CUTELY ( CUTE CABBAGE JELLY )
SEBAGAI OLAHAN BERGIZI UNTUK
ANAK GUNA MELINDUNGI OTAK DARI
KERUSAKAN SARAF
Disusun oleh :
1.
Muhamad Ihsanul Faadil
(150053)
2.Aliyya Salsabila
(150011)
3.Rofingatun Nur Laila Salmah (150082
)MAN INSAN CENDEKIA PEKALONGAN
LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
Karya tulis yang berjudul “Cutely ( Cute Cabbage Jelly ) Sebagai Olahan Bergizi Untuk Anak Guna Melingungi Otak Dari Kerusakan Saraf” ini diajukan sebagai syarat untuk mengikuti Lomba Nutrition Expo Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitsa Indonesia dan dinyatakan telah mendapat persetujuan sebagai karya tulis.
Disusun oleh :
1. Muhamad Ihsanul Faadil (150053 ) 2. Aliyya Salsabila (150011 ) 3. Rofingatun Nur Laila Salmah (150082 )
Pekalongan, 29 September 2016
Disetujui oleh,
Guru Pembimbing I Guru Pembimbing II
Nur Aisyatinnaba, S.Pd. Aris Bun’Yan, S.Si.
Disahkan oleh,
Plt. Kepala MAN IC Pekalongan
Drs. Ahmad Najib, M.Pd.I NIP. 196508081991031002
ABSTRAK
Berkembangnya dunia teknologi dan informasi merupakan awal dari kemalasan anak-anak untuk mengembangkan dirinya. Mereka lebih suka segala sesuatu yang dibuat instan daripada sesuatu yang dibuat secara manual atau tradisional. Oleh karena itu, sekarang banyak sekali beredar makanan instan. Apalagi makanan instan memiliki bentuk yang menarik, warna yang bagus, serta rasa yang enak dan tentunya mudah didapatkan di pasaran. Namun, mirisnya jajanan pasar sekarang perlu dipertanyakan kebersihan dan kesehatannya. Kubis merupakan sayuran yang sangat bagus bagi anak-anak karena mengandung mineral kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi. Serta mengandung vitamin (A, beberapa B, C, dan E) dan juga vitamin K yang dapat melindungi otak dari kerusakan saraf. Karena hal tersebut, peneliti membuat inovasi olahan camilan dari kubis yaitu
Cutely (Cute Cabbage Jelly). Cutely adalah camilan berbahan dasar kubis yang dikombinasikan dengan bahan lain seperti jeruk nipis, daun pandan, dan jelly. Cara membuatnya dengan menggunakan kubis muda dan segar yang telah diubah menjadi jus kubis. Kemudian jus tersebut dimasak bersama bahan pembuat jelly. Setelah matang, dicetak, dan didinginkan. Ternyata, inovasi camilan ini berhasil membuat beberapa anak Sekolah Dasar menyukai kubis yang telah diolah ini. Bahkan, beberapa anak Sekolah Dasar tidak menyangka bahwa jelly yang mereka makan berbahan dasar kubis. Namun, sayangnya Cutely ini tidak bisa bertahan lama-lama disuhu ruangan atau suhu kamar. Cutely ini harus disimpan pada lemari pendingin atau pada suhu yang sejuk agar bau kubisnya tidak timbul lagi. Meskipun
Cutely ini baik bagi otak manusia, namun tetap saja apabila terlalu banyak mengonsumsi akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik. Diantara dampak buruknya ialah menyebabkan diare dan perut kembung.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan
karunia dan rahmat – Nya untuk kita, sehingga kita dapat menjalankan aktivitas dengan baik. Sholawat serta salam, tak lupa kita sampaikan kehadirat Nabi kita, Nabi Agung yaitu Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan, menuju zaman terang benderang ini.
Dalam penyusunannya, penyusun memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan keberkahan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah karya ilmiah ini dengan sebaik – baiknya.
2. Orang tua yang telah mendukung kami, serta mendoakan dalam kelancaran mengikuti perlombaan karya tulis ilmiah ini.
3. Guru pembimbing yang selalu membimbing dan mendampingi penulis dalam menyelesaikan makalah karya tulis ilmiah ini.
4. Bapak dan ibu guru yang selalu memberikan informasi dan dukungan kepada penulis sehingga makalah karya ilmiah ini dapat selesai dengan baik dan maksimal.
