• Tidak ada hasil yang ditemukan

Satu Tahun Jokowi JK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Satu Tahun Jokowi JK"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

M A J A L A H

I

N

F

O

R

M

A

S

I

T

E

K

N

O

L

O

G

I

I N F O T E K

Langkah pertama

sering kali yang tersulit

tetapi juga yang

terpenting

(2)

DARI REDAKSI

Salam Redaksi

Puji Syukur Kehadirat Tuhan YME sehingga kami bisa menyajikan Majalah Infotek edisi ke II di 2015 ini. Beragam informasi hasil kerja kerekayasaan putra putri bangsa akan kami sajikan untuk meyakinkan pembaca bahwa hasil rekayasa dalam negeri pun tidak kalah dengan buatan asing. Diantaranya adalah peran BPPT dalam pembangunan Taman Sains dan Teknologi atau Science Techno Park (STP) di Indonesia.

Pembangunan STP merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo, yaitu melakukan pembangunan ekonomi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mendapat tugas dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengkoordinasikan pembangunan 100 STP di Indonesia. Salah satu lembaga yang mendapat tugas dari Kemenristek Dikti untuk melakukan pendampingan dalam pembangunan STP adalah BPPT.

BPPT sendiri mendapat mandat untuk melakukan pendampingan terhadap sembilan Science Techno Park Di Indonesia. Di antaranya tujuh Technopark, satu National Science Park dan satu Maritime Science Park yang khusus untuk menangani penelitian tentang maritim

Informasi selanjutnya adalah BPPT melakukan pengembangan budidaya Ikan Nila Laut (Marine Tilapia) yang mampu bereproduksi di perairan laut dengan tingkat salinitas (keasinan) sampai dengan 35 ppt. Dalam pengembangan Ikan Nila Laut ini, BPPT mencoba mengembangkan budaya ikan nila di air laut dengan tingkat salinitas tinggi dan di dalam air yang bergelombang.

Selain itu dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional BPPT melakukan berbagai kerjasama baik dalam negeri maupun dengan pihak asing. Diantaranya, BPPT bekerjasama dengan INTEGRA Denmark dalam meningkatkan teknologi Pesawat Udara nir Awak. Kemudian BPPT bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan PT PAL menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pengembangan dan penerapan teknologi

dalam mendukung program pembangunan tol laut dan poros maritim.

Masih banyak informasi teknologi menarik lainnya yang kami harapkan mampu memberikan keyakinan untuk anda pembaca setia kami bahwa teknologi dalam negeri pun tidak kalah dengan serbuan teknologi asing.

Selamat membaca.

tetap terhubung dengan kami di

(3)

DAFTAR ISI

INFO

TEK

MAJALAH INFORMASI TEKNOLOGI

EDISI3 TAHUN 2015

Penanggung Jawab:

I Gusti Ketut Astana

Pimpinan Redaksi:

Yanti Permatasari

Redaktur & Editor:

Surya Pratama

Reporter:

YW Alfa Tommy AW

Fotografer:

Juprianto Indra Pranajaya

Desain Grafis:

Septa Adi Sasetyo

Sirkulasi & Administrasi:

Sherly Syahrul

Hubungan Masyarakat BPPT Biro Umum dan Humas

Gd.2 BPPT Lt.7 Jl M.H. Thamrin No. 8 Jakarta 10340

Telp : 021-3168200/11 Fax : 021-3168219/31924319

Untuk masukan / pertanyaan: [email protected]

Ikuti Kami di:

Liputan Khusus - #SetahunJokowiJK

Transformasi Ekonomi ... 6

Alih Subsidi BBM ... 12

Dana Desa Terus Bergulir ... 14

Penegakan Hukum Bid. Kehutanan ... 16

Menggarap Proyek Mangkrak ... 18

Pemberantasan Ilegal Fishing ... 22

Investasi dan Paket Ekonomi ... 24

Etalase Biodiesel B20 ... 26

Garam Farmasi ... 28

Kegiatan Ikan Maharsi ... 30

STP : Pusat Inovasi Primakara ... 32

STP : Bantaeng ... 33

STP : Baron ... 34

Berita Gambar

6

26

30

Liputan khusus

#SetahunJokowiJK

etalase

(4)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Transformasi Ekonomi

tABEL 1

Sumber

: Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Ilustrasi

: Poligrabs

P

emerintahan Presiden Joko Widodo berhasil meningkatkan jumlah lapangan kerja dalam semester pertama 2015 mencapai 685 ribu orang (atau ada kenaikan 12.31% dibandingkan kurun waktu yang sama pada tahun 2014 silam). “Ini merupakan sebagian hasil dari upaya untuk Perubahan Indonesia menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,’’ ujar Presiden Jokowi kepada media terkait setahun pemerintahan Jokowi-JK (19/10).

Lebih jauh, Jokowi menjelaskan strategi untuk Perubahan Indonesia itu melalui tranformasi fundamental ekonomi yang bertumpu pada tiga aspek. (Lihat Tabel 1). Pertama, mengubah ekonomi berbasis konsumsi menjadi ekonomi berbasis produksi. Kedua, kebijakan subsidi BBM yang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan juga subsidi yang lebih tepat sasaran untuk pengentasan kemiskinan. Sebelum kebijakan ini diterapkan, subsidi malah lebih banyak dinikmati oleh orang kaya. Subsidi energi yang tidak berkeadilan ini membuat jurang kaya-miskin semakin lebar. Ada 20% orang kaya yang menikmati 51% subsidi. Sementara 20% warga miskin menikmati 7% subsidi. ‘’Ini tentu tidak adil,’’ ujar Presiden. Untuk itu kini telah direalokasikan subsidi BBM yang jumlahnya mencapai Rp211,3 triliun.

