RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 i
KATA PENGANTAR
Rencana Strategis (Renstra) Pusat Penilaian Pendidikan(Puspendik) memuat arah kebijakan sebagai dasar untuk menetapkan program, kegiatan dan sasaran yang akan dilaksanakan oleh Puspendik setiap tahun dalam kurun waktu 2015 – 2019. Puspendik sebagai institusi yang memiliki tugas pokok di bidang penilaian pendidikan telah menyusun renstra.
Renstra ini dijadikan pedoman perencanaan strategis dalam mengimplementasikan program penilaian pendidikan selama 5 tahun dan diarahkan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Penyusunan renstra Puspendik dilakukan secara aspiratif dan partisipatif dengan melibatkan potensi dan sumber daya yang ada di dalam organisasi Puspendik dan Balitbang. Hal ini dilakukan agar renstra dapat diimplementasikan secara baik dan dapat disinergikan dengan unit-unit Kemendikbud lainnya.
Renstra Puspendik periode 2015-2019 akan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu dalam bidang penilaian pendidikan. Sehingga diharapkan dapat mendukung capaian program kerja Balitbang Kemendikbud.
Jakarta, Desember 2017 Kepala Puspendik,
Moch. Abduh, Ph.D
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 ii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GRAFIK ... iii
DAFTAR BAGAN .. ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Landasan Hukum ... 3
C. Paradigma Pembangunan Puspendik ... 4
D. Kondisi Umum ... 5
E. Permasalahan dan Tantangan ... 13
BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN PUSPENDIK ... 15
A.Visi Puspendik ... 17
B. Misi Puspendik ... 17
C. Tujuan Strategis Puspendik ... 17
D. Sasaran Strategis Puspendik ... 18
BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ... 19
A. Arah Kebijakan dan Strategi Puspendik ... 19
B. Strategi Penetapan Program dan Kegiatan ... 21
C. Paradigma Pembangunan Puspendik ... 22
D. Kerangka Regulasi ... 25
E. Kerangka Kelembagaan ... 28
BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN ... 35
A. Target Kinerja ... 35
B. Kerangka Pendanaan ... 36
C. Sistem Pemantauan dan Evaluasi... 37
BAB IV PENUTUP ... 39
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) adalah satu unit eselon II di lingkungan Balitbang Kemdikbud mempunyai tugas dan fungsi di bidang penilaian pendidikan.
Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional dilakukan sebagai upaya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa untuk menghadapi berbagai isu pendidikan yang semakin kompleks searah dengan perkembangan dan perubahan yang berlangsung dalam lingkungan lokal, regional, dan global. Untuk menghadapi hal ini Pemerintah telah menunjukkan komitmen yang besar agar dapat berkontribusi pada upaya mencerdaskan dan membentuk kualitas sumber daya manusia. Komitmen Pemerintah tersebut dituangkan dalam Pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan bahwa pemerintah wajib memajukan pendidikan dengan mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang, memprioritaskan anggaran pendidikan serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Untuk mendukung tercapainya kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia, maka disusunlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang tersebut, pada Pasal 3 dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM juga diwujudkan dalam perumusan tema pembangunan pendidikan jangka panjang yang telah mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. Dalam tujuan akhir RPJMN 2025 disebutkan bahwa tujuan utama dari pembangunan adalah mewujudkan manusia Indonesia yang mandiri,
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 2
maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. Untuk mencapai tujuan akhir RPJMN 2025, Pemerintah membaginya menjadi 4 bagian diantaranya: (1) Menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik; (2) Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan IPTEK, memperkuat daya saing perekonomian; (3) Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis pada SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas serta kemampuan IPTEK; dan (4) Mewujudkan manusia Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif.
Pada periode saat ini, telah disusun RPJMN 2015--2019 yang mana telah menetapkan sembilan agenda prioritas, yang dikenal sebagai Nawacita, yang sepenuhnya berlandaskan ideologi Trisakti. Ideologi Trisakti mencakup kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sementara itu Nawacita meliputi, (1) menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikanrasa aman kepada seluruh warga negara; (2) membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya; (3) membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; (4) memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya; (5) meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (7) mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; serta (9) memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 3
Untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berdaulat, mandiri, maju, adil dan makmur yang berlandaskan keunggulan kompetitif sesuai dengan tujuan akhir RPJMN 2025, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membagi tema pembangunan pendidikan menjadi 4 (empat) periode meliputi: (1) Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi; (2) Penguatan Pelayanan; (3) Daya saing Regional; dan (4) Daya Saing Internasional. Pada saat ini, tema pembangunan pendidikan adalah peningkatan daya saing regional. Dalam upaya meningkatkan daya saing regional dan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, Kemendikbudmemiliki Renstra Tahun 2015-2019. Salah satu upaya dalam mendukung visi yang tertuang dalam renstra Balitbang Kemendikbud dan upaya mewujudkan daya saing regional, maka disusunlah Rencana Strategis PuspendikBadan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015-2019.
B. Landasan Hukum
Renstra Puspendik Balitbang Kemendikbud disusun berdasarkan atas landasan hukum dan dari Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, meliputi:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunan Nasional;
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005--2025;
6. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 4
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar;
9. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019
10. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BadanPerencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014tentang Pedoman penyusunan dan Penelaahan Rencana StrategisKementerian/Lembaga (Renstra K/L) 2015-2019.
C. Paradigma Pembangunan Puspendik
Puspendik merupakan salah satu satuan kerja yang berada pada struktur organisasi Balitbang Kemdikbud. Puspendik menyelenggarakan fungsi: a). Penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan sistem dan metodologi penilaian pendidikan; b). Pengembangan sistem dan pelaksanaan pengukuran akademik; c). Pengembangan sistem dan pelaksanaan pengukuran non-akademik dan seleksi; d). Pelaksanaan analisis hasil penilaian pendidikan;
e). Pengembangan sistem, pengelolaan, dan pemanfaatan hasil penilaian pendidikan; f).
Koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan penilaian pendidikan; g). Pemantauan, evaluasi, dan laporan pelaksanaan penilaian pendidikan; h). Pelaksanaan administrasi Pusat.