5. Teman – teman yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan makalah karya tulis ilmiah ini.
Kami selaku penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan karya tulis ini. Untuk itu, segala kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan demi penyusunan laporan di masa yang akan datang. Akhirnya dalam kesederhanaan bentuk ini, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.
Pekalongan, 29 September 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER...i
LEMBAR PENGESAHAN...ii
ABSTRAK...iii
KATA PENGANTAR...iv
DAFTAR ISI...v
BAB I PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang ... 1I.II Rumusan Masalah ... 2
I.III Tujuan Penulisan ... 2
I.V Manfaat Penulisan ... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.I Landasan Teori ... 3II.I.I Kubis ... 3
II.I.II Gizi ... 4
II.I.III Jeruk Nipis ... 4
II.I.IV Anak ... 5
II.I.V Pandan ... 5
BAB III METODELOGI PENELITIAN DAN LANGKAH KERJA
III.I Jenis Penelitian...7
III.II Metode Pengumpulan Data ...7
III.III Populasi dan Sampel...7
III.IV Variabel Penelitian ... 8
III.V Alat dan Bahan Penelitian ... 8
III.VI Waktu dan Tempat Penelitian ... 9
III.VII Prosedur Kerja ... 9
III.VIII Teknik Analisis Data...11
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.I Hasil ……...12IV.II Pembahasan... 14
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
V.I Kesimpulan...18V.II Saran...18
DAFTAR PUSTAKA
...20LAMPIRAN
...21DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Bahan-bahan Cutely ... 18
Gambar 2. Hasil percobaan Cutely... 18
Gambar 3. Proses wawancara ... 18
Gambar 4. Proses pembuatan Cutely ... 19
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kandungan pada setiap jenis kubis ... 3
Tabel 2. Kandungan gizi dalam 100 gr Jeruk Nipis ... 4
Tabel 3. Alat Percobaan ... 7
Table 4. Bahan Percobaan ... 7
Tabel 5. Percobaan Pertama ... 11
Tabel 6. Percobaan Kedua... 11
Tabel 7. Percobaan Ketiga ... 12
Tabel 8. Percobaan Keempat ... 12
Tabel 9. Percobaan Kelima ... 12
Tabel 10. Hasil Uji Coba Cutely pada sampel anak MI Banyurip ... 13
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Anak-anak merupakan kelompok masa yang rentan terhadap masalah kesehatan karena sedang dalam masa pertumbuhan. Salah satu faktornya adalah makanan. Makanan yang sehat dan bergizi mendukung kesehatan dan masa pertumbuhan yang baik. Tapi sayangnya, perkembangan zaman yang semakin maju dan semakin modern menyebabkan merabaknya makanan instan yang kurang baik bagi kesehatan anak – anak, mereka lebih memilih makanan siap saji karena dianggap lebih efektif dan efisien. Ditambah dengan restoran cepat saji yang semakin marak di Indonesia. Pilihan rasa yang beragam, cepat, dan praktis membuat masyarakat lebih memilih restoran cepat saji, yang belum jelas kualitasnya.
Untuk mencegah tubuh anak terhindar dari zat yang berbahaya dalammakanan-makanan cepat saji, gizi seimbang harus tetap diperhatikan. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam hal ini. Menu sayuran sehat dapat mengurangi resiko anak menderita penyakit yang disebabkan oleh makanan cepat saji yang mengandung zat – zat berbahaya yang tidak diketahui oleh Masyarakat, khususnya anak - anak. Namun, sayuran yang kaya akan gizi seolah - olah tersingkir karena rasanya yang kurang pas di lidah anak-anak. Untuk mengantisipasi ketidaksukaan anak terhadap sayuran, banyak cara yang telah dilakukan oleh orang tua. Misalnya dengan mengisi kotak bekal anak dengan berbagai sayuran yang telah dibentuk sedemikian rupa agar terlihat menarik dan indah. Namun tetap saja, rasanya masih sama. Perlu adanya inovasi dalam pembuatan camilan bagi anak agar anak-anak tidak lagi memakan sembarang makanan.
kubis. Kubis adalah produk bahan pangan lokal yang seringkali tak disukai oleh masyarakat, terutama anak-anak karena rasanya yang sedikit pahit. Kubis memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat melindungi otak dari kerusakan saraf.
