• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

IV METODE PENELITIAN

4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bogor dengan responden para peternak ayam broiler yang menjalin kerjasama sebagai mitra dengan perusahaan kemitraan Dramaga Unggas Farm (DUF). Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa DUF merupakan perusahaan yang sedang berkembang dengan lokasi peternak plasma yang mudah untuk dikunjungi, serta adanya kesediaan perusahaan untuk memberikan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2011.

4.2 Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung dan wawancara dengan peternak plasma. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan. Data sekunder diperoleh dari sumber- sumber lain dalam bentuk tidak langsung berasal dari usaha yang diteliti atau berasal dari luar. Data ini diperoleh dari buku, Badan Pusat Statistika (BPS), Departemen Pertanian, perpustakaan LSI IPB, internet, dan literatur lain yang relevan dan berkaitan dengan penelitian ini.

4.3 Metode Pengumpulan Data

Jumlah populasi peternak yang bekerjasama dengan DUF pada Bulan Juni 2011 adalah sebanyak 46 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Peternak yang dijadikan responden dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria peternak yang saat ini masih terdaftar sebagai peternak plasma DUF dan sudah bergabung dengan DUF sebanyak minimal dua periode produksi, sehingga responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 orang. Pemilihan metode berdasarkan pertimbangan bahwa peternak tersebut memiliki pengalaman yang cukup, dan dapat mengisi dengan baik daftar pertanyaan yang diajukan.

(2)

31 4.4 Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap atribut yang diduga berpengaruh terhadap kepuasan peternak plasma. Uji validitas digunakan untuk mengetahui derajat ketepatan suatu ukuran untuk menggambarkan kebenaran secara universal. Pengujian atribut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pertanyaan yang diajukan dapat dimengerti oleh responden. Pengujian dilakukan kepada 12 responden diluar kerangka sampling. Uji validitas dihitung dengan metode Cochran Q Test. Dengan tahapan sebagai berikut :

1) Menentukan Hipotesis

H0 : Kemungkinan semua atribut yang diuji dipertimbangkan oleh seluruh responden

H1 : Kemungkinan ada atribut yang diuji tidak dipertimbangkan oleh seluruh responden

2) Mencari Q hitung, dengan rumus : 𝑄ℎ𝑖𝑡 = (𝑘 − 1) 𝑘 𝐶𝑖𝑘𝑖 2− 𝐶𝑖𝑘𝑖 2

𝑘 𝑅𝑖 − 𝑅𝑛𝑖 𝑛1 2 Keterangan :

k : jumlah atribut yang diuji Ci : jumlah skor atribut i Ri : jumlah skor responden i

3) Membandingkan hasil Q hitung dengan Q tabel. Q tabel diperoleh dari tabel Chi Square Distribution dengan derajat kebebasan (dk) = k-1 dan alpa = 0,05.

Kiteria keputusan untuk perbandingan tersebut adalah : Tolak H0 dan terima H1, jika Q hitung > Q tabel

Terima H0 dan tolak H1, jika Q hitung < Q tabel

4) Jika hasil pengujian menunjukkan hasil tolak H0, maka dilakukan pengujian selanjutnya dengan rumus yang sama. Pada pengujian ini, jawaban dengan proporsi yang terkecil dikeluarkan.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh hasil Q hitung sebesar 17,75 dan Q tabel sebesar 24,99 (Q hitung < Q tabel), sehingga

(3)

32 disimpulkan terima H0. Jadi, semua atribut yang diuji dipertimbangkan oleh seluruh responden.

Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui bahwa atribut yang digunakan sudah baik dan mampu mengungkapkan informasi sebenarnya dilapangan. Perhitungan uji ini dapat dilakukan menggunakan metode Hoyt Test.

