di komposit, yang pengaplikasian komposit ¼ kolom
yang dilanjutkan dengan rangkah baja yang di ekspos, perpaduan antara rangka
beton dan rangka baja, rangka beton di gunakan untuk meningkatkan ke kokohan
bangunan sedangkan struktur rangka baja di gunakan untuk menciptakan kesan
modern
Suasana ruang dalam
Ruang ruang interior bangunan auto centre di bedakan dengan beberapa macam
penyelesaian disain rancangan, yaitu dengan cara perbedaan bangunan material
lantai, penataan dan penggunaan prabot yang berbeda sebgai pembatas ruang serta
pembedaan penyelesaian bangian interior
Gambar 2.13 interior BMW honolulu
Suasana ruang dalam
Untuk tiap fasilitas interior bangunan berdisain arsitektur modern kontemporer.
Yang terlihat pada hasil ytampilan penggunaan warna bangunan sedangkan gaya
Stall perbaikan
Stall pencucian
Gambar 2.14 Bagian stall perbaikan dan pencucian
Sumber :http//google.com/BMWof honolulu/htm
Honda Citra Cakra
PT Honda Prospect Motor (HPM) meresmikan dealer terbarunya Honda Citra
Cakra Surabaya pada Selasa, 31 Mei 2011 kemarin. Honda Citra Cakra
merupakan dealer resmi Honda yang ke-13 di wilayah Jawa Timur, Bali, dan
Lombok, atau yang keenam di kota Surabaya.
Dealer Honda Citra Cakra beralamat lengkap di Emerald Mansion Citraraya TX 6,
CitraLand, Surabaya. Dealer ini berdiri di atas lahan seluas 4.400 m2 dilengkapi
layanan penjualan dan purnajual (sales, service, spareparts) yang terpadu sesuai
dengan standar Honda.
Untuk penjualan, Honda Citra Cakra memiliki sebuah ruang pamer (showroom)
seluas 704 m2, layanan purna jualnya dengan fasilitas servis seluas 3.300 m2 yang
dilengkapi dengan 14 buah general repair bay, 4 quick service bay serta fasilitas
spooring balancing, serta area spare parts seluas 260 m2 untuk menyediakan suku
cadang.
Tampilan bangunan
Seperti halnya studi kasus sebelumnya Tampilan bangunan showroom ini
bergaya arsitektur modern yang di dominasi oleh material kaca dan besi, yang
pengaplikasianya terlihat pada eksterior dan interior.bila kita masuk ke area auto
center yang kita lihat pertama yaitu sebuah tampilan yang kontras dengan
tampilan global bangunan yaitu suatu permainan bentuk dinamis pada sudut
pandang pertemuan antara dua sisi bidang masif yaitu bentukan krucut terbalik
yang di dominasi oleh material kaca yang memperhatikan area ruang dalam serta
2.1.4. Analisa Hasil Studi
Tabel 2.2 Analisa Tatanan Massa
Sumber : analisa penulis 2011
Tabel 2.3 Analisa sirkulasi
Sumber : analisa penulis 2011
Tabel 2.4 Analisa lokasi
Honda surabaya center Honda citra cakra Bwf of hono lulu
Singgel building Singgel building Tatanan massa
Keuntungan kerugian Keuntungan Kerugian Keuntungan kerugian
Hubunga
Honda surabaya center Honda citra cakra Bwf of hono lulu
Menggunakan sirkulasi linear Menggunakan sirkulasi linear Menggunakan sirkulasi radial
Keuntungan kerugian Keuntungan Kerugian Keuntungan kerugian
Alur sirkulasi
Honda surabaya center Honda citra cakra Bwf of hono lulu
