• Tidak ada hasil yang ditemukan

NPWP dan Pengukuhan PKP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "NPWP dan Pengukuhan PKP"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Materi Kuliah

Ketentuan Umum dan Tata Cara

Perpajakan (KUP)

(2)
(3)

NPWP dan NPPKP

Wajib

Pajak

Pengusa

ha

Bukan

Pengusa

ha

NPWP dan

NPPKP

NPWP dan

(4)
(5)
(6)

Pengusaha

Orang Pribadi

Orang Pribadi

Badan

Badan

Dalam Kegiatan Usaha atau Pekerjaannya

Menghasilkan barang Mengimpor barang Mengekspor barang

Melakukan Usaha Perdagangan Melakukan Usaha Jasa

Memanfaatkan Barang Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean

Memanfaatkan Jasa dari Luar Daerah Pabean Menghasilkan barang

Mengimpor barang Mengekspor barang

Melakukan Usaha Perdagangan Melakukan Usaha Jasa

Memanfaatkan Barang Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean

(7)

Siapa yang Wajib Dikukuhkan sebagai

Pengusaha Kena Pajak????????

Orang Pribadi Orang Pribadi

Badan Badan

Sebagai pengusaha yang menyerahkan BKP/JKP yang dikenakan PPN

K e c u a l i

Pengusaha Kecil

 Omsetnya < Rp600jt per tahun

(8)

T E M PAT P E N D A F TA R A N WA J I B PA J A K

T E M PAT P E N D A F TA R A N WA J I B PA J A K

Wajib

Pajak

Orang

Pribadi

Badan

K A N T O R P E L A Y A N A N P A J A K

K A N T O R P E L A Y A N A N P A J A K

Pengusaha Tertentu

Tempat Tinggal

Tempat Tinggal

Tempat Kedudukan

Tempat Kedudukan

(9)
(10)

Contoh Kepemilikan NPWP Wajib

Pajak Badan

PT Matahari Putra Prima, sebuah usaha retail kebutuhan sehari-hari, didirikan dan berkedudukan di Jl. Petai 12,

Menteng. Perusahaan tersebut memiliki cabang di Jl. Gejayan 100, Sleman; Jl. Kaliurang Km 5, Sleman, dan Jl. Malioboro 10, Yogyakarta.

NPWP Pusat: 01.234.567.0.025.000

NPWP Sleman 1: 01.234.567.0.542.001

NPWP Sleman 2: 01.234.567.0.542.002

(11)

Contoh Kepemilikan NPWP Wajib

Pajak Orang Pribadi

Bp. Gigih memiliki usaha pembuatan tas, yang tinggal di

Serangan, Yogyakarta. Selain di rumahnya, produksi tas juga dilakukan di Godean, Sleman. Untuk pemasaran, dia memiliki outlet di Mal Menteng, Jakarta.

NPWP Pusat: 08.123.456.7.541.000

NPWP Sleman: 01.234.567.0.542.001

(12)

Penerbitan NPWP & Pengukuhan

PKP Secara Jabatan

KPP dapat menerbitkan NPWP dan

Pengukuhan PKP secara jabatan,

apabila WP tidak mendaftarkan diri

untuk diberikan NPWP atau tidak

melaporkan usahanya untuk

(13)

Sanksi Yang Berhubungan Dengan

NPWP & Pengukuhan PKP

Setiap orang yang dengan sengaja tidak

mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau

menggunakan tanpa hak NPWP atau

Pengukuhan PKP, sehingga dapat merugikan

pada pendapatan negara dipidana

pidana penjara paling lama 6 (enam)

tahun dan denda paling tinggi 4

(14)

Alasan Penghapusan NPWP

Wajib Pajak orang pribadi yang meninggal dunia dan tidak

meninggalkan warisan  pemberitahuan tertulis dari ahli waris, dilampiri fotokopi akte kematian;

Wanita Kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan

penghasilan,  fotokopi surat nikah atau akte perkawinan;

Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek

Pajak sesudah selesai terbagi  surat pernyataan dari ahli waris;

Wajib Pajak Badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan

ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku  akte pembubaran dan neraca likuidasi;

Bentuk Usaha Tetap yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya

sebagai bentuk usaha tetap,  surat atau dokumen lain yang mendukung hal tersebut;

Wajib Pajak orang pribadi lainnya yang tidak lagi memenuhi syarat

(15)

Alasan Pencabutan NPPKP

Pencabutan Pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilakukan dalam hal:

Pengusaha Kena Pajak pindah ke KPP lain.

Pengusaha Kena Pajak bubar.

