• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I DAN LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I DAN LATAR BELAKANG"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

beranekaragam seperi joint venture, akuisisi, maupun merger. Aktivitas penggabungan bisnis tersebut tidak hanya berdampak pada kegiatan produksi atau pemasarannyasaja, melainkan semua aspek termasuk aspek keuangannya.Karena terdiri dari

beberapa unit perusahaan yang tergabung

menjadis a t u , p e n c a t a t a n k e u a n g a n p e r u s a h a a n y a n g t e l a h b e r k o n s o l i d a s i t i d a k s a m a dengan perusahaan yang hanya berdiri sendiri. Pencatatan keuangan perusahaanyang telah berkonsolidasi menjadi lebih rumit dibandinkan dengan perusahaany a n g b e r d i r i s e n d i r i . a l a m p e n c a t a t a n k e u a n g a n k o n s o l i d a s i , d i

mengharuskan adanya laporan keuangan konsolidasi, halyang membuat pelaporan keuangan ini menjadi rumit adalah pemahaman bahwaentitas induk dan anak adalah berbeda, namun dalam perhitungannya ada akun% akun yang sama yang harus

dieliminasi. Adanya kepentingan nonpengendali

jugam e m b u a t l a p o r a n k e u a n g a n k o n s o l i d a s i l e b i h r u m i t d i b a n d i n g k a n l a p o r a n keuangan perusahaan yang berdiri sendiri.Pada makalah ini selanjutnya akan dijelaskan lebih detail mengenaiapa itu pelaporan keuangan konsolidasi, gabungan

usaha yang seperti apa yang harus

(2)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang pembuatan makalah yang telah dituliskandiatas, maka bisa diintisarikan rumusan masalah dari penulisan makalah ini yang nantinya menjadi pokok bahasan, yaitu. Apa pengertian dari laporan keuangan konsolidasi. A p a k e g u n a a n l a p o r a n k e u a n g a n k o n s o l i d a s i . Apa keterbatasan yang ada pada pelaporan keuangan konsolidasi. B a g a i m a n a k o n s e p d a n s t a n d a r d a r i p e l a p o r a n k e u a n g a n konsolidasi ini.Bagaimana perhitungan laporan konsolidasi jika penguasaaan anak perusahaan atau kurang dari.

C. Tujuan Pembahasan

(3)

BAB II

PEMBAHASAN

A. PROSEDUR KONSOLIDASI

Titik awal persiapan pembuatan LKKmbukuan dari masing-masing entitas terpisah. Karena entitas konsolidasi tidak memiliki pembukuan maka seluruh nilai yang tertera dalam laporan konsolidasi aslinya terdapat di pembukuan induk perusahaan atau anak perusahaan atau kertas kerja konsolidasi.Istilah naka perusahaan didefinisikan sebagai "sebuah entitas" ... dimana entitas lain dikenal sebagai induk yang memiliki hak pengendali finansial." Induk perusahaan dapat memiliki seluruh atau sebagian atau sebagian besar saham biasa anak perusahaan tetapi setidaknya syarat mayoritas kepemilikan diharuskan dalam penyajian LKK.

Ayat jurnal eliminasi digunakan dalam kertas kerja untuk menyesuaikan total saldo akun perusahaan yang dikonsolidasi. Ayat jurnal tersebut hanya muncul di kertas kerja, dan tidak memengaruhi pembukuan masing-masing perusahaan.

B. KERTAS KERTAS KONSOLIDASI

Kertas kerja konsolidasi (consolidation warkpaper) merupakan mekanisme yang efisien untuk menggubungkan akun-akun dari perusahaan yang terpisah yang akan dikonsolidasikan dan untuk menyesuaikan saldo gabungan menjadi angka yang akan dilaporkan seakan-akan semua perusahaan yang dikonsolidasikan tersebut adalah perusahaan tunggal. Perlu diingat bahwa tidak terdapat pembukuan untuk entitas konsolidasi.

C. PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI SESAAT SETELAH AKUISISI KEPEMILIKAN PENUH

Kondisi konsolidasi yang paling sederhana terjadi jika laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan dengan hubungan istimewa dikonsolidasi sesaat setalah timbulnya hubungan induk perusahaan - anak perusahaan.melalui penggabungan usaha atau melalui pembentukan anak perusahaan baru.

