Page: 1 of 7
PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14
www.sgs.com
RESUME AUDIT SVLK
Nomor Project :
ID/JKT-4066
Nama Pemegang Izin: PT. Indorack Multikreasi
Alamat :
Kantor & Industri I : Jl. Otomen 428 Jl. Gatot Subroto KM 5 Kelurahan Jatiuwung Kecamatan Cibodas Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia (sekarang menjadi KP Jati RT 003/004 Kelurahan Jatiuwung Kecamatan Cibodas
Kota Tangerang ProvinsiBanten Indonesia)
Industri II : Jl Raya Mauk Kawasan Industri Mekar Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Banten Indonesia
Nomor Sertifikat : SGS-ID-LKI-0014 Tipe Sertifikasi: Verifikasi Legalitas Kayu pada IUI Lanjutan Investasi > 500 juta
Tanggal Terbit : 13 August 2013 Berlaku sampai dengan tanggal: 12 August 2016
Kapasitas Produksi: Industri furniture dari kayu komoditi lemari buku, lemari pakaian dan rak TV dengan kapasitas izin terpasang 75.000 m3 per tahun sesuai Daftar Ulang Izin Usaha Industri Nomor 530/036-IUI-BPPMPT/2013 oleh Badan Pelayanan Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Pemerintah Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia.
Ruang Lingkup : Pembelian bahan baku Particleboard, MDF (Medium Density Fibreboard) dan honecomb untuk produksi jenis industri furniture komoditi lemari buku, lemari pakaian dan rak TV dengan kapasitas izin produksi terpasang 75.000 M3 per tahun sesuai Izin Usaha Industri Nomor 530/036-IUI-BPPMPT/2013 oleh Badan Pelayanan Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Pemerintah Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia dengan lokasi kantor dan Industri di Tangerang Banten Indonesia.
Kontak Informasi
Pemegang Izin : Binti Maliki
Alamat:
Kantor & Industri I : Jl. Otomen 428 Jl. Gatot Subroto KM 5 Kelurahan Jatiuwung Kecamatan Cibodas Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia (sekarang menjadi KP Jati RT 003/004 Kelurahan Jatiuwung Kecamatan Cibodas
Kota Tangerang ProvinsiBanten Indonesia)
Industri II : Jl Raya Mauk Kawasan Industri Mekar Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Banten Indonesia
Telepon : 021-5530739, 021-5919754, 021-5919755 Fax : 021-55655039
Email : [email protected], [email protected] Tanggal Verifikasi:
Verifikasi Utama : 03 Juni – 05 Juni 2013 Surveillance 1 : 05 Mei – 06 Mei 2014 Surveillance 2 : 11 Mei -13 Mei 2015
(1) IDENTITAS LVLK
a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia
b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN
c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia
d. Nomor telepon/fax/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected]
e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail
f. Standar : Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan No: P.14/VI-BPPHH/2014
(2) IDENTITAS AUDITEE
PT. Indorack Multikreasi merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri kehutanan yang mengolah bahan baku Particleboard, Medium Density Fibreboard (MDF) dan Honeycomb paper menjadi produk jadi lemari buku, lemari pakaian dan rak TV untuk pasar ekspor dan lokal, yang didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 51 tanggal 22 Mei 2000 dengan Notaris Lieke Lianadevi Tukgali, SH; ditetapkan di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan Akta Notaris Nomor 78 tanggal 26 Juni 2008 dengan Notaris Nyonya Harjanto Tono, SH, ditetapkan di Tangerang; Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-48620.AH.01.02.Tahun2008; ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 7 Agustus 2008.
PT. Indorack Multikreasi memperoleh izin produksi berdasarkan Izin Usaha Industri Nomor 530/036-IUI-BPPT/2009 dengan kapasitas izin sebesar 33 600 sheet per tahun oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Pemerintah Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia. Berdasarkan Izin Usaha Industri tersebut jenis industri furniture dari kayu (KLUI 36101) dengan komoditi industri (KKI 36101.0399) yaitu komoditi lemari /rak dari kayu lainya.
