• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Aplikasi Sidesa Untuk Pengusulan dan Pelaporan Pendanaan Program Bermasa Kabupaten Bengkalis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi Aplikasi Sidesa Untuk Pengusulan dan Pelaporan Pendanaan Program Bermasa Kabupaten Bengkalis"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 3, Nomor 1, November 2022

ISSN: 2797-5975 (media online)

TANJAK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Dipublikasikan oleh P3M Politeknik Negeri Bengkalis

78

Implementasi Aplikasi Sidesa Untuk Pengusulan Dan Pelaporan Pendanaan Program Bermasa Kabupaten Bengkalis

Fajri Profesio Putra1, Adrian Irnanda Pratama2, Nageeta Tara Rosa3

1Teknik Informatika, Politeknik Negeri Bengkalis, [email protected]

2Administrasi Negera, Politeknik Negeri Bengkalis, [email protected]

3 Administrasi Negera, Politeknik Negeri Bengkalis, [email protected]

Abstrak

Salah satu program jangka menengah pembangunan desa, pemerintah kabupaten bengkalis meluncurkan program bantuan keuangan bersifat khusus untuk pemerintah desa.

Untuk pemerintah desa yang ingin mendapatkan bantuan keuangan tersebut harus melakukan usulan rencana penggunaan anggaran kepada dinas terkait yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang ditunjuk oleh pemerintah kabupaten sebagai pengelola. Permasalahan dilapangan selama proses pengusulan pihak desa mendatangi kantor DPMD untuk dilakukan verifikasi dan validasi dengan melampirkan beberapa dokumen dan ketika terdapat kesalahan usulan maka harus dilakukan perbaikan, print out dokumen dan kembali melakukan verifikasi. Hal ini menyulitkan dari sisi pemerintah desa dikarenakan beberapa desa terletak di daerah yang jauh dari kantor dan terbatas oleh jam kantor. Sedangkan bagi DPMD menyulitkan meraka untuk melakukan validasi dan verifikasi dengan banyaknya dokumen yang dilampirkan dan tentunya membutuhkan ruang penyimpanan yang luas untuk menampung dokumen tersebut, seperti diketahui jumlah desa di kabupaten bengkalis adalah 136 desa. Berdasarkan permasalah tersebut maka perlu diterapkan sebuah sistem berbasis online yang dapat membantu pemerintah desa dan DPMD untuk melakukan pengusulan serta validasi dan verifikasi.

Aplikasi ini dinamakan SIDESA memiliki fitur pengusulan anggran, validasi dan laporan pelaksanaan kegiatan diharapkan dengan adanya system ini dapat mempermudah proses adminstrasi program bantuan keuangan bersifat khusus untuk pemerintah desa.

Kata Kunci: desa, keuangan, dpmd, validasi, dan verifikasi

Abstract

One of the medium-term village development programs, the Bengkalis district government launched a special financial assistance program for the village government. For village governments who wish to receive financial assistance, they must propose a budget use plan to the relevant agency, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) which is appointed by the district government as manager. Problems in the field during the proposal process, the village visited the DPMD office for verification and validation by attaching several documents and when there was an error in the proposal, it had to be corrected, printed out the document and re-verified. This is difficult from the village government's perspective because some villages are located in areas far from the office and are limited by office hours. As for the DPMD, it is difficult for them to validate and verify with the many documents attached and of course requires a large storage space to accommodate these documents, as it is known that the number of villages in Bengkalis Regency is 136 villages.

Based on these problems, it is necessary to implement an online-based system that can help the village government and DPMD to make proposals as well as validation and verification.

This application called SIDESA features budget proposals, validations and reports on the implementation of activities, it is hoped that this system can facilitate the administrative process of special financial assistance programs for village governments.

Keywords: village, finance, dpmd, validation, and verificatio

(2)

79

1. Pendahuluan

Kabupaten Bengkalis, Riau memiliki 136 pemerintahan desa.

Pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Peraturan Bupati no 57 tahun 2021 meluncurkan program Bantuan Keuangan Bersifat Khusus untuk Pemerintah Desa. Dana yang akan diperoleh oleh Desa total 1 Milyar dengan komposisi: Infrastruktur 60%, Pemberdayaan Masyarakat 32 % dan untuk Pembinaan dan Pengawasan 8%. Pada program ini pemerintah desa dapat melakukan kegiatan berdasarkan 8 Indikator Bermassa yaitu Pelayanan Publik Berbasis Teknologi, Pemberdayaan Ekonomi Dan Keterlibatan Perempuan Desa, Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan, Tata Kelola Keuangan Desa dan Informasi Publik, Desa Peduli Lingkungan, Membangun Desa Dengan Kemitraan, Optimalisasi Peran Anak, Remaja dan Pemuda/Pemudi Desa Dalam, Kelembagaan Desa Yang Dinamis Dan Budaya Desa Adaptif, Kegiatan Bersifat Strategis Desa.

Permasalahan yang dirasakan ketika melakukan pengusulan pihak desa mesti melakukan pengusulan secara langsung ke kantor DPMD sebagai pengelola program, sehingga kesulitan dari sisi waktu karena terbatas oleh jam kantor serta jarak tempuh yang jauh untuk beberapa desa. Gambar 1 melampirkan peta wilayah kabupaten bengkalis. Jika terdapat kesalahan dari dokumen yang diajukan pihak desa harus mencetak ulang dan mengusulkan kembali ke kantor terkadang dokumen yang divalidasi dan diverifikasi tercecer atau hilang dikarenakan banyaknya dokumen yang menumpuk di ruangan DPMD.

Gambar 1. Salah satu bentuk dokumen usulan kegiatan pemerintah desa

Wilayah Kabupaten Bengkalis terdiri dari 8 Kecamatan yang tersebar di 3 Pulau yaitu Pulau Sumatera (Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Mandau, Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Pinggir), Pulau Rupat (Kecamatan Rupat dan Kecamatan Rupat Utara) dan Pulau Bengkalis (Kecamatan Bengkalis dan Kecamantan Bantan). Seperti yang ditampilkan pada gambar 2.

(3)

TANJAK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Volume 3, Nomor 1, November 2022

80

Gambar 2. Peta Sebaran Wilayah Bengkalis dan Pusat Pemerintahan (Sumber: Prokopim Kabupaten Bengkalis)

Berdasarkan analisis kondisi eksisting mitra, maka dapat teridentifikasi persoalan- persoalan yang dihadapi oleh mitra justifikasi permasalahan prioritas pada kedua mitra sebagai berikut pertama Dinas PMD dan Pemerintah Desa Kabupaten Bengkalis memerlukan sistem untuk pengelolaan usulan pendanaan kegiatan desa berdasarkan juknis yang ditetapkan oleh kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

2. Metode Pelaksanaan

Berdasarkan permasalahan prioritas yang akan ditangani, maka pemilihan Ipteks bagi mitra ini, ditujukan untuk menerapkan aplikasi untuk pengusulan dan pelaporan bantuan keuangan bersifat khusus. Adapun Metode pendekatan yang akan diterapkan pada mitra berupa metode pendekatan fasilitasi, pelatihan / penyuluhan / pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Mitra yang secara detil dijelaskan sebagai berikut:

a. Fasilitasi Aplikasi Sidesa

Tim pengabdian akan menfasilitasi Aplikasi Sidesa dengan cara hosting aplikasi agar dapat diakses secara online kan oleh pihak operator desa, kecamatan dan admin DPMS untuk mengelola usulan. Metode ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan prioritas yaitu belum tersedia aplikasi pengusulan dan pelaporan pendanaan kegiatan.

b. Fasilitasi Pihak Desa

Maksud dari metode fasilitasi usaha dimana tim memfasilitasi dan mediasi mitra dalam mengatasi permasalah prioritas, sebagai berikut : a. Fasilitasi tiket hasil validasi dalam bentuk dokumen yang dapat dicetak

sebagai bukti ketika pemberkasan usulan yang sudah dilakukan telah diperiksa oleh pihak tingkat kecamatan dan admin DPMD.

b. Fasilitasi tempat pelatihan dan bimtek, yaitu laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Bengkalis.

