• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN GURU MENGELOLA KELAS DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN DI KELAS IV SDN 36 KOTA SELATAN JURNAL. Oleh SINTIA SOANGO NIM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAN GURU MENGELOLA KELAS DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN DI KELAS IV SDN 36 KOTA SELATAN JURNAL. Oleh SINTIA SOANGO NIM."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015

PERAN GURU MENGELOLA KELAS DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN DI KELAS IV SDN 36 KOTA SELATAN

JURNAL

Oleh

SINTIA SOANGO NIM. 151 411 183

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

(2)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015

(3)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015

PERAN GURU MENGELOLA KELAS DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN DI KELAS IV SDN 36 KOTA SELATAN

[email protected]1), [email protected]2), [email protected]3)

Sintia Soango

JurusanPendidikan Guru Sekolah Dasar [email protected]

Rusmin Husain [email protected]

Dajani Suleman [email protected]

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran, di kelas IV SDN 36 Kota Selatan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran di kelas IV SDN 36 Kota Selatan.

Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan atau mendeskripsikan peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran. Metode pengumpulan data triangulasi yaitu triangulasi dengan metode dan triangulasai dengan sumber. Triangulasi dengan metode yaitu penelitian melalui metode observasi dan wawancara sedangkan triangulasi dengan sumber yaitu melakukan penelitian dengan sumber yang berbeda dalam hal ini guru dan siswa.

Hasil penelitian menggambarkan bahwa peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran di kelas IV SDN 36 Kota Selatan sudah baik atau sudah optimal. Hal tersebut dilihat dari peran guru sebagai fasilitar, mediator, pengelola, motivator, pembimbing, demonstrator, dan evaluator. Pengeloaan kelas untuk optimalisasi pembelajaran tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran dimana guru tersebut mampu mempertahankan kondisi kelas yang nyaman bagi siswa untuk belajar. Dimana guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal seperti mengatur tempat duduk, menata ruang kelas dan memperhatikan kebersihan kelas, menentukan penggunaan alokasi belajar, menunjukkan sikap tanggap, berinteraksi dengan baik dengan siswa, membagi perhatian, memotivasi siswa, membimbing siswa, memberikan

(4)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015

petunjuk-petunjuk yang jelas dan memberi teguran, memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran dan menggunakan media pembelajaran yang tepat. Dengan adanya peran guru mengelola kelas diharapkan bagi guru kelas dan guru pemegang mata pelajaran untuk menguasainya sesuai dengan ketentuanya dan diharapkan agar guru mampu mengimplementsi segala peran dalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Selain itu juga diharapkan dapat bermanfaat bagi guru untuk mengembangkan kepemimpinannya didalam kelas sehingga menjadi guru berkualitas.

Kata Kunci : Pengelolaan kelas, optimalisasi pembelajaran

(5)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 1. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Pengelolaan kelas merupakan salah satu komponen yang mendukung keberhasilan pembelajaran. Proses pembelajaran ini melibatkan, guru dan siswa. Guru dan siswa saling terkait satu sama lain dalam hal pelaksanaan kegiatan belajar di kelas. Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Bahkan hasil dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang terjadi dikelas.

Dalam mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran, guru masih mengalami berbagai masalah dalam mengelola kelas tentunya akan berdampak aktivitas belajar siswa. Hal tersebut dilihat dari proses pembelajaran diantaranya siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, siswa yang sering keluar masuk kelas pada saat guru menjelaskan, mengganggu teman pada saat belajar, dan

ada juga siswa hanya bermain pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan pengamatan peneliti pada hari senin tanggal 2 februari tahun 2015 di kelas IV SDN 36 Kota Selatan melalui kegiatan belajar mengajar, pengelolaan kelas kurang optimal disebabkan kurangnya peran guru dalam mengelola kelas yaitu peran guru sebagai fasilitator, mediator, pengelola, motivator, pembimbing, demonstrator, dan evaluator sehingga pembelajaran siswa masih rendah mengakibatkan hasil belajar siswa kurang.

Mencermati hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peran Guru Mengelola Kelas dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Di Kelas IV SDN 36 Kota Selatan”.

a. Identifikasi Masalah

1. Belum optimalnya peran guru dalam mengelola kelas

2. Masih ada diantara guru yang kurang memperhatikan pentingnya pengelolaan kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran

b. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka permasalahan

(6)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 yang dikaji dalam penelitian ini adalah:

“Bagaimanakah peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran di kelas IV SDN 36 Kota Selatan?”

c. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran, di kelas IV SDN 36 Kota Selatan.

d. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini antara lain:

1. Bagi Guru

Dapat menambah wawasan tentang pentingnya pengelolaan kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran.

