• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembatalan Hibah Dan Akibat Hukumnya Terhadap Sertipikat Hasil Peralihan Hak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembatalan Hibah Dan Akibat Hukumnya Terhadap Sertipikat Hasil Peralihan Hak"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

103

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-Buku

Afandi, Ali. Hukum Waris Hukum Keluarga Hukum Pembuktian. Jakarta: Bina Aksara, 1984.

Andasasmita, Komar. Notaris III Hukum Harta Perkawinan Dan Waris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Teori & Praktek). Bandung: Ikatan Notaris Indonesia Komisariat Daerah Jawa Barat, 1987.

Ashshofa, Burhan,Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996).

Chandra, S. Sertipikat Kepemilikan Hak Atas Tanah : Persyaratan Permohonan di Kantor Pertanahan.Jakarta: Grasindo, 2005.

Chomzah, Ali Achmad. Hukum Pertanahan : Seri Hukum Pertanahan I Pemberian Hak atas Tanah Negara, Seri Hukum Pertanahan II Sertipikat dan Permasalahannya.Cet. 1. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2002.

_______. Hukum Pertanahan : Seri Hukum Pertanahan III Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah, Seri Hukum Pertanahan IV Pengadaan Tanah Instansi Pemerintah.Cet. 1. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2003.

Eddy, Richard. Aspek Legal Properti, Teori, Contoh, dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. 2010.

Effendi, Bachtiar. Pendaftaran Tanah di Indonesia dan Peraturan-Peraturan Pelaksanaannya. Cet. 1. Edisi Kedua. Bandung: Alumni, 1993.

Fajar, Mukti, dan Yulianto Achmad. Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Harahap, M. Yahya.Kedudukan, Kewenangan dan Acara Peradilan Agama. Jakarta: PT. Garuda Metropolitan Press, 1989.

Hartono, Sunaryati. Penelitian Hukum Indonesia Pada Akhir Abad ke-20. Bandung: Alumni, 1994.

(2)

104

Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia : Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi, dan Pelaksanaanya. Cet. 10. Jakarta: Djambatan, 2005.

_______. Menuju Penyempurnaan Hukum Tanah Nasional. Jakarta: Universitas Trisakti, 2007.

Haryanto.Cara Mendapatkan Sertifikat Hak Atas Tanah. Surabaya: Usaha Nasional, 1981.

Hasan, Hasniah.Hukum Warisan dalam Islam. Jakarta: PT. Bina Ilmu, 1987.

Huijbers, Theo.Filsafat Dalam Lintas Sejarah. Yogyakarta: Kanisius, 1982.

Hutagalung, Arie S. “Perlindungan Pemilikan Tanah Dari Sengketa Menurut Hukum Tanah Nasional” Dalam Tebaran Pemikiran Seputar Masalah Hukum Tanah.Jakarta: Lembaga Pemberdayaan Hukum Indonesia, 2005.

Ichsan, Soerojo Achmad. Dasar-Dasar Tata Hukum Indonesia. Bandung: Sumur Bandung. 1960.

Kie, Tan Thong. Studi Notariat dan Serba Serbi Praktek Notaris. Buku Kesatu. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 2000.

Lubis, M. Solly.Filsafat Ilmu dan Penelitian.Bandung: Mandar Maju. 1994.

Lubis, Mhd. Yamin dan Abd. Rahim Lubis.Hukum Pendaftaran Tanah, Edisi Revisi. Bandung: Penerbit CV. Mandar Maju, 2010.

Mamudji, Sri. Et al. Metode Penelitian dan Penulisan Hukum. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.

Murad, Rusmadi.Penyelesaian Sengketa Hukum Atas Tanah.Jakarta: Alumni, 1991.

Mertokusumo, Sudikno. Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Liberty, 1988.

Nurachmad, Much.Buku Pintar Memahami dan Membuat Surat Perjanjian. Jakarta: Visimedia, 2010.

