• Tidak ada hasil yang ditemukan

Playlist Youtube : Top Management - Intrapreneurship Skill Set #3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Playlist Youtube : Top Management - Intrapreneurship Skill Set #3"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Page 1 of 24

Playlist Youtube : Top Management - Intrapreneurship Skill Set #3

Menebak Arah Karma dengan Mengamati Apa Saja Kemelekatan Orang Itu

Ibarat angin yang sangat besar menyapu lautan, menyapu gurun, menyapu padang rumput, menyapu apapun yang diterjangnya. Itulah pedang langit, senjata yang tidak dapat dikendalikan oleh kekuatan manusia. Namun pedang langit masih bisa kita manfaatkan ibarat pelaut yang memanfaatkan angin untuk menambah kecepatan kapalnya. Ibarat teknokrat yang memanfaatkan angin untuk menggerakkan kincir angin pembangkit listrik.

Pedang langit berbicara tentang karma. Karma adalah pahala (karma positif) dan dosa (karma negatif). Karma adalah bibit pohon balasan yang akan kembali pada pemilik karma tersebut, baik di dunia maupun akhirat. Energi penggerak pedang langit adalah karma negatif (dosa) sedangkan energi penggerak pagar gaib adalah karma positif (pahala).

Barang siapa yang mampu membaca/mengetahui arah karma seseorang, ia dapat mengambil keuntungan darinya. Dia dapat mengendalikan nasib orang yang ditargetkan itu.

Sebagaimana arah karma manusia, arah karma perusahaan dan orang-orang di dalamnya juga dapat Kita prediksi. Perusahaan dan orang-orang di dalamnya yang berkarma baik wajib Kita rangkul selama mungkin sebagai mitra. Perusahaan dan orang-orang di dalamnya yang berkarma buruk wajib Kita hindari agar hidup Kita tidak ikut ketiban sial oleh mereka.

Arah karma seseorang dapat terlihat dari kemelekatan yang ada pada dirinya. Semakin banyak kemelekatan negatif seperti terbaca aneka keinginan, ambisi, dan nafsu negatif, suka kabur dari masalah dengan cara menghindar layaknya pengecut, punya hutang tapi tak pernah ada niat membayarnya, dan seiring waktu hutangnya makin menggunung, takut kehilangan hal-hal yang sebenarnya bukan menjadi miliknya atau haknya, artinya semakin banyak karma buruk yang Ia tabung dan sewaktu-waktu buah karmanya bisa meledak menghancurkan hidup orang itu.

Kemelekatan negatif hanya berguna untuk dirinya sendiri, menurut perasaannya sendiri, namun faktanya justru menjadi petaka untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya. Kemelekatan negatif hanya bikin susah diri sendiri dan orang-orang, bikin panas hati, sedih, labil emosi, dan kontrak produktif.

Sebaliknya, kemelekatan positif dalam diri kita, ciri-cirinya kita menjadi priabdi yang sangat berguna untuk banyak orang, banyak orang mensyukuri keberadaan kita, dan faktanya memang betul-betul kita ini bermanfaat kehadirannya untuk mereka semua. Hal ini dibuktikan dengan hasil dan dampak positif dari segala sepak terjang kita yang dirasakan oleh banyak orang.

Semakin banyak kemelekatan positif, berguna, bermanfaat bagi masyarakat, dan kemelekatan sikap, sifat, pemikiran, target, tujuan, serta amalan-amalan positif artinya semakin banyak karma baik yang Ia tabung seiring waktu. Apabila sudah saatnya buah karma ini matang, rasa manis, enak, nikmat tiada tara akan dirasakan oleh pemilik karma itu baik di dunia, apalagi di akhirat.

Secara umum manusia rela melepaskan kemerdekaannya untuk ditukar dengan kepastian masa depan, jaminan hidup layak. Apakah salah? Sama sekali tidak. Bahkan sang Raja pun sukarela menukarkan kemerdekaannya demi mendapat upeti, hidup nyaman di istana, dan mendapat penghormatan rakyat. Sebagai balasannya, Raja akan menunjukkan jalan kemakmuran dan jalan keadilan bagi seluruh rakyatnya.

Rakyat pun demikian, mereka sukarela menukarkan kemerdekaannya dengan jaminan masa depan dari sang Raja. Pegawai bersedia menukar kemerdekaannya, melekat di tugas, tanggung jawab, dan target-target kerjanya dengan jaminan mendapat gaji yang layak, kehidupan bahagia, dan pertolongan saat membutuhkan.

Semua orang di dunia ini pasti melekat, pasti saling terikat, tak ada yang namanya kebebasan total di dunia ini. Mau tidak mau, terima tidak terima, inilah kenyataannya. Yang bisa kita lakukan adalah dengan sadar memilih, ingin memiliki kemelekatan buruk? Atau kemelekatan baik?

Kemelekatan yang baik adalah kemelekatan yang take and give nya jelas, sepadan, transparan,

mufakat, dan memang demikianlah wujud timbal balik keadilan yang umum berlaku di dunia ini.

(2)

Page 2 of 24

WORKSHEET Memanfaatkan Arah Karma Orang Itu untuk Kepentingan Kita 1. Sebutkan tujuan utamamu terhadapnya sekarang :

Tujuan 1 : Tujuan 2 : Tujuan 3 :

2. Sebutkan daftar penghalang dari dirinya terhadap tujuanmu ini : Penghalang 1 :

Penghalang 2 : Penghalang 3 : Penghalang 4 : Penghalang 5 :

3. Sebutkan daftar karma miliknya, kepada apa saja dia memiliki kemelekatan?

Kemelekatan 1 : Kemelekatan 2 : Kemelekatan 3 : Kemelekatan 4 : Kemelekatan 5 : Kemelekatan 6 : Kemelekatan 7 : Kemelekatan 8 : Kemelakatan 9 :

4. Bagaimana arah karma nya? Positif (pahala) atau negatif (dosa)? Apa alasanya?

Arah karmanya cenderung Positif / Negatif karena

5. Bagaimanakah Anda menyikapi kemelekatannya? Adakah kelemahan dari kemelekatan itu yang bisa Anda manfaatkan untuk kepentingan Anda?

6. Tindakan apa yang Anda perlukan untuk mengambil keuntungan dari karmanya dan kemelekatannya?

7. Apa saja persiapan yang Anda perlukan untuk melaksanakan rencana tindakan ini?

8. Mampukah Anda melaksanakannya? YA / TIDAK

9. Kapan deadline rencana ini selesai Anda lakukan? Apa dampak yang Anda harapkan?

Deadline selesai :

Dampak yang Saya harapkan :

(3)

Page 3 of 24

Menciptakan Perusahaan yang Berkarma Baik dan Sukses Besar

Perusahaan berkarma baik dalam pengelolaannya mengutamakan pelayanan terbaik agar dapat menghasilkan kepuasan maksimal. Kepuasan maksimal ini dapat dirasakan oleh karyawannya, manajemennya, pemiliknya, dan tentu saja konsumennya. Semuanya merasa puas tak terkecuali. Kepuasan maksimal lahir dari pelayanan terbaik yang selalu diupayakan dan dijunjung tinggi oleh setiap karyawan. Pelayanan terbaik pasti dikelola secara serius, terencana matang, transparan, dasar rujukannya jelas, dan totalitas dalam pelaksanaannya.

Terdapat 3 (tiga) tugas yang harus Kita lakukan agar perusahaan Kita terus berkarma baik.

Seluruh stakeholder dan shareholder terlibat dapat sukses dunia akhirat, selalu berada di puncak gunung YANG masing-masing selamanya. Tugas pertama adalah delegasi. Tugas kedua adalah seperangkat aturan hukum yang terus diperbaharui. Tugas ketiga adalah visi, misi, tujuan, budaya yang terus dikejar semua orang. Berikut akan Kami jelaskan satu persatu.

Tugas pertama, delegasi. Delegasi tugas dan tanggung jawab yang merata, proporsional sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini membutuhkan kepandaian dalam merekrut dan memanfaatkan orang-orang berbakat. Hal ini membutuhkan kepandaian dalam merencanakan job desc, target KPI, menyiapkan sarana prasarana lengkap, sumber referensi ilmu, dan koneksi.

Tugas kedua, seperangkat aturan hukum yang terus diperbaharui. Seiring berkembangnya perusahaan, masalah yang muncul akan semakin kompleks. Masalah ini tidak cukup diselesaikan dengan mengandalkan orang-orang berbakat. Perlu dibuat aturan-aturan hukum yang tegas, jelas, benar dan berlaku di seluruh perusahaan.

Seperangkat hukum ini dalam memudahkan kita dalam mengatur karyawan, mitra kerja, dan konsumen yang sangat banyak, tanpa harus sang pemimpin terbebani oleh tugas mengambil keputusan setiap hari. Dengan demikian, perusahaan dapat berjalan hampir otomatis di tataran operasional dan dapat berkembang pesat akibat pemimpinnya ada waktu untuk menjalin hubungan eksternal, membuat perencanaan taktis, dan strategis kedepannya.

Dalam decision making dan problem solving, pemimpin hanya akan bertindak untuk kasus yang belum tertulis dalam hukum. Setelah itu, hukum baru harus diciptakan sebagai penyempurnaan berkelanjutan.

Tugas ketiga, visi misi yang terus dikejar semua orang. Visi, misi, tujuan, dan budaya perusahaan harus betul-betul diinternalisasi di benak dan sanubari kita semua, setiap mitra kerja paham, dan setiap konsumen pun mengerti apa yang kita perjuangkan ini, karena mereka mendapat “sosialisasi rutin” tentang hal ini.

Jika perusahaan Kita sudah berkarma baik, sudah berada di jalan yang lurus, secara otomatis bertahap Insya Allah para karyawan semakin makmur, karena perusahaan pun semakin makmur. Namun, berhati-hatilah untuk tidak terlena dan bersenang-senang. Hati- hatilah dengan bahayanya kekuasaan dan kesenangan yang berlebihan, tanpa ada kontribusi lebih besar yang kita berikan untuk perusahaan.

