• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERB"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERFIKIR RASIONAL PESERTA DIDIK (Kuasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Pada Peserta Didik Kelas X

SMA 1 Parongpong) PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Kepada Tim TPPS Sebagai Salah Satu Persyaratan Pembuatan Skripsi

Disusun oleh:

Susan Hoeriyyah

1002932

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...1

1. Latar Belakang...2

2. Rumusan Masalah...7

3. Tujuan dan Manfaat Penelitian...7

4. Kerangka Pemikiran...9

5. Hipotesis...14

6. Metode Penelitian...15

(3)

1. Latar Belakang

Kesenjangan mutu pendidikan selain disebabkan oleh factor sarana dan prasarana yang belum memadai, sumber daya manusia yang masih terbatas dan juga kurikulum yang belum siap untuk menyongsong masa yang aka datang. Tetapi sekarang dengan adanya kurikulum 2013 diharapkan kondisi pendidikan akan mengalami peningkatan yang baik agar sumber daya manusia di Indonesia memiliki kompetensi masa depan yang unggul sehingga dapat bersaing menghadapi tantangan masa depan yang semakin kopetitif.

Untuk melihat suatu keberhasilan proses pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik. Prestasi belajar siswa disekolah selalu dikaitkan dengan hasil belajar sehari hari disekolah.Untuk mengetahui hasil belajar siswa disekolah yaitu dengan melihat peringkat aktualisasi dari kegiatan belajar, salah satunya ialah berbentuk prestasi belajar yang dicapai seseorang.Hal ini mengandung arti bahwa belajar merupakan manifestasi kemampuan potensi individu yang dapat dilihat dari nilai ulangan harian, nilai UTS, nilai UAS ataupun nilai UN.

(4)

Nilai Rata-Rata Ujian Tengah Semester Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X Sumber : Hasil pra penelitian, diolah

NO KELAS RATA-RATA

1 X SOSHUM 1 66.07

2 X SOSHUM 2 71.81

3 X SOSHUM 3 65.79

4 X SOSHUM 4 68.04

5 X SAINTEK 1 LINTAS MINAT 72.12 6 X SAINTEK 2 LINTAS MINAT 66.43 7 X SAINTEK 3 LINTAS MINAT 67.2 8 X SAINTEK 4 LINTAS MINAT 70.36

RATA-RATA 68.48

Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari ke delapan kelas X SMA Laboratorium-Percontohan UPI secara keseluruhan nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas X dalam mata pelajaran ekonomi masih rendah yaitu sebesar 68.48 dan berada di bawah KKM. Siswa dikatakan berhasil jika nilai yang diperolehnya memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh setiap sekolah yang disebut kriteria ketuntasan minimal. Di SMA Laboratorium-Percontohan UPI, KKM yang ditetapkan pada mata pelajaran ekonomi yaitu sebesar 75 dan mendapatkan predikat B.

(5)

internal.Factor internal terdiri dari keadaan fisik siswa, intelegensi siswa serta keadaan psikologi dari dalam diri siswa sendiri, misalnya minat dan motivasi. Sedangkan yang termasuk ke dalam factor eksternal adalah kemampuan mengajar guru, media pembelajaran yang akan digunakan guru, metode pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, sumber atau bahan pelajaran, serta kurikulum yang digunakan sekolah.

Dalam penelitian ini peneliti membatasi penelitian dengan mengambil hanya salah satu factor saja yaitu metode pembelajaran, karena metode pembelajaran dipandang memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar karena Metode pembelajaran digunakan dengan melihat kondisi kebutuhan siswa. Pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum 2013 dan potensi siswa merupakan kemampuan dan keterampilan dasar yang harus dimiliki guru. Guru diharapkan mampu menyampaikan materi dengan tepat, dan menciptakan suatu proses pembelajaran yang dapat mewujudkan tujuan pembelajaran dengan baik.

