• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis unjuk kerja jaringan WLAN : studi kasus PT Kanisius.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis unjuk kerja jaringan WLAN : studi kasus PT Kanisius."

Copied!
141
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini memberikan latar belakang pentingnya analisis kinerja jaringan WLAN, khususnya dalam konteks operasional PT. Kanisius. Ditegaskan perlunya kualitas jaringan yang handal untuk mendukung produktivitas karyawan. Rumusan masalah dijabarkan secara jelas, meliputi penyebab lambatnya internet, kualitas layanan WLAN, dan solusi untuk peningkatan performa. Tujuan penelitian meliputi identifikasi masalah, evaluasi kualitas layanan, dan rekomendasi perbaikan. Manfaat penelitian dijelaskan dengan fokus pada optimalisasi jaringan dan peningkatan pelayanan kepada karyawan PT. Kanisius. Batasan masalah dirumuskan untuk menjaga fokus penelitian, mencakup ruang lingkup jaringan, parameter yang diuji, dan metode pengujian yang digunakan. Metodologi penelitian dijelaskan secara rinci, meliputi studi kasus, studi literatur, model sistem, metode pengumpulan data, dan metode analisis data. Sistematika penulisan menjabarkan alur penulisan skripsi secara sistematis.

II. Landasan Teori

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian. Definisi Wireless LAN (WLAN) sebagai jaringan lokal nirkabel dijelaskan, serta manfaatnya dalam mendukung mobilitas akses internet. Teknologi Wireless Distribution System (WDS) dijelaskan secara detail, termasuk kelebihannya dibandingkan solusi lain, dua mode konektivitas (bridging dan repeater), dan cara kerjanya pada lapisan fisik dan data link. Standar IEEE 802.11 a/b/g/n dijelaskan secara komprehensif, meliputi kecepatan transfer data, frekuensi operasi, dan kompatibilitas antar standar. Model TCP/IP diuraikan, termasuk lima layernya dan peranan protokol TCP, UDP, dan IP dalam pengiriman data. Karakteristik TCP (connection-oriented, reliable) dan UDP (connectionless, unreliable) dibandingkan. Penjelasan rinci tentang proses three-way handshake pada TCP untuk membangun koneksi dijelaskan. Bagian ini juga mencakup detail tentang membangun Wireless Hotspot, meliputi pertimbangan lingkungan (ukuran fisik, jumlah pengguna, model penggunaan), site coverage (ukuran cell, tata letak AP, dan kepadatan AP), dan pemilihan perangkat wireless (RF power, antena, PoE, preamble support).

2.1 Jaringan Wireless LAN

Bagian ini memberikan pengantar tentang konsep dasar jaringan WLAN, menekankan kelebihannya seperti fleksibilitas dan mobilitas. Pembahasan ini penting sebagai dasar pemahaman untuk analisis lebih lanjut.

2.1.1 Wireless Distribution System (WDS)

Penjelasan detail tentang WDS sebagai solusi untuk memperluas jaringan WLAN tanpa kabel backbone. Keunggulan, mode konektivitas, dan cara kerja WDS dibahas secara mendalam, termasuk ilustrasi diagramnya. Sub-bab ini penting dalam memahami arsitektur jaringan PT. Kanisius.

2.1.2 Standar 802.11 a/b/g/n

Pembahasan komprehensif tentang berbagai standar WLAN, menjelaskan perbedaan kecepatan, frekuensi, dan kompatibilitas. Tabel perbandingan standar dan penjelasan tentang teknik DSSS dan OFDM menambah nilai akademis.

2.2 Model TCP/IP

Penjelasan tentang model TCP/IP sebagai arsitektur jaringan yang umum digunakan, termasuk lapisan-lapisannya dan peran protokol TCP dan UDP. Pembahasan ini relevan karena TCP dan UDP digunakan untuk mengukur performa jaringan.

2.2.1 TCP (Transmission Control Protocol)

Penjelasan rinci tentang protokol TCP, termasuk sifatnya yang connection-oriented dan reliable. Penjelasan mekanisme three-way handshake dalam membangun koneksi sangat penting untuk memahami transfer data yang andal.

2.2.2 UDP (User Datagram Protocol)

Penjelasan tentang protokol UDP, termasuk sifatnya yang connectionless dan unreliable. Perbandingan dengan TCP dan penjelasan keunggulan masing-masing protokol memberikan wawasan yang bermanfaat.

2.2.3 IP (Internet Protocol)

Penjelasan tentang protokol IP sebagai protokol dasar untuk pengiriman data dalam jaringan. Karakteristik unreliable dan connectionless dijelaskan. Peran protokol IP penting dalam konteks pengiriman data dalam jaringan WLAN.

