Tugas Kewirausahaan
"Peluang dan Tantangan Usaha Baru"
Anggota
Kelompok 1
:
1.
Melia Fras Andini
24210339
2. Melly Nursyifa
24210350
3. Risma Puspitasari
26210052
4. Siti Qomariah
26210612
Dosen
:
Lukman Ihwana
Mata Kuliah
:
Kewirausahaan
Semester
:
7 (Tujuh)
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat rahmat dan karunia-Nya Kami dapat menyelesaikan tugas
Kewirausahaan yang berjudul ‘Peluang dan Tantangan Usaha Baru’.
Dalam penyusunan tugas ini, Kami mendapat bantuan dan dorongan serta
bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu tidak lupa Kami mengucapkan
terimakasih.
Disamping itu Kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan. Oleh
karena itu, Kami masih memerlukan bimbingan dari semua pihak yang dapat
membangun motivasi Kami.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dunia ini penuh dengan peluang dan tantangan, bahkan Tuhan pun telah mengingatkan kepada umat manusia bahwa di dalam masalah atau tantangan yang kita hadapi maka di situ pula sebenarnya ada kemudahan atau peluang untuk mencapai kesuksesan. Permasalahannya adalah apakah kita dapat memandang suatu tantangan sebagai peluang bisnis yang harus dikejar atau justru sebagai suatu masalah yang harus dihindari.
Saat kita bangun di pagi hari, pernahkah kita berfikir tentang apa yang akan kita lakukan hari ini dan dengan produk dari merk apa kita melakukan aktivitas tersebut.
Ketika kita memikirkan hal tersebut, kita tidak bisa melewati hari tanpa adanya pemasaran dan semua hal yang telah dilakukan sistem pemasaran untuk kita. Hal tersebut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita.
Di belahan dunia yang lain, orang beraktifitas setiap hari dengan pengalaman yang berbeda-beda. Sebuah keluarga bisa jadi hanya memiliki pilihan yang terbatas tentang makanan apa yang akan mereka konsumsi atau darimana pakaian mereka berasal. Sementara keluarga lain memiliki banyak pilihan tentang produk apa yang bisa mereka gunakan.
Apa yang membedakan ini semua? Dan apa yang harus mereka lakukan dengan pemasaran yang ada? Dalam bab ini kita akan menjawab tentang peluang dan tantangan usaha baru. Serta bagaimana usaha baru mempengaruhi kualitas kehidupan di berbagai kalangan masyarakat dan kenapa tantangan ini sangat penting dalam perkembangan ekonomi serta ekonomi kita secara keseluruhan.
usaha tersebut. Hal tersebut dalam membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Semuanya dapat diukur dengan salah satu alat yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT. kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
dapat memberikan gagasan awal atau pemikiran awal untuk menentukan usaha apa yang hendak dijalankan:
Lihat barang-barang disekeliling dan yang sedang kita gunakan
Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri
Browsing internet yang menyediakan informasi bisnis Baca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan
Baca koran, majalah, atau tabloid yang berisikan peluang usaha Baca buku kuning telepon (yellow pages)
Baca perpustakaan umum, perpustakaan sekolah atau kampus
Kunjungi teman, kenalan, atau sahabat
Kunjungi bursa efek, amati tren capital dan peluang lainnya Ikuti kursus kewirausahaan
Temani pengacara atau konsultan ketika bertemu kliennya
Dapatkan informasi dan buku-buku dari kedutaan besar
Kunjungi pusat-pusat inkubator bisnis
Kunjungi pusat-pusat perbelanjaan dan restoran waralaba
Kunjungi penemuan baru, pameran dagang, dan pameran-pameran
lainnya
Kunjungi perusahaan pesaing
Kenali konsumen atau pelanggan potensial Kenali agen, distributor, atau pedagang besar Lakukan hobi dan wisata
Kenali broker paten dan jasa informasi produk lisensi
Kunjungi lembaga penelitian dsn universitas
Ikuti seminar, forum diskusi, lokakarya, atau symposium Kunjungi asosiasi dagang dan bisnis
Masuk sebagai anggota partai tertentu Ikuti pertemuan alumni
Ikuti kebijakan dan keadaan ekonomi Negara
Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausahawan harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan gagasan atau ide disebut sebagai proses screening, yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi barang dan jasa riil.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
Mengenali kebutuhan pasar
Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran Memadukan bisnis-bisnis yang ada
Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang
ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain:
- Tentukam tujuan besar yang hendak dicapai
- Buat daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik pikiran
- Nilai kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam bisnis yang anda lakukan.
