Materi Kuliah
Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (KUP)
NPWP dan NPPKP
Wajib
Pajak
Pengusa
ha
Bukan
Pengusa
ha
NPWP dan
NPPKP
NPWP dan
Pengusaha
Orang Pribadi
Orang Pribadi
Badan
Badan
Dalam Kegiatan Usaha atau Pekerjaannya
Menghasilkan barang Mengimpor barang Mengekspor barang
Melakukan Usaha Perdagangan Melakukan Usaha Jasa
Memanfaatkan Barang Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean
Memanfaatkan Jasa dari Luar Daerah Pabean Menghasilkan barang
Mengimpor barang Mengekspor barang
Melakukan Usaha Perdagangan Melakukan Usaha Jasa
Memanfaatkan Barang Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean
Siapa yang Wajib Dikukuhkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak????????
Orang Pribadi Orang Pribadi
Badan Badan
Sebagai pengusaha yang menyerahkan BKP/JKP yang dikenakan PPN
K e c u a l i
Pengusaha Kecil
Omsetnya < Rp600jt per tahun
T E M PAT P E N D A F TA R A N WA J I B PA J A K
T E M PAT P E N D A F TA R A N WA J I B PA J A K
Wajib
Pajak
Orang
Pribadi
Badan
K A N T O R P E L A Y A N A N P A J A K
K A N T O R P E L A Y A N A N P A J A K
Pengusaha Tertentu
Tempat Tinggal
Tempat Tinggal
Tempat Kedudukan
Tempat Kedudukan
Contoh Kepemilikan NPWP Wajib
Pajak Badan
PT Matahari Putra Prima, sebuah usaha retail kebutuhan sehari-hari, didirikan dan berkedudukan di Jl. Petai 12,
Menteng. Perusahaan tersebut memiliki cabang di Jl. Gejayan 100, Sleman; Jl. Kaliurang Km 5, Sleman, dan Jl. Malioboro 10, Yogyakarta.
NPWP Pusat: 01.234.567.0.025.000
NPWP Sleman 1: 01.234.567.0.542.001
NPWP Sleman 2: 01.234.567.0.542.002
Contoh Kepemilikan NPWP Wajib
Pajak Orang Pribadi
Bp. Gigih memiliki usaha pembuatan tas, yang tinggal di
Serangan, Yogyakarta. Selain di rumahnya, produksi tas juga dilakukan di Godean, Sleman. Untuk pemasaran, dia memiliki outlet di Mal Menteng, Jakarta.
NPWP Pusat: 08.123.456.7.541.000
NPWP Sleman: 01.234.567.0.542.001
Penerbitan NPWP & Pengukuhan
PKP Secara Jabatan
KPP dapat menerbitkan NPWP dan
Pengukuhan PKP secara jabatan,
apabila WP tidak mendaftarkan diri
untuk diberikan NPWP atau tidak
melaporkan usahanya untuk
Sanksi Yang Berhubungan Dengan
NPWP & Pengukuhan PKP
Setiap orang yang dengan sengaja tidak
mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau
menggunakan tanpa hak NPWP atau
Pengukuhan PKP, sehingga dapat merugikan
pada pendapatan negara dipidana
pidana penjara paling lama 6 (enam)
tahun dan denda paling tinggi 4
Alasan Penghapusan NPWP
Wajib Pajak orang pribadi yang meninggal dunia dan tidak
meninggalkan warisan pemberitahuan tertulis dari ahli waris, dilampiri fotokopi akte kematian;
Wanita Kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan
penghasilan, fotokopi surat nikah atau akte perkawinan;
Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek
Pajak sesudah selesai terbagi surat pernyataan dari ahli waris;
Wajib Pajak Badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku akte pembubaran dan neraca likuidasi;
Bentuk Usaha Tetap yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya
sebagai bentuk usaha tetap, surat atau dokumen lain yang mendukung hal tersebut;
Wajib Pajak orang pribadi lainnya yang tidak lagi memenuhi syarat
Alasan Pencabutan NPPKP
Pencabutan Pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilakukan dalam hal:
Pengusaha Kena Pajak pindah ke KPP lain.