(4)

Neraca untuk PT Induk dan PT Anak , 1Januari 2011 sesaat sebelum penggabungan usaha.

Aset PT Induk PT Anak

Kas 350.000.000 50.000.000

Piutang Usaha 75.000.000 50.000.000

Persediaan 100.000.000 60.000.000

Total Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham 1.100.000.000 500.000.000

Kepemilikan Penuh Dibeli pada Nilai Buku

Pada contoh diatas, PT Induk membeli semua saham biasa beredar dari PT Anak seharga Rp 300.000.000,- Pada tanggal penggabungan usaha , nilai wajar dari masing-masing aset dan kewajiban PT Anak = nilai buku yang disajikan pada figur 4-2. karena PT Induk mengakuisis semua saham biasa PT Anak dan PT Anak hanya mempunyai satu jenis saham beredar.

PT Induk mencatat akuisis saham dalam pembukuannya pada tanggal penggabungan usaha

Laporan keuangan terpisah PT Induk dan PT Anak sesaat setelah penggabungan usaha disajikan Figur4 -3

(5)

Kas 50.000.000 50.000.000

Piutang Usaha 75.000.000 50.000.000

Persediaan 100.000.000 60.000.000

Total Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham 1.100.000.000 500.000.000

Kertas Kerja Konsolidasi

Kertas kerja untuk menyusun neraca konsolidasi sesaat setelah akuisisi disajikan pada Figur 4-4

Eliminasi

Aset PT Induk PT Anak Debet Kredit Konsolidasi

Kas 50.000.000 50.000.000 100.000.000

Akumulasi Penyusutan 400.000.000 300.000.000 700.000.000

Utang Usaha 100.000.000 100.000.000 200.000.000

(6)

Saham 500.000.000 200.000.000(2) 200.000 500.000.000 Saldo Laba 300.000.000 100.000.000(2) 100.000 300.000.000 Total K + E Pem, Saham 1.500.000.000 800.000.000 300.000 300.000 2.000.000.000

Ayat Jurnal Eliminasi Investasi :

E (2) Saham Biasa - PT Anak 200.000.000

Saldo laba 100.000.000

Investasi pada saham PT Anak 300.000.000

Mengeliminasi saldo investasi Neraca Konsolidasi

Neraca konsolidasi disajikan pada Figur 4-5 disusun langsung dari kolom terakhir yang terdapat di kertas kerja konsolidasi Figur 4-4.

Figur 4 - 5

Neraca Konsolidasi , 1 Januari 2001, Tanggal Penggabungan Usaha 100% Pembelian pada Nilai Buku

Bang. & Perltn 1.400.000.000 Saham Biasa 500.000.000

Ak,Penystn (700.000.000) 700.000.000 Saldo Laba 300.000.000 Total Aset 1.300.000.000 Total Kewajiban 1.300.000.000

(7)

Kepemilikan Penuh di Beli diatas Nilai Buku

Asumsikan bahwa PT Induk membeli membeli saham biasa beredar PT Anak seharga Rp 340.000.000,- tunai pada tanggal 1 Januari 2011.Dalam pembelian tersebut PT Induk membayar Rp 40.000.000,- lebih tinggi dari nilai buku saham tersebut. Situasi kepemilikan dari pembelian saham tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Nilai perolehan Rp

340.000.000,-Nilai Buku

Saham Biasa PT Anak Rp

200.000.000,-Saldo Laba - PT Anak Rp 100.000.000,- Rp 300.000.000,- Perbedaan antara nilai buku dan harga perolehan Rp 40.000.000,-

PT Induk mencatat akuisisi tersebut dengan Ayat Jurnal : 1 Januari 2011 :

(3) Investasi pada saham PT Anak Rp

340.000.000,-Kas Rp

340.000.000,-Mencatat pembelian saham PT Anak

Ayat jurnal kertas kerja untuk mengeliminasi akun investasi PT Induk dan akun ekuitas pemegang saham PT Anak adalah sebagai berikut :

E (4) Saham Biasa - PT Anak Rp 200.000.000

Saldo Laba Rp 100.000.000

Diferensial Rp 40.000.000

Investasi pada saham PT Anak Rp 340.000.000

Mengeliminasi saldo investasi

Saldo yang dialokasikan ke akun diferensial dalam ayat jurnal eliminasi awal tersebut berikutnya akun di nolkan melalui satu atau lebih ayat jurnal tambahan.Ayat jurnal tambahan ini akan menyesuaikan berbagai saldo akun untuk mencerminkan nilai wajar aset dan kewajiban anak perusahaan pada saat induk perusahaan mengakuisisi anak perusahaan dan untuk memunculkan goodwill jika ada.

