BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pernah suatu hari terdengar berita tentang polemik antara legislatif dan pemerintah mengenai perlu tidaknya Indonesia mengimpor beras. Di satu sisi pemerintah beralasan demi menjaga keamanan persediaan pangan dalam negeri, maka pemerintah harus mengimpor beras. Di sisi lain, dengan argumen untuk membela kepentingan petani agar tidak rugi akibat jatuhnya harga beras di pasaran, maka sebagian fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat menolak rencana tersebut. Polemik tersebut ternyata tidak hanya berlangsung di tingkat pusat.
Kalangan petani di desa-desa pun ikut turun ke jalan, berdemonstrasi menentang rencana pemerintah.
Perubahan di masyarakat adalah sesuatu yang tak terelakkan. Sekecil apapun perubahan yang terjadi, tentu akan menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari warga masyarakat. Hal seperti ini, karena setiap unsur dalam masyakarat merupakan satu kesatuan. Lebih-lebih kalau perubahan itu mencakup ruang lingkup yang luas, misal dalam lingkup nasional. Kita mengalami perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi menjadi desentralisasi (otonomi daerah), yang pada dasarnya merupakan bagian dari laju modernisasi yang tak terbendung, sedangkan dalam ruang lingkup internasional kita harus memasuki era modernisasi dan globalisasi. (Suhardi, dkk. 2009:44-45)
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu :
1. Apa pengertian dan ciri-ciri modernisasi dan globalisasi?
2. Apa syarat-syarat dan faktor-faktor dari modernisasi dan globalisasi? 3. Bagaimana pengaruhnya dengan terjadinya modernisasi?
4. Apa dampak positif dan negatif modernisasi dan globalisasi? 5. Bagaimana kritik yang ditimbulkan dari modernisasi? 6. Bagaimana bentuk-bentuk dan proses terjadinya globalisasi? 7. Bagaimana saluran proses globalisasi?
C. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut :
1. Mengetahui perngertian dan ciri-ciri modernisasi dan globalisasi. 2. Mengetahui syarat-syarat dan faktor-faktor modernisasi dan globalisasi. 3. Memahami pengaruh dari modernisasi.
4. Mengetahui dampak positif dan negatif dari modernisasi dan globalisasi. 5. Mengetahui kritik yang ditimbulkan dari modernisasi.
6. Mengetahui bentuk-bentuk dan proses terjadinya globalisasi. 7. Mengetahui saluran proses globalisasi.
8. Mengetahui kelemahan dan kekuatan Indonesia dalam menghadapi era globalisasi.
D. Sistematika Penulisan
Kajian pustaka makalah ini diambil dari sumber bacaan dan informasi dari internet.
E. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini, yaitu:
1. Makalah ini dibuat untuk menambah wawasan dan untuk memberikan manfaat pengetahuan bagi mahasiswa/i tentang modernisasi dan globalisasi.
BAB II PEMBAHASAN
A. Hakikat Modernisasi 1. Pengertian Modernisasi
Anapradhita. (2011). (http://anapradhita.blogspot.com/2011/05/modernisasi.html) mengungkapkan bahwa secara etimologis modernisasi berasal bahasa latin yaitu “modo” yang berarti akhir-akhir ini, dan “ernus” yang berarti periode waktu masa kini, serta
mendapatkan tambahan “isasi” yang mengandung arti proses. Jadi, modernisasi berarti proses menuju masa kini atau akhir-akhir ini. Secara sederhana modernisasi berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju ke masyarakat modern.
Suhardi, Sunarti, Sri. (2009:45) mengatakan bahwa masyarakat modern adalah pencerminan dari kondisi sistem sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang, di Eropa Barat (Inggris, Belanda, Perancis, Jerman) dan Amerika Utara pada abad ke-17 hingga abad ke-19. Di sanalah permulaan modernisasi. Oleh karena itu, modernisasi dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan masyarakat secara total dari tradisional menuju masyarakat modern seperti di Eropa Barat dan Amerika Utara yang telah dianggap stabil.
Tabel berikut ini, menunjukkan perbedaan masyarakat tradisional (pramodern) dengan masyarakat modern menurut Max Weber.
Aspek Masyarakat Agraris Tradisonal Masyarakat Kapitalis (Modern) Pemilikan Terikat pada status sosial
turun temurun
Pemilikan pribadi semua alat produksi dan pemusatan kekayaan berada di bawah kontrol pengusaha (tanah, bangunan, mesin, bahan mentah semuanya dikontrol oleh suatu agen dan bebas diperjualbelikan di pasar sebagai barang milik pribadi)
Mekanisme Pekerjaan
tepat. Proses produksi
berdasarkan prinsip organisasi yang efektif, produktif, dan rasional
Ciri tenaga kerja Tidak bebas (hubungan perbudakan atau hamba pengolah tanah)
Tenaga kerja bebas bergerak menanggapi permintaan dari satu cabang ke cabang perusahaan lainnya atau dari satu wilayah ke wilayah lain. Tenaga kerja bebas menjual tenaganya sebagai komoditi untuk mendapat upah dari pasar terbuka
Pasar Sangat dibatasi oleh rintangan pajak, perampokan,
terbatasnya lembaga keuangan, dan transportasi yang buruk
Pedagang di pasar bebas tidak dibatasi oleh hambatan tradisional (monopoli kelas, terbatasnya pemilikan, proteksionisme, dsb). Pasar mengatur prinsip distribusi dan konsumsi
Hukum yang berlaku Bersifat khusus, penerapannya berbeda setiap kelompok sosial yang ada. Penerapan dan keputusan hukum bersifat patrimonial
Motivasi utama Untuk memuaskan kebutuhan sehari-hari. Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang besar masih kurang menarik
Untuk mencapai keuntungan maksimal. Motivasi perilaku ekonomi adalah untuk mencapai keuntungan tertinggi
(Sumber: Piotr Sztompka, 1993:83-84) Sebelumnya, Auguste Comte juga telah menjelaskan bahwa tatanan masyarakat modern ditandai oleh enam hal, yaitu konsentrasi tenaga kerja di pusat perkotaan,
Berdasarkan uraian Max Weber dan Auguste Comte, maka masyarakat modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Individualisme
Dalam masyarakat modern, yang memegang peran sentral adalah individu, bukan
komunitas, kelompok, atau bangsa.Seseorang bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari satu kelompok menuju kelompok lain, bebas memilih keanggotaan sosial, bebas menentukan tindakannya dan bertanggung jawab secara pribadi atas keberhasilan dan kegagalannya.