PT. Indorak Multikreasi juga melakukan perpanjangan IUI dengan produk mebel furniture lemari buku, lemari pakaian dan rak TV dengan kapasitas izin produksi terpasang 75.000 m3 per tahun sesuai dengan Izin Usaha Industri Nomor 530/036-IUI-BPPMPT/2013 tanggal 17 Juni 2013 oleh Badan Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Pemerintah Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia.
.
(3) RINGKASAN TAHAPAN
Tanggal Waktu Penilai Area/Departemen/Proses/Indikator PIC
11-5-2015 08.00-09.00 Tim Auditor
SGS dan
Opening meeting:
- Sambutan (perusahaan dan Tim audit),
Tanggal Waktu Penilai Area/Departemen/Proses/Indikator PIC
Managemen - Perkenalan tim audit dan tim perusahaan,
- Penjelasan mengenai audit VLK (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, proses, metodologi audit)
- Dan lain-lain.
09.00-12.00 HPR
Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Pemegang Izin Usaha Mendukung Terselenggaranya Perdagangan Kayu Yang Sah)
09.00-12.00 HPUR
Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 4 (Pemenuhan Terhadap Peraturan Ketenagakerjaan Bagi Industri
Pengolahan)
12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch
13.00-17.00 HPR Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Keabsahan Perdagangan atau Pemindahtanganan Hasil Produksi)
13.00-17.00 HPUR
Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Unit Usaha Mempunyai dan Menerapkan Sistem Penelusuran Kayu Yang Menjamin Keterlacakan Kayu Dari Asalnya)
12-5-2015
08.00-10.00 HPR+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)
10.00-12.00 HPR+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)
12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch
13.00-15.00 HPR+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)
13.00-15.00 HPR+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)
15.00-16.00 Tim Auditor Menyusun ringkasan hasil audit
16.00-17.00 Tim Auditor Closing meeting
13-5-2015
08.00-12.00 HPR Prepare report, compile and submit report
12.00-13.00 HPR Break & lunch
13.00-17.00 HPR Prepare report, compile and submit report
Keterangan: HPR (Heru Pramono), HPU (Heru Puryanto)
(4) RESUME HASIL PENILAIAN
Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan
Pemenuhan 1.1.1 Unit Usaha adalah produsen yang memiliki izin yang sah
a. Akte Pendirian Perusahaan dan/atau perubahan terakhir
Pemegang izin memiliki akte pendirian perusahaan dan perubahannya. Akte pendirian perusahaan sesuai dengan ruang lingkup usaha.
Memenuhi b. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau
Izin Perdagangan yang tercantum dalam Izin Industri
Pemegang izin memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan yang masih berlaku dan sesuai dengan kegiatan usahanya.
Memenuhi c. Izin HO (izin gangguan lingkungan sekitar
Industri)
Pemegang izin memiliki dokumen pengurusan
izin HO pada lokasi industri dan kantor. Memenuhi d. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Pemegang izin memiliki Tanda Daftar
yang berwenang.
e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pemegang izin memiliki NPWP dan sesuai
dengan dokumen lainnya. Memenuhi
f. Dokumen lingkungan hidup (AMDAL / (UKL) -(UPL) /SPPL /DPLH/dokumen lingkungan hidup lain yang setara
Pemegang izin memiliki dokumen pengurusan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta pengurusan Laporan Semesteran UKL-UPL sesuai dengan usaha yang dijalankan.
Memenuhi dengan syarat g. IUIPHHK atau Izin Usaha Industri (IUI) atau
Izin Usaha Tetap (IUT)
Pemegang izin memiliki Izin Usaha Industri lanjutan diterbitkan oleh instansi berwenang dan telah sesuai jenis usaha yang dijalankan perusahaan.
Memenuhi dengan syarat h. Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri
(RPBBI) untuk IUIPHHK
Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan industri primer hasil hutan (IPHH) dan tidak memerlukan dokumen Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI)
Tidak Dinilai
1.1.2 Eksportir produk kayu olahan adalah eksportir yang memiliki izin sah, berupa eksporitr produsen
a. Berstatus Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK).
