BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat yang berlokasi di Jalan Pasar I Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, dengan ketinggian tempat + 25 meter diatas permukaan laut, mulai bulan Desember 2012 sampai Mei 2013.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah setek batang ubi jalar klon Kidal sebagai tanaman indikator, Tithonia diversifolia sebagai perlakuan, insektisida Furadan 3G, fungisida Dithane-45, air untuk menyiram tanaman, dan bahan lain.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul untuk membersihkan dan mengolah lahan, gembor untuk menyiram tanaman, meteran untuk mengukur luas lahan, timbangan, pacak sampel, alat tulis, dan alat-alat lain yang mendukung penelitian ini.
Metode Penelitian
Adapun rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu:
Faktor I = Dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia (T) dengan 4 taraf:
T0 = Kontrol (0 g/plot)
T1 = 1,5 kg bobot basah/plot (15 ton/ha) T2 = 3 kg bobot basah/plot (30 ton/ha) T3 = 4,5 kg bobot basah/plot (45 ton/ha)
Faktor II = Waktu Aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia (W) dengan 2 taraf:
W0 = 1 minggu sebelum tanam W1 = pada saat penanaman Sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan, yaitu:
T0W0 T0W1 T1W0 T1W1 T2W0 T2W1 T3W0 T3W1 Jumlah Ulangan : 3 ulangan Jumlah Plot : 24 plot Jumlah tanaman perplot : 5 tanaman Jumlah seluruh tanaman : 120 tanaman Jumlah sampel perplot : 3 tanaman Jumlah seluruh sampel : 72 tanaman Jarak antar plot : 50 cm Jarak antar ulangan : 50 cm Jarak antar tanaman : 30 cm Ukuran plot : 2 m X 0,5 m
Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dengan model linier aditif sebagai berikut:
Yijk = μ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + Σijk
i= 1,2,3 j=1,2,3,4 k=1,2
Yijk = Hasil pengamatan pada blok ke-i yang diberi perlakuan pupuk hijau Tithonia diversifolia pada taraf ke-j dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia pada taraf ke-k.
μ = Nilai tengah perlakuan.
ρi = Pengaruh blok pada taraf ke-i.
αj = Pengaruh pemberian pupuk hijau T. diversifolia pada taraf ke-j.
βk = Pengaruh waktu aplikasi Tithonia diversifolia pada taraf ke-k.
(αβ)jk = Pengaruh interaksi pemberian pupuk hijau T. diversifolia pada taraf ke-j dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia pada taraf ke-k.
Σijk = Pengaruh galat pada blok ke-i yang mendapat pupuk hijau T. diversifolia
pada taraf ke-j dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia pada taraf ke-k.
Jika analisi tanah nyata, maka dilanjutkan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji Beda Rata – Rata Duncant Berjarak Ganda dengan taraf 5 % (Gomez dan Gomez, 1995).
PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan Areal
Lahan dibersihkan dari rumput-rumputan liar (gulma), kemudian tanah diolah dengan cangkul hingga gembur.
Pembuatan Bedengan
Pembuatan bedengan dilakukan pada saat setelah dilakukan persiapan lahan. Dibuat plot dengan panjang 200 cm lebar 50 cm jarak antar plot 50 cm dan jarak antar blok 50 cm.
Persiapan Bahan Tanaman
Setek diperoleh dari tanaman ubi jalar klon Kidal. Panjang setek batang kurang lebih 30 cm. Jumlah bibit satu setek per lubang tanam.
Pemupukan
Pemupukan yang kepada setiap unit percobaanadalah pupuk N dan P sebanyak ½ dosis anjuran (18 gr urea, 7 gr TSP), sebagai pupuk dasar, sedangkan pupuk K tidak diberikan karena unsur kalium yang dibutuhkan tanaman diharapkan didapat dari pupuk hijau tithonia
Pengaplikasian Tithonia diversifolia
Pengaplikasian tithonia dilakukan sesuai dengan perlakuan yaitu satu minggu sebelum tanam dan pada saat penanaman. Bagian tithonia yang akan dipakai sebagai pupuk hijau adalah bagian tithonia yang masih dalam keadaan hijau (belum berkayu). Tithonia terlebih dahulu dicincang halus, lalu dibenamkan dengan kedalaman ± 15 cm dari permukaan plot, tithonia diambil dan diaplikasikan pada hari yang sama. Dosis tithonia diberikan 1,5 kg, 3 kg, dan 4,5 kg bobot basah per plot.
