• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antecedent Perilaku Adopsi E-Commerce (Studi pada UKM di Surakarta)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Antecedent Perilaku Adopsi E-Commerce (Studi pada UKM di Surakarta)"

Copied!
198
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

ANTECEDENT PERILAKUADOPSI E-COMMERCE

(Studi pada UKM di Surakarta)

Skripsi

Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Oleh:

DARWIN WARMANSYAH

F0206039

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)
(3)
(4)

commit to user MOTTO

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang

batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang

kamu mengetahui

(QS. AL-BAQARAH : 42)

Bertarung dan menaklukan semua pertempuran bukanlah

kesempurnaan yang utama, kesempurnaan yang utama berada

pada penghancuran ketahanan musuh tanpa pertarungan

(Sun Tzu)

Jika anda ingin mencapai hasil lebih dan bukan sekedar bertahan dan

melewatihari, memegang kendali atas hidup, karier, dan nasib anda,

berhentilah bermimpi dan mulailah bekerja

(D.A. Benton)

Hidup terlalu besar untuk mengerjakan pekerjaan yang kecil

(Mario Teguh)

Kalau kamu ragu akan sesuatu, pejamkan mata dan hitung

sampai tiga, ucapkan harapanmu dalam hati dan melangkahlah

(5)

commit to user PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan kepada :

1. Allah SWT… terimakasih atas segala petunjuk dan karuniaMU

2. Bapak, Ibuk, Mas David Warmansyah, dan Dek Galuh Oktavia Warmansyah yang selalu mendoakan dan mendukung, bangga bisa menjadi bagian dari kalian,,

3. Mbah kakung (terima kasih atas doa nya selama ini dan tambahan uang sakunya), Keluarga Pakdhe Wariso di Jkarta (telah banyak banget bantuannya, mengucapkan sangat2 terima kasih), dan Keluarga besar bwt dukungan dan doa2nya,,

4. Kristanti Nindyah Permatasari “nin2” dan keluarga, thanks for your love & thanks for your support… :-*

5. Angela Pranindya dan Anandia Yuliani,, terimasih bwt warna kehidupan ini, doa dan dukungannya, sukses bwt kalian J,, Sahabat2 Pejuang Kehidupan (Haryo, Very, Arif, Okbrin,

Miftah, Andri, Toha, TA, Iswan, Ridwan) bangga bisa menjadi bagian dari cerita kehidupan kalian, mari bersama merajut mimpi, dan terus berjalan kawan.

6. Bapak Haryanto, SE,M.Si, (terima kasih buat bimbingannya selama ini dan maaf bila ada kesalahan dari saya,, Sukses selalu buat pak har,.) Bp Dr. Budhi Haryanto, MM. (terimaksih atas arahan2 yang sudah diberikan yang membuat saya terharu, saya akan selalu ingat kata-kata dari bapak), segenap dosen dan civitas akademika fakultas ekonomi UNS.

7. Keluarga besar BEM FE UNS, BAPEMA, HMJM, teater GADHANG (sangat beruntung bisa mengenal kalian, terima kasih atas ilmu yang ditularkan, Suksess!), Keluarga besar COKLAT (hmm, salute bwt kalian dan terus berjuang, bwt angkatan tua, ayo gek kerjo!,eh, ayo gek lulus jg ding.,he), FAO, dan KFK (ada Project?, he,).

8. Keluargaku di Solo #Kontrakan The Kriuk 1 dan The Kriuk 2 (Jonar, Janu, Tino, Ibnu Grandong, Darmoe, Ariska, Andreas, Ucok, Agung) Cuma bisa maturnuwun, he, atas kekonyolan dan warna lain hidup ini, #Kos Wahyu Jaya (Irvan, Nevir, Tino, Haris, Labibi, Topik, Tian, “dewo” Qomar) tempat yang nyaman buat reformasi, #Kontrakan Omah Ijo (Deni, SE, Krisdam, Hanung, SE, Eko, SE) makasih buat tumpangannya yang nyaman, support kalian, kebersamaan kalian,, bwt kris, ayo gek SE J,,, Suksess Bwt Kalian, Saudara2ku Semua!!,

9. Seluruh Teman2 Manajemen 2006, trima kasih atas kebersamaanya selama ini…kenangan yang tak terlupakan…

(6)

commit to user KATA PENGANTAR

ﻢــــــﺴِﺒﻟ

ا ﷲا

ﻦﻤﺣٌﺮﻟ

ا

ﻢﯿﺣ ٌﺮﻟ

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Alhamdulillahi Rabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan kasih dan sayang-Nya. Akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ANTECEDENT PERILAKU ADOPSI E-COMMERCE (Studi pada UKM di Surakarta)”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dan persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Skripsi ini tidak akan selesai tanpa doa, bantuan dan dorongan dari berbagai

pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Haryanto, SE, MSi., selaku dosen pembimbing skripsi yang telah bersedia

meluangkan waktu untuk membimbing, memberi saran dan masukan kepada

penulis hingga selesainya skripsi ini.

2. Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com, Ak., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Dra. Endang Suhari, MSi., selaku Ketua Jurusan Manajemen

4. Reza Rahardian, SE, MSi., selaku Sekretaris Jurusan Manajemen dan

pembimbing akademik.

5. Seluruh dosen dan staff administrasi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

(7)

commit to user

6. Ibuk dan Bapak yang begitu besar memberikan kepercayaan pada anaknya untuk

berproses menemukan dan memahami arti hidup yang sebenarnya. Sungguh

membahagiakan dan membanggakan Ibu dan Bapak adalah sumber motivasi

terbesarku.

7. Kakak dan adikku tercinta (David Warmansyah dan Galuh Oktavia Warmansyah)

yang tiada henti mendukung semua yang kulakukan.

8. Semua Sahabat dan orang-orang disekelilingku yang begitu memberikan arti

besar bagiku. Diri ini bukan apa-apa tanpa cinta dan kasih sayang kalian. Ketika

diri ini belum mampu membalas semua apa yang kalian berikan, biarkan Allah

yang akan membalas dengan cintaNya.

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah

memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada penulis dalam penulisan

skripsi ini.

Penulis menyadari, skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik

dan saran membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, Desember 2010

(8)

commit to user

DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL...

ABSTRAK ...

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I. PENDAHULUAN A Latar Belakang ... 1

B Permasalahan ... 6

C Tujuan Penelitian ... 9

D Manfaat Penelitian ... 9

1 Kemanfaatan Teoritis ... 9

2 Kemanfaatan Untuk Studi Lanjutan ... 10

(9)

commit to user

4 Kemanfaatan Metodologis ... 11

E Justifikasi Penelitian ... 11

1. Isu Penelitian ... 11

2. Pendekatan Penelitian ... 12

3. Objek Penelitian ... 12

4. Prinsip Generalisasi Model ... 12

BAB II. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS A Pengertian dan Pendekatan Penelitian ... 14

B Posisi Studi ... 15

C Pembahasan Teori ... 18

1. Sikap terhadap penggunaan ... 18

2. Norma Subyektif ... 20

3. Kontrol perilaku yang dapat diterima ... 21

4. Pengalaman ... 21

5. Niat menggunakan ... 22

6. Tindakan Nyata ... 22

D Hipotesis ... 22

E Model Penelitian ... 25

BAB III. METODE PENELITIAN A Ruang Lingkup Penelitian ... 27

(10)

commit to user

1 Populasi ... 28

2 Sampel ... 28

3 Sampel dan Sampling Method ... 29

C Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 30

D Metode Analisis Data ... 34

1 Analisis Deskriptif ... 34

2 Pengujian Statistik... 34

a Uji Validitas ... 34

b Uji Reliabilitas ... 35

c Pengujian Model Struktural ... 36

BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A Analisis Statistik Deskriptif ... 41

B Pengujian Statistik ... 44

1 Uji Validitas ... 44

2 Uji Reliabilitas ... 47

3 Analisis Structural Equation Model (SEM) ... 48

a Asumsi Kecukupan Sampel ... 49

b Asumsi Normalitas ... 49

c Asumsi Outliers... 51

d Analisis Kesesuaian Model (Goodness of Fit) ... 53

(11)

commit to user

4 Analisis Uji Hipotesis ... 59

a Analisis Koefisien Jalur ... 59

b Pengujian Hipotesisi ... 60

c Moderasi ... 62

d Pembahasan Hipotesis... 64

BAB V. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A Kesimpulan ... 70

B Implikasi ... 71

Implikasi Teoritis ... 71

Implikasi Praktis ... 72

C Keterbatasan dan Saran ... 73

DAFTAR PUSTAKA ...