Pengusaha Kena Pajak bubar.
Pengusaha Kena Pajak tidak memenuhi syarat lagi sebagai PKP. Pengusaha Kena Pajak yang jumlah peredaran dalam 1 tahun pajak
tidak melebihi batasan Pengusaha Kecil PPN, dengan ketentuan:
Mengajukan permohonan pencabutan PKP.
Diajukan setelah lewat jangka waktu 3 bulan setelah akhir tahun
pajak
Catatan :
DJP harus memberi keputusan dalam jangka waktu 3 bulan sejak permohonan diterima (dengan pemeriksaan). Jika lewat jangka waktu tersebut keputusan tidak diberikan maka permohonan
Fungsi Surat Setoran Pajak (SSP)
Surat atau dokumen untuk
melakukan pembayaran atau
penyetoran pajak yang terutang.
Untuk beberapa jenis pajak
tertentu, SSP dapat berfungsi
SSP Standar yang berfungsi
sebagai bukti potong/bukti pungut
1.
Pembayaran PPN Impor
2.
Pembayaran PPN Bendaharawan
3.Pembayaran PPh Pasal 22 Impor
4.
Pembayaran PPh Pasal 22 Bendaharawan
5.
Pembayaran PPh Final atas Transaksi Pengalihan
Hak atas Tanah dan/atau Bangunan
6.
Pembayaran sendiri PPh Final atas Persewaan Tanah
dan/atau Bangunan
7.
Khusus untuk PPh Pasal 25 (angsuran PPh), SSP
TEMPAT PEMBAYARAN PAJAK
Kantor pos
Bank-bank yang ditunjuk oleh Dirjen
Anggaran
Untuk pembayaran fiskal Luar Negeri selain
ditempat-tempat tersebut dapat dilakukan
pada loket-loket pembayaran yang telah
disediakan di Pelabuhan keberangkatan.
BATAS WAKTU PEMBAYARAN
PAJAK
SPT Masa
►
paling lambat 15 hari setelah Masa
Pajak berakhir (tanggal 15 bulan berikutnya).
SPT Tahunan (PPh ps 29)
►
paling lambat sebelum
SPT disampaikan
Sanksi keterlambatan
►
sanksi administrasi berupa
bunga sebesar 2% sebulan
STP, SKPKB, SKPKBT, SK Pembetulan, SK
FUNGSI SPT
Melaporkan dan mempertanggungjawabkan
penghitungan jumlah pajak yang terutang
Melaporkan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang
telah dilaksanakan sendiri
Dari SPT tersebut akan dapat diketahui jumlah Pajak terutang, jumlah pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan berapa kekurangan/kelebihan pembayaran pajak pada tahun tersebut Dari SPT tersebut akan dapat diketahui jumlah Pajak terutang,
jumlah pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan berapa kekurangan/kelebihan pembayaran pajak pada tahun tersebut
Melaporkan pembayaran dari pemotong pajak atau
Surat Pemberitahuan (SPT)
Surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk
melaporkan penghitungan dan atau pembayaran
pajak, objek pajak, bukan objek pajak, harta dan
kewajiban,
Masa
Masa
Tahunan
Tahunan
Untuk suatu
masa pajak
Untuk suatu tahun
pajak atau bagian
Karakteristik SPT PPh OP
SPT 1770 SPT 1770 S SPT 1770 SS
bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: 1. dari usaha/pekerjaan
bebas yang
menyelenggarakan pembukuan atau NormaPenghitungan Penghasilan Neto; 2. dari satu atau lebih
pemberi kerja;
3. yang dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final; dan/atau
4. penghasilan lain.
bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: 1. dari satu atau lebih
pemberi kerja; 2. dari dalam negeri
lainnya; dan/atau
3. yang dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final.
bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan: 1. hanya dari satu pemberi
kerja dengan jumlah penghasilan bruto dari pekerjaan tidak lebih dari Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setahun dan
2. tidak mempunyai
penghasilan lain kecuali penghasilan bunga bank dan/atau bunga koperasi
Ket:
Formulir 1721-A1 dan/atau Formulir 1721-A2 merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Sangat
Jenis SPT
Masa
Tahunan
PPh Badan (1771) PPh Orang Pribadi
(1770/1770S/1770SS)
PPh Badan (1771) PPh Orang Pribadi
(1770/1770S/1770SS)
PPh pasal 21/26 PPh pasal 22 PPh pasal 23/26 PPh pasal 25 PPh pasal 4(2) PPh pasal 15
PPN dan PPnBM (1995) PPN Pemungut (1101 PUT) PPh pasal 21/26
PPh pasal 22 PPh pasal 23/26 PPh pasal 25 PPh pasal 4(2) PPh pasal 15
PIHAK YANG WAJIB MENGISI
DAN MENYAMPAIKAN SPT
Orang pribadi yang menerima penghasilan
dari usaha atau pekerjaan bebas;
Orang pribadi yang menerima penghasilan
lebih dari satu pemberi kerja;
Setiap badan
Apabila WP memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja dan atau tidak menerima penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas, maka WP tidak wajib mengisi dan
CARA MEMPEROLEH SPT
Kantor Pelayanan Pajak;
Kantor Penyuluhan Pajak;
Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan;
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak; atau
Melalui sistem komputer dengan alamat situs internet
atau Homepage Direktorat Jenderal Pajak, yaitu:
http://www.pajak.go.id atau mencetak/menggandakan/
fotokopi sendiri dengan bentuk dan isi yang sama
dengan aslinya. Surat pemberitahuan yang didapatkan
melalui sistem komputer dan penggandaan memiliki
kekuatan hukum yang sama dengan Surat
Ketentuan Pengisian SPT
(ps 3 (1) UU KUP)
Setiap wajib pajak harus mengambil sendiri SPT ke Kantor
Pelayanan Pajak atau tempat lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak seperti diatas.
SPT harus diisi dalam bahasa Indonesia dengan
menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah secara benar, jelas, dan lengkap sesuai dengan petunjuk yang diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, kemudian menandatangani dan menyampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak atau tempat lain yang ditentukan oleh Direktur
Untuk Wajib Pajak badan, Surat Pemberitahuan harus
ditandatangani oleh pengurus atau direksi.
Apabila Surat Pemberitahuan yang mengisi dan
menandatangani orang lain bukan Wajib Pajak, harus melampirkan surat kuasa khusus.
Surat Pemberitahuan Wajib dilengkapi dengan lampiran
yang ditentukan menurut perundang-undangan perpajakan yang berlaku, termasuk neraca dan perhitungan rugi laba (bagi wajib pajak yang wajib melakukan pembukuan).
Setelah Surat Pemberitahuan tersebut diatas telah diisi
lengkap beserta lampiran-lampirannya, diserahkan
kembali ke Kantor Pelayanan Pajak dalam batas waktu yang telah ditentukan dengan tanda bukti penerimaan.
Ketentuan Pengisian SPT
Surat Pemberitahuan dianggap tidak disampaikan apabila
tidak ditandatangani atau tidak sepenuhnya dilampiri
dengan keterangan atau dokumen yang harus dilampirkan sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan.
Kalau dikirim melalui pos, harus tercatat dan bukti tercatat
tersebut adalah bukti penerimaan.
Tidak / terlambat menyampaikan SPT Masa dikenakan
denda
Angsuran PPh Pasal 25 nihil, tetap wajib menyampaikan
SPT Masa PPh.
Kewajiban penyampaian SPT Tahunan tidak dipengaruhi
oleh kondisi ada atau tidaknya pajak yang harus dibayar.
Ketentuan Pengisian SPT
Batas Waktu Penyampaian SPT
SPT Masa
> paling lama 20 hari setelah
akhir masa pajak
SPT Tahunan WP Pribadi
> paling lama
3 bulan setelah akhir tahun pajak
SPT Tahunan WP Badan
> paling lama 4
Dokumen yang dilampirkan dalam
Surat Pemberitahuan
(KEP-214/PJ/2001)SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan
Neraca dan Laporan laba rugi Tahun Pajak yang bersangkutan
beserta rekonsiliasi laba rugi fiskal.