I.II Rumusan Masalah
1. Bagaimana pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi camilan yang bergizi? 2. Bagaimana cara membuat Cutely?
3. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari Cutely? 4. Bagaimana respon anak SD terhadap Cutely ?
I.III Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi camilan yang bergizi.
2. Untuk mengetahui cara pembuatan Cutely.
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Cutely. 4. Untuk mengetahui respon anak SD terhadap Cutely.
I.IV Manfaat Penulisan
1. Agar mengetahui pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi camilan yang bergizi.
2. Memberikan pengetahuan kepada orang tua akan makanan yang bergizi
3. Dapat dijadikan acuan bagi orang tua untuk memberikan Cutely sebagai makanan alternatif bagi anak SD sederajat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Landasan Teori
II.I.I Kubis
Kubis, kol, atau kobis (Brassica olerecea) merupakan salah satu sayuran bergizi. Terdapat beberapa jenis kubis, yaitu kubis merah, kubis putih, kubis savoy (Brassica oleracea var. sabauda L.) dan kubis brussel (Brassica oleracea var. gemmivera DC.).
Dilihat dari nilai gizinya, kubis kaya akan vitamin, terutama vitamin K dan C. Vitamin K dalam kubis memenuhi 63% dari tingkat RDA (Recommended Dietary Allowance) yang sangat berguna membantu proses pembekuan darah dan berpotensi mencegah penyakit-penyakit serius, seperti penyakit jantung atau
stroke. Tanpa peran vitamin K, osteokalsin sebagai protein tulang tidak dapat bekerja secara normal. Vitamin K juga dapat mengurangi resiko terserang penyakit
Alzheimer dengan membatasi kerusakan pada saraf otak. Berikut informasi gizi yang terkandung dalam 100 gram Kubis.
Tabel 1. Kandungan pada setiap jenis kubis
11. Vitamin B6 ( mg ) 0,21 0,1 0,19
12. Vitamin C ( mg ) 57 32,2 31
13. Vitamin E (mg ) 0,11 0,15 0,17
14. Vitamin K (mKg ) 38,2 60 68,8
Sumber :Astawan, Made. Sehat dengan Sayuran. Jakarta Timur: Dian Rakyat. II.I.II Gizi
Gizi adalah zat-zat sebagai komponen pembangun tubuh manusia dalam rangka mempertahankan dan memperbaiki jaringan-jaringan agar fungsi tubuh manusia itu sendiri dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sumber gizi banyak ditemui dalam setiap makanan dan minuman yang telah kita konsumsi selama ini (Tejasari, 2005).
II.I.III Jeruk Nipis
Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia ) merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku jeruk-jerukan, tersebar di Asia Dan Amerika Tengah.Jeruk sudah sangat familiar, apalagi dikalangan masyarakat Indonesia. Ternyata, jeruk nipis mengandung banyak manfaat.
Kandungan kimia utama Jeruk nipis adalah Synephrine, yaitu senyawa aktif yang paling banyak ditemukan dalam buah dari tanaman yang disebut Citrus Aurantium ini. Synephrine secara kimiawi sangat mirip dengan efedrin dan
pseudoefedrin ditemukan di banyak obat tumor, suplemen penurunan berat badan dan berbagai suplemen energi. Jeruk Nipis juga kaya akan Vitamin C yang berguna untuk kekebalan tubuh.
Tabel 2. Kandungan dalam 100 gram jeruk nipis
Sumber : http://www.tipscaramanfaat.com/manfaat-dan-kandungan-nutrisi-jeruk-nipis-67.html.
II.I.IV Anak
Anak (jamak: anak-anak) adalah seorang lelaki atau perempuan yang belum dewasa atau belum mengalami masa pubertas. Anak juga merupakan keturunan kedua, di mana kata "anak" merujuk pada lawan dari orang tua, orang dewasa adalah anak dari orang tua mereka, meskipun mereka telah dewasa.
Anak sekolah dasar adalah anak yang berusia 6-12 tahun, memiliki fisik lebih kuat mempunyai sifat individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orang tua. Banyak ahli menganggap masa ini sebagai masa tenang atau masa latent, di mana apa yang telah terjadi dan dipupuk pada masa-masa sebelumnya akan berlangsung terus untuk masa-masa selanjutnya. (Gunarsa, 2007)
Menurut psikologi, anak adalah periode perkembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan tahun tahun sekolah dasar.