Jangan terjebak dalam kenikmatan sesaat akibat kemenangan hari ini, sehingga lupa bahwa gundukan YANG saat ini harus tetap Kita pertahankan selama mungkin, dengan cara terus menerus gigih bekerja, bekerja, dan bekerja mewujudkan visi misi tujuan perusahaan sebanyak dan secepat-cepatnya tanpa henti sedetikpun.

Semakin membesarnya perusahaan, meluasnya wilayah pemasaran dan distribusi, maka perlu dibuat sistem pemerintahan hierarkis sebagai perpanjangan tangan kantor pusat dan untuk mempermudah administrasi di tiap wilayahnya. Jaman sekarang, hal ini dipermudah dengan penggunaan teknologi ERP (enterprise resources planning). Maka, sudah sepatutnya Kita mehamai konsep ERP dan mulai merekrut tim yang mampu menerapkan teknologi ini.

Sama halnya kesuksesan negara mendatangkan lebih banyak rakyat. Kesuksesan perusahaan pun mendatangkan lebih banyak pegawai, mitra, koneksi, dan konsumen. Semakin banyak stakeholders ini, semakin mulia dan kaya perusahaan. Tapi ini tidak gratis, ini harus dibayar dengan semakin beratnya kewajiban untuk melayani mereka semua.

Semakin sukses diri Kita, mendatangkan semakin banyak kewajiban, mendatangkan lebih

banyak ambisi, target, dan rentetan keinginan baru. Ini wajar, karena Kita berada di bukit YANG

dan terus menggunung. Sebaliknya pun demikian, kegagalan diri Kita mendatangkan lebih

(4)

Page 4 of 24

banyak kesulitan, mendatangkan lebih banyak derita, kecewa, dan perasaan rendah diri. Ini pun wajar, karena saat itu Kita berada di lubang YIN. Tantangannya adalah bagaimana Kita bisa secepat-cepatnya keluar dari lubang YIN setiap kali jatuh terperosok dan selama-lamanya berada di puncak YANG. Jawaban ada pada kemelekatan dalam diri Kita masing-masing. Apakah Kita lebih banyak melekat terhadap hal-hal positif? Karma baik? Atau Kita lebih banyak melekat terhadap hal-hal negatif? Karma buruk?

Pun jika Kita berhasil berada di bukit YANG selama mungkin, bahkan seumur hidup kita mampu selalu diatas bukti YANG. Hal itu akan tetap melahirkan lubang YIN. Lubang yang sewaktu-waktu dapat menjerumuskan anak cucu Kita jika mereka lengah dan bermental lemah. Demikianlah, segala sesuatu memiliki konsekuensi. YANG menghasilkan YIN, YIN menghasilkan YANG.

Pertanyaan sekarang, apakah diri Kita lebih nyaman memilih hidup diatas gundukan cahaya YANG? Atau hidup berada di dalam lubang kegelapan YIN?

3 (tiga) Hadiah Beracun dan Hukuman (Azab) Pedang Langit

Terang memang lebih kuat, tapi kegelapanlah yang abadi di dunia ini hingga kiamat nanti.

Mampukah selama Kita hidup, terangnya cahaya Kita dapat terus bersinar? Menyinari diri sendiri dan orang-orang terkasih? Jika mampu, apakah setelah Kita mati, keturunan sedarah Kita juga mampu melanjutkan terangnya sinar YANG kita tinggalkan itu? Atau malah mulai terjerumus di lembah kegelapan YIN? Umumnya, semakin besar keberhasilan seseorang, keberlangsungannya labil, kelanggengannya tidak bisa dipercaya. Kecuali dia memiliki persiapan, perencanaan, pasukan, dan pondasi yang sangat kuat.

Saat Kita berhasil berada di posisi tinggi, mungkin Kita bangga, bahwa Kita berhasil membuat orang lain melekat pada Kita. Kita senang berhasil membuat orang menjadi sarana untuk saling memenuhi keinginan. Sayangnya, yang sering Kita lupa adalah kemelekatan ini selalu berlaku dua arah. Saat seseorang melekat kepada Kita, dan bersedia melakukan apapun demi mempertahankan kemelekatannya terhadap Kita, pada saat yang sama, Kita juga melekat pada mereka. Walaupun mungkin, tingkat kemelekatannya berbeda. Tingkat lengketnya berbeda.

Kemelekatan kita padanya tidak selengket kemelekatan dirinya pada Kita.

Jangan lengah hanya gara-gara kita merasa sudah mampu menggunakan golok pembunuh naga. Karena bisa saja kita terjerumus lubang YIN akibat mengkhianati persepsi kemelekatan mereka pada kita. Jika ini terjadi, arah angin akan mulai berbalik. Semakin berat kesalahan dan pengkhianatan kita, angin yang menerpa Kita akan semakin kencang. Hingga puncaknya, pedang langit akan tergerak untuk menghujam tepat di jantung kita. Jika itu sampai terjadi, seketika kita akan turun tahta. Demikianlah, betapa mahalnya konsekuensi dari sebuah pengkhianatan.

Sesuatu yang dulunya sarana kita dapat berbalik memenjara kita. Torehan tinta hitam pada kertas putih sungguh nyata. Torehan tinta putih pada kertas hitam pun sungguh nyata. Orang baik yang berdosa satu saja, dapat menjadi sangat hina. Sebaliknya, orang jahat yang berjasa satu saja, menjadi sangat dimuliakan. Maka, berhati-hatilah terhadap kemelekatan Kita ke orang dan kemelekatan orang ke Kita. Jangan pernah sekalipun berkhianat sesuai citra pembentukannya.

Untuk memahami kalimat yang sedikit rumit tadi, kita perlu kembali melihat sebab-musabab lahirnya semua kemelekatan di dunia ini. Kenapa kebanyakan orang mau jadi kaisar, penguasa, presiden, konglomerat, orang kaya, atau pengusaha? Kenapa orang-orang sangat kuat kemelekatannya pada keinginan itu? Kenapa juga tidak semuanya mampu, hanya sangat sedikit yang mampu mewujudkannya? Jawabannya ada pada tiga hadiah beracun.

Pada dasarnya, ada tiga macam hadiah dari Allah untuk umat manusia di bumi ini. Tapi hadiah ini beracun jika (1) dosisnya atau (2) cara menikmatinya salah. Hadiah ini umumnya memotivasi manusia untuk melekat pada keinginan duniawi. Tiga hadiah beracun ini adalah : (1) Kenikmatan jasmani, (2) Kekuasaan duniawi, dan (3) Kemuliaan duniawi. Mari Kita bahas satu per satu :

(1) Kenikmatan jasmani. Kenikmatan ini adalah kenikmatan yang seketika dapat dirasakan

secara nyaman atau menggairahkan oleh tubuh Kita. Kenikmatan ini bisa bertipe YANG bisa juga

bertipe YIN tergantung bagaimana cara kita menyikapi dan mengendalikan emosinya. Diantara

kenikmatan jasmani adalah : (1) Pemenuhan kebutuhan dasar bertahan hidup seperti

minum/makan enak, tidur di kasur nyaman, rumah besar, indah, adem, hommy, (2) Perasaan

aman, terjamin, terlindungi, terayomi, (3) Pemenuhan seksual dan fantasi sensasinya, (4)

Kenikmatan punya barang bagus, mewah, dan perasaan saat menggunakannya +

(5)

Page 5 of 24

memamerkannya, (5) Kenikmatan saat nonton atau lihat aneka pemandangan yang menyenangkan hati, (6) Kenikmatan mendengar suara-suara indah, merdu, membangkitkan emosi-emosi tertentu, (7) Kenikmatan bermain aneka permainan dan olahraga, (8) Kenikmatan berada di suasana elit atau tempat glamor, (9) dan apapun itu yang bisa langsung mendatangkan perasaan senang / bahagia akibat respon panca indera kita pada hal-hal itu.

(2) Kenikmatan kekuasaan duniawi. Adalah kemampuan Kita membuat orang menuruti apa yang Kita inginkan, melaksanakan apa yang Kita perintahkan. Kenapa kekuasaan ini terasa nikmat? Karena dengan membuat orang menuruti apapun yang Kita inginkan, akan semakin mudah untuk Kita memenuhi kebutuhan jasmani Kita sendiri. Kenikmatan kekuasaan ini diantaranya adalah :

KENIKMATAN YANG

(kekuasaan yang melanggengkan bahagia)

KENIKMATAN YIN

(kekuasaan yang mengundang azab) kenikmatan dilayani orang kenikmatan saat bisa menakut-nakuti orang kenikmatan merasakan kemenangan saat

mengalahkan orang lain

Kenikmatan bisa menghina / merendahkan orang (baik di depannya atau di belakangnya) mendapat penghargaan khusus, pengakuan

akan prestasi lebih hebat dari yang lain kenikmatan saat bisa memfitnah atau merusak nama baik orang

kenikmatan saat menjatuhkan hukuman (mendidik) ke orang yang Kita kehendaki

kenikmatan saat menjatuhkan hukuman (merusak) ke orang yang Kita kehendaki kenikmatan karena punya kemampuan

menyelesaikan hal-hal besar dengan singkat, usaha kecil, gak repot

kenikmatan mendapat dan melakukan kesempatan untuk membalas dendam

kenikmatan mudah diterima orang yang

mengindam-idamkan bersama kita kenikmatan kebal hukum walaupun telah berbuat salah

dll dll

(3) Kenikmatan kemuliaan duniawi. Adalah kebahagiaan yang Kita rasakan akibat pandangan orang terhadap Kita, dari gosip-gosip manis positif yang kita dengar tentang kita, serta dari pujian- pujian yang mereka lontarkan kepada kita. Terkait pujian, terdapat 2 (dua) aroma pujian yakni (1) Pujian beraroma kekejaman (yin), dan (2) Pujian beraroma kebaikan (yang). Walau sensasinya berbeda, dua-duanya tetaplah sama-sama terasa nikmat oleh Kita. Contoh-contoh kenikmatan kemuliaan ini adalah :

KENIKMATAN YANG (pujian beraroma kebaikan)

KENIKMATAN YIN (pujian beraroma kekejaman) Terkenal sebagai orang baik Terkenal sebagai orang pelit

Terkenal sebagai orang dermawan Terkenal sebagai orang itung-itungan Terkenal sebagai orang soleh Terkenal sebagai tukang pamer

Terkenal sebagai orang jujur Terkenal sebagai orang kaya sombong Terkenal sebagai orang ringan tangan Terkenal sebagai orang judes

Terkenal sebagai orang adil Terkenal sebagai orang kejam Terkenal pintar dan suka membantu Terkenal sebagai keras kepala

Terkenal sebagai citra apapun yang ingin disematkan pada diri Kita, baik citra baik ataupun citra buruk yang memang Kita inginkan baik secara alamiah atau dengan maksud terselubung dibaliknya.