Penanaman
Bedengan yang sudah disiapkan untuk penanaman dibuat lubang sedalam 10 cm dengan jarak tanam 30 cm. Penanaman setek dilakukan secara miring dengan tiga ruas dibenamkan ke dalam tanah. Kemudian tanah dipadatkan dekat dengan pangkal setek. Penanaman dilakukan pada sore hari atau setelah matahari condong ke barat sekitar pupuk 16.00.
Pemeliharaan Tanaman Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali setiap hari . Penyiraman dilakukan pagi hari atau sore hari.
Penyulaman
Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 1 MST. Bahan sulaman dari setek batang yang berumur sama.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang ada di pertanaman dengan cara mencabut gulma dan dilakukan satu minggu sekali di lapangan.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan untuk menutup umbi agar tidak terkena matahari. Pembumbunan dilakukan setiap minggu setelah umbi terbentuk.
Pengangkatan batang
Pengangkatan batang dilakukan setiap minggu atau berdasarkan pengamatan adanya akar yang tumbuh pada ruas-ruas batang sampai 17 MST.
Pengangkatan batang ini bertujuan untuk menghindari pembentukan umbi kecil- kecil pada ruas batang yang menjalar.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk pengendalian hama digunakan insektisida Furadan 3G secara larikan yang diaplikasikan tiap 2 minggu sekali dan pengendalian penyakit digunakan fungisida Dithane-45 dengan dosis 3 g/liter air yang diaplikasikan 3 kali sampai dengan panen.
Panen
Pemanenan dilakukan ketika tanaman berumur 18 MST dengan kriteria panen warna daun mulai menguning dan rontok. Pemanenan dilakukan dengan cara menggali guludan dengan cangkul, lalu umbi ubi jalar dibersihkan dari tanah yang menempel dengan cara menyiram.
Pengamatan Parameter Panjang Tunas (cm)
Panjang tunas diukur dari pangkal batang hingga ujung yang diluruskan.
Pengukuran panjang tanaman dilakukan dengan interval 2 minggu yaitu 1, 3, 5, 7, 9, 12,15 dan 17 MST.
Jumlah Umbi Per Sampel (umbi)
Jumlah umbi dihitung dengan cara mengamati berapa banyak umbi yang terbentuk dari akar tanaman. Umbi yang diamati adalah umbi yang terbentuk pada akar batang utama (setiap akar yang sudah membentuk umbi) sedangkan umbi yang terbentuk pada batang yang menjalar tidak termasuk karena umbi yang dihasilkan kecil-kecil.
Jumlah Umbi Per Plot (umbi)
Jumlah umbi dihitung dengan menghitung seluruh jumlah umbi per plot yang terbentuk pada akar batang utama, dilakukan setelah panen.
Bobot Umbi Per Sampel (gr)
Dihitung sekali saat panen berdasarkan bobot segar umbi tiap sampel yang berasal dari batang utama.
Bobot Umbi Per Plot (gr)
Dihitung sekali saat panen berdasarkan bobot segar umbi tiap plot yang berasal dari batang utama.
Rataan Bobot Umbi
Rataan bobot umbi dihitung dengan rumus sebagai berikut:
∑ bobot umbi Rataan bobot umbi = ——————
Jumlah umbi Serapan K Tajuk Tanaman
Serapan K tajuk tanaman dihitung dengan cara mengeringkan tajuk tanaman lalu mengukur serapan K pada tanaman.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Panjang Tunas (cm)
Data pengamatan panjang tunas tanaman umur 1 s/d 17 MST dapat dilihat pada Lampiran 4 s/d 20, sedangkan daftar sidik ragam disajikan pada Lampiran 5 s/d 21 yang menunjukkan bahwa perlakuan beberapa dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh nyata terhadap panjang tunas tanaman umur 1- 17 MST tetapi waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tunas tanaman umur 1-17 MST.