Sebagian besar realokasi subsidi BBM itu untuk membiayai infrastruktur seperti pembangunan tol laut dan jaringan kereta api baru di luar Pulau Jawa (Rp21 triliun). Distribusi Kartu Keluarga Sejahtera Rp9,3 triliun, Kartu Indonesia Sehat (Rp2,7 triliun), Kartu Indonesia Pintar yang menjangkau 19,2 juta siswa (Rp7,1 triliun), pembangunan 25 waduk baru dan irigasi untuk 1 juta hektar sawah (Rp33,3 triliun). (Lihat Tabel 2).

Transformasi fundamental ekonomi yang ketiga, yaitu mendorong pembangunan yang lebih merata di luar Pulau Jawa. Hal itu terlihat dari percepatan pembangunan infrastruktur yang di beberapa tempat seperti pembangunan jalan tol Trans Sumatera dan Papua. Secara menyeluruh realisasi investasi PMA dan PMDN pada semester 1 2015 sebesar Rp259,7 triliun - 44% di antaranya merupakan investasi di luar Pulau Jawa. Ini merupakan peningkatan hingga 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan realisasi Rp222,8 triliun – 41% investasi di luar Pulau Jawa. (Lihat tabel 3).

Hal inilah tentunya yang membuat lapangan kerja terus bertambah, ekonomi bergairah, dan Indonesia semakin produktif.

(5)

LIPUTAN KHUSUS -

Transformasi Ekonomi

#SetahunJokowiJK

tABEL 2 a

tABEL 2 b

Sumber

: Dirjen Anggaran Kemenkeu

(6)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Transformasi Ekonomi

tABEL 3

Sumber

: Laporan Badan koor

dinasi P

enanaman Modal

Ilustrasi

: P

(7)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Alih Subsidi BBM

Sumber

: Kementrian Sosial

Ilustrasi

: Poligrabs

A

wal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ditandai dengan kebijakan yang dinilai sebagai orang sebagai langkah tak populer, yaitu pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Langkah berani tersebut berupaya mengubah ekonomi berbasis konsumsi menjadi ekonomi berbasis produksi. Sejalan dengan fondasi pembangunan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dengan upaya meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kemakmuran rakyat.

“Saya memahami, kebijakan Pemerintah seakan-akan tidak berpihak kepada rakyat. Namun moral politik saya mengatakan saya harus bertindak dan menghentikan praktik-praktik yang tidak benar,” kata Jokowi, saat berpidato di depan Sidang Bersama DPD-RI dan DPR-RI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Manfaat Langsung bagi Rakyat

Data Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan menyebutkan, angka realokasi subsidi BBM mencapai Rp211,3 Triliun. Itu terbagi menjadi program prioritas yang merupakan Belanja Pusat (Kementerian/Lembaga) sebesar Rp113,9 Triliun dan Program Prioritas Belanja Daerah Tertinggal/Desa Rp34,7 Triliun.

Selain itu, dana realokasi subsidi BBM juga diperuntukan untuk subsidi nonenergi Rp4,3 Triliun, subsidi listrik Rp4,5 triliun, pembayaran

bunga hutang Rp3,8 triliun, menjaga ketahanan dan kesinambungan fiskal Rp31,9 triliun, serta dana lain-lain sejumlah Rp18,2 triliun.

Salah satu bentuk alokasi prioritas belanja pemerintah pusat adalah program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejumlah Rp9,3 Triliun, Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebesar Rp2,7 Triliun, serta Rp7,1 Triliun untuk menjalankan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kini, setahun pemerintahan Jokowi – JK, KKS telah digunakan untuk menyubsidi 15,4 juta keluarga kurang mampu. KIS telah berhasil menanggung iuran 86,4 juta penduduk kurang mampu dan KIP telah menjangkau 11 juta siswa yang memerlukan bantuan.

Alokasi lain digunakan untuk pembangunan tol laut dan jaringan kereta api baru di luar Jawa sejumlah Rp21 Triliun. Untuk 25 waduk baru dan irigasi 1 juta hektar Rp33,3 Triliun, Swasembada Pangan Rp16,9 Triliun, pengadaan kapal patroli untuk penanganan ilegal fishing Rp34,7 Triliun, dan alokasi lainnya di (80 Kementerian/ Lembaga sebesar Rp19,8 Triliun.

Pembangunan infrastruktur dan model pemberdayaan memang tak berbuah langsung, namun pemerintah percaya bahwa kebijakan ini akan berujung pada hasil yang manis: produktivitas, daya saing, dan kemakmuran rakyat.

(8)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Dana Desa Terus Bergulir

Sumber

: Laporan Kementerian Dalam Negeri,

Kementerian Keuangan, Kementerian Desa,

Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Ilustrasi

: Poligrabs

D

ana Desa merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan dalam setahun pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Guna memuluskan program pro rakyat ini, dilakukan penyederhanaan peraturan yang menghambat penyaluran dan penggunaan Dana Desa.

LKementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah merekrut 26.000 tenaga pendamping untuk membantu pengelolaan Dana Desa di seluruh Indonesia. Rekrutmen terdiri dari 21.000 pendamping lokal desa (PDL) yang ditempatkan di desa, 4.000 pendamping desa di kecamatan, dan 930 tenaga ahli di kabupaten/kota.

Kebutuhan tenaga pendamping pada 2015 secara nasional berjumlah 44.321. Secara bergelombang, para tenaga pendamping sudah aktif mulai Oktober 2015. Tenaga pendamping memiliki keahlian di bidang infrastruktur, keuangan, pemberdayaan masyarakat, dan badan usaha milik desa.

Sebelumnya, hingga semester I 2015, Dana Desa sebesar Rp20,77 triliun sudah terealisasi 80 persen atau 16,61 triliun. Namun, mencermati penyalurannya ke pemerintah kabupaten/kota atau desa yang baru mencapai 37,85 persen atau Rp7,8 triliun, pemerintah mengambil langkah dalam Paket Kebijakan

Ekonomi September I dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengenai Percepatan Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa.