Tahapannya adalah sebagai berikut :

1) Mencari nilai jumlah kuadrat responden JKr, dengan rumus : 𝐽𝐾𝑟 = 𝑋𝑡2

𝑘 −( 𝑋𝑡)2 𝑘𝑁 Keterangan :

JKr : jumlah kuadrat responden k : banyaknya butir pertanyaan N : banyaknya responden Xt : skor total responden

2) Mencari nilai jumlah kuadrat butir, dengan rumus : 𝐽𝐾𝑏 = 𝐵2

𝑁 −( 𝑋𝑡)2 𝑘𝑁 Keterangan :

JKb : jumlah kuadrat butir

∑ B2 : jumlah kuadrat jawaban benar (∑Xt)2 : kuadrat dari skor total

3) Mencari nilai jumlah kuadrat total JKt, dengan rumus : 𝐽𝐾𝑡 = ( 𝐵)( 𝑆)

( 𝐵) + ( 𝑆) Keterangan :

JKt : jumlah kuadrat total

(∑B) : jumlah kuadrat jawaban benar (ya) seluruh butir (∑S) : jumlah kuadrat jawaban salah (tidak) seluruh butir 4) Mencari jumlah kuadrat sisa dengan rumus :

𝐽𝐾𝑠 = 𝐽𝐾𝑡 − 𝐽𝐾𝑟 − 𝐽𝐾𝑏

5) Mencari varians responden, varians butir dan varians sisa dengan rumus : 𝑉𝑟 =𝐽𝐾𝑟

𝑑𝑏𝑟 𝑉𝑏 =𝐽𝐾𝑏

𝑑𝑏𝑏 𝑉𝑠 =𝐽𝐾𝑠 𝑑𝑏𝑠

(4)

33 Keterangan :

Vr : Varians responden dbr : derajat bebas responden Vb : Varians butir dbb : derajat bebas butir Vs : Varians sisa dbs : derajat bebas sisa

6) Memasukkan nilai varians yang diperoleh kedalam rumus, dan membandingkan hasilnya dengan tabel r product moment.

𝑟11 = 1 −𝑉𝑠 𝑉𝑟 Syarat :

Jika |r11| < r product moment, berarti atribut tidak reliable Jika |r11| > r product moment, berarti atribut reliable

Berdasarkan hasil perhitungan, dihasilkan nilai |r11| sebesar 0,552 dan nilai r product moment (α=0,05) sebesar 0,532. Karena |r11| lebih besar dari r tabel, sehingga disimpulkan bahwa atribut yang akan diajukan sebagai pertanyaan dalam kuisioner penelitian ini dapat diandalkan dan mampu mengungkapkan informasi yang sebenarnya di lapangan.

4.5 Metode Analisis Data

Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.

Data kualitatif digunakan untuk mengetahui gambaran umum pola kemitraan.

Sedangkan data kuantitatif yang diperoleh dari peternak plasma akan digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan peternak. Alat yang digunakan untuk melakukan analisis tersebut adalah metode IPA dan metode CSI.

4.5.1 Importance Performance Analysis (IPA)

Dalam penelitian ini, analisis kepuasan pelayanan perusahaan DUF akan dilakukan dengan metode IPA. Metode ini merupakan suatu teknik penerapan untuk mengukur atribut dari tingkat kepentingan (importance) dan tingkat kinerjanya (performance). Tingkat kepentingan adalah seberapa penting suatu atribut pelayanan dinilai oleh peternak plasma. Sedangkan tingkat kinerja digunakan untuk menilai seberapa besar kinerja atribut yang sudah dirasakan peternak plasma.

(5)

34 Tiap atribut pernyataan diberikan skala 1 sampai 4. Skala ini sengaja digunakan untuk menghindari ketidakpastian responden (central tendency), yaitu kecenderungan memilih jawaban tengah atau kategori cukup. Keempat tingkat kepentingan dan kinerja tersebut diberikan bobot sesuai dengan Tabel 4.