Tugas dan fungsi Puspendik Balitbang Kemendikbud memiliki implikasi dalam implementasi pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Dengan paradigma universalnya yaitu pemberdayaan manusia seutuhnya, pembelajaran sepanjang hayat, pendidikan untuk semua, dan pendidikan untuk perkembangan, pengembangan, dan/atau pembangunan berkelanjutan. Dalam mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran Balitbang Kemendikbud 2019, Puspendik merumuskan kembali visi, misi, tujuan dan sasaran periode 2015-2019 yang tertuang dalam Renstra Puspendik 2015-2019. Dengan disusunnya renstra Puspendik periode 2015-2019 diharapkan dapat memegang peran strategis sebagai salah satu knowledge infrastructure penting dalam proses pencapaian tujuan pembangunan nasional.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 5
Puspendik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan sistem dan metodologi penilaian pendidikan,dengan melakukan beberapa fungsi yaitu: a).Mengembangkan sistem penilaian dan evaluasi pendidikan bertujuan untuk mendukung dan memacu peningkatan mutu dan relevansi pendidikan nasional serta untuk melakukan evaluasi terhadap input, proses, dan output penyelenggaraan pendidikan pada tingkat nasional maupun tingkat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota; b).Mengembangkan jejaring kerja bertujuan untuk mengembangkan sistem hubungan kerja baik secara vertikal maupun horizontal serta meningkatkan kerja sama antara Puspendik dengan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan pengembangan penilaian pendidikan serta kegiatan internasional pada tingkat internasional, regional, nasional, provinsi, dan kabupaten. Hubungan kerja sama diharapkan berjalan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan adanya jejaring kerja ini;
c).Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi jajaran Puspendik dan jajaran unit kerja yang relevan baik di tingkat pusat maupun daerah dalam bidang pengembangan penilaian pendidikan; d).Memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis dan administratif kepada lembaga-lembaga Independen bertujuan untuk mendukung aktivitas penyelenggaraan kegiatan berbagai lembaga independen yang berkaitan dengan pengembangan penilaian pendidikan. Untuk mengukur ketercapaian tujuan strategis pembangunan pendidikan diperlukan sejumlah sasaran yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai pada akhir tahun.
D. Kondisi Umum
Dalam menyusun/merevisi rencana strategis Puspendik Balitbang Kemendikbud 2015-2019, diperlukan analisis kondisi internal periode 2010-2014 sebagai referensi untuk mengetahui capaian kinerja dan permasalahan yang terjadi. Terkait dengan tugas Puspendik dalam mengembangkan sistem peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, Penilaian pendidikan merupakan salah satu alat yang efektif untuk mendorong peningkatan mutu.
Sistem penilaian pendidikan di Indonesia dilakukan secara internal oleh guru dan satuan pendidikan, serta secara eksternal oleh pemerintah. Puspendik bekerjasama dengan direktorat terkait mengembangkan model dan panduan penilaian internal oleh pendidik.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 6
Selain itu, Puspendik juga membantu sekolah dasar dalam menyiapkan ujian sekolah sebagai bagian dari evaluasi akhir jenjang pendidikan dasar kelas VI. Dalam pelaksanaan ujian nasional, baik untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah, Puspendik melakukan pengembangan bank soal serta melakukan penskoran dan analisis hasil ujian nasional. Informasi hasil ujian nasional tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu masukan dan umpan balik (feedback) bagi pemangku kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, baik di tingkat pusat, daerah, maupun satuan pendidikan. Melalui ujian yang baik diharapkan pembelajaran di sekolah akan meningkat sehingga kompetensi lulusan akan semakin baik pula.
Saat ini kondisi yang paling mengkhawatirkan adalah masih rendahnya tingkat integritas siswa dan sekolah di beberapa daerah. Untuk mengatasi hal tersebut sejak tahun 2015 Puspendik telah mengintrodusir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di jenjang pendidikan dasar (SMP/MTs) dan menengah (SMA/SMK dan sederajat). Selain itu indeks integritas pelaksanaan UN juga dipublikasikan untuk mendorong peningkatan kejujuran pelaksanaan ujian di sekolah. Dalam rangka mem-benchmark kondisi mutu pendidikan di Indonesia, Puspendik Balitbang Kemendikbud mengikuti beberapa studi internasional seperti TIMSS, PISA, PIRLS, dan PIAAC. Benchmarking internasional tesebut sangat penting untuk mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia dibanding dengan kemajuan di negara- negara lain sehingga tidak semakin tertinggal. Studi TIMSS dilakukan pada siswa kelas IV untuk mengukur kompetensi literasi dan numerasi siswa. Sementara studi PISA dilakukan pada siswa usia 15 tahun untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan siswa menggunakan pengetahuan (to measure what students know and can do with their knowledge) terutama matematika, literasi, dan sains. Informasi dari hasil studi internasional tersebut juga dimanfaatkan sebagai masukan dan umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara sistemik.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 7
Di samping pengembangan bank soal dan melakukan berbagai studi internasional, Puspendik juga mengembangkan berbagai model penilaian dalam rangka peningkatan mutu sistem penilaian pendidikan antara lain:
a. Penerapan CBT dan CAT dalam sistem ujian. Masalah yang sangat krusial dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) selama ini antara lain: (1) keamanan (adanya kebocoran, kecurangan, menyontek masal, dsb); (2) keadilan (disparitas peserta ujian diberikan tes yang sama); (3) efektifitas dan efisiensi (pembuatan soal, penggandaan dan distribusi naskah tes & lembar jawaban, serta proses koreksi hasil UN ); serta (4) fleksibilitas waktu dan tempat pelaksanaan ujian. Berbagai permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan menerapkan sistem ujian berbasis computer baik yang bersifat linear (Computer-Based Test, CBT) maupun yang bersifat adaptif (Computerized Adaptive Test, CAT).
b. Pengembangan penilaian formatif-diagnostik terstandar. Puspendik mengembangkan instrumen penilaian kompetensi pada pendidikan dasar dan menengah (kelas II, IV, VIII, dan XI). Penilaian capaian kompetensi yang bersifat formatif-diagnostik tersebut dapat berfungsi sebagai peringatan dini ketertinggalan anak dari sasaran kompetensi yang diharapkan dikuasai anak pada akhir jenjang pendidikan. Instrumen yang dikembangkan dikenal dengan nama INAP (Indonesia National Assessment Program) telah diujicobakan secara terbatas di beberapa provinsi dan diharapkan akan mulai dilakukan perintisan pada tahun 2016 pada jenjang Sekolah Dasar. Hasil dari penilaian ini akan memberikan peta tingkat capaian kompetensi yang dapat menjadi umpan balik bagi daerah dan sekolah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan pembelajaran. Dalam jangka panjang diharapkan instrumen penilaian formatif-diagnostik dapat diterapkan pada tingkat populasi sehingga ketertinggalan siswa dapat terdeteksi sejak awal dan dapat diperbaiki sebelum akhir jenjang pendidikan.
c. Penguatan penilaian di tingkat kelas. Ujian Nasional berperan sebagai external evaluation dan Quality Control (QC), sedangkan penilaian di tingkat kelas (classroom assessment) lebih berfungsi sebagai internal evaluation untuk perbaikan pembelajaran.
Untuk masing-masing bentuk evaluasi digunakan metoda atau pendekatan yang berbeda. Sampai saat ini sebagian besar guru masih menggunakan tes pilihan ganda
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 8
untuk penilaian sehari-hari, sehingga kurang dapat menggali kemampuan sesungguhnya.
