e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)
Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia 14-15 Juni 2011, Bandung
Perancangan ERP sebagai SaaS Pada Cloud Computing
(Cloud Café)
I Made Ariya Sanjaya
Mahasiswa
[email protected]
Abstrak
Setiap perusahaan mengimplementasikan sistem dan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saingnya terhadap perusahaan lain, termasuk juga dalam hal mengimplementasikan ERP sebagai salah satu solusinya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan khususnya cafe yang belum menerapkan sistem dan teknologi informasi dengan baik. Bahkan masih ada perusahaan yang belum sama sekali menerapkan sistem informasinya. Hal ini dikarenakan mahalnya implementasi ERP, kompleksitas dalam implementasi ERP, dan kompleksitas dalam perawatan sistem ERP, serta masalah-masalah lainnya.
Untuk menyelesaikan masalah-masalah di atas, dibutuhkan suatu sistem atau teknologi sebagai solusinya. Salah satu solusi yang sekarang sedang marak dibicarakan adalah adanya teknologi cloud computing. Dengan teknologi cloud computing, solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yang ada di cafe adalah menerapkan sistem cloud erp, yaitu erp yang penerapannya menggunakan teknologi cloud computing.
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa bisnis proses pada cafe memiliki kemiripan sehingga dapat diterapkan teknologi cloud computing untuk membangun sistem yang mendukungnya. Sistem Cloud ERP dapat memberikan nilai tambah pada bisnis proses cafe diantaranya adalah meminimalkan resiko implementasi sistem ERP, kompleksitas yang dirasakan oleh user dapat menjadi lebih sedikit, sistem yang dapat berjalan lintas platform dan biaya minimal yang dikeluarkan untuk pengimplementasian.
Kata kunci : ERP, cloud computing, sistem informasi, teknologi informasi, cafe.
1.
Pendahuluan
Penerapan atau pengimplementasian suatu sistem bertujuan untuk memberikan manfaat lebih bagi kegiatan perusahaa. Semakin baik suatu sistem di perusahaan maka manfaat yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Manfaat utama yang sering menjadi tujuan perusahaan adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan terhadap perusahaan lain.
Untuk membangun sistem yang dapat meningkatkan daya saing, banyak perusahaan yang telah menerapkan konsep ERP. Konserp ERP menurut Davenport [1] adalah ERP terdiri atas paket
software komersial yang menjamin integrasi yang mulus atas semua aliran informasi di perusahaan, meliputi keuangan, akuntansi, sumberdaya manusia, rantai pasok, dan informasi konsumen. Konsep yang disampaikan oleh Davenport ini menyatakan bahwa ERP menerapkan implementasi Teknologi Informasi karena telah menggunakan paket software.
Walaupun penerapan ERP dapat memberikan manfaat meningkatkan daya saing perusahaan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa terdapat beberapa masalah bagi café dalam
menerapkan ERP sistem ERP. Masalah yang terdapat pada paket ERP yang ada saat ini (ERP tradisional) adalah mahalnya biaya implementasi ERP tradisional dan kerumitan dalam melakukan perawatan ERP tradisional. Biaya implementasi tradisional menjadi mahal bagi café dikarenakan harus mengeluarkan biaya infrastruktur sebagai investasi awal, biaya sumberdaya TI dan biaya pemeliharaan sistem. Selain masalah dalam penerapan ERP tradisional, di Indonesia masih banyak café yang belum menggunakan teknologi informasi terutama untuk meningkatkan produksi, integrasi data, bahkan ada cafe yang tidak memiliki sarana promosi.
Pemodelan
released with minimal management provider interaction.Penelitian yang oleh berbagai pihak memberik diantaranya adalah tidak mem investasi awal dalam penera membutuhkan infrastruktur), sederh membutuhkan perawatan sistem, tid sumberdaya manusia TI, dan biaya sesuai dengan pemakaian.
Diharapkan dengan adanya Computing, penerapan ERP bis teknologi ini. Penerapan ERP teknologi Cloud Computing ini diseb ERP. Dengan Cloud ERP diharap meningkatkan daya saingnya dan permasalahan penerapan ERP t selama ini terjadi.
2.
