• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DAN GURU PADA SMA SARIBUANA MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DAN GURU PADA SMA SARIBUANA MAKASSAR"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 112 PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA

TERHADAP KINERJA PEGAWAI DAN GURU PADA SMA SARIBUANA MAKASSAR

Oleh : Novita

Email : [email protected]

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa

ABSTRACT

NOVITA. 2017.Essay . The Influence of Human Resource Competency on Employee and Teacher Performance at SMA SARIBUANA Makassar South Sulawesi Province.Guided by Indrayani Nur, S. Pd SE., M.Si.

An employee is an individual who works for an employer, by contract or agreement whether in writing or in writing, to carry out a job or occupation in a particular activity by obtaining compensation paid under a specified period. This study aims to analyze the influence of human resource competencies on the performance of employees and teachers in SMA SARIBUANA Makassar. Analyzer used is multiple linear regression. Respondents of this research are employees and teachers of SMA Saribuana Makassar. The results of the analysis show that knowledge, mastery of science of technology and motivation affect the improvement of employee and teacher performance

From the ANOVA or F test, the significant number (Sig) (0,000) is below 0.05 and the Fcount is 19.614 where the Fcount is greater than the Ftable of 3.35. Thus, Fcount > Ftable then this result indicates that the independent variable (knowledge, mastery of technology science, motivation) influence together to the dependent variable (employee and teacher performance).

---

Keywords: Competence, Human Resource, and Performance.

(2)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 113 PENDAHULUAN

Anggaran Negara yang dibelanjakan untuk kepentingan pegawai negeri dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, namun hal tersebut belum diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dan integritas yang tinggi bagi komunitas Pegawai Negeri Sipil. Belanja pegawai adalah semua pengeluaran negara yang digunakan untuk membiayai kompensasi dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah pusat, pensiunan, anggota Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan pejabat negara, baik yang bertugas di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, para pengambil kebijakan dapat melakukan perbaikan kedalam, yang salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia. Perbaikan kondisi internal ini sekaligus bertujuan untuk memperkuat diri dan meningkatkan daya tahan dalam menghadapi persaingan lokal dan global yang pasti akan semakin ketat. Ini artinya instansi harus memperbaiki sistem manajemen kinerja instansinya melalui perbaikan kinerja pegawainya, karena keberhasilan instansi dalam memperbaiki kinerja instansinya sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang bersangkutan dalam berkarya atau bekerja.

Bekerja merupakan kegiatan manusia untuk mengubah keadaan tertentu dari suatu alam lingkungan.Perubahan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memelihara hidup yang pada dasarnya untuk memenuhi tujuan hidup.Pada dasarnya kebutuhan hidup manusia tersebut tidak hanya berupa material, tetapi juga bersifat non-materialseperti kebanggaan dan kepuasan kerja. Di dalam proses mencapaikebutuhan yang diinginkan, tiap individu cenderung akan dihadapkan pada hal-hal baru yang mungkin tidak diduga sebelumnya, sehingga

melalui bekerja dan pertumbuhan pengalaman, seseorang akan memperoleh kemajuan dalam hidupnya. Dalam proses bekerja itulah seseorang dapat dilihat bagaimana kinerjanya.

(3)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 114 TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Hasibuan (2014)

“Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat”.

Tujuan utama Sumber Daya Manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumber daya manusia (Karyawan) terhadap organisasi.Hal ini dapat dipahami bahwa semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya, tergantung pada manusia- manusia yang mengelola organisasi tersebut.Oleh karena itu, karyawan harus dikelola dengan baik sehungga dapat membantu organisasi dalam pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan.

Kompetensi menurut Wibowo (2009) adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.

1. Pengetahuan sebuah sarana atau defenisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bias dimengerti oleh manusiasebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu dalam kata lain dapat ita ketahui defenisi arti ilmu yaitu sesuatu yang didapat dari kegiatan membaca dan memahami benda-benda maupun peristiwa.

2. Penguasaan Ilmu Teknologi adalah suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi.

Dapat juga dikatakan defenisi ilmu teknologi merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, naik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.

3. Motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan seorang individu. Seseorang dikatan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebujt memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkan dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang.

(4)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 115 Kinerja Pegawai menurut Soedaryono dalam bukunya (Tata Laksana, 2008) adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil yang seperti diharapkan.

METODE PENELITIAN

Dalam melakukann analisis, pendekatan yang digunakan adalah mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan metode pengumpulan data.