(6)
(7)

kondisi awal pembelajaran seperti yang dikemukakan diatas dapat terlihat bahwa rendahnya hasil belajar siswa terjadi karena siswa kuran aktif dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dalam pembelajaran Ekonomi guru dituntut untuk memilih metode pembelajaran yang relevan dan sesuai agar siswa dapat berfikir kreatif serta mampu belajar mandiri, kreatif, dan lebih aktif dalam mengikuti pelajaran. Salah satu proses yang melibatkan siswa menjadi aktif dan sesuai dengan Kompetensi Inti kurikulum 2013 adalah metode pembelajaran DiscoveryLearning. Dengan menggunakan Discovery Learning siswa tidak hanya menerima pengetahuan dari guru tetapi siswa mencari pengetahuan tersebut sendiri. Sehingga proses pembelajaran menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu.Sedangkan untuk menuntun siswa dapat berfikir kreatif adalah dengan metode Problem-Based Learning. Dengan metode Problem-Based Learningsiswa tidak hanya mencari pengetahuan sendiri, tetapi siswa mampu memecahkan masalah konkrit pada mata pelajaran ekonomi. Sehingga proses pembelajaran menuntun siswa untuk berfikir kreatif.

(8)

PESERTA DIDIK (Kuasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Pada Peserta Didik Kelas X SMA Laboratorium-Percontohan UPI)’’

2. Rumusan Masalah

1) Apakah terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningpada tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-tes)?

2) Apakah terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran DiscoveryLearningpada tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-(pre-tes)?

3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningdibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learningpada tes akhir (pos-tes)?

4) Apakah terdapat perbedaan tingkat aktifitas siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningdibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learning?

(9)

3.1 Tujuan penelitan

1. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningpada tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-tes)

2. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learningpada tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-tes)

3. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningdibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learningpada tes akhir (pos-tes)

4. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan tingkat aktifitas siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningdibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learning

3.2 Manfaat Penelitian

3.2.1 Secara Teoritis

(10)

3.2.2 secara praktis Bagi sekolah

1. Dapat memberikan manfaat bagi sekolah sebagai referensi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang ditunjukan oleh keberhasilan kemampuan berfikir kreatifdan aktifitas siswa khususnya dalam mata pelajaran ekonomi

2. Dapat memberikan acuan bagi guru khususnya yang mengajar mata pelajaran ekonomi bagaimana penerapan metode pembelajaran Problem-Based Learningdan Discovery Learningberpengaruh terhadap kemampuan berfikir kreatif dan aktifitas siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Laboratorium-Percontohan UPI Bandung.

Bagi penulis

1. Menambah wawasan dan memperkaya ilmu kependidikan

2. Memberikan pengalaman dengan mengetahui kondisi nyata di lapangan, sehingga bias membandingkan dengan teori yang didapat selama perkuliahan.

4. Kerangka Pemikiran

(11)

bahwa berfikir kreatif adalah proses (bukan hasil) untuk menghasilkan ide baru dan ide itu merupakan gabungan dari ide-ide yang sebelumnya belum disatukan..Sementara itu Menurut Ahmad Rohani (2004:6) belajar yang berhasil harus melalui berbagai macam aktifitas, baik aktifitas fisik maupun psikis. Aktifitas fisik ialah persta didik giat-aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain ataupun bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau pasif. Peserta didik yang mempunyai aktifitas psikis atau kejiwaan adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau banyak berfungsi dalam rangka pengajaran. Seluruh peranan dan kemauan dikerahkan dan diarahkan supaya daya itu tetap aktif untuk mendapatkan hasil pengajaran yang optimal sekaligus mengikuti proses pengajaran (proses perolehan hasil belajar) secara aktif, ia mendengarkan, mengamati, menyelidiki, mengingat, menguraikan, mengasosiasikan ketentuan satu dengan yang lainnya, dan sebagainya.