Metodologi Perancangan
Dalam melakukan perancang berikut ini adalah langkah yang dilak
2.1. Pemodelan Bisnis Proses
Merupakan langkah yang d memodelkan proses bisnis yang perusahaan yang menjadi penelitian.
2.2. Analisis Pemodelan
Setelah mendapatkan model bi perusahaan yang menjadi objek, d terhadap bisnis proses tersebut ap tidak untuk diterapkan menggunakan computing.
2.3. Identifikasi Kebutuhan M
Dari hasil analisis didapa kebutuhan yang diperlukan oleh s juga didapatkan modul-modul diperlukan.
2.4. Perancangan Aplikasi
Tahap ini adalah tahap meranc hasil identifikasi kebutuhan yang su tahap sebelumnya. Perancangan adalah berupa perancangan basis d layanan dan perancangan antarmuka Gambar 1 metodologi per
Menentukan rikan keuntungan mbutuhkan biaya erapannya (tidak rhana karena tidak tidak membutuhkan a yang dikeluarkan teknologi Cloud isa menggunakan RP menggunakan sebut dengan Cloud rapkan café dapat n dapat mengatasi tradisional yang
an
ngan cloud cafe, lakukan.
es
dilakukan untuk g ada pada objek
n.
bisnis proses pada dilakukan analisis apakah cocok atau kan teknologi cloud
Modul
patkanlah model sistem. Dari sini apa saja yang
ncang aplikasi dari sudah dilakukan di yang dilakukan data, perancangan ka.
2.5. Pembuatan Prototip
Dari hasil rancangan, dibu aplikasi yang mewakili layana dirancang.
2.6. Pengujian Prototipe
Prototipe yang telah dibu apakah hasil rancangan yan dengan harapan.
3.
Analisis dan Pemode
Dari hasil analisis dan pe yang telah dilakukan pada bisnis yang cocok untuk dit teknologi cloud computing m kegiatan atau proses yang ter departemen atau divisi di per café yang menjadi objek pen dapur, cashier dan pelayanan p adalah gambaran bisnis pros diterapkan menggunakan teknoGambar 2 Contoh bisnis proses cafe
4.
Identifikasi Kebutuh
Dari hasil analisis di at kebutuhan modul untuk dite cloud cafe.4.1. Modul pelayanan p
Dengan modul ini pencatatan pesanan pela dan informasi pelanggan erancangan
tipe
ibuatlah sebuah prototipe nan-layanan yang sudah
ipe
buat diuji untuk melihat ang telah dibuat sesuai
delan Bisnis Proses
pemodelan bisnis proses a penelitian ini, proses iterapkan menggunakan memilki kriteria adanya terpisah antara beberapa erusahaan (dalam kasus penelitian adalah bagian n pelanggan). Berikut ini oses yang cocok untuknologi cloud café.
s yang sesuai untuk cloud
uhan Modul
atas berikut ini adalah iterapkan pada aplikasi pelanggan.
e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)
Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia 14-15 Juni 2011, Bandung
kustomisasi sendiri), melihat keadaan café, dan melakukan promosi. Pencatatan pesanan pelanggan mempunyai beberapa fungsi pencatatan, yaitu pencatatan pesanan, pembatalan pesanan, dan penambahan atau penggantian pesanan. Pencatatan data dan informasi pelanggan dapat berupa status pelanggan (anggota atau bukan), jumlah barang yang dibeli pelanggan, jumlah pelanggan yang datang setiap harinya, dan data lainnya yang bisa dikustomisasi sendiri. Promosi dapat dilakukan dengan membuat tampilan website. Terakhir, modul ini bisa memantau lokasi tempat/meja yang kosong untuk pelanggan, sehingga bisa lebih mudah memantau keadaan café secara keseluruhan. Lokasi yang kosong juga bisa digunakan untuk dipesan secara online bagi anggota café.
4.2. Modul cashier
Dengan modul ini, user dapat melakukan transaksi pembayaran, transaksi pembayaran yang dilakukan dapat melalui dua cara yaitu secara tunai atau melalui kartu kredit. Cashier juga dapat mencetak transaksi pembayaran yang dilakukan.Hasil pencatatan pesanan dari modul pelayanan pelanggan digunakan pada modul ini untuk melihat harga dan jumlah pesanan yang dipesan oleh pelanggan. Selain itu, user modul ini juga dapat melakukan pelaporan keuangan tiap periode dan mencatat statistik jumlah pelanggan dan revenue setiap harinya atau setiap periode tertentu.
4.3. Modul Dapur
Dengan modul ini user dapat menghitung penggunaan bahan baku yang dilakukan. User juga dapat melakukan pengubahan data terhadap status produk yang sedang dibuat. Terakhir, modul ini terhubung dengan modul pelayanan pelanggan, pesanan pelanggan yang telah dicatat pada modul pelayanan pelanggan diterima oleh modul ini. Dengan demikian, proses dapat berjalan secara paralel.
5.
Perancangan Aplikasi Modul
5.1. Perancangan Basis Data
Perancangan basis data pada cloud computing dapat dibedakan menjadi tiga jenis model database [2]. Jenis database pertama adalah model database yang terpisah antara perusahaan suatu client dengan perusahaan lainnya. Dengan model database seperti ini, setiap perusahaan client mempunyai sebuah database sendiri. Model database yang kedua adalah model database dengan skema yang berbeda namun satu database. Model yang ketiga adalah model database dengan menggabungkan skema antara suatu perusahaan client dengan perusahaan lainnya.
5.2. Perancangan Layanan
Dalam penelitian ini perancangan layanan yang sudah diidentifikasi dan dianalisis pada langkah sebelumnya menggunakan standar WSDL. Perancangan layanan dengan standar WSDL dibantu dengan tools NetBeans 6.9 dan menggunakan bahasa pemrograman Java. Hasil dari rancangan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
No. Nama
Layanan Operasi
1 login Authentikasi
2 User
1. sajiBahanBaku 2. updateBahanBaku
ggan getJumlahPelanggan
11 statistikPenju alan
oran 2. jumlahTransaksi 3. sajiLaporan 4. sajiDokumentasi
5.3. Perancangan Antarmuka
5.3.1.Antarmuka Pelanggan
Gambar 3Antarmuka Pelanggan
5.3.2.Antarmuka Admin
5.3.3.Antarmuka Pelayanan Pelanggan
5.3.4.Antarmuka Dapur
Gambar 6 Antarmuka Dapur
5.3.5.Antarmuka Cashier
Gambar 7 Antarmuka Cashier
6.
Impelementasi dan Pengujian
Implementasi sistem atau aplikasi yang dibuat dilakukan pada server dan client. Implementasi pada server adalah berupa pembuatan layanan-layanan yang sudah dianalisis dan dirancang pada tahapan sebelumnya. Implementasi pada client dilakukan untuk menguji keberjalanan layanan yang sudah dibuat dan menguji kapabilitas lintas platform dari sistem.
7.
PENUTUP
e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011)
Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia 14-15 Juni 2011, Bandung
perancangan. Tahap analisis menentukan deskripsi umum sistem yang akan dirancang dan menentukan modul yang dibutuhkan oleh sistem. Sedangkan pada tahap perancangan aplikasi, yang harus diperhatikan adalah perancangan basis data yang memiliki tiga jenis model perancangan.
Dari hasil penelitian ini didapatkan beberapa hal diantaranya :
1. Model bisnis proses cafe yang cocok untuk diterapkan dengan teknologi cloud computing adalah bisnis proses seperti gambar 2 di atas.
2. Untuk mengimplementasikan Cloud ERP pada cafe dapat menggunakan teknologi berbasis SOA dan Web baik pada server ataupun client
3.Karena penelitian ini belum menyentuh bagian migrasi sistem, perlu adanya suatu kajian mengenai skema migrasi dari sistem lama ke sistem cloud.
4. Penelitian lebih lanjut dapa dilakukan dengan penambahan modul cloud erp yang lain untuk menambah kemampuan sistem atau aplikasi.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Davenport, T, 1998. Putting the Enterprise into the Enterprise System. Hardvard Business review 76(4), pp 121-133.
[2] National Institute of Standard and Technology, Information Technology Laboratory, 2009. [3]