Tabel 4. Skor / Nilai Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kinerja Skor / Nilai Tingkat Kepentingan Tingkat Kinerja

1 Sangat Tidak Penting Sangat Tidak Baik

2 Tidak Penting Tidak Baik

3 Penting Baik

4 Sangat Penting Sangat Baik

Untuk mengetahui suatu atribut dikatakan penting atau tidak penting oleh responden, dibutuhkan suatu rentang skala (Martila dan James dalam Aminah dan Sutarman 2007). Rumus untuk mengetahui rentang skala tingkat kepentingan adalah :

Wilayah Skala = [Xib − Xik]

Banyaknya skala pengukuran Keterangan :

Xib = skor terbesar yang mungkin diperoleh, dengan asumsi bahwa semua responden memberikan jawaban sangat penting/sangat baik

Xik = skor terbesar yang mungkin diperoleh, dengan asumsi bahwa semua responden memberikan jawaban sangat tidak penting/sangat tidak baik Rentang skala tingkat kepentingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Wilayah Skala =[(32x4) − (32x1)]

4 = 24

Pembagian kelas berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut kemitraan adalah :

32 – 55 : Sangat tidak penting/sangat tidak baik 56 – 79 : Tidak penting/tidak baik

80 – 103 : Penting/baik

104 – 128 : Sangat penting/sangat baik

(6)

35 Perbandingan penilaian tingkat kepentingan dan kinerja menghasilkan suatu perhitungan tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Tingkat kesesuaian inilah yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja produk atau jasa yang dihasilkan. Rumus untuk tingkat kesesuaian responden yang digunakan adalah :

Tki = Xi

Yi× 100%

Keterangan :

Tki = Tingkat kesesuaian responden

Xi = Skor penilaian kinerja atribut kemitraan

Yi = Skor penilaian kepentingan pada setiap atribut pelaksanaan kemitraan Jika dihasilkan nilai Tki < 100% berarti kinerja atribut belum memenuhi kepuasan peternak plasma. Sedangkan jika nilai Tki > 100% berarti kinerja atribut telah memenuhi kepuasan pelanggan.

Tahap selanjutnya penilaian kepentingan dan kinerja atribut diformulasikan kedalam diagram Kartesius. Tingkat kepentingan dan kinerja yang dimasukkan dalam diagram kartesius adalah skor Rataan responden. Rumus yang digunakan adalah :

X = Xi

n Y = Xi

n

Keterangan :

X = Rataan skor penilaian kinerja atribut kemitraan

Y = Rataan skor penilaian kepentingan pada setiap atribut pelaksanaan kemitraan n = jumlah responden

Diagram kartesius merupakan suatu bangun yang dibagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik (X , Y ) yang diperoleh dengan rumus :

X = ni=1X i

k Y = ni=1Y i

k

Keterangan :

X = Rataan dari skor rataan kinerja atribut kemitraan

(7)

36 Y = Rataan dari skor rataan kepentingan pada setiap atribut pelaksanaan

kemitraan

k = Banyaknya atribut yang mempengaruhi kepuasan peternak plasma Tingkat Kepentingan (Y)

Tingkat Kinerja (X) Gambar 4. Diagram Importance Performance Analysis (IPA)

Sumber : Rangkuti (2003)

Kuadran I (prioritas utama) menunjukkan faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi kepuasan peternak plasma. Atribut pada kuadran ini termasuk unsur-unsur yang sangat penting, namun pada kenyataannya belum sesuai dengan harapan peternak plasma. Perusahaan inti dapat melakukan perbaikan secara terus menerus sehingga kinerja atribut pada kuadran ini dapat ditingkatkan.

Kuadran II (pertahankan prestasi) menunjukkan faktor yang harus dipertahankan karena dianggap penting oleh peternak dan telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan inti. Atribut dalam kuadran ini menjadi produk / jasa unggul menurut persepsi peternak plasma.

Kuadran III (prioritas rendah) menunjukkan beberapa faktor yang kurang penting bagi peternak plasma dan pada kenyataannya kinerjanya tidak terlalu istimewa. Peningkatan kinerja atribut pada kuadran ini perlu dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya terhadap manfaat yang dirasakan peternak sangat kecil.

