• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Gambar flow diagram pemecahan masalah dapat dilihat pada gambar III-1 dan gambar III-2. Gambar III-1 menunjukkan gambar dari flow diagram penentuan dan analisa masalah yang dimulai dari pada saat penentuan topik yang akan dijadikan skripsi sampai tahap sebelum proses penyusunan Balanced Scorecard yang sesungguhnya dimulai. Sedangkan gambar III-2 menunjukkan gambar flow diagram penyusunan Balanced Scorecard yang dimulai dari awal proses penyusunan Balanced Scorecard yang sesungguhnya yang dimulai dari penentuan tujuan strategis

untuk tiap perspektif dalam Balanced Scorecard hingga skripsi selesai dan disetujui.

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing flow diagram tersebut, dimulai dari penjelasan flow diagram penentuan dan analisa masalah :

1. Pemilihan topik

Tahap pemilihan topik merupakan tahap awal penyusunan skripsi dimana ditentukan topik yang akan dijadikan skripsi. Dalam hal ini topik yang ditentukan adalah “Usulan Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Sistem Manajemen Strategis di PT. Dunia Mega Raya”.

2. Persetujuan topik

Setelah topik dipilih maka topik tersebut diajukan kepada dosen pembimbing kemudian oleh dosen pembimbing diputuskan apakah topik tersebut disetujui atau

(2)

tidak. Jika topik tidak disetujui maka langkah sebelumnya yaitu pemilihan topik harus diulang kembali. Namun jika topik sudah disetujui oleh dosen pembimbing, maka penyusunan skripsi sudah dapat dimulai.

3. Penelitian pendahuluan

Penelitian pendahuluan dilakukan dengan dua metode, antara lain : Studi literatur

Dilakukan studi melalui beberapa buku dan artikel mengenai Balanced Scorecard baik yang ditulis oleh penulis asing maupun penulis dalam negeri,

serta tulisan-tulisan dan artikel mengenai industri manufaktur plastik, khususnya di Indonesia yang diperoleh melalui internet.

Observasi lapangan

Observasi lapangan dilakukan untuk melihat dan meninjau kondisi perusahaan yang berjalan sekarang serta permasalahan-permasalahan yang berlangsung di dalam perusahaan. Observasi lapangan tersebut terutama dilakukan dalam ruang lingkup manajerial perusahaan khususnya top management yang melibatkan Manajer, Direktur, serta Direktur Utama

perusahaan karena skripsi yang akan disusun berhubungan dengan permasalahan manajerial.

4. Identifikasi dan perumusan masalah

Setelah melakukan penelitian pendahuluan, maka diperoleh sejumlah hasil pengamatan. Dari hasil pengamatan tersebut kemudian dirumuskan suatu permasalahan yang perlu untuk dipecahkan melalui skripsi tersebut.

(3)

5. Pengumpulan data internal dan eksternal

Setelah permasalahan yang ada di dalam perusahaan diidentifikasi dan dirumuskan, maka kemudian dilakukan pengumpulan data perusahaan yang diperlukan dalam penyusunan skripsi untuk pemecahan masalah tersebut.

Beberapa data yang dimaksud antara lain :

Kondisi internal perusahaan, seperti beberapa data finansial (mencakup laba bersih, total aktiva, total penjualan), data total produksi kantong plastik, data jumlah karyawan / SDM, data jumlah turnover, serta data jumlah pelanggan.

Visi dan misi perusahaan yang telah dirumuskan sebelumnya oleh pihak manajemen PT. Dunia Mega Raya.

Program kerja strategis perusahaan, yaitu berupa tujuan / sasaran strategis perusahaan yang kemudian dikelompokkan ke dalam empat perspektif yang ada dalam Balanced Scorecard.

Kondisi-kondisi yang mempengaruhi perusahaan yang mencakup faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), sedangkan faktor eksternal terdiri dari peluang (opportunity) dan ancaman (threat). Masing-masing faktor tersebut memiliki pengaruh tertentu bagi kondisi perusahaan, dimana pengaruh tersebut dapat bersifat positif maupun negatif.

6. Analisa kondisi umum perekonomian Indonesia

Sebelum melakukan penyusunan Balanced Scorecard untuk PT. Dunia Mega Raya, terlebih dahulu perlu dilakukan analisa terhadap kondisi-kondisi

(4)

lingkungan internal dan eksternal perusahaan, baik lingkungan mikro maupun makro. Karena itu perlu dilakukan analisa terhadap kondisi umum perekonomian di Indonesia sebagai lingkungan makro perusahaan.