b. Deferensiasi
Dalam masyarakat modern, terjadi spesialisasi pekerjaan dan keahlian.Berbagai bidang pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus berkembang di masyarakat modern.Dalam bidang konsumsi juga terjadi deferensiasi. Akhirnya, deferensiasi pekerjaan dan konsumsi memberi kesempatan kepada setiap orang untuk memilih pekerjaan, pendidikan, dan gaya hidup masing-masing.
c. Rasionalitas
Birokrasi dan manajemen organisasi dalam masyarakat modern, didasarkan kepada perhitungan (rasional) dan menganut prinsip efisiensi.
d. Ekonomisme
Seluruh aspek kehidupan masyarakat modern didominasi oleh kegiatan ekonomi, tujuan ekonomi, kriteria ekonomi, dan prestasi ekonomi.Pusat perhatian masyarakat modern adalah produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.Semua itu diukur dengan uang sebagai alat tukar.Bahkan, hubungan kekeluargaan dikesampingan demi kepentingan ekonomi.
e. Perkembangan
Modernitas cenderung berkembang meluas ke seluruh penjuru dunia, sehingga berubah menjadi globalisasi. Selain meluas, modernitas juga menjangkau kehidupan paling pribadi, sehingga memengaruhi kepercayaan keagamaan, perilaku sosial, selera konsumsi, pola hiburan, dan sebagainya.
Setelah zaman penjajahan berakhir, negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin berusaha mengejar ketertinggalan mereka dengan melakukan modernisasi. Mereka
melakukan industrialisasi demi meningkatkan perekonomian dan mencapai tahap “tinggal landas”. Tahap “tinggal landas” adalah suatu tahap yang dilalui masyarakat ketika
seolah tidak terkejar. Akibatnya, kesenjangan selalu saja terjadi dan semakin lebar. Negara-negara maju mampu mengeksploitasi kekayaan alam Negara-negara-Negara-negara berkembang untuk kepentingan mereka sendiri. Di sisi lain, negara-negara berkembang semakin tergantung kepada negara-negara maju.
2. Ciri-ciri Modernisasi
Tim Dosen PLSBT. (2005:121-122) mengatakan bahwa modern merupakan salah satu model kehidupan yang ditandai dengan ciri-ciri modern:
a. Naturitas kebutuhan material dan ajang persiapan kebutuhan manusia.
b. Kemajuan teknologi dan industrialisasi, individualisasi, sekularisasi, diferensiasi, dan akulturasi.
c. Modern banyak memberikan kemudahan bagi kita.
d. Berkat jasanya, hamper semua keinginan manusia terpenuhi e. Modernisasi juga memberikan melahirkan teori baru
f. Mekanisme masyarakat berubah menuju prinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan yang berlebihan.
g. kehidupan seorang perhatian religiusnya dicurahkan untuk bekerja dan menumpuk kekayaaan.
3. Syarat-syarat Modernisasi
Tim Dosen PLSBT. (2005:121) mengatakan bahwa modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada faktor rehabilitasi, modernisasi bersifat preventif, dan kontraktif agar proses tersebut tidak mengarah pada angan-angan. Modernisasi dapat terwujud melalui beberapa syarat, yaitu:
a. Cara berpikir ilmiah yang institusionalized dalam kelas penguasa maupun masyarakat. Hal ini menghendaki sistem pendidikan dana pengajaran yang terencana dengan baik. b. Sistem administrasi negara yang baik yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
c. Adanya system pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu atau lembaga tertentu.
d. Penciptaan iklim yang baik dan teratur dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat komunikasi massa. Hal ini patutnya dilakukan tahap demi tahap, karena banyak sangkut pautnya dengan system kepercayaan.
e. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak disiplin tinggi bagi pihak lain di pihak pengurangan kepercayaan .
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaannya.
Asnaafidatul. (2013). (https://asnaafidatul.wordpress.com/2013/05/19/globalisasi-dan-modernisasi/) mengungkapkan bahwa faktor-faktor modernisasi sebagai berikut:
a. Hasil kontak sosial dengan kebudayaan lain. b. Adanya penemuan baru.
c. Perubahan cara berpikir masyarakat menjadi cara berpikir yang ilmiah. d. Perubahan sistem pemerintahan suatu negara atau masyarakat.
e. Munculnya sentralisasi wewenang dalam kehidupan sosial.
5. Pengaruh Modernisasi
Suhardi, Sunarti, Sri. (2009:49-57) mengatakan bahwa pengaruh modernisasi yaitu: a. Pengaruh modernisasi dibidang ekonomi
1) Pertumbuhan ekonomi yang cepat
Suatu negara yang melakukan proses modernisasi, secara umum mengalami pertumbuhan ekonomi sangat cepat dibandingkan dengan sebelum melakukan modernisasi. Angka pertumbuhan nilai diukur dengan cara menjumlahkan semua barang dan jasa yang dihasilkan dari suatu negara tahun selama periode tertentu .jumlah yang diperoleh disebut groos domestic product (GDP). Apabila nialai GDP dibagi dengan seluruh jumlah penduduk yang ada di negara tersebut maka akan diperoleh angka standar hidup .
2) Pertumbuhan ekonomi dalam sistem modern
Pertumbuhan ekonomi dalam sistem modern mengandung resiko,yaitu semakin melebarnya kesenjangan sosial-ekonomi. Hal seperti ini,karena GDP sebagai tolak ukur pendapatan perkapaita didasarkan pada jumlah total dari nilai barang dan jasa. Sementara itu diketahui oleh orang atau kelompok pemilik modal besar yang berjumlah sedikit. Dengan demikian tinggi rendahnya angka GDP belum bisa sepenuhnya menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan masyarkat.
3) Konsentrasi produksi dikota dan dikawasan urban
Masyarakat negara yang menerapkanmodernisasi,memusatkan kegiatan
ekonominya di daerah daerah perkotaan. Berbagai kegitan industri di bangun di kota kota sehingga kota berkembang semakin pesat dan makin padat. Sementara itu di desa desatetap tertinggal dan kekurangan sumber daya,dengan banyaknya penduduk desa berimigrasi ke kota untuk mencari pekerjaan.
4) Penggunaan mesin sebagai pengganti tenaga manusia dan hewan
Sebelum modernisasi terjadi kegiatan ekonomi di sektor pertaniaan banyak menggunakan tenaga manusia dan hewan. Pembajakan,penanaman
5) Terbukanya pasar tenaga kerja berkompetensi bebas dan berkurangnya pengangguran
Tuntutan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi dan kecakapan khusus,menuntut setiap orang yang memasuki dunia kerja untuk membekali kecakapan khusus orang yang ingin memperoleh pekerjaan yang diinginkan harus menyiapkan diri dengan persyaratan yang diminta,maka terjadi persaingan bebas berdasarkan kemampuan.