II.I.V Pandan
Pandan wangi (Pandanus Amaryllifosius Roxb) atau biasa disebut pandan saja adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Tumbuhan ini mudah dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh. Akarnya besar dan memiliki akar tunggang yang menopang tumbuhan ini bila telah cukup besar. Daunnya memanjang seperti daun palem dan tersusun secara rapat, panjangnya dapat mencapai 60 cm. Beberapa varietas memiliki tepi daun yang bergerigi. Daun pandan biasa dimanfaatkan sebagai pengharum makanan, selain itu juga dipakai sebagai sumber warna hijau bagi makanan, sebagai penghias makanan, dan sebagai hiasan.
5. Karbohidrat 11,4 gram 11. Asam askorbat 49 mg 6. Mineral 0,5 gram 12. Air 86 gram
II.2 Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penelitian yang sudah di lakukan oleh Amalia Dwi pada tahun 2007 tentang pemanfaatan kubis merah, kubis merah dapat dijadikan sebagai pewarna alami pakaian. Pada penelitian ini kami tidak hanya memanfaatkan warna dari kubis, namun lebih condong kepada pemanfaatan kandungan dalam kubis, karena kandungan vitamin K dalam kubis dapat membuat anak terlindungi dari kerusakan saraf.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
III.I Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan (applied research) yang bertujuan untuk menciptakan produk yang efisien serta praktis dan dapat digunakan sebagai makanan alternatif.
III.II Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk melengkapi karya tulis ini dengan cara sebagai berikut.
III.II.I Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mengkaji literatur, buku, jurnal, serta artikel yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian.
III.II.II Metode Eksperimen
Eksperimen dilakukan dengan proses pembuatan dan pengujian
Cutely sebagai camilan bergizi pada anak Sekolah Dasar. III.II.III Metode Observasi
Observasi dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung serta mencatat apa yang terjadi pada objek penelitian dengan fakta-fakta yang ada di masyarakat.
III.III Populasi dan Sampel Penelitian
III.III.I Populasi
Populasi yang dimaksud adalah siswa-siswi SD/MI di MI Banyurip, Kelurahan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.
III.III.II Sampel
III.IV Variabel Penelitian
a. Daun Kubis hijau 3 lembar b. 100 ml airIII.IV.III Variabel Kontrol a. Ukuran wadah
b. Sumber bahan (daun pandan, jeruk nipis, dan kubis)
III.V Alat dan Bahan Penelitian
III.V.I Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Tabel 3. Alat Penelitian
III.VI Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan mulai pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 sampai dengan hari Minggu tanggal 25 September 2016 yang meliputi pencarian bahan, eksperimen, pengujian produk secara langsung, dan penyusunan laporan penelitian. Penelitian bertempat di MAN Insan Cendekia Pekalongan dan MI Banyurip, Kelurahan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.
III.VII Prosedur Kerja
III.VII.I Penelitian tahap 1: Pembuatan Cutely(Cute Cabbage Jelly)
Langkah pembuatan Cutely(Cute Cabbage Jelly) ialah sebagai berikut : a. Rebus daun pandan hingga warna airnya berubah menjadi
kehijau-hijauan.
b. Pilihlah daun kubis berwarna hijau.
c. Cuci daun kubis yang telah dipilih hingga bersih.
d. Masukkan daun kubis yang telah dicuci, gula 2 sdm, dan 100 ml rebusan daun pandan ke dalam blender.
e. Setelah halus, tuangkan ke dalam mangkok yang telah disiapkan. f. Tuang bahan pembuat jelly ke dalam wadah.
g. Rebus hingga mendidih. h. Cetak sesuai keinginan.
i. Dinginkan dan bentuk sesuai keinginan. j. Setelah dingin, siap disajikan.
III.VII.II Penelitian tahap 2: Uji Coba Cutely
III.VII.II.I Penentuan Jumlah Sampel
Jumlah sampel diperoleh dengan menggunakan rumus:
= 1 + ( )
Keterangan :
n = Besar sampel N = Besar populasi
D = Tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diambil dalam penelitian (0,1)
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
= 1 + ( )
III.VII.II.II Metode Pengambilan Sampel
Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel yang menggunakan lebih dari satu teknik yakni berstrata, proposisi, dan acak (Arikunto, 2006). Di mana pengambilan sampel ini dilakukan dengan pengambilan sampel secara proporsional berdasarkan jumlah kelas di MI Banyurip, sehingga sampel yang digunakan diperoleh merata dan mewakili setiap kelas dengan perhitungan sederhana sebagai berikut.