(8)

Ada beberapa alasan mengapa harga beli saham suatu perusahaan lebih tinggi dari nilai buku sbb.:

1. Kesalahan dan penghilangan dari pembukuan anak perusahaan

2. Selisih lebih nilai wajar di atas nilai buku dari aset bersih anak perusahaan yang dapat diidentifikasi

3. Keberadaan goodwill.

Kesalahan dan penghilangan dari pembukuan anak perusahaan

Dalam beberapa kasus, perusahaan yang telah diakuisisi mungkin telah membebankan bukan mengkapitalisasi aset atau untuk alasan lain menghilangkannya dari pembukuan karena sebelumnya merupakan perusahaan tertutup mungkin tidak mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam pencatatan akuntansinya.Dalam beberapa kasus, kesalahan atau menghilangkan disebebkan semata-mata karena pencatatan tidak memadai. Hal ini harus dilakukan koreksi langsung pada pembukuan anak perusahaan pada tanggal akuisisi.Koreksi ini diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya sesuai dengan PSAK No.25 " Laba atau Rugi Bersih Periode Berjalan , Kesalahan Mendasar Dan Perubahan Prinsip Akuntansi". Setelah pembukuan anak perusahaan dinyatakan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum maka tidak ada lagi bagian diferensial yang disebabkan karena adanya kesalahan atau penghilangan tersebut.

Selisih lebih nilai wajar di atas nilai buku dari aset bersih anak perusahaan yang dapat diidentifikasi

Dalam banyak kasus, nilai wajar dari aset bersih perusahaan lebih tinggi dari nilai buku saham yang diakuisisi. Penilaian ini dapat dicapai dari salah satu dari dua cara :

1. Aset dan kewajiban anak perusahaan direvaluasi langsung pada pembukuan anak perusahaan atau

2. dasar akuntansi dari anak perusahaan tetap dipertahankan dan revaluasi dilakukan tiap periode dalam kertas kerja konsolidasi.

(9)

E (5) Tanah Rp

40.000.000,-Aset PT Induk PT Anak Debet Kredit Konsolidasi

Kas 10.000.000 50.000.000 60.000.000

Piutang Usaha 75.000.000 50.000.000 125.000.000

Akumulasi Penyusutan 400.000.000 300.000.000 700.000.000

Utang Usaha 100.000.000 100.000.000 200.000.000

(10)

Ilustrasi, E (4) Jika nilai wajar tanah PT Anak ditentukan lebih besar Rp 40.000.000,- dinyatakan pembayaran untuk goodwill maka , ayat jurnal berikut diperlukan dalam kertas kerja konsolidasi

E (6) Goodwill Rp

40.000.000,-Diferensial Rp

40.000.000,-Mengalokasikan diferensial ke goodwill

Ilustrasi Perlakuan Diferensial Debit

PT Induk mengakuisisi semua saham biasa PT Anak seharga Rp 400..000.000,- pada tanggal 1 Januari 2011, dengan mengeluarkan obligasi dengan tingkat bunga 9 % dan nilai nominal Rp 100.000.000,- dan membayar tunai Rp 300.000.000,- Situasi kepemilikan yang terjadi dapat digambarkan :

Perbedaan antara nilai buku dan perolehan Rp

100.000.000,-PT Induk mencatat transaksi pada pembukuannya dengan ayat jurnal : 1 Januari 2011

(7) Investasi pada saham PT Anak Rp

400.000.000,-Kas Rp

300.000.000,-Utang Obligasi 9 % Rp

100.000.000,-Mencatat pembelian saham PT Anak

Hubungan antara total harga beli yang dibayarkan untuk PT Anak, nilai wajar aset bersih dan nilai buku aset bersih PT Anak sebagai berikut :