Pusat kota Pusat kota Pinggiran kota
Keuntungan kerugian Keuntungan Kerugian Keuntungan kerugian
Tabel 2.5 Analisa Sistem parkir
Sumber : analisa penulis 2011
Tabel 2.6 Analisa Tampilan
Sumber : analisa penulis 2011
2.2 Tinjauan khusus Perancangan
Honda surabaya center Honda citra cakra Bwf of hono lulu
Sistem parkir dalam singgel
building
Sistem parkir dalam singgel
building
Sistem parkir dalam tatanan
massa
Keuntungan kerugian Keuntungan Kerugian Keuntungan kerugian
Tidak
Honda surabaya center Honda citra cakra Bwf of hono lulu
Konsep modern Konsep moderen Konsep modern kontenporer
Keuntungan kerugian Keuntungan Kerugian Keuntungan kerugian
2.2.2 Penekanan perancangan
Pada pusat showroom honda di surabaya ini penekanan perancangan
secara singgel building . Karena ruang ruang yang di perlukan tidak terlalu
banyak dan tidak terlalu besar. Merujuk pada 3 studi kasus yang telah di analisa
seperti Honda surabaya center, Honda citra cakra dan BMW of hono lulu , maka
showroom ini membutuhkan ruangan kurang lebih sama seperti studi kasus yang
ada Ruang-ruang itu antara lain bengkel kantor dan fasilitas penunjang adapun
alasan mengapa ruangan ini di perlukan semuanya agar dalam satu bangunan
terdapat aktifitas yang lebih kompleks dan untuk kenyamanan pengunjung
2.2.3 Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan mencakup seluru lapisan pencinta otomotif khususnya
produk honda dengan area honda meliputi kota surabaya dan daerah di
skitarnya.dan masyarakat kalangan menengah atas
Lingkup playanan fasilitas di khususkan hanya untuk produk kendaraan
roda empat honda
Klarifikasi pemakai di kelompokan dalam:
Staff pengelola
Karyawan
Pengunjung showroom
Pengguna jasa honda
2.2.4 Aktifitas dan kebutuhan ruang
Berdasarkan kriteria batasan dan asumsi proyek yang di rencanakan, selanjutnya
akan di bahas aktifitas dan kebutuhan ruang. Pembahasan mengacu pada hasil
evaluasi studi litelatur dan studi kasus
No Pengguna Aktifitas Kebutuhan ruang fasilitas 1 Pengelola
Direktur Menerima tamu
Memimpin prusahaan
Rg. Tamu
Rg. Direktur
f.utama
Seketaris Mengetik Rg. Seketaris
Sales Menawarkan produk
Melakukan negoisasi
Rg. Karyawan
Rg. Negoisasi
Staff admin kegiatan administrasi
Menyimpan arsip
Rg. Admin
Rg. arsip
2 Pengunjung
Pengunjung Mencari informasi
Melihat produk
3 Pengelola Bangunan
Keamanan Menjaga keamanan Rg keamanan f.penunjang
Mekanik ME Merawat dan membenahi ME
Cleaning service Istirahat
4 Mekanik
Sumber : analisa penulis, 2011
2.2.5 Perhitungan Kebutuhan Ruang
Berdasarkan fasilitas yang di sediakan dan asumsi jumlah pemakai maka
kebutuhan luas ruang adalah
Melakukan perhitungan luasan ruang berdasarkan kebutuhan ruang.
Perhitungan luas ruang disusun berdasarkan jumlah dan standar satuan terkecil
dari masing aktifitas, serta prasarana yang dibutuhkan pada
masing-masing ruang tersebut. Dan secara jelas diuraikan dan dihitung pada tabel 2.3
berikut ini.