Kantor DPMD

(4)

81 c. Pelatihan (Training)

Pelatihan atau training adalah merupakan suatu metode yang diberikan dalam rangka memberikan ilmu pengetahuan dan hal – hal tertentu.

Pelatihan yang akan dilakukan adalah pelatihan mengoperasikan Aplikasi Sidesa.

d. Penyuluhan dan Pendampingan

Sosialisasi ke pemerintah desa, kecamatan dan DPMD Kab Bengkalis serta melakukan pendampingan untuk penggunaan aplikasi selama 2 bulan (Agustus-Oktober)

3. Hasil dan Pembahasan

Hasil yang dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dituangkan dalam bentuk hasil kegiatan pada setiap tahap pelaksanaan sebagai berikut:

a. Kegiatan koordinasi

Kegiatan ini merupakan koordinasi awal dengan mitra, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis. Melalui diskusi dengan Kepala Bidang Pemberdayaan Desa proses penyaluran bantuan ini telah atur dalam sebuah juknis (Keputusan Kepala DPMD No 51) yang diterbitkan oleh pimpinan yaitu Bupati Bengkalis, diharapkan untuk aplikasi yang dibangun menyesuaikan dengan juknis yang sudah ada.

b. Fasilitasi rancangan aplikasi usulan pendanaan

Melalui identifikasi alur pengusulan dan proses verifikasi dan validasi usulan pendanaan didapatkan gambaran rancangan aplikasi yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan mitra sehingga aplikasi yang dibuat nanti bisa membantu mempermudah pekerjaan petugas verifikasi tingkat kecamatan dan kabupaten.

Berikut merupakan rancangan arsitektur sistem sidesa yang akan diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3 Arsitektur system

c. Implementasi aplikasi

Aplikasi yang dibangun diberi nama Sidesa dimana aplikasi ini adalah aplikasi berbasis web dengan alamat domain (sidesa.bengkaliskab.go.id) Terdapat 3 level pengguna yang diterapkan di aplikasi yaitu desa yang diperuntukan untuk petugas desa memasukkan usulan anggaran, selanjutnya kecamatan untuk memverifikasi usulan desa yang bernaung pada masing-masing kecamatan dan terakhir kabupaten sebagai verifikator akhir untuk keseluruhan desa se kabupaten.

Pembuatan aplikasi Sidesa dilakukan pengembangan oleh tim pelaksana pengabdian berisikan fitur untuk kelola data pengguna, kelola kategori kegiatan usulan dan rekap progress usulan proposal dari desa.

(5)

TANJAK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Volume 3, Nomor 1, November 2022

82 Berikut gambar 4 dan 5 merupakan beberapa halaman aplikasi sidesa yang telah dikembangkan.

Gambar 4 Halaman usulan untuk user desa

Gambar 5 Contoh surat hasil validasi usulan

d. Sosialisasi dan Pelatihan

Sebagai Persiapan pelatihan penggunaan aplikasi, tim pelaksana pengabdian telah melakukan diskusi terkait aplikasi yang telah dibuat untuk mendapatkan masukan apabila terdapat fitur yang dinilai oleh tim verifikasi DPMD yang belum memenuhi kebutuhan manajemen pengelolaan.

Hasil diperoleh, tim verifikasi DPMD memberikan tanggapan positif terhadap pengembangan aplikasi sidesa yang telah dibuat oleh tim pelaksana pengabdian walaupun terdapat beberapa penyesuaian tampilan untuk penyempurnaan pemakaian.

(6)

83

Gambar 6 Diskusi bersama tim verifikasi dana bermasa

Selain itu dilakukan sosialisasi pada masyarakat desa terkait launching dan penggunaan aplikasi.