Pemegang izin memiliki ETPIK dan sesuai
dengan produk yang diekspor. Memenuhi
1.2.1 Importir adalah importir yang memiliki izin yang sah
Dokumen pengakuan / pengenal sebagai importer
Pemegang izin memiliki API-P dan sesuai
dengan produk yang di import Memenuhi
1.2.2 Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence)
Panduan/Pedoman/Prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan uji tuntas (due diligence) importir
Pemegang izin memiliki prosedur uji tuntas importir dan sesuai dengan deklarasi import serta dokumen lainnnya
Memenuhi dengan syarat
1.3.1 Kelompok memiliki akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok
a. Akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok
Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin
tidak melakukan pembentukan kelompok. Tidak Dinilai
2.1.1 Unit Usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah.
a. Kontrak suplai bahan baku dan atau dokumen jual beli
Seluruh penerimaan bahan baku dilengkapi dengan dokumen jual beli dan dokumen
angkutan hasil hutan yang sah. Memenuhi
b. Berita Acara Pemeriksaaan yang di tandatangani oleh petugas kehutanan yang berwenang untuk penerimaan kayu bulat dari hutan negara dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan penerimaan kayu bulat dari hutan
negara. Tidak dinilai
c. Berita acara serah terima kayu dan/atau bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan negara dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Seluruh penerimaan bahan baku pada perusahaan telah dilengkapi dengan dokumen serah terima barang.
Memenuhi
d. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh penerimaan bahan baku pada perusahaan dilengkapi dengan dokumen angkutan yang sah.
Memenuhi
e. Nota dan dokumen keterangan Berita acara dari petugas kehutanan kabupaten /Kota atau dari aparat desa/kelurahan) yang menjelaskan asal usul untuk Kayu bekas/hasil bongkaran serta DKP
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan pembelian dan proses produksi kayu bekas/hasil bongkaran.
Tidak DInilai
f. Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan pembelian dan proses produksi kayu limbah industri.
Tidak DInilai
g. Dokumen S-LK/S-PHPL yang dimiliki pemasok dan/atau DKP dari pemasok
Seluruh pemasok telah dilengkapi dengan dokumen S-LK dan DKP
Tersedia prosedur pemeriksaan terhadap pemasok yang menerbitkan DKP (serta personil yang ditunjuk dan tersedia surat penunjukan)
Memenuhi
h. Dokumen pendukung RPBBI Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan pembelian dan proses bahan baku dari IUPHHK-hutan alam/hutantanaman.
Tidak DInilai
2.1.2 Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang di import berasal dari sumber yang sah
lainnya.
b. Bill of Lading Dokumen B/L sesuai dengan dokumen impor
lainnya.
Memenuhi c. Packing List (P/L) Dokumen P/L sesuai dengan dokumen impor
lainnya.
Memenuhi
d. Invoice Dokumen Invoice sesuai dengan dokumen
impor lainnya.
Memenuhi e. Deklarasi Impor Verifier ini tidak dinilai karena penerapan
verifier ini diberlakukan mulai 1 September 2015
Tidak dinilai
f. Rekomendasi Import Verifier ini tidak dinilai karena penerapan verifier ini diberlakukan mulai 1 September 2015
Tidak dinilai
g. Bukti pembayaran bea masuk (bila terkena bea masuk)
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak terkena pembayaran bea masuk
Tidak dinilai h. Dokumen lain yang relevan diantaranya
CITES untuk jenis kayu yang dibatasi perdaganganya
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan pengolahan produk dengan jenis kayu yang dibatasi perdagangannya (CITES).
Tidak DInilai
i. Bukti penggunaan kayu import Terdapat bukti penggunaan kayu impor. Memenuhi
2.1.3 Unit usaha menerapkan sistem penelusuran kayu
a. Tally sheet penggunaan bahan baku dan hasil produksi
Perusahaan memiliki tally sheet produksi mulai dari penerimaan bahan baku Particleboard, MDF (Medium Density Fibreboard) dan
honeycomb sampai barang jadi yang dapat
memberikan informasi ketelusuran bahan baku asal.
Memenuhi
b. Laporan produksi hasil olahan Perusahaan memliki laporan produksi selama setahun yang memberikan informasi proses logis input dan output material serta rendeman yang sesuai dengan proses produksi
Memenuhi
c. Produksi industri tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan
Jenis produk yang diproduksi sesuai dengan IUI.