Tabel 2.8 Perhitungan kebutuhan ruang
Kelompok fasilitas
Fasilitas ruang Kapasitas/ jumlah
Perhitungan Sumber Jumlah
Jumlah 1.291,26
Toilet pengunjung 2 wc
penunjang
R.santai 2meja biliyard
Fasilitas
R.chiller 3 unit@200 ton 2,5x5,5
Keterangan :
NAD: neufert architec data
TSS: time saver standart
SVY: survey
ASS: asumsi
HDI: human dimension and interior space
CCEF: confrence,convention and exhibition facilities
2.2.6 Progam ruang
Program Ruang
Melakukan perhitungan luasan ruang berdasarkan kebutuhan ruang. Perhitungan
luas ruang disusun berdasarkan jumlah dan standar satuan terkecil dari masing-masing
aktifitas, serta prasarana yang dibutuhkan pada masing-masing ruang tersebut dan secara
jelas diuraikan dan dihitung pada tabel 2.4 berikut ini.
Tabel 2.9 Progam Ruang
no Kebutuhan ruang Fasilitas ruang luas
1 Fasilitas Showroom Publik 1.936,89
2 Fasilitas Bengkel Publik 1933.9
3 Fasilitas sperpart Publik 724,2
4 Fasilitas penunjang Publik 583,9
5 Fasilitas Pengelola Privat 541,5
6 Fasilitas service privat 291,9
total 6012.29
4.wastafel 0,9x1,1m2 0.9
Jumlah 223,8 Sirkulasi
30%
67,1
BAB III
TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN
4.1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi
Proyek yang direncanakan merupakan bangunan fasilitas umum pusat showroom
honda yang diperuntukkan untuk golongan menengah ke atas, maka ada beberapa kriteria
yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi proyek yang berkaitan dengan tapak
maupun bangunan antara lain :
Lokasi tapak sebaiknya berada di daerah yang masih berkembang dan
belum padat penduduknya.
Lokasi tapak harus dekat dengan jalan besar agar mudah dalam akses
pencapaian menuju ke tapak.
Lokasi tapak harus mempunyai pemandangan yang bagus sehingga
memiliki daya jual yang tinggi mengingat bangunan yang direncanakan
adalah bangunan komersil.
Lokasi tapak sebaiknya berdekatan dengan fasilitas-fasilitas penunjang
lainnya seperti hypermatket, MCD, KFC, Pendidikan dll.
3.1.2 Alternatif Pilihan Lokasi
Apabila disesuaikan dengan sasaran proyek, lingkup pelayanan proyek,
luas kebutuhan bangunan, serta fungsi proyek ke depannya maka pilihan lokasi
proyek di surabaya di pilih karena di surabaya adalah kota terbesar ke dua di
Dari kota surabaya maka ada beberapa pilihan lokasi proyek yang strategis di
antaranya yaitu di Jalan Tunjungan, jalan lingkar dalam, dan jalan ngemplak .
Pada pilihan lokasi pertama yaitu Jalan Tunjungan. Dari segi lokasi,
merupakan lokasi yang sangat strategis karena berada di pusat kota dan daerah
perdagangan – komersial jasa. Dengan tingkat ruang terbuka yang cukup karena
selain lahan yang luas, namun juga view yang tidak sempit atau terhimpit oleh
gedung tingkat tinggi yang berlebihan. Kawasan ini merupakan kawasan cagar
budaya kota lama Surabaya sehingga apabila ada proyek baru harus mneyesuaikan
dengan konteks lingkungan yang ada. Sehubungan dengan fungsi proyek sebagai,
maka dibutuhkan tingkat ketenangan yang sedang agar segala kegiatan yang
bersifat jual beli negoisasi dapat berjalan dengan baik. Pengaturan tingkat
kebisingan dapat disesuaikan pada penataan massa yang tidak terlalu dekat
dengan jalan raya (menurut garis sepadan jalan yang telah ditentukan
Pada pilihan lokasi kedua yaitu kawasan jl lingkar dalam surabaya barat .