- Buatlah table criteria bisnis yang diperlukan, nilai dan pilih menurut tingkat kepentingannya
Bandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor. Lakukan riset untuk menilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang Pilih salah satu dari ide yang kemungkinan memiliki tingkat keberhasilan terbesar dan resiko terkecil.
BAB II
TEORI ISI
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Karekteristik
seorang wirausaha adalah :
Percaya diri
Berorientasikan tugas dan hasil
Berani mengambil risiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme, selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif, memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan, ertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun, memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas, memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
Sumber gagasan untuk usaha baru secara internal dan eksternal
Para wirausahawan mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan senantiasa menyimpan informasi yang menarik minat dalam ingatan mereka. Terdapat dua jenis kesadaran yang memaksa penelusuran peluang venture yang baru yaitu kesadaran yang tercermin dalam orientasi eksternal dan yang tercermin dalam orientasi internal.
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis : Perantara
Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Berikut ini adalah tiga jenis Perilakunya :
Keinginan untuk berprestasi
Keinginan untuk bertanggung jawab
Preferensi kepada resiko-resiko menengah
Teknik-teknik yang biasa digunakan untuk meraih lima kategori peluang :
Mendesain ulang produk atau jasa dengan menggunakan metodologi yang disebut atribut pemetaan
Mendiferesiansikan ulang produk atau jasa dengan menggunakan analisis rantai konsumsi dan proses yang unik
Segmentasi ulang pasar dengan segmentasi berdasar perilaku
Membuat konfigurasi pasar yang baru dengan mengubah batas-batas yang tidak menggeser pasar yang telah adaUntuk menjadi perusahaan yang berkembang dan dapat bertahan di dalam dunia bisnis dibutuhkan pengorganisasian yang baik dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu maka diperlukannya struktur organisasi yang baik pula.
Struktur organisasi adalah spesifikasi pekerjaan yang dilakukan dengan didalam organisasi beserta mengkaitkannya pekerjaan satu dengan pekerjaan lainnya. Contohnya adalah membuat struktur kepemimpinan pada suatu perusahaan, jadi pada suatu perusahaan di buat beberapa tingkatan. seperti manajer pusat kemudian manajer bagian dan yang terakhir adalah supervisor yang berhubungan langsung ke para karyawan. Bagian-bagian tersebut dihubungkan oleh rantai komando kekuasaan serta tanggung jawab kepada bawahannya.
Membuat struktur organisasi diperlukan pembentukan struktur bisnis diantaranya adalah:
1. Spesialisasi
Spesialisasi merupakan pembagian tugas untuk menyelesaikan satu masalah bersama. Contohnya adalah Pabrik pembuatan sepeda motor, di dalam pabrik itu tugas akan dibagi-bagi menjadi perbagaian seperti ada yang pada bagaian rangka, bagian body, bagian pemasangan, bagian penjualan dan bagian-bagaian lainnya. Pada intinya semua bagian tersebut mempunyai satu tujaan sama yaitu untuk pembuatan dan pemasaran barang tersebut. Dengan diadakannya spesialisasi pekerjaan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat terselesaikan dan lebih teratur apalagi sudah berada pada organisasi yang besar spesialisasi sangat dibutuhkan.
2. Departementalisasi
Departementalisasi berdasarkan pelangganMaksudnya perusahaan akan melakukan pembagian penjualan produk ke pelanggan,biasanya ada yang bagian produk laki-laki ataupun perempuan atau tua dan muda. Contohnya adalah pembagian penjualan produk Rexona ada pembagian untuk produk remaja, laki-laki , perempuan ataupun yang xtra berkeringat. Dengan dilakukannya pembagian ini penjualan akan lebih tepat sasaran dan efisien.
Departementalisasi berdasarkan produkMaksudnya perusahaan akan mengelompokan departemen sesuai dengan kelompok produk yang dihasilkan misalkannya pembagian departeman barang untuk mengurusi produksi produk berupa barang dan departemen jasa untuk menangani produk yang berupa jasa.
