• Tidak ada hasil yang ditemukan

HIN – Perspektif Hukum Internasional HAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "HIN – Perspektif Hukum Internasional HAM"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Perspektif Hukum

Internasional atas Hak Asasi

Manusia (HAM)

Hikmahanto Juwana

SH (UI), LL.M (Keio University, Jepang),

Ph.D (University of Nottingham, Inggris)

(2)
(3)

Mengapa HAM dipermasalahkan

dalam Hukum Internasional?

Bayangkan dua kejadian berikut:

 Bisakah Saudara melihat anak tetangga dipukuli

sampai sekarat oleh orang tuanya?

 Apa yang bisa Saudara lakukan, bila memanggil polisi

bukan suatu opsi?

 Bila ada dua orang berkelahi perlukah aturan

(4)

Kejadian 1

Keinginan agar anak tidak diperlakukan

secara semena-mena oleh orang tua

merupakan keinginan dari semua pihak

Permasalahannya apa yang bisa kita lakukan

(5)

Apakah kita bisa begitu saja memasuki rumah

tetangga kita?

Bila bisa, apakah kita tidak akan dianggap

memasuki rumah orang lain tanpa izin?

Lalu apa legitimasi kita untuk mencampuri

(6)

Gambaran diatas dapat digunakan sebagai

analogi salah satu permasalahan HAM dalam

perspektif hukum internasional

 Anak merupakan warga negara suatu negara  Orang tua merupakan Pemerintah

 Perlakuan secara semena-mena merupakan analogi dari

pelanggaran HAM

 Rumah dapat diibaratkan sebagai kedaulatan negara  Kepedulian kita sebagai tetangga adalah kepedulian

(7)

Kejadian 2

 Bila ada orang berkelahi dan menggunakan segala

cara, apakah kondisi seperti ini dapat dibenarkan?

 Tentu ini tidak dapat dibenarkan, disini diperlukan

aturan-aturan dan rambu-rambu yang harus dipatuhi sehingga adu jotos seperti yang terjadi di ring tinju

 Pertanyaannya adalah siapa yang membuat aturan

(8)

Gambaran diatas dapat memberi pencerahan

dalam hal Negara berperang satu sama lain

Orang yang berkelahi dianalogikan sebagai

Negara

Perkelahian adalah Perang

Pertanyaannya adalah apakah perang harus

(9)

 Bila perang harus dilakukan secara beradab dimana

beradab-tidaknya perang ditentukan pada ada

tidaknya aturan maka aturan apa yang harus berlaku dan siapa yang membentuknya?

 Satu hal yang jelas, aturan yang dibuat oleh satu

negara tidak mungkin diberlakukan kepada negara lain yang memiliki kedaulatan

 Disinilah pentingnya Hukum Internasional

(10)

Berdasarkan dua kejadian yang digambarkan,

(11)

Rumusan Masalah Pertama

Bagaimana sebuah (atau sejumlah) negara

dapat membuat negara lain agar

menghormati HAM warga negaranya,

sementara ada prinsip ‘larangan campur

(12)

Rumusan Masalah Kedua

Bagaimana agar dalam konflik bersenjata

ada aturan-aturan yang dipatuhi oleh

pihak-pihak yang berkonflik sehingga konflik

(13)

Menjawab Rumusan Masalah Pertama

Dalam rumusan masalah pertama, masalah

muncul karena dipicu pertentangan antara

keinginan agar orang dihormati harkat

martabatnya dimana saja di muka bumi ini

dengan masalah kedaulatan negara

Untuk menerobos sekat kedaulatan negara

(14)

Instrumen internasional dapat berbentuk:

 Deklarasi (bukan merupakan produk hukum

internasional); dan

 Perjanjian internasional (merupakan produk

hukum internasional)

Instrumen internasional diikuti oleh Negara,

(15)

Menjawab Rumusan Masalah Kedua

Dalam rumusan masalah kedua, masalah

muncul karena dalam konflik bersenjata

diperlukan aturan berikut sanksi yang

bukan merupakan produk nasional

Aturan ini harus dapat disepakati oleh

(16)

Berdasarkan kebutuhan inilah sejak lama

masyarakat internasional membentuk

berbagai aturan yang dikualifikasikan sebagai

hukum internasional untuk diberlakukan pada

masa perang

Bentuk dari aturan ini adalah

 Perjanjian internasional; dan

(17)
(18)

Katagorisasi Instrumen Internasional

Bila diidentifikasi, telah banyak instrumen

internasional yang mengatur HAM

Berbagai instrumen internasional ini dapat

dilakukan katagori yang pada prinsipnya

meneguhkan HAM dari manusia, melindungi

mereka yang lemah, seperti kaum perempuan,

anak, tahanan dan mereka yang sedang

(19)

International Bill of Human Rights

 Universal Declaration of Human Rights

 International Covenant on Economic, Social and

Cultural Rights

 International Covenant on Civil and Political Rights

 Optional Protocol to the International Covenant on

Civil and Political Rights

 Second Optional Protocol to the International

(20)

Human Rights Defenders

Declaration on the Right and Responsibility

of Individuals, Groups and Organs of Society

to Promote and Protect Universally

(21)