2. Bagi Siswa

Dapat bermanfaat bagi siswa terutama dalam menumbuhkan minat belajar secara optimal.

3. Bagi Sekolah

Memberikan informasi tentang peran guru untuk mengoptimalkan pembelajaran di kelas.

4. Bagi peneliti

Akan menjadi referensi yang bermanfaat untuk mengajar di lapangan bahwa sejauh mana

peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran.

2. KAJIAN TEORETIS

a. Hakikat Peran Guru 1. Pengertian Peran Guru

Guru adalah sebagai pengelola kegiatan proses belajar mengajar, dalam hal ini guru bertugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa agar mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pengertian guru, Djamarah (2005:1) menyatakan bahwa guru merupakan unsur manusiawi dalam pendidikan. Guru adalah pendidik dan mengajar pada pendidikan dari anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

2. Optimalisasi Peran Guru dalam Proses Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting.

Bagaimanapun hebatnya kemajuan teknologi, peran guru akan tetap diperlukan. Menurut Wina (2008: 280- 291) ada beberapa peran guru yaitu guru sebagai sumber belajar, guru sebagai fasilitator, guru sebagai pengelola, guru sebagai demonstrator, guru sebagai pembimbing, guru sebagai motivator, dan guru sebagai evaluator.

(7)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 3. Pengelolaan Kelas

a. Pengertian Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan.

Guru selalu mengelola kelas ketika dia melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

b. Tujuan Pengelolaan Kelas 1. Speed

2. Simple

3. Self-confidence

c. Berbagai Pendekatan Dalam Pengelolaan Kelas

Thomas (dalam Faturrohman, 2014 : 105) lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Berbagai pendekatan tersebut yaitu (1) Pendekatan kekuasaan, (2), Pendekatan kebebasan, (3) Pendekatan keseimbangan peran (4)Pendekatan pengajaran(5) Pendekatan suasana emosi dan sosial (6) Pendekatan kombinasi.

d. Keterampilan Mengelola Kelas Menurut Sagala (2008 : 84) keterampilan mengelola kelas yang harus dimiliki oleh guru dapat dikelompokan

menjadi dua yaitu (1) Keterampilan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang kondusif dan optimal yang ditampakkan pada keterampilan dan kemampuan membagi perhatian pada kelompok belajar, memberikan petunjuk yang jelas kepada siswa mengenai hal belajar, menegur siswa yang berperilaku menyimpang dan memberi penguatan, (2) Keterampilan menciptakan kondisi belajar yang optimal, guru mampu dan teranpil merespon gangguan siswa yang berkelanjutan, respon guru tersebut dalam mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.

e. Masalah Pengelolaan Kelas

1. Tingkah laku yang ingin mendapatkan perhatian orang lain.

2. Tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan.

3. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain.

4. Peragaan ketidak mampuan, yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apapun karena yakin bahwa hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.

f. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas Dalam rangaka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan

(8)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 kelas, prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Maka penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasai prinsip-prinsip pengelolaan kelas menurut Djamarah (2006 : 181) yaitu sebagai berikut : (1) Hangat Dan Antusias, (2) Tantangan, (3) Bervariasi, (4)Keluwesan, (5) Penekanan pada hal-hal yang positif, (6) Penanaman disiplin diri.

g. Penataan Ruang Kelas

Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas/belajar.

Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhat ikan :

4. Optimalisasi Pembelajaran

Menurut kamus besar bahasa indonesia (1994 : 705) optimalisasi merupakan proses, cara atau perbuatan mengoptimalkan. Mengoptimalkan berarti menjadikan paling baik, paling tinggi atau paling menguntungkan. Jadi optimalisasi adalah proses pencapaian suatu pekerjaan dengan hasil dan keuntungan yang besar

tanpa harus mengurangi mutu dan kualitas dari suatu pekerjaan.

Menurut Rosdiani (2013 : 2) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.

1. Tahapan Pembelajaran

Secara umum, tahapan pembelajaran dilakukan melalui 3 langkah yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, serta kegiatan akhir dan tindak lanjut.

1. Pada kegiatan pendahuluan, perlu dilakukan pemanasan dan apersepsi 2. Kegiatan inti yang mencakup kegiatan

eksplorasi, konsolidasi pembelajaran, dan pembentukan sikap dan perilaku 3. Kegiatan akhir dan tindak lanjut.

Menurut mulyasa (dalam Anwar, 2010 : 110), pada kegiatan akhir pembelajaran dilakukan kegiatan pemberian tugas dan post tes.

2. Macam-Macam Strategi Pembelajaran

Menurut Wina (dalam Anwar, 2010 : 118), strategi pembelajaran dapat dibedakan menjadi 7 strategi berikut.