Metode ini dilakukan dengan dua cara. Pertama studi kepustakaan.Penelitian kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data sekundar dari perusahaan, landasan teori dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini dengancara dokumentasi. Studi dilakukan antara lain dengan mengumpulkan data yang bersumber dari literature-literatur, bahan kuliah,dan hasilpenelitian lainnya yang ada hubungannya dengan objekpenelitian. Hal ini dilakukan untukmendapatkan tambahan pengetahuan mengenai masalah yang sedang dibahas.Kedua, studi lapangan.Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data yang diperlukan dengan cara melakukan pengamatan langsung pada perusahaan yang bersangkutan,baik melalui observasi, penyebaran kuesioner kepada para pegawai,dan wawancara penelitian lapangan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan, digunakan analisis kuantitatif.Analisis kuantitatif digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah diajukan dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda.Analisis ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh (Pengetahuan, Penguasaan Ilmu Teknologi, Motivasi) terhadap kinerja pegawai dan guru. Adapun hasil pengelolahan data tersebut dengan menggunakan SPSS 16 pada tabel berikut ini :

(5)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 116 TABEL 1

HASIL PERHITUNGAN KOEFISIEN REGRESI LINEAR BERGANDA Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 9.635 3.123 3.085 .005

pengetahuan .241 .148 .213 1.627 .116

penguasaan IT .828 .159 .686 5.217 .000

motivasi -.084 .101 -.092 -.833 .412

a. Dependent Variable: Kinerja pegawai dan guru

Dari tabel diatas dapat diketahui persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut :

Y = 9.635 + 0,241 X1 + 0,828 X2 + 0,084 X3

Model persamaan regresi (Unstandardized coefficients) menunjukkan koefisien (β) yaitu nilai yang menjelaskan bahwa Y (variabel terikat) akan berubah jika X (variabel bebas) diubah dalam satu satuan.

Sedangkan untuk model persamaan regresi Standardized coefficients, nilai koefisiennya adalah sebagai berikut :

Y = 0,213 X1 + 0,686 X2 + (-0,092) X3

1. Koefisien (β) X1 sebesar 0,213 memberikan arti bahwa pengetahuan (X1) berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dan guru (Y).

2. Koefisien (β) X2 sebesar 0,686 memberikan arti bahwa penguasaan ilmu teknologi (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dan guru (Y).

3. Koefisien (β) X3 sebesar -0,092 memberikan arti bahwa motivasi (X3) berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai dan guru (Y).

Koefisien Determinasi

Sementara itu untuk menlihat koefisien determinasinya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

(6)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 117 TABEL 2

HASIL PERHITUNGAN R SQUARE Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .833a .694 .659 1.142 1.679

a. Predictors: (Constant), motivasi, pengetahuan, penguasaan ilmu teknologi b. Dependent Variable: Kinerja pegawai dan guru

Sumber : Hasil Olah SPSS 16, 2017

Dari hasil tabel diatas menjelaskan bahwa nilai R Square sebesar 0,833 memiliki arti bahwa kemampuan variabel bebas (pengetahuan, penguasaan ilmu teknologi, motivasi) untuk menjelaskan besarnya pengaruh terhadap variabel terikat (kinerja pegawai dan guru) sebesar 83,3% kemudian sisanya 16,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalm model penelitan.

Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam pengujian hipotesis ini terdapat dua pengujian yaitu :

Uji Simultan (Uji F)

Uji pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel pengetahuan, penguasaan ilmu teknologi, motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai dan guru . Uji F dapat dilihat pada tabel berikut ini:

TABEL 3

HASIL PERHITUNGAN UJI F ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 76.785 3 25.595 19.641 .000a

Residual 33.881 26 1.303

Total 110.667 29

(7)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 118 ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 76.785 3 25.595 19.641 .000a

Residual 33.881 26 1.303

Total 110.667 29

a. Predictors: (Constant), motivasi, pengetahuan, penguasaan ilmu teknologi.

b. Dependent Variable: Kinerja pegawai dan guru Sumber : Hasil Olah SPSS 16, 2017

Dari uji ANOVA atau F, didapatkan angka signifikan (Sig) (0,000) yang berada dibawah 0,05 dan angka Fhitung sebesar 19,614 dimana angka Fhitung lebih kecil dari Ftabel sebesar 2,96. Dengan demikian bahwa Fhitung> Ftanel maka hasil ini menunjukkan bahwa variabel bebas (pengetahuan, penguasaan ilmu teknologi, motivasi) berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (kinerja pegawai dan guru).