Pengusaha Kena Pajak tidak memenuhi syarat lagi sebagai PKP.  Pengusaha Kena Pajak yang jumlah peredaran dalam 1 tahun pajak

tidak melebihi batasan Pengusaha Kecil PPN, dengan ketentuan:

Mengajukan permohonan pencabutan PKP.

Diajukan setelah lewat jangka waktu 3 bulan setelah akhir tahun

pajak

Catatan :

DJP harus memberi keputusan dalam jangka waktu 3 bulan sejak permohonan diterima (dengan pemeriksaan). Jika lewat jangka waktu tersebut keputusan tidak diberikan maka permohonan

(16)
(17)

Fungsi Surat Setoran Pajak (SSP)

Surat atau dokumen untuk

melakukan pembayaran atau

penyetoran pajak yang terutang.

Untuk beberapa jenis pajak

tertentu, SSP dapat berfungsi

(18)

SSP Standar yang berfungsi

sebagai bukti potong/bukti pungut

1.

Pembayaran PPN Impor

2.

Pembayaran PPN Bendaharawan

3.

Pembayaran PPh Pasal 22 Impor

4.

Pembayaran PPh Pasal 22 Bendaharawan

5.

Pembayaran PPh Final atas Transaksi Pengalihan

Hak atas Tanah dan/atau Bangunan

6.

Pembayaran sendiri PPh Final atas Persewaan Tanah

dan/atau Bangunan

7.

Khusus untuk PPh Pasal 25 (angsuran PPh), SSP

(19)

TEMPAT PEMBAYARAN PAJAK

Kantor pos

Bank-bank yang ditunjuk oleh Dirjen

Anggaran

Untuk pembayaran fiskal Luar Negeri selain

ditempat-tempat tersebut dapat dilakukan

pada loket-loket pembayaran yang telah

disediakan di Pelabuhan keberangkatan.

(20)

BATAS WAKTU PEMBAYARAN

PAJAK

SPT Masa

paling lambat 15 hari setelah Masa

Pajak berakhir (tanggal 15 bulan berikutnya).

SPT Tahunan (PPh ps 29)

paling lambat sebelum

SPT disampaikan

Sanksi keterlambatan

sanksi administrasi berupa

bunga sebesar 2% sebulan

STP, SKPKB, SKPKBT, SK Pembetulan, SK

(21)
(22)

FUNGSI SPT

Melaporkan dan mempertanggungjawabkan

penghitungan jumlah pajak yang terutang

Melaporkan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang

telah dilaksanakan sendiri

Dari SPT tersebut akan dapat diketahui jumlah Pajak terutang, jumlah pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan berapa kekurangan/kelebihan pembayaran pajak pada tahun tersebut Dari SPT tersebut akan dapat diketahui jumlah Pajak terutang,

jumlah pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan berapa kekurangan/kelebihan pembayaran pajak pada tahun tersebut

Melaporkan pembayaran dari pemotong pajak atau

(23)

Surat Pemberitahuan (SPT)

Surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk

melaporkan penghitungan dan atau pembayaran

pajak, objek pajak, bukan objek pajak, harta dan

kewajiban,

Masa

Masa

Tahunan

Tahunan

Untuk suatu

masa pajak

Untuk suatu tahun

pajak atau bagian

(24)

Karakteristik SPT PPh OP

SPT 1770 SPT 1770 S SPT 1770 SS

bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: 1. dari usaha/pekerjaan

bebas yang

menyelenggarakan pembukuan atau NormaPenghitungan Penghasilan Neto; 2. dari satu atau lebih

pemberi kerja;

3. yang dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final; dan/atau

4. penghasilan lain.

bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: 1. dari satu atau lebih

pemberi kerja; 2. dari dalam negeri

lainnya; dan/atau

3. yang dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final.

bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: 1. hanya dari satu pemberi

kerja dengan jumlah penghasilan bruto dari pekerjaan tidak lebih dari Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setahun dan

2. tidak mempunyai

penghasilan lain kecuali penghasilan bunga bank dan/atau bunga koperasi

Ket:

Formulir 1721-A1 dan/atau Formulir 1721-A2 merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Sangat

(25)

Jenis SPT

Masa

Tahunan

PPh Badan (1771)PPh Orang Pribadi

(1770/1770S/1770SS)

PPh Badan (1771)PPh Orang Pribadi

(1770/1770S/1770SS)

PPh pasal 21/26PPh pasal 22PPh pasal 23/26PPh pasal 25PPh pasal 4(2)PPh pasal 15

PPN dan PPnBM (1995)PPN Pemungut (1101 PUT)PPh pasal 21/26

PPh pasal 22PPh pasal 23/26PPh pasal 25PPh pasal 4(2)PPh pasal 15

(26)