Biaya Perolehan

Investasi Rp

(11)

diidentifikas Rp

70.000.000,-Neraca PT Anak , 1 januari 2011, saat Penggabungan usaha

(12)

---Utang Usaha 100.000.000 100.000.000 penyusunan neraca konsolidasi sesaat setelah penggabungan usaha adalah sebagai berikut :

E (8) Saham Biasa - PT Anak 200.000.000

Saldo Laba 100.000.000

Aset PT Induk PT Anak Debet Kredit Konsolidasi

Kas 50.000.000 50.000.000 100.000.000

(13)

Bangunan dan Peralatan 800.000.000 600.000.000 (9) 10.000 1.390.000.000

Akumulasi Penyusutan 400.000.000 300.000.000 700.000.000

Utang Usaha 100.000.000 100.000.000 200.000.000

Utang Obligasi 300.000.000 100.000.000 400.000.000

Premium Obligasi (9) 35.000 35.000.000

Saham 500.000.000 200.000.000 (8) 200.000 500.000.000 Saldo Laba 300.000.000 100.000.000 (8) 100.000 300.000.000 Total K + E Pem, Saham 1.600.000.000 800.000.000 545.000 2.135.000.000

Kepemilikan Penuh Dibeli Dibawah Nilai Buku

JIka suatu perusahaan mengakuisisi saham perusahaan lain dengan harga dibawah nilai buku , terdapat beberapa alasan timbulnya diferensial negatif atau diferensial kredit yaitu :

a. Kesalahan atau penghilangan dari pembukuan anak perusahaan.

b. Selisih lebih nilai buku di atas nilai wajar dari aset bersih anak perusahaan yang dapat diidentifikasi.

c. Berkurangnya nilai goodwill yang dicatat sebelumnya d. Pembelian murah (bargain purchase)

Pembelian Murah (Bargain Purchase)

(14)

untuk kewajiban dan aset tersebut. Sebagian besar kewajiban dinilai sebesar nilai tetap dari klaimnya atau sebesar nilai sekarang sedangkan aset lancar biasanya sudah mempunyai nilai yang dapat direalisasi yang mudah untuk ditentukan.

Ilustrasi Perlakuan Diferensial Kredit Figur 4 - 9

Neraca PT Anak , 1 januari 2011, saat Penggabungan usaha

---PT Induk membeli semua saham ---PT Anak seharga Rp 260.000.000,-

Ayat jurnal PT Induk sebagai berikut :

(15)

260.000.000,-Kas 260.000.000,-Mencatat pembelian saham PT Anak

Hubungan antara total harga beli yang dibayarkan untuk PT Anak, nilai wajar aset bersih dan nilai buku aset bersih PT Anak sebagai berikut :

Nilai buku aset bersih

Jika neraca konsolidasi disusun sesaat setelah penggabungan usaha , maka ayat jurnal eliminasi berikut akan dibuat dalam kertas kerja konsolidasi :

E (11) Saham Biasa - PT Anak

200.000.000,-Saldo laba

100.000.000,-Investasi pada saham PT Anak

260.000.000,-Diferensial

40.000.000,-Mengeliminasi saldo investasi

(16)

5.000.000,-Diferensial

15.000.000,-Bangunan dan Peralatan

20.000.000,-Mengalokasikan diferensial untuk menyatakan tanah, bangunan dan peralatan pada nilai yang wajar.

E(13) Diferensial

25.000.000,-Tanah 3.461.538

Bangunan dan Peralatan 21.538.462

Mengalokasikan sisa diferensial ke tanah, bangunan dan peralatan.

D. KONSOLIDASI SESAAT SETELAH AKUISISI -100 PERSEN KEPEMILIKAN DIBELI PADA NILAI BUKU

Tiap laporan keuangan konsolidasian disusun seakan-akan diperoleh dari pembukuan tunggal yang digunakan untuk mencataat keseluruhan entitas konsolidasi. Tentu saja sebenarnya tidak terdapat pembukuan untuk entitas konsolidasi, dan sebagaimana penyusunan laporan posisi keuangan konsolidasi, proses konsolidasi dimulai dengan data yang dicatat pada pembukuan masing-masing perusahaan yang dikonsolidasi. Saldo akun yang diperlukan dari pembukuan masing-masing perusahaan diletakkan dalam kertas kerja tiga bagian, lalu dibuat ayat jurnal untuk mengeliminasi pengaruh kepemilikan dan transaksi antar perusahaan.