Kuadran I Prioritas Utama

Kuadran II Pertahankan Prestasi

Kuadran IV Berlebihan Kuadran III

Prioritas Rendah

(8)

37 Kuadran IV (berlebihan) menunjukkan faktor yang kurang penting bagi peternak namun dirasakan terlalu berlebihan. Atribut yang termasuk dalam kuadran ini dapat dikurangi agar perusahaan dapat mengemat biaya.

4.5.2 Customer Satisfaction Index

Metode ini digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan secara keseluruhan dengan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kepentingan dari atribut-atribut mutu jasa yang diukur. Pengukuran terhadap CSI diperlukan karena (1) hasil dari pengukuran dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan sasaran terhadap peningkatan pelayanan kepada pelanggan, (2) index diperlukan sebagai hal yang kontinyu (Irawan 2004).

Untuk melakukan penghitungan CSI digunakan skor rata-rata tingkat kepentingan dan kinerja yang digunakan dalam analisis IPA. Menurut Stratford (2004), metode pengukuran CSI ini meliputi tahap-tahap sebagai berikut :

1. Menghitung importance weighting factors (faktor kepentingan terbobot), yaitu mengubah nilai rataan tingkat kepentingan menjadi angka persentase dari total nilai rataan tingkat kepentingan untuk seluruh atribut yang diuji.

2. Menghitung weighted score (skor terbobot), yaitu nilai perkalian antara nilai rataan tingkat kinerja masing-masing atribut (MSS) dengan faktor kepentingan terbobot masing-masing atribut.

𝑊𝑆𝑖 = 𝑀𝑆𝑆 𝑥 𝐼𝑊𝐹𝑖

3. Menghitung weighted total (total terbobot), yaitu menjumlahkan skor terbobot dari semua atribut.

𝑊𝑇 = 𝑊𝑆𝑖

𝑝

𝑖=1

4. Menghitung costumer satisfaction index (indeks kepuasan), yaitu total terbobot dibagi skala maksimal yang digunakan (dalam penelitian ini skala maksimal 4), kemudian dikalikan 100 persen.

𝐶𝑆𝐼 =𝑊𝑇

4 𝑥 100%

(9)

38 Tingkat kepuasan secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria tingkat kepuasan pelanggan. Adapun kriterianya berdasarkan Aditiawarman dalam Nugroho (2009) adalah :

0,00 – 0,34 = Tidak Puas 0,35 – 0,50 = Kurang Puas 0,51 – 0,65 = Cukup Puas 0,66 – 0,80 = Puas

0,81 – 1,00 = Sangat Puas

Gambar

Tabel 4.  Skor / Nilai Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kinerja  Skor / Nilai  Tingkat Kepentingan  Tingkat Kinerja

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Nida, penerjemahan adalah usaha mencipta kembali pesan dalam bahasa sumber (BSu) ke dalam bahasa sasaran (BSa) dengan padanan yang alami yang sedekat mungkin,

Bahwa memperhatikan kronologis pencalonan Bakal Pasangan Calon yang diusung oleh PKP Indonesia di Kabupaten Dogiyai sebagai Laporan KPU Provinsi Papua, serta mencermati proses

Untuk mengetahui faktor-faktor determinan ODHA untuk memulai terapi ARV pada program Test and Treat di Klinik Amertha Denpasar Bali tahun 2015.. Untuk mengetahui

7.2 Kondisi untuk penyimpanan yang aman, termasuk ketidakcocokan Bahan atau campuran tidak cocok. Pertimbangan untuk nasihat lain •

12 Pembelajaran kontekstual atau lebih dikenal disebut dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang

Tabel 12. Sedangkan untuk pilihan jawaban sangat baik dan sangat tidak baik, tidak satupun dari jawaban responden. Berdasarkan jawaban responden tersebut, dapat disimpulkan

Hal ini menunjukkan bahwa ada kekhawatiran dari sang produser terkait protes dari masyarakat sehingga memutuskan untuk merubah judul film dari Arwah Goyang Karawang

a.. +uatu perusahaan akan memproduksi 9 macam barang.. yang jumlahnya tidak boleh lebih dari&amp;L unit. &#34;euntungan dari kedua produk tersebut masing- masing adalah