6) Terkonsentrasinya tenaga kerja di pabrik dan di perusahan rakasa
Seperti hal ini,merupakan dampak langsung dari kosnsntari ekonomi didaerah perkotaan dan urban,dengan didirikanya perusahaan perusahaan di kota maka para pekerja akan konsentarsi disana.
7) Pentingnya peranan pengusaha dalam mengendalikan kegiatan ekonomi Inti kegiatan industri adalah kegiatan ekonomi, dalam sistem ekonomi
modern,kegiatan ekonomi didorong untuk memberikan kesempatan yang luas pada sektor suwasta. Sektor suwasta ini saling berkompetensi untuk memperoleh keuntungan yang besar, supaya kompetensi berjalan sehat dan adil, maka negara mengngambil peranan sebagai regulator dan fasilitator,hal tersebut menarik perhatian individu atau kelompok untuk terjun dalam dunia bisnis.
b. Pengaruh modernisasi dibidang struktur sosial 1) Munculnya kelompok sosial baru
Pada masyarakat tradisonal setatus sosial seseorang dilihat dari usia
keturunan,jenis kelamin dan agama namun kelas kelas sosial pada masyarakat yang mengalami moderenisasi melihat setatus sosial seseorang berdasarkan ekonomi
2) Munculnya kemiskinan
Sebagain besar warga masyarakat mengalami proses proletarisasi dan kemiskinan, tunutan hidup yang semakin tinggi membuat buruh teratih-tatih dalam mengikuti tuntutan kehidupan
3) Munculnya kelas pemilik modal
Terdapat kelompok pemilik modal yang selalu menumpukan kekayaan yang memperoleh dari keuntungan perushaan.Penumpukan kekayaan yang mereka peroleh dari usaha yang sebenarnya merupakan hasil kerja buruh,mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial antara buruh dengan para pengusaha.
4) Munculnya kelas sosial baru
c. Pengaruh modernisasi di bidang politik Pengaruh-pengaruh itu adalah sebagai berikut : 1) Peran negara semakin besar
Semakin berkembangnya kegiatan industri, negara memperoleh peran baru, yaitu mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan produksi, distribusi kekayaan,
melindungi kegiatan ekonomi, dan merangsang pengembangan pasar luar negeri. 2) Mengembangkan pemerintahan yang berdasarkan hukum
Setiap warga negara berkedudukan sama dalam hukum. Hukum harus dapat melindungi setiap warga negara, baik aparat pemerintah maupun warga sipil. Setiap pelanggaran harus diproses secara hukum. Inilah yang seharusnya dijalankan oleh negara.
3) Berkembangnya penggolongan warga negara
Proses modernisasi melahirkan industrialisasi di segala bidang. Di samping itu industrialisasi juga melahirkan berbagai spesialisasi pekerjaan. Di posisi sosial paling atas terbentuklah kaum sosial yang beranggotakan kaum pemilik modal (kapitalis), dan ijenjang paling bawah terbentuk kelas kaum buruh yang mengalami proletarisasi.
4) Berkembangnya organisasi birokrasi rasional
Organisasi ini bersifat impersonal, atau melaksanakan fungsinya seolah-olah sebuah mesin yang sedang bekerja, tanpa unsur subjektivitas. Birokrasi
merupakan sekelompok orang yang mengerjakan fungsi menejemen (pengelolaan) organisasi dan administrasi berdasarkan prosedur yang sudah baku.
d. Pengaruh modernisasi di bidang kebudayaan
Kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari keneradaan masyarakat. Sekelompok orang dapat dikatakan masyarakat apabila memiliki kebudayaan sebagai suatu sistem yang mengatur pola perilaku warganya. Dalam hal modernisasi pengaruh itu adalah sebagai berikut :
1) Terjadinya sekulerisasi
Salah satu ciri masyarakat modern adalah rasionalitas. Orang-orang modern mempercayai sesuatu berdasarkan pertimbangan akal. Pertimbangan akan mendasarkan argumentasi kepada hal-hal yang bersifat manusiawi dan duniawi. Hal seperti ini berdampak kepada merosotnya keyakinan bergagama, keyakinan kekuatan ghaib, serta nilai dan norma tradisional yang dinilai tidak termasuk terhadap akal.
2) Pentingnya peranan Ilmu Pegetahuan dan Teknologi
dikembangkanlah teknologi untuk menguasai dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di alam. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia modern mampu melihat isi kedalaman samusdra dan menjelajah ruang angkasa. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, manusia modern selalu berhubungan dengan teknologi.
3) Demokritasisasi pendidikan
Dalam masyarakat zaman dahulu, pendidikan hanya dinikmati oleh para
bangsawan. Akan tetapi, pada saat ini semua orang dari lapisan masyarakat berhak mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
4) Munculnya kultur masa
Kultur masa adalah tersebarnya semua hasil kreasi estetika ke seluruh lapisan masyarakat. Benda-benda hasil kreasi seni dijadikan komoditas ekonomi yang dapat dibeli oleh siapapun.
e. Pengaruh modernisasi dalam kehidupan sehari-hari 1) Urusan pekerjaan terpisah dari kehidupan keluarga
Berbagai bidang pekerjaan dalam masyarakat modern, jumlahnya semakin banyak seiring dengan deferensiasi pekerjaan. Setiap urusan pekerjaan tidak memiliki hubungan langsung dengan urusan keluarga. Pekerjaan adalah hubungan seseorang dengan instansi atau perusahan dengan memperjakannya. Hal ini berneda dengan masyarakat tradisional yang tidak memisahkan urusan keluarga dengan urusan pekerjaan.
2) Privatisasi keluarga
Semakin modern suatu masyarakat, kedudukan keluarga semakin mandiri. Masyarakat tidak mencampuri urusan keluarga. Berbeda dengan masyarakat tradisional, yang beranggapan bahwa urusan keluarga juga menjadi urusan masyarakat adat.
3) Pemisahan antara waktu untuk bekerja dengan waktu untuk bersantai
Orang-orang zaman modern memiliki pemisahan yang tegas antara waktu untuk bekerja dengan waktu untuk istirahat. Berbeda dengan petani atau nelayan
tradisional, waktu untuk bekerja tidak dibatasi secara tegas. Kapanpun datangnya pekerjaan saat itu pula harus ditangani.