Berikutnya, telah dilaksanakan koordinasi dan konsolidasi kabupaten/kota seluruh Indonesia tentang kebijakan SKB Tiga Menteri mengenai Percepatan Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa. Prioritas penggunaan Dana Desa untuk kegiatan-kegiatan pembangunan/rehabilitasi/ pemeliharaan infrastruktur fisik dan/atau pengembangan ekonomi desa yang berorientasi padat karya dan mengutamakan penggunaan sumber daya lokal sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2015.

Sedangkan rekrutmen tenaga pendamping merupakan bagian dari pengawalan penggunaan Dana Desa. Pemerintah menyediakan tenaga pendamping profesional dan peningkatan kapasitas mereka untuk bekerja melakukan fasilitasi percepatan pencairan Dana Desa dan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa. Kebutuhan tenaga pendamping pada 2015 secara nasional, yang mencapai 44.321 orang, secara tidak langsung mendorong penyerapan tenaga kerja.

(9)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Pengegakan Hukum Bid. Kehutanan

Sumber

: Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Ilustrasi

: Poligrabs

P

embekuan izin tiga perusahaan perkebunan yang telah terbukti melakukan pembakaran lahan dan hutan menjadi salah satu bukti penegakkan hukum khususnya di sektor lingkungan hidup dan kehutanan, diterapkan dengan tegas dan tanpa pandang bulu. Langkah ini juga jadi capaian setahun pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ketiga perusahaan perkebunan tersebut adalah PT. Tempirai Palm Resources, PT. Waringin Argo Jaya dan PT. Langgam Inti Hibrindo. Dua perusahaan pertama berlokasi di Sumatera Selatan, sementara perusahaan terakhir di Riau.

Selain membekukan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mencabut izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT. Hutani Solar Lestari yang berdomisili di Riau, karena juga terbukti melanggar hukum.

“Perusahaan-perusahaan ini wajib membuat laporan kepada pemerintah sebagai pertanggungjawaban yang meliputi seluruh aspek kegiatan teknis dan finansial yang telah dilaksanakan. Kementerian LHK akan menurunkan Tim Pengawas untuk melakukan pengawasan terhadap perusahaan lain yang terindikasi arealnya terbakar,” ujar Sekretaris

Jenderal Kementerian LH dan Kehutanan, Bambang Hendroyono di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ke empat perusahaan tersebut harus menghentikan kegiatan operasi usaha sampai dengan selesainya proses pidana. Beberapa kewajiban juga harus dipenuhi diantaranya pengembalian lahan eks area kebakaran kepada negara dalam waktu paling lama 60 hari kalender.

Untuk mencegah kejadian serupa, tiga perusahaan yang dibekukan diwajibkan melengkapi sarana prasarana penanggulangan kebakaran lahan dan hutan paling lama 90 hari kalender. Kewajiban lain yang harus dipenuhi antara lain melakukan perubahan dokumen lingkungan dan upaya-upaya lainnya dalam rangka pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dan kehutanan. Tidak menutup kemungkinan jumlah perusahaan hutan dan perkebunan yang dibekukan bahkan dicabut izin usahanya bertambah karena masih ada 10 kasus yang digugat oleh Kementerian LH dan Kehutanan juga terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Ini sebagai upaya untuk menimbulkan efek jera, perusahaan harus melakukan permintaan maaf kepada publik melalui media massa nasional,” tegas Bambang.

(10)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Menggarap Proyek Mangkrak

Sumber

: Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Ilustrasi

: Poligrabs

S

atu tahun memimpin RI, pasangan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan wakil presiden Jusuf “JK” Kalla, berhasil menyelesaikan sejumlah proyek mangkrak. Di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) misalnya, setidaknya ada delapan sejumlah proyek yang sempat masuk kategori “mangkrak”.

Delapan proyek dimaksud antara lain Jalan Tol Cikopo-Palimanan -Jawa Barat, Jembatan Dr.Ir. Soekarno – Sulawesi Utara, Jembatan Merah Putih – Maluku, Bendungan Jatigede – Jawa Barat, Bendungan Nipah-Jawa Timur, Bendungan Bajulmati-Jawa Timur, Penangan Lumpur Sidoarjo-Jawa Timur, Pembangunan Jembatan Tayan-Kalimantan Barat.

Delapan proyek strategis tersebut, memiliki riwayat pembangunan yang hampir sama. Yakni sempat tersendat-sendat, bahkan bisa dibilang ‘mangkrak’ karena berbagai alasan. Namun demikian, jajaran PUPR dibawah komando Basuki Hadimuljono, pantang menyerah.

Demi mengejar progres, Menteri Basuki Hadimuljono mengeluarkan Instruksi Menteri Basuki Hadimuljono No:3/IN/M/2015 tgl, 27 Juli 2015 yang berisi delapan (8) butir perintah. Inti utamanya adalah menginstruksikan jajaran eselon dua dan tiga, bekerja 24 jam sehari. “Mereka kerja dua shift,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kerja keras jajaran PUPR membuahkan hasil nyata. Ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) misalnya, sukses diresmikan Presiden Jokowi, 13 Juni 2015. Tol sepanjang 116,7 km ini, merupakan ruas tol terpanjang di Indonesia. Proyek lain yang juga sukses dirampungkan adalah Jembatan Soekarno di Manado yang diresmikan 28 Mei 2015. Lalu Bendungan Jatigede yang dibangun sejak 50 tahun silam, sukses digenangi per 31 Agustus 2015.

Terkait Tol Cipali, dalam catatan Kementerian PUPR, sejarah pembangunan yang panjang, yakni melewati 6 era kepemimpinan RI.