Tiga hadiah istimewa yang nikmat ini tampak terpisah, tapi sesungguhnya ketiganya saling berkaitan erat. Ketiganya terus mengalir dan dapat saling memperkuat satu sama lain karena (1) dengan kenikmatan jasmani yang melimpah apalagi berbentuk uang, Kita dapat membeli kekuasaan dan mendatangkan kehormatan. (2) dengan kekuasaan yang besar, Kita akan dihormati orang dan dapat mengeruk kenikmatan jasmasi sesuai keinginan. (3) dengan kehormatan besar yang diberikan banyak orang pada Kita, Kita dapat memperoleh kekuasaan yang akhirnya mendatangkan kenikmatan jasmani.

Inilah tiga hadiah beracun yang begitu mengguirkan jika dilihat dari luar oleh setiap orang. Tak

heran banyak orang yang begitu menginginkannya dengan berbagai cara putih, abu-abu, bahkan

hitam. Apa yang membuatnya beracun? Adakah penawarnya walau kita tetap meminumnya?

(6)

Page 6 of 24

Hadiah ini menjadi beracun ketika “keinginan Kita hanya di dukung oleh (1) kesempatan”. Namun, hadiah ini menjadi tidak beracun apabila “keinginan Kita di dukung oleh (1) kesempatan, (2) kesiapan, (3) kemampuan, (4) dan kebenaran”. Jadi, penawar racunnya adalah pada (2) kesiapan, (3) kemampuan, dan (4) kebenaran.

Kesempatan itu sulit muncul, tapi gampang terlewat. Artinya banyak orang menganggap kesempatan itu langka, padahal faktanya kesempatan itu selalu ada setiap hari, bahkan setiap saat. Karena sugesti yang salah inilah, tak heran banyak orang awam cenderung mengabaikan akal sehatnya demi meraih kesempatan yang menurutnya itu sangat langka di depan matanya, bahkan banyak yang beranggapan kesempatan emas ini hanya ada sekali seumur hidupnya.

Mereka mengabaikan akal sehat, terlalu melekat pada keinginan sesaat yang menggebu- gebu untuk menangkap peluang itu, artinya tidak mempunyai penawar racun. Mereka hanya punya (1) kesempatan, tapi tidak mempunyai (2) kesiapan, (3) kemampuan, dan (4) kebenaran tatkala kesempatan itu hadir. Mereka sikat kesempatan itu gelap mata. Contoh kasus seperti :

1. Kesempatan bertemu orang yang sangat menggairahkan dan ia bersedia bercinta dengan Kita walaupun belum menikah (zina), atau bukan pasangan nikah Kita (pelakor).

2. Kesempatan mengambil barang yang bukan miliknya, karena tidak dijaga dengan aman.

3. Kesempatan membalas dendam dengan cara negatif yang bisa dilakukan dan paling menyakitkan jika terealisasi.

4. Kesempatan investasi yang memberi keuntungan sangat besar, bisa cepat kaya, tak peduli bagaimana prosesnya, dan rendahnya pengetahuan kita tentang bisnis tersebut.

5. Kesempatan untuk lepas dari jerat kemiskinan dengan cara korupsi, kolusi, nepotisme.

6. Kesempatan untuk memperoleh kekuasaan dengan cara merusak nama baik seseorang.

7. Kesempatan untuk memamerkan kekuasaan dengan cara berbohong mengaku-ngaku.

8. Kesempatan menikmati makanan enak, mahal, berlebihan, dan langka mumpung gratis atau difasilitasi pihak tertentu.

9. Masih banyak hadiah beracun berasa YANG (nikmat) lainnya, yang dapat mengakibatkan si pelaku menumpuk karma buruk lebih banyak lagi.

Contoh tadi akan berlipat kekuataannya jika perbuatannya dalam memanfaatkan kesempatan itu memberi hasil yang memuaskan hatinya. Tak peduli bersih atau kotor caranya, halal atau haram hukumnya, baik atau buruk karma yang terciptanya. Pada keputusan berikutnya, Ia akan semakin sedikit menggunakan akal sehatnya.

Sejalan dengan hukum alam yang sudah digariskan, mereka yang ada pada posisi YANG akan cenderung ketagihan untuk memperbanyak kenikmatan YANG-nya, hingga titik dimana Ia tak lagi peduli jika karma yang terlahir dari perbuatanya itu adalah karma buruk. Saat upaya dalam mewujud ketagihan itu menemukan halangan, Dia akan berusaha lebih keras, melakukan cara- cara out of the box, hingga mbatin tak masalah walau harus melanggar hukum, yang penting enak.

Nah, saat Dia melewati garis batas etika dan hukum ini, garis batas hitam putih, garis batas halal haram, garis batas pahala dosa inilah, Dia menghadapi resiko untuk menjerumuskan diri sendiri ke lubang YIN. Namun, apabila garis batas ini tidak Ia langgar, Ia tahu diri, tahu batas, akal sehat dan nuraninya jalan, sabar dan bersyukur, Dia akan tetap aman berada di gundukan YANG.

Tentunya contoh diatas juga berlaku sebaliknya. Orang-orang yang saat ini berada di lubang kegelapan YIN, bila mereka mampu melampaui batasnya, mau berputar arah, mereka akan berbalik ke jalan cahaya YANG. Namun bila mereka tidak mampu, semakin tua semakin terjerumuslah Ia di lubang YIN yang semakin dalam. Demikianlah banyak penguasa terjerumus dan kehilangan kekuasaannya. Mereka terjerumus terlalu dalam akibat tumpukan karma buruknya sendiri. Pedang Langit yang menurunkannya dari singgasana YANG ke lubang YIN.

Kehilangan, lengser, bangkrut, dan kehancuran penguasa adalah akibat dari tebasan pedang

langit. Namun sebenarnya bukan itu yang mengerikan dari (azab) pedang langit. Yang

mengerikan adalah tidak ada yang tahu kapan waktu kedatangannya. Pedang langit itu abadi,

melayang-layang, dan akan selalu menghantui setiap manusia, setiap organisasi, setiap negara,

seluruh dunia. Pedang langit menunggu Kita berbuat kesalahan, dan jika waktunya tiba, Ia akan

menghabisi Kita tanpa ampun. Semua jerih payah Kita selama ini dapat lenyap dalam semalam,

bahkan sekejap mata.

(7)

Page 7 of 24

Suatu ketika ada seseorang yang sangat tergila-gila dengan emas. Tiap hari dia memikirkan emas. Berkhayal memiliki emas yang banyak. Suatu hari dia pergi ke pasar, mendatangi toko emas. Saat itu juga, secara spontan Ia merampas banyak harta emas di toko itu, kemudian lari membawa karung emas di pundaknya.

Semua orang dan pemilik toko awalnya terbengong-bengong melihat kejadian itu. Kok bisa di pagi hari saat banyak orang berkumpul di pasar, dia berani mencuri? Akhirnya bisa di tebak. Orang itu tertangkap dan di pukuli masa. Saat dibawa ke kantor polisi dia ditanya. Kenapa berani mencuri di saat banyak orang beraktivitas? Sang pencuri menjawab dengan polos “Saat mengambil emas, saya tidak melihat satupun orang disana, yang saya lihat hanya emas saja.”

Inilah yang terjadi jika seseorang sudah dibutakan keinginan dan (1) kesempatan, tanpa adanya (2) kesiapan, (3) kemampuan, dan (4) kebenaran. Seperti inilah cara setan menggoda manusia untuk menambah gundukan YANG dan tanpa sadar menggali lebih dalam lubang YIN. Ibarat ungkapan “Tahu tapi jangan dilihat, lihat tapi jangan disentuh, sentuh tapi jangan dicicipi, dicicipi tapi jangan ditelan, telan tapi jangan dicerna. Cerna dan buanglah. Ternyata tidak apa-apa.” Inilah godaan setan yang sangat licin dan menjerumuskan kita menuju azab dunia, dan azab akhirat.

Terlalu terobsesi, terlalu tergila-gila terhadap suatu keinginan pribadi sangat berbahaya. Bisa- bisa semua diterjang, gelap mata, dan biasanya malah berujung pada kehancuran pribadi serta keluarganya. Memiliki keinginan boleh-boleh saja, namun dosisnya harus dikendalikan agar efeknya memotivasi produktif, bukan malah merusak segalanya yang sudah Kita miliki saat ini.

Keberuntungan adalah saat kesiapan, kemampuan, dan kebenaran bertemu peluang. Petaka adalah saat nafsu tok yang bertemu peluang. Saat Kita bertemu peluang, apakah Kita termasuk orang yang beruntung? atau orang yang celaka?

Banyak orang baik terjerumus karena tiga hadiah beracun. Banyak negara hancur karena tiga hadiah beracun. Banyak orang yang sudah sukses akhirnya gagal karena tiga hadiah beracun.