Penerapan konsep manajemen berbasis sekolah menuntut dilakukannya pembenahan dalam teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian pada satuan pendidikan. Agar penilaian di kelas berfungsi sebagaimana seharusnya, perlu penguatan penilaian di kelas dengan menggunakan berbagai pendekatan peniliaian (seperti observasi, projek, penugasan, portofolio, dan sebagainya). Terkait dengan hal tersebut, Puspendik perlu menyediakan layanan berupa pengembangan model penilaian, pengembangan panduan, bimbingan teknis dan pelatihan dalam bidang penilaian di tingkat kelas kepada guru-guru di daerah.
d. Pemberdayaan daerah dalam evaluasi mutu pendidikan. Sesuai dengan PP Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, evaluasi terhadap mutu pendidikan dilakukan secara berkesinambungan dan berkala/periodik, baik oleh satuan pendidikan, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dalam rangka membantu memberdayakan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dalam pelaksanaan evaluasi terhadap mutu pendidikan, Puspendik perlu menyediakan layanan berupa pengembangan model, penyusunan panduan, bimbingan teknis, sehingga pemerintah daerah mampu melakukan evaluasi terhadap mutu pendidikan di daerah masing-masing. Puspendik mengembangkan sistem bank soal daerah untuk membangun kapasitas daerah dalam menyusun instrumen penilaian yang sahih (valid) dan tepat (reliable) terstandar namun tetap mengakomodasi keragaman kontekstual daerah.
e. Pengembangan model penilaian pendidikan karakter bangsa. Pendidikan karakter bangsa merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pengembangan kurikulum dan sosialisasi tentang pendidikan karakter bangsa tersebut sudah dilakukan oleh berbagai pihak. Namun demikian untuk mengetahui ketercapaian program tersebut, diperlukan suatu sistem penilaian dan evaluasi. Oleh karena itu Puspendik perlu mengembangkan sistem penilaian dan evaluasi pendidikan karakter bangsa, baik untuk guru atau pendidik maupun siswa.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 9
f. Pengembangan model penilaian lainnya. Puspendik juga bertugas mengembangkan berbagai model penilaian/asesmen yang relevan dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemajuan zaman. Berbagai model penilaian yang telah dan akan dikembangkan oleh Puspendik antara lain: model penilaian pegawai (asesmen PNS), penilaian guru, penilaian kepala sekolah, serta penilaian pengawas.
Keberhasilan capaian kinerja Puspendik dapat dilihat melalui capaian indikator kinerja kegiatan (IKK) penyediaan informasi hasil penilaian pendidikan berikut ini.
1. Analisis Hasil Penilaian Pendidikan dan Survei Tingkat Nasional dan Internasional
Berbagai penilaian pendidikan telah dilakukan di Puspendik. Ujian nasional merupakan penilaian nasional yang diikuti peserta didik kelas 9 dan 12. UN memiliki empat fungsi yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan, serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Selain UN, Puspendik juga melaksanakan studi internasional yaitu TIMSS, PISA, PIRLS, dan PIAAC. Dokumen Renstra Balitbang menyebutkan bahwa keikutsertaan dalam studi ini dimaksudkan agar dapat melakukan benchmarking internasional terhadap kemampuan siswa. Hal ini sangat penting untuk mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia dibanding dengan kondisi di negara-negara lain. Studi TIMSS dilakukan pada siswa kelas 8 untuk mengukur kompetensi literasi dan numerasi siswa. Sementara studi PISA dilakukan pada siswa usia 15 tahun untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan siswa menggunakan pengetahuan (to measure what students know and can do with their knowledge) terutama matematika, literasi, dan sains. Informasi dari hasil studi internasional tersebut juga dimanfaatkan sebagai masukan dan umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara sistemik.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 10
Terkait dengan pelaksanaan berbagai jenis penilaian tersebut, kegiatan Analisis Hasil Penilaian Pendidikan dikelompokkan menjadi:
a. Analisis Survei Tingkat Internasional
Analisis survei tingkat internasional meliputi TIMSS, PISA, dan PIAAC. TIMMS, dan PISA merupakan analisis pendidikan dan survei untuk anak SD sampai dengan SMP yang mengukur kemampuan literasi Matematika, IPA Terpadu, dan Membaca, sedangkan PIAAC merupakan survei untuk usia dewasa. TIMSS merupakan studi untuk siswa kelas 8 yang diselenggarakan oleh IEA (International Evaluation Assosiation). Studi ini dilakukan dengan siklus 4 tahun. Pada periode 2011-2014 telah dilakukan studi utama TIMSS dan PIRLS pada tahun 2011. Penyusunan laporan nasional dan penyebarluasan data studi utama TIMSS dan PIRLS dilakukan tahun-tahun setelah pelaksanaan studi utama.
Studi PISA merupakan studi untuk siswa usia 15 tahun yang diselenggarakan oleh OECD. Studi ini dilakukan dengan siklus 3 tahun. Pada periode 2011-2014 telah dilakukan dua kali uji coba (2011 dan 2014) dan satu kali studi utama (2012).
b. Analisis Hasil Penilaian Pendidikan Tingkat Nasional
Penilaian Pendidikan Tingkat Nasional meliputi Penilaian Pendidikan untuk jenjang PAUD (Peta PAUD), untuk jenjang SD (Peta Calistung), jenjang SD-SMP-SMA (INAP), Guru (Peta Kompetensi Guru), Kepala Sekolah, Pengawas, dan Tenaga Kependidikan lainnya.
Survei INAP dilakukan setiap tahun dengan sampel provinsi dan/atau kabupaten/ kota yang berbeda. Survei INAP pada periode 2010-2014 dilakukan terhadap siswa kelas 4.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 11
2. Pengembangan Model Penilaian Pendidikan
Model penilaian pendidikan yang telah dikembangkan di Puspendik antara lain:
a. Model Pendataan dan Aplikasi Pemindaian.
Setiap tahun telah dilakukan pengembangan model pendataan dan aplikasi pemindaian untuk menyesuaikan basis data peserta UN dengan kebutuhan data terkini serta menyesuaikan aplikasi pemindaian dengan kebutuhan pemindaian terkini.
b. Model Pemanfaatan Hasil UN
Pasca pelaksanaan UN, setiap tahun Puspendik ditargetkan melakukan analisis terhadap hasil UN dan membuat laporan hasil UN jenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Dengan adanya laporan hasil UN ini diharapkan para pengambil kebijakan di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, dan sekolah dapat menentukan langkah‐langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan mutu lulusan di masa yang akan datang.
3. Penyebaran Informasi Hasil Penilaian Pendidikan dan Layanan Manajemen Informasi Hasil penilaian pendidikan disebarluaskan melalui beberapa moda antara lain berupa Booklet, Buletin, Jurnal, dan seminar hasil penelitian di bidang penilaian pendidikan.
E. Potensi dan Permasalahan 1. Potensi Puspendik
a. Sumber Daya Manusia
Puspendik memiliki sumber daya manusia yang potensial di bidang administrasi, substansi, dan teknologi. Pelaksanaan kegiatan di Puspendik didukung tenaga potensial dengan kualifikasi pendidikan doctoral 8 pegawai, master 39 pegawai, sarjana 52 pegawai, diploma 3 pegawai, SMA sederajat 9 pegawai. Secara substansi, pelaksanaan kegiatan di Puspendik didukung oleh pegawai yang memiliki spesialisasi pada materi mata pelajaran, psikometri, statistik, psikologi, pemrograman, koordinator survei penilaian nasional maupun internasional.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 12
Berbagai pelatihan dalam rangka peningkatan keterampilan pegawai senantiasa dilakukan. Tidak hanya pelatihan di dalam negeri, pegawai juga ikut berbagai pelatihan di luar negeri. Selain itu, beberapa pegawai sudah memiliki kualifikasi sebagai trainer di bidang penilaian pendidikan dan sebagai narasumber di berbagai unit kerja utama di lingkungan dan di luar Kemendikbud.