2.3 Membangun Wireless Hotspot

Pembahasan tentang pertimbangan dalam membangun hotspot WLAN yang efektif dan efisien, termasuk faktor lingkungan, cakupan, dan pemilihan perangkat.

2.3.1 Hotspot Environment

Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi desain dan implementasi jaringan WLAN, seperti ukuran fisik, jumlah pengguna, dan pola penggunaan, dibahas secara detail. Kriteria perencanaan ini penting untuk evaluasi jaringan PT. Kanisius.

2.3.2 Site Coverage

Prinsip-prinsip perencanaan cakupan jaringan WLAN dibahas, meliputi ukuran cell AP, tata letak, kepadatan AP, dan pemilihan channel. Gambar-gambar ilustrasi memperjelas konsep-konsep tersebut.

2.3.3 Memilih Perangkat Wireless

Kriteria pemilihan perangkat keras WLAN yang tepat dibahas, meliputi faktor-faktor seperti daya RF, antena, PoE, dan dukungan preamble. Pembahasan ini penting untuk evaluasi dan rekomendasi perbaikan jaringan.

III. Metodologi

Bab ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, meliputi studi kasus dengan wawancara karyawan dan staff IT PT. Kanisius untuk mengumpulkan data tentang permasalahan jaringan dan topologi. Studi literatur digunakan untuk mempelajari arsitektur WLAN dan parameter kinerja. Model sistem menjelaskan arsitektur jaringan WLAN PT. Kanisius yang sedang digunakan. Metode pengumpulan data mencakup pengukuran coverage, kecepatan internet, serta pengukuran throughput, packet loss, dan jitter menggunakan tools Iperf, Vistumbler, dan Speedtest. Metode analisis data menjelaskan bagaimana data diolah dan diinterpretasi untuk menilai kinerja WLAN dan memberikan rekomendasi perbaikan.

IV. Data dan Analisis Kinerja Jaringan

Bagian ini menyajikan hasil pengukuran dan analisis kinerja jaringan WLAN PT. Kanisius. Topologi jaringan (fisik dan logik) dijelaskan secara detail, disertai dengan peta lokasi akses poin. Hasil pengukuran coverage area untuk setiap akses poin dan repeater disajikan. Analisis performa jaringan menggunakan TCP dan UDP, termasuk pengukuran throughput, jitter, dan packet loss, dijelaskan secara rinci untuk setiap perangkat (akses poin utama dan repeater). Hasil pengujian kecepatan internet juga diuraikan. Seluruh data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memudahkan interpretasi.

V. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan penelitian merangkum temuan-temuan penting mengenai penyebab lambatnya internet, kualitas layanan jaringan WLAN PT. Kanisius, dan kesesuaiannya dengan teori membangun hotspot yang baik. Saran-saran diberikan untuk perbaikan dan optimasi kinerja jaringan WLAN PT. Kanisius berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Saran ini dapat mencakup aspek teknis, seperti konfigurasi jaringan, pemilihan perangkat, dan pengelolaan bandwidth. Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi PT. Kanisius dalam meningkatkan kualitas layanan jaringan WLAN dan produktivitas karyawan.

Gambar

Tabel 2.1. Standart Jaringan 802.11
Tabel 2.2  Pembagian channel 2,4 GHz menurut ITU
Gambar 2.4 Pembagian channel 802.11b/g/n
Gambar 2.5 Proses Pembuatan koneksi TCP (Three-way Handshake)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi waktu aging pada kristalinitas ZSM-5 yang disintesis secara langsung dari kaolin Bangka tanpa

Pengawasan (controlling) adalah proses pemantauan kerja dalam melaksanakan ketiga aspek sebelumnya : perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan untuk menghasilkan

Berdasarkan hasil wawancara mendalam diperoleh bahwa rendahnya pendapatan rumah tangga nelayan tradisional di daerah penelitian, disebabkan oleh beberapa faktor dominan yaitu

A previous study of harvesting effects in a northern hardwood forest in the Catskill Mountains of southeastern New York found that there was a non-linear relation between changes

Desa Pakuncen memiliki kegiatan dalam bidang kesehatan yakni Posyandu (pos pelayanan terpadu) yang bekerja sama dengan Puskesmas, ibu-ibu PKK (pembinaan

Berdasarkan tabel 6, pencapaian tu- juan pembelajaran menggunakan gam- bar bergerak lebih baik dengan hasil belajar pada kelas yang menggunakan media gambar

Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Semakin baik pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, semakin baik status kesehatan periodontal

Apabila lembaga pendidikan ini memperlakukan mahasiswa sebagai pelanggan dengan mengevaluasi kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan mahasiswa