Realisasi produksi tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan untuk proses Furniture.
Memenuhi
d. Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang dipisahkan
Verifier ini tidak dinilai karena Perusahaan tidak melakukan proses produksi yang berasal dari kayu lelang.
Tidak DInilai
e. Dokumen LMKB/LMKBK dan LMHHOK Tersedia dokumen LMHHOK dan LMHHOK sesuai dengan dokumen pendukung
Memenuhi
2.1.4 Proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga)
a. Dokumen S-LK atau DKP Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai b. Kontrak jasa pengolahan produk antara
auditee dengan pihak penyedia jasa (pihak lain)
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai c. Berita acara serah terima kayu yang di
jasakan
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai d. Ada pemisahan produk yang di jasakan
pada perusahaan penyedia jasa
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai e. Adanya pendokumentasian bahan baku,
proses dan produksi dan ekspor apabila ekspor dilakukan melalui penyedia jasa
Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain dan tidak terdapat pendokumentasian bahan baku, proses dan produksi dan ekspor melalui penyedia jasa.
Tidak dinilai
1.1.1. Perdagangan atau pemindahtanganan hasil produksi dengan tujuan domestik
Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Pemegang izin melakukan perdagangan domestik dan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Memenuhi
3.2.1 Pengapalan kayu olahan untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
a. Produk hasil olahan kayu yang di ekspor Pemegang izin melakukan produksi terbukti merupakan produk hasil proses dalam industri sendiri.
Memenuhi b. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi
dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang yang sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya
Memenuhi
c. Packing list Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi
dokumen Packing List yang sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya
Memenuhi
d. Invoice Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi
dokumen Invoice yang sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya
Memenuhi e. Bill of lading (B/L) Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi
dokumen Bill of Lading yang sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya
Memenuhi f. Dokumen V-Legal untuk produk yang wajib
dilengkapi dengan dokumen V-Legal
Pemegang izin menggunakan dokumen V-Legal dengan inspeksi oleh lembaga LVLK dan sesuai dengan data pendukungnya
Memenuhi g. Hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor)
untuk produk yang wajib verifikasi teknis
Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang Izin tidak menggunakan hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor) dan produk yang di ekspor tidak wajib verifikasi teknis.
Tidak Dinilai
h. Bukti pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar.
Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang Izin melakukan ekspor produk tidak terkena bea keluar.
Tidak Dinilai i. Dokumen lain yang relevan (diantaranya:
CITES) untuk jenis kayu dibatasi perdagangannya
Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang Izin tidak melakukan perdagangan jenis kayu dalam kategori CITES.
Tidak Dinilai
3.3.1 Implementasi tanda V-Legal
Tanda V-Legal yang dibubuhkan sesuai dengan ketentuan
Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang Izin tidak melakukan implementasi penggunaan tanda V-Legal.
Tidak Dinilai
4.1.1 Pedoman/Prosedur dan implementasi K3
a. Pedoman/prosedur K3. Tersedia pedoman/prosedur K3 dan personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam implementasi pedoman/prosedur K3 (beserta surat penunjukannya
Memenuhi
b. Implementasi K 3 Tersedia peralatan K3 sesuai pedoman dan
berfungsi baik (diantaranya belum kadaluarsa). Tersedia tanda/jalur evakuasi
Memenuhi c. Catatan kecelakaan kerja Tersedia catatan kecelakaan kerja untuk setiap
kejadian kecelakaan kerja dan upaya penanganannya
Memenuhi
4.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja
Serikat pekerja atau kebijakan perusahaan (auditee) yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja
Terdapat Serikat Pekerja yang didaftakan ke instansi berwenang
Memenuhi
4.2.2 Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak hak pekerja untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan > 10 orang
Ketersediaan Dokumen KKB atau PP yang mengatur hak hak pekerja
Tersedia dokumen PP yang mengatur hak-hak pekerja serta telah didaftarkan ke instansi yang berwenang
Memenuhi
4.2.3 Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (diluar ketentuan)
Pekerja yang masih di bawah umur Tidak terdapat karyawan di bawah umur Memenuhi
Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 56 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
•
Verifier yang memenuhi norma penilaian berjumlah 37 verifier.
•