(12)

commit to user

DAFTAR GAMBAR

Gambar

II.1 Model Penelitian……….

IV.1 Model AMOS………...

26

(13)

commit to user

DAFTAR TABEL

Tabel

II.1 Posisis Studi...

III.1 Indikator Goodness-of-fit Model...

IV.1 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin...

IV.2 Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan ………

IV.3 Karakteristik Responden berdasarkan Usia ………

IV.4 Karakteristik Responden berdasarkan Lama Usaha ………

IV.5 Uji Validitas tahap 1...

IV.6 Uji Validitas tahap 2...

IV.7 Uji Reliabilitas………

IV.8 Hasil Uji Normalitas………

IV.9 Hasil Jarak Mahalanobis Data………

IV.10 Hasil Goodness of Fit Model Struktural………

IV.11 Hasil Goodness of Fit Model Struktural setelah Modifikasi……

IV.12 Standardized Regression Weights………

IV.13 Regression Weights...

IV.14 Nilai Kritis Z-tabel...

IV.15 Regression Weights Moderasi...

(14)

commit to user

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Kuesioner Penelitian

Lampiran 1 : Data Seluruh Variabel

Lampiran 2 : Uji Reliabilitas

Lampiran 3 : Uji Validitas

Lampiran 4 : Frekuensi

Lampiran 5 : Uji Asumsi Model

(15)

commit to user ABSTRAK

ANTECEDENT PERILAKU ADOPSI E-COMMERCE

(Studi pada UKM di Surakarta)

DARWIN WARMANSYAH F0206039

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan adopsi e-commerce, yang meliputi sikap terhadap penggunaan (attitude towards using), norma subyektif (subjective norm), pengalaman (experience), kontrol perilaku (perceived behavioral control), niat menggunakan (intention to use) dan tindakan nyata (actual usage).

Data diambil melalui survei 243 responden. Kriteria utama yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah UKM di Surakarta yang menggunakan internet sebagai sarana usaha dan yang pernah menggunakan dalam batasan non aktif selama 3 bulan terakhir. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling. Teknik pengambilan sampel dari responden yang memiliki karakteristik khusus dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Teknik convenience sampling bertujuan untuk menjamin keakuratan dari data yang dikumpulkan

Kuesioner dalam penelitian ini diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Tujuan pengujian ini adalah untuk memastikan tingkat konsistensi dalam pengukuran dan memastikan bahwa data memenuhi kualifikasi kelayakan dalam pengujian hipotesis. Analisis data penelitian ini menggunakan AMOS versi 18 dengan menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM) sebagai dasar dalam pengujian hipotesis. Analisis ini bertujuan untuk mengestimasi beberapa persamaan regresi terpisah akan tetapi masing-masing mempunyai hubungan simultan atau bersaman.

Hasil pengujian yang dilakukan mengindikasi terdapat pengaruh signifikan dan positif pada: attitude towards using dengan intention to use, perceived behavioral control dengan intention to use, serta intention to use dengan actual usage, dan terdapat pengaruh tidak signifikan pada subjective norm dengan intention to use. Variabel pengalaman terbukti memoderasi hubungan antara subjective norm terhadap intention to use. Selanjutnya dalam pembahasannya juga didiskusikan implikasi secara lanjut, secara teoritis dan praktis

(16)

commit to user ABSTRACT

ANTECEDENT BEHAVIORAL E-COMMERCE ADOPTION

(Study on Small Business in Surakarta)

DARWIN WARMANSYAH F0206039

This research aims to reveal the factors that influence the actions of adoption of e commerce, which includes attitude towards using, subjective norm, experience, perceived behavioral control, intentions to use and actual usage.

Data retrieved through 243 survey respondents. The main criteria used in this research sample are Small Business in Surakarta who use the internet as a means business and is never used within the limits of non-active during the last 3 months. Sampling was done by convenience sampling technique. Sampling technique of respondents who have special characteristics and meet the criteria specified by the researchers who can provide the required information. Convenience sampling technique aims to ensure the accuracy of the data collected.

The questionnaire in this study tested the validity and reliability. The purpose of this test is to ensure a level of consistency in measurement and to ensure that the data meet the eligibility qualifications in hypothesis testing. This study data analysis using AMOS version 18 analysis using Structural Equation Modelling (SEM) as a basis for hypothesis testing. This analysis seeks to estimate a separate regression equations but each will have a simultaneous relationship or bersaman.

The test results do indicate that there are significant and positive influence on: Attitude Towards using the intention to use, perceived behavioral control with the intention to use, and intention to use with actual usage, and there is no significant influence on the subjective norm with intention to use. Proven experience variables moderate the relationship between subjective norm on intention to use. Further in his discussion also discussed the implications of the information, both theoretical

and practical.

(17)

commit to user

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

E-commerce merupakan isu yang menarik untuk diteliti, karena studi

ini memberikan pemahaman secara praktis atas upaya-upaya yang dilakukan

untuk menerapkan secara nyata penggunaan e-commerce. Hal ini diperlukan,

karena melalui cara ini praktisi dapat memberikan stimulus untuk membangun

variabel amatan yang diharapkan mempengaruhi pemasar sehingga dapat

membuat strategi penerapan e-commerce melalui Actual behavior. Actual

behavior yang dimaksud menunjukkan kecenderungan perilaku nyata yang

diaplikasi dalam sebuah tindakan. Secara teoritis, isu tersebut masih menjadi

perdebatan hasil studi-studi terdahulu. Hal ini dikarenakan keragaman

permasalahan, obyek amatan studi, metode riset serta variabel amatan yang

menyebabkan konstruk yang beragam (Ajzen, 1985, 1991; Davis, 1989;

Szajna, 1994; Chin dan Todd, 1995; Venkatesh dan Morris, 2000). Kondisi

yang demikian ini, memberikan peluang untuk mengembangkan suatu model

yang dapat menjelaskan fenomena mengenai niat menggunakan kembali dan

tindakan nyata terhadap penggunaan e-commerce pada UKM yang terjadi di

Indonesia. Namun, sebelum menjelaskan model yang dimaksud, terlebih

dahulu dijelaskan hal–hal yang menjadi perdebatan studi terdahulu tersebut.

Beberapa model penelitian telah membahas tentang variabel

(18)

commit to user

2

tersebut sering diinvestigasi dalam bidang perilaku teknologi informasi.

Model tersebut adalah theory of planned behavior (TPB) (Ajzen, 1985,

1991) dan model penerimaan teknologi (TAM) (Davis, 1989; Davis dkk,

1989.). TPB berpendapat bahwa niat perilaku ditentukan oleh: 1) Attitude

(sikap), 2) Perceived behavioral control, yang didefinisikan sebagai persepsi

dari seberapa mudah atau sulitnya untuk melakukan perilaku, dan 3)

Subjective norm, didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang tentang

apakah orang lain yang berhubungan berpikir bahwa seseorang harus terlibat

dalam suatu kegiatan. Taylor dan Todd (1995) menyimpulkan bahwa TAM

menjelaskan 52 persen dan TPB menjelaskan 57 persen dari varians dalam

niat perilaku menggunakan komputer.