Daftar penghitungan penyusutan dan atau amortisasi fiskal. Penghitungan kompensasi kerugian dalam hal terdapat sisa
kerugian tahun-tahun sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan.
SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat
kekurangan pajak yang terutang -Surat Kuasa Khusus, apabila SPT ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak.
Lampiran-lampiran lainnya yang dianggap perlu untuk
menjelaskan penghitungan besarnya PKP atau besarnya PPh Pasal 25.
Khusus untuk WP Bank, wajib melampirkan daftar debitur yang
kreditnya digolongkan kurang lancar, diragukan dan macet. (
Dokumen yang dilampirkan dalam
Surat Pemberitahuan
(KEP-214/PJ/2001)SPT Tahunan PPh wajib Pajak Orang Pribadi yang menyelenggarakan pembukuan
Neraca dan Laporan Laba Rugi tahun yang bersangkutan beserta rekonsiliasi fiskal
Daftar penghitungan penyusutan dan atau amortisasi fiskal.
Penghitungan kompensasi kerugian, dalam hal terdapat sisa kerugian tahun-tahun
sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan.
SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat kekurangan pajak yang
terutang, kecuali ada izin untuk mengangsur/menunda pembayaran PPh 29.
Surat Kuasa Khusus dalam hal SPT ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak, atau
Surat Keterangan Kematian dari instansi yang berwenang dalam hal ditandatangani oleh Ahli Waris.
Fotocopy formulir 1721- A1 dan atau 1721- A2, dalam hal wajib pajak menerima
penghasilan sehubungan dengan pekerjaan yang sudah dipotong pajaknya oleh pemberi kerja.
Penghitungan PPh terutang oleh masing-masing Wajib Pajak yang kawin dengan
perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.
Daftar susunan keluarga yang menjadi tanggungan Wajib Pajak.
Bukti setoran zakat atas penghasilan yang dibayar WP orang pribadi pemeluk agama
Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk dan disahkan oleh Pemerintah.
Lampiran-lampiran lainnya yang dianggap perlu untuk menjelaskan penghitungan
Dokumen yang dilampirkan dalam
Surat Pemberitahuan
(KEP-214/PJ/2001)SPT Tahunan PPh wajib Pajak Orang Pribadi yang menyelenggarakan pencatatan
Jumlah peredaran atau penerimaan bruto setiap bulan selama setahun. SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat kekurangan pajak
yang terutang.
Fotocopy formulir 1721- A1 dan atau 1721 - A2, dalam hal wajib pajak
menerima penghasilan sehubungan dengan pekerjaan yang sudah dipotong pajaknya oleh pemberi kerja.
Daftar susunan keluarga yang menjadi tanggungan Wajib Pajak.
SPT Tahunan PPh pasal 21
SSP PPh pasal 29 yang seharusnya dalam hal terdapat kekurangan pajak
yang terutang.
Laporan Keuangan atas kegiatan kerjasama operasi bagi Wajib Pajak
Kerjasama Operasi.
Surat Kuasa Khusus dalam hal SPT Tahunnan ditandatangani oleh bukan
SANKSI TIDAK
MENYAMPAIKAN SPT
Rp500.000 untuk SPT Masa PPN;
Rp100.000 untuk SPT Masa
Lainnya;
Rp1.000.000 untuk SPT Tahunan
WP Badan
PEMBETULAN SENDIRI SPT
TAHUNAN PPh
Apabila SPT yang telah dilaporkan ternyata ada
kesalahan, WP dapat membetulkan sendiri
SPT-nya dengan syarat:
Belum dilakukan tindakan pemeriksaan
Bila terjadi rugi atau lebih bayar, WP
menyampaikan pernyataan secara
Pembetulan Sendiri...
lanjutan
Atas kurang bayar akibat pembetulan, maka kekurangan
pajak dilunasi dengan denda bunga 2% per bulan.
Walaupun sudah dilakukan pemeriksaan tetapi belum ada
SKP, WP diberikan kesempatan untuk mengungkapkan
ketidakbenaran, tetapi terbatas pada:
Pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar
Rugi menjadi lebih kecil
Jumlah harta menjadi lebih besar
Jumlah modal menjadi lebih besar