Panjang tunas tanaman ubi jalar umur 1 s/d 17 MST pada beberapa dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Tabel 2
Tabel 2 menunjukan tunas terpanjang ubi jalar dari umur 1 s/d 17 MST diperoleh pada perlakuan pemberian pupuk hijau Tithonia diversifolia dengan dosis pupuk hijau 4,5 kg ( T3).
Tabel 2 juga menunjukan tunas terpanjang cenderung diperoleh dari perlakuan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia pada saat tanam walaupun berbeda tidak nyata dengan perlakuan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia satu minggu sebelum tanam.
Tabel 2. Panjang tunas tanaman ubi jalar (cm) umur 1, 3, 5, 7, dan 9 MST pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
WAKTU
PENGAMATAN Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sblm tanam W1 = Saat tanam
1 MST
T0 = 0 kg 2,84 3,22 3,03bc
T1 = 1.5 kg 3,12 2,78 2,95bc
T2 = 3 kg 3,50 3,16 3,33b
T3 = 4.5 kg 4,10 4,62 4,26a
Rataan 3,39 3,44
3 MST
T0 = 0 kg 8,48 8,73 8,61bc
T1 = 1.5 kg 8,73 8,65 8,69bc
T2 = 3 kg 9,80 8,78 9,29b
T3 = 4.5 kg 10,99 11,52 11,26a
Rataan 9,50 9,42
5 MST
T0 = 0 kg 15,42 15,68 15,55bc
T1 = 1.5 kg 16,20 17,31 16,76bc
T2 = 3 kg 18,61 17,12 17,87b
T3 = 4.5 kg 20,52 21,09 20,80a
Rataan 17,69 17,80
7 MST
T0 = 0 kg 24,19 24,97 24,58c
T1 = 1.5 kg 25,67 28,16 26,92bc
T2 = 3 kg 29,69 27,84 28,76ab
T3 = 4.5 kg 32,37 33,40 32,89a
Rataan 27,98 28,59
9 MST
T0 = 0 kg 35,01 37,44 36,22c
T1 = 1.5 kg 36,83 41,58 39,21bc
T2 = 3 kg 42,88 41,61 42,25ab
T3 = 4.5 kg 46,53 47,92 47,23a
Rataan 40,31 42,14
11 MST
T0 = 0 kg 47,77 52,02 49,89c
T1 = 1.5 kg 51,46 57,75 54,61bc
T2 = 3 kg 59,60 58,84 59,22ab
T3 = 4.5 kg 64,65 66,85 65,75a
Rataan 55,87 58,86
13 MST
T0 = 0 kg 62,91 69,74 66,33c
T1 = 1.5 kg 69,68 76,59 73,14bc
T2 = 3 kg 79,49 78,79 79,14ab
T3 = 4.5 kg 85,50 88,95 87,23a
Rataan 74,40 78,52
15 MST
T0 = 0 kg 80,51 89,99 85,25c
T1 = 1.5 kg 90,11 97,67 93,89bc
T2 = 3 kg 101,72 101,46 101,59ab
T3 = 4.5 kg 108,62 112,39 110,51a
Rataan 95,24 100,38
17 MST
T0 = 0 kg 99,21 112,70 105,96bc
T1 = 1.5 kg 113,26 93,24 103,25c
T2 = 3 kg 125,83 126,75 126,29ab
T3 = 4.5 kg 134,08 138,16 136,12a
Rataan 118,09 117,71
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang tidak sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf uji 5%.
Tabel 2 juga menunjukan tunas terpanjang pada umur tanaman 17 MST diperoleh dari perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia 4,5kg (T3) yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia 3kg (T2), tetapi berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia 1,5kg (T1) dan perlakuan tanpa pupuk hijau Tithonia diversifolia (T0)
Grafik perkembangan panjang tunas umur 1 s/d 17 MST pada perlakuan beberapa dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Grafik perkembangan panjang tunas ubi jalar umur 1 s/d 17 MST pada perlakuan beberapa dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia
Gambar 2. Hubungan panjang tunas tanaman ubi jalar (cm) terhadap pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia
Gambar 2 menunjukkan bahwa hubungan panjang tunas tanaman ubi jalar terhadap pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia berbentuk linier positif, dimana dengan peningkatan pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia akan meningkatkan panjang tunas tanaman ubi jalar.