Prinsip aktifitas yang didasarkan pada pandangan psikologis menyatakan bahwa segala pengetahuan harus diperoleh melalui pengamatan (mendengar, melihat, dan sebagainya) sendiri dan pengalaman sendiri.Jiwa itu dinamis, memiliki energy sendiri, dan adapat menjadi aktif sebab didorong oleh kebutuhan-kebutuhan.

(12)

Sementara ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. (Neti Budiwati dan Leni Permana)

Sejalan dengan itu, menurut DEPDIKNAS dalam Yoga (2009:24) karakteristik bidang studi ekonomi sebagaimana dijelaskan dalam pedoman khusus pengembangan silabus dan penilaian mata pelajaran ekonomi yaitu:

a. Mata pelajaran ekonomi berangkat dari fakta atau gejala ekonomi yang nyata b. Mata pelajaran ekonomi mengembangkan teori-teori untuk menjelaskan fakta

secara rasional

c. Umumnya, analisis yang digunakan dalam ilmu ekonomi adalah metode pemecahan masalah

d. Metode pemecahan masalah yang cocok digunakan dalam analisis ekonomi sebab objek dalam ilmu ekonomi adalah permasalahan dasar ekonomi

e. Inti dari ilmu ekonomi adalah memilih alternative yang terbaik

f. Lahirnya ilmu ekonomi adalah kelangkaan pemuas kebutuhan manusia

(13)

a. Memahami sejumlah konsep ekonomi untuk mengaitkan peristiwa dan masalah ekonomi dengan kehidupan sehari-hari terutama yang terjadi di lingkungan individu, rumah tangga, masyarakat dan Negara.

b. Menampilkan sikap ingin tahu terhadap sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi

c. Membentuk sikap bijak, rasional dan bertanggung jawab dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat dan Negara.

d. Membuat keputusan yang bertanggung jawab mengenai nilai-nilai social ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional maupu internasional. (Neti Budiwati dan Leni Permana, 2010:17)

Jadi hasil belajar ekonomi merupakan hasil belajar siswa berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran ekonomi yang ditunjukan dengan nilai tes ekonomi. (Nadya, 2011:44)

(14)

Dalam pembelajaran terdapat beragam metode yang dapat menunjang pada peningkatan kemampuan berfikir kreatif. Salah satu metodepembelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan berfikir kreatif siswa yaitu metode pembelajaran Problem-Based Learning, karena berpikir kreatif merupakan proses berpikir tinggi bahkan Dewey memandang berpikir kreatif sebagai sebuah proses pemecahan masalah.

Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan (Duch, 1995). Finkle dan Torp (1995) menyatakan bahwa PBM merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan secara simultan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecah permasalahan sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik.

(15)

Metode Pembelajaran

Discovery Learning Aktifitas Siswa

Kemampuan Berfikir Kreatif

Metode Pembelajaran Problem-Based Learning

pengalaman dan melakukan eksperimen dengan memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip atau konsep-konsep bagi diri mereka sendiri.

Pembelajaran ekonomi menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learning danDiscovery Learningdiharapkan bisa meningkatkan kemampuan berfikir kreatifdan aktifitas belajar siswa. Karena dengan metode pembelajaran Problem-Based Learning danDiscovery Learningsiswa dapat secara aktif berfikir kreatif serta mampu memecahkan masalah tanpa dibatasi materi dari guru saja.

Berdasarkan penelitian Muh Sohibi dan Joko Siswanto denga judul PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA menghasilkan kesimpulan bahwa Model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh lebih baik dari pada model pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di SMA Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang 2012/2013.