Hadiah beracun ini sebenarnya tidak beracun jika kita punya penawar racunnya.Tantangannya ada pada hukum alam, YANG akan menagih lebih banyak YANG, YIN juga akan meminta lebih banyak YIN. Banyak kasus, tanpa sadar, orang meminum tiga hadiah beracun ini terlalu banyak.

Azab pedang langit menebas Kita akibat kegelapan YIN dan tumpukan karma buruk ulah Kita sendiri. Di dunia ini, walau kegelapan dapat tersingkir oleh cahaya, dia tidak pernah lenyap, tidak pernah kalah. Kegelapan hanya bersembunyi, menunggu saat yang tepat dimana cahaya itu kehilangan bahan bakarnya. Saat itulah Dia akan muncul kembali dan mengusai segalanya. Maka, pastikan cahaya Kita selalu menyala, bahan bakarnya selalu terisi penuh hingga Kita meninggal.

Jika Anda tak bisa dikalahkan hari ini, Anda akan kalah besok. Jika Anda belum bisa dikalahkan besok, Anda akan kalah minggu depan. Jika Anda belum bisa dikalahkan minggu depan, Anda akan kalah tahun depan. Jika Anda belum bisa dikalahkan tahun depan, Anda akan kalah lima puluh tahun lagi. Jika sampai mati Anda belum kalah juga, Kegelapan akan mengalahkan keturunan Anda, anak Anda, cucu Anda, atau cicit Anda. Benarlah adanya, cahaya memang jauh lebih kuat, tapi kegelapan tak terkalahkan, hingga suatu hari nanti yang dinamakan kiamat kubro.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara Kita memastikan bahwa bahan bakar cahaya yang

Kita miliki selalu aman, terisi penuh setiap hari? Jawabannya adalah amalan berpahala, saldo

karma baik yang Kita ciptakan setiap hari. Semakin banyak saldo karma baik yang tercipta,

semakin banyak bahan bakar cahaya Kita untuk menjalani kehidupan diatas gundukan YANG

positif dunia akhirat.

(8)

Page 8 of 24

WORKSHEET Perenungan yang Mendalam Tentang Diri Sendiri

1. Ingat cita-cita Anda, ingatlah apa yang sudah Anda lakukan selama ini untuk mewujudkannya. Setelah itu, diamlah dan jangan lakukan apapun. Jangan juga berpikir apa-apa. Jika perlu, tutup mata, telinga, dan indera perasaan Anda. Tapi pastikan diri Anda tetap sadar, jangan tidur. Kosongkan diri dan pikiran, selama 1 (satu) jam lamanya. Setelah itu, mulai berpikir dan tulislah apa yang Anda dapat setelah mode kosong!

2. Jika belum ada sensasi (atau malah Anda tertidur), cobalah terus setiap hari hingga berhasil. Melakukan ini

akan mencegah Anda dari terjerumus hadiah beracun. Silahkan isi soal nomor 1.

(9)

Page 9 of 24

Cara Memanggil Pedang Langit (Azab) untuk Menebas Target Anda

Berbeda dengan golok pembunuh naga yang memerlukan kekuatan besar YANG diri sendiri untuk menggerakannya. Pedang Langit harus dimainkan dengan lembut dengan memanfaatkan energi YIN target Anda. Para ahli pedang langit tidak menggunakan tenaganya sendiri untuk mengalahkan lawan, tapi lebih pada membiarkan lawan terjerumus oleh karma buruknya sendiri.

Yang Kita lakukan hanyalah mengarahkan pedang langit agar cepat muncul dan tepat sasaran.

Para ahli pedang langit sangat ahli, bergerak begitu halus, hingga musuh tidak merasakan apa- apa, sampai semuanya terlambat, Ia sudah betul-betul terpuruk. Apa yang sesungguhnya dilakukan para ahli pedang langit ini? Dia menunggu lawan bergerak, jika lawan tidak juga bergerak, dia akan melakukan gerakan-gerakan pancingan, bahkan sengaja menunjukkan kelemahannya, dengan tujuan membuat lawan menjadi bernafsu untuk bergerak. Semakin lawan bernafsu semakin baik, karena biasanya gerakan lawan makin tidak terkoordinasi, tidak terencana, dan responnya terhadap mitigasi bahaya menjadi lemah. Saat target sudah bergerak, Kita akan membelokkan tenaganya dengan lembut, hingga Ia jatuh tersungkur sendiri.

Pedang langit itu memancing dan menuntun target untuk jatuh, bukan konfrontatif memaksa target untuk jatuh. Pedang langit itu menjerumuskan, bukan menyerang. Pedang langit itu menuntun untuk menjerumuskan. Kita telah paham bahwa sudah fitrahnya seorang manusia dikendalikan oleh karma dan kemelekatan masing-masing. Kita juga telah paham bahwa yang dikejar manusia dalam hidup ini adalah 3 (tiga) hadiah beracun yang sangat menjerumuskan apabila kita tidak memiliki penawar racunnya.

Sekarang, kita akan mempelajari bagaimana para ahli kekuasaan berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan usaha minimum namun hasilnya maksimum. Layaknya prinsip pareto, 20% effort menghasilkan 80% result. 20% jumlah orang memiliki 80% jumlah kekayaan. 20%

aksi solutif menyelesaikan 80% total masalah.

Para ahli kekuasaan mirip dengan para ahli medan perang. Mereka memegang teguh 2 (dua) prinsip dasar ini : (1) hanya berperang saat kita yakin menang, (2) kemengan tertinggi adalah kemenangan yang diperoleh tanpa bertempur. Artinya, para penguasa yang baik selalu mencari kesempatan emas untuk menaklukan musuh-musuhnya.

Jika kesempatan itu tak kunjung tiba, dia akan menjerumuskan musuh-musuhnya terlebih dahulu untuk berbuat lebih banyak kesalahan, yang mengakibatkan semakin menumpuknya karma buruk dan semakin lengketnya kemelekatan negatif yang ada pada dirinya. Hingga pada titik tertentu, pedang langit akan muncul untuk menebas musuh kita.

Para ahli penggerak turunnya pedang langit biasa disebut konspirator. Di dunia ini, ada konspirator kebaikan, dan pula ada konspirator kejahatan. Cara kerjanya sangat mirip, hanya tabungan karma target yang dimanfaatkannya saja yang berbeda. Konspirator jahat memanfaatkan tabungan karma buruk targetnya, sedangkan konspirator baik memanfaatkan tabungan karma baik targetnya.

Secara teknis, bagaimana cara memanggil pedang langit?

1. Jerumuskan mereka hingga mereka ketergantungan pada Kita 2. Jerumuskan mereka hingga mereka tidak akan mengkhianati Kita 3. Jerumuskan mereka hingga mereka tidak akan mengganggu Kita 4. Jerumuskan mereka hingga mereka berjuang demi kepentingan Kita

5. Jerumuskan mereka hingga mereka mau melepaskan apa yang berharga bagi mereka 6. Jerumuskan mereka hingga mereka mengkhianati tuannya sendiri

7. Jerumuskan mereka hingga mereka menjadi lemah, bisa diserang, dan pasti kalah 8. Jerumuskan mereka hingga mereka tanpa sadar menghancurkan dirinya sendiri

9. Jerumuskan mereka hingga mereka bisa menjerumuskan lebih banyak orang sekitarnya 10. Jerumuskan mereka hingga mereka menjadi lambat, lola, malas, dan jalan di tempat 11. Jerumuskan mereka hingga mereka menjadi terburu-buru, panikan, dan ceroboh 12. Jerumuskan mereka hingga mereka mudah berpuas diri dan lengah menyelepekan 13. Jerumuskan mereka hingga mereka terjebak di angan-angan palsunya sendiri

14. Jerumuskan mereka hingga mereka akal sehatnya kalah telak dari hawa nafsunya sendiri

15. Masih banyak penjerumusan lainnya silahkan pikir sendiri

(10)

Page 10 of 24

Bagaimana cara menjerumuskan mereka sebagaimana 15 poin diatas? Bagaimana agar pedang langit ini cepat lambat akan hadir untuk menebas hidup orang itu?

1. Iming-imingi dia dengan keuntungan menggiurkan yang tak ada di tempat lain.

2. Iming-imingi dia dengan kenikmatan yang terlihat sangat instan di depan mata.

3. Rangsang dia dengan kecurigaan terhadap seseorang atau suatu hal.

4. Rangsang dia dengan kebencian terhadap seseorang atau suatu hal.

5. Rangsang dia dengan rasa iri atau tidak terima terhadap seseorang atau suatu hal.

6. Rangsang dia untuk membalas dendam terhadap seseorang atau suatu hal.

7. Rangsang dia untuk banyak menikmati gundukan YANG berkarma buruk dan penuh dosa.

8. Giring dia ke lubang jebakan, setelah masuk, kepung dan jangan lepaskan dia, kecuali penawarannya untuk bisa keluar, sangat menguntungkan kita

9. Takut-takuti dia hingga panik, ketakutan, kemudian kita berikan solusinya hingga dia ketergantungan terhadap kita, ketergantungan ini dalam dimensi waktu semakin permanen, semakin lama, semakin baik.

10. Biarkan saja saat dia berbuat salah, bahkan buatlah skenario agar dia makin banyak dan makin sering berbuat kesalahan.

11. Coba pikir cara menjerumuskan lainnya yang sekiranya itu ampuh untuk mempercepat turunnya pedang langit akibat semakin menumpuknya karma buruk ulahnya sendiri.