Beberapa studi terdahulu masih mengindikasikan terdapatnya

keragaman variabel lain yang mempengaruhi pembentukan actual behavior

(Davis dkk, 1989; Ajzen, 1991; Snook, 2005; Thompson, 2006). Pertama,

studi yang mengungkap bahwa perceived usefulness, perceived ease of use

mempengaruhi actual behavior yang pengaruhnya dimediasi oleh attitude

dan intention to use (Davis dkk, 1989). Usefulness dan ease of use

dipengaruhi oleh variable eksternal, attitude memediasi hubungan usefulness

dan ease terhadap intention to use, dan intention to use berpengaruh

terhadap actual behaviour.

Kedua, studi yang mengungkap tentang adanya pengaruh variabel

Attitude towards using, subjective norm, perceived behavioral control sebagai

(19)

commit to user

3

variabel dependen dimaksud dimediasi oleh variabel intention to use (Ajzen,

1991). Konstruk yang terbentuk dimoderasi pengaruhnya oleh variabel

pengalaman yang memperkuat hubungan antar variabel independen dan

dependennya (Venkatesh, 2006).

Ketiga, studi yang meneliti adanya pengaruh perceived usefulness,

perceived ease of use terhadap actual behaviour. Pengaruh variabel

independen tersebut dimediasi oleh intention to use yang mendahului

terbentuknya actual behaviour (Snook, 2005). Thompson (2006) memasukkan

variabel affect, self efficacy, social factor, personal innovativeness sebagai

variabel yang mempengaruhi intention to use.

Selain keragaman variabel, studi terdahulu juga mengindikasi adanya

keragaman obyek amatan studi. Berikut dijelaskan keragaman obyek amatan

yang dimaksud. Pertama, studi yang memfokuskan pada psikologi. Dalam studi

Ajzen (1985, 1991) yang menjadi fokus studinya adalah perilaku yang

didasarkan pada aktifitas seseorang. Obyek studi tersebut memunculkan

konstruk yang bertumpu pada pengaruh attitude towards using, subjective

norm, perceived behavioral control, intention to use terhadap actual behavior.

Kedua, studi yang memfokuskan pada perilaku penggunaan information

technology (IT) (Davis dkk, 1989). Studi ini menghasilkan konstruk yang

menjelaskan pengaruh antara perceived usefulness, perceived ease of use,

intention to use terhadap actual behaviour.

Keragaman metode juga ditemui pada beberapa studi terdahulu. Hal ini

(20)

commit to user

4

perbedaan hasil studi. Berikut adalah berbagai metode maupun alat uji yang

telah digunakan pada studi–studi sebelumnya.

Pertama, studi yang menggunakan analisis regresi sebagai alat uji pada

studinya (Davis dkk, 1989; Snook, 2005). Analisis regresi adalah alat uji yang

digunakan untuk menguji pengaruh beberapa variable independen terhadap satu

variabel dependen. Kedua, studi yang menggunakan SEM sebagai alat analisis

datanya (Ajzen, 1985, 1991; Thompson, 2006). SEM merupakan alat uji yang

digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen dalam sebuah

hubungan struktural.

Berbagai keragaman yang ditemui pada kajian literature terdahulu

memberikan peluang untuk membentuk konstruk alternative yang mampu

menjelaskan fenomena mengenai actual behavior. Dengan demikian, model

yang dibangun dalam penelitian ini bertumpu pada 6 variabel amatan, yaitu: (1)

attitude towards using; (2) subjective norm; (3) perceived behavioral control;

(4) intention to (re) use; (5) actual behavior dan (6) pengalaman.

Variabel Attitude toward using merupakan variabel keputusan yang

dianggap penting karena attitude toward using menunjukkan refleksi dari

evaluasi suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Sikap terhadap perilaku

tertentu memang telah menjadi prediktor yang akurat bagi Actual behavior

meskipun prediksi tersebut dilakukan melalui variabel intention to use

(Fishbein dan Ajzen, 1975). Fenomena tersebut dapat menjelaskan pengaruh

(21)

commit to user

5

Subjective norm merupakan variabel keputusan yang dianggap penting

dalam penelitia. Subjective norm dirumuskan sebagai norma yang didapatkan

seseorang dari persepsi terhadap sejauh mana lingkungan sosial yang cukup

berpengaruh akan mendukung atau tidak pelaksanaan tingkah laku tersebut

(Ajzen, 1991; Thompson, 2006). Lingkungan budaya sosial yang tinggi dan

sikap kurang individualistis, seperti yang dimiliki oleh lingkungan sosial

Indonesia, faktor-faktor sosial mungkin merupakan pengaruh penting terhadap

perilaku

Perceived Behavioral control adalah persepsi tentang kesulitan atau

kemudahan dalam melaksanakan tingkah laku, berdasarkan pada pengalaman

sebelumnya dan hambatan yang diantisipasi dalam melaksanakan tingkah laku

tertentu (Ajzen, 1991). Hal tersebut dianggap penting dalam penelitian ini

karena menunjukkan pengendalian diri seseorang untuk melakukan sebuah

tindakan.

Intention to (re) use menunjukkan keputusan untuk menggunakan

kembali berdasarkan pengaruh sikap, norma subyektif, dan pengendalian diri

(Davis dkk, 1989; Ajzen, 1991, Thompson, 2006). Variabel intention to (re) use

dianggap penting karena tingkat penggunaan e-commerce pada seseorang dapat

diprediksi dari sikap niat menggunakan kembali terhadap teknologi tersebut.

Variabel Actual behavior merupakan variabel keputusan yang dianggap

penting dalam penelitian ini karena menunjukkan tindakan nyata terhadap

penerapan e-commerce. Seseorang akan puas menggunakan system jika mereka

(22)

commit to user

6

produktifitas mereka, yang tercermin dari kondisi nyata penggunaan (Davis

dkk,1989).

Variabel pengalaman dianggap penting dalam penelitian karena

menerangkan bahwa pengalaman pengguna mempengaruhi hubungan antara

komponen model dan niat (Venkatesh dan Davis, 2000). Pengalaman

mempunyai landasan kemampuan untuk menggunakan, dari pengertian tersebut

mungkin menjadi pertimbangan penting dalam penerapan model perilaku

khususnya niat menggunakan kembali.

Hubungan antar variabel yang dimodelkan memunculkan masalah

penelitian yang memerlukan pengujian lebih lanjut. Berdasarkan latar belakang

tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang

mempengaruhi pembentukan tindakan nyata dari UKM untuk menggunakan

e-commerce, yaitu niat menggunakan kembali, sikap menggunakan, norma

subyektif, perilaku kontrol, dan pengalaman sebagai moderasi.

B. PERMASALAHAN

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka pokok permasalahan

yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh antara

sikap untuk menggunakan (attitude toward using), norma subyektif (subjective

norms), pengendalian perilaku (perceived behavioral control), pengalaman

(experience), kecenderungan niat menggunakan (intention to use) terhadap

(23)

commit to user

7

Permasalahan pertama terkait hubungan antara attitude towards using

dengan intention to use. Intention to use didefinisikan sebagai kekuatan niat

atau keinginan seseorang untuk menunjukkan perilaku secara lebih khusus

terhadap sesuatu (Nysveen dkk, 2007). Kajian literatur terdahulu menjelaskan

bahwa attitude towards using memiliki pengaruh secara signifikan terhadap

intention to use (Ajzen, 1991; George, 2002; Thompson, 2006). Dalam studi

ini, Attitude towards using digunakan sebagai cara untuk menjelaskan strategi

UKM yang diperkirakan dapat mempengaruhi intention to use. Dengan

demikian permasalahan pertama yang dirumuskan adalah:

Apakah Attitude towards using berpengaruh terhadap intention to

use?