Dari segi lokasi, merupakan lokasi yang cukup potensial dan strategis karena
berada di kawasan perdagangan – jasa Surabaya Barat. Dengan tingkat ruang
terbuka yang cukup tinggi karena didaerah yang tingkat kepadatan bangunannya
tidak seperti kawasan Surabaya Pusat namun berada di kawasan berkembang
Surabaya. Tingkat kebutuhan ruang terbuka yang cukup serta view yang cukup
luas (tidak terhimpit oleh kondisi padat bangunan, sehingga pengolahan ruang
luar (ruang terbuka) dapat optimal. Apabila disesuaikan dengan kebutuhan
ketenangan pengguna bangunan, maka lokasi ini cukup strategis karena berada di
tepi koridor jalan utama. Lahan di lokasi ini cukup luas sehingga memungkinkan
adanya tatanan massa dan ruang terbuka yang luas. Sehubungan dengan tingkat
ekonomi pengguna bangunan maka, pada lokasi ini dapat mewakili bidikan pasar
yang luas baik itu kalangan menengah atas Kemungkinan harga lahan di lokasi ini
cukup tinggi dikarenakan letak lahan yang berada di sekitar perdagangan dan
kawasan pengembangan Surabaya Barat serta dekat dengan pusat perbelanjaan,
pendidikan, perdagangan – jasa, dan hiburan.
Pada pilihan lokasi ketiga yaitu Jalan Jimerto – distrik Ketabang Kali
Surabaya. Dari segi lokasi, merupakan lokasi yang cukup potensial dan strategis
karena berada di pusat kota namun berada di kawasan permukiman lama yaitu tepi
Jalan Ngemplak dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Tingkat kebutuhan
ruang terbuka pada jalan ini cukup dengan view yang cukup luas (tidak terhimpit
oleh kondisi padat bangunan, sehingga pengolahan ruang luar (ruang terbuka)
dapat optimal dan dekat dengan sungai kalimas sebagai view tambahan
Dari kriteria- kriteria di atas dan beberapa pertimbangan analisa maka Surabaya Barat di
pilih dalam penetapan lokasi proyek.
3.2 Penetapan lokasi
Berdasarkan kriteria yang disebutkan dalam subbab di atas, maka ada tiga pilihan
alternatif lokasi tapak yang dipilih untuk bangunan showroom honda adalah sebuah
lahan di Jl. Lingkar dalam,jl ngemplak dan jl tunjungan
Dari tiga pilihan alternative lokasi tapak kita dapat menjelaskan aksesibiltas,
suasana dan pemandangan dari tiap masing-masing lokasi.
Penilaian Lokasi
Berdasarkan hasil analisa eksisting site dari ketiga lokasi diatas, maka
dapat disimpulkan penilaian pada alternative lokasi proyek dapat dilaksanakan
seperti pada tabel di bawah ini
Tabel 3.1 Hasil Penilaian pada 3 Pilihan Lokasi Tapak di Surabaya
No Kriteria Jl. Tunjungan Jl. Lingkar dalam Jl. Ngemplak
1. Kemudahan
Barat, tetapi berada di daerah perumahan dan
3 Mudah dilihat, karena berada pada jalan utama. 1
4. Tingkat karena berada di jalan
arteri primer kota.
Lalu lintas cukup rendah karena berada di jalur
arteri sekunder kota.
buatan di lahan site. 2
Memiliki ruang terbuka dan view yang luas
dikarenakan masih banyak lahan kosong dan banyaknya RTH di
sekitar site.
3
Memiliki ruang terbuka yang cukup dikarenakan terdapat view ke arah
sungai dan taman di seberang jalan.
Tinggi karena berada di kawasan pusat kota berada di kawasan pusat
pemerintahan kota Surabaya.