Berikut rumus Pedang Langit (Aktivator Azab) yang sangat mematikan :

𝐾𝑅 = (𝑁𝑆 + 𝐾𝑆) × (𝑂𝑀 + 𝑂𝑝𝑡 + 𝑇𝑟𝑡 + 𝐾𝑂 + 𝑈) 𝐾𝐵 + 𝑇𝑟𝑠 + 𝐺𝑁

KR = Karma Buruk si target (tujuan Kita sebagai konspirator adalah memaksimalkan angka KR ini setinggi-tingginya agar dalam waktu dekat pedang langit datang menebas target itu)

NS = Nafsu yang dimiliki si target (temukan dan bangkitkan nafsu atau bibit nafsu terpendam dirinya yang bisa Kita manfaatnya/eksploitasi agar Ia makin terjerumus membabi buta) KS = Kemelekatan si target (pada apa saja kemelekatan si target? apa dia punya rahasia gelap? Ada

yg disembunyikan? Apakah dia ketergantungan pada sesuatu? Apapun itu, dengan memahami seluruh jaringan kemelekatannya, kartu AS nya kita pegang, akan sangat mudah dikendalikan) OM = Besarnya keinginan terbebas atau merdeka orang lain terhadap si target (Siapa orang yang di

dzalimi atau membencinya? Siapa saja musuh-musuhnya? Barisan sakit hati yang mau balas dendam ini bisa kita kumpulkan untuk menjadi kekuatan membinasakan untuk dirinya) Opt = Opportunity, Peluang, Kesempatan (berikan iming-iming dan ciptakan kesempatan yang

langka hingga target bernafsu, gelap mata, logika mati, penuh emosional terpancing oleh Kita) Trt = Trust, Kepercayaan si target kepada Kita atau sang konspirator (semakin si target percaya

pada Kita / konspirator, dia semakin mudah Kita kendalikan, dan tak sadar Kita jerumuskan) KO = Kondisi, Situasi (ciptakan/adakah momen kritis yang bisa dihubung-hubungkan dengan si

target untuk mempercepat datangnya pedang langit? Atau memperparah karma buruknya?) U = Uang (dukungan keuangan konspirator terhadap terciptanya karma buruk untuk target.

Keberadaan uang yang cukup ibarat oli dan bensin mobil, akan sangat memudahkan aksi) KB = Karma Baik si target (identifikasikan apa saja karma baik yang dia miliki, karena hal ini

mampu mencegah karma buruk dan konspirasi terjadi, orang yang memiliki banyak karma baik, memiliki sifat-sifat seekor naga, akan sangat sulit untuk dijerumuskan)

Trs = Transparansi, tingkat keterbukaan informasi, keterangan, dan komunikasi (semakin transparan, semakin sulit konspirasi terjadi karena akan ternetralisir dengan sendirinya.

Konspirasi hanya dapat bekerja di dalam kegelapan, atau jika ada selubung hitam pekat) GN = Kekuatan golok pembunuh naga milik target (semakin kuat goloknya semakin sulit Dia

dikalahkan, bahkan beresiko menyerang balik. Ini terjadi karena Dia menempati tempat khusus di hati masyarakat, dan rakyat akan membelanya, hingga konspirasi tidak mempan) Demikianlah bagaimana para konspirator kejahatan bekerja. Mereka menjatuhkan lawannya tanpa bertempur. Mereka hanya menstimulus agar pedang langit menghujam tepat ke jantung targetnya. Namun perlu diingat, tidak semua orang dapat dikalahkan melalui konspirasi kejahatan.

Terutama orang baik, yang memiliki banyak karma baik, serta orang yang memiliki sifat-sifat naga,

dan menguasai golok pembunuh naga. Orang jenis ini sulit dimunculkan pedang langitnya.

(11)

Page 11 of 24

Terkadang Kekuatan besar dari golok pembunuh naga yang kita miliki tidaklah cukup mengalahkan lawan. Dengan membuat musuh terjerumus pada nafsu dan ilusinya sendiri, Kita dapat mengambil keuntungan darinya. Perbuatan besar ini dapat diselesaikan dengan gemilang.

Namun berhati-hatilah, gelombang karma buruk bisa saja menimpa Kita, jika niat Kita dalam menggunakan pedang langit ini adalah niat jahat. Karma buruk dan besar, seketika bisa menimpa Kita, sewaktu-waktu azab pedang langit itu justru bisa berbalik menghujam ke jantung Kita sendiri.

Disclaimer dan peringatan keras!

Materi ini tidak ditujukan untuk mengajarkan Anda berbuat jahat, tapi lebih memberi pemahaman kondisi realita dunia saat ini. Para penguasa dunia, banyak yang menggunakan pedang langit ini untuk menjatuhkan orang-orang bodoh. Dengan memahaminya, kita jadi pintar.

Kita jadi bisa mengantisipasi dan mengatasinya apabila kelak ada orang yang mencoba memanggil pedang langit untuk menghunus diri kita. Jangan gunakan ini untuk kejahatan, Anda dilarang menjadi konspirator kejahatan, karena karma buruk itu ada, dosa itu ada dan pasti dihisab.

WORKSHEET Mendatangkan (Azab) Pedang Langit untuk Orang yang Kita Targetkan 1. Sebutkan daftar nafsu negatif dan kemelekatan negatif orang yang kita targetkan :

1. 5. 9.

2. 6. 10.

3. 7. 11.

4. 8. 12.

2. Apakah Dia mempercayai Anda? YA / TIDAK 3. Mengapa mereka bisa percaya pada Anda?

4. Adakah orang lain yang membenci dirinya? atau merasa tertindas olehnya? sehingga mengalami kemelekatan ingin balas dendam atau bebas merdeka darinya? ADA / TIDAK

5. Bisakah kemelekatan orang-orang ini Kita manfaatkan? Jelaskan!

6. Sebutkan kondisi ideal seperti apa yang memungkinkan terlaksananya konspirasi ini?

7. Apakah Kita akan menawarkan sesuatu pada target? YA / TIDAK

8. Jika ya, sebutkan tawaran itu dan kenapa tawaran itu harus/mau diterima/dilakukan oleh target?

9. Apakah target yang kita sasar memiliki golok pembunuh naga dan karma baik yang mampu menghalangi berjalannya konspirasi ini? Jelaskan!

10. Bisakah pertanyaan nomor 9 diatasi? Jelaskan!

11. Apakah konspirasi ini aman dari resiko terbongkar ke publik (umum)? Jelaskan!

12. Apakah konspirasi ini masih layak dijalankan? LAYAK / TIDAK LAYAK

13. Kapan Kita akan mulai menjalankan konspirasi ini terhadapnya? ____________/_________/__________

(12)

Page 12 of 24

Menjadi Naga yang Kebal Golok Pembunuh Naga dan Mencegah Munculnya Pedang Langit

Bisa dikatakan semua orang ingin sukses, kamu juga kan? Bagaimana setelah sukses? Setelah sukses, semua orang ingin kesuksesannya abadi. Orang kaya, ingin kekayaannya abadi. Orang berkuasa, ingin kekuasaannya abadi. Orang popular, ingin popularitasnya abadi. Orang mulia, ingin kemuliaannya abadi. Bahkan orang hidup, ingin kehidupannya abadi. Artinya, orang di bukit YANG akan selalu berusaha untuk tetap dan selamanya berada di gundukan bukit YANG-nya.

Agar kita tidak ditaklukkan oleh “pengguna” golok pembunuh naga atau dihancurkan oleh

“penggerak” (azab) pedang langit yang ditujukan pada diri kita, terdapat sembilan jenis kesaktian yang perlu sebanyak-banyaknya Kita miliki yaitu : (1) Kesaktian ketiadaan total, (2) Kesaktian ada tapi seolah tak ada, (3) Kesaktian ada tapi pura-pura tak ada, (4) Kesaktian dicintai, (5) Kesaktian dibutuhkan, (6) Kesaktian agar tak mudah dikadalin, (7) Kesaktian tak tersentuh, (8) Kesaktian mematikan jika diusik, (9) Kesaktian tak terkalahkan. Mari kita kuasai minimal satu dan idealnya sebanyak-banyaknya kesaktian ini.

(1) Kesaktian ketiadaan total. Artinya ya sungguh-sungguh tiada. Tapi kesaktian ini tak mungkin bisa dimiliki oleh manusia yang ingin merasakan nikmatnya kekayaan, kekuasaan, kemuliaan, dan tentunya menjalani hidup di dunia ini. Jadi, walaupun kesaktian ini mutlak tidak bisa dikalahkan siapapun, tetap saja tidak mungkin Kita kuasai. Satu-satunya orang yang menguasai kesaktian ini mungkin, Nabi Isa AS yang itupun diangkat oleh Allah ke langit, mengamati seluruh dunia ini dari langit, dan kelak tiba saatnya akan kembali turun ke bumi untuk membunuh dajjal.

(2) Kesaktian yang membuat kita ada, tapi seolah-olah tidak ada. Kita mampu bergerak di belakang layar, tidak terlihat siapapun, tidak terdengar siapapun, dan tidak terasa kehadirannya oleh siapapun. Seolah-olah kita jelas tidak ada disitu, tapi sesungguhnya kita mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang besar hasil dan dampaknya dirasakan oleh mayoritas orang. Jika kesaktian ini kita miliki, kesaktian ini hanya bisa dihancurkan dari dalam diri kita sendiri.

Benarlah pepatah ini : “Milikilah segala sesuatu tapi jangan lakukan apapun. Lakukan segalanya tapi jangan miliki apapun.” Berikut sedikit contoh personal dari memiliki tanpa bertindak, bertindak tanpa memiliki :

1. Jika kita memiliki harta, tolong di jaga baik-baik, patuhi semua peraturan, dan jangan mencolok.

2. Saat bekerja, bertindak saja tanpa beban, fokus selesaikan misi yang diberikan pada kita dengan segala cara bersih dan putih. Dukungan dari pusat akan selalu datang tepat waktu.

3. Konglomerat memiliki banyak orang yang di bawah kendali penuhnya dengan sistem dan hukum. Mereka yang mengerjakan semua pekerjaan untuknya. Seandainya pun bawahan itu berbuat salah, itu tidak akan sampai mengganggu harta dan kekuasaan konglomerat.

4. Kita bertindak bebas dan seakan-akan semaunya sesuka hati. Kita tidak memiliki harta atas nama Kita hingga tidak mungkin diganggu karena terlihat miskin. Sementara harta yang dimiliki pihak lain (yang ada di bawah kendali Kita) memegang semua harta Kita, namun tetap dapat Kita ambil sewaktu-waktu jika diperlukan/diinginkan tanpa mengalami kesulitan sama sekali.

Banyak eksekutif perusahaan, pengusaha, serta konglomerat melakukannya 4 (empat) aksi diatas. Dari luar, kelihatannya saja mereka bangkrut, tapi sesungguhnya mereka tidak kehilangan apapun dan mengendalikan semuanya di balik layar. Apakah kesaktian ini baik? Tergantung jawaban Anda pada pertanyaan berikut ini.

(1) Untuk apa Anda mengejar harta dan kekuasaan ini? (2) Apalagi yang Anda kejar jika seluruh dunia akhirnya telah berhasil Anda taklukkan? Jawaban sederhana kebanyakan orang adalah

“Mulai menikmatinya.” Sayangnya, setiap usaha manusia untuk menikmati pencapaiannya, justru sering berujung pada kehancuran dirinya sendiri. Selain itu, mereka yang paranoid (antipati) terhadap kesuksesan, dan terhadap kekuasaan pun tidak selamat dari kehancuran, bahkan mereka bernasib lebih buruk karena sama sekali tidak mau, tidak sanggup menikmati hasil pencapaian mereka sendiri, sekecil apapun.

Sungguh indah sekali seandainya Kita bukan siapa-siapa, Kita dapat menyelinap dan

menikmati kearifan kelas bawah, kemudian menyelinap lagi menikmati kemuliaan kelas atas,

kemudian menghilang sendiri ke tempat yang tidak ada siapa-siapa dan menjadi bukan siapa-

siapa. Mereka yang mengejar tingkatan ini biasanya melepaskan keduniawian mereka,

(13)

Page 13 of 24

mengandalkan diri mereka sendiri untuk memperoleh kebahagiaan hakiki. Kebahagiaan hakiki mereka itu tidak tergantung oleh rangsangan dunia luar. Sungguh hebat sekali. Disaat orang awam tahunya kebahagiaan itu ada di balik kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, ketenaran, dan kedudukan. Disaat itu pula para pemilik kesaktian “saya ada tapi seolah tidak ada” menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan hakiki.

Banyak orang tidak tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu, bahwa sebenarnya menjadi tidak terkenal dan menjadi tidak memiliki kedudukan adalah kebahagiaan duniawi yang paling luhur.

Kita punya harta benda, kita punya intelektual, kita punya pasukan militan, tapi kita selalu dibalik layar. Dalam dunia bisnis, profesi yang memiliki kesaktian ini biasa disebut “value investor, private equity, dan angle investor”.

(3) Kesaktian yang membuat kita ada, tapi kita pura-pura tidak ada. Pada level ini, orang dapat merasakan keberadaan Kita. Mereka merasa bahwa diri kita seharusnya ada di sana, walau terkadang mereka tidak tahu kita itu apa, siapa, dan berada dimana. Biasanya di level ini, kekuatan kita sudah terlalu besar untuk disembunyikan. Orang akan mulai mencari kita walau mereka tidak tahu harus dimulai darimana. Dalam dunia bisnis, profesi ini biasa disebut “minority shareholders, dan commissioner”.

Bagaimana cara memiliki kesaktian ketiadaan jenis 2 dan 3? Pertama jadikan diri Kita tidak tersentuh. Berikutnya Kita harus senantiasa mampu menahan diri terhadap keinginan Kita sendiri.

Karena manusia tanpa memiliki keinginan apapun, menempati posisi yang sangat sulit untuk diserang. Dia kebal, tidak terpengaruh pada godaan duniawi, hingga tidak ada celah untuk memancingnya keluar dari benteng pertahanan batinnya yang kuat itu. Anda bisa lakukan ini?

Biarkan pengakuan dimiliki orang lain, biarkan ketenaran dimiliki orang lain, biarkan kekuasaan dimiliki orang lain, biarkan segala fasilitas sarana prasarana layak dinikmati orang lain, Kita cukup jadi pengendali mereka dengan hukum dan sistem. Jika belum waktunya, Kita tidak perlu terburu- buru bergerak. Toh bagi orang-orang, Kita tak pernah ada, tepatnya mereka tak tau kalau kita ada.

(4) Kesaktian yang membuat kita dicintai. Orang-orang tahu kita ada disana, mereka mengakui kita, mencintai kita, bahkan membela kita mati-matian. Bagaimana caranya agar menjadi pribadi yang memiliki kesaktian ini, pribadi yang dapat dicintai oleh banyak orang? Kita perlu menguasai minimal 1 (satu) dari 3 (tiga) kemelekatan orang-orang yang kita bidik sebagai berikut :

1. Kemelekatan pada keinginan pribadi yang sangat kuat karena dia mengira dan sangat optimis bahwa dengan bersama kita, Dia bisa mewujudkan keinginannya tersebut.

2. Kemelekatan pada kebebasan atau kemerdekaan terhadap sesuatu yang mengekangnya yang dia kira kita bisa membebaskannya, membuatnya merdeka, bebas lepas.

3. Kemelekatan pada hutang yang harus dibayar (hutang uang, hutang budi, ataupun hutang nyawa) kepada kita, dan ini jelas butuh waktu sangat lama untuk mereka mampu melunasinya.

Saat ini, apakah yang diyakini orang-orang tentang diri Kita? Adakah image baik diri Kita yang dicintai oleh mereka? Bahkan image ini sering mereka gunakan dalam berdiskusi, berdebat bahkan membela diri/keyakinan/kepercayaan mereka? Jika ada, maka kita berhasil. Jika belum ada, kita harus bekerja lebih keras untuk bisa dicintai.

Pun jika sudah berhasil dicintai orang-orang, tetaplah berhati-hati. Sekalinya kita melanggar image dicintai masyarakat (baik itu image baik yang dicintai mereka maupun image buruk yang dicintai mereka), maka dengan adanya pelanggaran itu, mereka yang mencintai kita akan dengan mudahnya berbalik arah untuk memusuhi kita. Selanjutnya, musuh-musuh alami yang sedari awal sudah memusuhi kita pun akan segera mempolitisir hal ini untuk keuntungan mereka dan tentu saja menjatuhkan kita.

Kesaktian yang membuat Kita dicintai pasti ada penyebabnya, ada hal magis tertentu, ada daya tarik khusus, dan Kita harus berusaha keras mempertahankannya dengan cara tidak mengkhianati harapan serta cinta orang-orang itu terhadap Kita. Seperti ungkapan, biarkan penguasa seperti penguasa, rakyat seperti rakyat, ayah seperti ayah, ibu seperti ibu, penjahat seperti penjahat, penghibur seperti penghibur. Pastikan konsisten dari awal pembetukan image diri kita di masyarakat hingga akhir hayat kita.

Perenungannya adalah image apa yang ingin kita bentuk untuk diri kita sekarang dan kedepannya? Jika saat ini belum ada image yang jelas, tentukan dulu, putuskan dulu, sekarang.

Saat sudah ketemu, bulatkan tekadmu, lakukan massive action dalam membangun personal

(14)

Page 14 of 24

branding di media online (website, social media, youtube, social chat) dan tentu saja offline (penampilan sandang, papan, pergaulan, organisasi, komunitas). Umur kita sangat terbatas, jadi sekalinya image ini sudah Kita tentukan, kita bentuk, jangan pernah kita ubah.

Organisasi atau apapun yang memiliki kekuatan besar perlu dicintai banyak orang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan skalanya. Caranya adalah dengan melekat pada hal-hal baik dan sebisa mungkin tidak melekat pada hal-hal buruk sebagaimana contoh tabel berikut :

Tingkatkan Kemelekatan yang Kuat pada Tidak Melekat / Menghindari Melekat pada 1. Tujuan Memberi Pertolongan Sampai Tuntas 1. Untung Rugi dan Hitung-hitungan semata 2. Norma-Norma Cinta Kasih Agama yang Ketat 2. Pilih Kasih untuk Kelompok / Orang tertentu 3. Kedisiplinan dan Peraturan Kesatuan Ketat 3. Misi Tersembunyi / Warung di dalam Warung 4. Ungkapan Terima Kasih dan Bersyukur 4. Dukungan dan Ketergantungan Pada Pihak Luar 5. Berbagi Cita-cita Besar dan Ambisius 5. Dukungan dan Ketergantungan Pada Atasan 6. Pelatihan dan Pengembangan yang Serius 6. Ego Merasa Lebih Tinggi dari yang Ditolong 7. Kesempurnaan Kualitas Produk dan Layanan 7. Ego Merasa Lebih Berjasa dari Tim/Orang Lain

Selain tabel diatas, agar kita bisa dicintai banyak orang, kita harus rajin-rajin melakukan pembersihan posisi dengan sangat tegas terhadap orang-orang bermasalah terhadap kita.

Tempatkan orang baru dengan standar kualitas ketat melalui aneka ujian. Tempatkan mereka pada banyak posisi kunci dalam perusahaan. Ini bisa membuat para orang cerdik dan pandai yang penuh ambisi diluar sana, berlomba-lomba untuk mengabdikan hidupnya pada perusahaan kita.

Kandidat yang lulus ujian ini kita tempatkan sesuai kemampuannya, gaji mereka layak, tujuannya agar kepuasan kerja tinggi. Bila mereka merasa belum tinggi juga? Artinya mereka kurang wawasan pembanding. Tunjukkan mereka fakta di perusahaan luar, di industri luar, agar mereka terbuka wawasannya, menjadi paham, bisa ikhlas, dan mulai mampu bersyukur terhadap gaji yang diterimanya sekarang. Dengan demikian, akan banyak orang-orang kompeten dalam perusahaan ini. Inilah yang menyebabkan perusahaan bisa berjalan efisien, hingga akhirnya seluruh karyawan dan serta pemilik perusahaan sama-sama merasa puas, saling mencintai.