4) Peningkatan konsumenrisme
6. Dampak Positif dan Negatif Modernisasi
Anapradhita. (2011). (http://anapradhita.blogspot.com/2011/05/modernisasi.html) mengatakan bahwa modernisasi yang terjadi dalam suatu wilayah akan memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak positif modernisasi:
a. Berubahnya pola pikir masyarakat
Modernisasi mengubah pola pikir dari yang sebelumnya irasional menjadi rasional. b. Berkembangnya IPTEK.
Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan teknologi memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikiran maju.
c. Tingkat pengangguran berkurang
Dengan adanya industri-industri baru yang memproduksi alat-alat komunikasi serta transportasi akan membuka lapangan kerja tersendiri bagi pengangguran.
d. Meningkatnya produktivitas manusia karena proses produksi dikerjakan menggunakan teknologi/ mesin.
e. Tersedinya berbagai barang konsumsi
Selain menimbulkan dampak positif, modernisasi juga membawa pengaruh negatif bagi masyarakat antara lain:
a. Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Hal ini terjadi karena kota mengalami proses modernisasi lebih cepat sehingga menarik orang-orang desa untuk ke kota. Seperti teknologai komunikasi dan transportasi yang lebih lengkap.
b. Berkurangnya areal hijau
Area pertanian, hutan-hutan, bukit-bukit yang seharusnya tetap hijau untuk menjaga kelestarian lingkungan malah digunakan untuk mendirikan industri-industri baru, sehingga dapat merusak ekosistem lingkungan.
c. Konsumerisme
Barang-barang konsumsi yang sangat banyak membuat sebagian besar masyarakat hanya menjadi konsumen. Masyarakat menjadi hedonisme atau ingin enaknya saja, jadi masyarakat tidak perlu tau menau bagaimana cara memproduksi tapi hanya sekedar memanfaatkan barang-barang yang telah ada. Sebagai contoh semakin banyaknya makanan dan bumbu-bumbu instant.
d. Kesenjangan sosial
sedangkan orang lain tidak, maka akan membuat semakin curamnya jurang pemisah antara individu yang satu dengan individu yang lain.
e. Kenakalan remaja (seks bebas)
Beberapa kenakalan remaja terjadi karena semakin mudahnya akses ke dunia
luar.Misalnya dengan banyaknya internet memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dari seluruh dunia.Di samping itu juga mudahnya akses membuka situs-situs porno sehingga menimbulkan kenakalan-kenakalan remaja bahkan seks bebas. f. Individualistik
Berkembangnya teknologi yang memudahkan manusia dalam beraktivitas membuat sebagian masyarakat menjadi lupa akan kedudukan dirinya sebagai makhluk sosial. g. Lunturnya jati diri suatu bangsa
Semakin derasnya arus modernisasi tanpa diimbangi dengan ideologi bangsa yang kuat akan melunturkan jati diri negara tersebut.
7. Kritik Modernisasi
Suhardi, Sunarti, Sri. (2009:57) mengatakan bahwa dari semua pengaruh modernisasi terutama yang bersifat negatif modernisasi mendapat kritik, kiritik itu berasal dari para pakar yang mampu melihat sisi yang merugikan akibat modernisasi.
a. Modernisasi membuat manusia menjadi terasing.
Menurut Karl Marx manusia adalah makluk yang bersifat bebas dan suka
bergaul,modernisasi telah membuat masyarakat manusia menjadi berkelas-kelas, kelas terbesar kaum buruh yang tertindas dan hanya dijadikan mesin ekonomi,akibatnya mereka mengalami ketersaingan (alienasi).Alienasi berarti hilangnya untuk bergaul, semua ini membuat manusia tidak berprikemanusiaan.
b. Modernisasi membuat masyarakat menjadi anomi
Menurut Emile Durkhem,sifat dasar manusia adalah buas, egoistis dan individualistis. Manusia untuk siap tempur untuk memperjuangkan kepentingan tanpa menghiraukan orang lain. Sifat seperti itu hanya dapat dikendalikan oleh nilai dan norma sosial sehingga kehidupan manusia selaras. Apabila didalam masyarakat terjadi suatu keadaan tanpa norma anomi maka berbagai penyimpngan prilaku akan menggangu keselarasan masyarakat, kondisi kehidupan modern telah merusk kehidupan
tradisional yang seblumnya terjadi pengontorol kehidupan manusia. c. Moderinitas menghancurkan kebersamaan
Menurut Ferdinand Tonnies masyarakat paguyuban yang didasari nilai nilai
hanya bicara seperlunya urusan bisnis dan terkesan dingin tidak ada komunikasi yang hangat untuk mencurahkan isi hati.
d. Modernisasi merusak ekosistem
Para pakar ilmu alam dan ilmu ekonomi sangat memperhatikan kelestarian lingkungan hidup (ekosistem), modernisasi yang ditandai dengan industri yang menguras sumber daya alam merupakan merusak lingkungan hidup berbagai pencemaran baik darat, di laut maupun diudara .
e. Modernisasi mengakibatkan kolonialisasi dan neokolonisasi
Lenin beranggapan bahwa para kapitalis selalu berusaha menggambil keuntungan sebesar besarnya, hal tesebut menyababkan terjadinya kolonialisasi (negara maju mendudukui negara lain secara militer) dan neokoloniasasi (penjajahan secara ekonomi atau politik). Negara berkambang atau negara miskin dijadikan sumber bahan mentah industri sekaligus pemasaran produk industri negara-negara maju .posisi negra keterbelakangan dan yang bekembang lemah belum menguasai teknologi dan tidak cukup mengalami modal untuk membangun industri
f. Modernisasi dapat menyulut peperangan
Zgmunt bauman (Suhardi, Sunarti, Sri. 2009: 57) bahwa selama proses modernisasi di seluruh dunia telah terjadi peperangan yang mnyebabkan 100 orang tewas. Alas an pertama industri yang mekankan peoleh keunntungan sebesar besarnya menimbulkan konflik tajam dalam bidang ekonomi. Alasan kedua menurunya nilai kemanusiaan kaum kapitalis tak segan segan mendanai perang untuk menyingkirkan hambatan untuk memenangkan kompetensi .alasan ketiga perkembangan teknologi mebuat teknologi perang semakin canggih.
g. Modernisasi mengakibatkan ketimpangan sosial
Industri sebagai ciri modernisasi melahirkan kelompok sosial baru yang didsarkan kepada kepemilikan modal besar ,akibatnya kegitan ekonomi terpusat pada beberapa orang saja sehingga peindustrian hasil juga tidak merata. Modernisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru berpotensi sebaliknya memiskin kan masyarakat. Kondisi ini dapat diatasi apabila ada kebijakan kebijakan yang di keluarkan pemerintah memihak orang miskin.