Potensi SDM ini dapat menjadi modal utama dalam pelaksanaan kegiatan sesuai renstra Puspendik. Meski demikian, pengembangan kualitas keterampilan pegawai terus dilakukan mengikuti perkembangan global.
b. Pengembangan Sistem Penilaian
Penilaian pendidikan sebagai sisi lain dari pembelajaran perlu terus dikembangkan sesuai kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan modern tentang neurosains, psikometri, dan pembelajaran. Computer-based assessment dirancang guna memasukkan unsur teknologi ke dalam sistem penilaian. Computer-based assessment juga menjadi upaya untuk senantiasa mengikuti perkembangan, sehingga sistem penilaian di Indonesia berdaya saing baik di tingkat regional maupun internasional.
Selain itu, melalui pemanfaatan teknologi, penilaian akan berlangsung secara efektif dan efisien dari segi waktu dan tenaga. Pada 2014, Puspendik telah melakukan perintisan penilaian berbasis teknologi berupa computer-baset test (CBT). Perintisan ini dapat diperluas dengan perintisan di bidang penyiapan bahan tes hingga penyebarluasan informasi hasil penilaian dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Perkembangan teknologi secara tidak langsung berpengaruh terhadap perkembangan karakter individu. Oleh karenanya penguatan pendidikan karakter dilakukan terintegrasi dengan pembelajaran di satuan pendidikan. Penguatan pendidikan karakter sangat penting untuk menghasilkan insan yang berkarakter. Hasil penguatan pendidikan karakter perlu diukur melalui proses penilaian yang komprehensif.
Puspendik melalui sumber daya dimiliki dapat menindaklanjuti hal tersebut melalui pengembangan instrumen dan model pelaporan penilaian karakter.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 13
c. Sumber Data untuk Penelitian
Hasil-hasil penilaian yang dimiliki Puspendik dapat dijadikan sumber data penelitian bagi para peneliti di Puspendik maupun di luar Puspendik. Selain menyebarkan data melalui workshop biasanya Puspendik juga melayani permintaan data sebagai bahan penelitian.
2. Permasalahan dan Tantangan Puspendik Periode 2015-2019 a. Permasalahan
Permasalahan pokok yang selama ini dihadapi di Puspendik yaitu sebagai berikut:
1) Terkait organisasi, keberadaan Puspendik masih belum secara kritis dan cepat memberikan kontribusi terhadap alternatif dan rekomendasi kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan oleh berbagai unit-unit teknis dalam lingkup Kemendikbud terhadap isu-isu kritis yang muncul secara berkala atau menjadi isu permanen dalam aspek penilaian pendidikan. Sinergitas dan sinkronisasi penelitian dan pengembangan yang dilakukan antara Puspendik dengan unit-unit lain di Kemendikbud dan pemerintah daerah belum terwujud secara optimal. Hal ini menimbulkan belum terakomodasinya aspirasi serta harapan dari pihak-pihak dimaksud dalam berbagai produk penilaian pendidikan.
2) Terkait dengan sumber daya manusia (SDM), rasio SDM dengan kebutuhan spesialisasi bidang masih belum mencukupi. Di samping itu, publikasi penelitian dan pengembangan yang dihasilkan SDM Puspendik belum banyak yang menembus jurnal terakreditasi maupun jurnal internasional. Kesempatan untuk menuangkan gagasan yang relevan ke dalam bentuk tulisan dan memaparkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di aspek penilaian pendidikan cenderung masih terbatas. Selain masalah pendanaan, keterbatasan ini juga bersumber pada keterbatasan waktu.
3) Terkait dengan produk, Puspendik belum dapat menyebarkan semua produknya ke level satuan pendidikan. Hal ini menyebabkan hasil penelitian/analisis yang dilakukan Puspendik belum dapat ditindaklanjuti oleh satuan pendidikan.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 14
b. Tantangan
1) Sinergitas dan sinkronisasi antara unit terkait yang ada di lingkungan Kemendikbud dan di luar Kemendikbud perlu dioptimalkan khususnya di bidang penilaian pendidikan. Diharapkan koordinasi aktif dari pejabat terkait.
2) Rasio SDM dengan kebutuhan spesialisasi bidang yang masih belum mencukupi perlu disiasati dengan rekrutmen pegawai baru baik melalui CPNS maupun perpindahan antar instansi.
3) Kendala dalam penyebarluasan produk menjadi tantangan bagi Puspendik untuk membangun sistem penyebaran produk dengan memanfaatkan TIK sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 15
BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN PUSPENDIK
Puspendik merupakan salah satu Pusat (satuan kerja) yang berada pada Struktur Organisasi Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertekad untuk mendukung pencapaian visi Kemendikbud 2025 "Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna) dan visi Kemendikbud 2015 “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong”.
Tugas dan fungsi Puspendik Balitbang Kemendikbud memiliki implikasi dalam implementasi pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Dengan paradigma universalnya yaitu pemberdayaan manusia seutuhnya, pembelajaran sepanjang hayat, pendidikan untuk semua, dan pendidikan untuk perkembangan, pengembangan, dan/atau pembangunan berkelanjutan.
Dalam mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran Balitbang Kemendikbud 2019, Puspendik Balitbang merumuskan kembali visi, misi, tujuan dan sasaran periode 2015-2019 yang tertuang dalam Renstra Puspendik 2015-2019. Dengan disusunnya renstra Puspendik periode 2015-2019 diharapkan dapat memegang peran strategis sebagai salah satu knowledge infrastructure penting dalam proses pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Puspendik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan sistem dan metodologi penilaian pendidikan dengan tugas utama yaitu:a).Mengembangkan Sistem Penilaian dan Evaluasi Pendidikan bertujuan untuk mendukung dan memacu peningkatan mutu dan relevansi pendidikan nasional serta untuk melakukan evaluasi terhadap input, proses, dan output penyelenggaraan pendidikan pada tingkat nasional maupun tingkat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota; b).Mengembangkan Jejaring Kerja bertujuan untuk mengembangkan sistem hubungan kerja baik secara vertikal maupun horizontal serta meningkatkan kerja sama antara Puspendik dengan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan pengembangan penilaian pendidikan serta kegiatan internasional pada tingkat internasional, regional, nasional, provinsi, dan kabupaten. Hubungan kerja sama diharapkan berjalan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan adanya jejaring kerja ini;
c).Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bertujuan untuk meningkatkan
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 16
kompetensi jajaran Puspendik dan jajaran unit kerja yang relevan baik di tingkat pusat maupun daerah dalam bidang pengembangan penilaian pendidikan; d).Memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis dan administratif kepada lembaga-lembaga Independen bertujuan untuk mendukung aktivitas penyelenggaraan kegiatan berbagai lembaga independen yang berkaitan dengan pengembangan penilaian pendidikan. Untuk mengukur ketercapaian tujuan strategis pembangunan pendidikan diperlukan sejumlah sasaran yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai pada akhir tahun.