ℎ = ∑
Dari perhitungan tersebut, maka sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
= 316 75 = 1358
Jumlah sampel yang diambil dari kelas I adalah 13 orang.
= 316 75 = 1150
Jumlah sampel yang diambil dari kelas II adalah 11 orang.
= 52
316 75 = 12
Jumlah sampel yang diambil dari kelas III adalah 12 orang.
= 316 75 = 1459
Jumlah sampel yang diambil dari kelas IV adalah 14 orang.
= 316 75 = 1253
Jumlah sampel yang diambil dari kelas V adalah 12 orang.
= 316 75 = 1254
Jumlah sampel yang diambil dari kelas VI adalah 12 orang. III.VII.II.III Langkah Pengambilan Sampel
Pada Sabtu malam, tanggal 03 September 2016 peneliti membuat Cutely sebagai uji coba untuk keesokan harinya. Minggu, tanggal 04 September 2016 peneliti melakukan pengambilan sampel di MI Banyurip yang berada di Kelurahan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. MI Banyurip dipilih sebagai tempat uji coba Cutely karena tempatnya yang strategis dan banyaknya penjual keliling di sekitar sekolah yang tak terjamin kandungannya.
III.VII.II.IV Uji Coba Cutely
Data dikumpulkan dengan angket kuesioner. Jadi, peneliti memberikan angket yang telah dibuat kepada anak SD secara acak berdasarkan kelas.
III.VIII Teknik Analisis Data
III.VIII.I Deskriptif kualitatifDeskriptif kualitatif yang dimaksud adalah peneliti melakukan analisis data yang diperoleh dari pengamatan secara kualitatif. Teknik analisis data ini ditujukan untuk menjabarkan dan menggambarkan penjelasan lebih dalam dari pengamatan terhadap sampel penelitia Pada penelitian ini, responden memberikan penilaian dari pengamatan secara kualitatif terhadap sampel penelitian yaitu Cutely yang diberikan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 HASIL
Dari beberapa percobaan yang telah dilakukan, peneliti melakukan beberapa variasi percobaan dalam membuat Cutely, antara lain:
Percobaan 1
Pada percobaan pertama ini hasil yang didapatkan adalah
1) Rasa yang dihasilkan adalah pahit. 2) Berbau tidak enak.
3) Jus yang dihasilkan terlalu encer. 4) Warna orange kehijauan.
Pada percobaan kedua ini hasil yang didapatkan adalah
1) Berwarna orange pucat.
2) Rasa pada jus mulai manis, tetapi masih terdapat rasa pahit.
3) Bau pada jus kubis ini sudah mulai berkurang. Percobaan 3
Pada percobaan ketiga ini hasil yang didapatkan adalah
1) Warna yang dihasilkan adalah orange ke hijau tua. 2) Rasa jus ini terlalu manis.
Pada percobaan keempat ini hasil yang didapatkan adalah
1) Berwarna hijau.
2) Rasanya terlalu asam dan terlalu manis.
3) Aroma bau kubis mulai berkurang.
Percobaan 5
Pada percobaan kalima ini hasil yang didapatkan adalah
1) Berwarna hijau muda.
2) Rasa pada jus ini pas tidak terlalu manis.
3) Bau pada kubis sudah hilang dan ada terdapat aroma daun pandan.
Hasil Uji Coba Cutely pada sampel anak SD/MI di MI Banyurip, Kelurahan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.
Tabel 10. Hasil Uji Coba Cutely dengan Sampel Anak MI Banyurip
No. Aspek diteliti Suka Tidak suka Presentase
1. Warna 69 anak 6 anak 93,3 %
2. Rasa 67 anak 8 anak 80 %
3. Bentuk 67 anak 8 anak 86,6 %
IV.2 Pembahasan
gula pasir sebagai bahan pemanis pada jus ini dan terdapat wortel yang mengandung gula. Aroma pada jus kubis ini berbau karena kubis masih mengandung banyak senyawa belerang yang dapat menyebabkan kubis berbau ketika dimasak atau diproduksi. Jus yang dihasilkan juga terlalu encer, hal ini disebabkan karena air yang digunakan terlalu banyak dalam percobaan ini. Warna yang dihasilkan juga berwanrna orange kehijauan, warna orange dihasilkan oleh wortel yang mengandung warna orange.