2
Keterangan : 3 : Sangat baik 2 : Cukup baik 1 : Kurang
Dari tabel 3.1. di atas dapat disimpulkan bahwa daerah lingkar dalam surabaya
lebih cocok dijadikan lokasi tapak showroom. Karena lokasi lingkar dalam lebih bagus
dan strategis dibandingkan lokasi di tunjungan dan ngemlak. Untuk sasarannya lebih
cocok karena berdekatan dengan apartemen dan perumahan menengah ke atas. Untuk
Aksesibilitasnya sangat bagus karena bisa melalu akses koridor jalan seperti melalui
perumahan graha famili, bukit darmo buelvard dan dan banyak fasilitas-fasilitas
penunjang di sekitar lokasi tapak seperti universitas UNESA, SMU PETRA, PTC, MCD,
KFC dll.
Dengan pemilihan lokasi yang cukup luas diharapkan nantinya bisa menghasilkan
penataan bangunan yang cukup bagus kerana lokasi tapak di dukung pemandangan dan
3.3 Kondisi exsisting site
Gambar 3.1. Lokasi Tapak
Data kondisi eksisting secara administrative sebagai berikut :
Kelurahan : kel lidah wetan
Kecamatan : wiyung
Kotamadya : Surabaya
Provinsi : Jawa Timur
1. Data kondisi administrasi
Provinsi : Jawa Timur
Kotamadya : Surabaya
Kecamatan : wiyung
Kelurahan : kel lidah wetan
2. Batas wilayah
Lahan kosong
PERUMAHAN
SITE
Lahan kosong
unesa
Utara : Hamparan tanah kosong
Selatan : perumahan
Timur : hamparan tanah kosong
Barat : unesa
3. Kondisi Topografi
Ketinggian : 2.2 – 3.4 m
Kemiringan : 0 – 3 %
4. Obyek yang perlu dikonservasi
Obyek yang perlu dikonservasi di sekitar site adalah vegetasi-vegetasi
yang berada
3.1.1. Aksesibilitas
Pada gambar 3.3. di bawah pencapaian tapak dapat ditempuh dengan kendaraan umum
maupun kendaraan pribadi. Dimana untuk pencapaian ke tapak tidak hanya dapat
dilakukan melalui jalan primer yaitu jalan lingkar dalam, tetapi dapat juga dicapai dengan
Ket : jalan primer
Jalan arteri
3.1.2. Potensi Lingkungan
Pada gambar 3.4. di bawah potensi alam sekitar dan potensi site ini berupa
hamparan tanah kosong dan banyaknya vegetasi dapat mempengaruhi tampilan
bangunan. Yaitu kaitannya antara potensi view dan potensi angin setempat dengan
orientasi bukaan pada jendela.
3.1.3. Infrastuktur Kota
Utilitas
Infrastuktur pada lokasi site sangat bangus seperti utilitas seperi air bersih
masih bisa didapatkan melalui pipa PDAM.
Drainase
Pada tapak saluran drainase atau pembuangan air kotor pada daerah ini
telah tersedia dengan baik.
Listrik
Jl.lingkar dalam Lahan kosong
PERUMAHAN
Lahan kosong
unesa
danau Jl.graha family
Kebutuhan daya listrik di wilayah perencanaan untuk fasilitas umum.
Kebutuhan listrik di daerah ini sudah tersedia dengan cukup baik.
Telepon
Jaringan telepon di daerah ini sudah terpasang sehingga memudahkan
komunikasi.
Penangan sampah
Untuk penangan sampah di lokasi sangat baik karena tersedianya TPS (
tempat pembuangan sampah ) di jalan bukit indah lontar dan graha famili
yang dekat dengan lokasi site.
3.1.4. Peraturan bangunan setempat
Berdasarkan RDTRK kota administrative Surabaya Timur, diperoleh data tentang batasan
tapak sebagai berikut :
Status tanah : swasta
KDB : 70 - 80%
KLB : 5 – 10 lantai
GSB : 10m
BAB IV
ANALISA PERANCANGAN
4.1 Analisa site
4.1.1 Analisa aksebilitas
Pada gambar 4.1 di bawah sirkulasi di sekitar tapak menggunakan jalan primer
yaitu melalui koridor jalan lingkar dalam, bukit darmo bulervard dan jalan babatan yang
didominasi oleh dua arah baik dari arah jalan lingkar dalam, bukit darmo bulervard dan
jalan babatan yang tingkat kepadatannya sedang.selain itu untuk menuju site juga bisa di
lakukan dengan melewati jalan arteri seperti jalan graha family dan bukit indah lontar
untuk pencapaian akses menuju tapak
Untuk akses pencapaian kendaraan menuju ke tapak dapat di lalui dua lajur.