7. Analisa kondisi umum industri manufaktur plastik di Indonesia

Kondisi umum industri manufaktur plastik di Indonesia juga perlu untuk dianalisa karena perubahan-perubahan yang terjadi dalam industri manufaktur plastik secara umum akan turut juga mempengaruhi kondisi perusahaan secara khusus. Karena itu kondisi umum industri manufaktur plastik di Indonesia perlu diperhatikan secara khusus agar PT. Dunia Mega Raya tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.

8. Estimasi perkembangan industri manufaktur plastik di Indonesia

Setelah kondisi umum perekonomian serta industri manufaktur di Indonesia dianalisa, maka langkah selanjutnya adalah melakukan estimasi atau perkiraan terhadap kondisi yang akan terjadi dalam industri manufaktur plastik di Indonesia, khususnya untuk beberapa waktu mendatang, apakah kondisi tersebut menjanjikan peluang atau potensi yang menggembirakan atau sebaliknya. Hal tersebut sangat penting agar pihak manajemen dapat menentukan strategi yang sesuai dengan perkembangan pasar dan dunia industri manufaktur plastik di Indonesia.

9. Analisa program kerja strategis perusahaan

PT. Dunia Mega Raya memiliki suatu program kerja yang disusun sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki perusahaan. Dalam tahapan ini dilakukan

(5)

analisa serta evaluasi terhadap program kerja tersebut untuk mengetahui kelebihan dan memperbaiki kelemahan dari program kerja tersebut. Tahapan ini dilakukan dengan mengadakan interview dan diskusi dengan Manajer, Direktur, serta Direktur Utama dari perusahaan.

10. Analisa posisi perusahaan

Setelah mengetahui kondisi-kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan yang tercakup dalam kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman, kemudian dilakukan analisa terhadap semua kondisi tersebut dengan menggunakan analisa SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat). dari analisa tersebut akan diperoleh suatu nilai yang mencerminkan pada posisi manakah perusahaan berada sekarang, apakah di posisi yang agresif, stabil, dan sebagainya. Hal ini perlu dilakukan agar strategi yang diambil oleh perusahaan dapat sesuai dengan kondisi yang ada di dalam perusahaan tersebut.

11. Analisa kondisi pendukung penerapan Balanced Scorecard

Dalam tahapan ini dianalisa kondisi internal dan eksternal perusahaan yang turut menjadi pendukung penerapan Balanced Scorecard di PT. Dunia Mega Raya. Kondisi-kondisi pendukung tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa PT. Dunia Mega Raya memilih untuk menerapkan Balanced Scorecard sebagai sistem manajemen strategis. Tahapan ini adalah tahapan terakhir dalam flow diagram penentuan dan analisa masalah, karena setelah tahapan tersebut proses penyusunan Balanced Scorecard yang sesungguhnya dimulai.

(6)

Mulai

Pemilihan Topik

Estimasi Perkembangan Industri Manufaktur Plastik di

Indonesia Analisa Kondisi Umum Industri Manufaktur Plastik di

Indonesia Analisa Kondisi Umum Perekonomian Indonesia Pengumpulan Data Internal

dan Eksternal Identifikasi dan Perumusan

Masalah

Penelitian Pendahuluan

Persetujuan Topik Dosen Pembimbing

Analisa Posisi Perusahaan Analisa Program Kerja Strategis Perusahaan

Analisa Kondisi Pendukung Penerapan BSC

A

Tidak

Ya

Gambar III-1 Flow Diagram Penentuan dan Analisa Masalah

(7)

Sekarang akan diberi penjelasan tentang proses-proses dalam flow diagram penyusunan Balanced Scorecard, antara lain :

1. Penentuan tujuan strategis tiap perspektif

Langkah pertama dalam penyusunan Balanced Scorecard adalah menetapkan tujuan-tujuan strategis dalam masing-masing perspektif dalam Balanced Scorecard tersebut, antara lain perspektif keuangan, perspektif pelanggan,

perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Tujuan strategis tersebut sebagian ditentukan dari program kerja strategis perusahaan yang sudah ada sebelumnya. Tahapan ini dilakukan dengan interview serta diskusi bersama Manajer, Direktur, serta Direktur Utama perusahaan.

2. Penentuan indikator kinerja tiap tujuan strategis

Setelah untuk masing-masing perspektif dalam Balanced Scorecard ditentukan tujuan strategis yang ingin dicapai oleh perusahaan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan indikator kinerja yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan dari masing-masing tujuans trategis tersebut. Tahapan ini juga dilakukan dengan interview serta diskusi bersama Manajer, Direktur, serta Direktur Utama perusahaan.