(Uji Parsial (Uji T)

Uji T dilakukan untuk mengetahui masing-masing atau secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Uji T dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TABEL 4

HASIL PERHITUNGAN UJI T Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 9.635 3.123 3.085 .005

pengetahuan .241 .148 .213 1.627 .116

penguasaan IT .828 .159 .686 5.217 .000

motivasi -.084 .101 -.092 -.833 .412

a. Dependent Variable: Kinerja pegawai dan guru Sumber : Hasil Olah SPSS 16,2017

(8)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 119 Berdasarkan pada hasil tabel 4.13 uji t dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel dengan tingkat kesalahan 5% yakni 1,703 Apabila thitung> ttabel

maka dapat disimpulkan variabel tersebut mempunyai pengaruh dari variabel pengetahuan, penguasaan ilmu teknologi, motivasi terhadap kinerja pegawai dan guru dapat dilihat dari tingkat signifikan (probabilitas).

1. Pengaruh Pengetahuan terhadap Kinerja Pegawai dan Guru

Hasil Uji t (parsial) antara variabel pengetahuan terhadap variabel kinerja pegawai dan guru menunjukkan thitung 1,627 dimana nilainya lebih besar dari ttabel

1,703 dan nilai signifikasinya sebesar 0,116 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 maka variabel pengetahuan tidak berpengaruh pasrsial terhadap kinerja pegawai dan guru.

2. Pengaruh Penguasaan ilmu teknologi terhadap Kinerja Pegawai dan Guru

Hasil Uji t (parsial) antara variabel penguasaan ilmu teknologi terhadap variabel kinerja pegawai dan guru menunjukkan thitung 5,217 dimana nilainya lebih besar dari ttabel 1,703dan nilai signifikasinya sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 maka variabel penguasan ilmu teknologi berpengaruh parsial terhadap kinerja pegawai dan guru.

3. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai dan Guru

Hasil Uji t (parsial) antara variabel motivasi terhadap variabel kinerja pegawai dan guru menunjukkan thitung-0,833 dimana nilainya lebih besar dari ttabel

1,703dan nilai signifikasinya sebesar 0,412 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 maka variabel motivasi tidak berpengaruh parsial terhadap kinerja pegawai dan guru.

Dari hasil yang paparkan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak semua variabel independen (X) berpengaruh secara parsial terhdap variabel dependen (Y).dari nilai koefisien regresi ketiga variabel independen maka nilai thitung variabel penguasaan IT yaitu 5,217 lebih besar dibandingkan nilai variabel lainnya.

(9)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 120 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa masing- masing variabel pengetahuan, pengusaan ilmu teknologi, motivasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terbesar terhadap kinerja pegawai dan guru.Variabel pertama adalah pengetahuan dengan koefisien sebesar 0,213, variabel kedua adalah penguasaan IT dengan koefisien sebesar 0,686 dan variabel ketiga adalah motivasi dengan koefisien sebesar -0,092.

(10)

Vol 3, No. 005 (2017) Novita 121 DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara.

Soedaryono. 2008. Teori Kinerja Pegawai. Bandung : Tata Laksana

Wibowo. 2009. Competency Management.Teknik Mengimplementasikan Manajemen SDM berbasis Kompetensi untuk Meningkatkan Daya Saing Organisasi.Penerjemah Octa Melia Jalal. Jakarta : PPM

Situs :

http://infokepegawaian.wordpress.com/2012/04/07/pengertian-dan-jenispegawai negeri. Diakses pada tanggal 07/04/2017

http://www.bppk.depkeu.go.id/publikasi/artikel/167-artikel-pajak/19462-mencari perbedaan-pegawai-tetap-da-tidak-tetap. Diakses pada tanggal 09/04/2017 http://www.wibowopajak.com.2017/06/pengertian -pegawai.html

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa efek mediasi variabel Participant Satisfaction antara Destination Image , Event Image , dan Past Experience

Untuk mendukung acara yang sudah digelar bulan September lalu ini, IGC pun bekerjasama dengan Tourism Authority of Thailand (TAT) Jakarta pun memberikan memberikan

Oleh karena itu bahwa seorang pemimpin bukan hanya cerdas saja tetapi dituntut mampu membuat perencanaan, pengendalian, mengkoordinasikan sampai pengawasan berbagai kegiatan

1) Pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media Power Point pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung lebih efektif dibanding dengan pembelajaran kooperatif

Terdapat pengaruh langsung positif komunikasi interpersonal terhadap pengambilan keputusan kepala sekolah, artinya semakin baik komunikasi interpersonal, maka akan

Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah reaksi inflamasi yang didapat terhadap berbagai susbstansi yang dapat menyebabkan reaksi inflamasi hanya pada orang yang

Tidak hanya memberikan metode pembelajaran kewirausahaan saja namun pondok pesantren al Rabbani telah melakukan upaya internal dengan bekerjasama kepada stakeholder

Permasalahan utama dalam menjalankan fungsi legislasi Dewan Perwakilan Rakyat adalah Sumber Daya Manusia dari para anggota Dewan itu sendiri, dapat kita ketahui bahwa