• Tidak ada hasil yang ditemukan

Atlas Rotan Indonesia Jilid 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Atlas Rotan Indonesia Jilid 3"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dra. Jasni, M.Si.
    • Dr. Krisdianto, S. Hut. M.Sc.
    • Dra. Ti Kalima, M.Si.
    • Abdurachman ST
  • Pengajar:
    • Dr. Ir. IB Putera Parthama, M.Sc.
  • Sekolah: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan
  • Mata Pelajaran: Keteknikan Kehutanan
  • Topik: Atlas Rotan Indonesia Jilid 3
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2012
  • Kota: Bogor

I. PENDAHULUAN

Rotan merupakan kelompok tumbuhan berbunga dari suku Palmae yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama di Indonesia yang merupakan penghasil rotan terbesar dunia. Buku ini merupakan lanjutan dari Atlas Rotan Jilid 1 dan 2, bertujuan untuk memberikan informasi mengenai 10 jenis rotan yang terdapat di Indonesia. Melalui pemahaman yang mendalam tentang jenis-jenis rotan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan rotan secara efektif.

II. PENJELASAN ISI RISALAH

Buku ini menyajikan risalah yang mencakup berbagai informasi tentang ciri botani, habitat, silvikultur, nama perdagangan, serta sifat dasar dari 10 jenis rotan. Setiap risalah dilengkapi dengan foto makro dan mikroskopis untuk memudahkan identifikasi. Informasi ini sangat penting untuk pengembangan ekonomi dan kebijakan terkait pengelolaan sumber daya rotan di Indonesia.

2.1 Nama Botani

Setiap tumbuhan memiliki satu nama ilmiah yang unik, disebut nama botani, yang terdiri dari dua kata. Nama ini penting untuk menghindari kebingungan dalam identifikasi spesies.

2.2 Nama Perdagangan dan Nama Daerah

Nama perdagangan adalah nama yang umum digunakan dalam perdagangan rotan, sedangkan nama daerah dapat bervariasi tergantung lokasi tumbuhnya rotan. Hal ini mencerminkan keragaman budaya dan bahasa di Indonesia.

2.3 Daerah Persebaran

Informasi mengenai daerah persebaran rotan diurutkan berdasarkan pulau, memberikan gambaran tentang distribusi dan keberadaan spesies rotan di Indonesia.

2.4 Habitus

Ciri-ciri fisik rotan, termasuk perawakan, batang, dan daun, dijelaskan untuk memudahkan identifikasi. Ini penting untuk pengenalan spesies dalam konteks konservasi dan pemanfaatan.

2.5 Struktur Anatomi

Deskripsi struktur anatomi batang rotan memberikan wawasan tentang kekuatan dan ketahanan rotan, yang penting untuk aplikasi industri dan penelitian.

2.6 Komponen Kimia

Informasi mengenai komponen kimia, seperti kadar selulosa dan lignin, berpengaruh pada sifat fisik dan mekanis batang rotan, yang berimplikasi pada penggunaannya.

2.7 Sifat Fisis dan Mekanis

Sifat fisik dan mekanis rotan, termasuk kadar air dan berat jenis, membantu dalam menilai potensi penggunaannya dalam berbagai aplikasi, terutama dalam industri mebel.

2.8 Pelengkungan Rotan

Data tentang kemampuan pelengkungan batang rotan penting untuk desain produk mebel, memberikan panduan tentang teknik yang tepat untuk pengolahan rotan.

2.9 Ketahanan Terhadap Organisme Perusak

Informasi mengenai ketahanan rotan terhadap serangan organisme perusak, seperti bubuk dan rayap, sangat penting untuk menentukan daya tahan produk yang dihasilkan.

2.10 Pemanfaatan Rotan

Data tentang pemanfaatan rotan dalam industri dan masyarakat memberikan wawasan tentang potensi ekonomi dan sosial dari rotan, mendorong pengembangan produk berbasis rotan.