Ide pembanguan Tol Cipali sudah ada di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Hal itu tercatat di data Dinas Bina Marga Kabupaten Subang sejak 1996. Namun sayangnya proyek tersebut mandek akibat krisis moneter yang terjadi pada 1998.

Tak kunjung ada kemajuan฀ di era Presiden

Habibie, Abdurrahman Wahid atau disapa Gus Dur dan Megawati, tol yang sebelumnya bernama Cikampek-Palimanan (Cikapali) tersebut akhirnya mulai direalisasikan di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Tol Cipali merupakan bagian dari proyek jalan

tol Trans Jawa yang melewati 5 ฀kabupaten

di Jawa Barat yaitu Kabupaten Purwakarta,

Subang, Indramayu, Majalengka dan ฀Cirebon.฀

Tol ini memiliki 99 jembatan terhubung dengan Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Tol Palimanan – Kanci,” Jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dengan berbagai kesulitan dalam pembangunannya, mulai dari pembukaan lahan baru di tebing-tebing berbatu, akhirnya tarif tol

Cipali disepakati sebesar Rp 96 ribu.฀

฀”Dengan beroperasinya Jalan Tol Cikopo –

Palimanan akan mengurangi jarak tempuh jalur Pantura sepanjang kurang lebih 40 KM dan mengurangi waktu tempuh selama kurang lebih 1,5 jam,” tutur Basuki.

Kerja keras tim PUPR, mendapat apresiasi

Presiden Jokowi. ““฀Pada pertengahan

Desember lalu saya ke sini, saya minta ini harus selesai sebelum Lebaran, alhamdulillah malah

sebelum puasa sudah bisa dioperasikan฀,” kata

Jokowi saat peresmian tol Cipali.

(11)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Menggarap Proyek Mangkrak

Sumber

: Kementerian PUPR

Ilustrasi

: Poligrabs

1. Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Prov. Jawa Barat

5. Bendungan Nipah, Prov. Jawa Timur

2. Jembaran DR. Ir. Soekarno, Prov Sulawesi Utara

6. Bendungan Bajulmati, Prov. Jawa Timur

(12)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Pemberantasan Ilegal Fishing

Sumber

: Laporan Kementerian Perhubungan

Ilustrasi

: Poligrabs

K

ebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memerangi illegal fishing dan destructive fishing, sudah berdampak positif bagi nelayan Indonesia. Setidaknya ini terlihat dari meningkatnya volume produksi perikanan trisemester pertama 2015 dibanding setahun sebelumnya, sebesar 14,43%. Tercatat pula pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan naik menjadi 8,64%.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan, kedaulatan nelayan lokal dan peningkatan penerimaan negara dari sektor kelautan dan perikanan menjadi prioritas cita-cita kementeriannya. Illegal Fishing dan praktik tak berkelanjutan, membuat Indonesia yang dikenal sebagai bangsa pelaut hanya mampu menduduki posisi kelima negara pengekspor hasil laut di ASEAN.

Penenggelaman Kapal

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali akan melakukan penenggelaman delapan kapal yang tertangkap oleh KKP maupun TNI AL dalam patroli pada Maret dan Juni 2015. Penenggelaman rencananya akan dilaksanakan di tiga titik, yakni Aceh, Batam, dan Pontianak.

Menurut Mahkamah Agung, KKP dapat menenggelamkan kapal tangkapan selama kapal tersebut belum dilaporkan atau

diajukan ke pengadilan. Kapal-kapal tersebut diantaranya dua kapal berbendera Thailand dan enam kapal berbendera Vietnam.

“Dalam setahun belakangan, KKP bekerjasama dengan TNI-AL dan Polri telah berhasil menenggelamkan 42 unit kapal yang melakukan illegal fishing,” kata Susi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama TNI-AL dan Polri, dikatakan Susi tak akan berhenti menindak pelaku illegal fishing yang sudah merugikan negara. Dapat dikatakan terbukti melanggar bila saat operasi penangkapan terdapat dua syarat pelanggaran seperti tak memiliki izin, tak ada dokumen yang sah, sampai penggunaan anak buah kapal (ABK) asing.

Saat ini KKP memaksimalkan 27 unit kapal patroli yang sudah dimiliki. Keberadaan kapal-kapal ini dibagi ke daerah barat, tengah, dan timur Indonesia.

“Untuk mendukung pemberantasan Illegal Fishing, pemerintah akan menambah 8 kapal patroli yang siap dioperasikan pada Desember 2015,” kata Susi.

Empat unit kapal akan mempunyai Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia (SKIPI) dengan desain Merite System Service (MSS).

(13)

#SetahunJokowiJK

LIPUTAN KHUSUS -

Investasi dan Paket Ekonomi

Sumber

: Bank Indonesia

Ilustrasi

: P

oligrabs

: Dirjen Anggaran K

emenk

eu

: P

oligrabs

S

atu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mampu memperbaiki kinerja pelayanan publik melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di beberapa sektor. Dengan sistem PTSP ini beberapa perizinan dipangkas waktu pengurusannya sehingga lebih efisien dan efektif.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan, Sektor Pertanian misalnya, jika sebelumnya 20 perizinan membutuhkan 751 hari pengurusan, kini dipangkas menjadi 12 izin dengan waktu hanya 182 hari pengurusan. Kemudian sektor perindustrian, dari yang 19 izin butuh 672 hari menjadi 11 perizinan 152 hari. Begitu pula di sektor pariwisata yang sebelumnya 17 izin 661 hari, dipangkas menjadi 11 izin dengan hanya 188 hari pengurusan.

Sektor kelistrikan, dari yang sebelumnya ada 49 izin dengan waktu 923 hari, dipangkas menjadi 25 izin dengan hanya membutuhkan waktu 256 hari pengurusannya.