Jumlah Umbi per Sampel (umbi)
Data pengamatan jumlah ubi per sampel tanaman ubi jalar dapat dilihat pada Lampiran 22 dan sidik ragam disajikan pada Lampiran 23. Sidik ragam menunjukkan hasil bahwa perlakuan pemberian dosis dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi per sampel tanaman ubi jalar.
Jumlah umbi per sampel tanaman ubi jalar pada pemberian dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Jumlah umbi per sampel (umbi) tanaman ubi jalar pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sebelum tanam W1 = Saat tanam
T0 = 0 2,97 2,88 2,93
T1 = 1,5 kg 3,33 2,28 2,81
T2 = 3 kg 2,78 2,93 2,86
T3 = 4,5 kg 2,55 3,47 3,01
Rataan 2,91 2,89
Tabel 3 menunjukan bahwa jumlah umbi per sampel tanaman ubi jalar terbanyak cenderung diperoleh pada perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia T3 (4.5kg bobot basah) yaitu 3,01 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya. Pada perlakuan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia, jumlah umbi per sampel terbanyak diperoleh pada perlakuan W0 (1 minggu sebelum tanam) yaitu 2,91 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan W1 (pada saat tanam) yaitu 2,89.
Jumlah Umbi per Plot (umbi)
Data pengamatan jumlah umbi per plot tanaman ubi jalar dapat dilihat pada Lampiran 24 dan sidik ragam nya dapat dilihat pada Lampiran 25. Sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi per plot tanaman ubi jalar.
Jumlah umbi per plot tanaman ubi jalar pada perlakuan pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah umbi per plot (umbi) tanaman ubi jalar pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sebelum tanam W1 = Saat tanam
T0 = 0 8,88 11,16 10,03
T1 = 1,5 kg 10,77 7,61 9,19
T2 = 3 kg 10,05 12,22 11,13
T3 = 4,5 kg 9,61 14,83 12,22
Rataan 9,83 11,45
Tabel 4 menunjukan jumlah umbi per plot tanaman ubi jalar terbanyak cenderung diperoleh pada perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia T3
(4.5 kg bobot basah Tithonia diversifolia) yaitu 12,22 umbi yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya. Pada perlakuan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia, jumlah umbi per plot tanaman ubi jalar terbanyak cenderung terdapat pada W1 (saat penanaman) yaitu 11,45 umbi dan yang berbeda tidak nyata dengan W0 (1 minggu sebelum tanam) yaitu 9,83 umbi.
Bobot Umbi per Sampel (g)
Data pengamatan bobot umbi per sampel tanaman ubi jalar disajikan pada Lampiran 26, sedangkan sidik ragam bobot umbi per sampel dapat dilihat pada Lampiran 27 yang menunjukkan bahwa perlakuan pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap bobot umbi per sampel tanaman ubi jalar.
Bobot umbi per sampel tanaman ubi jalar pada perlakuan pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Bobot umbi per sampel (g) tanaman ubi jalar pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sebelum tanam W1 = Saat tanam
T0 = 0 87,22 99,22 93,22
T1 = 1.5 kg 107,00 108,33 107,67
T2 = 3 kg 122,78 111,11 116,94
T3 = 4.5 kg 116,67 130,00 123,33
Rataan 108,41 112,17
Tabel 5 menunjukkan bobot umbi per sampel tanaman ubi jalar terberat cenderung didapat pada perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia T3 (4,5 kg bobot basah Tithonia diversifolia) yaitu 123,33 gram yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya.
Pada perlakuan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia, bobot umbi per sampel tanaman ubi jalar terberat cenderung didapat pada W1 (saat tanam) yaitu 112,16 g dan terendah terdapat pada W0 (1 minggu sebelum tanam) yaitu 108,41 g.