Pada percobaan kedua ini warna yang dihasilkan sedikit berubah, yaitu berwarna orange pucat karena terdapat wortel yang cukup banyak sehingga dapat merubah warna pada jus kubis dan kubis yang digunakan berwarna hijau muda sehingga warna orange pada wortel dapat merubah warna pada jus kubis. Rasa pada jus ini sudah mulai manis, tetapi masih berasa sedikit pahit. Bau pada jus kubis ini sudah mulai berkurang karena ada pengaruh garam yang ditambahkan dan dapat menetralkan bau pada jus ini. Tetapi masih ada bau yang menyengat pada jus kubis ini karena mengandung senyawa belerang yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan bau tidak enak.
Pada percobaan ketiga ini warna pada jus ini berubah menjadi orange ke hijau tua, karena ada pengaruh dari kubis hijaunya yang terlalu banyak. Sedangkan wortel yang digunakan sedikit dan tidak berubah warna menjadi orange, walaupun terdapat warna orange yang sedikit sekali dibandingkan dengan warna hijau. Kemudian pada rasa dari jus ini terlalu maniskarena takaran gula yang digunakan sebanyak 2 ½ sendok dan dalam percobaan ini juga terdapat wortel mengandung gula, tetapi masih ada rasa pahit pada kubis. Aroma pada jus ini berbau, karena kubis mengandung senyawa belerang yang secara alami berbau tidak sedap ketika dimasak atau pun ketika dibuat olahan makanan atau minuman dan garam yang ditambahkan tidak dapat menetralkan bau pada kubis.
Pada percobaan keempat ini ada bahan tambahan, yaitu jeruk nipis. Tujuananya adalah untuk mengurangi rasa pahit pada jus kubis ini dan menambahkan rasa manis pada jus kubis ini. Dan dapat digunakan sebagai pewarna alami, karena jeruk nipis mengandung warna kuning muda. Tetapi warna yang
pandan, kubis berwarna hijau muda dan jeruk nipis. Kemudian rasa yang dihasilkan adalah asam, karena takaran jeruk nipis yang terlalu banyak dan juga rasanya terlalu manis karena ada bahan gula pasir yang ditambahkan pada percobaan ini cukup banyak. Aroma bau kubis mulai berkurang karena adanya bahan garam dapur yang dapat menetralkan bau pada kubis dan aroma pada jeruk nipis juga dapat menetralkan bau pada kubis, sehingga bau kubis sudah sedikit tidak berbau lagi.
Pada percobaan kelima ini ada bahan tambahan lagi, yaitu rebusan daun pandan. Warna yang dihasilkan adalah hijau muda karena adanya kombinasi bahan antara daun pandan, kubis hijau muda dan jeruk nipis yang pas dan takaran pada setiap bahannya sesuai. Rasa yang dihasilkan adalah manis, rasa pada jeruk nipisnya terasa pas dan tidak terlalu asam. Kemudian bau pada jus kubis sudah hilang walaupun ada sedikit aroma dari daun pandan yang dapat menambah aroma pada jus kubis ini.
Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak dari MI Banyurip. Dari jumlah populasi 316 anak, diambil sampel sebanyak 75 anak, dengan tingkat ketelitian 0,1. Dari 75 sampel yang diambil ternyata terdapat perbedaan karakteristik pada percobaan Cutely.
Dari data aspek yang dinilai dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan presentase dari aspek yang dinilai oleh setiap anak SD. Dari data diatas menunjukan bahwa 69 anak dari 75 anak menyukai warna pada Cutely. Hal ini disebabkan warna pada kubis yang digunakan sebagai bahan dasar dari Cutely ini berwarna hijau muda, serta terdapat campuran warna dari air rebusan daun pandan yang berwarna hijau cerah dan terdapat warna tambahan dari perasan jeruk nipis. Sehingga perpaduan antara bahan tersebut dapat menjadikan Cutely berwarna cerah dan menarik bagi anak–anak sekolah dasar.