Pada masa aman, bentuklah polisi rahasia untuk mengawasi berbagai penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum tertentu. Mereka yang melanggar harus dijatuhi hukuman yang berat dan kejam, hingga rasa “ngeri” dan keadilan rakyat terpuaskan, orang itu kapok, dan orang lain yang berpotensi tergoda untuk ikut-ikutan menyimpang menjadi ketakutan.

Eksekutor berhak mengambil hasil jerih payahnya tanpa ditunggangi orang yang tidak kerja.

Sistem ini diawasi sangat ketat untuk mencegah lahirnya raja cilik ongkang

2

kaki yang baru.

Kepemilikan dibatasi dan kelebihannya dibagikan ke yang tidak punya tapi layak menerima.

Sistem sharing economy ini dapat mendatangkan kemakmuran bagi rakyat karena standar hidup keseluruhan meningkat pesat walau tanpa perlu memiliki asal tetap dalam lingkaran kita.

Dari segi hukum dan medis, kita sangat kuat dan sigap sehingga rakyat tentram dan yakin bahwa kita sanggup melindungi mereka dari ancaman bahaya luar. Dari segi keagamaan, perusahaan kita mendorong pembelajaran Islam Quran Hadis berjamaah. Bila sukses, jasa melimpah ini akan melahirkan karma baik. Berlaku pepatah “Aku terlindungi oleh karmaku sendiri”.

Beri banyak contoh dan beri banyak keteladanan lebih dulu kepada semua karyawan. Didik mereka dengan beramal soleh, pelatihan, seragam, target, tanggung jawab, kejelasan, dan kedisiplinan yang ketat. Kalau bisa bahkan sampai tata cara berjalan, berdiri, makan, menyapa, duduk, berbicara, hingga menaruh barang pun bisa kita seting dengan efisien. Hal ini selain dapat membuat para karyawan menjadi sangat mudah digerakan, mereka juga akan mampu bergerak efisien, wawasan dan kepribadian mereka pun ikut berkembang pesat.

Pahami ungkapan ini : Menyukai kebaikan hati tanpa menyukai belajar, bisa mengakibatkan ketidakpedulian. Menyukai keterusterangan tanpa menyukai belajar, bisa mengakibatkan salah arah. Menyukai kejujuran tanpa menyukai belajar, bisa mengakibatkan kekejaman. Menyukai ketulusan tanpa menyukai belajar, bisa mengakibatkan tindakan gegabah. Menyukai keberanian tanpa menyukai belajar, bisa mengakibatkan kesialan. Menyukai kehebatan tanpa menyukai belajar, bisa mengakibatkan kelancangan. Jadi, sukailah belajar dan terus meneruslah belajar karena belajar adalah awal dari segala kebaikan, cinta, dan kebahagiaan di dunia ini.

(5) Kesaktian yang membuat kita dibutuhkan. Pada kesaktian ini, orang-orang sudah sangat

melekat dan ketergantungan dengan kita, hingga mereka tidak akan dapat bertahan tanpa kita,

(15)

Page 15 of 24

walau terkadang mereka juga membenci kita. Mereka akan membela dan mempertahankan kita mati-matian karena mereka memang membutuhkan kita. Jika kita bisa dalam posisi ini berarti kita sudah memiliki kesaktian jenis ini.

Bagaimana menjadi orang yang dibutuhkan banyak orang? Ciptakan kondisi dimana orang tidak dapat hidup tanpa Kita. Kalaupun bisa, setidaknya mereka akan mengalami kehilangan besar, kerugian besar, kesulitan besar, atau minimal kemunduran besar. Dengan demikian orang- orang itu akan mempertahankan mati-matian agar dapat terus bersama Kita. Mudahnya, Kita menciptakan kemelekatan takut kehilangan pada diri mereka. Semakin mereka melekat, rekat, semakin kuat, semakin besar kesaktian kita jenis ini.

(6) Kesaktian yang membuat Kita sulit untuk dikadalin. Anda ada karena memang seharusnya ada. Orang-orang sudah sangat terbiasa dengan keberadaan Anda, dengan perilaku Anda, dengan apapun tentang Anda. Orang-orang menerima kelebihan dan kelemahan Anda dengan baik, mereka memakluminya selama masih dalam “batas wajar” mereka. Disaat Anda kelewat batas, mereka akan takut memberi masukan kepada Anda. Apabila saat itu Anda gelap mata, tidak peka, semuanya akan terlambat, kesalahan besar bisa terlanjur Anda lakukan, berakibat tercorengnya muka Anda. Bila Anda ada di tahap ini, 1 kesalahan fatal diluar “batas wajar”, bisa menyebabkan Anda hancur dalam waktu kurang dari 1 hari. Jadi waspadalah jangan sampai sekalipun Anda dikadalin seseorang, karena bisa jadi bahan tertawaan semua orang.

Tidak mengurusi hal sepele adalah kunci menjadi pemimpin yang efisien. Hal-hal sepele yang diurusi pemimpin sebenarnya timbul sebagai wujud kemelekatan ingin merdeka dari hal-hal sulit.

Ini yang menyebabkan pengabaian terhadap hal-hal penting. Tapi hati-hati juga, jangan menyepelekan hal-hal penting. Karena banyak juga orang terkecoh menyepelekan hal-hal yang sebetulnya sangat penting untuk segera diselesaikan. Bahaya sekali bila sebagai pemimpin kita terantai oleh kemelekatan pada keinginan untuk lebih bisa memanjakan diri, dan kemelekatan pada perasaan takut kehilangan. Jika dibiarkan inilah sumber kita mudah dikadalin.

(7) Kesaktian yang membuat kita tak tersentuh. Anda mungkin dibenci orang, kedudukan Anda mungkin diinginkan orang, tapi posisi Anda jauh diluar jangkauan mereka. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menjatuhkan Anda selain mengumpat. Mereka tidak bisa apa-apa selain iri. Jika Anda memiliki kesaktian ini, tenang saja mereka tidak mampu membahayakan diri Anda.

Bagaimana cara menjadi diri kita tak tersentuh? Sederhananya, Kita harus menempatkan diri pada posisi Kita tidak bisa disentuh. Posisi itu terasa jauh bagi lawan tapi terasa dekat bagi Kita.

Dalam dunia bisnis dan profesional kondisi ini biasa disebut entry barrier atau barrier to entry.

Kondisi tak kasat mata, yang menyebabkan pesaing potensial kesulitan memasuki suatu bisnis atau menyaingi profesi kita. Semakin besar entry barrier-nya, makin mahal nilai diri kita maupun perusahaan Kita.

Entry barrier dapat dimiliki bila perusahaan Kita memproduksi dan mendominasi killer apps, atau pribadi kita memiliki keterampilan dan bakat yang orang lain sulit untuk menandinginya.

Yakni keunggulan tak terbantahkan yang betul-betul diinginkan pelanggan atau pimpinan kita.

Begitupun sebaliknya, jika kita tidak mampu menembus entry barrier yang sudah ada, serta tidak mampu menciptakan entry barrier baru yang lebih kuat, segala upaya (1) kerja, (2) usaha, ataupun (3) studi kita hanya akan menemui kegagalan.

Pernahkan Kita mendengar bahwa orang nekat adalah orang yang paling berbahaya? Ya, itu benar. Ini karena orang nekat itu betul-betul totalitas berjuang sekuat tenaga tanpa ada rasa takut kehilangan sedikitpun. Dengan demikian potensi paling berbahaya dalam diri orang itu dapat bangkit sepenuhnya. Pertanyaannya, kenapa tidak semua orang bisa nekat? Kenapa kita sulit nekat? Kenapa tidak semua orang bisa membangkitkan kekuatan terpendamnya? Jawabannya adalah karena “kadar kemelekatan”.

Orang nekat adalah orang yang dalam pikiran dan hatinya tidak memiliki apa-apa lagi di dunia ini yang harus Ia pertahankan. Dia tidak lagi memiliki kemelekatan apapun dengan siapapun.

Dengan demikian dia menjadi super ringan, gesit, dan sangat mematikan. Apakah kita bisa

menjadi orang nekat? Bisa, syaratnya kita tidak melekat pada apapun seperti harta benda, wanita

cantik, gaji, karir, jabatan, nama baik, hutang, status, ego, anak istri, orang tua, dll. Tepatnya, saat

kita melakukan sesuatu yang butuh “nekat” sementara waktu kita melepaskan semua

kemelekatan yang kita miliki hingga “kenekatan” itu membuahkan hasil baik ataupun buruk.

(16)

Page 16 of 24

Konsekuensi dari kepemilikan adalah kemelekatan. Anda melihara kucing? Hati Anda akan melekat sangat kuat terhadapnya. Anda punya harta dan kekuasaan? Hati Anda kan melekat padanya. Anda punya keluarga? Anda akan melekat kuat pada keluarga Anda. Apakah melekat ini salah? Tidak. Apakah melekat ini enak? Ya tentu saja. Ini enak karena kita berada di gundukan YANG. Tapi hati-hatilah, karena sesungguhnya posisi kita sangat rentan dari serangan lawan.

Contoh mudahnya begini, jika seseorang ditabrak oleh orang miskin, maka biasanya orang itu cenderung pasrah, ikhlas memaafkan si penabrak. Tapi bagaimana jika Ia ditabrak orang kaya?

Maka orang aji mumpung itu akan berusaha memeras habis-habisan si penabrak, atau ditakut- takuti untuk dilaporkan ke polisi kemudian ke meja hijau.

Semua berasal dari pikiran, apapun yang ada dalam pikiran pasti akan menjadi besar. Pikiran akan berubah menjadi perbuatan. Perbuatan akan berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan berubah menjadi takdir. Maka hati-hatilah dengan pikiran kita masing-masing, kendalikan pikiran kita, taklukkan pikiran jahat terhadap diri sendiri maupun pikiran jahat terhadap orang lain.