Permasalahan kedua terkait hubungan antara subjective norm dengan

intention to use. Studi terdahulu menyatakan adanya hubungan yang signifikan

antara subjective norm dan intention to use (Ajezen, 1991; Shih dan

Venkatesh, 2003). Tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan atau tidak

melakukan suatu tindakan. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan kedua

yang dapat dirumuskan adalah:

Apakah Subjective norm berpengaruh terhadap intention to use?

Permasalahan ketiga menjelaskan hubungan antara perceived

behavioral control dengan intention to use. Model TPB oleh Ajzen (1991)

(24)

commit to user

8

perilaku sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi niat untuk menggunakan

teknologi. Dalam hal ini, perilaku individu bukan dibiarkan dalam pemanfaatan

dan penggunaan teknologi, tetapi dikendalikan dengan berbagai alat kontrol

terkait dengan perilaku individu tersebut. Berdasar latar belakang tersebut,

maka permasalahan ketiga yang dapat dirumuskan adalah:

Apakah perceived behavioral control mempengaruhi intention to use?

Permasalahan keempat terkait dengan hubungan intention to use dengan

actual behavior. Kajian literatur terdahulu menyatakan bahwa intention to use

berpengaruh secara signifikan pada pembentukan actual behavior (Davis,

1989; Ajzen, 1991; Thompson, 2006). Semakin tinggi niat menggunakan

kembali yang terbentuk, maka akan semakin tinggi pula tindakan nyata

terhadap penggunaan. Berdasar pendapat dan hasil studi tersebut, maka

permasalahan keempat yang dapat dirumuskan adalah:

Apakah intention to use mempengaruhi actual behavior?

Permasalahan kelima terkait hubungan moderasi pengalaman terhadap

model. Studi terdahulu juga menunjukkan bahwa pengalaman memoderasi

hubungan antara model dan niat (Venkatesh dan Morris, 2000). Berdasarkan

argumen tersebut, maka permasalahan kelima yang dapat dirumuskan adalah:

Apakah pengalaman memoderasi pengaruh Subjective norm pada

(25)

commit to user

9

C. TUJUAN PENELITIAN

Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang

signifikan antara attitude towards using, subjective norm dan perceived

behavioral control, intention to use, dan pengalaman terhadap tindakan nyata

dalam penggunaan teknologi informasi.

Secara spesifik, studi ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan pengaruh

attitude towards using pada intention to use, (2) menjelaskan pengaruh

subjective norm pada intention to use, (3) menjelaskan pengaruh perceived

behavioral control pada intention to use, (4) menjelaskan pengaruh intention to

use pada actual behavior, dan(5) menjelaskan pengaruh moderasi pengalaman

pada subjective norm terhadap intention to use.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Kemanfaatan Teoritis

Latar belakang yang diangkat pada studi ini adalah penggunaan

jasa perbankan di Indonesia. Dengan dibentuknya konstruk

pengembangan berdasar studi literatur terdahulu, diharapkan mampu

menjadi referensi dan untuk digeneralisasi dalam konteks yang lebih

luas, melalui pengembangan obyek amatan maupun metode

pengujiannya. Studi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman

bagi studi – studi mendatang, terkait dengan pengukuran variabel,

prosedur pengujian maupun generalisasi metode risetnya.

(26)

commit to user

10

Model yang dikembangkan bertumpu pada metode riset yang

terbatas ruang lingkupnya. Setting penelitian berlatar belakang

penggunaan jasa perbankan di Indonesia, sehingga daya terap modelnya

masih bersifat terbatas. Studi ini tentunya memiliki keterbatasan, untuk

itu diperlukan generalisasi hasil – hasil yang diperoleh pada konteks

yang berbeda dan lebih luas.

3. Kemanfaatan Praktis

Model yang dikembangkan pada studi ini menjelaskan

pengaruh relationship marketing pada customer loyalty. Melalui studi

ini, diharapkan pemasar dapat memahami faktor – faktor apa saja yang

berpotensi dan sebagai driving force dari customer loyalty. Dengan

demikian, diharapkan pemasar mampu menyusun kebijakan dan

strategi pemasaran yang sesuai sebagai upaya untuk meningkatkan

customer loyalty.

4. Kemanfaatan Metodologis

Studi ini diharapkan dapat memberikan metode yang

mempunyai keunikan yang berbeda dari studi – studi yang terdahulu

terkait dengan kespesifikan obyek studi yang dipilih yaitu penggunaan

jasa perbankan. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman

pada studi mendatang terkait dengan pengukuran variabel yang

dikembangkan dan prosedur pengujian yang dilakukan. Dengan

(27)

commit to user

11

riset yang didesain dalam studi ini dan mengembangkannya pada

konteks yang berbeda.

E. JUSTIFIKASI PENELITIAN

Ada beberapa bahasan yang dipergunakan sebagai dasar untuk

menjustifikasi tentang pentingnya studi ini dilakukan. Bahasan tersebut

antara lain: isu penelitian, obyek yang menjadi fokus studi dan prinsip

generalisasi model. Berikut adalah pembahasan mengenai justifikasi

penelitian.

1. Isu penelitian

Studi ini mengambil isu customer loyalty dan word-of-mouth.

Isu ini menarik untuk menjadi fokus studi dikarenakan masih menjadi

perdebatan yang mengisyaratkan adanya pendapat yang belum konklusif

terhadap permasalahan, metode dan struktur pemodelannya. Penelitian

ini bersifat applied research yang didesain untuk memberikan

pertimbangan secara empiris terkait dengan permasalahan yang dihadapi

penyedia jasa perbankan, secara spesifik terkait dengan upaya-upaya

yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan customer loyalty dan

word-of-mouth.

(28)

commit to user

12

Penelitian ini bertumpu pada pendekatan psikologi kognitif

yang bertumpu pada komponen-komponen kognitif-afektif-konatif

sebagai dasar untuk memahami proses pembentukan customer loyalty

dan word-of-mouth. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat

menghasilkan model yang mempunyai daya prediksian yang tinggi

terhadap customer loyalty dan word-of-mouth.

3. Obyek penelitian

Studi ini mengambil obyek penelitian loyalitas dan

word-of-mouth nasabah Bank Jateng. Pemilihan ini didasarkan pada

pertimbangan bahwa loyalitas dan word-of-mouth nasabah merupakan

obyek studi yang diperkirakan dapat mewakili fenomena riil untuk

menjelaskan konsep customer loyalty dan word-of-mouth selain itu,

alasan pemilihan obyek amatan pada Bank Jateng adalah untuk

membatasi ruang lingkup penelitian dengan pertimbangan mengenai

homogenitas sampel yang diuji, hal ini dimaksudkan agar model yang

diuji dapat menjelaskan fenomena dengan baik (robust model).

4. Prinsip generalisasi model

Studi ini bertumpu pada metode riset yang terbatas ruang

lingkupnya, sehingga untuk menggeneralisasi model pada setting yang

berbeda memerlukan suatu kehati-hatian dalam mencermati profil

background factor yang melatarbelakangi penelitian. Hal yang perlu

dicermati antara lain adalah profil demografis yang melekat pada

(29)

commit to user

13

penting, karena apabila diabaikan akan mengakibatkan adanya

pembiasan hasil-hasil penelitian, yang pada akhirnya akan berdampak

pada ketidaktepatan dalam perumusan strategi pemasaran yang

disarankan.

(30)

commit to user

14

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Bab ini menjelaskan empat sub bahasan yang digunakan untuk

memberikan pemahaman tentang posisi studi ini dibanding studi-studi terdahulu

serta melakukan kajian literatur sebagai landasan teori yang dapat menjelaskan

Theory of Planned Behavior (TPB). Selanjutnya bab ini juga bertujuan untuk

memberikan kerangka dasar dalam merumuskan hipotesis dan pengembangan

model yang diusulkan.

