• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONSEP DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA

(2)

Apakah yang dimaksud dengan 1. Daya Dukung Lingkungan;

2. Pelestarian Daya Dukung Lingkungan;

3. Daya Tampung Lingkungan;

4. Pelestarian Daya Tampung Lingkungan?

(3)

• Key Point #1: An environment can only support as many organisms as there is available food, water, and free space

– Carrying capacity = maximum number of

organisms that can live somewhere, based on the food, water, and free space there

– Every species has a different carrying capacity.

Food, water, and free space are the

LIMITING FACTORS that determine carrying capacity

Carrying Capacity

(4)

Your fridge is like all of the resources (food, water, free space) in an

ecosystem.

What if we want to throw a party?

Imagine Your Fridge

(5)

We can keep inviting people, as long as

there’s enough food in the

fridge.

But with each new guest, there’s less to go around.

Imagine Your Fridge

(6)

The fridge won’t replenish magically, and I don’t have the money to keep putting food in the

fridge forever.

So too many guests means that…

So too many animals means that…

Someone goes hungry…

Not enough food/water/free space…

And leaves the party.  And organisms die. 

Imagine Your Fridge

(7)

Carrying Capacity

• Key Point #2: We can read a carrying capacity graph to predict changes in population size

Time

Population size

A B

C

D

(8)

Carrying Capacity

• When a population is BELOW its carrying capacity, it will INCREASE EXPONENTIALLY in size

Time

Population size

A B

C

D

(9)

Carrying Capacity

• But if it increases too much and rises ABOVE its carrying capacity, it will DECREASE in size

Time

Population size

A B

C

D

(10)

Carrying Capacity

• This happens over and over… but the increases and decreases get smaller and smaller…

Time

Population size

A B

C

D

(11)

Carrying Capacity

• Until eventually, the population size BECOMES STABLE AT THE CARRYING CAPACITY

Time

Population size

A B

C

D

(12)

Carrying Capacity

Time

Population size

A B

C

D

(13)

Closing

• An environment can only support as many

organisms as there is available food, water, and free space

– Carrying capacity = maximum number of organisms that can live somewhere based on these limiting

factors

• We can read a carrying capacity graph to predict changes in population size

– Below carrying capacity = exponential growth – Above carrying capacity = decease

– Over time, population stabilizes at carrying capacity

(14)

Time

Population size

A B

C

D

Exit Questions

• In the highlighted section of the graph, the

population is about to decline. Why? BE

SPECIFIC!

(15)

Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah

kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup

lainnya.

Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi

kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang

ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap

mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

(16)

Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah

kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pelestarian Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi

kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.

(17)

Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial

tertentu disebut daya dukung lingkungan.

Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.

(18)

Daya dukung juga dapat didefinisikan sebagai tingkat maksimal hasil sumber daya terhadap beban maksimum yang dapat didukung dengan tak terbatas tanpa semakin merusak

produktivitas wilayah tersebut sebagai bagian integritas fungsional ekosistems yang relevan

(19)

Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian-bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak.

Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak.

Apakah Saudara/i setuju dengan pernyataan di atas?

Yes or No

(20)

Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan

eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan.

(21)

Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :

1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah dan udara;

2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran);

3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling);

4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.

(22)

Analisis Daya Dukung Wilayah

(23)

Konsep yang digunakan untuk memahami ambang batas kritis daya-dukung ini adalah adanya asumsi bahwa ada suatu jumlah populasi yang terbatas

yang dapat didukung tanpa menurunkan derajat lingkungan yang alami sehingga ekosistem dapat terpelihara

(24)

Daya dukung wilayah (carrying capacity) adalah daya tampung maksimum lingkungan untuk

diberdayakan oleh manusia

Dengan kata lain populasi yang dapat didukung dengan tak terbatas oleh suatu ekosistem tanpa merusak ekosistem itu.

(25)

Fungsi beban manusia tidak hanya pada jumlah

populasi akan tetapi juga konsumsi perkapita serta lebih jauh lagi adalah faktor berkembangnya

perdagangan dan industri secara cepat.