PIHAK YANG WAJIB MENGISI

DAN MENYAMPAIKAN SPT

Orang pribadi yang menerima penghasilan

dari usaha atau pekerjaan bebas;

Orang pribadi yang menerima penghasilan

lebih dari satu pemberi kerja;

Setiap badan

Apabila WP memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja dan atau tidak menerima penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas, maka WP tidak wajib mengisi dan

(27)

CARA MEMPEROLEH SPT

Kantor Pelayanan Pajak;

Kantor Penyuluhan Pajak;

Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan;

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak; atau

Melalui sistem komputer dengan alamat situs internet

atau Homepage Direktorat Jenderal Pajak, yaitu:

http://www.pajak.go.id atau mencetak/menggandakan/

fotokopi sendiri dengan bentuk dan isi yang sama

dengan aslinya. Surat pemberitahuan yang didapatkan

melalui sistem komputer dan penggandaan memiliki

kekuatan hukum yang sama dengan Surat

(28)

Ketentuan Pengisian SPT

(ps 3 (1) UU KUP)

Setiap wajib pajak harus mengambil sendiri SPT ke Kantor

Pelayanan Pajak atau tempat lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak seperti diatas.

SPT harus diisi dalam bahasa Indonesia dengan

menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah secara benar, jelas, dan lengkap sesuai dengan petunjuk yang diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, kemudian menandatangani dan menyampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak atau tempat lain yang ditentukan oleh Direktur

(29)

Untuk Wajib Pajak badan, Surat Pemberitahuan harus

ditandatangani oleh pengurus atau direksi.

Apabila Surat Pemberitahuan yang mengisi dan

menandatangani orang lain bukan Wajib Pajak, harus melampirkan surat kuasa khusus.

Surat Pemberitahuan Wajib dilengkapi dengan lampiran

yang ditentukan menurut perundang-undangan perpajakan yang berlaku, termasuk neraca dan perhitungan rugi laba (bagi wajib pajak yang wajib melakukan pembukuan).

Setelah Surat Pemberitahuan tersebut diatas telah diisi

lengkap beserta lampiran-lampirannya, diserahkan

kembali ke Kantor Pelayanan Pajak dalam batas waktu yang telah ditentukan dengan tanda bukti penerimaan.

Ketentuan Pengisian SPT

(30)

Surat Pemberitahuan dianggap tidak disampaikan apabila

tidak ditandatangani atau tidak sepenuhnya dilampiri

dengan keterangan atau dokumen yang harus dilampirkan sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Kalau dikirim melalui pos, harus tercatat dan bukti tercatat

tersebut adalah bukti penerimaan.

Tidak / terlambat menyampaikan SPT Masa dikenakan

denda

Angsuran PPh Pasal 25 nihil, tetap wajib menyampaikan

SPT Masa PPh.

Kewajiban penyampaian SPT Tahunan tidak dipengaruhi

oleh kondisi ada atau tidaknya pajak yang harus dibayar.

Ketentuan Pengisian SPT

(31)

Batas Waktu Penyampaian SPT

SPT Masa

> paling lama 20 hari setelah

akhir masa pajak

SPT Tahunan WP Pribadi

> paling lama

3 bulan setelah akhir tahun pajak

SPT Tahunan WP Badan

> paling lama 4

(32)

Dokumen yang dilampirkan dalam

Surat Pemberitahuan

(KEP-214/PJ/2001)

SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan

Neraca dan Laporan laba rugi Tahun Pajak yang bersangkutan

beserta rekonsiliasi laba rugi fiskal.

Daftar penghitungan penyusutan dan atau amortisasi fiskal. Penghitungan kompensasi kerugian dalam hal terdapat sisa

kerugian tahun-tahun sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan.

SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat

kekurangan pajak yang terutang -Surat Kuasa Khusus, apabila SPT ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak.

Lampiran-lampiran lainnya yang dianggap perlu untuk

menjelaskan penghitungan besarnya PKP atau besarnya PPh Pasal 25.

Khusus untuk WP Bank, wajib melampirkan daftar debitur yang

kreditnya digolongkan kurang lancar, diragukan dan macet. (

(33)

Dokumen yang dilampirkan dalam

Surat Pemberitahuan

(KEP-214/PJ/2001)

SPT Tahunan PPh wajib Pajak Orang Pribadi yang menyelenggarakan pembukuan

 Neraca dan Laporan Laba Rugi tahun yang bersangkutan beserta rekonsiliasi fiskal

Daftar penghitungan penyusutan dan atau amortisasi fiskal.