Gambar 7 Pelatihan dan Launching aplikasi Bersama perangkat desa

e. Pendampingan

Setelah implementasi, dan pelatihan dilakukan tim pelaksana tetap mengadakan kegiatan pendampingan. Dimana ketika ada pihak desa, kecamatan maupun DPMD mengalami kesulitan penggunaan aplikasi tim membantu untuk menemukan solusinya.

Gambar 7 Bentuk pendampingan dengan pelayanan komunikasi melalui media chat untuk perangkat desa, kecamatan dan DPMD

(7)

TANJAK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Volume 3, Nomor 1, November 2022

84

4. Kesimpulan

Kegiatan pengabdian dengan implementasi aplikasi sides aini sangat membantu mitra dalam mengelola usulan pendanaan bantuan keuangan bersifat khusus bagi pemerintah desa dengan menimalisir kesalahan dokumen untuk pengusulan, waktu yang tidak terbatas jam kantor dan kegiatan ini juga membantu untuk mendorong aparat desa mau bertransformasi ke digital dalam urusan administrasi. Diharapkan kedepannya penerapan system ini tidak terbatas untuk pengusulan dan pelaporan saja tapi juga dapat membantu kegiatan pelayanan yang ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih penulis ucapkan kepada instansi Politeknik Negeri Bengkalis khusus nya Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat yang sudah memberikan support penelitian ini. Para perangkat desa, tim DPMD kabupaten Bengkalis yang sudah meluangkan waktu untuk berdiskusi dan memberikan masukkan terkait penyempurnaan implementasi system, serta semua pihak yang telah membantu.

2. Daftar Pustaka

Diskominfo Bengkalis, 2021, Bupati Bengkalis Wujudkan Bantuan Keuangan 1 Milyar 1 Desa BERMASA Guna Geliat Membangun Desa.

https://www.bengkaliskab.go.id/view/news/bupati-bengkalis-wujudkan-bantuan- keuangan-1-milyar-1-desa-bermasa-guna-geliat-membangun-desa

Keputusan Kepala DPMD No 51/KPTS/X/2021tentang Petunjuk Teknik Penyaluran dan Penggunaan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus Untuk Program Desa Bermasa Kepada Pemerintah Desa Kabupaten Bengkalis

Peta Wilayah Kabupaten Bengkalis

https://prokopim.bengkaliskab.go.id/web/statis/peta-wilayah

Peraturan Bupati (PERBUP) No 74 2021, Pedoman Pengelolaan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus Untuk Program Desa Bermasa Kepada Pemerintah Desa di Kabupaten Bengkalis

Referensi

Dokumen terkait

Dari percobaan yang dilakukan untuk menguji nilai pemanganat dalam sampel air minum yang diberikan praktikan menggunakan teknik analisis dengan titrasi permanganometri,

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan anatara variabel persepsi wajib pajak ( X 1 ) terhadap tingkat kepatuhan

dalam setiap kelompok terdiri dari siswa yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar siswa yang lebih pandai dapat menolong siswa yang

depan,melenting tengkuk, lenting kepala, lenting tangan dan lain- lain. Karena senam lantai berkaitan dengan kelentukan tubuh,maka bentuk pemanasan yang tepat dan

Tercapainya kadar obat tersebut tergantung dari jumlah obat yang diberikan, keadaan dan kecepatan obat diabsorbsi dari tempat pemberian dan distribusinya oleh aliran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk yang terdiri dari variable kinerja, interaksi pegawai, reliabilitas, ketepatan waktu dan

Kerusakan ini mengakibatkan bagian bangunan di atasnya (dari lantai 2 s.d lantai 7) mengalami penurunan lebih dari 40 cm. Tingkat kerusakan struktur yang terjadi pada bagian

Selanjutnya, penulis sangat menyadari keterbatasan kemampuan dalam menyelesaikan karya tulis ini dan telah berusaha semaksimal mungkin walaupun hasilnya masih