A. Visi Puspendik
Dalam rangka menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional, Puspendik mempunyai visi sebagai berikut:
B. Misi Pusat Penilan Pendidikan
Untuk mencapai visi di atas, Puspendik menetapkan misi sebagai berikut:
1. Mengembangkan dan menyelenggarakan sistem penilaian pendidikan dalam rangka pengawasan dan pengendali mutu pendidikan;
2. Mengembangkan instrumen, mekanisme dan prosedur sistem penilaian yang berkualitas untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu (Quality Assesment for Quality Education).
“Menjadi Lembaga yang Profesional di Bidang Penilaian Pendidikan”
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 17
C. Tujuan Strategis
Tujuan strategis Puspendik tahun 2015-2019 dirumuskan berdasarkan fungsi kelembagaan yang tercermin dalam visi dan misi Puspendik 2015-2019, dan dirumuskan dengan sasaran strategis Puspendik, yaitu: "Terselenggaranya Pengembangan Penilaian Dalam Mengukur Mutu Pendidikan" dengan Indikator Kinerja Penyediaan Informasi Hasil Penilaian Pendidikan.
Berdasarkan tujuan strategis Puspendik tahun 2015-2019 tersebut telah ditetapkan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dengan sasaran program sebagai berikut:
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Puspendik (sebelum revisi)
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Puspendik (sebelum revisi)
2015 2016 2017 2018 2019
SS 01 Meningkatnya mutu layanan dan lulusan pendidikan dasar dan menengah
IKSS 01 Hasil Penelitian dan Pengembangan minimal sebesar 80% digunakan sebagai bahan rumusan
kebijakan peningkatan mutu 65% 70% 73% 76% 80%
SP 01 Meningkatnya kualitas dan relevansi hasil penelitian yang digunakan sebagai acuan dalam peningkatan mutu bidang pendidikan
IKP 05 Persentase ketersediaan soal yang terstandar sesuai kebutuhan bank soal nasional 80%
(103.864)
86%
(111.800)
92%
(119.600)
96%
(124.800)
100%
(130.000) IKK 5.1 jumlah soal yang terstandar sesuai kebutuhan bank soal nasional 129.830 130.000 130.000 130.000 130.000
Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan tes berbasis komputer (CBT)
IKK 5.3 jumlah Laporan hasil analisis penilaian sebagai bahan kebijakan 8 8 8 8 8
IKK 5.4 jumlah model Penilaian Pendidikan 5 5 5 5 5
IKK 5.5 jumlah dokumen perencanaan dan anggaran, keuangan, kepegawaian, dan evaluasi kinerja
yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku 4 4 4 4 4
IKK 5.6 jumlah bulan untuk layanan perkantoran 12 12 12 12 12
540 IKK 5.2
KODE Sasaran Program (Outcome)/ Sasaran Kegiatan (Output)/ Indikator Target
PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
540 540
540 540
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 18
D. Sasaran Strategis Puspendik
Puspendik memiliki sasaran strategis yaitu terselenggaranya pengembangan penilaian dalam mengukur mutu pendidikan. Untuk mencapai sasaran strategis tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian dan pengembangan sistem penilaian secara berkesinambungan antara lain:
1. Jumlah soal yang terstandar sesuai kebutuhan bank soal nasional
2. Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan tes berbasis komputer (CBT) 3. Jumlah laporan hasil analisis penilaian sebagai bahan kebijakan
4. Jumlah model penilaian pendidikan
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 19
BAB III
ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI,
KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN
Sebagai pendekatan dalam memecahkan permasalahan yang mendesak untuk segera dilaksanakan dalam kurun waktu tahun 2015-2019, arah kebijakan dan strategi perlu disusun.
Arah kebijakan dan strategi mempunyai dampak yang besar terhadap pencapaian sasaran nasional, sasaran strategis Kemendikbud, Balitbang, dan Puspendik pada periode itu. Arah kebijakan dan strategi Kemendikbud yang tercantum dalam Renstra Kemendikbud, Renstra Balitbang dan Renstra Puspendik 2015-2019 merupakan acuan dalam menyusun kebijakan di Puspendik Balitbang Kemendikbud.
Dalam rangka mempertajam arah kebijakan dan strategi, Puspendik memerlukan regulasi yang efektif dan aplikatif untuk mencapai sasaran strategis Puspendik, yang pada akhirnya mencapai sasaran Balitbang dan sasaran Kemendikbud. Arah regulasi dan/atau kebutuhan regulasi tersebut berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan Permendikbud.
Selanjutnya, kerangka kelembagaan perlu disusun untuk mewujudkan efektivitas operasionalisasi pelaksanaan arah kebijakan dan strategi Puspendik sesuai dengan kapasitas organisasi dan dukungan sumber daya aparatur sipil yang ada. Kerangka kelembagaan merupakan perangkat yang meliputi struktur organisasi, ketatalaksanaan, dan pengelolaan aparatur sipil negara. Penjelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan dan strategi Puspendik, kerangka regulasi serta kerangka kelembagaan untuk mencapai sasaran strategis, tujuan, misi, dan visi Puspendik 2015-2019 disajikan dalam penjelasan sebagai berikut.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 20
A. Arah Kebijakan dan Strategi Puspendik
Arah kebijakan dan strategi Puspendiktahun 2015-2019 memuat langkah-langkah yang berupa program indikatif untuk memecahkan permasalahan yang penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan, serta memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian visi, misi, tujuan, serta sasaran strategis Puspendikpada periode tersebut. Arah kebijakan dan strategi Puspendik disusun dengan sangat memperhatikan hasil dan evaluasi capaian Puspendik sampai tahun 2014.
Sesuai dengan agenda prioritas pembangunan 5 (nawacita 5), yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, salah satu arah kebijakan dan strategi adalah memperkuat penilaian pendidikan dan pelaksanaannya yang meliputi:
a. Penguatan penilaian pendidikan yang memberikan keterampilan abad ke-21;
b. Prosedur penilaian dilakukan agar siswa dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan potensi, minat, dan kecerdasan individu;
c. Evaluasi pelaksanaan penilaian secara ketat, komprehensif, dan berkelanjutan;
d. Mendorong penguatan penilaian pendidikan tentang penilaian karakter; penilaian pengetahuan; dan penilaian keterampilan;
e. Mengembangkan berbagai perangkat pendukung agar: (1) penerapan proses penilaian oleh guru berjalan baik; (2) peran serta guru dan pemangku kepentingan meningkat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan umpan balik pelaksanaan penilaian di tingkat kelas;
(3) terjadi penguatan kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dilakukan untuk mendukung efektivitas penilaian pada proses pembelajaran; (4) terjadi peningkatan pengembangan profesi berkelanjutan tentang praktik penilaian di kelas untuk guru dan kepala sekolah.
