iv
PENGEMBANGAN BARU SENJATA NUKLIR AMERIKA SERIKAT DAN PROGRAM NUKLIR IRAN BERDASARKAN PRINSIP PACTA SUNT SERVANDA DALAM TREATY ON NUCLEAR NON-PROLIFERATION 1968
ABSTRAK
Keberadaan senjata nuklir di dunia adalah sebuah permasalahan yang telah berjalan sejak lama. Senjata nuklir mulai dipergunakan sejak akhir perang dunia kedua dan terus bertambah jumlahnya hingga saat ini. Dibentuknya Treaty on Nuclear Non-Proliferation (NPT) pada tahun 1968 tidak memiliki pengaruh besar dalam mengurangi jumlah senjata nuklir di dunia, walaupun pembatasan atas pengembangan senjata nuklir merupakan salah satu tujuan utama dibentuknya perjanjian tersebut. Dalam skripsi ini penulis mengkaji eksistensi ketentuan larangan pengembangan senjata nuklir baru dalam NPT dengan interpretasi atas perjanjian internasional menurut hukum perjanjian internasional dan mengaitkannya dengan prinsip pacta sunt
servanda sebagai dasar keterikatan, serta menganalisis upaya pembentukan
hukum yang dapat diterapkan berdasarkan hukum internasional
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan bersifat deskriptif analitis, dengan berdasarkan pada peraturan hukum yang berlaku berupa konvensi-konvensi internasional serta menekankan pada studi kepustakaan yang berkaitan dengan kasus ini.