Bobot Umbi per Plot (g)
Data pengamatan bobot umbi per plot tanaman ubi jalar pada perlakuan pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Lampiran 28 dan sidik ragam nya dapat dilihat pada Lampiran 29. Sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap bobot umbi per plot tanaman ubi jalar.
Bobot umbi per plot tanaman ubi jalar pada perlakuan pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Bobot umbi per plot (g) tanaman ubi jalar pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sebelum tanam W1 = Saat tanam
T0 = 0 224,44 226,66 225,55
T1 = 1,5 kg 233,33 253,33 243,33
T2 = 3 kg 207,77 308,33 258,05
T3 = 4,5 kg 267,77 271,66 269,72
Rataan 233,33 265,00
Tabel 6 menunjukkan bahwa bobot umbi per plot terberat cenderung didapat pada perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia T3 (4,5 kg bobot basah Tithonia diversifolia) yaitu 269,72 gram yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia lainnya.
Pada perlakuan waktu aplikasi Tithonia diversifolia, bobot umbi per plot tanaman ubi jalar cenderung terdapat pada W1 (saat penanaman) yaitu 265,00 g dan yang terendah terdapat pada W0 (1 minggu sebelum tanam) yaitu 233,33 g.
Rataan Bobot Umbi
Data pengamatan rataan bobot umbi tanaman ubi jalar dapat dilihat pada Lampiran 30 dan sidik ragam nya terdapat pada Lampiran 31. Sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap rataan bobot umbi tanaman ubi jalar.
Rataan bobot umbi tanaman ubi jalar terhadap pemberian dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Rataan bobot umbi per sampel (g) tanaman ubi jalar pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sebelum tanam W1 = Saat tanam
T0 = 0 34,56 40,01 37,28
T1 = 1,5 kg 32,98 52,80 42,89
T2 = 3 kg 43,35 43,92 43,63
T3 = 4,5 kg 36,44 40,55 38,49
Rataan 36,83 44,32
Tabel 7 menunjukkan bahwa rataan bobot umbi tanaman ubi jalar terberat cenderung didapat pada perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia T2 (3 kg bobot basah Tithonia diversifolia) yaitu 43.63 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia lainnya.
Pada perlakuan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia, rataan bobot umbi terberat cenderung di dapat pada W1 (saat penanaman) yaitu 44,32 yang berbeda tidak nyata W0 (1 minggu sebelum tanam) yaitu 36,83.
Serapan K Tajuk Tanaman
Data pengamatan serapan K tanaman ubi jalar dapat dilihat pada Lampiran 32 dan sidik ragam nya dapat dilihat pada Lampiran 33. Daftar sidik ragam serapan K tanaman ubi jalar menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap serapan K tajuk tanaman ubi jalar.
Serapan K tajuk tanaman ubi jalar pada perlakuan Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Serapan K tajuk tanaman ubi jalar (ppm) pada berbagai dosis dan waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dosis Waktu Aplikasi Tithonia diversifolia
Rataan W0 = 1 Minggu sebelum tanam W1 = Saat tanam
T0 = 0 1,41 1,29 1,35
T1 = 1,5 kg 1,51 1,62 1,56
T2 = 3 kg 1,57 1,57 1,57
T3 = 4,5 kg 1,36 1,52 1,44
Rataan 1,46 1,50
Tabel 8 menunjukkan rataan tertinggi serapan K tajuk tanaman pada perlakuan dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia cenderung di dapat pada T2 (3kg bobot basah Tithonia diversifolia) yaitu 1,57 dan terendah terdapat pada T0 (tanpa pemberian Tithonia diversifolia) yaitu 1,35.
Pada perlakuan waktu aplikasi Tithonia diversifolia, rataan tertinggi serapan K tajuk tanaman terdapat pada W1 (saat tanam) yaitu 1,46 dan terendah terdapat pada W0 (1 minggu sebelum tanam) yaitu 1,50.
Pembahasan
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Terhadap Pemberian Dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan panjang tunas tanaman umur 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15 dan 17 MST, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi per sampel, jumlah umbi per plot, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot, rataan bobot umbi dan serapan K tajuk tanaman.