Penguatan pendidikan karakter dilakukan terintegrasi dengan mata pelajaran. Penguatan pendidikan karakter sangat penting untuk menghasilkan insan yang berkarakter. Hasil penguatan pendidikan karakter perlu diukur melalui proses penilaian yang komprehensif. Guru mengembangkan karakter siswa dan melakukan pembinaan bila dipandang perlu. Pengamatan
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 21
terhadap perkembangan karakter siswa dicatat oleh guru dan berdasarkan catatan tersebut dibuatlah laporan tentang perkembangan karakter siswa.
B. Strategi Penetapan Program dan Kegiatan
Peraturan Mendikbud No. 11 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemdikbud menyebutkan bahwa Pusat Penilaian Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan sistem dan metodologi penilaian pendidikan. Untuk menjalankan tugas tersebut dan dalam mendukung pencapaian renstra Kemdikbud tahun 2015-2019, Pusat Penilaian Pendidikan menyelenggarakan fungsi:
a. Penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan sistem dan metodologi penilaian pendidikan;
b. Pengembangan sistem dan pelaksanaan pengukuran akademik;
c. Pengembangan sistem dan pelaksanaan pengukuran non-akademik dan seleksi;
d. Pelaksanaan analisis hasil penilaian pendidikan;
e. Pengembangan sistem, pengelolaan, dan pemanfaatan hasil penilaian pendidikan;
f. Koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan penilaian pendidikan;
g. Pemantauan, evaluasi, dan laporan pelaksanaan penilaian pendidikan; dan h. Pelaksanaan administrasi Pusat.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 22
C. Paradigma Pembangunan Penilaian Pendidikan
Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015—2019 disusun berdasarkan beberapa paradigma. Sebagian paradigma bersifat universal, dikenal dan dipakai berbagai bangsa. Sebagian lagi lebih bersifat nasional, sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi bangsa Indonesia. Perincian paradigma itu adalah sebagai berikut.
1. Pendidikan untuk semua
"Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia" adalah amanat konstitusi. Pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang dengan tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu.
Pemerintah harus menjamin keberpihakan kepada peserta didik yang memiliki hambatan fisik, mental, ekonomi, sosial, ataupun geografis.
2. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, yaitu sejak lahir hingga akhir hayat. Pendidikan harus diselenggarakan dengan sistem terbuka yang memungkinkan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program secara lintas satuan dan jalur pendidikan.
3. Pendidikan sebagai Suatu Gerakan
Pemerintah memang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan yang sebaik- baiknya bagi semua warga negara. Namun, semua pihak dapat memberi kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan agar hasilnya optimal. Penyelenggaraan pendidikan harus disikapi sebagai suatu gerakan, yang mengintegrasikan semua potensi negeri dan peran aktif seluruh masyarakat.
4. Pendidikan Menghasilkan Pembelajar
Penyelenggaraan pendidikan harus memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif dan inovatif. Pendidikan diupayakan menghasilkan insan yang suka belajar dan memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Pembelajar hendaknya mampu menyesuaikan diri dan merespons tantangan baru dengan baik.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 23 5. Pendidikan Membentuk Karakter
Pendidikan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, dan pembentukan kepribadian. Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran, berakhlak mulia, mandiri, serta cakap dalam menjalani hidup.
6. Sekolah yang Menyenangkan
Sekolah sebagai satuan pendidikan yang utama merupakan suatu ekosistem. Suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, maupun orang tua siswa.
7. Pendidikan Membangun Kebudayaan
Pendidikan memiliki hubungan yang amat erat dengan kebudayaan. Sebagian dari paradigma yang disebut di atas mengandung aspek kebudayaan atau proses budaya.
Pendidikan pada dasarnya juga merupakan proses membangun kebudayaan atau membentuk peradaban. Pada sisi lain, pelestarian dan pengelolaan kebudayaan adalah untuk menegaskan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Puspendik Balitbang Kemendikbud diarahkan untuk menjadi lembaga yang profesional di bidang penilaian pendidikan dengantugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan sistem dan metodologi penilaian pendidikan dengan melakukan:
a) Mengembangkan Sistem Penilaian dan Evaluasi Pendidikan
Pengembangan sistem penilaian dan evaluasi pendidikan bertujuan untuk mendukung dan memacu peningkatan mutu dan relevansi pendidikan nasional serta untuk melakukan evaluasi terhadap input, proses, dan output penyelenggaraan pendidikan pada tingkat nasional maupun tingkat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
b) Mengembangkan Jejaring Kerja
Pengembangan jejaring kerja bertujuan untuk mengembangkan sistem hubungan kerja baik secara vertikal maupun horizontal serta meningkatkan kerja sama antara Puspendik dengan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan pengembangan penilaian
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 24
pendidikan serta kegiatan internasional pada tingkat internasional, regional, nasional, provinsi, dan kabupaten. Hubungan kerja sama diharapkan berjalan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan adanya jejaring kerja ini.
c) Meningkatkan Kompetensi SDM
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan kompetensi jajaran Puspendik dan jajaran unit kerja yang relevan baik di tingkat pusat maupun daerah dalam bidang pengembangan penilaian pendidikan.
d) Memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis dan administratif kepada lembaga- lembaga Independen
Pemberian fasilitasi dan bantuan teknis administratif bertujuan untuk mendukung aktivitas penyelenggaraan kegiatan berbagai lembaga independen yang berkaitan dengan pengembangan penilaian pendidikan. Untuk mengukur ketercapaian tujuan strategis pembangunan pendidikan diperlukan sejumlah sasaran yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai pada akhir tahun.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 25
B. Kerangka Regulasi
Puspendik Balitbang Kemendikbud membutuhkan kerangka regulasi untuk mendukung tercapainya sasaran Balitbang Kemendikbud 2015-2019. Berikut dijabarkan kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk mengawal tercapainya arah kebijakan, strategi dan sasaran Puspendik 2015-2019 serta urgensi perlunya kerangka regulasi. Perincian mengenai jenis kebutuhan regulasi dan pentingnya regulasi dalam mendukung pencapaian sasaran strategis Puspendik, dijelaskan pada Tabel3.2.
Tabel 3.2 Kerangka Regulasi
NO Arah Kerangka Regulasi dan/atau Kebutuhan Regulasi
Urgensi Pembentukan Berdasarkan Evaluasi Regulasi Eksisting, Kajian, dan Penelitian 1. Revisi UU No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
Payung hukum pengembangan dan
penyelenggaraan pendidikan sebagai Ekosistem dan Gerakan Nasional Pencerdasan
Bangsaberbasis penelitian dan pengembangan secara berkelanjutan.
3. Penyelenggaraan Program Wajib Belajar 12 Tahun (Pendidikan Menengah)
Menunjang kebijakan pemerintah untuk melaksanakan Program Wajib Belajar Pendidikan Menengah sebagai Gerakan Pencerdasan Bangsa dan memenuhi
persyaratan global tentang pendidikan minimal untuk bekerja di sektor formal dan berkeluarga.