Informasi Terpilih atas PT Induk dan PT Anak pada tanggal 1 Januari 2011 & Tahun 2011 dan 2012

---PT Induk PT Anak

---Saham Biasa , 1 Januari 2011 500.000.000 200.000.000

Saldo Laba , 1 Januari 2011 300.000.000 100.000.000

2011

Laba Operasi terpisah PT Induk 140.000.000

(17)

Dividen 60.000.000 30.000.000 1 Januari 2011 PT Induk membeli , PT induk membeli semua saham biasa PT Anak pada nilai buku yang mendasarinya sebesar Rp 300.000.000,- Pada saat itu PT Anak mempunyai saham biasa beredar Rp 200.000.000,- dan saldo laba Rp 100.000.000,- PT induk mencatat investasinya menggunakan metode ekuitas.

Tahun Penggabungan Usaha

1 Januari 2011 PT Induk mencatat pembelian saham biasa PT Anak dengan ayat jurnal : 1 Januari 2011

(14) Investasi pada saham PT Anak

300.000.000,-Kas

300.000.000,-Mencatat investasi pada PT Anak

Ayat jurnal PT Induk sehubungan dengan pengumuman Laba dan pembagian dividen PT Anak :

(15) Kas 30.000.000

Investasi pada saham PT Anak 30.000.000

Mencatat dividen dari PT Anak

(18)

Ayat Jurnal Eliminasi saldo investasi awal :

E (18) Saham Biasa - PT Anak 200.000.000

Saldo Laba 1 Januari 100.000.000

Investasi pada saham PT Anak 300.000.000

Mengeliminasi saldo investasi awal

FIGUR 4 - 12

31 Desember 2011, Kertas Kerja Metode Ekuitas untuk Laporan Keuangan Konsolidasi , Tahun Penggabungan Usaha 100%, Pembelian pada Nilai Buku (dalam ribuan rupiah) ---Eliminasi

Pos PT Induk PT Anak Debit Kredit Konsolidasi

---Penjualan 400.000 200.000 600.000

Pendptn dari PT Anak 50.000 (E.17) 50.000

(19)

---490.000 150.000 490.000 Dividen di umumkan (60.000) (30.000) (E.18) 30.000 (60.000)

--- --- --- ---

-S.Laba 31/12 dibawa

kedepan(c.forward) 430.000 120.000 150.000 30.000 430.000 ====== ====== ====== ===== ======

Kas 210.00 75.000 285.000

Piutang Usaha 75.000 50.000 125.000

Persediaan 100.000 75.000 175.000

Ak. Penyusutan 450.000 320.000 770.000

(20)

Ilustrasi pada contoh yang lalu :

Laba PT Induk dari operasi terpisahnya untuk tahun 2012 sebesar Rp 160.000.000,- dan membayar dividen sebesar Rp 60.000.000,- PT Anak melaporkan laba bersih sebesar Rp 75.000.000,- dan membayar dividen sebesar Rp 40.000.000,- . Ayat Jurnal metode ekuitas yang dicatat PT Induk :

Kertas Kerja Konsolidasi - Tahun Kedua Setelah Penggabungan Usaha E (21) Pendapatan dari Anak Perusahaan 75.000.000

Dividen Diumumkan 40.000.000

Investasi pada saham PT Anak 35.000.000

Mengeliminasi pendapatan dari anak perusahaan

E (22) Saham Biasa - PT Anak 200.000.000

Saldo Laba 1 Januari 120.000.000

Investasi pada saham PT Anak 320.000.000

Mengeliminasi saldo investasi awal

FIGUR 4 - 13

31 Desember 2012, Kertas Kerja Metode Ekuitas untuk Laporan Keuangan Konsolidasi , Tahun Kedua setalah Penggabungan Usaha 100%, Pembelian pada Nilai Buku (dalam ribuan rupiah)

---Eliminasi

(21)