Keempat sub bahasan yang dijelaskan antara lain: Pertama, pengertian

Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai variabel tujuan dalam penelitian ini.

Kedua. posisi studi yang bertujuan untuk menjelaskan perbedaan variabel

variabel yang menjadi fokus bahasan studi dengan penelitian penelitian

sebelumnya. Ketiga, pembahasan teori dan hipotesis. Keempat, pengembangan

model yang didasarkan pada rumusan hipotesis. Berikut ini adalah penjelasan

terhadap masing-masing sub bahasan tersebut.

A. PENGERTIAN DAN PENDEKATAN PENELITIAN

Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan perluasan dari Theory

of Reasoned Action (TRA). Model Theory of Planned Behavior (TPB)

merupakan model penelitian yang sering digunakan untuk mempelajari,

memprediksi dan penjelasan perilaku konsumen dalam konteks spesifik

(Ajzen, 1991). Model TPB merupakan perilaku yang direncanakan atau

(31)

commit to user

15

Inti dari dari model TPB adanya unsur kontrol perilaku yang dirasakan

dalam mempengaruhi perilaku sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi

niat konsumen untuk menggunakan TSI. Dalam hal ini, perilaku individu

bukan dibiarkan dalam pemanfaatan dan penggunaan TSI, tetapi

dikendalikan dengan berbagai alat control terkait dengan perilaku individu

tersebut. Menurut TPB, tindakan individu pada perilaku ditentukan oleh niat

individu tersebut untuk melakukan perilaku. TPB berpendapat bahwa niat

perilaku direncanakan untuk melakukan suatu kegiatan yang ditentukan

oleh: 1) Attitude (sikap), 2) Perceived behavioral control, yang didefinisikan

sebagai persepsi dari seberapa mudah atau sulitnya untuk melakukan

perilaku, dan 3) Subjective norm, didefinisikan sebagai kepercayaan

seseorang tentang apakah orang lain yang berhubungan berpikir bahwa

seseorang harus terlibat dalam suatu kegiatan.

B. POSISI STUDI

Posisi studi ini dapat dijelaskan melalui tabel II.1. yang menyajikan

variabel-variabel amatan dan alat analisis yang digunakan.

(32)

commit to user

Actual system use External variable Perceived usefulness Regression

Perceived ease of use

Attitude

Behavioral intention to use

Ajzen (1991) Actual behavior attitude toward intention to use SEM

subejective norm

Behavioral belief Attitude toward adopting IT

SEM

Normative belief Subjective Norm toward adopting IT

Intention to use Perceived usefulness

Attitude towards use SEM

Perceived easy of

(33)

commit to user

Perc, behavioral control SEM

Computer self efficacy

Self efficancy Perceived usefulness Regression

Observability Perceived easy of use

Triability Attitude toward using smartphone

Usage intention Perceived easy of use

Attitude toward using SEM

Perceived

E. decision making fun

Pretest Attitude

(34)

commit to user

18

Sub bab ini menjelaskan landasan teori serta hubungan sebab akibat

variabel yang menjadi objek amatan dalam penelitian ini yang selanjutnya

akan digunakan untuk merumuskan hipotesis sebagai dasar pembentukan

model yang dikontruksikan.

1. Sikap terhadap penggunaan

Attitude toward using dalam TPB dikonsepkan sebagai sikap

terhadap penggunaan sistem yang berbentuk penerimaan atau penolakan

sebagai dampak bila seseorang menggunakan suatu teknologi dalam

pekerjaannya. Peneliti lain menyatakan bahwa faktor sikap (attitude)

sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi perilaku individual. Sikap

seseorang terdiri atas unsur kognitif/cara pandang (cognitive), afektif

(affective), dan komponen-komponen yang berkaitan dengan perilaku

(behavioralcomponents).

Sikap merupakan pernyataan atau pertimbangan evaluatif

mengenai obyek, orang, atau peristiwa (Robbins, 1998). Definisi lain

menyebutkan sikap merupakan hasil dari faktor genetik dan proses belajar

serta selalu berhubungan dengan suatu obyek. Sikap biasanya memberikan

penilaian (menerima atau menolak) terhadap objek yang dihadapinya

(Dharmmesta dan Handoko, 1997). Secara definitif, sikap berarati suatu

keadaan jiwa (mental) dan keadaan pikiran (neural) yang dipersiapkan

untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek, yang diorganisir

melalui pengalaman serta mempengaruhi secara langsung dan atau secara

(35)

commit to user

19

Sikap biasanya memainkan peran utama dalam membentuk perilaku. Sikap

juga dipandang sebagai keselurahan evaluasi (Engel dkk, 1995).

Sikap bukan merupakan perilaku tetapi refleksi dari evaluasi suka

atau tidak suka terhadap suatu objek. Penelitian sudah banyak dilakukan

untuk memperoleh kepastian apakah sikap itu dapat menjadi prekditor

yang akurat terhadap perilaku. Aplikasi TRA sudah membuktikan bahwa

sikap terhadap perilaku tertentu memang telah menjadi prediktor yang

akurat bagi perilaku meskipun prediksi tersebut dilakukan melalui variabel

niat (intention) dan peran variabel subjective norms dalam model.

Definisi sikap di atas, dapat diderivikasikan pengertian sikap

terhadap use (penggunaan) yaitu pernyataan atau pertimbangan evaluatif

mengenai penggunaan. Definisi lainnya mengartikan bahwa sikap berarti

keadaan suatu keadaan jiwa dan keadaan pikiran yang dipersiapkan untuk

memberikan tanggapan terhadap penggunaan, yang diorganisir melalui

pengalaman serta mempengaruhi secara langsung dan atau secara dinamis

pada use. Sikap menurut Fishbein dan Ajzen (1975), disebutkan bahwa

sikap seseorang terhadap suatu perilaku dapat diperkirakan dengan

mengalikan evaluasi dari masing-masing konsekuensi perilaku dengan

probabilitas subjektif untuk melakukan perilaku yang akan menunjukkan

konsekuensi tersebut dan kemudian menjumlahkan keseluruhan hasil

perkalian yang diperoleh.

(36)

commit to user

20

Norma subyektif sering diasumsikan sebagai hasil evaluatif yang

banyak menentukan bagaimana individu bertindak, namun sikap dan

tindakan nyata seringkali jauh berbeda. Hal ini disebabkan oleh adanya

faktor eksternal lain yang menentukan tindakan atau perilaku yang lebih

bersifat umum atau sosial, sehingga perilaku lebih peka terhadap

tekanan-tekanan sosial. Sikap sosial terbentuk dari adanya interaksi sosial yang

dialami oleh individu. Interaksi sosial yang terjadi akan menjadikan

hubungan saling mempengaruhi di anatara individu yang satu dengan yang

lainnya. Pengertian secara definitif, norma subyektif merupakan pengaruh

“orang lain yang penting”. Faktor tersebut biasanya dipersepsikan sebagai

sesuatu yang dipikirkan “orang lain yang penting” harus dilakukan oleh

orang tersebut sehubungan dengan perilaku tertentu (Engel dkk, 1994).

Sejalan dengan hal tersebut, Dharmesta (1998) menyatakan bahwa norma

subyektif merupakan tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan atau

tidak melakukan tindakan atau perilaku.

Subjektive norm menurut Ajzen (1991) terbentuk dari dua

komponen, yaitu keyakinan mengenai refrensi atau orang penting yang

beranggapan bahwa ia melakukan perilaku tertentu dan motivasi individu

untuk menyesuaikan diri dan menuruti pengaruh dari refrensi tersebut

sehubungan dengan perilaku tertentu.