B1, C, E, K. Kandungan gizi yang terdapat dalam kubis sangnat bermanfaat bagi tubuh, terutama bagi tubuh anak–anak. Kandungan yang paling tinggi dalam kubis adalah vitamin K. Kandungan dalam kubis memenuhi 63% dari tingkat RDA (Recommended Dietary Allowance) yang sangat berguna membantu proses pembekuan darah dan berpotensi mencegah penyakit penyakit serius, seperti penyakit jantung atau stroke. Kemudian bahan tambahan yang terdapat di dalam
Cutely terdapat air rebusan dari daun pandan yang memiliki aroma yang harum, sehigga aroma pada Cutely dapat digemari oleh anak sekolah dasar. Dan aroma bau pada kubis dapat dinetralisirkan dengan air rebusan daun pandan dan dapat menggunakan bahan–bahan lainnya seperti garam dapur.
Kemudian sebanyak 67 anak dari 75 anak menyukai bentuk atau tekstur dari
Cutely. Tekstur pada Cutely lembut dan tidak kasar jika dimakan. Karena takaran air yang digunakan untuk membuat Cutely ini tidak terlalu banyak sehingga jus yang dihasilkan tidak terlalu encer dan menghasilkan jus yang sedikit encer. Dan dari hasil jus yang sedikit encer ini, dapat dijadikan sebagai Cutely dengan tekstur yang halus dan lembut jika dimakan. Hal ini lah yang dapat menyebabkan anak– anak SD suka dengan bentuk atau tekstur Cutely.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.I Kesimpulan
1. Kubis merupakan bahan pangan lokal yang kaya akan manfaat terutama bagi kesehatan. Salah satu manfaat mengonsumsi kubis adalah dapat melindungi otak dari kerusakan saraf. Manfaat lainnya adalah dapat membantu untuk meningkatkan sistem kerja otak anak.
2. Kubis dapat diolah menjadi makanan yang lebih disukai oleh anak-anak, yaitu salah satunya adalah Cutely (Cute Cabbage Jelly). Selain warna yang lebih menarik, rasanya juga enak dan memiliki bentuk atau tekstur lembut. 3. Cutely ini memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat bertahan lama di suhu
ruangan luar dan dapat menimbulkan bau tidak sedap jika tidak disimpan pada suhu yang dingin.
4. Dari hasil penelitian didapat bahwa, anak sekolah dasar menyukasi Cutely
sebagai makanan jajanan di sekolah. Karena memiliki warna, bentuk, dan rasa yang menarik serta memiliki nilai gizi yang tinggi pada Cutely.
V.2 Saran
V.2.1 Bagi Orang Tua
a. Orang tua harus memperhatikan makanan jajanan yang ada di sekolah, khususnya makanan untuk anak–anak.
b. Orang tua dapat berpartisipasi untuk menjaga dan mengontrol pada setiap makanan yang ada, khususnya di Sekolah Dasar. c. Sebagai orang tua yang mengerti betapa pentingnya kesehatan
pada anak-anak dan pengolahan bahan pangan yang benar diharapkan semua orang tua dapat tinjauan dan mengecek terhadap pengelolaan bahan pangan yang ada.
V.2.2 Bagi Pelajar
a. Selalu memilih makanan yang sehat dan bergizi.
b. Untuk pelajar harus selalu mengontrol jenis makanan, agar tidak terjadi hal–hal yang tidak diinginkan.
c. Selalu waspada terhadap bahaya makanan yang memiliki kandungan zat- zat yang berbahaya.
d. Mengurangi makanan yang instan atau cepat saji karena itu dapat membahayakan tubuh.
DAFTAR PUSTAKA
Astawan, Made. Sehat dengan Sayuran. Jakarta Timur: Dian Rakyat.
Rukmana, Rahmat. Bertanam Kubis. Yogyakarta: Kanisius.
Sobandi, I.D. 2014. Mandiri Geografi untuk SMA dan MA kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.
Tejasari. 2005. Nilai Gizi Pangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
http://duniaamerahh.blogspot.co.id/2013/11/bab-iii-metode-penelitian-karyatulis.html diunduh tanggal 02 September 2016
http://www.tipscaramanfaat.com/manfaat-dan-kandungan-nutrisi-jeruk-nipis-67.html diunduh 03 September 2016
http://digilib.unila.ac.id/6664/118/BAB%20II.pdf diunduh 03 September2016
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/145/jtptunimus-gdl-widywidaya-7224-3-7babii-y.pdf diunduh 03 September 2016.
LAMPIRAN
Gambar 1. Bahan-bahan Cutely
Gambar 4. Proses pembuatan Cutely
Gambar 5. Jus yang akan dibuat Cutely