B. Hakikat Globalisasi 1. Pengertian Globalisasi
Sardjiyo, dkk. (2008: 4.3) menjelaskan bahwa globalisasi ini katanya adalah global, yang artinya bumi atau dunia. Globalisasi artinya suatu keadaan atau kondisi di mana isu dan masalah-masalah yang ada menyangkut berbagai bangsa dan negara atau bahkan seluruh dunia. Pengertian lain bisa berasal dari kata global yang bermakna keseluruhan (universal).
melintasi batas-batas negara dan tentang sistem keterhubungan dalam lingkungan, budaya, ekonomi, politik, dan teknologi. Di samping itu, untuk dapat memahami lebih mendalam di perlukan berbagai perspektif atau sudut pandang dan pendekatan terhadap kenyataan bahwa sementara para individu dan kelompok-kelompok memiliki pandangan hidup yang berbeda, tetapi mereka juga memiliki kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan yang sama Skeel (Sardjiyo, dkk, 2008: 4.3).
Suhardi, Sunarti, Sri. (2009: 59-60) menjelaskan bahwa modernitas cenderung berkembang meluas ke seluruh dunia. Negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia dan negara-negara dunia kedua bekas Unisoviet berlomba-lomba membangun negaranya untuk mengejar ketertinggalan mereka. Usaha modernisasi yang dilakukan banyak negara telah melahirkan gejala baru sejak tahun 1980-an. Gejala itu disebut globalisasi.
Globalisasi pada dasarnya merupakan kelanjutan dari proses modernisasi yang kian meluas, sekaligus merupakan akibat langsung dari proses modernisasi. Setelah banyak negara berlomba-lomba memodernisasi diri, yang terjadi justru ketergantungan.Anthony Gidden (Suhardi, Sunarti, Sri. 2009: 59-60) mengatakan bahwa semua masyarakat di dunia salaing bergantung.Semakin lama, tingkat ketergantungannya semakin tinggi. Tidak ada satu masyarakatpun yang tidak membutuhkan bantuan masyarakat lain. Ketergantungan ini disebut dengan globalisasi.
Dalam hal sumber daya pangan misalnya, ada masyarakat (negara) yang mengalami surplus bahan pangan, namun masyarakat lain justru kekurangan bahan pangan. Kenyataan itu membuat masyarakat yang mengalami kekurangan membutuhkan pasokan bahan pangan dari masyarakat yang berkelebihan.Sebaliknya, masyarakat yang berkelebihan membutuhkan masyarakat yang berkekurangan untuk dijadikan pasar yang menyerap produk pangan.
Semakin berkembang besar industrinya, negara-negara maju membutuhkan daerah pemasaran yang luas.Karena itu mereka mengekspor hasil indusrtinya ke negara-negara dunia kedua dan dunia ketiga.Sebaliknya negara-negara dunia kedua dan dunia ketiga hanya
bisamembeli produk-produk mereka (terutama barang-barang modal seperti mesin) karena belum bisa membuat sendiri.Kecuali belum menguasai teknologinya, juga karena tidak cukup memiliki modal untuk mengembangkannya.
Keadaan saling bergantung dan saling membutuhkan seperti itu terjadi hampi di semua bidang kehidupan masyarakat, baik teknologi, perindustrian, pertanian, perdagangan, dan lain-lain. Oleh karena itu, sesungguhnya tidak ada satu masyarakatpun yang mapu berdiri sendiri tanpa bantuan masyarakat lain.
2. Ciri-ciri Globalisasi
Herimanto, dkk.(1966: 5) menjelaskan lebih rinci bahwa globalisasi digerakkan oleh kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi dan informasi komunikasi. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
a. Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia.
b. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi, satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi sedemikian cepatnya, sehingga memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
c. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
d. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, fim, musik, dan transmisi berita dan olahraga internasional). Saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beranekaragam budaya, misalnya dalam bidang fashion dan makanan. e. Meningkatknya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional dan lain-lain.
Globalisasi dimunculkan oleh negara-negara maju, karena mereka merasa telah lebih maju dalam menguasai teknologi, telah merasa memperoleh kemajuan yang sangat pesat, terutama di bidang informasi, komunikasi, dan transportasi.
Omika, Hefri Asra. ( http://infosos.wordpress.com/kelas-xii-ips/modernisasi-dan-globalisasi/) mengungkapkan bahwa hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegara sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu para pedagang dari Cina dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat maupun jalan laut untuk berdagang.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan dan menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.
Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan
antarbangsa dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesia, perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia, Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh.Runtuhnya komunisme seakan memberi
pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia.Implikasinya, negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas.Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi.Hasilnya, sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur.
4. Syarat-syarat Globalisasi
Hafidz Izan. (2011). (http://notoasmoro.blogspot.com/2011/08/modernisasi-dan-globalisasi.html) mengatakan bahwa syarat-syarat globalisasi yaitu:
a. Cara berpikir ilmiah (scientific thingking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat
b. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi. c. Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan berpusat pada suatu lembaga atau
badan tertentu.
d. Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media massa.
f. Sentralisasi wewenang dan perencanaan sosial (social planning) yang tidak mementingkan pribadi maupun golongan.
5. Bentuk-bentuk Globalisasi a. Globalisasi di bidang politik
Suhardi, Sunarti, Sri. (2009: 59-63) menjelaskan lebih rinci masyarakat dunia telah menyatu dengan adanya kesatuan politik dan militer lintas negara seperti NATO, ASEAN, PBB, Parlemen Eropa, Mahkamah Internasional, dan Interpol.
1) North Atlantic Treaty Organization (NATO)
NATO adalah aliansi militer yang beranggotakan 16 negara (Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Islandia, Italia, Luxemburg, Nederland, Norwegia, Portugal, Spanyol, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat).Sejak terbentuknya pada tahun 1949, NATO bertujuan untuk menghadapi kekuatan komunis yang dipimpin oleh Uni Soviet dan untuk memelihara keamanan di bekas musuh-musuhnya yang kemudian berabung dalam NATO.
Pada saat Uni Soviet masih ada, kekuatan NATO dihadapi dengan aliansi serupa yang dibentuk Uni Soviet, yaitu Pakta Warsawa.