(37)

commit to user

21

Indikator langsung dari kontrol perilaku adalah, harus

menunjukkan kepercayaan diri individu bahwa mereka mampu melakukan

kegiatan yang dilakukan. Sejumlah pernyataan berbeda telah digunakan

untuk kepentingan tersebut, beberapa pernyataan diajukan untuk

menjawab kesulitan dalam melakukan perilaku tersebut atau kemungkinan

individu mampu menjalankan perilaku tersebut. Pernyataan lainnya

digunakan untuk menilai kontrol perilaku yang merujuk kepada

kemampuan mengendalikan (controllability). Pernyataan ini menilai

keyakinan individu bahwa mereka memiliki kendali untuk memutuskan

apakah mereka akan menjalankan atau tidak menjalankan perilaku yang

diminta.

4. Pengalaman

Pengalaman merupakan pengetahuan yang ditambah dengan jam

terbang/waktu sehingga seseorang dapat menerapkan sesuatu sesuai

dengan kemampuan yang dimiliki. Venkatesh dan Davis (2000),

menerangkan bahwa pengalaman pengguna mempengaruhi hubungan

antara komponen model dan niat. Pengalaman yang mempunyai landasan

kemampuan untuk menggunakan, dari pengertian tersebut mungkin

menjadi pertimbangan penting dalam penerapan model perilaku khususnya

minat menggunakan. Pengalaman juga menunjukkan bahwa kegunaan

yang dirasakan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan untuk

melakukan kegiatan yang berhubungan dengan penerapan sesuatu

(38)

commit to user

22

komponen model dalam kaitannya dengan sikap sistem informasi, niat,

atau kriteria penggunaan.

5. Niat menggunakan

Behavioral intention to use adalah kecenderungan perilaku untuk

tetap menggunakan kembali (niat) suatu teknologi. Tingkat penggunaan

sebuah teknologi pada seseorang dapat diprediksi dari sikap perhatiannya

terhadap teknologi tersebut, misalnya keinginanan menambah peripheral

pendukung, motivasi untuk tetap menggunakan, serta keinginan untuk

memotivasi pengguna lain. Peneliti selanjutnya menyatakan bahwa sikap

perhatian untuk menggunakan adalah prediksi yang baik untuk mengetahui

actual usage.

6. Tindakan nyata

Actual behavior adalah kondisi nyata penggunaan sistem.

Dikonsepkan dalam bentuk pengukuran terhadap frekuensi / intention dan

sikap penggunaan teknologi. Seseorang akan puas menggunakan system

jika mereka meyakini bahwa sistem tersebut mudah digunakan dan akan

meningkatkan produktifitas mereka, yang tercermin dari kondisi nyata

penggunaan (Davis,1989).

D. HIPOTESIS

Beberapa model telah dibangun untuk menganalisis dan memahami

faktor-faktor yang mempengaruhi diterimanya penggunaan teknologi

(39)

commit to user

23

hasil riset bidang teknologi informasi, seperti TRA, TPB, dan TAM. TPB,

tindakan individu pada perilaku ditentukan oleh niat individu tersebut untuk

melakukan perilaku. Niat yang tinggi terhadap penggunaan teknologi akan

mempengaruhi perilaku dalam mengoptimalkan kinerja teknologi (Ajzen,

1991). Niat itu sendiri dipengaruhi sikap terhadap perilaku, norma subyektif

yang mempengaruhi perilaku dan control keperilakuan yang dirasakan.

TPB yang dikembangkan oleh Ajzen (1991) menunjukkan bahwa

sikap terhadap penggunan berpengaruh terhadap niat untuk menggunakan.

Hal tersebut didukung oleh Tompson dkk (1991) yang menjelaskan tentang

faktor sikap (attitude) sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi prilaku

individual. Sedangkan George (2002) meniliti tentang sikap yang terkait

dengan niat penggunaan internet untuk pembelian suatu produk. Sehingga

hipotesis yang pertama dalam penelitian ini adalah :

H1: Sikap terhadap penggunaan teknologi internet berpengaruh positif

terhadap niat untuk tetap menggunakan kembali teknologi internet

Ajzen (1991) mengembankan model TPB dengan memasukkan

variable subjective norm yang mempengaruhi niat. Faktor-faktor sosial

mungkin merupakan pengaruh penting terhadap perilaku (Hofstede, 1991;

Shih dan Venkatesh, 2003). Norma subyektif menunjukkan tekanan sosial

yang dirasakan untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan, Kontrol

keperilakuan yang dirasakan menunjukkan mudahnya atau sulitnya

(40)

commit to user

24

masa lalu disamping halangan atau hambatan yang terantisipasi. Sehingga

hipotesis yang kedua dalam penelitian ini adalah :

H2: Norma subyektif berpengaruh positif terhadap niat untuk tetap

menggunakan kembali teknologi internet.

Model TPB oleh Ajzen (1991) menunjukkan adanya unsur kontrol

perilaku yang dirasakan dalam mempengaruhi perilaku sebagai faktor

tambahan yang mempengaruhi niat konsumen untuk menggunakan

taknologi. Dalam hal ini, perilaku individu bukan dibiarkan dalam

pemanfaatan dan penggunaan teknologi, tetapi dikendalikan dengan

berbagai alat control terkait dengan perilaku individu tersebut. Kontrol

keperilakuan yang dirasakan menunjukkan mudahnya atau sulitnya

seseorang melakukan tindakan. TPB menetapkan bahwa perceived

behavioral control dan niat mempengaruhi tindakan nyata. Sehingga

hipotesis yang ketiga dalam penelitian ini adalah :

H3: Persepsi pengendalian perilaku berpengaruh positif terhadap niat

untuk tetap menggunakan kembali teknologi internet.

Venkatesh dan Morris (2000), meneliti bahwa pengalaman pengguna

mempengaruhi hubungan antara komponen model dan niat. Pengalaman

diteliti karena kemungkinan hal tersebut menjadi pertimbangan penting

dalam penerapan model. Penelitian selanjutnya memeriksa berbagai

komponen model dalam kaitannya dengan sikap sistem informasi, niat, atau

kriteria penggunaan. Sehingga hipotesis yang keempat dalam penelitian ini

(41)

commit to user

25

H4: Pengalaman memoderasi pengaruh norma subyektif pada niat

untuk tetap menggunakan kembali teknologi internet.

Davis dkk (1989) mengemukakan pentingnya aspek perilaku dalam

penerapan penggunaan teknologi. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian

empiris yang menguji pengaruh prilaku individual pengguna terhadap

penggunaan. Sehingga hipotesis yang kelima dalam penelitian ini adalah :

H5: Niat untuk tetap menggunakan kembali teknologi internet

berpengaruh positif terhadap perilaku sesungguhnya dalam

menggunakan teknologi internet.

E. MODEL PENELITIAN

Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan, hubungan antar

variabel yag dikonsepkan dapat digambarkan dalam bentuk model yang

menjelaskan hubungan variable attitude toward using, subjective norm,

perceived behavioral control, eperience, dan intention to use terhadap

actual behavior.

Attitude

Towards Using

Subjective Norm

Perceived

Behavioral Control Pengalaman

(Experience)

Intention to (re) use

(42)

commit to user

26

Model penelitian tersebut merupakan kerangka penelitian dari TPB

yang dikembangkan oleh Ajzen (1991) yang ditambahkan factor

pengalaman (experience) sebagai variable moderasi. Menurut Yarbrough

dan Smith (2007), model lain yang dapat digunakan dalam prediksi adopsi

teknologi informasi yaitu TPB. TPB merupakan perluasan dari Theory of

Reasoned Action (TRA). TPB merupakan model penelitian yang sering

digunakan untuk mempelajari, memprediksi dan penjelasan perilaku

konsumen dalam konteks spesifik (Ajzen, 1991).