arteri dan primer. Penempatan pintu masuk dan keluar tapak perlu dipertimbangkan
terhadap kemudahan sirkulasi kendaraan baik kendaraan penghuni maupun tamu.
Dan untuk pertimbangan perletakan ME dan SE sebaiknya dibuat terpisah agar
tidak menimbukan kemacetan di dalam maupun luar site. Dan untuk pertimbangan
perletakan ME dibuat di sisi barat site karena melalui lajur jalan primer dan SE dibuat
pada sisi selatan site yang merupakan jalan arteri agar tidak menimbulkan kemacetan baik
di dalam maupun luar site.
Tabel 4.1. Analisa Main Entrance dan Site Entrance
Kriteria ME A B C
Mudah dilihat 2 3 3
Mudah dijangkau 3 2 1
Aman dicapai 1 3 2
Dari tabel 4.1. di atas kriteria pemilihan ME yang mendapatkan nilai tertinggi
akan dijadikan letak ME yaitu titik B yang dapat dilihat pada gambar 4.1. di bawah
karena letaknya yang mudah dijangkau, mudah dilihat dan aman untuk dicapai sehingga
titik B dipilih menjadititik ME pada lokasi site.
Gambar 4.1. Analisa aksesibilitas
4.1.2. Analisa Iklim
1. Matahari
Pada gambar 4.2. di bawah menunjukkan arah matahari mengarah ke arah timur dan
barat sehingga membutuhkan penyelesaian agar bangunan tidak mendapatkan radiasi
matahari secara berlebihan. Karena tapak menghadap ke arah timur dibutuhkan solusi
A
B c
Tanah kosong
Graha famili
Tanah kosong
Tanah kosong
untuk penyelesain tapak dari radiasi matahari agar bangunan dapat berfungsi secara
optimal.
Dan untuk penyelesain bangunan terhadap radiasi matahari adalah dengan membuat
sebuah pemecahan solusi terhadap radiasi cahaya matahari dengan orientasi bukaan pada
jendela yang dimaksimalkan ke arah timur dan barat, agar ruang dalam tidak menerima
radiasi panas yang berlebihan, maka diperlukan penyelesaian desain berupa alat
pembayangan buatan pada bangunan sehingga meminimalkan radiasi matahari.atau
dengan menggunakan secondari skin
2. Angin
Pada gambar 4.3. di bawah angin di bedakan menjadi dua angin lokal dan angin
musim angin lokal adalah angin yang melewati selah selah bangunan yang bisa di jadikan
sebagai penghawaan alami di karenakan letak site terdapat bangunan bangunan tinggi jadi
sangat kecil kemungkinan angin lokal bertiup melewati site demi untuk mengantisipasi
dampak dari bangunan tinggi di butuhkan penyelesaian seperti pembuatan penghawaan
buatan seperti memasang pendingin dan sebagainya
site Tanah kosong
Graha famili
Tanah kosong
Tanah kosong
Gambar 4.3. Analisa angin terhadap site
3. Hujan
Pada gambar 4.4. di bawah tapak merupakan daerah curah hujannya tinggi.
Kondisi tapak yang berupa lahan datar selain itu bentuk tapak yang panjang dan tidak
sama pada tiap sisinya maka perlu dipikirkan sistem pembuangan yang tepat untuk
mengatasinya.
Saluran drainase tapak dibuat pada sisi utara dan selatan tapak di sisi barat tapak
terdapat saluran pembungan berupa box culvert yang bisa dimanfaatkanuntuk saluran
drainase pada tapak.