2) Association of Southeast Asean Nation (ASEAN)
ASEAN adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ada semSembilangara yang menjadi anggota ASEAN, diantaranya Brunei, Burma, Indonesia, Laos, Malaysia, Pilipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan kerjasama di bidang ekonomi, kemudian, dan sosial, serta untuk menjaga stabilitas keamanan
wilayahnya. Bentuk kerjasama yang telah dilakukan antara lain mengurangi tarif yang menghambat perdagangan antaranggota, program keluarga berencana, pencegahan penyalahgunaan narkoba, program gizi dan kesehatan, bantuan bencana alam, transportasi, program di bidang wanita dan kepemudaan, dan riset sejarah. Di samping itu, juga membangun proyek bersama dalam bidang
kepariwisataan dan pertukaran guru, siswa, dan seniman. 3) Perserikatan Bangsa-Bangsa
Perserikatan Bngsa-Bangsa di bentuk pada tanggal 24 Oktober 1945 yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia serta untuk perbaikan kemanusiaan.Hampir semua negara merdeka menjadi anggotanya.Negara-negara itu mengirimkannya perwakilannya di markas PBB di New York.Disanalah para wakil setiap anggota mengadakan sidang untuk memecahkan persoalan yang dihadapi dunia, apabila ada negara-negara yang terlibat peperangan.
Parlemen Eropa terdiri dari 626 anggota, mereka mengadakan pertemuan beberapa bulan sekali di Starsbourg, Perancis.Sebenarnya, organisasi ini tidak memiliki kekuatan seperti parlemen sebuah negara.Hanya Dewan Menteri yang memiliki kekuasaan membuat peraturan yang mengikat negara-negara
anggota.Anggota yang duduk dalam Dewan Menteri mewakili pemerntah negara masing-masing.
5) Interpol
Interpol (International Criminal Police Organization) adalah sebuah organisasi polisi yang beranggotakan sekitar 175 negara.Interpol berdiri sejak tahun 1923 dan bermarkas di Lyon, Perancis.Organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan kerjasama di antara anggota-anggotanya.Setiap anggota harus bertindak dalam batas-batas hukum negara masing-masing.Interpol dilarang oleh undang-undangnya sendiri untuk menyelidiki atau mencampuri urusan militer, politik, rasial, atau agama.
b. Globalisasi di bidang ekonomi
kerjasama di bidang ekonomi antar negara telah menyatukan negara-negara yang terlibat dalam berbagai bentuk organisasi supranasional. Di Eropa terdapat European Free Trade Assosiation (EFTA), dan European Community (EC). Di kalangan negara-negara pengeksplor minyak terdapat Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), sedangkan negara-negara yang lain bersatu membentuk Multinational Corporation.
1) European Free Trade Assosiation (EFTA)
European Free Trade Assosiation beranggotakan empat negara Eropa Norwegia, Swiss, Islandia, dan Lichtenstein.Komunitas ini berdiri sejak tahun 1996 dan bermarkas di Genewa, Swiss.
2) Komunitas Eropa (European Community)
Organisasi ini beranggotakan 15 negara Eropa Barat, yaitu Austria, Belgia, Denmark, Finladia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luxemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Negara-negara itu bekerja sama dalam bidang ekonomi dan politik. Salah satu bentuknya adalah dengan menciptakan Pasar Tunggal Eropa yang menghapuskan sama sekali hambatan tarif investasi dan perdagangan di antara mereka. Organisasi ini bermarkas di Brussel, Belgia sejak pertama kali didirikan tahun 1993.
Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) beranggotakan 12 negara yang pendapatan utamanya sangat bergantung dari penjualan minyak bumi yang mereka hasilkan.Tujuan utama dibentuknya organisasi ini adalah meningkatkan pendapatan mereka dari penjualan minyak di pasaran internasional.Negara-negara anggota OPEC secara keseluruhan mengusai sekitar 2/3 samapai 3/4 cadangan minyak dunia. Organisasi yang didirikan pada tahun 1960 itu beranggotakan Algeria, Gabon, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Venezuela.
4) Perusahaan Multinasional (Multinasional Corporation)
Organisasi bisnis ini berpusat di satu negara tertentu, namun memiliki cabang-cabang dan proyek-proyek di banyak negara lain. Organisasi ini, bergerak dalam bidang keuangan, produksi, perdagangan, riset, dan pengembangan.Sejak
berakhirnya Perang Dunia II, banyak Multinational Corporation (MNC) berdiri, yang paling besar antara lain Exxon, Ford, General Motors, dan Royal Dutch atau Shell. Tujuannya dibentuknya MNC adalah:
a) untuk menguasai suplai bahan mentah industri,
b) untuk memperoleh tenaga kerja dan bahan mentah yang murah, c) untuk menghindari biaya impor barang, serta
d) untuk menghindari ongkos produksi yang tinggi di negerinya sendiri.
Selain keempat bentuk asosiasi ekonomi diatas, masih ada perusahaan-perusahaan berskala Internasional seperti Pepsi Cola, McDonald, KFC, dan lain-lain.Semua itu
merupakan penguasa-penguasa baru di bidang ekonomi dunia.Pemasaran mereka tidak lagi di satu negara, tetapi di seluruh dunia.Dengan dibukanya cabang-cabang di berbagai negara di dunia, seolah-olah dunia telah menjadi satu pasar, tidak ada lagi batas-batas yang
menghambat operasi mereka.
c. Globalisasi di bidang kebudayaan
di bidang kebudayaan terjadi keseragaman, karena media televisi mampu mengubah wajah dunia menjadi tanpa batas. Menurut Mc. Luhan, dunia menjadi satu wilayah kecil yang disebut Dusun Global. Ada sebuah pepatah yang berbunyi ibarat jarum jatuh di pojok selatan desa, suaranya akan terdengar ke seluruh penjuru desa. Demikianlah yang terjadi pada era globalisasi ini.Berkat televisi sebagai media yang mampu menyampaikan serita secara cepat dan langsung, suatu yang terjadi di slah satu sudut dapat diketahui oleh orang-orang yang berada di mana pun di
langsung dari suatu stadion di negara tertentu. Berjuta-juta penggemar sepok bola dapat menyaksikannya pada saat yang sama melalui pesawat televisi.
Dunia memang sudah benar-benar menjadi Dusun Global, karena tidak hanya televisi yang menyatukan dunia.Koran yang terbit secara Internasional, pergerakan penduduk antarnegara, muncul bahasa Inggris sebagai bahasa dunia, dan teknologi komputer, juga sudah menyeragamkan dunia menjadi satu kebudayaan global.
Inilah hakikat globalisasi.Paling tidak ada dua ciri era globalisasi, yaitu adanya saling ketergantungan, dan semakin berkembangnya teknologi informasi dan
komunikasi.Perkembangan bidang telekomunikasi telah membuat hubungan
antarnegara semakin meningkat.Sarana komunikasi seolah-olah telah menghilangkan jarak dan waktu. Dengan bantuan satelit, radio, televise, telepon, faksimili, dan internet; orang-orang dipenjuru dunia dapat mengikuti peristiwa yang ada belahan dunia lain yang jauh.
