• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORMULASI INDEKS KENYAMANAN UDARA DALAM RUANG PADA TEMPAT IBADAH AHMAD RAMDANI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FORMULASI INDEKS KENYAMANAN UDARA DALAM RUANG PADA TEMPAT IBADAH AHMAD RAMDANI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

FORMULASI INDEKS KENYAMANAN

UDARA DALAM RUANG PADA TEMPAT IBADAH

AHMAD RAMDANI

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

2021

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Formulasi Indeks Kenyamanan Udara dalam Ruang pada Tempat Ibadah” adalah karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Juni 2021 Ahmad Ramdani F44170002

(4)

ABSTRAK

AHMAD RAMDANI. Formulasi Indeks Kenyamanan Udara dalam Ruang pada Tempat Ibadah. Dibimbing oleh ARIEF SABDO YUWONO.

Dua fungsi utama dari fasilitas umum adalah memberikan pelayanan kepada penduduk dan menjaga kualitas lingkungan. Belum ditemukan indeks yang menyatakan parameter kenyamanan udara dalam ruang secara kuantitatif di tempat ibadah. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dan memformulasikan indeks kenyamanan udara dalam ruang pada tempat ibadah berdasarkan kondisi temperatur, kebisingan, kebauan, kelembaban relatif, dan intensitas cahaya yang dapat menjadi rekomendasi terbaik bagi pemerintah kabupaten/kota. Penelitian dilakukan berdasarkan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif berdasarkan pengisian kuesioner oleh responden dan metode kuantitatif berdasarkan pengukuran lima parameter di lokasi penelitian. Formula didapatkan dari hasil pembobotan berdasarkan kuesioner dan nilai indeks untuk setiap parameter. Indeks kenyamanan udara dalam ruang diperoleh berdasarkan lima tingkatan yaitu tidak nyaman, kurang nyaman, nyaman, cukup nyaman, dan sangat nyaman. Hasil penelitian memiliki nilai indeks tempat ibadah 4.0 pada Vihara Tridharma yang dinyatakan nyaman, nilai indeks 2.9 pada Gereja Immanuel yang dinyatakan cukup nyaman, dan kisaran nilai indeks 3.1-3.8 pada tujuh lokasi lainnya yang dinyatakan nyaman.

Kata kunci: indeks kenyamanan, kuesioner, responden, tempat ibadah

ABSTRACT

AHMAD RAMDANI. Formulation of Indoor Air Comfort Index for Worship Buildings. Supervised by ARIEF SABDO YUWONO.

Two main functions of public facilities are providing services to residents and maintaining environmental quality. There is currently no index that states the parameters of indoor air comfort quantitatively for worship buildings. The research has identified and formulated an indoor air comfort index for worship buildings based on temperature, noise, odour, relative humidity, and light intensity that can be the best recommendations for district/city governments. The research has conducted using qualitative and quantitative methods. The qualitative method is based on filling the questionnaires by respondents and the quantitative method is based on the measurement of five parameters at the research site. The formulation obtained from the results of the weighting of the questionnaire and the index for each parameter. The indoor air comfort index is obtained based on five levels:

uncomfortable, less comfortable, quite comfortable, comfortable, and extremely comfortable. The results of the research place of worship gave an index value of 4.0 at Tridharma temple that has declared comfortable, an index value of 2.9 at Church of Immanuel that have declared quite comfortable, and a range of index values of 3.1-3.8 at seven other sites that has declared comfortable.

Keywords: comfort index, questionnaire, respondent, worship buildings

(5)

© Hak Cipta milik IPB, tahun 2021 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah, dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan IPB.

Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis ini dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB.

(6)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan

FORMULASI INDEKS KENYAMANAN

UDARA DALAM RUANG PADA TEMPAT IBADAH

AHMAD RAMDANI

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

2021

(7)

Tim Penguji pada Ujian Skripsi:

1. Andik Pribadi, S.TP., M.Sc 2. Sekar Mentari, S.T., M.T

(8)
(9)
(10)
(11)

i

PRAKATA

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas seluruh rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi dengan judul “Formulasi Indeks Kenyamanan Udara dalam Ruang pada Tempat Ibadah” dapat diselesaikan. Penyusunan skripsi ini adalah salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Terima kasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan skripsi ini, khususnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc selaku dosen pembimbing yang selalu mendukung dan membimbing dalam penyelesaian skripsi ini.

2. Bapak Andik Pribadi, S.TP., M.Sc dan Ibu Sekar Mentari, S.T., M.T selaku dosen penguji.

3. Kedua orang tua yaitu, Bapak Jali Gojali dan Ibu Lilis Hodijah serta seluruh keluarga yang selalu memberikan kasih sayang, dukungan, semangat, dan doa.

4. Adisty Victoria A. P, Adisya Mahaluna S, Dita Alfianita, Hani Arbinaria Br. S, Novandri Pasaribu, dan Subisma Ranaarif sebagai teman satu bimbingan atas segala bantuan, semangat, dan kerja samanya.