(26)

Satu hal yang perlu dicatat, bahwa adanya inovasi teknologi tidak meningkatkan daya dukung wilayah akan tetapi berperan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam.

(27)

Analisis daya dukung (carrying capacity

analysis) merupakan suatu alat perencanaan pembangunan yang memberikan gambaran hubungan antara penduduk, penggunaan lahan dan lingkungan.

(28)

Analisis daya dukung dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam menilai

tingkat kemampuan lahan dalam mendukung segala aktifitas manusia yang ada di wilayah yang bersangkutan

(29)

Informasi yang diperoleh dari hasil

analisis daya dukung secara umum akan menyangkut masalah kemampuan (daya dukung) yang dimiliki oleh suatu daerah dalam mendukung proses pembangunan dan pengembangan daerah itu, dengan melihat perbandingan antara jumlah lahan yang dimiliki dan jumlah penduduk yang ada.

(30)

Produktivitas lahan, komposisi penggunaan lahan, permintaan per kapita, dan harga produk agrikultur, semua dipertimbangkan untuk mempengaruhi daya dukung dan digunakan sebagai parameter masukan model tersebut.

(31)

Misal, kemampuan daya dukung pada sektor pertanian diperoleh dari perbandingan antara lahan yang tersedia dan jumlah petani.

(32)

Data yang perlu diketahui adalah data luas

lahan rata-rata yang dibutuhkan per keluarga, potensi lahan yang tersedia dan penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian

(33)

Dimana:

K = daya dukung lahan (orang/ha)

Asi = luas lahan yang ditanami dengan jenis tanaman Si (ha) Ysi = produksi bersih tanaman pangan Si (kkal/tahun)

Csi = tingkat konsumsi untuk masing- masing jenis tanaman pangan dalam menu penduduk (%kkal/tahun)

R = kebutuhan kalori rata-rata per orang (kkal/orang/tahun)

……….Persamaan 1

(34)

Analisis daya dukung lahan dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut (mengacu pada persamaan 1):

1.Mengumpulkan data luas panen (ha) tanaman-tanaman penghasil kalori utama (jagung, padi, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

2.Mengumpulkan data-data produksi (ton/ha) tanaman- tanaman penghasil kalori utama (jagung, padi, umbi- umbian, dan kacang-kacangan.

3.Menghitung produksi bruto/produksi kotor (ton) tanaman-tanaman penghasil kalori utama (jagung, padi, umbi-umbian, dan kacang-kacangan).

(35)

4. Menghitung produksi netto/produksi bersih (kkal/tahun) tanaman-tanaman penghasil kalori utama (jagung, padi, umbi-umbian, dan kacang-kacangan).

5. Menghitung nilai konversi jumlah kalori masing-masing tanaman penghasil kalori utama sesuai ketetapanDaftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), Depkes, 2008.

6. Menghitung daya dukung lahan (K) setiap desa/kelurahan

(36)

CONTOH KASUS

(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ini tidak berarti bahwa pewarnaan imunositokimia TTF-1 tidak bermakna dalam menentukan perbedaan antara adenokarsinoma dan KSS pada pene- litian ini, karena

belanja barang untuk kegiatan nonoperasional, meliputi belanj a bahan, belanja barang transito, belanj a honor output kegiatan, belanja rugi selisih kurs uang

Upaya-upaya pengkajian pengetahuan tersebut akan semakin baik jika dilakukan dengan dukungan teknologi, seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa pemanfaatan

harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai

Perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara siswa yang menggunakan tipe STAD dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dalam bidang studi PAI

Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor : PER-5/PB/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Konfirmasi Setoran Negara, dengan ini kami sampaikan

Konsep penanganan yang dapat dilakukan terhadap Kompleks Observatorium Bosscha dan kawasan sekitarnya yaitu dengan membuat pembagian zona dalam radius 2.5 km. Zona tersebut

Populasi adalah sehimpunan individu atau kelompok individu suatu jenis makhluk hidup yang tergolong dalam satu spesies (atau kelompok lain yang dapat melangsungkan interaksi