1. Strategi pembelajaran ekspositori 2. Strategi pembelajaran inkuiri (strategic

heuristic)

(9)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 3. Strategi pembelajaran berbasis masalah 4. Strategi pembelajaran peningkatan

kemampuan berpikir

5. Strategi pembelajaran kooperatif 6. Strategi pembelajaran kontekstual 7. Strategi pembelajaran efektif 5. Kajian Relevan

Kajian penelitian yang relevan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Riskawati H. Pakaya dengan judul “Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas Di Sdn 10 Batudaa Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa keterampilan guru mengelola kelas pada pembelajaran IPS di SDN 10 Batudaa sudah bagus atau sudah mampu dalam mengelola kelas, dimana guru-guru tersebut sudah mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif, mampu mempertahankan suasana kelas yang nyaman untuk siswa belajar dengan pemilihan metode, model dan media pembelajaran yang tepat, serta mampu mengembalikan kondisi kelas ke kondisi yang sebenarnya setelah terjadi masalah dimana guru berupaya untuk memvariasikan metode pembelajaran untuk menarik kembali minat belajar siswa.

3. METODE PENELITIAN a. Latar Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 36 Kota Selatan tepatnya di Kelurahan Biawu Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Berdasarkan pertimbangan bahwa sekolah tersebut mudah dijangkau dalam proses penelitian untuk pengumpulan data yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang diteliti.

b. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan atau mendeskripsikan peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran.

c. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini, kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti sebagai pelaku dan pengumpul data.

Karena bertindak sebagai pelaku, peneliti akan senantiasa berhubungan dengan subjek yang diteliti.

d. Data dan Sumber Data

Dalam penelitian peneliti mendapatkan data dari beberapa sumber, yang dapat dibagi atas :

1. Data Primer 2. Data Sekunder

e. Prosedur Pengumpulan Data

(10)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 Untuk mencari data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu :

 Observasi

 Wawancara

 Dokumentasi f. Analisis Data

Analisis data merupakan bagian yang terpenting dari penelitian deskriptif yang didukung oleh data kualitatif.

g. Pengecekan Keabsahan Data

Pengecekan keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu suatu teknik mengecek kebenaran data yang diperoleh kepada sumber lain pada waktu yang berlainan dengan teknik lain.

h. Tahap –tahap Penelitian

Adapun tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam penelitian yaitu sebagai berikut :

a. Tahap Penelitian Pendahuluan Pada tahap ini peneliti melakukan beberapa tahap sebelum melakukan penelitian yang sebenarnya diantaranya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu peneliti juga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan tempat yang akan

diteliti, menjaga etika dan memperhatikan waktu penelitian.

Dalam persiapan penelitian ini adapun hal-hal yang harus dilakukan peneliti yaitu mengecek kelengkapan data dan menyiapkan instrumen pengumpulan data.

b. Tahap penelitian Sebenarnya Pada tahap ini, peneliti sudah melakukan penelitian yang sebenarnya, penelitian yang sudah direncanakan dengan baik dan disusun secara detail yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung. Pada tahap ini peneliti memperhatikan dan mengamati proses pembelajaran.

Dalam hal ini peneliti mengamati peran guru mengelola kelas dalam mengoptimalkan pembelajaran.

Selain itu peneliti juga melakukan wawancara untuk menambah pengumpulan data.

c. Tahap penulisan laporan

Pada tahap penulisan laporan ini adalah tahap dimana peneliti sudah selesai mengumpulkan data. Data yang sudah selesai dikumpulkan selanjutnya disusun menjadi laporan yang disertai dengan lampiran dan dokumentasi

(11)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015

yang dapat

dipertanggungjawabkan.

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

a. Deskripsi Hasil Penelitian

1. Peran Guru Sebagai Fasilitator Peran guru sebagai fasilitator terlihat dimana guru mampu mempersiapkan siswa untuk belajar dengan tenang, guru mampu menyampaikan tujuan pembelajaran dengan baik dan menunjukkan penguasaan materi pembelajaran.

2. Peran Guru Sebagai Mediator Peran guru sebagai mediator terlihat dimana guru mampu menggunakan media pembelajaran yang menarik, sehingga memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

3. Guru sebagai pengelola

Peran sebagai pengelola, guru Kelas IV SDN 36 Kota Selatan mampu mengelola kelas dengan baik seperti menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan nyaman, dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa serta mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncakan.

4. Guru sebagai motivator

Peran sebagai motivator, guru Kelas IV SDN 36 Kota Selatan mampu menumbuhkan partisipasi aktif dari siswa saat proses pembelajaran berlangsung di kelas serta menumbuhkan keseriusan dan antusiasme siswa dalam belajar. Dalam proses belajar berlangsung guru sering memberikan pujian yang wajar kepada siswa yang berhasil menjawab pertanya dari guru tersebut.