2.11 Silvikultur

Uraian mengenai silvikultur rotan mencakup cara perbanyakan dan penanaman, yang penting untuk keberlanjutan sumber daya rotan di masa depan.

III. RISALAH ROTAN

Bagian ini menyajikan risalah rinci tentang masing-masing jenis rotan, termasuk data spesifik mengenai nama botani, ciri fisik, struktur anatomi, dan pemanfaatan. Setiap jenis rotan diuraikan dengan lengkap untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang keragaman dan potensi rotan di Indonesia.

3.1 Sigisi

Rotan Sigisi (Calamus orthostachys) memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis lain, seperti ukuran batang dan struktur anatomi yang mendukung penggunaannya dalam mebel.

3.2 Udang

Rotan Udang (Korthalsia echinometra) dikenal karena ketahanannya yang tinggi terhadap organisme perusak, menjadikannya pilihan yang baik untuk produk yang memerlukan daya tahan.

3.3 Langgane

Rotan Langgane (Plectocomia muelleri) memiliki karakteristik unik yang memungkinkan pemanfaatan dalam kerangka mebel yang membutuhkan ketahanan dan kekuatan.

3.4 Samare

Rotan Samare (Plectocomiopsis mira) memiliki potensi untuk digunakan dalam pembuatan produk rotan yang memerlukan bentuk lurus, namun kurang sesuai untuk pelengkungan.

3.5 Susu

Rotan Susu (Daemonorops macroptera) memiliki kualitas baik untuk digunakan dalam pembuatan mebel, terutama yang memerlukan bentuk lengkung.

3.6 Maldo Jormal

Rotan Maldo Jormal (Plectocomiopsis geminiflora) memiliki potensi untuk digunakan dalam kerangka mebel, meskipun tampilannya kurang menarik.

3.7 Pelah

Rotan Pelah (Daemonorops rubra) baik digunakan untuk komponen mebel, terutama dalam pembuatan keranjang.

3.8 Kapuas

Rotan Kapuas (Korthalsia ferox) dapat digunakan dalam berbagai produk, termasuk kerangka mebel dan bahan anyaman.

3.9 Marau

Rotan Marau (Korthalsia rigida) memiliki potensi untuk digunakan dalam pembuatan produk rotan, baik dalam bentuk poles maupun kerangka.

3.10 Sanjat

Rotan Sanjat (Calamus paspalanthus) memiliki keunikan dalam penggunaannya, terutama dalam produk yang memerlukan ketahanan tinggi.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka menyajikan referensi yang digunakan dalam penyusunan buku ini, memberikan landasan akademik yang kuat untuk informasi yang disampaikan.

V. GLOSARI

Bagian glosari memberikan definisi istilah-istilah teknis yang digunakan dalam buku ini, memudahkan pemahaman bagi pembaca yang tidak familiar dengan terminologi ilmiah.

VI. INDEKS NAMA ROTAN

Indeks ini menyajikan daftar nama-nama rotan yang dibahas dalam buku, memudahkan pencarian informasi bagi pembaca.

Referensi Dokumen

  • Teknik penanaman rotan ( Al Rasyid, H. )
  • Standar Industri Indonesia. Mutu dan Cara Uji Tepung Gaplek ( Anonim )
  • Standar Nasional Indonesia. Cara uji kadar lignin dan pulp (metode Klason) ( Anonim )
  • Atlas Rotan Indonesia. Jilid 1 ( Jasni.R. Damayan dan T. Kalima )
  • Anatomical Characteristics and Possible Utilization of Six Lesser Used Rattan from Indonesia ( Damayan, R. dan Jasni )

Gambar

Gambar 1. Pembagian daerah tepi, tengah dan pusat pada penampang lintang rotan untuk penghitungan kerapatan ikatan pembuluh
Gambar 3. Bentuk contoh uji kuat tarik sejajar serat
Gambar 5. Habitus rotan sigisi (A), pelepah daun rotan sigisi (B)
Gambar 8. Persebaran jenis rotan udang
+7

Referensi

Dokumen terkait