5. Ihsan Habib, Restuning Henka P, Efri Nitasari yang membantu, membimbing, dan memberikan semangat.

6. Arfi Pandu Dinata yang memberikan informasi lokasi penelitian.

7. Pengurus Gereja Immanuel, GKI Cianjur, Gereja St. Maria, Masjid Al- Firdaus, Masjid Al-Ikhlas, Masjid Kubroh, Vihara Sakyawanaram, Vihara Tridharma, dan Vihara Gunadharma yang telah memberikan izin lokasi penelitian.

8. Teman-teman SIL 54 dan semua pihak yang membantu dalam penelitian ini.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan dan bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Bogor, Juni 2021 Ahmad Ramdani

(12)

ii

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL iii

DAFTAR GAMBAR iii

DAFTAR LAMPIRAN iii

I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 1

1.3 Tujuan 2

1.4 Manfaat 2

1.5 Ruang Lingkup 2

II TINJAUAN PUSTAKA 3

2.1 Kenyamanan dalam Ruang 3

2.2 Parameter Kenyamanan Udara dalam Ruang 3

2.3 Indeks Kenyamanan Udara dalam Ruang 5

III METODE PENELITIAN 6

3.1 Waktu dan Tempat 6

3.2 Alat dan Bahan 6

3.3 Prosedur Kerja 8

IV HASIL DAN PEMBAHASAN 11

4.1 Nilai Bobot Parameter KUR (Kenyamanan Udara dalam Ruang) 11 4.2 Indeks Parameter KUR (Kenyamanan Udara dalam Ruang) 12 4.3 Formula Indeks Parameter KUR di Lokasi Uji 14

4.4 Indeks KUR di Lokasi Uji 14

V SIMPULAN DAN SARAN 17

5.1 Simpulan 17

5.2 Saran 17

DAFTAR PUSTAKA 18

LAMPIRAN 22

RIWAYAT HIDUP 41

(13)

iii

DAFTAR TABEL

1 Parameter yang memengaruhi beberapa penelitian di tempat ibadah 3

2 Spesifikasi alat yang digunakan 7

3 Skala hedonisme kebauan 9

4 Bobot pengaruh parameter KUR 12

5 Indeks parameter KUR 13

6 Indeks parameter KUR berdasarkan interval parameter 13 7 Interval indeks kenyamanan udara dalam ruang 14 8 Rekapitulasi hasil pengukuran parameter pengaruh di lokasi uji 15

DAFTAR GAMBAR

1 Peta lokasi penelitian 6

2 Diagram alir penelitian 8

3 Distribusi nilai parameter KUR 11

4 Nilai indeks setiap parameter KUR 16

5 Nilai indeks KUR di lokasi uji 16

DAFTAR LAMPIRAN

1 Kuesioner penelitian 23

2 Kuesioner skala hedonisme kebauan 24

3 Contoh pengisian kuesioner kenyamanan oleh responden 25 4 Contoh pengisian skala hedonisme kebauan oleh responden 26 5 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Gereja Immanuel 27

6 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Gereja St. Maria 29

7 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di GKI Cianjur 31

8 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Masjid Kubroh 32

9 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Masjid Al-Ikhlas 34

10 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Masjid Al-Firdaus 36

11 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Vihara Sakyawanaram 37

12 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Vihara Tridharma 38

13 Hasil pengisian nilai pengaruh dan kenyamanan berdasarkan kuesioner

di Vihara Gunadharma 39

14 Lampiran 14 Perhitungan nilai pengaruh dan bobot 39

15 Lampiran 15 Perhitungan indeks KUR 40

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Dinas Kesehatan provinsi Nusa Tenggara Barat dan kesembilan kabupaten/ kota di NTB telah membuat suatu DHA untuk data bersumber publik untuk data 2006, ditambah dengan data

2. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar. Satu kelompok bervariatif terdiri siswa yang memiliki keterampilan gerak yang tinggi dan rendah. Masing-masing

Secara teoritis, penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah bagi pengembangan ilmu hukum di bidang hukum pemerintahan, khususnya pemahaman

Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen.. PENGUKURAN DAMPAK EKONOMI DI TINGKAT LOKAL. Penilaian dampak ekonomi dari kegiatan wisata di

tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dapat mengadakan

Setiap pihak yang melakukan Pembawaan UKA dengan jumlah yang nilainya paling sedikit setara dengan Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah), tanpa memperoleh Izin

Pada pembelajaran kooperatif tipe NHT aktifitas belajar lebih banyak berpusat pada siswa, dalam proses diskusi dan kerja kelompok guru hanya berfungsi sebagai fasilitator

Minimnya sasaran-sasaran yang dapat diukur atau tidak adanya standard kinerja dan tidak mempunyai sistem informasi untuk memberikan hasil yang tepat pada waktunya, serta