6. Faktor-faktor Globalisasi
Asnaafidatul. (2013). (https://asnaafidatul.wordpress.com/2013/05/19/globalisasi-dan-modernisasi/) mengungkapkan bahwa faktor-faktor globalisasi adalah sebagai berikut:
a. Faktor Ekstern
Faktor Ekstern munculnya globalisasi berasal dari luar negeri dan perkembangan dunia. Faktor tersebut sebagai berikut.
1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknology (Iptek). 2) Penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih. 3) Adanya kesepakatan internasional tentang pasar bebas.
4) Modernisasi atau pembaruan di berbagai bidang yang dilakukan negara-negara di dunia mempengaruhi negara lain untuk mengadupsi atau meniru hal yang sama. 5) Keberhasilan perjuangan prodemokrasi di beberapa negara di dunia sedikit banyak
memberi inspiransi bagi munculnya tuntutan tranparansi dan globalisasi di sebuah negara.
6) Meningkatnya peran dan fungsi lembaga-lembaga internasional. 7) Perkembangan HAM
b. Faktor Intern
Faktor intern munculnya globalisasi berasal dalam negeri.Berikut faktor-faktor intern tersebut.
1) Ketergantungan sebuah negara terhadap negara-negara lain di dunia. 2) Kebebasan pers.
3) Berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan.
7. Dampak positif dan negatif globalisasi
Globalisasi akan menimbulkan gejala perubahan terhadap kelompok sosial yang bersangkutan. Pada setiap gejala perubahan akan menimbulkan konflik atau perbedaan sudut pandang yang terjadi antar kelompok ada yang menerima dan yang menolak arus globalisasi tersebut.
Dampak globalisasi terhadap budaya Indonesia: a. Dampak positif globalisasi
1. Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui sarana telekomunikasi seperti radio, televisi, film, dan sarana elektronik lainnya.
2. Di bidang sumber daya manusia, globalisasi menumbuhkankinerja yang berwawasan luas dan beretos kerja tinggi.
3. Di bidang sosial budaya, globalisasi dapat menumbuhkan dinamika yang terbuka dan tanggap terhadap unsur-unsur pembaharuan.
b. Dampak negatif globalisasi 1. Guncangan budaya
Menurut Soeryono Soekanto, guncangan budaya terjadi apabila warga masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi. Hal ini berlangsung apabila ada anggota masyarakat yang tidak siap menerima kenyataan perubahan-perubahan akibat globalisasi.
2. Ketimpangan budaya
Ketimpangan budaya adalah suatu kenyataan bahwa masuknya unsur-unsur globalisasi tidak terjadi secara serempak.Unsur-unsur yang terkait dengan teknologi masuk sedemikian cepatnya, sedangkan unsur-unsur sosial budaya, katakanlah di bidang pendidikan sedemikian lambatnya. Di pihak lain ada sekelompok masyarakat yang begitu cepat menyerap dan menerima unsur-unsur globalisasi. Akan tetapi, ada juga sekelompok masyarakat yang begitu tertinggal untuk menerima unsur-unsur globalisasi tersebut.akibat situasi tersebut, perubahan unsur-unsur sosial budaya yang terjadi dalam
masyarakatnya juga tidak terjadi secara serempak. Ketidakserempakan inilah yang dapat dikenal dengan ketimpangan budaya.
3. Pergeseran nilai-nilai budaya yang menimbulkan anomie
sosial budaya mana yang paling cocok untuk mengantisipasi arus globalisasi yang sedang berlangsung.
Diantara kelompok masyarakat yang paling kebingungan adalah kelompok remaja yang secara sosial belum memiliki identitas yang mantap.Kelompok masyarakat lainnya adalah mereka yang secara tiba-tiba “ketiban rezeki nomplok” menjadi orang kaya baru, karena berbagai “keberuntungan”. Contoh akibat adanya anomie, yaitu:
1. Pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkotik yang melanda para remaja.
2. “aji mumpung” dan “konsumerisme” di kalangan orang kaya baru.
Dapat dikatakan bahwa kehidupan manusia pada abad 21 tidak akan terlepas dari teknologi canggih, seperti: internet, yang sejak diluncurkan telah menjadi big bang disetiap wilayah di seluruh dunia. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa globalisasi tidak dapat dihindari lagi, karena telah menjadi bagian yang penting bagi sebagian kelompok orang.Melalui internet pencampuran
kebudayaan sangat mudah terjadi, namun sebagian dari suatu kelompok sosial, kita harus dapat menentukan bagian mana yang harus diadopsi, dan bagian mana dari kebudayaan itu yang harus kita hindari.Karena globalisasi dapat membawa efek positif dan negatif tergantung dari bagaimana kita berhadapan dengan kebudayaan tersebut.
8. Saluran Proses Globalisasi
a. Lembaga-lembaga internasional yang mengatur peraturan-peraturan internasional b. Lembaga-lembaga kenegaraan, baik dalam hubungan diplomatic secara bilateral
maupun regional
c. Lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan d. Lembaga-lembaga keagamaan
e. Lembaga-lembaga perniagaan dan industri internasional f. Saluran-saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional g. Wisata mancanegara.
9. Kelemahan dan Kekuatan Indonesia dalam Menghadapi Era Globalisasi
Amin, Zainal Ittihad. (2007: 4.42-4.45). menjelaskan bahwa untuk menghadapi globalisasi kita harus tahu kekuatan dan kelemahan yang kita miliki dalam segenap aspek kehidupan bangsa (astagatra) sebagai berikut:
Potensi wilayah darat, laut, udara dan iklim tropis sebagai ruang hidup sangat baik dan strategis, namun di sisi lain terdapat kelemahan dalam pendayahgunaan wilayah darat, laut, dirgantara dan pengaturan tata ruangnya.
2. Sumber kekayaan alam
Potensi sumber kekayaan alam di daratan, lautan, dan dirgantara, baik yang bersifat hayati maupun nonhayati, serta yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui sangat besar.Hal ini merupakan modal dan kekuatan dalam
pembangunan.Namun kelemahannya belum sepenuhnya potensi sumber kekayaan alam tersebut dimanfatkan secara optimal.Kalaupun ada yang telah dimanfaatkan masih ada diantaranya dalam pemanfaatannya kurang memperhatikan kelestarian dan distribusi hasilnya.Hal ini tidak sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Di sisi lain juga sumber kekayaan alam yang ada tidak seluruhnya dapat dijaga keamanannya dengan baik atau dengan kata lain rawan pencurian.