Digunakannya model penelitian ini karena pada model penelitian

yang digunakan Ajzen (1991), dimana variabel-variabel seperti attitude

toward using, subjective norm, dan perceived behavioral control

berpengaruh terhadap niat seseorang untuk melakukan serta mempengaruhi

actual behavior. Variable moderasi berdasarkan model dari Venkatesh dan

Morris (2003) dimana pengalaman memoderasi pengaruh social influence

(43)

commit to user

27

BAB III

METODE PENELITIAN

Tujuan bab ini adalah untuk memberikan landasan yang valid dan

reliabel agar hasil studi dapat diyakini kebenarannya. Bab ini berisi tentang

ruang lingkup penelitian, metode pengambilan sampel dan teknik pengumpulan

data, definisi operasional variabel dan pengukuran variabel, serta pengujian

statistik.

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini berjenis penelitian dasar (basic research), yaitu

penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian dasar

biasanya dilakukan untuk menguji kebenaran teori tertentu, atau mengetahui

konsep tertentu secara lebih mendalam (Lihat Kuncoro, 2003). Sedangkan

menurut jenis hubungan antar variabelnya, penelitian ini bersifat kausal

yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan sebab akibat dari

variabel-variabel yang diteliti, penelitian ini menunjukkan arah hubungan antar

variabel bebas sebagai variabel penyebab dengan variabel terikat sebagai

akibat suatu fenomena, disamping mengukur arah hubungannya.

Berdasarkan waktu penelitiannya, studi ini bersifat cross sectional,

(44)

commit to user

28

B. Metode Pengambilan Sampel Dan Teknik Pengumpulan Data

1. Populasi

Populasi adalah seluruh obyek yang ingin diketahui besaran

karakteristiknya (Kustituanto, 1995). Menurut Sekaran (2006), populasi

mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang

ingin diteliti. Populasi yang menjadi sasaran di penelitian adalah semua

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berkecenderungan menggunakan

fasilitas internet untuk menjalankan usahanya di kota Surakarta.

2. Sampel

Sampel yang menjadi sasaran di dalam penelitian adalah pemilik

shoping online yang ada di kota Surakarta. Dalam penelitian ini banyaknya

sampel yang diambil adalah sebanyak 243 responden, dengan alasan

karena jumlah tersebut telah memenuhi batas minimal yang diisyaratkan,

sehingga sampel dianggap mencukupi (Sekaran,1992). Berdasarkan

pengambilan tempat dan penentuan sampel, penelitian mewakili pada

karakteristik UKM di Surakarta. Responden akan diberi kuisioner yang

berisi beberapa pernyataan mengenai faktor -faktor pembentuk niat untuk

kembali menggunakan dan tindakan nyata dari pengguna e-commerce.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode

convenience sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari responden

yang memiliki karakteristik khusus dan memenuhi kriteria yang telah

ditentukan oleh peneliti yang dapat memberikan informasi yang

(45)

commit to user

29

Pemilihan sampel non probabilitas berarti elemen-elemen dalam

populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi

sampel atau pemilihan anggota sampel dilakukan dengan tidak acak dan

bersifat subjektif (Sekaran, 1992). Sampel merupakan sebagian obyek

populasi yang memiliki karakteristik sama dengan karakteristik populasi

yang ingin diketahui besaran karakteristiknya (Kustituanto,1995).

3. Sampling Method

Kuesioner akan dibagikan kepada para responden yang memenuhi

kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Responden

yang tidak memenuhi kriteria tidak akan dimasukkan kedalam sampel

penelitian. Bertujuan mendapatkan sampel yang diinginkan, peneliti

menyusun dan mengedarkan kuesioner yang berisi daftar pernyataan

secara langsung kepada responden. Jawaban dari pernyataan kuesioner

menggunakan skala likert (skala 1-5) dimana responden diminta untuk

mengidentifikasi tingkat setuju atau tidak setuju atas berbagai pernyataan

yang berhubungan dengan atribut objek yang akan diteliti.

Menurut Sekaran (1992), untuk menentukan besaran sampel

penelitian, peneliti menggunakan berbagai pertimbangan, yaitu:

a. Bila ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah telah

mencukupi untuk digunakan dalam semua penelitian.

b. Jika sampel dibagi menjadi sub-sub sampel, maka ukuran sample

(46)

commit to user

30

c. Untuk penelitian multivariat, ukuran sampel seharusnya beberapa kali

(lebih baik 10 kali atau jumlah variabel yang digunakan).

d. Berdasarkan pertimbangan estimasi kemungkinan maksimum, jumlah

sampel sebesar 50 sudah dapat memberikan hasil yang valid.

Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah non probability sampling dimana tidak setiap anggota memiliki

kesempatan yang sama untuk dimasukkan kedalam sampel. Purposive

sampling adalah metode sampling yang memiliki anggota sampel yang

dipercaya dapat mewakili populasi atau memiliki pengetahuan mengenai

topik penelitian, (Crask, Fox, Stout, 1995). Pengambilan sampel dengan

menggunakan purposive sampling, terbatas pada jenis orang tertentu yang

dapat memberikan informasi yang diinginkan atau memenuhi beberapa

kriteria yang ditentukan oleh peneliti.

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Attitude Towards Using. Eagly dan Chaiken (1993) mendefinisikan

Attitude towards using sebagai hasil evaluasi sebuah entitas dengan kadar

setuju atau tidak setuju, yang diekspresikan dalam bentuk kognitif. Peneliti

kemudian menyimpulkan sikap sebagai disposisi individu untuk berperilaku

yang didasarkan pada belief beserta evaluasinya terhadap suatu obyek, orang

atau kejadian, yang kemudian diekspresikan dalam bentuk kognitif, afektif

dan konatif. Variabel ini dioperasikan dengan menggunakan empat item

(47)

commit to user

31

informasi merupakan tindakan (bijak/bodoh), (2) Penilaian tentang

keputusan menggunakan teknologi informasi merupakan tindakan

(positif/negatif), (3) Penilaian tentang keputusan menggunakan teknologi

informasi merupakan tindakan (bermanfaat/sia-sia), (4) Penilaian tentang

keputusan menggunakan teknologi informasi merupakan tindakan

(baik/buruk). Masing-masing item diukur dengan menggunakan 5 point

skala Likert (1 = sangat buruk, sangat bodoh dan dengan 5 = sangat baik).

Subjective Norm Menurut Baron dan Byrne (2002), Subjective norm

adalah persepsi individu tentang apakah orang lain akan mendukung atau

tidak terwujudnya tendakan tersebut. Norma subyektif juga diartikan

sebagai persepsi tentang tekanan sosial dalam melaksanakan perilaku

tertentu (Feldman, 1995). Hogg dan Vaughan (2005) berpandangan bahwa

norma subyektif adalah produk dari persepsi individu tentang beliefs yang

dimiliki orang lain. Norma subyektif dirumuskan sebagai norma yang

didapatkan seseorang dari persepsi terhadap sejauh mana lingkungan sosial

yang cukup berpengaruh akan mendukung atau tidak pelaksanaan tingkah

laku tersebut.Variabel ini dioperasikan dengan menggunakan lima item

pengukuran terkait: (1) Orang lain akan menganggap bisnis yang dijalankan

bermutu bila menggunakan media e-commerce, (2) merasa sebagai perintis

dalam menggunakan e-commerce, (3) merasa e-commerce tidak akan

mendatangkan pembeli baru, (4) merasa e-commerce tidak sesuai dengan

(48)

commit to user

32

kemajuan UKM. Masing-masing item diukur dengan menggunakan 5 point

skala Likert (1 = sangat tidak setuju sampai dengan 5 = sangat setuju)