---Penjualan 450.000 300.000 750.000

Pendptn dari PT Anak 75.000 (E.21) 75.000

--- ---

-Kredit 525.000 300.000 750.000

HPP 180.000 160.000 340.000

Peny. & Amort 50.000 20.000 70.000

Beban Lain 60.000 45.000 105.000

---

---ke depan (carry Frwd)235.000 75.000 75.000 0 235.000

====== ====== ====== ======= ======

kedepan(c.forward) 605.000 155.000 195.000 40.000 605.000

(22)

PT Anak 320.000 (E.19) 20.000

Ak. Penyusutan 450.000 320.000 770.000

Utang Usaha 100.000 100.000 200.000

Utang Obligasi 200.00 100.000 300.000

Saham Biasa 500.000 200.000(E18)) 200.000 500.000

E. KONSOLIDASI SETELAH AKUISISI KEPEMILIKAN 100-PERSEN YANG DIAKUISISI LEBIH BESAR DARI NILAI BUKU

Dalam banyak kasus, investasi pada banyak perusahaan lain dibeli pada nilai yang melebihi nilai buku saham yang diakuisisi. Selisih lebih harga beli disbanding nilai buku asset bersih teridentifikasi yang dibeli harus dialokasikan keaset dan liabilitas yang dibeli, termasuk goodwill yang dibeli. Revaluasi yang dibuat dikertas kerja konsolidasi setiap penyusunan laporan keuangan konsolodasian. Sebagai tambahan, jika revaluasi terkait dengan asset atau liabilitas yang harus disusutkan, diamortisasi atau selain yang dihapus bukukan, ayat jurnal eliminasi yang tepat harus dibuat dikertas kerja konsolidasi untuk mengurangi laba bersih konsolidasi.

F. UTANG DAN PIUTANG ANTAR PERUSAHAAN

(23)

G. PERTIMBANGAN TAMBAHAN

Akun penilaian aktiva dan kewajiban pada saat akuisisi: 1. Akumulasi penyusutan pada tanggal akuisisi

Secara teoritis, perlakuan akuntansi yang tepat pada akumulasi penyusutan adalah anak perusahaan adalah merevaluasinya menjadi nilai wajar pada tanggal penggbungan melalui alokasi diferensial. Akan tetapi dalam praktiknya, eliminasi penyusutan jaran dilakukan karena tidak mempunyai pengaruh nilai bersih aktiva dan hanya mengeliminasi akun aktiva dan kontra aktiva yang lebih tinggi.

2. Penyisihan piutang tak tertagih

(24)

Bab III

PENUTUP

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi pokok pemabahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungan dengan judul mkalah ini.

(25)

DAFTAR PUSTAKA

http://misriana12.blogspot.co.id/2015/12/makalah-akuntansi-keuangan-lanjutan-2.html https://hendrapangrib91.wordpress.com/2013/11/24/pelaporan-kepemilikan-usaha/ http://v-ace.blogspot.co.id/2012/01/konsolidasi-pada-tanggal-akuisisi.html

https://elraihany.wordpress.com/2013/01/10/prosedur-dan-cara-membuat-laporan-keuangan-konsolidasi/

Referensi

Dokumen terkait

PELI ARIADI Padang Sibusuk pada tanggal 5 September 1965 SMKN 1 Sawahlunto Administrasi Perkantoran 130... KAMIL

Observasi Yaitu pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung terhadap cara kerja para pengguna fitur pengamaanan file data yaitu algoritma sistem kriptografi

Apabila dapat ditemukan suatu fungsi V (x , y) yang definit Postif dengan ˙ V < 0, maka sistem PD dikatakan stabil global, sebaliknya sistem tidak stabil... Metode

PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA E-COFFEE SURABAYA)” untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana ekonomi jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu

Setelah dilakukan validasi produk oleh beberapa validator ahli materi, ahli media, dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum layak diterapkan dalam

pelayanan sampai tuntas sampai perijinan selesai. Adanya keterlambatan proses penyelesaian pelayanan perijinan Surat Ijin Usaha Perdagangan apakah mengundang adanya

Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII MTsN 2 Tulungagung. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang

Di dalam kehidupan rumah tangga mereka berjalan dengan baik selayaknya keluarga bahagia dan harmonis selanjutnya sejak tahun 2008 Terdakwa mulai menjalin hubungan