4. Peraturan Pemerintah dan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Tata kelola penelitian dan pengembangan pendidikan yang mendukung terwujudnya sistem pendidikan nasional sebagai Ekosistem dan Gerakan Pencerdasan Bangsa.
5. Permendikbud nomor 58, 59, dan 60 tahun 2014
Menunjang penyusunan kisi-kisi UN sesuai dengan standar kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 (irisan)
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 26
C. Kerangka Kelembagaan
Kerangka kelembagaan adalah perangkat Puspendik Balitbang Kemendikbud yang meliputi struktur organisasi, ketatalaksanaan, dan pengelolaan aparatur sipil negara. Pada periode 2015-2019, Puspendik akan melaksanakan tugas dan fungsi dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015-2019. Puspendik terdiri atas:
a. Bidang Penilaian Akademik (PA) mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis, pengembangan sistem, dan pengukuran akademik serta koordinasi, fasilitasi, pemantauan, evaluasi, dan laporan pelaksanaan pengukuran akademik.
b. Bidang Penilaian Non Akademik (PNA) mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis, pengembangan sistem, dan pengukuran non-akademik, serta koordinasi, fasilitasi, pemantauan, evaluasi, dan laporan pelaksanaan pengukuran non- akademik.
c. Bidang Analisis dan Sistem Penilaian (ASP) mempunyai tugas melaksanakan analisis, pengembangan sistem, pengelolaan, dan pemanfaatan hasil penilaian pendidikan, serta koordinasi, fasilitasi, pemantauan, evaluasi, dan laporan pengembangan sistem penilaian pendidikan dan pemanfaatan hasil penilaian pendidikan.
d. Bagian Tata Usaha (TU) mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, persuratan, kearsipan, barang milik negara, kerumahtanggaan, dan ketatalaksanaan Pusat.
e. Jabatan Fungsional Tertentu
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 27
Struktur organisasi Pusat Penilaian Balitbang Kemendikbud 2015-2019 berdasarkan Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 ditunjukkan seperti pada bagan 3.1.
BAGAN 3.1 STRUKTUR ORGANISASI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN
BAGIAN TATA USAHA
BIDANG PENILAIAN AKADEMIK
BIDANG PENILAIAN NON AKADEMIK
BIDANG ANALISIS DAN SISTEM PENILAIAN
SUBBAGIAN KEUANGAN DAN
RUMAH TANGGA SUBBAGIAN
PERENCANAAN, KEPEGAWAIAN, DAN
TATALAKSANA
JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 28
Mengacu kepada struktur organisasi, Puspendik Balitbang Kemendikbud telah mengelompokkan program Puspendik ke dalam Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). Indikator Kinerja Kegiatan tersebut diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan program Puspendik.
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3
Indikator Kinerja Kegiatan Penyediaan Informasi Hasil Penilaian Pendidikan Berdasarkan Renstra 2015 - 2019
(sebelum revisi)
SK dan IKK Base Line
2014
TARGET TAHUN
2015 2016 2017 2018 2019
SK.5.2029.1
Tersedianya hasil pengembangan penilaian dalam mengukur mutu pendidikan
IKK.5.2029.1.1
Jumlah soal yang terstandar sesuai kebutuhan bank soal nasional.
121.850 Soal
129.830 Soal
130.000 Soal
130.000 Soal
130.000 Soal
130.000 Soal IKK.5.2029.1.2
Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan tes berbasis komputer (CBT).
540 Sek
540 Sek
540 sek
540 Sek
540 sek IKK.5.2029.1.3
Jumlah laporan hasil analisis penilaian sebagai bahan kebijakan.
17 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
IKK.5.2029.1.4 Jumlah model Penilaian Pendidikan.
10 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
IKK.5.2029.1.5
Jumlah dokumen
perencanaan dan anggaran, keuangan, kepegawaian, dan evaluasi kinerja yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
3 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
IKK.5.2029.1.6 Jumlah bulan untuk layanan perkantoran.
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 29
Tabel 3.4
Indikator Kinerja Kegiatan Penyediaan Informasi Hasil Penilaian Pendidikan Berdasarkan Renstra 2015 - 2019
(setelah revisi)
SK dan IKK Base Line
2014
TARGET TAHUN
2015 2016 2017 2018 2019
SK.5.2029.1
Tersedianya hasil pengembangan penilaian dalam mengukur mutu pendidikan
IKK.5.2029.1.1
Jumlah soal yang terstandar sesuai kebutuhan bank soal nasional.
121.850 Soal
129.830 Soal
130.000 Soal
130.000 Soal
130.000 Soal
130.000 Soal IKK.5.2029.1.2
Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan tes berbasis komputer (CBT).
540 sek
540 Sek
30.000 sek
40.000 Sek
70.000 sek IKK.5.2029.1.3
Jumlah laporan hasil analisis penilaian sebagai bahan kebijakan.
17 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
8 Dokumen
IKK.5.2029.1.4 Jumlah model Penilaian Pendidikan.
10 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
5 Dokumen
IKK.5.2029.1.5
Jumlah dokumen
perencanaan dan anggaran, keuangan, kepegawaian, dan evaluasi kinerja yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
3 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
4 Dokumen
IKK.5.2029.1.6 Jumlah bulan untuk layanan perkantoran.
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
12 Bulan
Sasaran Kinerja Tersedianya hasil pengembangan penilaian dalam mengukur mutu pendidikan dikelompokkan dalam berbagai kegiatan sebagai berikut:
1. Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan tes berbasis komputer (CBT).
Implementasi Ujian Nasional Bebasis Komputer (UNBK).
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah ujian yang menggunakan komputer sebagai media untuk menampilkan soal dan proses menjawabnya. UNBK dapat mengatasi kelemahan model penilaian yang berlangsung selama ini. Beberapa keunggulan sistem penilaian dengan UNBK yaitu lebih efektif dan efisien dari segi waktu, tenaga, SDM; pelaksanaan UNBK lebih jujur (integritas); serta memungkinkan pelaksanaan UN yang tidak serempak. UNBK diyakini mampu meningkatkan integritas pelaksanaan ujian nasional. Indeks Integritas UN perlu ditingkatkan dari tahun ke tahun sehingga semakin dapat menggambarkan realita capaian kompetensi siswa.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 30
Implementasi pelaksanaan UNBK dimulai pada tahun 2015 sebagai perintisan pelaksanaan UNBK secara nasional. Pada tahun 2015 target pelaksanaan yang dilakukan adalah pengembangan program aplikasi ujian (software), penetapan sekolah pilot, pengembangan infrastruktur server UNBK (hardware) di pusat atas kerjasama dengan Pustekkom Kemendikbud, pengembangan jaringan dan koneksi internet di pusat, perintisan kerjasama teknis dengan lembaga-lembaga terkait (internal dan eksternal Kemendikbud), implementasi UNBK secara terbatas di beberapa kabupaten/kota dan provinsi, dan evaluasi pelaksanaan UNBK.