Perceived Behavioral Control. Perceived behavioral control adalah

ukuran sejauh mana individu percaya tentang mudah atau sulitnya

menampilakn tingkah laku terntentu (Hogg dan Vaughan, 2005). Menurut

Feldman (1995), PBC adalah persepsi tentang kesulitan atau kemudahan

dalam melaksanakan tingkah laku, berdasarkan pada pengalaman

sebelumnya dan hambatan yang diantisipasi dalam melaksanakan tingkah

laku tertentu. Peneliti menyimpulkan PBC sebagai persepsi individu

terhadap kadar kemudahan dan kesulitan suatu tingkah laku serta kontrol

yang dimilki untuk melaksanakan tingkah laku tersebut.Variabel ini

dioperasikan dengan menggunakan delapan item pengukuran terkait: (1)

kecenderungan lebih terampil memasarkan produk/jasa dengan

menggunakan e-commerce, (2) kecenderungan merasa mudah mempelajari

e-commerce, (3) kecenderungan merasa kesulitan saat coba memahami cara

kerja e-commerce, (4) kecenderungan bisa menggunakan e-commerce

dengan lancar setelah terbiasa, (5) kecenderungan sulit menerapkan

e-commerce karena tidak ahli computer, (6) kecenderungan merasa yakin

untuk bisa menggunakan e-commerce, (7) kecenderungan bila memiliki

keyakinan maka mampu menerapkan e-commerce, (8) kecenderungan untuk

menerapkan e-commerce bagi bisnis yang dijalankan adalah sesuatu yang

mungkin. Masing-masing item diukur dengan menggunakan 5 point skala

(49)

commit to user

33

Intention to Use. Intention to Use didefinisikan sebagai kekuatan

minat atau keinginan seseorang untuk menunjukkan perilaku secara lebih

khusus terhadap suatu produk (Lihat Nysveen et al, 2007). Variabel ini

dioperasikan dengan menggunakan enam item pengukuran terkait: (1) niat

menggunakan kembali e-commerce dalam bisnis, (2) niat menggunakan

kembali e-commerce untuk mempermudah transaksi penjualan, (3)

ketertarikan menggunakan e-commerce untuk mengetahui keinginan

konsumen, (4) perasaan menggunakan e-commerce merupakan ide yang

bagus, 5) tanggapan bahwa staff akan mendukung bila menggunakan

e-commerce (6) kesulitan untuk tidak menerima e-commerce sebagai alat

pemasaran yang akan dipakai. Masing-masing item diukur dengan

menggunakan 5 point skala Likert (1=sangat tidak setuju sampai dengan

5=sangat setuju)

Actual behavior. Actual behavior adalah kondisi nyata penggunaan

sistem. Dikonsepkan dalam bentuk pengukuran terhadap frekuensi /

intention. Seseorang akan puas menggunakan system jika mereka meyakini

bahwa sistem tersebut mudah digunakan dan akan meningkatkan

produktifitas mereka, yang tercermin dari kondisi nyata penggunaan

(Davis,1989). Variabel ini dioperasikan dengan menggunakan tiga item

pengukuran terkait: (1) kecenderungan menggunakan e-commerce hampir

setiap bulan, (2) kecenderungan menggunkan e-commerce untuk

mendukung aktivitas bisnis, (3) kecenderungan untuk akan tetap

(50)

commit to user

34

dengan menggunakan 5 point skala Likert (1=sangat tidak setuju sampai

dengan 5=sangat setuju).

D. METODE ANALISIS DATA

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah analisis data dengan cara mengubah data

mentah menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami dan

diinterprestasikan. Analisis ini menggambarkan profil dan tanggapan

responden terhadap kuesioner yang diberikan

2. Pengujian Statistik

Pengujian statistik diawali dengan pengujian validitas dan reliabilitas

data penelitian. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa data

yang diperoleh telah memenuhi kriteria kelayakan untuk diuji dengan

menggunakan metode statitik apapun jenisnya. Dengan demikian, hasil

yang diperoleh mampu menggambarkan fenomena yang diukur.

a. Uji Validitas

Uji Validitas. Uji Validitas digunakan untuk menentukan sah

atau valid tidaknya kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila

pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan

diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2006). Dalam penelitian ini

akan digunakan uji validitas dengan confirmatory factor analysis

(51)

commit to user

35

CFA perlu dilakukan terhadap model pengukuran karena syarat

untuk dapat menganalisis model dengan SEM, indikator

masing-masing konstruk harus memiliki loading factor yang signifikan

terhadap konstruk yang diukur. Indikator masing-masing konstruk

yang memiliki loading factor yang signifikan membuktikan bahwa

indikator tersebut merupakan satu kesatuan alat ukur yang mengukur

konstruk yang sama dan dapat memprediksi dengan baik konstruk

yang seharusnya diprediksi (Hair, et. al., 1998).

Validitas berhubungan dengan kesesuaian dan kecermatan fungsi

ukur dari alat yang digunakan. Dalam penelitian ini pengujian validitas

instrumen yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analisys

(CFA), serta setiap item pertanyaan harus mempunyai factor loading

yang lebih dari 0,40 (Hair, et. al., 1998).

Teknik yang digunakan adalah dengan melihat output dari rotated

component matrix yang harus terekstrak secara sempurna. Jika

masing-masing item pertanyaan belum terekstrak secara sempurna, maka

proses pengujian validitas dengan Factor Analysis harus diulang

dengan cara menghilangkan item pertanyaan yang memiliki nilai

ganda yang mengindikasi 2 (dua) kostruk.

(52)

commit to user

36

Uji Reliabilitas. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal

jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau

stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006). Uji reliabilitas dalam

penelitian ini menggunakan cronbach alpha dari software SPSS 16.

Rules of tumb yang dipakai adalah item-total correlation

masing-masing butir harus lebih besar dari 0,50 dan cronbach's alpha harus

lebih besar dari 0,70 agar konstruk dikatakan memenuhi syarat

reliabilitas dengan baik.

Indikator pengukuran reliabilitas menurut Sekaran (2006) yang

membagi tingkatan reliabilitas dengan kriteria sebagai berikut, jika

alpha atau r hitung:

1. 0,8-1,0 = Reliabilitas baik

2. 0,6-0,799 = Reliabilitas moderat

3. kurang dari 0,6 = Reliabilitas kurang baik

c. Pengujian Model Struktural

Analisis Stuctural Equation Model (SEM) bertujuan untuk

mengestimasi beberapa persamaan regresi terpisah akan tetapi masing

masing mempunyai hubungan simultan atau bersaman. Dalam analisis

ini dimungkinkan terdapat beberapa variabel dependen, dan variabel

ini dimungkinkan menjadi variabel independen bagi variabel dependen

yang lainnya.

Asumsi Kecukupan Sampel. Disarankan lebih dari 100 atau

Gambar

Gambar
Tabel Halaman
Tabel II.1. Posisi Studi commit to user
Tabel III.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan bantuan software 3D untuk membuat gambar sebuah ruangan yang terdistorsi, Lalu dua orang calon komikus profesional akan

Gambar 4- 1 Proses Bisnis Usulan Penjualan Bahan Kain Tujuan dari proses bisnis ini yaitu untuk mengetahui suatu proses penjualan bahan kain. Aktor dari proses bisnis input

Terkait hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan maka disarankan setiap organisasi, lembaga pemerintah, swasta dan individu guru-guru perlu mengevaluasi diri dalam kaitannya

Dari hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Sambaran langsung petir pada jaringan tegangan rendah SPP-ITB hampir tidak mungkin terjadi karena

Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji teknik NIRS dan analisis PCA untuk menggolongkan buah mangga arumanis berdasarkan mutu internal selama penyimpanan

Pakan yang diberikan pada penelitian ini adalah pakan dengan karbohidrat yang tinggi yaitu sebesar 33% bagi ikan lele karena ikan lele merupakan ikan

PENOMORAN DAN PERHITUNGAN KETEBALAN PIPA Setiap jalur perpipaan harus dinamai sesuai dengan identifikasi operasi, kelas, material dan kelengkapan lainnya yang melekat

Gambaran hiperkontraksi serabut otot jantung tikus wistar yang terpapar arus listrik bolak balik (alternating current) 31-60 mA secara langsung dengan mikroskop cahaya.. Olympus