Departementalisasi berdasarkan prosesMaksudnya pembagian departemen berdasrkan proses pengkerjaannya, misalnya pada perusahaan meubel dibagi atas divisi untuk pengolahan kayu mentah, divisi pembuatan kursi atau meubel kemudian divisi pengecatan.
Departementalisasi berdasarkan geografisMaksudnya pembagian departeman berdasarkan lokasi penjualan produk misalnya departemen yang mengawasi di jawa dan Bali, di Kalimantan maupun di Sumatara.
Departementalisasi berdasarkan fungsiMaksudnya pembagian departemen berdasarkan aktifitas perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, misalnya departemen produksi, departemen penjualan, departemen pemasaran dan lain-lain.
dibentuklah tingkatan-tingkatan pada organisasi yang mana di tiap tingkatan tersebut terdapat seorang manajer yang dapat memberikan keputusan dan dapat bertanggung jawab kepada pemimpin di atasnya. Sehingga para menajer tersebut memiliki kewenagan untuk melakukan tugas atau misi yang direncanakan oleh organisasi atau perusahaan namun manajer tersebut juga boleh melakukan inovasi-inovasi agar divisi dipimpinnya dapat berkembang dengan syarat harus sesuia dengan misi perusahaan, misalnya BNI 46 mempunyai bebarapa manajer yang mengawasi divisinya.
Ada yang mengurusi cabang provinsi maupun cabang-cabang pada kota maupun kabupaten setiap manajer di kota tersebut memiliki kekuasaan untuk memutuskan apabila ada masalah dalam cabang tersebut namun apabila masalah tersebut terlalu besar (berdasarkan survey yang saya lakukan waktu semester lalu) dapat dilaporkan ke pusat misalnya adalah peminjaman uang yang terlalu besar. Maka manajer cabang akan menghubungi kantor cabang provinsi atau pusat terlebih dahulu.
Selain itu untuk melakukan pengorganisasian yang baik diperlukan komunikasi yang baik antar kantor cabang di adakan rapat antar kantor cabang yang membicarakan masalah-masalah yang ada pada tiap divisi maupun pada kantor cabang selain itu pada rapat ini sebagai tempat untuk memberiakan pengarahan aataupun misi kepada para manajer pimpinan cabang maupun divisi untuk dapat mengembangkan divisi atau cabangnya.
BAB III
PEMBAHASAN LANJUT
3.1 Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi eksternal. Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya -sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang baru.
Orientasi eksternal didapat dari :
a. Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.
b. Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga dapat membentuk peluang baru.
c. Saluran distribusi, merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
d. Pemerintah, merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan suatu produk yang baru, dan melalu peraturan pemerintah terhadap dunia usaha yang memungkinkan muncuknya suatu gagasan tentang usaha baru.
Orientasi internal didapat dari tiga tahap penggunaan sumber daya internal :
a. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
b. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya
c. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bias dipraktekkan
3.2 Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru
Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus menerus. Proses penjaringan ide merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan :
1. Menciptakan produk baru dan berbeda, Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata, misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru, maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. Selain itu, produk tersebut juga harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya.
3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam, Analisis ini sangat penting untuk menjamin jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan telah memadai atau tidak.
4. Menaksir biaya awal, Yaitu biaya awal yang diperlukan usaha baru.
5. Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi, Misalnya resiko teknik, resiko financial, dan resiko pesaing. Analisis SWOT sangat penting dalam menciptakan keberhasilan usaha baru.
6. Sebelum memulai membuat sebuah usaha, kita harus menyiapkan daftar peluang sebagai gagasan usaha. Daftar peluang merupakan kebiasaan wirausaha dalam mengiventarisasi peluang dengan membuat daftar pengembangan ide-ide atau penemuan-penemuan baru.
Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
a. Memulai Bisnis Baru
Memulai bisnis baru merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Terdapat tiga bentuk usaha yang bias dirintis oleh Anda, yaitu:
1. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
2. Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih. 3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan
atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
b. Membeli Bisnis yang Sudah Ada
c. Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
d. Memilih usaha franchise
Waralaba (franchise) adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara pewaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha. Dibawah ini beberapa kiat memilih bisnis waralaba:
1. Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini. 2. Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan
terbukti sukses dimana-mana.
3. Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat, dan bakat kita.
4. Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada terwaralaba.
5. Jangan cepat percaya dengan angka-angka yang disodorkan oleh pewaralaba.
6. Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan menjadi pilihan kita.
7. Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak waralaba local yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system waralaba.
e. Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
Perlu perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata.
Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah :
1. Usaha di bidang makanan atau kuliner 2. Usaha pakaian dan perhiasan
3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal 4. Usaha pendidikan
5. Usaha yang terkait dengan rekreasi
6. Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan: Pertanian, Pertambangan, Pabrikasi, Konstruksi, Perdagangan, Jasa Keuangan, Jasa perorangan, Jasa pendidikan, Jasa Transportasi & Jasa Pariwisata.
Setelah menemukan ide, lalu menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. Berbagai organisasi bisnis memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah:
1. Kebutuhan modal: seberapa banyak jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah usaha.
2. Resiko : memperhitungkan resiko yang akan terjadi, semua diarahkan untuk mendukung kegiatan bisnis.
3. Pengawasan: kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan aktivitas bisnisnya.
5. Kebutuhan waktu: memiliki cukup waktu untuk mengoperasikan usaha dan mengarahkan para karyawannya.
6. Pajak: pembayaran pajak yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi menjalankan suatu kegiatan bisnis.
3.3 Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk
Proses inovasi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep 3. Menguraikan masalah-masalah
4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan 5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7. Mencari pemecahan sementara 8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati 9. Bergerak terus jika semuanya baik 10. Mencapai keberhasilan
Gagasan muncul dari sumber gagasan, dan gagasan-gasan tersebut harus disempurnakan daan kemudian dikembangkan terhadap jasa atau prroduk akhir sebelum ditawarkan. prosen penyempurnaan ini disebut proses perencanaan dan pengembangan produk, yang terbagi dalam lima tahapan yaitu:
1. Tahap Gagasan 2. Tahap Konsep
3. Tahap Pengembangan Produk 4. Tahap Uji Pemasaran
3.4 Produk-produk Yang Sesuai Untuk Perusahaan Kecil
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan kecil untuk penciptaan suatu produk :
1. Untuk pemilihan produk, perusahaan harus memperhatikan pada sumber daya uang, tenaga kerja dan fasilitas yang dimiliki
2. Pemilihan segmen pasar yang memungkinkan
3. Untuk produk atau proses yang disuplai kepada perusahaan lain hendaknya sangat kecil volumenya sehingga tidak menarik minat para pelanggannya untuk memproduksinya sendiri
4. Tingginya nilai tambah. Keuntungan harus lebih besar dari biaya 5. Rentang waktu yang diperlukan untuk penyelesaian produk atau proses
3.5 Arti Penting Orientasi Pemasaran
Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing, kedua hal terseburt mencerminkan kenaifan para pendiri perusahaan di dalam mengabaikan pentingnya orientasi pasar.
Wirausahawan harus berorientasi konsumen artinya terlalu sering seorang wirausahawan menyakini gagasan atau produk jasa baru tanpa memikirkan tentang identifikasi konsumen dan kebutuhan konsumen serta keinginan untuk membeli.
dirumuskan akan menunjukkan daya kekuatannya, perubahan atau proses dari terbentuknya strategi.
Suatu strategi biasanya disusun untuk jangka waktu lebih satu tahun, bahkan kadang dalam beberapa dekade masih bisa dipergunakan.Terdapat perbedaan kemampuan yang nyata untuk menentukan taktik, dan strategi, biasanya bisa dilihat dalam biaya pemakaian sumberdaya dan penggunaan waktu yang tersedia, baik itu hanya untuk sekedar pengulangan strategi atau perubahan strategi. Kadang-kadang suatu keputusan yang salah merupakan pemborosan biaya yang berlebihan, dimana hal itu akan dapat mengancam eksistensi organisasi.