(16)

5. Hipotesis

Pengertian hipotesis penelitian menurut Sugiyono (2009:96) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Terdapatperbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningpada tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-tes)

2. Terdapatperbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learningpada tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-(pre-tes)

3. Terdapatperbedaan kemampuan berfikir kreatif siswapada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based Learningdibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Discovery Learningpada tes akhir (pos-tes)

(17)

6. Metode Penelitian

6.1 Objek dan Subjek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir kreatif dan aktifitas siswa dalam mata pelajaran ekonomi yang menggunakan metode pembelajaran Problem-Based LearningdanDiscovery Learningsebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dan aktifitas siswakemampuan berfikir kreatif dan aktifitas siswa. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas X SMA Laboratorium-Percontohan UPI Bandung.

6.2 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara yang teratur dengan menggunakan alat atau teknik tertentu untuk suatu kepentingan penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2006:136), metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya.

(18)

6.3 Desain Penelitian

Desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design, yaitu jenis-jenis eksperimen yang dianggap sudah baik karena sudah memenuhi persyaratan, yang dimaksud prasyaratan dalam eksperimen adalah adanya kelompok lain yang tidak dikenal eksperimen dan ikut mendapatkan pengamatan (Suharsimi Arikunto 2006:86). Dengan adanya kelompok lain yang disebut kelompok control, akibatnya dapat diketahui secara pasti perbedaanya. Desain dalam penelitian ini bila dibuat bagan adalah sebagai berikut:

Desain Penelitian Control Group Pre-Tes-Post-Tes

Kelas Penelitian

Eksperimen 01 X 02

Kontrol 03 - 04

Sumber : Suharsimi Arikunto, 2006:86

Keterangan :

X : Dikenakan perlakuan 1 dan 2 (treatment)

- : Tidak dikenakan perlakuan (treatment)

01 : Tes awal (sebelum perlakuan) pada kelompok eksperimen

02 : Tes akhir (setelah perlakuan) pada kelompok eksperimen

03 : Tes awal (sebelum perlakuan) pada kelompok kontrol

(19)

6.4 Operasional Variable

Table Operasional Variable

(20)

Learning metode belajar

(21)

Aktifitas Siswa

Abdul Rosid. (2013).Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktifitas Belajar Siswa Tentang Materi Penggunaan Rumus dan Fungsi Pada Mata Pelajaran TIK Melalui Pembelajaran NHT.Bandung: Tidak Diterbitkan

(22)

Erman Suherman, dkk..(1993). Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta:Universitas terbuka, Depdikbud.

Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito

Imas Kurniasih. (2014). Implementasi Kurikulum 2013.Surabaya: Kata Pena

Muh Sohibi dan Joko Siswanto. (2013).Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa .Semarang: Tidak Diterbitkan

Sugiono.2009. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Suharsimi, Arikunto. (2005). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Sistem Pendidikan Nasional

Usman Effendi. (2010)..’PengaruhMetode

PembelajaranProblemSolvingTerhadapHasilBelajar.Malang: Tidak Diterbitkan

Gambar

Table Operasional Variable

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya pendapat seperti ini penulis memberikan gambaran bahwa pengguna perpustakaan dalam melakukan penelusuran informasi di perpustakaan STIKES Mega Rezki

Dalam proyek ini ada Bangunan Gedung Kantor dan Gudang memakai rangka atap yang terdiri dari baja Ringan yang dikerjakan setelah pekerjaan cor balok dan

Pengumuman || Informasi Program Publikasi Ilmiah Internasional Kamis, 20 Agustus

Epitel pipih selapis Epitel pipih berlapis banyak Epitel silindris selapis Epitel silindris berlapis banyak Epitel kubus selapis Epitel kubus berlapis banyak Epitel

Using a market systems development (MSD) approach, the MVMW program partnered with market actors in Southern Shan State to increase access to production technology and services,

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan nitrogen dan tinggi defoliasi yang berbeda terhadap nisbah daun batang, nisbah tajuk akar dan kadar serat kasar

Persepsi Siswa Tentang harapan Dari Dorongan Yang Diberikan Oleh Guru Berdasarkan data olah hasil penelitian, dapat diketahui bahwa dari 23 orang responden, sebanyak 3 orang

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan