Perspektif Hukum
Internasional atas Hak Asasi
Manusia (HAM)
Hikmahanto Juwana
SH (UI), LL.M (Keio University, Jepang),
Ph.D (University of Nottingham, Inggris)
Mengapa HAM dipermasalahkan
dalam Hukum Internasional?
Bayangkan dua kejadian berikut:
Bisakah Saudara melihat anak tetangga dipukuli
sampai sekarat oleh orang tuanya?
Apa yang bisa Saudara lakukan, bila memanggil polisi
bukan suatu opsi?
Bila ada dua orang berkelahi perlukah aturan
Kejadian 1
Keinginan agar anak tidak diperlakukan
secara semena-mena oleh orang tua
merupakan keinginan dari semua pihak
Permasalahannya apa yang bisa kita lakukan
Apakah kita bisa begitu saja memasuki rumah
tetangga kita?
Bila bisa, apakah kita tidak akan dianggap
memasuki rumah orang lain tanpa izin?
Lalu apa legitimasi kita untuk mencampuri
Gambaran diatas dapat digunakan sebagai
analogi salah satu permasalahan HAM dalam
perspektif hukum internasional
Anak merupakan warga negara suatu negara Orang tua merupakan Pemerintah
Perlakuan secara semena-mena merupakan analogi dari
pelanggaran HAM
Rumah dapat diibaratkan sebagai kedaulatan negara Kepedulian kita sebagai tetangga adalah kepedulian
Kejadian 2
Bila ada orang berkelahi dan menggunakan segala
cara, apakah kondisi seperti ini dapat dibenarkan?
Tentu ini tidak dapat dibenarkan, disini diperlukan
aturan-aturan dan rambu-rambu yang harus dipatuhi sehingga adu jotos seperti yang terjadi di ring tinju
Pertanyaannya adalah siapa yang membuat aturan
Gambaran diatas dapat memberi pencerahan
dalam hal Negara berperang satu sama lain
Orang yang berkelahi dianalogikan sebagai
Negara
Perkelahian adalah Perang
Pertanyaannya adalah apakah perang harus
Bila perang harus dilakukan secara beradab dimana
beradab-tidaknya perang ditentukan pada ada
tidaknya aturan maka aturan apa yang harus berlaku dan siapa yang membentuknya?
Satu hal yang jelas, aturan yang dibuat oleh satu
negara tidak mungkin diberlakukan kepada negara lain yang memiliki kedaulatan
Disinilah pentingnya Hukum Internasional
Berdasarkan dua kejadian yang digambarkan,
Rumusan Masalah Pertama
Bagaimana sebuah (atau sejumlah) negara
dapat membuat negara lain agar
menghormati HAM warga negaranya,
sementara ada prinsip ‘larangan campur
Rumusan Masalah Kedua
Bagaimana agar dalam konflik bersenjata
ada aturan-aturan yang dipatuhi oleh
pihak-pihak yang berkonflik sehingga konflik
Menjawab Rumusan Masalah Pertama
Dalam rumusan masalah pertama, masalah
muncul karena dipicu pertentangan antara
keinginan agar orang dihormati harkat
martabatnya dimana saja di muka bumi ini
dengan masalah kedaulatan negara
Untuk menerobos sekat kedaulatan negara
Instrumen internasional dapat berbentuk:
Deklarasi (bukan merupakan produk hukum
internasional); dan
Perjanjian internasional (merupakan produk
hukum internasional)
Instrumen internasional diikuti oleh Negara,
Menjawab Rumusan Masalah Kedua
Dalam rumusan masalah kedua, masalah
muncul karena dalam konflik bersenjata
diperlukan aturan berikut sanksi yang
bukan merupakan produk nasional
Aturan ini harus dapat disepakati oleh
Berdasarkan kebutuhan inilah sejak lama
masyarakat internasional membentuk
berbagai aturan yang dikualifikasikan sebagai
hukum internasional untuk diberlakukan pada
masa perang
Bentuk dari aturan ini adalah
Perjanjian internasional; dan
Katagorisasi Instrumen Internasional
Bila diidentifikasi, telah banyak instrumen
internasional yang mengatur HAM
Berbagai instrumen internasional ini dapat
dilakukan katagori yang pada prinsipnya
meneguhkan HAM dari manusia, melindungi
mereka yang lemah, seperti kaum perempuan,
anak, tahanan dan mereka yang sedang
International Bill of Human Rights
Universal Declaration of Human Rights
International Covenant on Economic, Social and
Cultural Rights
International Covenant on Civil and Political Rights
Optional Protocol to the International Covenant on
Civil and Political Rights
Second Optional Protocol to the International
Human Rights Defenders
Declaration on the Right and Responsibility
of Individuals, Groups and Organs of Society
to Promote and Protect Universally
Right of self-determination
Declaration on the Granting of Independence
to Colonial Countries and Peoples
General Assembly resolution 1803 (XVII) of
Prevention of discrimination
United Nations Declaration on the
Elimination of All Forms of Racial
Discrimination
International Convention on the Elimination
of All Forms of Racial Discrimination
International Convention on the Suppression
International Convention against Apartheid in Sports
Discrimination (Employment and Occupation)
Convention
Convention against Discrimination in Education
Protocol Instituting a Conciliation and Good Offices
Commission to be responsible for seeking a
Equal Remuneration Convention
Declaration on the Elimination of All Forms of
Intolerance and of Discrimination based on Religion or Belief
Declaration on Fundamental Principles concerning
the Contribution to the Mass Media to Strengthening Peace and International Understanding, to the
Declaration on Race and Racial Prejudice
Declaration on the Rights of Persons
Rights of Women
Declaration on the Elimination of All Forms
of Discrimination against Women
Convention on the Elimination of All Forms
of Discrimination against Women
Declaration on the Elimination of Violence
Convention on the Political Rights of Women
Declaration on the Protection of Women and
Children in Emergency and Armed Conflict
Optional Protocol to the Convention on the
Rights of the Child
Declaration on the Rights of the Child
Convention on the Rights of the Child
Optional protocol to the Convention on the
Rights of the Child on the involvement of
children in armed conflict
Optional protocol to the Convention on the
Declaration on Social and Legal Principles
Slavery, Servitude, Forced Labour and
similar institutions and practices
Slavery Convention
Protocol amending the Slavery Convention
Supplementary Convention on the Abolition of
Slavery, the Slave Trade,and Institutions and Practices Similar to Slavery
Forced Labour Convention
Abolition of Forced Labour Convention
Convention for the Suppression of the Traffic in
Human Rights in the Administration of
Justice
Standard Minimum Rules for the Treatment of
Prisoners
Basic Principles for the Treatment of Prisoners
Body of Principles for the Protection of All Persons
under Any Form of Detention or Imprisonment
United Nations Rules for the Protection of Juveniles
Declaration on the Protection of All Persons from
Being Subjected to Torture and Other Cruel,
Inhuman or Degrading Treatment or Punishment
Convention against Torture and Other Cruel,
Inhuman or Degrading Treatment or Punishment
Optional Protocol to the Convention against Torture
Principles on the Effective Investigation and
Documentation of Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment
Principles of Medical Ethics relevant to the Role of
Health Personnel,particularly Physicians, in the Protection of Prisoners and Detainees against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment
Safeguards guaranteeing protection of the rights of
those facing the death penalty
Basic Principles on the Use of Force and Firearms
by Law Enforcement Officials
Basic Principles on the Role of Lawyers
Guidelines on the Role of Prosecutors
United Nations Standard Minimum Rules for
Non-custodial Measures (The Tokyo Rules)
United Nations Guidelines for the Prevention of
United Nations Standard Minimum Rules for the
Administration of Juvenile Justice ("The Beijing Rules")
Declaration of Basic Principles of Justice for Victims of
Crime and Abuse of Power
Basic Principles on the Independence of the Judiciary
Declaration on the Protection of All Persons from Enforced
Disappearances
Principles on the Effective Prevention and Investigation of
Freedom of Association
Freedom of Association and Protection of the
Right to Organise Convention
Right to Organise and Collective Bargaining
Convention
Workers' Representatives Convention
Employment
Employment Policy Convention
Convention (No. 154) concerning the
Promotion of Collective Bargaining
Convention (No. 168) concerning
Employment Promotion and Protection against
Unemployment
Marriage, Family and Youth
Convention on Consent to Marriage,
Minimum Age for Marriage and Registration
of Marriages
Recommendation on Consent to Marriage,
Minimum Age for Marriage and Registration
of Marriages
Declaration on the Promotion among Youth
Social welfare, progress and
development
Declaration on Social Progress and Development Declaration on the Rights of Mentally Retarded
Persons
Principles for the protection of persons with mental
illness and the improvement of mental health care
Universal Declaration on the Eradication of Hunger
and Malnutrition
Declaration on the Use of Scientific and
Guidelines for the Regulation of Computerized
Personal Data Files
Declaration on the Rights of Disabled Persons Declaration on the Right of Peoples to Peace Declaration on the Right to Development
International Convention on the Protection of the
Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families
Universal Declaration on the Human Genome and
Right to enjoy culture, international cultural
development and co-operation
Declaration of the Principles of International
Cultural Co-operation
Recommendation concerning Education for
Nationality, Statelessness, Asylum and
Refugees
Convention on the Nationality of Married Women Convention on the Reduction of Statelessness
Convention relating to the Status of Stateless Persons Convention relating to the Status of Refugees
Protocol relating to the Status of Refugees
Statute of the Office of the United Nations High
Commissioner for Refugees
Declaration on Territorial Asylum
Declaration on the Human Rights of Individuals Who are not
Transformasi
Berbagai instrumen internasional guna menjunjung
HAM bila hendak diberlakukan oleh Negara secara nasional maka harus ditransformasikan ke dalam hukum nasional
Transformasi bisa dilakukan dengan dua cara:
Ikut sebagai peserta Perjanjian melalui proses ratifikasi Mengadopsi ketentuan-ketentuan dalam instrumen
Transformasi menjadi wajib dilaksanakan bila
perjanjian internasional guna menjunjung HAM diikuti oleh suatu negara melalui proses ratifikasi
Pasca ratifikasi harus diikuti dengan tindakan
Pemerintah suatu Negara untuk mengamandemen hukum nasional yang bertentangan dengan
Sementara tranformasi berupa pengadopsian
ketentuan dalam instrumen internasional
adalah tindakan Pemerintah untuk mengambil
ketentuan dalam instrumen internasional
secara sukarela ke dalam hukum nasional
Tujuan Pembentukan Instrumen
Internasional
Perlu disadari tujuan dibentuknya instrumen
Tujuan Politik
Tujuan politik dilakukan untuk dua hal:
Memaksa suatu negara untuk mau menghormati
HAM bagi warga negaranya
Ada kepentingan dari pihak yang memaksa
Negara Maju kerap memaksa Negara
Negara Maju tidak jarang memaksa Negara
Berkembang untuk tunduk pada instrumen
internasional HAM karena memiliki agenda
tersembunyi (
hidden agenda
)
Bahkan Negara Maju kerap menerapkan
standar ganda pemberlakuan instrumen
PRODUK HUKUM
INTERNASIONAL BAGI
Berbagai kebiasaan hukum internasional dan
perjanjian internasional telah lama ada untuk
mengatur konflik bersenjata sehingga konflik tidak melanggar harkat martabat manusia
Produk hukum yang ada dapat dibedakan dalam dua
katagori:
Pelaku yang melakukan tindakan diluar batas
kemanusiaan terhadap orang-orang yang tidak terlibat dalam konflik
Aturan yang berlaku bagi pihak-pihak yang terlibat dalam
War Crimes and Crimes against
Humanity, including Genocide
Convention on the Prevention and
Punishment of the Crime of Genocide
Convention on the Non-Applicability of
Statutory Limitations to War Crimes and
Crimes against Humanity
Principles of international co-operation in the
Humanitarian law
Geneva Convention for the Amelioration of
the Condition of the Wounded and Sick in
Armed Forces in the Field
Geneva Convention for the Amelioration of
the Condition of Wounded, Sick and
Shipwrecked Members of Armed Forces at
Sea
Geneva Convention relative to the Treatment
Geneva Convention relative to the Protection of
Civilian Persons in Time of War
Protocol Additional to the Geneva Conventions of
12 August 1949, and relating to the Protection of Victims of International Armed Conflicts (Protocol I)
Protocol Additional to the Geneva Conventions of
Berbeda dengan instrumen internasional untuk
menjunjung HAM yang substansi ketentuannya
ditujukan pada Negara, produk hukum internasional bagi perlindungan HAM dalam konflik bersenjata lebih ditujukan pada individu
Individu dapat dipersalahkan melakukan kejahatan
internasional, disini muncul konsep individu sebagai subyek hukum internasional
Kejahatan internasional yang dikenal dalam Statuta