Pound, Roscoe.Pengantar Filsafat Hukum. Jakarta: Bharata Karya Aksara, 1982.

(3)

105

Parlindungan, A.P. Pendaftaran Tanah di Indonesia. Cet. 1. Bandung: CV. Mandar Maju, 1999.

Pranjoto, Edi.Antinomi Norma Hukum Pembatalan Pemberian Hak Atas Tanah oleh Peradilan Tata Usaha Negara dan Badan Pertanahan Nasional. Jakarta: CV. Utomo, 2006.

Purnamasari, Irma Devita. Panduan Lengkap Hukum Praktis Populer: Kiat-Kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Mengatasi Masalah Hukum Pertanahan, Bandung: Kaifa, 2010.

Pratiknyo, Hartono Soerjo. Hukum Waris Testamenteir. Yogyakarta: Seksi Notariat UGM, 1984.

_____________________. Hukum Waris Tanpa Bersyarat. Yogyakarta: Seksi Notariat UGM, 1984.

Ramulyo, M. Idris. Beberapa Masalah Pelaksanaan Hukum Kewarisan Perdata Barat (Burgerlijk Wetboek). Jakarta: Sinar Grafika, 1993.

Salindeho, John.Masalah Tanah Dalam Pembangunan. Jakarta : Grafika, 1993.

Soekanto, Soerjono.Pengantar Penelitian Hukum.Cet. 3. Jakarta: UI-Press, 1986.

Soerodjo, Irawan.Kepastian Hukum Hak Atas Tanah di Indonesia. Surabaya: Arkola, 2003.

Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1995.

________________. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1986).

Soemardi, Dedi.Pengantar Hukum Indonesia cet. 4.Jakarta: IND-HILL-CO, 2003.

Soemitro, Ronny Hanitijo. Metodologi Penelitian Hukum dan Juritmetri. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.

Subekti, R.Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: PT. Intermasa, 1980.

Subekti dan Tjitrosudibio. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), Cet. 34. Jakarta: Pradnya Paramita, 2004.

(4)

106

Suryabrata, Samadi.Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada,1998.

Sutedi, Adrian. Kekuatan Hukum Berlakunya Sertipikat Sebagai Tanda Bukti Hak Atas Tanah.Jakarta: Cipta Jaya, 2006.

____________. Peralihan Hak Atas Tanah dan Pendaftarannya. Cetakan Kedua. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Waluyo, Bambang. Metode Penelitian Hukum. Semarang: PT. Ghalia Indonesia, Semarang, 1996.

Wahid, Muchtar.Memaknai Kepastian Hukum Hak Milik Atas Tanah : Suatu Analisis dengan Pendekatan Terpadu Secara Normatif dan Sosiologis. Cet. 1. Jakarta: Republika, 2008.

Wicaksono, F. Satrio.Hukum Waris: Cara Mudah & Tepat Membagi Harta Warisan. Jakarta: Visimedia, 2011.

Wijayanto, Agus.Masalah dan Sengketa Hak Atas Tanah. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Pertanahan Nasional, 2004.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Negara Agraria / Keputusan Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan

9.1999 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nombor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak

Materi pokok pembahasan akibat hukum pembatalan sertipikat hak atas tanah yang telah dibebani hak tanggungan dengan permasalahan apakah dibatalkannya sertipikat hak atas

telah diterbitkan Sertipikat Hak Atas tanah yang telah menjadi Barang Milik Negara juga menjadi wewenang Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan Pembatalan, hal ini dapat

(2) Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional memberi keputusan mengenai pemberian dan pembatalan keputusan pemberian hak atas tanah yang telah dilimpahkan

1999, Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan

Dalam pembatalan ser pikat hak milik atas tanah, dibuk kan bahwa akta jual beli yang menjadi dasar penerbitan ser pikat, baik data-data materiil maupun data data

Kasus pertanahan sendiri yaitu sengketa, konflik, maupun perkara tanah dimana dapat diteruskan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kantor Wilayah Badan