Visi Strategi adalah pandangan ke depan dari satu atau beberapa strategi. Walaupun realisasi strateginya yang optimal untuk diterapkan perusahaan mungkin segera dapat dikembangkan dilaksanakan atau mungkin ditunda. Sebab bisa jadi perusahaan tidak siap atau timbul kondisi darurat. Sebuah Visi Strategi akan berisi petunjuk dan maksud tentang strategi dan aktivitas strateginya.Peran penting dari sistem dalam pengertian ini adalah untuk dengan cepat sebaik mungkin dapat membuat strategi.
Didalam kenyataan, mengidentifikasi kebutuhan untuk diantisipasi dalam strategi seringkali menjadi tahap yang rawan. Keruwetan besar sering terjadi, karena strategi bukan hanya menunjukkan keputusan yang dibuat tetapi lebih menunjukkan aktifitas/kegiatan proses pembuatannya.
Selanjutnya peran penting dari manajemen strategi orientasi pasar adalah agar tidak timpang dalam memilih alternatif-alternatif strategi yang paling baik, yaitu dari banyaknya analisa-analisa yang dilakukan guna diperoleh keleluasaan memilih sesuai ciri-ciri tertentu alternatif yang ada.
Berbagai manfaat dan keuntungan penerapan manajemen strategi orientasi pasar adalah :
Pertimbangan kemampuan jangka panjang.
Meningkatkan keakuratan dalam keputusan alokasi
dana.
Melengkapi metode untuk membantu menganalisa strategi dan membuat keputusan.
Melengkapi manajemen strategi dan sistem
kontrolnya.
Memperbaiki komunikasi dan koordinasi baik secara verti-kal maupun horizontal.
Membantu mengatasi perubahan.
Sedangkan beberapa bisnis yang mempunyai kepentingan menggunakan pendekatan manajemen strategi orientasi pasar diantaranya adalah :
a. Membutuhkan strategi yang multi fungsional. b. Membutuhkan pengembangan sinergi antar pasar. c. Membutuhkan koordinasi strategi dari bermacam merk.
d. Melibatkan keberadaan pasar yang kompleks dan banyaknya elemen marketing mix.
3.6 Matriks Produk Pasar
Langkah untuk merumuskan tujuan bauran produk – pasar :
1. Pemeriksaan kecenderungan penting dalam lingkungan bisnis dari daerah produk – pasar
2. Pemeriksaan kecenderungan pertumbuhan dan kecenderungan keuntungan 3. Pemisahan bidang produk – pasar yang akan menarik ke depan maupun daerah
yang akan tertarik
4. Pertimbangan mengenai kebutuhan atau diperlukannya tambahan produk atau daerah pasaran baru pada bauran
3.7 Kegagalan Dalam Memilih Peluang Bisnis Baru
Kemampuan manajerial mungkin merupakan alasan bagi kegagalan usaha kecil baru, messkipun terkadang kemampuan manajerial bisa ditunjukan dalam berbagai cara, kekurangan yang paling besar mungkin dikarenakan kurangnya pengalaman lini prodduk, manajerial dan pengalaman yang tidak berimbang.
Banyak kegagalan yang dikarenakan kurangnya pengalamn tersebut bisa dihindari dengan perencanaan sebelum produk atau jasa tersebut diterima dan dipasarkan yaitu:
1. Kurangnya obyektivitas
2. Kurangnya kedekatan dengan pasar
3. Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai 4. Diabaikannya kebutuhan finansial
5. Kurangnya diferensiasi produk
6. Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai
Alasan utama kegagalan usaha baru adalah :
Pengetahuan pasar yang tidak memadai Kinerja produk yang salah
Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
Tidak disadarinya tekanan persaingan
Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat
Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi
yang tidak diprediksi, investasi yang berlebih-lebihan pada asset tetap, dan kesulitan keuangan yang berkaitan
Peluncuran usaha baru, yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :
Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi produk atau jasa
Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses
Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi
Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa
Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang
membedakannya dari pesaing
DAFTAR PUSTAKA
Masykur Wiratmo, Pengantar Kewiraswastaan Kerangka Dasar Memasuki
Dunia Bisnis, BPFE, Yogyakarta, 1996.
Rusman Hakim, Kiat Sukses Berwiraswasta, Gramedia, Jakarta, 1998.
Peter F. Drucker, Inovasi dan Kewiraswastaan Praktek dan Dasar-dasar,
Gelora Aksara Pratama, 1994