Demi terwujudnya cita-cita besar dan ambisius yang sudah kita miliki, langkah pertama yang harus Kita lakukan adalah melepaskan semua kemelekatan yang menghambat dalam hidup Kita.

Selanjutnya berusaha secara sadar melekatkan lebih kuat lagi ke cita-cita besar dan ambisius tersebut. Karena yang menjadikan orang nekat itu berbahaya adalah karena ketiadaan beban, ketiadaan hambatan dalam mencapai satu-satunya tujuan dia saat itu hingga tuntas hasilnya.

Perjalanan 1.000 mil pasti selalu dimulai dari langkah pertama. Walaupun cita-cita tunggalnya kita si orang nekat ini terbilang muluk, kita tetap menjalaninya. Semua ini sanggup kita lakukan, karena aktifnya mode nekat akibat kemelekatan yang teramat kuat terhadap cita-cita dan ambisi kita sendiri, akibatnya kemelekatan lain menjadi lemah, bahkan terkelupas rontok satu per satu.

Ingatlah, kemelekatan hanya bisa dikalahkan dengan dua hal (1) kemelekatan lain yang lebih kuat, (2) dipenuhinya kemelekatan itu sehingga sudah tidak mungkin lekat lagi. Apakah nekat ini baik?

Tentu saja sangat baik! Asalkan tidak menimbulkan dosa, dan berlandaskan hati nurani.

Pahami pepatah ini. Penguasa memberikan perintah. Pemimpin memberikan inspirasi.

Penguasa memaksa. Pemimpin mengizinkan. Di dunia ini, penguasa dan pemimpin sama-sama dibutuhkan rakyat. Seorang petinggi haruslah bereputasi baik, agar rakyatnya respect dan kagum.

Setelah rakyat respect dan kagum, barulah rakyat itu akan mau memperhatikan urusan perusahaan, urusan negara, dan berperan serta sesuai kompetensi dan kekuatan masing-masing.

Bagaimana cara membuat diri dan orang-orang kita tidak melekat terhadap hal-hal buruk?

Berlakukan aturan ketat, tolak semua sikap dan perilaku menyimpang. Beri hukum jera bagi yang melanggar. Jangan melekat terhadap rasa kasihan di hati kita untuk menghukum anggota yang melanggar. Dengan demikian, gangguan internal dapat diminimalisir hingga para anggota dapat lebih berkonsentrasi pada misinya. Ini penting karena pikiran dijernihkan oleh kesederhanaan, sedangkan integritas pupus oleh cinta terhadap kedudukan.

(8) Kesaktian yang membuat kita menjadi mematikan jika diusik. Saat kesaktian jenis ini kita miliki, sudah dipastikan kita sangat berkuasa, kita sangat kuat, tapi kita juga menyadari bahwa di titik-titik tertentu posisi kita masih rentan, sehingga kita harus dengan cepat bergerak menghancurkan lebih dulu semua akar permasalahan itu sebelum mereka berubah menjadi terlalu kuat dan akhirnya menjatuhkan kita.

Untunglah karena saat itu kita memang kuat, kita dapat melakukannya dengan mudah. Tapi tetaplah hati-hati, upaya penghancuran bibit masalah dengan kasar ini tidak bisa kita gunakan terlalu sering. Karena jika terlalu banyak orang yang sakit hati pada kita, mereka akan membentuk suatu barisan sakit hati yang menstimulus turunnya Pedang Langit untuk menghantam kita nanti.

Bagaimana cara untuk menjadi mematikan jika diusik? Untuk mencapai kesaktian jenis ini, kita harus menjadi sangat kuat lebih dulu, menguasai titik-titik strategis, sangat peka, dan sangat tegas. Strategi ini bisa jadi bumerang jika musuh kita jauh lebih kuat dari diri kita. Tindakan kita bisa jadi malah membangkitkan raksasa tertidur yang malah akan menghancurkan diri kita.

Tapi jika kita yakin kitalah yang terkuat, atau setidaknya kita lebih kuat dari “biang masalah” di

depan mata, kita tidak boleh ragu untuk melakukan serangan mematikan kepada orang itu,

kepada semua potensi bencana yang kelak akan mengganggu kita di masa depan jika tidak di

delete sekarang. Dengan demikian orang-orang akan berpikir seratus kali sebelum mereka berani

mengusik dan mengganggu kita.

(17)

Page 17 of 24

(9) Kesaktian yang membuat Kita Menjadi Tak Terkalahkan. Intinya kita tak mungkin bisa dikalahkan, ibarat batu melawan telur. Berapapun banyaknya telur yang melawan kita, mereka akan tetap pecah semua. Kesaktian ini bisa juga berarti kalau kita memiliki stamina yang besar untuk menerima banyak kekalahan, sebelum akhirnya kita memperoleh satu kemenangan besar.

Bagaimana cara agar kita menjadi pribadi yang tak terkalahkan? Ada 2 (dua) syarat yang harus kita penuhi : (1) kita menjadi sangat kuat lahir batin, dan (2) kita memiliki stamina sangat panjang dan tak kenal lelah. Untuk mencapai kesaktian jenis ini, Kita terlebih dahulu harus memahami dari mana daya tahan serta sumber kekuatan dalam tubuh kita yang maha dahsyat ini.

Agar mampu berstamina panjang, ada 3 (tiga) sumber energi utama mahluk hidup yang harus kita penuhi : (1) makan, minum, dan nafas. (2) istirahat, (3) harapan. Makan, minum, dan nafas adalah amunisi utama Kita untuk bertempur. Dalam pribadi artinya makanan dan minuman bergizi, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Lakukan kegiatan bernafas panjang dan dalam dengan sadar sesering mungkin. Saat-saat tertentu, ambil kendali paru-paru Anda dengan pikiran sadar. Dalam bisnis artinya jumlah uang kas, jumlah pasokan bahan baku, jumlah tenaga kerja profesional berdampak positif yang Kita pekerjakan.

Istirahat adalah waktu untuk memulihkan tenaga, pikiran, dan perasaan Kita agar segar kembali. Sehingga kita siap lahir batin untuk melakukan serangan berikutnya. Waktu, lokasi, dan fasilitas istirahat jangan diremehkan, karena semua orang butuh istirahat yang berkualitas. Istirahat berkualitas itu tidak hanya masalah waktu, tapi juga masalah lokasi, dan fasilitasnya. Waktu sebentar, sangat sebentar tak masalah, jika lokasi dan fasilitasnya memadai, renungkan baik-baik.

Miliki harapan, banyak harapan. Karena manusia tanpa harapan seperti zombie. Tidak ada alasan untuk kita tetap hidup, atau kita hidup tetapi bagaikan ruang kosong, hampa. Dengan demikian tidak akan ada usaha besar untuk mewujudkan sesuatu. Harapan yang benar adalah harapan yang terukur. Harapan yang terukur adalah harapan yang masuk akal. Harapan yang masuk akal adalah harapan yang dapat terlihat oleh mata kita sekarang. Harapan yang terlihat adalah harapan yang kadar kesulitannya dapat kita jangkau.

Satu unsur lagi untuk menjadi tak terkalahkan adalah menjadi terlalu kuat bagi musuh kita.

Untuk mencapai ini caranya dengan (1) melucuti senjata rakyat utamanya yang melawan kita, (2) persenjatai lengkap kaum elite yang mendukung kita, (3) gunakan kekuatan dengan tujuan untuk memulihkan keamanan, kestabilan, dan ketertiban, (4) buat dan updatelah hukum serta aturan tertulis, seperti yang lazim pada negara hukum.

Kemelekatan menjadikan lawan jadi kawan. Kemelekatan menjadikan kawan jadi lawan.

Mencegah bencana sebelum menjadi besar sangatlah perlu, caranya dengan melihat kemelekatan mereka yang sekarang, kemudian kita kuasai mereka dengan menciptakan kemelekatan baru / kemelekatan lain yang lebih kuat untuk mereka. Setting lekatan mana yang harus diperkuat, dan lekatan mana yang harus diperlemah atau dicabut dengan memenuhinya.

Dalam dunia bela diri, jurus terhebat adalah jurus yang selalu menyerang. Jurus itu tidak memikirkan pertahanan dirinya sendiri saat bertindak. Ia sadar dan siap menerima pukulan lawan, rasanya kena pukulan pasti sakit, tapi itu tidak masalah. Selama pukulan kita jauh lebih kuat dan lebih menyakitkan untuk membuat lawan jatuh tersungkur, berarti kita yang menang. Itulah jurus terhebat. Jurus yang hanya bisa digunakan oleh para pemberani, nekat, dan memiliki keteguhan hati serta rasa percaya diri dan keyakinan kuat untuk menang.

Untuk menangkis serangan lawan, kita tidak menangkisnya secara langsung, melainkan memaksa musuh mempertahankan diri sendiri secepatnya bahkan bersamaan saat Ia menyerang kita. Saat yang sama, ada 2 fokus, menyerang dan bertahan. Akibatnya pikiran musuh pecah fokus, daya serangnya menjadi lemah, daya tangkisnya pun menjadi lemah. Cara ini sangat efektif untuk mengalahkan lawan. Tentunya harus dilakukan dengan cepat, minimal secepat serangan musuh tersebut kepada kita. Serangan yang kita terima dari musuh tidak akan terlalu fatal, tapi serangan kita terhadap musuh dapat sangat fatal melukainya. Sejalan dengan pepatah

“Pertahanan terbaik adalah menyerang.”

Harimau, Serigala, dan predator lainnya tidak selalu berhasil menangkap mangsanya. Sering

terjadi, saat predator semakin mendekati mangsa, mangsanya segera lari. Kemampuan lari

mangsa lebih cepat dari predator, saat mangsa makin menjauh dan dirasa tidak mungkin untuk

dikejar, predator menghentikan langkahnya dengan tenang, dan berjalan seperti biasa mencari

mangsa berikutnya.

Referensi

Dokumen terkait