Upaya penguatan fondasi perekonomian nasional juga menunjukkan hasil. Terbitnya paket-paket kebijakan ekonomi perlahan namun pasti mampu memperkokoh kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Paket kebijakan pertama misalnya, mampu mengembangkan ekonomi makro lebih kondusif, menggerakkan ekonomi nasional, serta melindungi masyarakat berpendapatan rendah disamping mampu menggerakkan ekonomi pedesaan. Kemudian paket kebijakan ekonomi kedua. Paket ini oleh sebagian besar kalangan bahkan dianggap lebih aplikasi dan menyentuh langsung ke masyarakat. Ambil contoh keringanan pajak, kemudahan perizinan investasi, serta penurunan pajak deposito. Pada

paket kebijakan ekonomi ketiga, lebih nyata lagi karena pemerintah langsung mengeksekusi beberapa hal seperti penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), peringanan tarif listrik industri, serta perluasan Kredit Usaha Rayat (KUR).

Sementara Paket Kebijakan Ekonomi keempat ada tiga hal pokok yang menjadi fokus pemerintah, yaitu perbaikan sistem pengupahan, tindak lanjut Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk ekspor serta mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK). “Paket keempat adalah keinginan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar dunia usaha dan investor diberikan kemudahan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta beberapa waktu lalu Semakin nyata karena dengan gelontoran paket-paket kebijakan ekonomi ini, nilai tukar Rupiah terus mengalami penguatan terhadap Dolar Amerika.

Di sektor tenaga kerja, setahun masa pemerintahan Jokowi – JK terjadi peningkatan dari sisi penyerapan. Tengok pada semester pertama tahun 2014, ada 611 ribu tenaga kerja terserap di beberapa lapangan pekerjaan, naik 12,31% pada periode yang sama tahun 2015 menjadi 685 ribu. Begitu pula investasi yang juga mengalami kenaikan 16,56% dari semester I 2014 sebesar 22,8 triliun, menjadi Rp259,7 triliun pada periode yang sama tahun 2015. Realisasi investasi di luar pulau Jawa pun naik 25% jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Semua ini untuk memberi sinyal positif kepada masyarakat dan investor bahwa Indonesia bersahabat dengan siapapun yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Pramono.

(14)

ETALASE

D

irektorat Jenderal Energi Baru

Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar acara Pelepasan Uji Jalan dan Sosialisasi Pemanfaatan Biodiesel 20% (B20) Roadshow to Sumatera. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) dan Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRDST).

Uji jalan ini sendiri menggunakan 6 (enam) kendaraan dengan bahan bakar B20, yaitu kendaraan operasional Ditjen EBTKE (minibus) Hino, Truk Hino, Ford Ranger, Toyota Kijang Innova, dan Mitsubishi Pajero. Roadshow to Sumatera ini akan mengambil rute Jakarta - Lampung - Palembang - Jambi - Padang - Pekanbaru - Medan - kembali ke Jakarta. Disamping itu, kegiatan ini juga akan disertai dengan penyelenggaraan seminar terbuka mengenai hasil uji teknis pemanfaatan B20 pada kendaraan bermotor di perguruan tinggi negeri setempat pada setiap provinsi yang dilalui.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM yang mewakili Direktur Jenderal EBTKE, Tisnaldi mengungkapkan peran penting BPPT terutama dalam pengujian kinerja mesin. “Ini merupakan salah satu tolak ukur yang penting dalam menilai suatu bahan bakar dapat digunakan di dalam mesin yang ada atau tidak dan bagaimana pengaruhnya terhadap mesin tersebut,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa selama ini hampir 94% pemenuhan kebutuhan energi nasional bersumber dari energi fosil, sementara produktivitas minyak bumi nasional cenderung menurun sehingga mengharuskan Indonesia untuk mengimpor BBM yang berimbas pada neraca ekonomi Indonesia. “Padahal Indonesia memiliki potensi ketersediaan bahan baku biodiesel dari CPO yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti BBM jenis minyak solar,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kegiatan Uji Jalan dan Sosialisasi Pemanfaatan Biodiesel 20% (B20) Roadshow to Sumatera ini sendiri diselenggarakan sejak tanggal 19 Oktober - 2 November 2015.

BIODIESEL

ROADSHOW

TO

SUMATRA

(15)

ETALASE

PARAMETER ANALISIS GARAM FARMASI

1. NaCl >99.5%

2. Kalsium - Magnesium <50ppm 3. Sulfat <0.015%

4. Asam / Basa Memenuhi Syarat 5. Barium (Ba) Memenuhi Syarat 6. Besi (Fe) <2ppm

7. Arsen (As) <3ppm 8. Logam berat sbg Timbal <5ppm

9. pH 6-7

10. Kadar airloss on drying <0.50ppm 11. Alumunium (Al) 0.2 12. Iodida/Bromida Negatif 13. Fe(CN)53- Negatif

armasi dan Medika

RISET

S

elama tiga tahun terakhir, Badan

Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Jepang terus bekerjasama dalam bidang riset. Untuk tahun ini, kerjasama riset mengarah kepada bidang-bidang strategis yaitu bidang Inovasi Teknologi Kesehatan, Pangan dan Pertanian berbasis Bio Resources.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Jepang ini penting untuk mengakselerasi berbagai produk yang berbasis riset bio resources.

“Saya ingin tidak hanya lembaga riset saja yang mengembangkan produk berbasis bio resources, tapi industri strategis di Indonesia dan Jepang juga turut serta mewujudkan berbagai produk berbasis bio industri,” kata Unggul di acara Joint Symposium on Health Food and Agricultural Technology di Bandung, kemarin (1/9).

Unggul juga menyampaikan, BPPT telah banyak menghasilkan berbagai produk di bidang kesehatan, pangan serta minuman. Dan hasilnya pun, telah dimanfaatkan secara luas oleh mitra-mitra kerja BPPT.