Penghitungan kompensasi kerugian, dalam hal terdapat sisa kerugian tahun-tahun

sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan.

SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat kekurangan pajak yang

terutang, kecuali ada izin untuk mengangsur/menunda pembayaran PPh 29.

Surat Kuasa Khusus dalam hal SPT ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak, atau

Surat Keterangan Kematian dari instansi yang berwenang dalam hal ditandatangani oleh Ahli Waris.

Fotocopy formulir 1721- A1 dan atau 1721- A2, dalam hal wajib pajak menerima

penghasilan sehubungan dengan pekerjaan yang sudah dipotong pajaknya oleh pemberi kerja.

Penghitungan PPh terutang oleh masing-masing Wajib Pajak yang kawin dengan

perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.

Daftar susunan keluarga yang menjadi tanggungan Wajib Pajak.

Bukti setoran zakat atas penghasilan yang dibayar WP orang pribadi pemeluk agama

Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk dan disahkan oleh Pemerintah.

Lampiran-lampiran lainnya yang dianggap perlu untuk menjelaskan penghitungan

(34)

Dokumen yang dilampirkan dalam

Surat Pemberitahuan

(KEP-214/PJ/2001)

SPT Tahunan PPh wajib Pajak Orang Pribadi yang menyelenggarakan pencatatan

Jumlah peredaran atau penerimaan bruto setiap bulan selama setahun. SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat kekurangan pajak

yang terutang.

Fotocopy formulir 1721- A1 dan atau 1721 - A2, dalam hal wajib pajak

menerima penghasilan sehubungan dengan pekerjaan yang sudah dipotong pajaknya oleh pemberi kerja.

Daftar susunan keluarga yang menjadi tanggungan Wajib Pajak.

SPT Tahunan PPh pasal 21

SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat kekurangan pajak

yang terutang.

Laporan Keuangan atas kegiatan kerjasama operasi bagi Wajib Pajak

Kerjasama Operasi.

Surat Kuasa Khusus dalam hal SPT Tahunnan ditandatangani oleh bukan

(35)

SANKSI TIDAK

MENYAMPAIKAN SPT

Rp500.000 untuk SPT Masa PPN;

Rp100.000 untuk SPT Masa

Lainnya;

Rp1.000.000 untuk SPT Tahunan

WP Badan

(36)

PEMBETULAN SENDIRI SPT

TAHUNAN PPh

Apabila SPT yang telah dilaporkan ternyata ada

kesalahan, WP dapat membetulkan sendiri

SPT-nya dengan syarat:

Belum dilakukan tindakan pemeriksaan

Bila terjadi rugi atau lebih bayar, WP

menyampaikan pernyataan secara

(37)

Pembetulan Sendiri...

lanjutan

Atas kurang bayar akibat pembetulan, maka kekurangan

pajak dilunasi dengan denda bunga 2% per bulan.

Walaupun sudah dilakukan pemeriksaan tetapi belum ada

SKP, WP diberikan kesempatan untuk mengungkapkan

ketidakbenaran, tetapi terbatas pada:

Pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar

Rugi menjadi lebih kecil

Jumlah harta menjadi lebih besar

Jumlah modal menjadi lebih besar

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penulisan ilmiah ini penulis mengambil data langsung dari buku petunjuk pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan WP Orang Pribadi, yang dimana buku ini setiap tahunnya

Maka pelaksanaan pemeriksaan pajak PPh 21 Orang Pribadi (PPh Op) melakukan berbagai proses salah satunya yaitu memberikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pada Wajib Pajak

adalah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak baik WP orang pribadi dan/atau WP badan sebagai akibat PPh terutang dalam SPT tahunan PPh lebih besar dari pada

a) SPT Tahunan/SPT Masa yang menyatakan Lebih Bayar. b) SPT Tahunan PPh yang menyatakan Rugi Tidak Lebih Bayar.. c) SPT Tahunan PPh untuk bagian tahun pajak

untuk Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Surat Perintah Tugas (SPT) dilegalisir dan ditandatangani oleh Pejabat Instansi yang berwenang di daerah/Pejabat Departemen yang

pelaksanaan Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara e-Filing. Kendala yang dihadapi oleh KPP Pratama Bantul dalam pelaksanaan Pelaporan SPT Tahunan PPh

PETUNJUK PEREKAMAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI YANG MEMPUNYAI PENGHASILAN DARI SATU ATAU LEBIH PEMBERI KERJA, DALAM NEGERI LAINNYA, YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU

Laporan Praktek Kerja Lapangan dengan Judul: “Pembetulan SPT Masa PPN dan SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2011-2013 Atas Jasa Konstruksi Studi Kasus Pada CV.ABC”.