Panjang tunas tanaman ubi jalar umur 17 MST tertinggi terdapat pada T3
(4,5 kg bobot basah Tithonia diversifolia) yaitu 25,61 cm dan terendah terdapat pada T0 (tanpa pemberian Tithonia diversifolia) yaitu 21,47 cm. Pertambahan panjang tunas tanaman ubi jalar dikarenakan untuk pertambahan panjang yaitu pertumbuhan vegetatif diperlukan unsur N dimana pada penelitian ini diberikan
pupuk N setengah dosis begitu juga dengan pupuk P tanpa pemberian pupuk K.
Kekurangan unsur hara diharapkan didapat dari pupuk hijau Tithonia diversifolia yang cepat terdekomposisi. Terlihat dari grafik hubungan panjang tunas dan dosis yang linier yang berarti samakin banyak pupuk hijau yang diberikan samakin tinggi pertumbuhan tanaman karena hara yang tersedia semakin banyak. Pupuk hijau Tithonia diversifolia merupakan sumber bahan organik yang baik karena memiliki nisbah C/N rendah (8-8.5), fraksi terlarut bahan organik tinggi, dan kandungan lignin yang rendah (6,5 %) sehingga mudah terdekomposisi dan cepat menyediakan unsur hara ke dalam tanah. Hal ini sesuai dengan Hartatik (2007) yang menyatakan bahwa bahan organik dapat berperan langsung sebagai sumber hara tanaman setelah mengalami proses mineralisasi dan secara tidak langsung dapat menciptakan suatu kondisi lingkungan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dengan meningkatkan ketersediaan hara untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Bahan organik dapat mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang pada gilirannya akan memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman.
Pertumbuhan tanaman juga terjadi karena adanya proses-proses pembelahan sel dan pemanjangan sel dimana proses-proses tersebut memerlukan karbohidrat dalam jumlah besar. Pemberian Tithonia diversifolia mampu menyuplai unsur hara tanaman yang akan di proses di daun untuk membentuk hasil asimilat yang digunakan sebagai energi dalam pembelahan dan pengisian sel pada tahap pertumbuhan terutama panjang tunas tanaman. Semakin tinggi dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia yang diberikan pada tanaman ubi jalar maka akan semakin meningkatkan panjang tunas tanaman, hal ini dikarenakan akan semakin banyak sumbangan unsur hara yang diberikan.
Pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia pada tanaman ubi jalar berpengaruh tidak nyata terhadap produktivitas tanaman ubi jalar yaitu pada parameter jumlah umbi per sampel, jumlah umbi per plot, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot dan rataan bobot umbi. Hal ini diduga karena pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia yang diberikan belum optimal bagi perkembangan vegetatif tanaman ubi jalar. Diduga adanya pengaruh cuaca seperti curah hujan yang menyebabkan terbawanya unsur hara yang dibentuk oleh Tithonia sehingga tidak sempat digunakan oleh tanaman ubi jalar. Namun perlakuan T3 tetap memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian tithonia.
Pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia pada penelitian ini juga berpengaruh tidak nyata terhadap serapan K tajuk tanaman. Dosis pemberian Tithonia diversifolia yang dilakukan pada penelitian ini belum mampu untuk mensubtitusi pupuk anorganik, baik pupuk N maupun pupuk K. Sumarni (2008) melaporkan bahwa penggunaan pupuk hijau saja untuk mensubtitusi pupuk anorganik dalam waktu singkat tidak mungkin meningkatkan produktifitas tanaman. Oleh karena itu perlu kombinasi cara penggunaan pupuk hijau, dan efektifitasnya dalam menurunkan dosis anorganik sehingga akan menghasilkan teknik pengelolaan pupuk hijau sebagai amelioran untuk meningkatkan kualitas tanah sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas tanaman.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Terhadap waktu aplikasi Tithonia diversifolia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Tetapi terlihat kecendrungan pertumbuhan dan produksi tanaman lebih tinggi pada aplikasi
pupuk hijau Tithonia diversifolia pada saat tanam dari pada 1 minggu sebelum tanam karena unsur hara N pada Tithonia cepat terdekomposisi dimana bila aplikasi 1 minggu sebelum tanam, N yang telah terdekomposisi telah hanyut atau menguap.