Right of self-determination

Declaration on the Granting of Independence

to Colonial Countries and Peoples

General Assembly resolution 1803 (XVII) of

(22)

Prevention of discrimination

United Nations Declaration on the

Elimination of All Forms of Racial

Discrimination

International Convention on the Elimination

of All Forms of Racial Discrimination

International Convention on the Suppression

(23)

 International Convention against Apartheid in Sports

 Discrimination (Employment and Occupation)

Convention

 Convention against Discrimination in Education

 Protocol Instituting a Conciliation and Good Offices

Commission to be responsible for seeking a

(24)

 Equal Remuneration Convention

 Declaration on the Elimination of All Forms of

Intolerance and of Discrimination based on Religion or Belief

 Declaration on Fundamental Principles concerning

the Contribution to the Mass Media to Strengthening Peace and International Understanding, to the

(25)

Declaration on Race and Racial Prejudice

Declaration on the Rights of Persons

(26)

Rights of Women

Declaration on the Elimination of All Forms

of Discrimination against Women

Convention on the Elimination of All Forms

of Discrimination against Women

Declaration on the Elimination of Violence

(27)

Convention on the Political Rights of Women

Declaration on the Protection of Women and

Children in Emergency and Armed Conflict

Optional Protocol to the Convention on the

(28)

Rights of the Child

Declaration on the Rights of the Child

Convention on the Rights of the Child

Optional protocol to the Convention on the

Rights of the Child on the involvement of

children in armed conflict

Optional protocol to the Convention on the

(29)

Declaration on Social and Legal Principles

(30)

Slavery, Servitude, Forced Labour and

similar institutions and practices

 Slavery Convention

 Protocol amending the Slavery Convention

 Supplementary Convention on the Abolition of

Slavery, the Slave Trade,and Institutions and Practices Similar to Slavery

 Forced Labour Convention

 Abolition of Forced Labour Convention

 Convention for the Suppression of the Traffic in

(31)

Human Rights in the Administration of

Justice

 Standard Minimum Rules for the Treatment of

Prisoners

 Basic Principles for the Treatment of Prisoners

 Body of Principles for the Protection of All Persons

under Any Form of Detention or Imprisonment

 United Nations Rules for the Protection of Juveniles

(32)

 Declaration on the Protection of All Persons from

Being Subjected to Torture and Other Cruel,

Inhuman or Degrading Treatment or Punishment

 Convention against Torture and Other Cruel,

Inhuman or Degrading Treatment or Punishment

 Optional Protocol to the Convention against Torture

(33)

 Principles on the Effective Investigation and

Documentation of Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment

 Principles of Medical Ethics relevant to the Role of

Health Personnel,particularly Physicians, in the Protection of Prisoners and Detainees against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment

 Safeguards guaranteeing protection of the rights of

those facing the death penalty

(34)

 Basic Principles on the Use of Force and Firearms

by Law Enforcement Officials

 Basic Principles on the Role of Lawyers

 Guidelines on the Role of Prosecutors

 United Nations Standard Minimum Rules for

Non-custodial Measures (The Tokyo Rules)

 United Nations Guidelines for the Prevention of

(35)

 United Nations Standard Minimum Rules for the

Administration of Juvenile Justice ("The Beijing Rules")

 Declaration of Basic Principles of Justice for Victims of

Crime and Abuse of Power

 Basic Principles on the Independence of the Judiciary

 Declaration on the Protection of All Persons from Enforced

Disappearances

 Principles on the Effective Prevention and Investigation of

(36)

Freedom of Association

Freedom of Association and Protection of the

Right to Organise Convention

Right to Organise and Collective Bargaining

Convention

Workers' Representatives Convention

(37)

Employment

Employment Policy Convention

Convention (No. 154) concerning the

Promotion of Collective Bargaining

Convention (No. 168) concerning

Employment Promotion and Protection against

Unemployment

(38)

Marriage, Family and Youth

Convention on Consent to Marriage,

Minimum Age for Marriage and Registration

of Marriages

Recommendation on Consent to Marriage,

Minimum Age for Marriage and Registration

of Marriages

Declaration on the Promotion among Youth

(39)

Social welfare, progress and

development

 Declaration on Social Progress and Development  Declaration on the Rights of Mentally Retarded

Persons

 Principles for the protection of persons with mental

illness and the improvement of mental health care

 Universal Declaration on the Eradication of Hunger

and Malnutrition

 Declaration on the Use of Scientific and

(40)

 Guidelines for the Regulation of Computerized

Personal Data Files

 Declaration on the Rights of Disabled Persons  Declaration on the Right of Peoples to Peace  Declaration on the Right to Development

 International Convention on the Protection of the

Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families

 Universal Declaration on the Human Genome and

(41)

Right to enjoy culture, international cultural

development and co-operation

Declaration of the Principles of International

Cultural Co-operation

Recommendation concerning Education for

(42)

Nationality, Statelessness, Asylum and

Refugees

 Convention on the Nationality of Married Women  Convention on the Reduction of Statelessness