Tanah kosong
Graha famili
Tanah kosong
Tanah kosong
4.1.3. Analisa lingkungan sekitar
Pada gambar 4.4 potensi view pada site dimanfaatkan sebagai orientasi
pemandangan bagi pengguna showroom mobil. View terbaik berada pada arah barat,
yang berupa danau. Pada arah timur memiliki view baik berupa vegetasi dan bangunan
pemukiman.
Untuk dapat memaksimalkan potensi view diperlukan pendaerahan/zoning yaitu
dengan meletakkan area servis pada view baik dan oreintasi pembukaan ke arah view
terbaik yang diutamakan bagi unit-unit showroom dengan tetap memperhatikan iklim
setempat
keterangan baik
sangat baik
Gambar 4.4. Analisa view lingkungan sekitar Tanah kosong
Graha famili
Tanah kosong
1. Kebisingan
Pada gambar 4.5. di bawah posisi site di arah barat terdapat dua lajur jalan primer yang
dilalui oleh kendaraan yang cukup padat yang banyak dilewati oleh mobil truk-truk besar
sehingga menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu pengguna showroom Maka
perlu dipikirkan solusi desain untuk dapat menanggulangi atau meminimalisir kebisingan
dengan cara, pemakaian material dan finishing bangunan yang dapat meredam bising agar
mendapatkan suasana nyaman
Gambar 4.5. Analisa kebisingan
Tanah kosong
Graha famili
Tanah kosong
unesa
4.1.3. Analisa zoning
Pada gambar 4.6. di bawah anilsa zoning di dalam site dibuat terpisah agar setiap
fasilitas-fasilitas berfungsi secara optimal. Seperti fasilitas publik ditempatkan di arah
barat yang mempunyai view sangat baik service ditempatkan di arah timur yang bersivat
privat dan nyaman bagi para pengguna
Gambar 4.6. Analisa zoning service
Semi privat
Fasilitas publik : Lobby
Ruang showroom
Ruang modifikasi
Ruang bengkel
Ruang aksesoris
Ruang mobil
Fasilitas semi privat : Ruang bermain
Cafetaria
Ruang tamu
Ruang karyawan
Ruang tunggu
Ruang admin
Fasilitas service : Ruang keamanan
Ruang ME
Ruang panel
Ruang genset
4.2. Analisa ruang
4.2.1. Organisasi ruang
Organisasi ruang dalam proyek bangunan showroom ini dalam tiga bagian yaitu :
rg direktur
4.2.2. Hubungan Ruang dan Sirkulasi
Hubungan ruang dan sirkulasi dalam perancangan proyek bangunan showroom
ini merupakan awal dari proses perancangan. Dalam hal ini berfungsi untuk pencapaian
antara ruang ke ruang yang lain.Dan berikut ini adalah diagram hubungan antar ruang
dalam bangunan.
Makro
Keterangan : dekat
Sedang
Jauh
Gambar 4.7. hubungan ruang dan sirkulasi
lobby rg. showroom Rg. Negoisasi Rg bengkel Rg. Modifikasi
Rg. Aksesoris Kasir Rg mobil
Rg. bermain Cafetaria
Toilet Rg. Parkir
Rg. Tamu Rg. Karyawan
rg tunggu Rg. Admin
1. privat
Gambar 4.8. Privat
2. publik
Gambar 4.9. Publik
Gambar 4.10. Semi publik
4. service
4.2.3. Diagram Abstrak
Pembagian zona fasilitas bangunan
1. Lantai satu dimanfaatkan untuk fasilitas publik seperti lobby,hall,bengkel dan
tempat informasi sedangkan untuk fasilitas service berada pada samping dan
belakang bangunan seperti ruang untuk genset, trafo, gardu listrik, tendon air,
pompa air,dan ruang keamanan.