Tanaman harus mampu menyerap zat makanan pada waktu sangat dibutuhkan, karena akan terjadi masa-masa kritis pada fase-fase tertentu. Pada masa pertumbuhan vegetatif tanaman sangat membutuhkan N, sedangkan P dibutuhkan pada saat pembungaan dan masa pembuahan. Pada waktu kritis ini, perlu dilakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhannya, jika tidak dapat mendapat pemupukan yang cukup, tanaman akan menderita dan kemungkinan besar akan mati (AAK, 1993). Pada penelitian ini, diduga waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia yang dilakukan belum tepat sehingga tidak dapat menyediakan unsur hara bagi kebutuhan pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar. Hal ini diduga karena pupuk hijau Tithonia diversifolia memiliki nisbah C/N yang rendah, sehingga pupuk hijau Tithonia diversifolia terurai terlalu cepat sedangkan tanaman belum mampu untuk menyerap unsur hara yang dibutuhkan nya.
Sutedjo, (2002) menambahkan bahwa kebutuhan tanaman akan bermacam-macam pupuk selama pertumbuhan dan perkembangannya (terutama dalam hal penyerapan) adalah tidak sama, membutuhkan waktu yang berbeda dan tidak sama banyaknya. Selama pertumbuhan dan perkembangannya (sejak kecambah hingga mati tanaman tersebut) terdapat berbagai proses pertumbuhan yang intensitasnya berbeda, sesuai dengan kegiatan kepentingan berbagai proses fisiologis tumbuhan. Berdasarkan kegiatan tanaman tersebut perlu dilakukan
pemupukan (pemberian unsur hara) yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Dengan demikian pemupukan tidak boleh dilakukan dengan sembarang waktu, harus diperhatikan waktu yang dibutuhkan.
Perlakuan waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar juga kemungkinan dikarenakan jumlah curah hujan yang tinggi sehingga unsur hara yang telah tersedia langsung tercuci oleh air hujan. Namun perlakuan W1 (saat penanaman) mampu meningkatkan petumbuhan dan hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan W0 (1 minggu sebelum tanam) , hal ini dikarenakan tithonia sangat mudah untuk terdekomposisi sehingga bila diaplikasikan sebelum tanam unsur hara tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman secara optimal.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Terhadap Interaksi Pemberian Dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia waktu aplikasi Tithonia diversifolia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia pada penelitian ini belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jalar karena antara perlakuan pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia belum mampu mempengaruhi satu sama lain secara nyata.
Secara statistik dari data hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia secara bersamaan berpengaruh tidak nyata pada semua parameter
yang diamati. Hal ini di duga karena antara faktor pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar.
Pada penelitian ini, pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia hanya mampu mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman ubi jalar, namun berpengaruh tidak nyata terhadap produktifitas dan hasil pada tanaman ubi jalar.
Sedangkan perlakuan waktu aplikasi Tithonia diversifolia tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sudjadi (1991) bahwa bila salah satu faktor lebih kuat pengaruhnya dari faktor lain sehingga faktor lain tersebut tertutupi dan masing-masing faktor mempunyai sifat yang jauh berbeda pengaruh dan sifat kerjanya, maka akan menghasilkan hubungan yang berbeda dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
1. Pemberian pupuk hijau Tithonia diversifolia nyata meningkatkan panjang tunas tanaman, dimana tunas tanaman tertinggi pada umur 17 MST diperoleh pada T3 (4,5 kg bobot basah Tithonia diversifolia) dan terendah pada perlakuan T0 (tanpa pemberian Tithonia diversifolia)
2. Waktu aplikasi pupuk hijau Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi setek ubi jalar.
3. Interaksi antara pemberian dosis pupuk hijau Tithonia diversifolia dan waktu aplikasi Tithonia diversifolia berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi setek ubi jalar.
Saran
Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dengan penambahan dosis pupuk hijau Tithonia.