3. Penyusunan model dasar dan format Balanced Scorecard

Setelah semua tujuan strategis serta indikator kinerjanya ditentukan, maka disusun suatu model dasar dan format dari Balanced Scorecard sesuai dengan tiap tujuan strategis dan indikator kinerja dari masing-masing perspektif yang telah ditentukan tersebut.

(8)

4. Analisa hubungan sebab akibat antar perspektif

Antar keempat perspektif dalam Balanced Scorecard masing-masing memiliki keterkaitan dan hubungan yang saling mempengaruhi, yang semuanya dianalisa dalam tahapan ini.

5. Penyusunan pohon sebab akibat

Untuk melihat secara lebih jelas hubungan sebab akibat antar tiap perspektif dalam Balanced Scorecard maka disusun suatu pohon sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan keterkaitan antar tujuan strategis dalam tiap perspektif.

6. Penyusunan strategy map

Secara lebih jelasnya lagi, hubungan antara tiap perspektif dapat dilihat dalam strategy map dimana digambarkan secara jelas program kerja strategis perusahaan

yang disusun berdasarkan Balanced Scorecard.

7. Evaluasi kinerja perusahaan berdasarkan Balanced Scorecard

Pada tahapan ini dilakukan perbandingan antara kinerja perusahaan yang berjalan sekarang dengan kinerja perusahaan yang diinginkan dalam Balanced Scorecard, apakah sudah sesuai, melebihi harapan, atau masih mengalami

kekurangan.

8. Penentuan inisiatif tiap perspektif

Untuk memacu kinerja perusahaan agar memenuhi tujuan dan sasaran yang ada dalam Balanced Scorecard, maka untuk tiap perspektif kemudian dilakukan penentuan inisiatif atau langkah-langkah strategis, dengan tujuan agar semua

(9)

tujuan stategis yang ada tiap perspektif dalam Balanced Scorecard dapat tercapai, bahkan terlampaui. Tahapan ini dilakukan dengan mengadakan diskusi dengan Manajer, Direktur, serta Direktur Utama dari perusahaan.

9. Kesimpulan dan saran

Setelah keseluruhan proses penyusunan Balanced Scorecard telah selesai, maka diambil kesimpulan dari keseluruhan isi skripsi, serta saran-saran yang diberikan kepada PT. Dunia Mega Raya sesuai dengan isi dan kesimpulan dari skripsi tersebut.

10. Persetujuan skripsi dan penandatanganan

Setelah seluruh tahapan selesai dilaksanakan, maka tahapan terakhir adalah persetujuan serta penandatanganan skripsi oleh dosen pembimbing. Jika dalam salah satu atau beberapa tahapan masih ada kekurangan yang ditemukan oleh dosen pembimbing maka skripsi belum dapat disetujui. Karena itu perlu dilakukan revisi terhadap tahapan tersebut. Revisi dapat dilakukan pada tahapan manapun dalam proses penyusunan Balanced Scorecard.

Setelah dilakukan revisi baru skripsi dibawa kembali kepada dosen pembimbing. Jika sudah disetujui maka skripsi akan ditandatangani. Namun jika masih ada yang belum sempurna atau belum sesuai dengan keinginan dosen pembimbing maka harus dilakukan revisi lagi. Tahapan tersebut akan diulang terus hingga skripsi tersebut disetujui dan ditandatangani oleh dosen pembimbing, maka baru skripsi dapat dikatakan selesai.

(10)

A

Penentuan Tujuan Strategis Tiap Perspektif

Analisa Hubungan Sebab Akibat Antar Perspektif Penyusunan Model Dasar dan

Format BSC Penentuan Indikator Kinerja

Tiap Tujuan Strategis

Penyusunan Pohon Sebab Akibat

Penyusunan Strategy Map

Evaluasi Kinerja Perusahaan Berdasarkan BSC

Penentuan Inisiatif Tiap Perspektif

Kesimpulan dan Saran

Persetujuan Skripsi dan Penandatangan

Selesai

Dosen Pembimbing

Ya Tidak

Gambar III-2 Flow Diagram Penyusunan Balanced Scorecard

(11)

3.1 Ukuran Kinerja

Setiap perusahaan perlu memiliki suatu ukuran kinerja supaya dapat mengetahui kondisi yang terjadi di dalam perusahaan sekarang ini. Kebanyakan perusahaan dengan sistem manajemen tradisional hanya memusatkan pengukuran kinerja pada aspek finansial saja. Padalah kinerja finansial hanya merupakan cerminan dari kinerja perusahaan di masa lalu.