2. Lantai dua dimanfaatkan untuk fasilitas semi public seperti kantor pengelola
dan pantri
3. Lantai tiga sampai ke atas dimanfaatkan untuk gudang gudang penyimpanan
4.3. Analisa Bentuk dan Tampilan
4.3.1. Analisa Bentuk Massa Bangunan
Proyek rancangan pusat showroom honda di Surabaya mengambil konsep
terhadap bangunan yang futuristic dengan pendekatan hybird architecture. Hal ini karena
isi utama dari bangunan ini adalah mobil , yang merupakan sesuatu hal yang memiliki
kecanggihan dalam hal teknologi. Oleh karenanya, obyek rancang ini akan memadukan
beberapa bentuk dasar bangunan yang berasal dari bentukan mobil itu sendiri.
Ide bentuk pada Pusat showroom honda di Surabaya mengambil dari bentuk
tampilan hybird kemudi Honda yang mempunyai karakteristik tersendiri , karena selain
bangunan ini berisikan segala hal mengenai mobil, juga karena faktor bahwa Honda
merupakan mobil yang terus berkembang hingga saat ini. Bahkan masyarakat awam lebih
mengetahui keberadaan akan mobil honda .
Gambar 4.13 Detail analisa
Dengan mengambil bentukan hybird sebuah kemudi Honda, yang berdasarkan
kelompok bentuk ruang utama ruang service dan fasilitas pendukung, maka menjadi
sebuah ide dengan tiga pengelompokan jenis ruangnya. Yang dimana dalam bentuk ruang
terbesar akan dijadikan pusat dari kegiatan yang akan dinaungi oleh obyek rancang ini,
dikarenakan ruang yang besar menjadi sebuah penghubung dengan bagian-bagian bentuk
yang lainnya. Sementara untuk bentuk yang lainnya akan diisi dengan ruangan-ruangan
seperti entrance hall, fasilitas servis dan perkantoran, fasilitas penunjan
Fasilitas semi privat
Fasilitas publik
4.3.2. Analisa Tampilan
Tampilan yang akan disajikan dalam Pusat showroom honda di Surabaya sesuai
dengan konsep yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu konsep tampilan bangunan
futuristic dengan pendekatan hybird Architecture. Yang dimaksud dengan konsep
bangunan futuristic ialah bangunan yang mengandung citra dinamis, estetis, dan inovatif,
terutama dari segi teknologi yang digunakan ( dinamis, canggih, dan ramah lingkungan ).
Sementara yang dimaksud dengan High Tech Architecture ialah arsitektur yang
tampil dengan teknologi tinggi, melalui pemakaian material bahan bangunan seperti baja,
kaca, atau bahan-bahan logam lainnya,
Gambar 4.15 material material bangunan
Pada Gambar 4.15 merupakan salah satu material material yang akan di pakai pada
bangunan pusat showroom honda di surabaya untuk penerapan teknologi bangunan sperti,
konstruksi, system penghawaan buatan, system sirkulasi sehingga citra sebagai bangunan
berteknologi tinggi bisa dicapai dengan penampilan bergaya Hybird Architecture.
Dari kedua pengertian terhadap konsep bangunan futuristic dan Hybird
Architecture, keduanyan memiliki kesamaan yaitu penerapan teknologi yang canggih.
Sehingga dalam penerapan tampilan bangunannya, obyek rancang akan menerapkan
konsep hybird Architecture pada penggunaan material bahan bangunannya serta
rancang sesuai dengan ciri tampilan atau citra yang dimiliki bangunan-bangunan
futuristic. Untuk tampilan obyek rancang ini, terdapat beberapa refrensi bangunan yang
menggunakan konsep futuristic yang dapat dijadikan sebuah acuan dalam tampilan obyek
rancang. Seperti pada gambar 4.16 dan 4.17 yang merupakan refrensi terhadap tampilan
bangunan futuristic.