“Dalam hal riset di bidang pangan, BPPT berhasil mengembangkan Biskuneo, sebuah biskuit yang sangat bernutrisi, dengan kandungan karbohidrat dan protein tinggi. Sehingga akan cocok sekali untuk digunakan dalam keadaan darurat seperti bencana alam,” jelas Unggul.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia, tambah Unggul, BPPT telah mengembangkan Ikan Nila Salina yang kini dapat dibudidayakan di air asin.

“Kita juga telah mengembangkan tanaman sagu yang dapat dikonsumsi sebagai pangan alternatif karbohidrat selain beras,” ungkap Kepala BPPT.

Sementara pada bidang kesehatan dan obat, saat ini BPPT tengah melakukan riset berbagai produk farmasi yang berbahan baku lokal. Hal ini untuk mewujudkan perekayasaan dan penelitian produk farmasi berbasis herbal.

“Semua ini kami lakukan tentu dengan skema melibatkan industri strategis sebagai mitra kerja. Dengan kerjasama ini kami harapkan produk yang dihasilkan dapat digunakan langsung oleh industri, pungkas Unggul.

BPPT SIAP DUKUNG TEKNOLOGI PRODUKSI GARAM UNTUK INDUSTRI

Kebutuhan garam industri farmasi nasional di Indonesia semakin meningkat. Dampaknya adalah tidak tercukupinya kebutuhan garam untuk industri tersebut. Terkait hal ini BPPT telah melakukan riset untuk mendukung peningkatan produksi garam farmasi nasional.

Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM-BPPT), Bambang Marwoto menuturkan bahwa pihaknya sejak lama telah mengembangkan perekayasaan garam, baik untuk kebutuhan farmasi maupun industri.

“Dengan riset ini diharapkan kebutuhan garam industri farmasi dapat lebih tercukupi,” ujarnya.

Bahkan ungkapnya, BPPT sudah melakukan riset teknologi produksi garam farmasetis sejak 1993.

“Sekarang ini teknologi yang sudah dipatenkan ini akan dipakai Kimia Farma untuk membuat garam farmasi. Kapasitas produksinya 2000 ton per tahun,” urai Bambang di sela acara Joint Symposium BPPT - AIST Jepang, Bandung, (2/10).

Bambang juga mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik garam farmasi ini sendiri dilaksanakan di Watudakon, Jombang, Jawa Timur.

“Insya Allah dalam waktu dekat pabrik garam ini akan segera beroperasi di 2015 ini,” pungkasnya.

Saya ingin tidak hanya lembaga riset

saja yang mengembangkan produk

berbasis bio resources, tapi industri

strategis di Indonesia dan Jepang

juga turut serta mewujudkan berbagai

produk berbasis bio industri.

(16)

KEGIATAN

Tim ekspedisi Kapal Riset Baruna Jaya 1 BPPT

IKAN

MAHARSI

SPESIES IKAN NILA

REKAYASA BPPT

MAMPU HIDUP DI LAUT

M

enristekdikti, M. Nasir dan Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengunjungi keramba Ikan Nila Salina di Kepulauan Seribu. Pada kunjungannya, Menteri Nasir mengapresiasi Ikan Nila rekayasa BPPT ini yang diyakininya siap meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

“Ikan Nila ini harus dimanfaatkan secara optimal dan diberikan nilai tambah. Inovasi yang dihasilkan ini harus bisa ditingkatkan oleh pengusaha, dalam hal ini Nusa Ayu Karamba,” katanya.

Menurutnya Ikan Nila per kilogram biasa dijual kurang dari 20000 rupiah saja. “Kalau sudah di budidaya di air laut ini bisa mencapai 40ribu keatas harga jualnya,” ungkapnya.

Menteri Nasir juga meminta BPPT menamai Ikan tersebut agar tidak lagi dikenal sebagai Ikan Nila biasa. Hal ini ditujukan agar ikan ini memiliki ciri khas.

“Saya minta jangan dijual dengan nama ikan nila, karena untuk meningkatkan nilai jualnya, jadi Ikan Maharsi saja,” tegasnya.

Dengan hal ini, Menteri Nasir berharap wisatawan akan datang juga untuk datang makan Ikan Maharsi ke Kepulauan Seribu, serta menjadi icon bagi Kepulauan Seribu.

Di tempat yang sama Kepala BPPT menuturkan bahwa MAHARSI adalah akronim dari Muhammad Husni Amrullah dan Ratu Siti Aliyah. “Keduanya adalah peneliti perekayasa BPPT yang berhasil mengembangkan Ikan Nila ini sampai dapat dibudidayakan di laut,” ungkap Unggul.

Kepala BPPT juga mengharapkan Ikan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Mudah-mudahan juga Ikan MAHARSI ini dapat dikenal luas di masyarakat dan nasional,” pungkasnya.

(17)

KEGIATAN

Deputi PKT Tatang A Taufik saat meresmikan Pusat Inovasi Primakara

Kepala BPPT memberikan benih nila kepada pemerintah Bantaeng

APA KABAR STP?

* S c i e n c e a n d T e c h n o l o g y P a r k

APA KABAR STP?

* S c i e n c e a n d T e c h n o l o g y P a r k

BPPT GAGAS PEMBANGUNAN

PUSAT INOVASI PRIMAKARA

DENPASAR

GENJOT POTENSI DAERAH BERSAMA BPPT, BUPATI BANTAENG:

INSHA ALLAH AKAN BERHASIL

dari program ini. Bersama kita akan segera lakukan langkah-langkah konkret untuk kemajuan daerah,” ucapnya.

Menanggapi tersebut, Kepala BPPT, Unggul Priyanto secara tegas mengatakan bahwa Program Techno Park ini tidak akan berhasil apabila Pemerintah Daerah (Pemda) tidak medukung secara penuh. “Saya melihat Pemda Bantaeng bersemangat dan sangat mendukung terlaksananya program ini. Karenanya saya amat yakin Program Techno Park di Kabupaten Bantaeng akan sangat sukses,” ujarnya.