Di PT. Dunia Mega Raya pengukuran kinerja dilakukan berdasarkan sasaran- sasaran yang ada dalam program kerja strategis perusahaan, dimana sasaran-sasaran tersebut tidak hanya mencakup perspektif finansial saja, melainkan berbagai perspektif lainnya. Walaupun belum secara eksplisit dikelompokkan ke dalam perspektif-perspektif tertentu, namun berdasarkan kriteria yang dimiliki oleh sasaran- sasaran tersebut maka dapat dikelompokkan ke dalam masing-masing perspektif yang ada dalam Balanced Scorecard.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan dalam penyusunan skripsi ini dilakukan dengan beberpaa cara, antara lain :

Studi literatur

Pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku dan artikel- artikel yang berhubungan dengan Balanced Scorecard, Manajemen Strategis, serta Analisis SWOT, dan juga yang berhubungan dengan kondisi perekonomian Indonesia pada umumnya dan industri manufaktur plastik pada khususnya.

(12)

Wawancara

Karena ruang lingkup permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah ruang lingkup manajerial, maka wawancara dilakukan dengan pihak manajerial, khususnya top management, seperti Manajer, Direktur, serta Direktur Utama dari PT. Dunia Mega Raya.

Observasi lapangan

Selain melalui studi literatur dan wawancara dengan pihak top management perusahaan, pengumpulan data juga dilakukan melalui observasi lapangan yang dilakukan untuk mengamati permasalahan yang terjadi di dalam PT. Dunia Mega Raya pada umumnya.

3.3 Analisa Sistem Berjalan

Melalui rencana program kerja strategis PT. Dunia Mega Raya dapat dilihat sistem pengukuran kinerja yang saat ini berjalan di perusahaan, dimana kinerja perusahaan diukur dari keberhasilan perusahaan memenuhi atau mencapai sasaran-sasaran tertentu yang terdapat dalam program kerja strategisnya. Program kerja strategis tersebut mencakup berbagai tujuan satrategis yang bukan hanya termasuk dalam perspektif finansial, namun juga tercakup dalam berbagai perspektif lainnya.

Namun program kerja strategis perusahaan tersebut belum optimal dan masih memiliki beberapa kelemahan. Beberapa di antara sasaran tersebut masih belum memiliki ukuran yang jelas dan spesifik. Ada beberapa sasaran yang sudah memiliki ukuran yang jelas, namun belum digunakan secara optimal. Untuk itu analisa lengkap

(13)

terhadap keseluruhan program kerja strategis perusahaan yang dibagi dalam berbagai perspektif yang ada dalam Balanced Scorecard dapat dilihat pada bab selanjutnya, tepatnya dalam sub bab 4.2.4.

Gambar

Gambar III-1 Flow Diagram Penentuan dan Analisa Masalah
Gambar III-2 Flow Diagram Penyusunan Balanced Scorecard

Referensi

Dokumen terkait

Pengelolaan tanah yang baik (pengolahan dan pemberian bahan organik) akan lebih memperbaiki sifat fisik tanah itu, sedangkan kesuburan dan produktivitasnya akan dapat

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai prosentase pemberian air pada kapasitas lapangan (cekaman kekeringan) terhadap indeks vigor hipotetik dan

Analisis sistem lama atau yang sudah berjalan yaitu dalam perekomendasian pencari kerja, sistem rekomedasi pencari kerja hanya dilakukan secara manual menggunakan

Hasil pengamatan tingkat kematangan gonad 62 ekor contoh ikan kurisi di Blanakan menunjukkan bahwa 42 ekor adalah ikan betina yang mempunyai tingkat kematangan gonad (TKG) I - VI

Di Pangururan komunikasi antara orang tua dan anak di dalam rumah tidak hanya menggunakan bahasa etnis orang tua (bahasa daerah) begitu juga dengan komunikasi anak dan

Dalam penulisan skripsi ini, saya berusaha menyelesaikan dan menjelaskan apa yang saya kerjakan selama membuat skripsi dan merupakan aplikasi dari apa yang telah saya dapat di

Yang cukup khas dari masyarakat Mandar di kabupaten Polewali Mandar adalah beragamnya ritual-ritual adat yang juga menawarkan kehangatan sekaligus kemegahan sebuah

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas belajar IPS, dan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dalam pembelajaran IPS