Perkecambahan Biji Tanaman Biwa (Eriobotrya japonica Lindl.) dengan Penambahan GA3 dan Kinetin Secara In Vitro
Teks penuh
Dokumen terkait
Data yang disajikan pada Tabel 15 menunjukkan bahwa jumlah buku terbanyak pada varietas Adira 2 dihasilkan dari kombinasi perlakuan 0 ppm CaP−3 ppm kinetin (tertinggi juga
Untuk mengetahui konsentrasi berapakah pengaruh penambahan 2,4-D 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid yang efektif terhadap induksi kalus embriogenik pada daun dan kotiledon tanaman
tersebut yaitu ada pengaruh yang signifikan untuk pemberian pepton dengan berbagai variasi konsentrasi pada media VW terhadap jumlah biji P.. yang berkecambah pada
Pada gambar 3 tampak bahwa kinetin dengan konsentrasi yang optimum baik pada media MS atau pada media B5 menjadi faktor penting dalam pembentukan tunas pada in vitro
Perlakuan pemberian beberapa konsentrasi kinetin pada media WPM memberikan pengaruh tidak nyata pada minggu ke 3 hingga ke 4 setelah inokulasi namun memberikan pengaruh nyata
(2005) melaporkan bahwa pada biji gaharu dapat menghasilkan induksi perkecambahan dengan media 1 mg/l BAP secara in vitro Berdasarkan penelitian tersebut belum
letak posisi eksplan dan konsentrasi BAP terhadap peubah jumlah daun, persentase tumbuh akar, dan jumlah akar perkecambahan biji manggis secara in vitro disajikan
Kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh 0,5 mg/l IBA+1,5 mg/l kinetin merupakan kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk induksi dan pertumbuhan kalus daun tin yang ditanam