BPPT menurut Unggul, berupaya mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki oleh Kabupaten Bantaeng melalui rekayasa teknologi yang telah berhasil dikembangkan BPPT, salah satunya adalah melalui benih Ikan Nila. Dirinya pun yakin, dengan komitmen kuat yang telah ditunjukan oleh Pemda Bantaeng, nantinya Bantaeng akan menjadi pusat pembenihan Ikan Nila di Kawasan Indonesia Timur.

Terpisah, Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah menyatakan bahwa Program Techno Park merupakan langkah yang sangat dibutuhkan Kabupaten Bantaeng. “Sebagai Kabupaten yang baru tumbuh, kami sangat ingin menggenjot daerah melalui pengembangan industri berbasis teknologi. Sinergi BPPT dan Kabupaten Bantaeng, akan mewujudkan keinginan kami tersebut. Insha Allah, hasilnya akan bagus,” pungkasnya.

S

ebagai kabupaten, Bantaeng berupaya mengoptimalkan segala potensi daerah yang dimilikinya demi kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya. Peternakan, perikanan, perkebunan, pertambangan merupakan sedikit contoh yang mampu menggambarkan betapa besarnya potensi yang tersedia di Kabupaten Bantaeng.

Sadar akan tantangan yang dihadapi di masa mendatang, bersama BPPT, Bantaeng melalui program Techno Park, menggenjot lebih dalam potensi yang ada untuk sebuah visi: menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan.

“Untuk menjadikan Bantaeng sebagai daerah yang maju, kita memerlukan adanya inovasi. Dari inovasi tersebutlah kita akan mampu meningkatkan daya saing kemandirian daerah,” jelas Wakil Bupati Bantaeng, Muhammad Yasin, dalam acara Pencanangan Dan Monev Program Pengembangan Techno Park di Bantaeng (17/09).

Lebih lanjut Yasin menerangkan, daerah tidak akan mampu menjadi mandiri tanpa adanya pendampingan. Program Techno Park merupakan salah satu bagian dari pendampingan yang dilakukan pemerintah pusat terhadap daerah agar menjadi mandiri. “Saya berterimakasih kepada BPPT yang telah menempatkan Bantaeng bagian

P

emerintah Indonesia melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sedang gencar melakukan pembangunan Taman Sains dan Teknologi Nasional (National Science and Technology Park) di daerah-daerah. National Science and Technology Park akan berfungsi sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi maju, pusat penumbuhan wirausaha baru di bidang teknologi maju dan pusat layanan teknologi maju ke masyarakat.

Salah satu National Science and Technology Park yang sudah dibangun dan merupakan percontohan nasional adalah kawasan adalah Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) di Serpong. Pembangunan PUSPIPTEK ini digagas oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan bermitra dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya adalah menumbuhkembangkan dan menciptakan

bisnis-Salah satu mitra BPPT dalam membangun Program National Science Technology Park PUSPIPTEK adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara Denpasar.

Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) Tatang A Taufik mengatakan sejak tahun lalu BPPT sudah menjalin kerjasama dengan STMIK Primakara.

“Kami sangat berharap STMIK Primakara dapat menjadi kampus pelopor menumbuhkembangkan lahirnya industri kreatif di Indonesia dan khususnya di Bali,” kata Tatang di Acara Seminar Peran Pusat Inovasi Untuk Menumbuhkembangkan Technopreneurship di Kalangan Dunia Pendidikan dan Peresmian Pusat Inovasi Primakara di Denpasar, (21/09).

Tatang menjelaskan untuk mewujudkan lahirnya para technopreneur muda, kuncinya adalah para mahasiswa yang masuk kedalam usia produktif harus terus menambah wawasan dan merubah pola pikir untuk menjadi seseorang yang kreatif dan inovatif.

“Kerjasama ini merupakan modal yang baik untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang nantinya bisa menjadi technopreneur-technopreneur muda di Indonesia,” harap Tatang.

Di tempat yang sama, Made Artana Ketua Yayasan STMIK Primakara menyampaikan bahwa sejarah pembangunan kampus ini tidak terlepas dari peran dan dukungan BPPT. Melalui kerjasama dengan BPPT diharapkan STMIK Primakara bisa menjadi kampus technopreneur.

(18)

BERITA GAMBAR

RITECH EXPO 2015

@Lapangan D, Gelora Bung Karno - 07 Agustus 2015

Arahan Wakil Presiden RI

@Audiotorium BPPT - 10 Agustus 2015

Wapres RI, Jusuf Kalla (5) meminta BPPT membantu pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur pembangunan nasional, salah satunya di bidang maritim (6).

BPPT menampilan teknologi Energi, Maritim, dan Pangan sesuai dengan Nawacita Presiden

6 5

1

2

3 4

1. M. Nasir (Menristek Dikti), membuka Ritech Expo 2015 2. Pengunjung mecoba olahan ragam pangan subtitusi

beras

3. M. Nasir mencicipi RISE UP, nasi siap saji 4. Produk unggulan BPPT dalam bidang energi

APA KABAR STP?

TEKNOPARK BARON FOKUS

PADA ENERGI TERBARUKAN DAN PARIWISATA

tenaga angin dan sarana energi terbarukan lainnya. Untuk itu kedepan saya harapkan untuk pariwisata di Baron bisa mengandalkan pasokan listrik dengan energi terbarukan,” tandasnya.

Sementara Kepala Program Baron Teknopark BPPT, Andri Subandrio menyebutkan bahwa pelaksanaan FGD kali ini adalah melakukan integrasi masterplan BPPT dengan pengembangan kawasan Baron. Mengenai waktu peluncuran teknopark ini Andri menyebutkan akan dilaksanakan tahun ini. “Kalau tidak ada kendala akan di launching akhir tahun,” pungkasnya.