Implementasi UNBK pada tahun 2016 dilakukan melalui: perbaikan dan penyempurnaan program aplikasi UNBK, penguatan pelaksanaan UNBK sebagai bagian dari sistem dual mode ujian secara nasional (UNKP dan UNBK), penambahan dan penguatan kapasitas server UNBK pusat bersama Pustekkom, perintisan kerjasama teknis dengan PTN (ITB, ITS, UGM, dan UI) dalam penyediaan server admin UNBK, penguatan sistem keamanan jaringan (security), perluasan sekolah pelaksana UNBK di daerah, perintisan helpdesk UNBK di tingkat provinsi, dan kerjasama teknis dengan berbagai pihak (PT. Telkom, PT PLN, Lemsaneg, BPPT), pembagian kewenangan daerah untuk melakukan verifikasi sekolah pelaksana UNBK, dan evaluasi pelaksanaan UNBK.
Pada tahun 2017 perlu dilakukan penyempurnaan dari keseluruhan sistem UNBK berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan UNBK sebelumnya. Ditargetkan pada tahun 2017 pelaksanaan UNBK merupakan arus utama (mainstream) dalam pelaksanaan UN dan UNKP merupakan pengecualian. Artinya, secara nasional diharapkan penyelenggaraan UN sudah dilakukan dengan berbasis komputer kecuali sekolah-sekolah di daerah tertentu saja yang melaksanakan UNKP dikarenakan keterbatasan jarak, sarana, atau jaringan. Selain itu penguatan program aplikasi, infrastruktur pusat, dan kerjasama teknis dengan lembaga terkait (PT Telkom, PT PLN, Lemsaneg, PTN, dan LPMP) terus dikembangkan seiring dengan meningkatnya jumlah sekolah dan daerah yang melaksanakan UNBK. Jumlah PTN yang terlibat untuk membantu infrastruktur UNBK perlu ditambah. Untuk memberikan pelayanan teknis yang memudahkan sekolah dalam mengatasi kendala teknis saat ujian, peranan helpdesk provinsi perlu ditingkatkan.
Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas helpdesk dengan cara melakukan
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 31
pelatihan teknis kepada tim helpdesk provinsi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis UNBK sehingga dapat melayani sekolah-sekolah dengan lebih baik.
Pada tahun 2018 ditargetkan pelaksanaan UNBK diikuti oleh sebagian besar sekolah pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA dan SMK sederajat. Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah sekolah UNBK secara signifikan, perlu dilakukan upaya penambahan jumlah dan kapasitas server pusat dan server admin. Untuk menambah kapasitas dan jumlah server pusat, perlu dilakukan pengadaan server yang mendukung pelaksanaan UNBK baik di Puspendik maupun di Pustekkom. Selain itu kerjasama teknis UNBK dengan pihak lain perlu dikembangkan lebih lanjut terutama dalam penyediaan server admin dengan cara pengembangan kerjsama teknis yang lebih luas dengan PTN lainnya dan kerjasama dengan LPMP yang ada di berbagai daerah. Selain itu peranan helpdesk UNBK tingkat provinsi perlu diperluas dengan cara mendorong kabupaten/kota untuk membentuk helpdesk UNBK di daerahnya masing. Hal ini untuk mengantisipasi mengatasi permasalahan yang timbul setiap daerah. Penguatan dan penyempurnaan program aplikasi dan pendataan UNBK akan terus dilakukan. Di samping itu mulai tahun 2018 perlu dilakukan pengembangan butir soal yang lebih advance yaitu memperkenalkan bentuk soal isian singkat pada mata pelajaran matematika khusus untuk jenjang SMA/MA dan SMK sederajat.
Target implementasi UNBK pada tahun 2019 adalah pelaksanaan UNBK di seluruh sekolah pada semua jenjang kecuali untuk peserta didik tertentu yang tidak memungkinkan melaksanakan UNBK dengan alasan tertentu. Diharapkan di semua daerah di seluruh wilayah NKRI tidak ditemui kendala infrastruktur jaringan listrik dan internet, sehingga UNBK bisa terjangkau oleh semua sekolah. Pemantapan kerjasama dengan instansi lain yang mendukung perluasan UNBK perlu dilakukan pada level eselon I atau bahkan level kementerian. Pada sisi teknis pelaksanaan UNBK, program aplikasi, security sistem, dan infrastruktur server UNBK sudah disiapkan dengan matang untuk melaksanankan UNBK. Penguatan SDM helpdesk provinsi, helpdesk kab/kota, proktor, dan teknisi sekolah merupakan prioritas pelaksanaan UNBK tahun 2019.
RENSTRA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN 2015 - 2019 32
2. Jumlah laporan hasil analisis penilaian sebagai bahan kebijakan.
Analisis hasil penilaian sebagai bahan kebijakan dikelompokkan menjadi analisis studi internasional dan analisis studi nasional. Pada periode 2015-2019, Puspendik akan melaksanakan dua survei internasional yaitu TIMSS dan PISA.
Tujuan keikutsertaan Indonesia dalam studi TIMSS adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kemampuan siswa-siswa di Indonesia di bidang Matematika dan IPA dibandingkan dengan negara-negara lainnya di dunia. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai sumber acuan dalam menyusun kebijakan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang Matematika dan IPA.
Pada pelaksanaan kegiatan TIMSS dilakukan tahapan-tahapan mulai dari pengumpulan data siswa, penyusunan instrumen survey, pengetikan dan layout, sampling kelas, entri dan cetak label, penggandaan, persiapan main survei, main survei, pemberkasan, pelatihan dan penskoran, entri, validasi dan cleaning, pengolahan hasil, verifikasi data, pelaporan, biaya tahunan IEA, Konsultan Internasional. Survei utama TIMSS akan dilakukan pada 2015 dan 2019. 2016 dan 2017 akan digunakan sebagai tahun-tahun untuk menyebarluaskan data hasil studi TIMSS, sedangkan 2018 akan digunakan melakukan persiapan studi utama yang akan dilakukan pada 2019.
PISA adalah suatu program studi internasional yang diikuti oleh lebih kurang 68 negara di dunia. Studi ini dilaksanakan di bawah koordinasi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), yaitu sebuah organisasi negara-negara maju di dunia.
Keikutsertaan Indonesia di dalam studi ini sangat strategis untuk dapat melihat pencapaian siswa usia 15 tahun dalam tiga bidang Literasi, yakni Membaca, Matematika, dan IPA. Tujuan keikutsertaan dalam PISA adalah untuk membandingkan kemampuan siswa Indonesia dengan siswa negara lain peserta studi ini. Informasi mengenai pencapaian ini akan dapat membantu pengambil kebijakan dalam menyusun kebijakan yang berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Di samping itu, keikutsertaan di dalam kegiatan ini dapat juga dijadikan sebagai media untuk saling bertukar informasi dan saling belajar dengan negara lain sehingga dapat dijadikan sebagai masukan untuk peningkatan program pembelajaran di Indonesia.