 Convention relating to the Status of Stateless Persons  Convention relating to the Status of Refugees

 Protocol relating to the Status of Refugees

 Statute of the Office of the United Nations High

Commissioner for Refugees

 Declaration on Territorial Asylum

 Declaration on the Human Rights of Individuals Who are not

(43)

Transformasi

 Berbagai instrumen internasional guna menjunjung

HAM bila hendak diberlakukan oleh Negara secara nasional maka harus ditransformasikan ke dalam hukum nasional

 Transformasi bisa dilakukan dengan dua cara:

 Ikut sebagai peserta Perjanjian melalui proses ratifikasi  Mengadopsi ketentuan-ketentuan dalam instrumen

(44)

 Transformasi menjadi wajib dilaksanakan bila

perjanjian internasional guna menjunjung HAM diikuti oleh suatu negara melalui proses ratifikasi

 Pasca ratifikasi harus diikuti dengan tindakan

Pemerintah suatu Negara untuk mengamandemen hukum nasional yang bertentangan dengan

(45)

Sementara tranformasi berupa pengadopsian

ketentuan dalam instrumen internasional

adalah tindakan Pemerintah untuk mengambil

ketentuan dalam instrumen internasional

secara sukarela ke dalam hukum nasional

(46)

Tujuan Pembentukan Instrumen

Internasional

Perlu disadari tujuan dibentuknya instrumen

(47)

Tujuan Politik

Tujuan politik dilakukan untuk dua hal:

 Memaksa suatu negara untuk mau menghormati

HAM bagi warga negaranya

 Ada kepentingan dari pihak yang memaksa

Negara Maju kerap memaksa Negara

(48)

Negara Maju tidak jarang memaksa Negara

Berkembang untuk tunduk pada instrumen

internasional HAM karena memiliki agenda

tersembunyi (

hidden agenda

)

Bahkan Negara Maju kerap menerapkan

standar ganda pemberlakuan instrumen

(49)

PRODUK HUKUM

INTERNASIONAL BAGI

(50)

 Berbagai kebiasaan hukum internasional dan

perjanjian internasional telah lama ada untuk

mengatur konflik bersenjata sehingga konflik tidak melanggar harkat martabat manusia

 Produk hukum yang ada dapat dibedakan dalam dua

katagori:

 Pelaku yang melakukan tindakan diluar batas

kemanusiaan terhadap orang-orang yang tidak terlibat dalam konflik

 Aturan yang berlaku bagi pihak-pihak yang terlibat dalam

(51)

War Crimes and Crimes against

Humanity, including Genocide

Convention on the Prevention and

Punishment of the Crime of Genocide

Convention on the Non-Applicability of

Statutory Limitations to War Crimes and

Crimes against Humanity

Principles of international co-operation in the

(52)

Humanitarian law

Geneva Convention for the Amelioration of

the Condition of the Wounded and Sick in

Armed Forces in the Field

Geneva Convention for the Amelioration of

the Condition of Wounded, Sick and

Shipwrecked Members of Armed Forces at

Sea

Geneva Convention relative to the Treatment

(53)

 Geneva Convention relative to the Protection of

Civilian Persons in Time of War

 Protocol Additional to the Geneva Conventions of

12 August 1949, and relating to the Protection of Victims of International Armed Conflicts (Protocol I)

 Protocol Additional to the Geneva Conventions of

(54)

 Berbeda dengan instrumen internasional untuk

menjunjung HAM yang substansi ketentuannya

ditujukan pada Negara, produk hukum internasional bagi perlindungan HAM dalam konflik bersenjata lebih ditujukan pada individu

 Individu dapat dipersalahkan melakukan kejahatan

internasional, disini muncul konsep individu sebagai subyek hukum internasional

 Kejahatan internasional yang dikenal dalam Statuta

(55)

Referensi

Dokumen terkait

Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar Matematika pada siswa kelas V SD Negeri 2 Tanduk Ampel

Partisipasi horizontal, masyarakat mempunyai prakarsa dimana setiap anggota atau kelompok masyarakat berpartisipasi horizontal satu dengan yang lainnya. Pasal

Kehadiran masyarakat muslim dayak ngaju dalam pelaksanan upacara tewah, yaitu Upacara Tiwah adalah upacara terbesar yang hanya dilakukan oleh masyarakat

Di waktu berbeda, MM (Perempuan Islam.. Dari uraian diatas menurut analisis peneliti, kerukunan yang belakangan tercipta dalam keluarga AS antara anggota keluarga

Penelitian ini digunakan sebagai acuan dalam merancang kriptografi, dimana kriptografi yang dirancang sederhana namun yang membedakan adalah alur pita pertumbuhan dan

H0 = menunjukkan bahwa variabel bebas (produksi garam domestik, nilai kurs, harga garam impor, jumlah industri pengguna garam dan pertumbuhan GDP Indonesia per kapita) secara

produksi, (c) hasil analisis petrografi dapat digunakan baik di bidang geologi maupun teknik reservoir / produksi, (d) di dalam eksplorasi-pengembangan- produksi minyak-gas

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ROA secara bersama- sama mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menentukan besarnya perubahan laba di perusahaan