Y

ang terpenting dari pembangunan sebuah teknopark adalah peningkatan p e m b a n g u n a n perekonomian dan daya saing daerah. Dalam hal ini penting dalam kawasan teknopark mampu memunculkan dan memacu pihak industri untuk bersinergi menghasilkan inovasi.” Demikian ungkap Kepala BPPT, Unggul Priyanto saat membuka FGD Pengembangan Baron Teknopark Kabupaten Gunung Kidul DIY, Yogyakarta (13/10)

Kepala BPPT juga menegaskan bahwa untuk mewujudkan sebuah kawasan teknopark adalah komitmen pemerintah daerah yang juga dibantu pihak terkait seperti industri dan perguruan tinggi untuk mewujudkan teknopark.

Diutarakannya juga bahwa setelah melalui kajian, BPPT menganggap kawasan Baron ini cocok untuk teknopark pariwisata yang berbasis ilmu pengetahuan. “Nantinya selain menjadi objek wisata juga dapat menjadi sarana edukasi bagi pelajar

dan mahasiswa terkait energi terbarukan,” ungkap Unggul.

Mengenai kendala dan tantangan, Unggul menuturkan bahwa memang masih banyak yg harus dilakukan. “Di Baron ini ada solar pv,

* S c i e n c e a n d T e c h n o l o g y P a r k

kedepan saya harapkan untuk

pariwisata di Baron bisa

mengandalkan pasokan listrik dengan

energi terbarukan

(19)

BERITA GAMBAR

Perekayasa Utama Kehormatan 15

@Audiotorium BPPT - 19 Agustus 2015

Upacara Dirgahayu RI Ke-70

@Lap. Upacara BPPT - 17 Agustus 2015

BPPT menganugerahkan gelar Perekayasa Utama Kehormatan 2015 (12) kepada Jacobus Busono, yang bergerak di bidang teknologi material

BPPT bersama Kemenko Maritim, jajaran

Kemenristek Dikti menggelar upacara memperingati Dirgahayu RI ke-70 (7) bersama, dilanjutkan

penyerahan penghargaan Satya Lencana (8).

11 12 10

8

9

7

9. Jacobus Busono meletakkan plat penghargaan Perekaya Utama Kehormatan disaksikan Kepala BPPT, Unggul Priyanto. 10. Megawati Soekarno Putri, Presiden Indonesia ke-5 memberikan pandangannya mengani teknologi di Indonesia.

11. Jacobus Busono menjawab pertanyaan wartawan mengenai kunci suksesnya, dan apa yang akan dikembangkan kelak.

12

14

15 16 15

13

BJHTA 2015

@Audiotorium BPPT - 20 Agustus 2015

TMC Hujan Buatan Untuk

Atasi Kekeringan Nasional

@ Lanud Halim Perdana Kusumah - 25 Agustus 2015

Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2015 (15) diberikan kepada Warsito P Taruno (13) dengan karya teknologi Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT), sebuah sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang telah diaplikasikan secara luas di dunia industri dan medis.

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk

12. Kepala BPPT, Unggul Priyanto menyerahkan penghargaan BJHTA 2015 kepada Warsito P Taruno

(20)

17 18

19

Dialog Nasional Inovasi TIK 2015

@Audiotorium BPPT - 20 Agustus 2015

Budidaya Ikan Maharsi

@ Nusa Ayu Karamba- 23 September 2015

Dialog Nasional Inovasi TIK 2015 mengangkat tema Meraih e-Nawacita dengan Pelayanan Publik Elektronik yang Inovatif dan Bermutu untuk

Sistem Pemerintahan dan Demokrasi.

Menteri Ristek Dikti menangkap Ikan Maharsi (19), spesies ikan nila hasil rekayasa BPPT

yang mampu hidup di Laut

17. Deputi TIEM, Hammam Riza sedang menerangkan cara kerja sistem e-Voting

18. Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Empat Lawang menerima penghargaan atas penerapan pemilihan secara elektronik. Kiri ke kanan: Deputi Tiem Hammam Riza, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Empat Lawang David Hadrianto A, dan Kepala BPPT Unggul Priyanto

FOLLOW US

(21)

Biro Umum dan Humas Jl. M.H. Thamrin No.8 Jakarta 10340

Telp. (021) 3168200/11 Fax. (021) 3168219/31924319 www.bppt.go.id

Gambar

tABEL 2 atABEL 2 b

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan demikian, media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran dan

Meskipun ada data yang kami eksklusi karena (a) mengisi &gt; 1 pilihan wahana, (b) tidak mengisi satupun pilihan wahana, atau (c) mengisi lebih dari 1 kali, semoga

Peningkatan ini terjadi karena nilai earning before interest and tax (laba sebelum bunga pajak) mengalami peningkatan yang cukup besar. Penyebab penurunan ini

RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN. TAHUN

Untuk jumlah stomata yang sedikit pada permukaan atas daun pisang klutuk dapat dijadikan anggapan juga bahwa pisang klutuk tidak mudah terserang penyakit seperti sigatoka

Persoalan cabai merah sebagai komoditas sayuran yang mudah rusak, dicirikan oleh produksinya yang fluktuatif, sementara konsumsinya relatif stabil. Kondisi ini menyebabkan

Perniagaan ini adalah milik perkongsian dengan aktiviti perniagaan adalah menanam pitaya (Buah Naga) di Ladang:- Lot 2279 , Kampung Ulu Sungai Dua Besar , Daerah Kuala

Hasil: DidapatkanT6 pasien rinosinusitis tronis yang dilakukan pemeriksaan tomografi komputer sinus paranasal untuk persiapan- opirasi bedah sinus endoskopi , terdiri