5. Guru sebagai pembimbing

Peran sebagai pembimbing, guru Kelas IV SDN 36 Kota Selatan mampu membimbing siswa-siswanya dalam proses pembelajaran seperti memberikan tempat duduk yang paling depan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, memberikan contoh- contoh materi pembelajaran yang mudah dimengerti oleh siswa-siswa, selain itu juga guru tersebut mampu memahami gaya dan kebiasaan belajar serta memahami potensi dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswanya.

6. Guru sebagai demonstrator Peran sebagai demonstrasi, guru Kelas IV SDN 36 Kota Selatan mampu mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan seperti melakukan

(12)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 kegiatan apersepsi, mengaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan dan realistik serta melaksanakan pembelajaran dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas.

7. Guru sebagai evaluator

Peran sebagai evaluator, guru Kelas IV SDN 36 Kota Selatan mampu memantau kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran, melaksanakan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa, melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi siswa serta melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan ataupun tugas kepada siswa-siswa.

b. Pembahasan hasil penelitian

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Juga

hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, itu merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.

5. SIMPULAN DAN SARAN

a. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka disimpulkan bahwa peran guru di SDN 36 Kota Selatan dalam mengelola kelas sudah baik atau sudah optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran dimana guru tersebut mampu mempertahankan kondisi kelas yang kondusif bagi siswa untuk belajar.

Dimana guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal seperti mengatur tempat duduk, menata ruang kelas dan memperhatikan kebersihan kelas, menentukan penggunaan alokasi belajar, berinteraksi dengan baik dengan siswa, membagi perhatian, memotivasi siswa, membimbing siswa, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas dan memberi teguran, memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran dan

(13)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2015 menggunakan media pembelajaran yang tepat.

b. Saran

 Bagi guru

Dengan adanya peran guru mengelola kelas diharapkan bagi guru kelas dan guru pemegang mata pelajaran untuk menguasainya sesuai dengan ketentuan-ketentuannya.

 Bagi siswa

Diharapkan dengan adanya pengelolaan kelas yang baik dapat menumbuhkan minat belajar siswa secara optimal dalam kelas.

6. DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Kasful. 2010. Perencanaan Sistem Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Aziz, A. (2007). Metode Penelitian dan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Budiningsih, asri. 2005. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Daryanto, H.M. 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka cipta Dewi, Sartika. 2014. Peran Guru Dalam

Mengelola Kelas Di SD 44/1 Padang Kelapo Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari.

Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. (online)

http://ecampus.fkip.unja.ac.id/eskri psi/data/pdf/jurnal_mhs/artikel/A1D

109065.pdf diakses tanggal 23 April 2015

Djamarah, Bahri Syaiful. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta

____________. 2006. Strategi Belajar Mengajar : Rineka Cipta

Faturrohman, Pupuh. dan Sobry Sutikno.

2014. Strategi Belajar Mengajar.

Bandun : Refika Aditama

Pakaya, H. Riska. 2014. Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas Pada Pembelajaran IPS Di SDN 10 Batudaa Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo. Skripsi.

Program S1 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Rahmat, Abdul. dan Rusmin Husain.

2012. Profesi Keguruan. Gorontalo : Ideals Publising

Rohani, Ahmad. 2005. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Rosdiani, Dini. 2013. Perencanaan Pembelajaran Dalam Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Bandung:

Alfabeta

Sagala, Syaiful. 2008. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung:

Alfabeta

Sanjaya,Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana

Satori, Djam’an. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

Apabila diasumsikan bahwa biaya produksi dan pendapatan usaha peternakan itik rakyat dengan skala yang sama dari satu daerah kedaerah lain di pulau Jawa tidak jauh bervariasi,

102 Hasil Observasi home visit di rumah peserta didik, 10-11 Desember 2020.. ▪ Mengaji dengan cara dituntun pelan-pelan, menirukan pembinbing Berdasarkan hasil observasi

TABEL KOEFISIEN VARIABEL MODERASI Coefficients a. Model Unstandardized Coefficients

Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga,dengan pertimbangkan siapa diantara keluarga yang

yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara Keterangan Mudji Utami dan Mudjilah Rahayu Purwanto Widodo Etty Murwaningsih Suramaya Suci Kewal

Jika Data Pembuatan Akta ada yang salah, maka masukkan kembali No.Urut yang sudah diisi tadi maka secara otomatis akan tampil data – data yang lain, klik tombol

Hasil pengujian keragaman terhadap parameter fisik dan organoleptik cokelat batangan hasil formulasi menggunakan sumber rasa manis fruktosa dan bahan pengisi tepung tapioka (Tabel