3. Demografi
Jumlah penduduk Indonesia termasuk nomor 4 di dunia.Pertumbuhannya dapat di tekan akibat makin meningkatnya tingkat pengetahuan masyarakat melalui program KB.Begitu juga tingkat kesehatan harapan hidup, dan kualitas fisik semakin
meningkat. Kelemahannya, sebagian penduduk Indonesia antarwilayah atau daerah atau antarpulau tidak proporsional, pertumbuhan belum mencapai zero growth dan kualitas nonfisik yang masih rendah.
4. Ideologi
Dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat kita berpegang pada ideologi pancasila.Pancasila telah diterima sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.Pembudayaan pancasila dalam kehidupan sehari-hari telah dan sedang digalakkan.Kelemahannya, pengamalan dan
pembudayaan pancasila tersebut belum sepenuhnya terwujud. Ini adalah tantangan bagi seluruh bangsa Indonesia dan jika ideologi pancasila tersebut tidak dapat memberikan harapan hidup lebih baik bukan tidak mungkin akan ditinggalkan oleh masyarakat.
5. Politik
peningkatan.Suprastruktur masih sangat dominan apabila dibandingkan dengan infrastrukutur dan substruktur.Begitu juga komunukasi politik dan partisipasi politik perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki.
6. Ekonomi
Kekuatan perekonomian Indonesia terletak pada struktur perekonomian yang semakin seimbang antara sector pertanian dengan sector industry dan jasa.Pertumbuhan perekonomian cukup tinggi (rata-rata ± 7%). Kelemahannya perindustrian Indonesia belum begitu kokoh karena masih tergantung pada impor bahan baku atau kompenen. Impor bahan baku atau kompenen serta impor bahan-bahan lainnya sampai kepada barang konsumsi membuat cadangan devisa yang semakin merosot. Belum lagi ditambah utang luar negeri, untuk membiayai pembangunan, harus dicicil dengan devisa yang kita miliki. Sementara itu dalam proses pembanguanan, terjadi ekonomi biayatinggi yang membuat inefisien biaya pembangunan. Kesenjangan ekonomi juga cenderung semakin tinggi dapat memacu dan memicu destabilisasi ekonomi dan politik yang berpengaruh terhadap kelangsungan pembangunan tersebut.perpajakan juga masih lemah dan perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan biaya pembangunan yang sedang dijalankan saat ini.
7. Sosial Budaya
Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kebhinekaannya, bagaikan kumpulan bunga berwarna-warni dalam sebuah taman. Tetapi apabila kebhinekaan atau kemajemukan tersebut tidak dapat dibina dengan baik bukan tidak mungkin dapat menjadi bibit perpecahan.Namun demikian, masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki diantaranya, berkembangnya primordialisme, kolusi, korupsi, dan nepotisme yang membudaya dan disiplin nasional yang semakin merosot.Kehidupan masyarakat agak cenderung kea rah individualistis dan matrealistis dan makin berkurangnya
keteladanan para pemimpin. 8. Pertahanan dan Keamanan
Dala bidang pertahanan dan keamanan sudah ditata sistem.Pertahanan dan keamanan rakyat semesta, doktrin Hankamrata serta diundangkannya UU No. 20/1982 tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. Di sisi lain bangsa Indonesia mewarisi tradisi sebagai bangsa pejuang yang merebut kemerdekaannya dari penjajah merupakan sumber kekuatan. Kelemahannya system pertahanan dan keamanan rakyat semesta tersebut belum sepenuhnya terwujud.Kesadaran bela negara belum
Berpijak pada kekuatan dan kelemahan yang kita miliki sebagaimana diutarakan di atas, kita menghadapi era globalisasi.Faktor yang berpengaruh sangat dominan adalah perekonomian (trade) untuk memperoleh keuntungan bagi kesejahteraan rakyat masing-masing negara.Semua kegiatan atau upaya selalu dikaitkan dengan kepentingan ekonomi atau perdagangan.Kondisi sekarang negara-negara maju menguasai sebagian besar modal, teknologi atau skill.Kondisi ini sangat
menguntungkan negara-negara berkembang.Hal ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mensejajarkan diri dengan bangsa atau negara maju tersebut.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Modernisasi adalah perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Serta globalisasi adalah suatu keadaan atau kondisi di mana isu dan masalah-masalah yang ada menyangkut berbagai bangsa dan negara atau bahkan seluruh dunia.
3. Modernisasi dapat terwujud melalui syarat yaitu sistem administrasi benar-benar mewujudkan birokrasi. Serta syarat globalisasi yaitu memiliki tingkat organisasi tinggi, terutama disiplin diri.
4. Faktor modernisasi yaitu munculnya sentralisasi wewenang dalam kehidupan sosial. Sedangkan faktor yang ditimbulkan dari globalisasi yaitu karena adanya faktor ekstern dan intern yang terjadi pada negara atau masyarakat tersebut.
5. Pengaruh modernisasi meliputi dalam bidang ekonomi, struktur sosial, politik, kebudayaan, dan kehidupan sehari-hari.
6. Modernisasi dan globalisasi memiliki dampak positif dan negatifnya masing-masing. 7. Pengaruh modernisasi terutama yang bersifat negatif modernisasi mendapat kritik yang
berasal dari para pakar yang mampu melihat sisi yang merugikan akibat modernisasi. 8. Untuk menghadapi globalisasi kita harus tahu kekuatan dan kelemahan yang kita miliki
dalam segenap aspek kehidupan bangsa.
B. Saran
Dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi harus bisa diatasi sebijak mungkin untuk mencapai suatu yang negara maju yang lebih baik dari sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Zainal Ittihad. (2007). Pendidikan Kewaeganegaraan. Jakarta: Universitas Terbuka. Anapradhita.(2011). Modernisasi. [online]. Tersedia:
http://anapradhita.blogspot.com/2011/05/modernisasi.html [21 Desember 2014] Asnaafidatul.(2013). Globalisasi dan Modernisasi. [online]. Tersedia:
https://asnaafidatul.wordpress.com/2013/05/19/globalisasi-dan-modernisasi/ [21 Desember 2014]
Omika, Hefri Asra. ( ). Modernisasi dan Globalisasi. [online]. Tersedia:
http://infosos.wordpress.com/kelas-xii-ips/modernisasi-dan-globalisasi/. [21 Desember 2014]
Sardjiyo, dkks. (2008). Pendidikan IPS di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Suhardi, Sunarti, Sri. (2009). Sosiologi 3. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Tim Dosen PLSBT. (2005). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung: CV. Maulana
Hafidz Izan. (2011). Modernisasi dan Globalisasi. [online]. Tersedia: